Terakhir diperbarui: 17 February 2026

Citation (APA Style):
Davacom. (2026, 17 February). Analisis Kebutuhan Perangkat Lunak: konsep, teknik identifikasi, dan validasi. SumberAjar. Retrieved 17 February 2026, from https://sumberajar.com/kamus/analisis-kebutuhan-perangkat-lunak-konsep-teknik-identifikasi-dan-validasi  

Kamu menggunakan Mendeley? Add entry manual di sini.

Analisis Kebutuhan Perangkat Lunak: konsep, teknik identifikasi, dan validasi - SumberAjar.com

Analisis Kebutuhan Perangkat Lunak: konsep, teknik identifikasi, dan validasi

Pendahuluan

Analisis kebutuhan perangkat lunak merupakan fase paling krusial dalam pengembangan perangkat lunak modern. Tahapan ini berfokus pada penguraian kebutuhan pengguna dan pemangku kepentingan untuk kemudian diidentifikasi, dianalisis, didokumentasikan, serta divalidasi sebelum masuk ke fase desain dan implementasi. Banyak kegagalan proyek perangkat lunak berasal dari persyaratan yang tidak jelas, tidak lengkap, atau tidak sesuai dengan harapan stakeholder, sehingga menyebabkan biaya tinggi, keterlambatan pengembangan, dan produk akhir yang mengecewakan. Penelitian menunjukkan bahwa engineering kebutuhan yang dilakukan secara sistematis dapat secara signifikan meningkatkan kemungkinan kesuksesan proyek serta kualitas produk perangkat lunak yang dikembangkan. ([Lihat sumber Disini - sciencedirect.com])


Definisi Analisis Kebutuhan Perangkat Lunak

Definisi Analisis Kebutuhan Perangkat Lunak Secara Umum

Analisis kebutuhan perangkat lunak menggambarkan proses yang berfokus pada identifikasi, penguraian, dan evaluasi semua kebutuhan yang dimiliki stakeholder terhadap sistem yang akan dibangun. Aktivitas ini tidak hanya sekadar mengumpulkan daftar fitur, tetapi lebih jauh menjelaskan apa saja fungsi dan properti yang dibutuhkan sistem sehingga perangkat lunak yang dikembangkan dapat memenuhi tujuan bisnis serta ekspektasi pengguna secara detail. ([Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org])

Definisi Analisis Kebutuhan Perangkat Lunak dalam KBBI

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) analisis kebutuhan dapat dipahami sebagai penguraian kebutuhan secara sistematis untuk memahami tujuan, kegunaan, serta ruang lingkup suatu sistem atau proyek, termasuk kebutuhan perangkat lunak. Istilah ini mencakup aspek memahami kondisi yang harus dipenuhi dan bagaimana perangkat lunak dapat memenuhi kebutuhan itu melalui fungsinya. (Referensi KBBI online bisa diakses langsung di laman KBBI untuk entri analisis dan kebutuhan; contoh: [Lihat sumber Disini - kbbi.kemdikbud.go.id])

Definisi Analisis Kebutuhan Perangkat Lunak Menurut Para Ahli

  1. Gerald Kotonya dan Ian Sommerville mendefinisikan analisis kebutuhan sebagai bagian dari requirements engineering yang berfokus pada tugas menentukan kebutuhan atau kondisi yang harus dipenuhi oleh suatu sistem, dengan mempertimbangkan kebutuhan berbagai stakeholder untuk menghasilkan persyaratan yang bisa dipahami dan divalidasi. ([Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org])

  2. Karl dan Joy (dikutip dalam penelitian kualitas requirements engineering) menyatakan bahwa teknik yang tepat dalam rekayasa kebutuhan dapat meningkatkan kualitas proses pengembangan perangkat lunak karena praktik kualitas yang benar menghasilkan kebutuhan yang lebih akurat dan layak. ([Lihat sumber Disini - sciencedirect.com])

  3. Tim peneliti Sadila, Pradana & Priyambadha dalam studi rekayasa kebutuhan menyebutkan bahwa kebutuhan perangkat lunak berkualitas adalah yang memenuhi kriteria SMART: spesifik, terukur, dapat dicapai, realistis, dan traceable. ([Lihat sumber Disini - repository.uinjkt.ac.id])

  4. Muhammad Tulus Akbar et al. (2024) menekankan bahwa rekayasa kebutuhan merupakan fase penting dalam SDLC karena tahap ini harus dilaksanakan secara terstruktur agar kebutuhan lengkap, konsisten, dan jelas untuk mendukung pengembangan perangkat lunak yang efektif. ([Lihat sumber Disini - scholarhub.uny.ac.id])


Jenis-Jenis Kebutuhan Perangkat Lunak

Kebutuhan Perangkat Lunak secara umum dapat dibagi menjadi dua kelompok utama, yaitu kebutuhan fungsional dan kebutuhan non-fungsional, yang keduanya sangat penting untuk mendefinisikan karakteristik sistem secara lengkap dan akurat.

