Terakhir diperbarui: 17 February 2026

Citation (APA Style):
Davacom. (2026, 17 February). Pengujian Perangkat Lunak: konsep, jenis pengujian, dan keandalan sistem. SumberAjar. Retrieved 17 February 2026, from https://sumberajar.com/kamus/pengujian-perangkat-lunak-konsep-jenis-pengujian-dan-keandalan-sistem  

Kamu menggunakan Mendeley? Add entry manual di sini.

Pengujian Perangkat Lunak: konsep, jenis pengujian, dan keandalan sistem - SumberAjar.com

Pengujian Perangkat Lunak: konsep, jenis pengujian, dan keandalan sistem

Pendahuluan

Pengujian perangkat lunak merupakan bagian tak terpisahkan dari proses pengembangan sistem modern. Di tengah kompleksitas kebutuhan fungsional dan non-fungsional, memastikan perangkat lunak bekerja seperti yang diharapkan menjadi tantangan besar. Tanpa pengujian yang tepat, sistem dapat mengalami kegagalan ketika dihadapkan pada kondisi nyata sehingga berdampak pada pengalaman pengguna, biaya perbaikan, bahkan kerugian bisnis yang signifikan. Kegiatan pengujian tidak hanya dilakukan untuk mendeteksi kesalahan sebelum perangkat lunak dipakai oleh pengguna, tetapi juga untuk meningkatkan kualitas keseluruhan, keandalan sistem di berbagai skenario, dan menambah kepercayaan pemangku kepentingan terhadap produk yang dihasilkan. Hal ini membuat pengujian perangkat lunak menjadi salah satu pilar utama dalam kualitas perangkat lunak berkualitas tinggi di era digital saat ini. ([Lihat sumber Disini - sekawanmedia.co.id])


Definisi Pengujian Perangkat Lunak

Definisi Pengujian Perangkat Lunak Secara Umum

Pengujian perangkat lunak secara umum dapat diartikan sebagai suatu proses sistematis untuk mengevaluasi dan memverifikasi bahwa suatu aplikasi atau sistem perangkat lunak berfungsi dengan benar, aman, dan efisien sesuai dengan kebutuhan serta spesifikasi yang telah ditetapkan. Dalam konteks ini, pengujian dilakukan untuk memastikan kualitas dan kelayakan perangkat lunak sebelum dioperasikan secara penuh oleh pengguna akhir. Tujuan utama dari pengujian adalah menemukan kesalahan atau bug dalam perangkat lunak sehingga dapat diperbaiki lebih awal pada fase pengembangan. ([Lihat sumber Disini - sekawanmedia.co.id])

Definisi Pengujian Perangkat Lunak dalam KBBI

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), istilah “pengujian” merujuk pada proses atau tindakan untuk menguji sesuatu, dalam hal ini perangkat lunak. Secara spesifik, pengujian perangkat lunak berarti serangkaian tindakan yang dilakukan untuk menilai, menganalisis, dan mengevaluasi perangkat lunak dalam berbagai aspek kualitasnya, seperti fungsi, efisiensi, dan keandalan. Definisi KBBI menegaskan bahwa pengujian tidak hanya fokus pada output akhir saja, tetapi melibatkan pemeriksaan terhadap keseluruhan proses kerja perangkat lunak untuk memastikan tidak ada celah atau cacat yang dapat mengganggu operasi sistem. (Definisi acuan umum istilah “pengujian” diadaptasi dari makna umum dalam KBBI).

Definisi Pengujian Perangkat Lunak Menurut Para Ahli

Beberapa ahli teknologi dan rekayasa perangkat lunak memberikan definisi yang komprehensif terkait pengujian perangkat lunak, yang membantu memperjelas esensi dari kegiatan ini:

  1. Menurut standar dan profesi rekayasa perangkat lunak, pengujian perangkat lunak adalah proses evaluasi yang bertujuan memastikan bahwa produk perangkat lunak dapat beroperasi sesuai dengan spesifikasi yang telah ditetapkan serta bebas dari kesalahan signifikan. Definisi ini mencakup tujuan utama dari verifikasi dan validasi pada setiap modul kode maupun integrasi sistem secara keseluruhan. ([Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org])

  2. Dalam perspektif penelitian ilmu komputer, pengujian perangkat lunak dipandang sebagai serangkaian proses yang dirancang untuk memastikan kode perangkat lunak bekerja sesuai dengan tujuan awalnya serta mencegah perilaku yang tidak diinginkan dari sistem. Pengujian ini mencakup seberapa efektif suatu program merespons berbagai input dan kondisi yang berbeda. ([Lihat sumber Disini - ibm.com])

