Terakhir diperbarui: 11 February 2026

Citation (APA Style):
Davacom. (2026, 11 February). Media Pembelajaran Kreatif SD: konsep, pengembangan, dan dampaknya. SumberAjar. Retrieved 11 February 2026, from https://sumberajar.com/kamus/media-pembelajaran-kreatif-sd-konsep-pengembangan-dan-dampaknya  

Kamu menggunakan Mendeley? Add entry manual di sini.

Media Pembelajaran Kreatif SD: konsep, pengembangan, dan dampaknya - SumberAjar.com

Media Pembelajaran Kreatif SD: Konsep, Pengembangan, dan Dampaknya

Pendahuluan

Pembelajaran di Sekolah Dasar (SD) kini tidak hanya berkutat pada pemberian materi secara monoton, tetapi juga pada penggunaan media yang mampu meningkatkan keterlibatan dan pemahaman siswa. Salah satu pendekatan yang berkembang pesat adalah media pembelajaran kreatif, yaitu media yang dirancang sedemikian rupa agar proses belajar menjadi lebih menarik, memotivasi, dan efektif dalam menciptakan pengalaman belajar yang mendalam bagi peserta didik. Tantangan yang dihadapi dunia pendidikan saat ini, seperti rendahnya motivasi belajar dan keterbatasan media tradisional, membuka ruang bagi inovasi pendidikan melalui media kreatif. Media kreatif yang tepat dapat mengintegrasikan berbagai bentuk teknologi dan representasi visual untuk mendukung aktivitas belajar siswa SD secara keseluruhan. Studi terbaru menunjukkan bahwa media pembelajaran kreatif memberikan efek positif dalam proses pembelajaran di sekolah dasar, terutama dalam meningkatkan motivasi, keterlibatan, dan pemahaman konsep pembelajaran. ([Lihat sumber Disini - educare.uinkhas.ac.id])


Definisi Media Pembelajaran Kreatif

Definisi Secara Umum

Media pembelajaran kreatif secara umum dapat diartikan sebagai sarana atau alat bantu yang dirancang secara inovatif untuk mendukung proses penyampaian materi ajar agar lebih menarik dan mudah dipahami oleh siswa. Media ini tidak hanya menyampaikan informasi secara satu arah, tetapi juga dirancang untuk melibatkan siswa secara aktif, baik melalui visual, audio, maupun kombinasi audiovisual. Dengan bentuk media yang kreatif seperti video interaktif, alat peraga praktis, permainan edukatif, atau aplikasi digital, proses pembelajaran menjadi lebih dinamis dan terarah. Penelitian menunjukkan bahwa media pembelajaran kreatif mampu meningkatkan keterlibatan dan pengalaman belajar siswa secara signifikan karena berbagai jenis media ini sesuai dengan gaya belajar mereka. ([Lihat sumber Disini - ejurnal.kampusakademik.my.id])

Definisi dalam KBBI

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), media adalah segala sesuatu yang digunakan sebagai perantara dalam menyampaikan pesan atau informasi. Dalam konteks pembelajaran, media pembelajaran adalah alat atau bahan yang digunakan untuk menyampaikan isi pelajaran sehingga pesan pembelajaran menjadi jelas dan pembelajaran berjalan lebih efektif. Namun, untuk konteks kreatif, media tidak hanya sekadar alat perantara, tetapi dirancang sedemikian rupa agar mengandung unsur inovasi yang mampu menarik perhatian siswa dan memudahkan pemahaman materi. ([Lihat sumber Disini - eprints.unm.ac.id])

Definisi Menurut Para Ahli

Para ahli pendidikan memberikan definisi media pembelajaran kreatif sebagai berikut:

  1. Menurut Nurfadhillah dkk., media pembelajaran adalah sarana dalam proses pembelajaran yang membantu guru menyampaikan materi ajar kepada siswa secara lebih menarik, jelas, dan tidak monoton, sehingga dapat meningkatkan motivasi belajar siswa. ([Lihat sumber Disini - ejournal.uncm.ac.id])

  2. Trianto menyatakan bahwa media pembelajaran adalah alat yang berfungsi untuk menyampaikan pesan pembelajaran. Dalam praktiknya, media kreatif merupakan alat bantu yang dirancang dengan pendekatan menarik untuk mempermudah siswa dalam menerima dan memahami materi yang disampaikan guru. ([Lihat sumber Disini - jurnal.unipasby.ac.id])

  3. Dalam kajian teori media pembelajaran, Jones (1995) (dalam konteks pendidikan modern) menyebutkan bahwa media adalah alat untuk memberikan pengalaman belajar sehingga siswa dapat menerima materi dengan lebih jelas dan menyeluruh. ([Lihat sumber Disini - jurnal.umsu.ac.id])

