Terakhir diperbarui: 10 February 2026

Citation (APA Style):
Davacom. (2026, 10 February). Metode Pembelajaran Kreatif: konsep, strategi, dan pengembangan siswa. SumberAjar. Retrieved 11 February 2026, from https://sumberajar.com/kamus/metode-pembelajaran-kreatif-konsep-strategi-dan-pengembangan-siswa  

Kamu menggunakan Mendeley? Add entry manual di sini.

Metode Pembelajaran Kreatif: konsep, strategi, dan pengembangan siswa - SumberAjar.com

Metode Pembelajaran Kreatif: Konsep, Strategi, dan Pengembangan Siswa

Pendahuluan

Pembelajaran di sekolah modern menghadapi tantangan besar: bagaimana membuat proses belajar tidak hanya informatif, tetapi juga memicu kreativitas, keterlibatan, dan kemampuan berpikir tinggi siswa. Di era globalisasi dan perkembangan kecerdasan buatan, keterampilan kreatif menjadi terlalu penting untuk diabaikan. Pembelajaran kreatif hadir sebagai alternatif bagi model pembelajaran konvensional yang seringkali monoton dan kurang responsif terhadap kebutuhan individual peserta didik. Melalui pendekatan ini, siswa tidak hanya menerima informasi, tetapi juga dilibatkan secara aktif dalam proses penciptaan ide, pemecahan masalah, dan ekspresi pemikiran yang orisinal. Konsep ini semakin mendapat perhatian dalam literatur pendidikan sebagai salah satu strategi untuk meningkatkan motivasi, keterlibatan dan hasil belajar siswa, khususnya di Sekolah Dasar yang merupakan fase krusial bagi perkembangan keterampilan kognitif, sosial, dan afektif anak. ([Lihat sumber Disini - siducat.org])


Definisi Metode Pembelajaran Kreatif

Definisi Metode Pembelajaran Kreatif Secara Umum

Metode Pembelajaran Kreatif adalah pendekatan dalam proses belajar-mengajar yang menekankan pada penciptaan suasana pembelajaran yang imajinatif, dinamis, dan merangsang keterlibatan aktif siswa. Metode ini berusaha memfasilitasi siswa untuk mengeksplorasi ide-ide baru, berpikir secara kritis, serta mengembangkan kemampuan menyelesaikan masalah secara inovatif, bukan sekadar menerima informasi secara pasif. Pendekatan ini menitikberatkan aktivitas pembelajaran pada siswa sebagai agen utama yang aktif berpikir dan mencipta, sementara guru berperan sebagai fasilitator yang merancang kondisi belajar yang kondusif terhadap kreativitas dan kolaborasi. ([Lihat sumber Disini - siducat.org])

Definisi Metode Pembelajaran Kreatif dalam KBBI

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), “kreatif” berarti keadaan atau sifat yang mampu mencipta atau menghasilkan sesuatu yang baru dengan ciri khas sendiri. Sementara “metode pembelajaran” merupakan cara atau teknik untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu dalam konteks kegiatan belajar-mengajar. Jika dikombinasikan, metode pembelajaran kreatif adalah cara mengajar yang dirancang sedemikian rupa sehingga proses dan hasilnya mendorong dan menghasilkan karya, pemikiran, atau penyelesaian yang orisinal, relevan, dan memiliki arti bagi siswa. (Definisi KBBI, [Lihat sumber Disini - kbbi.kemdikbud.go.id])

Definisi Metode Pembelajaran Kreatif Menurut Para Ahli

Para ahli pendidikan mendefinisikan pembelajaran kreatif dengan penekanan yang berbeda namun saling melengkapi:

  1. Herta dkk. (2023) menyatakan bahwa metode pembelajaran kreatif adalah pendekatan yang menekankan penggunaan teknik dan strategi yang merangsang kreativitas, partisipasi aktif siswa, serta kemampuan memecahkan masalah dalam proses pembelajaran. Pendekatan ini memberi ruang bagi siswa untuk berekspresi secara kreatif dan berkolaborasi dalam memahami materi pelajaran. ([Lihat sumber Disini - researchgate.net])

  2. Nurani Fitriyah & Farida Kurniawati (2025) dalam kajian mereka menekankan bahwa pembelajaran kreatif tidak hanya tentang kegiatan yang menarik, tetapi juga strategi yang mampu mengembangkan kompetensi kreatif sebagai keterampilan abad ke-21, melalui pendekatan yang responsif terhadap kebutuhan siswa. ([Lihat sumber Disini - journal.staihubbulwathan.id])

  3. Wina Sanjaya (2024) mendefinisikan strategi pembelajaran sebagai pola kegiatan yang dirancang guru untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu, dan ketika diintegrasikan dengan tujuan kreativitas, strategi ini membantu mendorong siswa berpikir inovatif dan adaptif. ([Lihat sumber Disini - jurnal.kopusindo.com])