  3. Tsigerade Mebrate juga menekankan bahwa pengujian perangkat lunak merupakan komponen penting dalam rekayasa perangkat lunak yang berkembang selama beberapa dekade untuk menilai kualitas dan ketepatan kerja perangkat lunak terhadap tujuan yang diharapkan. ([Lihat sumber Disini - jurnal.unnur.ac.id])

  4. Penelitian lain menonjolkan bahwa kegiatan pengujian ini tidak hanya bertugas menemukan bug, tetapi juga berkontribusi pada peningkatan keandalan dan efisiensi keseluruhan perangkat lunak. Hal ini menunjukkan bahwa kualitas perangkat lunak tidak hanya ditentukan oleh fungsinya saja, melainkan juga oleh seberapa konsisten perangkat lunak itu bekerja di berbagai kondisi. ([Lihat sumber Disini - jacis.pubmedia.id])


Tujuan Pengujian Perangkat Lunak

Pengujian perangkat lunak dilakukan dengan berbagai tujuan strategis yang berhubungan erat dengan kualitas sistem yang dihasilkan. Tujuan pertama adalah memastikan bahwa perangkat lunak tersebut dapat berjalan sesuai dengan kebutuhan fungsional dan spesifikasi yang telah ditetapkan. Ini mencakup verifikasi bahwa setiap modul perangkat lunak melakukan tugasnya dengan benar serta validasi bahwa keseluruhan sistem memenuhi ekspektasi pengguna. ([Lihat sumber Disini - sekawanmedia.co.id])

Selain itu, pengujian bertujuan untuk menemukan dan mengidentifikasi kesalahan atau bug dalam kode yang mungkin tidak terlihat selama proses pengembangan. Kesalahan ini dapat berupa logika yang salah, fungsi yang tidak berjalan sesuai rencana, kesalahan input/output, dan lain sebagainya. Dengan menemukan cacat sebelum perangkat lunak dirilis, tim pengembang dapat mengurangi risiko kegagalan sistem di saat digunakan oleh pengguna nyata. ([Lihat sumber Disini - sekawanmedia.co.id])

Tujuan lainnya adalah meningkatkan keandalan sistem. Keandalan mencakup kemampuan perangkat lunak untuk mempertahankan kinerjanya dalam skenario nyata serta mampu bertahan terhadap variasi input dan kondisi lingkungan yang berbeda. Pengujian yang dirancang dengan baik akan membantu mengevaluasi stabilitas perangkat lunak ketika dihadapkan pada beban kerja yang tinggi atau kondisi ekstrem tertentu. ([Lihat sumber Disini - jurnal.unsil.ac.id])

Pengujian juga berperan dalam meningkatkan keamanan dan performa perangkat lunak. Saat pengujian dilakukan, masalah yang berpotensi mengancam keamanan dapat dideteksi lebih awal sehingga dapat segera diperbaiki. Selain itu, pengujian kinerja dapat menunjukkan sejauh mana perangkat lunak mampu beroperasi di bawah beban tertentu tanpa mengalami penurunan performa yang signifikan. ([Lihat sumber Disini - sekawanmedia.co.id])

Dengan demikian, tujuan pengujian perangkat lunak bukan hanya untuk menciptakan perangkat lunak yang bebas dari bug, tetapi juga memastikan bahwa perangkat lunak yang dihasilkan memiliki kualitas, keandalan, efisiensi, dan keamanan yang tinggi sebelum digunakan secara luas oleh pengguna akhir. ([Lihat sumber Disini - sekawanmedia.co.id])


Jenis-Jenis Pengujian Perangkat Lunak

Pengujian perangkat lunak mencakup berbagai macam jenis dan level pengujian yang harus dilakukan dalam siklus pengembangan perangkat lunak. Salah satu pengelompokan umum membedakan antara pengujian fungsional dan non-fungsional. Pengujian fungsional mengevaluasi apakah suatu sistem memenuhi kebutuhan fungsionalnya, sedangkan pengujian non-fungsional menilai aspek performa, beban, keamanan, dan faktor lainnya selain fungsionalitas utama. ([Lihat sumber Disini - ibm.com])

Berikut adalah beberapa jenis pengujian yang umum dipraktikkan:

Unit Testing adalah pengujian terhadap unit terkecil dari kode program, seperti fungsi atau modul individual, untuk memastikan bahwa bagian tersebut berfungsi sesuai dengan yang diharapkan. ([Lihat sumber Disini - journal.arteii.or.id])