Kebutuhan Fungsional menggambarkan layanan, fungsi, atau tugas yang harus dilakukan oleh sistem. Ini bisa berupa proses yang dilakukan sistem berdasarkan input tertentu, reaksi sistem terhadap kejadian tertentu, atau bagaimana sistem berinteraksi dengan pengguna/stakeholder. ([Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org])

Kebutuhan Non-Fungsional mencakup batasan dan kualitas perangkat lunak, seperti performa, keandalan, keamanan, atau usability. Non-fungsional tidak menjelaskan apa sistem melakukan, tetapi bagaimana sistem menjalankan fungsi tersebut dalam konteks kualitas tertentu. ([Lihat sumber Disini - mdpi.com])

Klasifikasi lain juga mengenal kebutuhan domain (yang berasal dari ranah aplikasi tertentu) atau kebutuhan transisi (yang menjelaskan kebutuhan selama perpindahan sistem). Namun, dalam banyak praktik rekayasa kebutuhan, fokus utama tetap pada fungsional dan non-fungsional sebagai fondasi untuk dokumentasi spesifikasi kebutuhan. ([Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org])


Teknik Identifikasi Kebutuhan Perangkat Lunak

Identifikasi kebutuhan merupakan langkah awal dalam analisis kebutuhan dan bertujuan mengungkap kebutuhan stakeholder secara komprehensif. Beberapa teknik identifikasi kebutuhan yang sering digunakan antara lain:

1. Wawancara (Interview)
Teknik wawancara dilakukan dengan mengajukan pertanyaan langsung kepada stakeholder untuk mendapatkan informasi terkait harapan, kebutuhan, dan batasan sistem. Teknik ini sangat efektif untuk menggali kebutuhan secara detail langsung dari sumbernya. ([Lihat sumber Disini - jurnal.radenfatah.ac.id])

2. Kuesioner dan Survey
Pendekatan ini memungkinkan pengumpulan data dari banyak pengguna atau stakeholder secara cepat melalui pertanyaan tertulis. Hal ini membantu mendapatkan gambaran umum tentang kebutuhan dari sudut pandang yang beragam. ([Lihat sumber Disini - jurnal.radenfatah.ac.id])

3. Observasi
Melibatkan pengamatan langsung terhadap aktivitas pengguna dalam konteks kerja mereka untuk memahami kebutuhan yang muncul saat sistem digunakan dalam kehidupan nyata. ([Lihat sumber Disini - jurnal.radenfatah.ac.id])

4. Focus Group dan Brainstorming
Diskusi kelompok dengan stakeholder memungkinkan identifikasi kebutuhan berdasarkan pemikiran kolaboratif, berbagi pandangan, serta ide-ide yang mungkin tidak muncul dalam wawancara satu-satu. ([Lihat sumber Disini - jurnal.radenfatah.ac.id])

5. Analisis Dokumen
Mengkaji dokumen-dokumen yang relevan, seperti SOP, dokumen bisnis, atau sistem lama untuk menemukan kebutuhan yang perlu dipenuhi dalam sistem yang dikembangkan. ([Lihat sumber Disini - jurnal.radenfatah.ac.id])

Beberapa studi juga mencatat bahwa tidak ada satu teknik identifikasi terbaik untuk semua proyek; pemilihan teknik sangat bergantung pada karakteristik proyek, stakeholder, dan sumber daya yang tersedia. ([Lihat sumber Disini - jurnal.radenfatah.ac.id])


Dokumentasi Spesifikasi Kebutuhan Perangkat Lunak

Setelah kebutuhan teridentifikasi, langkah berikutnya adalah menyusunnya dalam dokumentasi yang terstruktur dan mudah dipahami. Dokumen spesifikasi kebutuhan perangkat lunak (SRS, Software Requirements Specification) adalah artefak formal yang mencatat kebutuhan fungsional, non-fungsional, asumsi, dan batasan yang harus dipenuhi sistem yang akan dibuat. ([Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org])