  4. Ken Robinson (2010) dalam kajian pendidikan kreatif mengatakan bahwa pendidikan kreatif mengajarkan siswa untuk keluar dari kebiasaan tradisional dan mengembangkan cara berpikir yang asli, relevan dan bermakna dalam konteks kehidupan aktual siswa. ([Lihat sumber Disini - sirkenrobinson.com])


Tujuan Pembelajaran Kreatif

Tujuan utama pembelajaran kreatif adalah menciptakan pengalaman belajar yang merangsang daya pikir siswa dan menumbuhkan kemampuan berpikir tingkat tinggi yang tidak hanya terbatas pada hafalan. Pembelajaran kreatif bertujuan:

  1. Meningkatkan keterlibatan aktif siswa dalam proses belajar sehingga siswa merasa termotivasi serta memiliki tanggung jawab terhadap pembelajaran mereka sendiri. ([Lihat sumber Disini - siducat.org])

  2. Membantu siswa mengembangkan keterampilan berpikir kreatif dan kritis, yakni kemampuan menemukan berbagai kemungkinan solusi yang bermakna dan relevan terhadap masalah nyata. ([Lihat sumber Disini - ejournal.upi.edu])

  3. Mendorong pembentukan sikap belajar seumur hidup (lifelong learning) dan kemampuan adaptif terhadap perubahan dengan memberi ruang eksplorasi, refleksi dan ekspresi gagasan. ([Lihat sumber Disini - journal.staihubbulwathan.id])

  4. Membentuk individu yang mampu memadukan pengetahuan, keterampilan sosial, dan kreativitas dalam konteks kehidupan nyata serta tantangan masa depan. ([Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org])


Karakteristik Metode Pembelajaran Kreatif

Metode pembelajaran kreatif memiliki sejumlah karakteristik yang membedakannya dari metode pembelajaran konvensional, yakni:

  1. Berorientasi pada Partisipasi Aktif Siswa
    Pembelajaran kreatif memosisikan siswa sebagai pelaku utama yang aktif berpikir, berdiskusi, mengeksplorasi, dan mencipta, sehingga keterlibatan siswa dalam setiap kegiatan belajar sangat tinggi. ([Lihat sumber Disini - siducat.org])

  2. Fleksibel dan Variatif
    Rancangan pembelajaran kreativ melibatkan berbagai aktivitas dan media, seperti diskusi kelompok, proyek kolaboratif, permainan edukatif, role play, dan media teknologi interaktif, yang menyesuaikan kebutuhan dan karakter siswa. ([Lihat sumber Disini - ejournal.darunnajah.ac.id])

  3. Berbasis Masalah (Problem-Based) dan Kontekstual
    Pembelajaran kreatif menempatkan masalah nyata sebagai titik awal pembelajaran sehingga siswa belajar melalui pengalaman langsung dan situasional. ([Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org])

  4. Mendukung Berpikir Tingkat Tinggi
    Metode ini menekankan pada pengembangan keterampilan berpikir kreatif, kritis, dan reflektif, serta kemampuan bekerja sama dalam kelompok. ([Lihat sumber Disini - journal.staihubbulwathan.id])

  5. Memberi Ruang Inovasi dan Ekspresi Individu
    Siswa diberi kebebasan untuk mengekspresikan ide dan gagasan dengan cara mereka sendiri, belajar dari kesalahan, serta mengembangkan pendekatan baru dalam memahami materi. ([Lihat sumber Disini - researchgate.net])


Strategi Penerapan Pembelajaran Kreatif di Sekolah Dasar

Strategi untuk menerapkan pembelajaran kreatif di lingkungan Sekolah Dasar harus dirancang sedemikian rupa agar sesuai dengan proses perkembangan kognitif anak usia dini dan kemampuan mereka untuk berinteraksi. Beberapa strategi efektif antara lain:

  1. Penggunaan Media Interaktif dan Teknologi
    Penerapan media pembelajaran yang interaktif, termasuk permainan edukatif dan alat bantu visual, dapat meningkatkan fokus dan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran. ([Lihat sumber Disini - ejournal.darunnajah.ac.id])

  2. Pembelajaran Berbasis Proyek (Project-Based Learning)
    Strategi ini memberi siswa kesempatan untuk bekerja dalam proyek jangka panjang yang relevan, sehingga mereka aktif menemukan solusi dan menerapkan konsep yang dipelajari dalam konteks nyata. ([Lihat sumber Disini - ejournal.darunnajah.ac.id])

  3. Diskusi dan Refleksi Kelompok
    Melalui diskusi kelompok ataupun brainstorming, siswa dapat saling bertukar ide yang memperkaya proses berpikir kreatif mereka. ([Lihat sumber Disini - ejournal.darunnajah.ac.id])