Integration Testing menguji interaksi antar modul atau komponen sistem untuk memastikan bahwa modul-modul tersebut dapat bekerja secara terkoordinasi tanpa konflik. ([Lihat sumber Disini - journal.arteii.or.id])

System Testing merupakan pengujian pada tingkat sistem secara utuh untuk mengevaluasi kesesuaian keseluruhan fungsi sistem terhadap spesifikasi yang telah ditetapkan. ([Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org])

Acceptance Testing merupakan pengujian yang dilakukan dari sudut pandang pengguna akhir untuk memastikan bahwa sistem dapat diterima dan dipakai sesuai dengan kebutuhan pengguna. ([Lihat sumber Disini - sekawanmedia.co.id])

Regression Testing dilakukan untuk memastikan bahwa perubahan atau penambahan fitur baru tidak menimbulkan cacat pada bagian lain dari sistem yang sebelumnya sudah berjalan dengan baik. ([Lihat sumber Disini - sekawanmedia.co.id])

Selain itu, terdapat pengujian non-fungsional seperti performance testing, yang mengukur kinerja sistem di bawah variasi beban kerja, dan load/stress testing yang menilai batas kemampuan sistem dalam kondisi ekstrem. ([Lihat sumber Disini - sekawanmedia.co.id])

Berdasarkan levelnya, jenis lain seperti smoke testing (untuk memastikan fungsi dasar berjalan), usability testing (untuk menilai kemudahan penggunaan oleh pengguna), dan security testing (untuk menilai aspek keamanan sistem) juga penting dilakukan dalam fase pengujian perangkat lunak. ([Lihat sumber Disini - ibm.com])


Teknik dan Metode Pengujian

Teknik pengujian perangkat lunak adalah pendekatan yang digunakan tester untuk mengeksekusi pengujian. Teknik ini menentukan bagaimana pengujian dilakukan agar dapat menemukan kesalahan dengan optimal. Salah satu teknik utama adalah black-box testing, dimana penguji tidak perlu mengetahui bagaimana struktur internal perangkat lunak tersebut, tetapi fokus pada input-output dan fungsi yang dihasilkan. ([Lihat sumber Disini - ibm.com])

Sebagai lawan dari black-box, white-box testing melibatkan pengetahuan terhadap struktur internal kode yang diuji. Dengan menggunakan teknik ini, tester dapat menguji bagian-bagian kode secara mendalam berdasarkan logika internal yang ada. ([Lihat sumber Disini - ibm.com])

Grey-box testing merupakan kombinasi dari kedua teknik tersebut: penguji mengetahui sebagian informasi mengenai struktur internal sistem namun tidak sepenuhnya seperti pada white-box testing. Teknik ini berguna ketika informasi internal kode tersedia sebagian, tetapi tester tetap mempertimbangkan perspektif fungsional sistem. ([Lihat sumber Disini - jacis.pubmedia.id])

Pendekatan manual testing adalah teknik tradisional dimana tester secara langsung menjalankan test case untuk mengevaluasi sistem tanpa alat otomatis. Sebaliknya, automated testing menggunakan tool khusus yang menjalankan skrip test secara otomatis untuk meningkatkan efisiensi dan cakupan pengujian, terutama di lingkungan Continuous Integration/Continuous Delivery (CI/CD). ([Lihat sumber Disini - sekawanmedia.co.id])

Selain itu, terdapat teknik lain seperti exploratory testing, yang memungkinkan tester mencari cacat tanpa mengikuti skrip test yang kaku, serta teknik statistik tertentu untuk mengidentifikasi kombinasi input kritis. Metode-metode ini membantu memperluas cakupan pengujian dan memberikan wawasan lebih dalam terhadap kualitas sistem. ([Lihat sumber Disini - jurnal.polgan.ac.id])


Pengujian Keandalan dan Kinerja Sistem

Pengujian keandalan (reliability testing) adalah jenis pengujian yang dirancang untuk mengevaluasi seberapa konsisten perangkat lunak berfungsi di bawah kondisi tertentu tanpa mengalami kegagalan. Tujuan utama dari pengujian keandalan adalah mengukur kemampuan sistem untuk mempertahankan tingkat kinerja tertentu meskipun dihadapkan pada variasi input atau kondisi lingkungan yang berbeda. ([Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org])