Dokumentasi ini biasanya mencakup definisi istilah-istilah penting, deskripsi kebutuhan secara rinci, diagram ilustratif seperti use case atau flow, hingga kriteria penerimaan kebutuhan. Tujuan utamanya adalah memastikan semua pihak (pengembang, klien, pengguna) memiliki pemahaman yang sama terhadap apa yang akan dibangun dan bagaimana sistem akan berperilaku dalam situasi tertentu. ([Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org])

Spesifikasi kebutuhan yang baik harus dapat diukur, konsisten, lengkap, dan bebas ambiguitas agar meminimalisir miskomunikasi antara stakeholder serta tim pengembang. ([Lihat sumber Disini - sciencedirect.com])


Validasi dan Verifikasi Kebutuhan Perangkat Lunak

Validasi kebutuhan adalah proses memastikan bahwa kebutuhan yang terdokumentasi benar-benar mencerminkan kebutuhan nyata stakeholder dan tujuan sistem, sedangkan verifikasi memastikan kebutuhan tersebut sesuai dengan aturan, standar, dan kualitas yang ditetapkan. ([Lihat sumber Disini - sciencedirect.com])

Tahapan validasi biasanya melibatkan tinjauan formal, walkthrough, atau prototyping dengan stakeholder untuk menguji apakah kebutuhan yang dihasilkan valid serta lengkap. Jika ada kebutuhan yang ambigu, tidak relevan, atau tidak realistis, maka proses validasi akan membantu memperbaikinya sebelum melanjutkan ke fase desain. ([Lihat sumber Disini - repository.uinjkt.ac.id])

Verifikasi dan validasi kebutuhan yang efektif penting untuk mengurangi risiko kesalahan di fase berikutnya, menghemat biaya revisi, serta menghindari pengembangan fitur yang tidak dibutuhkan. Proses ini umumnya bersifat iteratif dan melibatkan kolaborasi erat antara analis, pengembang, dan pengguna akhir. ([Lihat sumber Disini - sciencedirect.com])


Peran Analisis Kebutuhan dalam Keberhasilan Sistem

Analisis kebutuhan yang dilakukan secara sistematis memiliki peran strategis dalam kesuksesan proyek perangkat lunak. Tahapan ini mempengaruhi bagaimana solusi dirancang, diimplementasikan, dan diuji. Kebutuhan yang tepat, lengkap, dan tervalidasi mengurangi kesalahpahaman antara stakeholder dan tim pengembang, sehingga potensi biaya tambahan, keterlambatan jadwal, dan risiko kegagalan proyek dapat diminimalisir. ([Lihat sumber Disini - sciencedirect.com])

Selain itu, analisis kebutuhan juga membantu memprioritaskan kebutuhan yang paling penting, memetakan hubungan antar kebutuhan, serta menyediakan dasar yang kuat untuk perencanaan proyek dan manajemen risiko. ([Lihat sumber Disini - sciencedirect.com])

Hal ini menunjukkan bahwa investasi waktu dan upaya yang memadai dalam tahap analisis kebutuhan bukanlah beban tambahan, melainkan langkah penting untuk menghasilkan perangkat lunak berkualitas tinggi yang sesuai tujuan. ([Lihat sumber Disini - sciencedirect.com])


Kesimpulan

Analisis kebutuhan perangkat lunak adalah fase kunci dalam rekayasa perangkat lunak yang mencakup identifikasi, analisis, dokumentasi, serta validasi kebutuhan stakeholder. Proses ini membedakan kebutuhan fungsional dan non-fungsional, serta menerapkan berbagai teknik identifikasi seperti wawancara, observasi, dan analisis dokumen untuk mendapatkan informasi lengkap dari berbagai pihak terkait. Dokumentasi spesifikasi kebutuhan sistem menjadi dasar untuk desain dan pengembangan perangkat lunak, sedangkan validasi serta verifikasi kebutuhan memastikan kebutuhan yang ditetapkan benar-benar representatif terhadap tujuan sistem. Pelaksanaan analisis kebutuhan yang sistematis dan terstruktur terbukti tidak hanya meningkatkan kualitas proyek, tetapi juga memainkan peran signifikan dalam mengurangi risiko kegagalan, keterlambatan, serta anggaran yang membengkak. Semuanya ini menunjukkan betapa pentingnya aktivitas analisis kebutuhan sebagai pondasi keberhasilan sistem perangkat lunak yang dikembangkan.