  4. Permainan Edukatif dan Role Play
    Permainan yang dirancang dengan baik atau skenario role play memaksa siswa berpikir dalam situasi tertentu dan menyelesaikan masalah secara kreatif. ([Lihat sumber Disini - siducat.org])

  5. Pembelajaran Berbasis Masalah dan Konteks Lokal
    Mengintegrasikan konteks kehidupan sehari-hari atau masalah komunitas dapat menumbuhkan minat belajar siswa sekaligus merangsang kreativitas mereka menghadapi situasi realistis. ([Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org])


Peran Guru dalam Mengembangkan Pembelajaran Kreatif

Peran guru dalam pembelajaran kreatif jauh lebih kompleks dibandingkan guru dalam model tradisional. Guru bukan hanya sekadar penyampai materi, tetapi berfungsi sebagai:

  1. Fasilitator Proses Belajar
    Guru membantu menciptakan kondisi belajar yang ramah bagi eksplorasi ide, diskusi reflektif, dan eksperimen pengetahuan. ([Lihat sumber Disini - siducat.org])

  2. Pemodel Perilaku Kreatif
    Guru harus mampu menunjukkan sikap kreatif dalam merancang kegiatan, menggunakan media, serta menciptakan suasana yang mendorong siswa untuk berpikir bebas. ([Lihat sumber Disini - journal.staihubbulwathan.id])

  3. Pemberi Tantangan dan Umpan Balik Positif
    Tantangan yang tepat serta umpan balik yang memberi penghargaan terhadap ide orisinal membantu siswa mengembangkan rasa percaya diri dan keberanian mencoba hal baru. ([Lihat sumber Disini - siducat.org])

  4. Pendukung Perbedaan Individu
    Guru kreatif mampu menyesuaikan strategi pembelajaran untuk mengakomodasi perbedaan gaya belajar dan kemampuan setiap siswa. ([Lihat sumber Disini - journal.staihubbulwathan.id])


Dampak Pembelajaran Kreatif terhadap Pengembangan Siswa

Pembelajaran kreatif memiliki dampak luas terhadap perkembangan siswa di aspek kognitif, afektif, dan sosial:

  1. Peningkatan Keterlibatan dan Motivasi Belajar
    Siswa yang belajar dengan metode kreatif menunjukkan keterlibatan yang lebih tinggi serta minat belajar yang meningkat karena suasana belajar lebih menarik dan bermakna. ([Lihat sumber Disini - siducat.org])

  2. Pengembangan Keterampilan Berpikir Kreatif dan Kritis
    Melalui aktivitas yang menantang, siswa belajar berpikir di luar kebiasaan, menciptakan solusi baru, dan menganalisis informasi secara lebih mendalam. ([Lihat sumber Disini - ejournal.upi.edu])

  3. Peningkatan Keterampilan Sosial dan Kolaborasi
    Kegiatan seperti diskusi kelompok dan proyek kolaboratif membantu siswa mengembangkan kemampuan bekerja bersama, menghargai pendapat orang lain, serta membentuk hubungan sosial yang positif. ([Lihat sumber Disini - ejournal.darunnajah.ac.id])

  4. Kemampuan Adaptasi terhadap Tantangan Masa Depan
    Siswa yang terbiasa dengan pendekatan kreatif cenderung lebih siap menghadapi perubahan dan tuntutan dunia kerja masa depan yang menuntut inovasi dan keterampilan berpikir kompleks. ([Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org])


Kesimpulan

Metode pembelajaran kreatif merupakan pendekatan penting dalam pendidikan modern, terutama di Sekolah Dasar sebagai fase awal pembentukan keterampilan berpikir dan karakter siswa. Pendekatan ini tidak hanya berfokus pada pemahaman materi pelajaran tetapi juga pada kemampuan siswa untuk berpikir kreatif, kritis, kolaboratif, dan reflektif. Pembelajaran kreatif memungkinkan siswa terlibat aktif dalam proses belajar melalui berbagai strategi dan media, di mana guru berperan sebagai fasilitator dan pendamping proses. Dampak positif dari metode ini meliputi peningkatan motivasi belajar, kemampuan berpikir inovatif, keterampilan sosial, dan kesiapan menghadapi tantangan masa depan. Implementasi metode pembelajaran kreatif yang efektif berkontribusi terhadap perkembangan holistik siswa dan menjadi salah satu kunci dalam meningkatkan kualitas pendidikan secara menyeluruh.

Artikel ini ditulis dan disunting oleh tim redaksi SumberAjar.com berdasarkan referensi akademik Indonesia.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Metode pembelajaran kreatif adalah pendekatan pembelajaran yang dirancang untuk mendorong siswa berpikir inovatif, aktif, dan kritis melalui kegiatan belajar yang variatif, kontekstual, dan berpusat pada siswa.