  4. Beberapa jurnal pendidikan juga menekankan bahwa media pembelajaran kreatif merupakan kombinasi media fisik, digital, dan visual yang mampu meningkatkan keterlibatan, motivasi, serta hasil belajar siswa. ([Lihat sumber Disini - ejurnal.kampusakademik.my.id])


Karakteristik Media Pembelajaran Kreatif

Media pembelajaran kreatif memiliki sejumlah ciri penting yang membedakannya dari media pembelajaran biasa. Pertama, media kreatif mampu menyampaikan materi dengan cara yang menarik dan interaktif lewat penggunaan elemen visual, audio, serta interaksi digital atau fisik yang relevan dengan kebutuhan siswa. Elemen kreatif ini mampu menangkap perhatian siswa lebih efektif dibandingkan media tradisional yang statis. ([Lihat sumber Disini - educare.uinkhas.ac.id])

Kedua, media pembelajaran kreatif dirancang sesuai konteks siswa SD. Artinya, media tersebut mempertimbangkan tingkatan kognitif siswa SD agar penyajian materi tidak membingungkan. Dengan menghadirkan berbagai bentuk media seperti permainan edukatif atau alat peraga tematik, siswa dapat belajar melalui pengalaman langsung. ([Lihat sumber Disini - ejurnal.kampusakademik.my.id])

Ketiga, media kreatif meningkatkan variabilitas dalam proses pembelajaran. Tidak hanya berupa cetak atau tayangan video sederhana, tetapi media kreatif bisa berupa aplikasi interaktif, quiz digital, papan permainan, atau media berbasis project-based learning yang menstimulus keterampilan berpikir tingkat tinggi, termasuk kreativitas, kolaborasi, dan pemecahan masalah. ([Lihat sumber Disini - educare.uinkhas.ac.id])

Karakteristik lain yang penting adalah kemampuan media tersebut untuk memotivasi siswa dalam belajar. Media kreatif dapat mengubah pesan pembelajaran menjadi sesuatu yang menyenangkan dan menantang, sehingga siswa merasa lebih tertarik untuk terlibat aktif dalam proses pembelajaran. ([Lihat sumber Disini - ijonses.net])


Pengembangan Media Pembelajaran Kreatif di Sekolah Dasar

Proses pengembangan media pembelajaran kreatif melibatkan beberapa tahapan penting. Langkah awal biasanya berupa analisis kebutuhan yang mencakup pemahaman kurikulum, karakteristik siswa, dan tujuan pembelajaran. Tahapan ini memastikan desain media benar-benar sesuai dengan konteks belajar siswa SD. ([Lihat sumber Disini - educare.uinkhas.ac.id])

Selanjutnya adalah tahap desain dan produksi media. Pada tahap ini, guru atau tim pengembang media menentukan bentuk media yang akan dibuat, apakah berupa alat peraga fisik, aplikasi digital sederhana, video animasi, atau kombinasi keduanya. Setiap bentuk media harus dikembangkan dengan memerhatikan aspek pedagogis dan teknis agar sesuai dengan tujuan pembelajaran. ([Lihat sumber Disini - educare.uinkhas.ac.id])

Pengembangan media kreatif juga melibatkan uji coba dan evaluasi untuk memastikan media berfungsi sesuai rencana. Proses ini memungkinkan guru menilai apakah media yang dikembangkan efektif dalam mendukung pemahaman siswa dan meningkatkan motivasi belajar. ([Lihat sumber Disini - educare.uinkhas.ac.id])

Selain itu, tantangan dalam pengembangan media kreatif sering kali mencakup keterbatasan infrastruktur teknologi dan kemampuan guru dalam mengoperasikan media baru. Oleh karena itu, pelatihan berkelanjutan dan dukungan sumber daya menjadi bagian penting dari upaya pengembangan media ini agar implementasinya berjalan efektif di lingkungan sekolah dasar. ([Lihat sumber Disini - ejurnal.kampusakademik.my.id])


Peran Guru dalam Menciptakan Media Pembelajaran Kreatif

Guru memegang peranan krusial dalam penciptaan media pembelajaran kreatif. Guru bukan hanya pengguna media, tetapi juga pengembang atau designer utama yang memahami kebutuhan belajar siswa. Mereka menentukan tujuan pembelajaran, memilih media yang tepat, dan menyesuaikannya dengan karakteristik kelas. ([Lihat sumber Disini - educare.uinkhas.ac.id])