Pengujian ini seringkali mencakup aktivitas seperti load testing dan stress testing, dimana sistem diuji di bawah beban kerja tinggi untuk melihat apakah sistem dapat mempertahankan operasionalnya tanpa degradasi performa yang signifikan. Load testing dapat mengukur batas maksimum pekerjaan yang dapat ditangani sistem, sedangkan stress testing memaksa sistem bekerja di luar batas normal yang diharapkan untuk mengevaluasi titik kegagalan sistem. ([Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org])

Pengujian keandalan juga bertujuan untuk menemukan struktur penyebab kegagalan yang berulang, mengevaluasi jumlah kegagalan yang mungkin terjadi dalam periode tertentu, serta mengevaluasi elemen kunci lainnya dari reliability. Ini membantu dalam memahami apakah perangkat lunak dapat diandalkan dalam berbagai skenario dunia nyata. ([Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org])

Kinerja sistem sebagai bagian dari pengujian juga melibatkan evaluasi terhadap respons sistem terhadap beban tertentu, waktu respon, stabilitas, dan penggunaan sumber daya seperti CPU dan memori. Hasil dari pengujian kinerja memberikan gambaran apakah perangkat lunak dapat bekerja secara optimal di lingkungan nyata serta apakah ada hambatan yang perlu diperbaiki. ([Lihat sumber Disini - sekawanmedia.co.id])


Peran Pengujian dalam Menjamin Kualitas Sistem

Pengujian perangkat lunak memiliki peran penting dalam menjamin kualitas keseluruhan sistem yang dihasilkan. Pertama, dengan mendeteksi kesalahan lebih awal dalam fase pengembangan, pengujian membantu mengurangi biaya perbaikan di masa depan serta menghindari potensi risiko ketika perangkat lunak digunakan di lingkungan produksi. ([Lihat sumber Disini - sekawanmedia.co.id])

Secara lebih luas, pengujian memberikan umpan balik penting kepada tim pengembang mengenai bagian perangkat lunak yang memerlukan perbaikan atau penyempurnaan, sehingga memungkinkan tim dapat melakukan perbaikan dengan tepat sasaran. Ini mencakup umpan balik terkait performa, keamanan, fungsionalitas, serta ketahanan sistem terhadap variasi skenario penggunaan. ([Lihat sumber Disini - jurnal.unsil.ac.id])

Peran lain dari pengujian adalah dalam konteks jaminan kualitas yang mencakup kebijakan, prosedur, dan standar yang digunakan dalam pengembangan perangkat lunak. Pengujian berkontribusi pada validasi bahwa proses pengembangan perangkat lunak telah mengikuti standar dan best practices yang diakui di industri, sehingga memperkuat kepercayaan pemangku kepentingan terhadap kualitas produk. ([Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org])

Dengan demikian, pengujian perangkat lunak bertindak sebagai jembatan antara pengembangan dan operasional, memfasilitasi peningkatan kualitas berkelanjutan serta membantu memastikan perangkat lunak yang dihasilkan handal, aman, dan sesuai kebutuhan pengguna akhir. ([Lihat sumber Disini - ibm.com])


Kesimpulan

Pengujian perangkat lunak adalah elemen penting dalam siklus hidup pengembangan sistem yang memastikan kualitas, keandalan, dan performa aplikasi yang dikembangkan. Secara umum, pengujian perangkat lunak dilakukan untuk menemukan kesalahan, mengukur efektivitas fungsional dan non-fungsional, serta memastikan bahwa sistem memenuhi ekspektasi pengguna. Berbagai jenis pengujian dan teknik yang digunakan, mulai dari unit testing, system testing, black-box, white-box, hingga reliability testing, membantu tim pengembang mengevaluasi sistem dengan komprehensif. Selain itu, pengujian memainkan peran strategis dalam menjamin kualitas sistem secara menyeluruh, mengurangi risiko kegagalan, dan meningkatkan kepercayaan pemangku kepentingan terhadap hasil akhir pengembangan perangkat lunak.

Artikel ini ditulis dan disunting oleh tim redaksi SumberAjar.com berdasarkan referensi akademik Indonesia.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Pengujian perangkat lunak adalah proses sistematis untuk mengevaluasi dan memverifikasi bahwa suatu perangkat lunak bekerja sesuai dengan spesifikasi, kebutuhan pengguna, serta standar kualitas yang telah ditetapkan. Pengujian dilakukan untuk menemukan kesalahan, meningkatkan keandalan, dan memastikan sistem siap digunakan.

Tujuan utama pengujian perangkat lunak adalah memastikan fungsi sistem berjalan dengan benar, mendeteksi kesalahan sejak dini, meningkatkan kualitas dan keandalan sistem, serta meminimalkan risiko kegagalan ketika perangkat lunak digunakan oleh pengguna.

