
Pemeliharaan Perangkat Lunak: konsep, jenis maintenance, dan keberlanjutan sistem
Pendahuluan
Pemeliharaan perangkat lunak adalah tahap penting dalam siklus hidup perangkat lunak yang kerap tidak mendapat perhatian proporsional dibanding fase pengembangan. Setelah perangkat lunak diserahkan kepada pengguna, aktivitas pemeliharaan justru menjadi kegiatan utama yang terus berjalan agar perangkat lunak tetap berfungsi secara optimal sesuai kebutuhan organisasi, teknologi yang berubah, dan harapan pengguna sepanjang masa operasionalnya. Penelitian menunjukkan bahwa pemeliharaan perangkat lunak sering kali menyerap persentase biaya yang jauh lebih tinggi dibanding proses pengembangan awal, dan memengaruhi kualitas, keberlanjutan, serta biaya total dari sistem perangkat lunak itu sendiri ([Lihat sumber Disini - researchgate.net]).
Sebagai contoh nyata dalam lingkungan sistem informasi, perangkat lunak yang tidak dipelihara akan cepat tertinggal jika terjadi perubahan lingkungan, seperti pembaruan sistem operasi, perubahan kebutuhan bisnis, atau penemuan kesalahan yang tidak teridentifikasi pada fase awal pengujian. Kondisi ini menjadikan pemeliharaan perangkat lunak bukan hanya sekedar aktivitas teknis, tetapi juga faktor penentu keberlangsungan layanan teknologi informasi suatu organisasi atau perusahaan di era digital saat ini ([Lihat sumber Disini - ejurnal.kampusakademik.co.id]).
Pemeliharaan perangkat lunak mencakup berbagai aktivitas mulai dari perbaikan bug, penyesuaian terhadap permintaan baru pengguna, hingga peningkatan fitur untuk menjamin keberlanjutan penggunaan sistem jangka panjang. Karena itu, pemahaman konseptual yang mendalam terhadap pemeliharaan perangkat lunak dan implikasinya terhadap keberlanjutan sistem sangat penting bagi praktisi rekayasa perangkat lunak dan pengambil keputusan teknologi informasi ([Lihat sumber Disini - mdpi.com]).
Definisi Pemeliharaan Perangkat Lunak
Definisi Pemeliharaan Perangkat Lunak Secara Umum
Secara umum, pemeliharaan perangkat lunak adalah semua kegiatan yang dilakukan setelah perangkat lunak dioperasikan untuk memperbaiki, menyesuaikan, meningkatkan, dan mengoptimalkan sistem agar tetap memenuhi kebutuhan pengguna sepanjang masa hidupnya. Aktivitas ini mencakup identifikasi kesalahan, penyesuaian terhadap perubahan lingkungan perangkat lunak, serta peningkatan kualitas dan fungsionalitas perangkat lunak seiring waktu ([Lihat sumber Disini - id.scribd.com]).
Dalam konteks rekayasa perangkat lunak, istilah pemeliharaan juga meliputi adaptasi perangkat lunak terhadap lingkungan operasional yang berubah dan modifikasi untuk memperbaiki kelemahan atau menambahkan kemampuan baru yang relevan bagi pengguna ([Lihat sumber Disini - repository.um.ac.id]).
Definisi Pemeliharaan Perangkat Lunak dalam KBBI
Dalam kamus besar bahasa Indonesia (KBBI), pemeliharaan diartikan sebagai segala bentuk usaha atau tindakan yang dilakukan secara terus menerus untuk menjaga sesuatu agar tetap dalam kondisi baik atau layak guna. Ketika dikaitkan dengan konteks perangkat lunak, pemeliharaan berarti menjaga kualitas, fungsionalitas, dan kesesuaian sistem dengan kebutuhan aktual pengguna. Meskipun KBBI tidak membedakan secara khusus istilah “pemeliharaan perangkat lunak, ” definisi umum pemeliharaan ini mendasari pemahaman konseptual kegiatan pemeliharaan dalam perangkat lunak ([Lihat sumber Disini - elibrary.unikom.ac.id]).
Definisi Pemeliharaan Perangkat Lunak Menurut Para Ahli
-
Menurut penelitian ilmiah oleh Sukmawan (2021), pemeliharaan perangkat lunak merupakan aktivitas yang dimulai sejak perangkat lunak mulai dioperasikan hingga akhir masa hidupnya. Aktivitas ini mencakup berbagai tindakan teknis seperti perbaikan bug, penyesuaian terhadap kondisi baru, optimize kinerja, serta adaptasi dengan lingkungan operasi yang berubah ([Lihat sumber Disini - seniman.nusaputra.ac.id]).
-
Penelitian lain menekankan bahwa pemeliharaan perangkat lunak adalah proses perubahan perangkat lunak pasca delivery yang dilakukan untuk menjamin perangkat lunak tetap relevan terhadap kebutuhan fungsional dan non-fungsional pengguna sepanjang operasionalnya ([Lihat sumber Disini - researchgate.net]).