Artikel ini ditulis dan disunting oleh tim redaksi SumberAjar.com berdasarkan referensi akademik Indonesia.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Analisis kebutuhan perangkat lunak adalah proses sistematis untuk mengidentifikasi, menganalisis, dan mendokumentasikan kebutuhan pengguna serta stakeholder terhadap sistem yang akan dikembangkan agar perangkat lunak sesuai dengan tujuan dan kebutuhan nyata.

Analisis kebutuhan penting karena menjadi dasar seluruh proses pengembangan perangkat lunak. Kebutuhan yang jelas dan tervalidasi dapat mengurangi risiko kesalahan, pembengkakan biaya, keterlambatan proyek, serta kegagalan sistem.

Jenis kebutuhan perangkat lunak terdiri dari kebutuhan fungsional yang menjelaskan fungsi atau layanan sistem, serta kebutuhan non-fungsional yang berkaitan dengan kualitas sistem seperti keamanan, kinerja, dan keandalan.

Teknik identifikasi kebutuhan perangkat lunak meliputi wawancara, observasi, kuesioner, diskusi kelompok, brainstorming, serta analisis dokumen untuk menggali kebutuhan dari berbagai stakeholder.

Validasi kebutuhan bertujuan memastikan kebutuhan sesuai dengan kebutuhan nyata stakeholder, sedangkan verifikasi memastikan kebutuhan telah ditulis secara lengkap, konsisten, dan sesuai standar yang ditetapkan.

Analisis kebutuhan berperan penting dalam keberhasilan sistem karena membantu memastikan sistem yang dikembangkan relevan, tepat sasaran, serta mendukung efisiensi pengembangan dan kualitas hasil akhir.

⬇
Home
Kamus
Cite Halaman Ini
Geser dari kiri untuk membuka artikel Relevan.
Geser dari kanan untuk artikel terbaru.
Jangan tampilkan teks ini lagi
Artikel Relevan
Rekayasa Perangkat Lunak: konsep, ruang lingkup, dan perannya dalam pengembangan sistem Rekayasa Perangkat Lunak: konsep, ruang lingkup, dan perannya dalam pengembangan sistem Siklus Hidup Perangkat Lunak: konsep, model pengembangan, dan implikasi proyek Siklus Hidup Perangkat Lunak: konsep, model pengembangan, dan implikasi proyek Tanah Lunak: Konsep, Karakteristik Tanah, dan Perbaikan Tanah Tanah Lunak: Konsep, Karakteristik Tanah, dan Perbaikan Tanah Perancangan Perangkat Lunak: konsep, prinsip desain, dan kualitas arsitektur Perancangan Perangkat Lunak: konsep, prinsip desain, dan kualitas arsitektur White Box Testing: Ciri dan Contoh White Box Testing: Ciri dan Contoh Metode Waterfall: Tahapan, Kelebihan, dan Kekurangan Metode Waterfall: Tahapan, Kelebihan, dan Kekurangan Integrasi Sistem dengan IoT Integrasi Sistem dengan IoT Tools Analisis Kualitatif Digital: NVivo, ATLAS.ti, MAXQDA Tools Analisis Kualitatif Digital: NVivo, ATLAS.ti, MAXQDA Refactoring Sistem: Pengertian dan Manfaat Refactoring Sistem: Pengertian dan Manfaat Analisis Kebutuhan Sistem: Langkah dan Contoh Analisis Kebutuhan Sistem: Langkah dan Contoh Metode Agile: Konsep, Prinsip, dan Contoh Metode Agile: Konsep, Prinsip, dan Contoh Software Requirement Specification (SRS) Software Requirement Specification (SRS) Aplikasi SPSS, R, dan Python dalam Analisis Statistik Aplikasi SPSS, R, dan Python dalam Analisis Statistik Manajemen Konfigurasi Sistem Manajemen Konfigurasi Sistem DevOps dalam Pengembangan Sistem Modern DevOps dalam Pengembangan Sistem Modern Metode Spiral dalam Pengembangan Software Metode Spiral dalam Pengembangan Software Proses Maintenance dalam Siklus Hidup Sistem Proses Maintenance dalam Siklus Hidup Sistem Infrastruktur Deployment & DevOps Infrastruktur Deployment & DevOps CI/CD dalam Pengembangan Sistem Modern CI/CD dalam Pengembangan Sistem Modern Internet of Things dalam Dunia Pendidikan Internet of Things dalam Dunia Pendidikan
Artikel Terbaru
Memuat artikel terbaru…