Lebih jauh lagi, kreativitas guru amat menentukan efektivitas media pembelajaran. Kreativitas dalam merancang dan mengadaptasi media mampu menciptakan pengalaman belajar yang tidak hanya informatif tetapi juga menyenangkan bagi siswa. Guru dapat memanfaatkan berbagai sumber daya yang ada di sekolah atau lingkungan sekitar untuk membuat media kreatif yang relevan secara kultural dan kontekstual. ([Lihat sumber Disini - researchgate.net])

Peran guru juga mencakup memfasilitasi penggunaan media secara tepat sehingga siswa dapat memaksimalkan potensi media pembelajaran tersebut. Guru harus mampu memandu siswa dalam menggunakan media, mengaitkannya dengan konsep pembelajaran, serta mengevaluasi pemahaman siswa setelah penggunaan media. ([Lihat sumber Disini - educare.uinkhas.ac.id])


Dampak Media Pembelajaran Kreatif terhadap Motivasi Belajar

Penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media pembelajaran kreatif memiliki dampak positif terhadap motivasi belajar siswa di sekolah dasar. Media kreatif yang bersifat interaktif dan menarik meningkatkan minat siswa untuk terlibat aktif dalam kegiatan pembelajaran. ([Lihat sumber Disini - educare.uinkhas.ac.id])

Motivasi belajar meningkat karena media kreatif menyediakan stimuli yang beragam, visual, audio, dan interaksi, yang membuat pengalaman belajar menjadi menyenangkan. Dalam proses pembelajaran, siswa tidak lagi pasif menerima materi, tetapi aktif bereksplorasi dengan sumber belajar yang ada. ([Lihat sumber Disini - ijonses.net])

Selain itu, media pembelajaran kreatif membantu mengurangi rasa bosan yang sering muncul saat pembelajaran konvensional. Siswa cenderung lebih antusias terhadap aktivitas belajar yang melibatkan alat peraga kreatif atau media digital yang dirancang untuk merangsang rasa ingin tahu mereka. ([Lihat sumber Disini - educare.uinkhas.ac.id])


Pengaruh Media Kreatif terhadap Hasil Belajar Siswa

Hasil belajar siswa juga dipengaruhi secara signifikan oleh penggunaan media pembelajaran kreatif. Studi empiris menunjukkan bahwa media pembelajaran yang dirancang secara kreatif membantu siswa memahami konsep pembelajaran lebih baik dibandingkan dengan pendekatan konvensional. ([Lihat sumber Disini - educare.uinkhas.ac.id])

Media kreatif mampu memperjelas materi yang bersifat abstrak dengan bantuan representasi visual atau interaktif, sehingga siswa dapat membangun pemahaman yang lebih komprehensif. Hasil belajar yang meningkat ini biasanya tercermin dari nilai tes atau indikator pencapaian kompetensi siswa dalam berbagai mata pelajaran. ([Lihat sumber Disini - educare.uinkhas.ac.id])

Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa media kreatif tidak hanya meningkatkan pemahaman konsep, tetapi juga mendorong partisipasi aktif dan keterampilan berpikir kritis siswa, dua aspek penting yang sering dikaitkan dengan hasil belajar yang lebih baik. ([Lihat sumber Disini - educare.uinkhas.ac.id])


Kesimpulan

Media pembelajaran kreatif merupakan alat bantu pendidikan yang sangat strategis untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di Sekolah Dasar. Secara umum, media pembelajaran kreatif adalah media yang dirancang dengan inovasi dan kreativitas untuk menyampaikan materi ajar secara lebih efektif dan menarik. Media ini memiliki karakteristik yang mampu meningkatkan keterlibatan siswa melalui representasi visual, audio, dan interaktif. Proses pengembangan media kreatif mencakup analisis kebutuhan, desain, produksi, dan evaluasi guna memastikan media sesuai dengan tujuan pembelajaran. Guru berperan penting dalam menciptakan, menerapkan, dan mengevaluasi media pembelajaran kreatif agar sesuai dengan konteks kelas. Dampak penggunaan media pembelajaran kreatif terlihat pada peningkatan motivasi belajar siswa dan peningkatan hasil belajar secara signifikan. Dengan kata lain, media pembelajaran kreatif tidak hanya membuat proses belajar menjadi lebih menyenangkan, tetapi juga membantu siswa memahami materi lebih baik serta mencapai kompetensi yang diharapkan dalam pendidikan dasar.

Artikel ini ditulis dan disunting oleh tim redaksi SumberAjar.com berdasarkan referensi akademik Indonesia.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Media pembelajaran kreatif SD adalah sarana atau alat bantu pembelajaran yang dirancang secara inovatif untuk membantu guru menyampaikan materi kepada siswa sekolah dasar agar lebih menarik, interaktif, dan mudah dipahami sesuai dengan karakteristik perkembangan peserta didik.