-
Dalam perspektif standar internasional ISO/IEC 14764, pemeliharaan perangkat lunak dikategorikan sebagai modifikasi perangkat lunak setelah pengiriman pertama untuk memperbaiki kesalahan, adaptasi lingkungan, peningkatan kualitas, serta pencegahan masalah di masa depan ([Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]).
-
Bastías et al. (2023) menuturkan bahwa pemeliharaan perangkat lunak juga dapat mencakup automasi proses melalui teknik modern seperti pembelajaran mesin untuk meningkatkan efektivitas dan keberlanjutan aktivitas pemeliharaan itu sendiri ([Lihat sumber Disini - mdpi.com]).
Jenis-Jenis Pemeliharaan Perangkat Lunak
Pemeliharaan perangkat lunak memiliki beberapa jenis kategori yang diakui secara internasional dan telah dibahas dalam berbagai literatur ilmiah. Klasifikasi ini berasal dari standar IEEE/ISO maupun berbagai studi akademik.
1. Pemeliharaan Korektif (Corrective Maintenance)
Pemeliharaan korektif dilakukan untuk memperbaiki kesalahan atau bug yang ditemukan setelah perangkat lunak beroperasi. Kesalahan ini mungkin tidak terdeteksi saat pengujian atau muncul akibat kondisi penggunaan nyata di lingkungan operasional. Kegiatan ini bertujuan menjaga agar perangkat lunak terus berfungsi sesuai spesifikasi fungsional awalnya ([Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]).
2. Pemeliharaan Adaptif (Adaptive Maintenance)
Pemeliharaan adaptif mencakup perubahan perangkat lunak agar sesuai dengan perubahan lingkungan teknis atau kebutuhan pengguna yang baru. Ini bisa melibatkan modifikasi untuk mendukung perangkat keras baru, sistem operasi terbaru, atau integrasi dengan teknologi lain yang berkembang. Tujuannya adalah menjaga kompatibilitas sistem dalam lingkungan yang berubah tersebut ([Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]).
3. Pemeliharaan Perfektif (Perfective Maintenance)
Pemeliharaan perfektif berfokus pada peningkatan kualitas, kinerja, atau fungsi perangkat lunak yang sudah ada tanpa secara langsung memperbaiki kesalahan. Ini sering mencakup peningkatan modul, refaktor kode, dan penyesuaian fitur untuk memberikan pengalaman pengguna yang lebih baik atau performa yang lebih efisien ([Lihat sumber Disini - symbiosisonlinepublishing.com]).
4. Pemeliharaan Preventif (Preventive Maintenance)
Pemeliharaan preventif dilakukan secara proaktif untuk meminimalkan kemungkinan munculnya kesalahan atau masalah di masa depan. Ini mencakup audit kode, refaktor, dan modifikasi desain untuk meningkatkan keandalan dan maintainability sistem, sehingga mengurangi biaya pemeliharaan jangka panjang ([Lihat sumber Disini - sciencedirect.com]).
Jenis-jenis pemeliharaan ini seringkali saling tumpang tindih dalam praktik, dan pengelolaan pemeliharaan yang efektif biasanya mencakup kombinasi dari keempat jenis di atas sesuai kebutuhan sistem dan lingkungan bisnisnya.
Tujuan Pemeliharaan Perangkat Lunak
Tujuan utama pemeliharaan perangkat lunak adalah memastikan bahwa perangkat lunak tetap memenuhi kebutuhan fungsional dan non-fungsional selama masa hidupnya. Secara spesifik, tujuan pemeliharaan mencakup:
1. Memperbaiki Kesalahan dan Bug
Tujuan pertama adalah memperbaiki kesalahan, cacat, atau bug yang ditemukan setelah perangkat lunak digunakan dalam kondisi nyata. Perbaikan ini penting untuk menjaga keandalan dan stabilitas sistem serta menekan dampak negatif terhadap pengguna ([Lihat sumber Disini - ejurnal.kampusakademik.co.id]).
2. Menyesuaikan Perangkat Lunak terhadap Perubahan Lingkungan
Perangkat lunak sering kali harus disesuaikan dengan perubahan lingkungan teknis, misalnya pembaruan sistem operasi, platform hardware baru, atau integrasi layanan lain, agar tetap kompatibel dengan ekosistem teknologi yang berkembang ([Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]).
3. Meningkatkan Kinerja dan Kualitas Sistem
Pemeliharaan juga bertujuan untuk meningkatkan kualitas perangkat lunak secara umum, termasuk memaksimalkan kinerja, mengurangi penggunaan sumber daya, serta menyediakan fitur baru yang memperkaya fungsi sistem ([Lihat sumber Disini - symbiosisonlinepublishing.com]).
4. Mengurangi Risiko Operasional
Dengan melakukan pemeliharaan preventif, tim pengembang dapat mengurangi kemungkinan masalah di masa depan yang berdampak pada downtime atau gangguan layanan sistem bagi pengguna ([Lihat sumber Disini - sciencedirect.com]).