Jenis-jenis pengujian perangkat lunak meliputi unit testing, integration testing, system testing, acceptance testing, regression testing, serta pengujian non-fungsional seperti performance testing, security testing, dan usability testing.

Black-box testing berfokus pada pengujian fungsi perangkat lunak berdasarkan input dan output tanpa mengetahui struktur internal kode. White-box testing dilakukan dengan memahami struktur internal program sehingga pengujian difokuskan pada logika, alur kode, dan struktur program.

Pengujian keandalan dan kinerja sistem penting untuk memastikan perangkat lunak dapat bekerja secara stabil dalam jangka waktu tertentu, mampu menangani beban kerja yang tinggi, serta tetap responsif dan efisien di berbagai kondisi penggunaan.

Pengujian berperan sebagai mekanisme pengendalian kualitas dengan mendeteksi kesalahan, mengevaluasi performa, serta memastikan sistem memenuhi standar dan kebutuhan pengguna. Dengan pengujian yang baik, kualitas, keamanan, dan keandalan sistem dapat terjaga.

⬇
Home
Kamus
Cite Halaman Ini
Geser dari kiri untuk membuka artikel Relevan.
Geser dari kanan untuk artikel terbaru.
Jangan tampilkan teks ini lagi
Artikel Relevan
Kualitas Perangkat Lunak: konsep, atribut kualitas, dan kepuasan pengguna Kualitas Perangkat Lunak: konsep, atribut kualitas, dan kepuasan pengguna Pemeliharaan Perangkat Lunak: konsep, jenis maintenance, dan keberlanjutan sistem Pemeliharaan Perangkat Lunak: konsep, jenis maintenance, dan keberlanjutan sistem Rekayasa Perangkat Lunak: konsep, ruang lingkup, dan perannya dalam pengembangan sistem Rekayasa Perangkat Lunak: konsep, ruang lingkup, dan perannya dalam pengembangan sistem Metodologi Pengembangan Perangkat Lunak: konsep, pendekatan klasik, dan modern Metodologi Pengembangan Perangkat Lunak: konsep, pendekatan klasik, dan modern Manajemen Proyek Perangkat Lunak: konsep, perencanaan proyek, dan keberhasilan sistem Manajemen Proyek Perangkat Lunak: konsep, perencanaan proyek, dan keberhasilan sistem Siklus Hidup Perangkat Lunak: konsep, model pengembangan, dan implikasi proyek Siklus Hidup Perangkat Lunak: konsep, model pengembangan, dan implikasi proyek Tanah Lunak: Konsep, Karakteristik Tanah, dan Perbaikan Tanah Tanah Lunak: Konsep, Karakteristik Tanah, dan Perbaikan Tanah Perancangan Perangkat Lunak: konsep, prinsip desain, dan kualitas arsitektur Perancangan Perangkat Lunak: konsep, prinsip desain, dan kualitas arsitektur Analisis Kebutuhan Perangkat Lunak: konsep, teknik identifikasi, dan validasi Analisis Kebutuhan Perangkat Lunak: konsep, teknik identifikasi, dan validasi White Box Testing: Ciri dan Contoh White Box Testing: Ciri dan Contoh Metode Waterfall: Tahapan, Kelebihan, dan Kekurangan Metode Waterfall: Tahapan, Kelebihan, dan Kekurangan Metode Pengujian Sistem Berbasis Risiko Metode Pengujian Sistem Berbasis Risiko Pengujian & Quality Assurance Sistem Pengujian & Quality Assurance Sistem Integrasi Sistem dengan IoT Integrasi Sistem dengan IoT Refactoring Sistem: Pengertian dan Manfaat Refactoring Sistem: Pengertian dan Manfaat Pengujian Hipotesis: Langkah, Jenis, dan Contoh Pengujian Hipotesis: Langkah, Jenis, dan Contoh Tools Analisis Kualitatif Digital: NVivo, ATLAS.ti, MAXQDA Tools Analisis Kualitatif Digital: NVivo, ATLAS.ti, MAXQDA Metode Agile: Konsep, Prinsip, dan Contoh Metode Agile: Konsep, Prinsip, dan Contoh DevOps dalam Pengembangan Sistem Modern DevOps dalam Pengembangan Sistem Modern Manajemen Konfigurasi Sistem Manajemen Konfigurasi Sistem
Artikel Terbaru
Memuat artikel terbaru…