Tujuan utama pembelajaran kreatif adalah meningkatkan keterlibatan dan motivasi belajar siswa, mengembangkan kemampuan berpikir kreatif dan kritis, serta membentuk sikap belajar yang adaptif dan mandiri.

Karakteristik pembelajaran kreatif meliputi keterlibatan aktif siswa, penggunaan strategi dan media yang variatif, pembelajaran berbasis masalah, pemberian ruang eksplorasi ide, serta pengembangan keterampilan berpikir tingkat tinggi.

Pembelajaran kreatif di sekolah dasar dapat diterapkan melalui penggunaan media interaktif, pembelajaran berbasis proyek, diskusi kelompok, permainan edukatif, serta pembelajaran yang dikaitkan dengan konteks kehidupan sehari-hari siswa.

Dalam pembelajaran kreatif, guru berperan sebagai fasilitator, perancang kegiatan belajar, pemberi tantangan, serta pendukung eksplorasi dan ekspresi ide siswa agar proses belajar berjalan aktif dan bermakna.

Pembelajaran kreatif berdampak positif terhadap peningkatan motivasi belajar, kemampuan berpikir kreatif dan kritis, keterampilan sosial, serta kesiapan siswa menghadapi tantangan akademik dan kehidupan di masa depan.

⬇
Home
Kamus
Cite Halaman Ini
Geser dari kiri untuk membuka artikel Relevan.
Geser dari kanan untuk artikel terbaru.
Jangan tampilkan teks ini lagi
Artikel Relevan
Media Pembelajaran Kreatif SD: konsep, pengembangan, dan dampaknya Media Pembelajaran Kreatif SD: konsep, pengembangan, dan dampaknya Kreativitas Siswa: Pengertian dan Cara Mengembangkannya Kreativitas Siswa: Pengertian dan Cara Mengembangkannya Media Pembelajaran Berbasis Teknologi: konsep, inovasi, dan implementasi Media Pembelajaran Berbasis Teknologi: konsep, inovasi, dan implementasi Integrasi Teknologi dalam Desain Pembelajaran Integrasi Teknologi dalam Desain Pembelajaran Pemilihan Metode Pembelajaran SD: konsep, pertimbangan, dan kesesuaian materi Pemilihan Metode Pembelajaran SD: konsep, pertimbangan, dan kesesuaian materi Metode Pembelajaran Inovatif: konsep, jenis, dan dampaknya pada siswa Metode Pembelajaran Inovatif: konsep, jenis, dan dampaknya pada siswa Media Pembelajaran Digital: Fungsi dan Contohnya Media Pembelajaran Digital: Fungsi dan Contohnya Media Pembelajaran Interaktif: konsep, desain, dan efektivitas belajar Media Pembelajaran Interaktif: konsep, desain, dan efektivitas belajar Evaluasi Pembelajaran: Tujuan, Jenis, dan Teknik Evaluasi Pembelajaran: Tujuan, Jenis, dan Teknik Persepsi Siswa terhadap Proses Pembelajaran Persepsi Siswa terhadap Proses Pembelajaran Metode Pembelajaran Aktif: konsep, prinsip, dan penerapannya di SD Metode Pembelajaran Aktif: konsep, prinsip, dan penerapannya di SD Inovasi Pembelajaran Abad 21 Inovasi Pembelajaran Abad 21 Metode Pembelajaran di Sekolah Dasar: konsep, klasifikasi, dan karakteristik Metode Pembelajaran di Sekolah Dasar: konsep, klasifikasi, dan karakteristik Metode Pembelajaran Tematik: konsep, integrasi, dan manfaatnya Metode Pembelajaran Tematik: konsep, integrasi, dan manfaatnya Strategi Pembelajaran Aktif: Jenis dan Contoh Strategi Pembelajaran Aktif: Jenis dan Contoh Media Pembelajaran Sekolah Dasar: konsep, fungsi, dan perannya Media Pembelajaran Sekolah Dasar: konsep, fungsi, dan perannya Pengambilan Keputusan dalam Proses Pembelajaran Pengambilan Keputusan dalam Proses Pembelajaran Pemanfaatan Media Pembelajaran di Kelas: konsep, strategi, dan hasil belajar Pemanfaatan Media Pembelajaran di Kelas: konsep, strategi, dan hasil belajar SPK Penentuan Metode Pembelajaran Efektif SPK Penentuan Metode Pembelajaran Efektif Metode Pembelajaran Berbasis Masalah: konsep, tahapan, dan hasil belajar Metode Pembelajaran Berbasis Masalah: konsep, tahapan, dan hasil belajar
Artikel Terbaru
Memuat artikel terbaru…