Proses Pemeliharaan dalam Siklus Hidup Sistem
Pemeliharaan perangkat lunak adalah fase berkelanjutan dari Software Development Life Cycle (SDLC) yang biasanya dimulai setelah perangkat lunak dikirim ke pengguna. Dalam model siklus hidup, pemeliharaan mencakup aktivitas berulang yang mencerminkan kebutuhan organisasi sepanjang masa operasionalnya ([Lihat sumber Disini - ejurnal.kampusakademik.co.id]).
Secara umum, proses pemeliharaan mengikuti langkah-langkah berikut:
1. Identifikasi Permintaan Perubahan
Permintaan pemeliharaan diawali dari laporan kesalahan, kebutuhan penyesuaian, atau umpan balik dari pengguna.
2. Analisis Dampak Perubahan
Setiap permintaan perubahan dianalisis untuk menentukan dampaknya terhadap modul lain, efektivitasnya, serta risiko terhadap sistem secara keseluruhan.
3. Perancangan Perubahan
Perubahan yang disetujui dirancang secara rinci agar sesuai dengan spesifikasi baru yang diinginkan tanpa mengganggu integritas sistem.
4. Implementasi Perubahan
Kode atau konfigurasi sistem dimodifikasi sesuai rencana desain pemeliharaan.
5. Pengujian dan Deployment
Perubahan diuji secara menyeluruh untuk memastikan tidak ada efek negatif pada fungsi lain, kemudian diimplementasikan ke lingkungan produksi.
6. Evaluasi dan Dokumentasi
Hasil perubahan dievaluasi untuk memastikan kepuasan pengguna, dan seluruh proses didokumentasikan untuk referensi pemeliharaan selanjutnya.
Proses ini bersifat siklis dan berulang, karena pemeliharaan terus terjadi sepanjang umur sistem untuk menjamin keberlanjutan operasi perangkat lunak.
Tantangan dalam Pemeliharaan Perangkat Lunak
Meskipun pemeliharaan perangkat lunak sangat penting, terdapat beberapa tantangan yang melekat dalam praktiknya:
1. Kompleksitas Sistem yang Tinggi
Perangkat lunak modern sering kali berupa sistem besar dengan ribuan modul saling bergantung, sehingga pemahaman terhadap dampak perubahan menjadi sulit dan memakan waktu.
2. Dokumentasi yang Tidak Lengkap
Kurangnya dokumentasi sistem atau kode yang tidak terorganisir menyebabkan tim pemeliharaan sulit memahami konteks internal, sehingga meningkatkan risiko kesalahan saat melakukan perubahan ([Lihat sumber Disini - jurnal.atmaluhur.ac.id]).
3. Biaya dan Sumber Daya
Pemeliharaan sering kali menyerap sebagian besar biaya operasional software sekaligus menuntut tim khusus yang memahami teknis sistem, hal ini sering menjadi tantangan dalam anggaran organisasi ([Lihat sumber Disini - mdpi.com]).
4. Perubahan Permintaan Pengguna
Kebutuhan pengguna yang terus berubah dapat membuat tim pemeliharaan harus selalu siap melakukan adaptasi dengan waktu yang kian singkat dan kompleksitas yang meningkat.
Peran Pemeliharaan dalam Keberlanjutan Sistem
Pemeliharaan perangkat lunak memiliki peran penting dalam memastikan sistem tetap relevan, fungsional, aman, dan efektif sepanjang masa operasi. Tanpa pemeliharaan yang tepat:
-
Sistem lebih rentan terhadap kerusakan, kesalahan, serta technical debt yang dapat memperlambat pengembangan fitur baru di masa depan.
-
Kinerja sistem akan menurun jika tidak disesuaikan dengan lingkungan teknologi yang terus berubah, seperti pembaruan OS atau layanan eksternal.
-
Keamanan sistem menjadi rentan akibat tidak dilakukannya pembaruan patch dan perbaikan kerentanan secara berkala.
Dalam konteks keberlanjutan, pemeliharaan perangkat lunak tidak hanya menjaga fungsi software saat ini tetapi juga meningkatkan umur pakai sistem, memperpanjang masa layanan, serta memaksimalkan nilai investasi teknologi bagi organisasi. Peran ini semakin penting di era digital di mana sistem informasi menjadi tulang punggung operasional banyak industri ([Lihat sumber Disini - mdpi.com]).
Kesimpulan
Pemeliharaan perangkat lunak adalah bagian fundamental dari siklus hidup sistem yang menjamin perangkat lunak tetap relevan, fungsional, dan berkinerja baik sepanjang masa operasionalnya. Aktivitas pemeliharaan mencakup berbagai jenis seperti korektif, adaptif, perfektif, dan preventif, yang masing-masing bertujuan memperbaiki kesalahan, menyesuaikan lingkungan, meningkatkan kualitas, serta mencegah potensi masalah di masa depan. Melalui proses yang sistematis dan berulang, pemeliharaan tidak hanya mendorong kualitas teknis perangkat lunak tetapi juga memengaruhi keberlanjutan sistem secara keseluruhan. Kegiatan ini menjadi elemen penting bagi organisasi yang ingin memaksimalkan investasi teknologi dan menjamin layanan digital tetap optimal dan aman bagi pengguna dalam jangka panjang.