Media pembelajaran kreatif penting diterapkan di sekolah dasar karena dapat meningkatkan motivasi belajar, menarik perhatian siswa, mengurangi kebosanan, serta membantu siswa memahami konsep pembelajaran secara lebih konkret dan menyenangkan.

Contoh media pembelajaran kreatif untuk siswa SD meliputi alat peraga tematik, permainan edukatif, video animasi pembelajaran, media interaktif digital, kartu belajar bergambar, serta media berbasis proyek yang melibatkan aktivitas langsung siswa.

Guru berperan sebagai perancang, pengembang, dan fasilitator media pembelajaran kreatif dengan menyesuaikan media terhadap tujuan pembelajaran, karakteristik siswa, serta konteks lingkungan sekolah agar proses belajar menjadi lebih efektif.

Media pembelajaran kreatif berdampak positif terhadap motivasi belajar siswa karena membuat pembelajaran lebih menarik dan interaktif, serta berpengaruh pada peningkatan hasil belajar melalui pemahaman konsep yang lebih baik dan keterlibatan aktif siswa.

⬇
Home
Kamus
Cite Halaman Ini
Geser dari kiri untuk membuka artikel Relevan.
Geser dari kanan untuk artikel terbaru.
Jangan tampilkan teks ini lagi
Artikel Relevan
Metode Pembelajaran Kreatif: konsep, strategi, dan pengembangan siswa Metode Pembelajaran Kreatif: konsep, strategi, dan pengembangan siswa Media Pembelajaran Berbasis Teknologi: konsep, inovasi, dan implementasi Media Pembelajaran Berbasis Teknologi: konsep, inovasi, dan implementasi Kreativitas Siswa: Pengertian dan Cara Mengembangkannya Kreativitas Siswa: Pengertian dan Cara Mengembangkannya Media Pembelajaran Digital: Fungsi dan Contohnya Media Pembelajaran Digital: Fungsi dan Contohnya Integrasi Teknologi dalam Desain Pembelajaran Integrasi Teknologi dalam Desain Pembelajaran Media Pembelajaran Interaktif: konsep, desain, dan efektivitas belajar Media Pembelajaran Interaktif: konsep, desain, dan efektivitas belajar Pemanfaatan Media Pembelajaran di Kelas: konsep, strategi, dan hasil belajar Pemanfaatan Media Pembelajaran di Kelas: konsep, strategi, dan hasil belajar Media Pembelajaran Sekolah Dasar: konsep, fungsi, dan perannya Media Pembelajaran Sekolah Dasar: konsep, fungsi, dan perannya Metode Pembelajaran Inovatif: konsep, jenis, dan dampaknya pada siswa Metode Pembelajaran Inovatif: konsep, jenis, dan dampaknya pada siswa Penggunaan Media Interaktif dalam Pembelajaran Penggunaan Media Interaktif dalam Pembelajaran Persepsi Siswa terhadap Proses Pembelajaran Persepsi Siswa terhadap Proses Pembelajaran Evaluasi Pembelajaran: Tujuan, Jenis, dan Teknik Evaluasi Pembelajaran: Tujuan, Jenis, dan Teknik Pemilihan Metode Pembelajaran SD: konsep, pertimbangan, dan kesesuaian materi Pemilihan Metode Pembelajaran SD: konsep, pertimbangan, dan kesesuaian materi Media Pembelajaran Digital: konsep, karakteristik, dan tantangannya Media Pembelajaran Digital: konsep, karakteristik, dan tantangannya Inovasi Pembelajaran Abad 21 Inovasi Pembelajaran Abad 21 Metode Pembelajaran Aktif: konsep, prinsip, dan penerapannya di SD Metode Pembelajaran Aktif: konsep, prinsip, dan penerapannya di SD Metode Pembelajaran Tematik: konsep, integrasi, dan manfaatnya Metode Pembelajaran Tematik: konsep, integrasi, dan manfaatnya Media Pembelajaran Konvensional: konsep, jenis, dan penggunaannya Media Pembelajaran Konvensional: konsep, jenis, dan penggunaannya Pengambilan Keputusan dalam Proses Pembelajaran Pengambilan Keputusan dalam Proses Pembelajaran Media Pembelajaran Audio Visual: konsep, kelebihan, dan keterbatasan Media Pembelajaran Audio Visual: konsep, kelebihan, dan keterbatasan
Artikel Terbaru
Memuat artikel terbaru…