
Model Dick and Carey: Prinsip dan Langkah
Pendahuluan
Dalam dunia pendidikan dan pengembangan instruksional, perencanaan pembelajaran yang sistematis penting agar tujuan pembelajaran tercapai secara efektif dan efisien. Salah satu model desain instruksional yang banyak digunakan adalah Dick and Carey Model, sebuah kerangka kerja sistematis yang membantu pendidik dan desainer instruksional merancang, mengembangkan, dan mengevaluasi pembelajaran dengan struktur dan sistem yang jelas. Model ini relevan baik untuk pendidikan formal, pelatihan profesional, modul e-learning, maupun pengembangan bahan ajar. Dengan menggunakan Dick and Carey, penyusunan tujuan, materi, strategi, serta evaluasi pembelajaran menjadi terintegrasi dan saling mendukung, sehingga meminimalkan ketidaksesuaian antara tujuan, aktivitas pembelajaran, dan hasil akhir. [Lihat sumber Disini - whatfix.com]
Definisi Dick and Carey Model
Definisi secara umum
Dick and Carey Model adalah pendekatan desain instruksional yang melihat proses pembelajaran sebagai sebuah sistem holistik, bukan sekadar rangkaian kegiatan terpisah antara guru dan siswa, melainkan interaksi antara berbagai komponen: pengajar, peserta didik, materi, lingkungan instruksional, metode, serta media pembelajaran. Dalam model ini, seluruh elemen bekerja bersama untuk mencapai hasil belajar spesifik yang telah ditetapkan. [Lihat sumber Disini - psu.pb.unizin.org]
Model ini menekankan bahwa perencanaan pembelajaran harus dimulai dari identifikasi kebutuhan dan tujuan, kemudian dilanjutkan dengan analisis instruksional, karakteristik siswa & konteks, formulasi tujuan kinerja, pengembangan instrumen penilaian, strategi instruksional, materi ajar, serta evaluasi dan revisi, semuanya sebagai bagian dari satu sistem terpadu. [Lihat sumber Disini - repository.unsri.ac.id]
Definisi menurut para ahli
Berikut beberapa pendapat ahli tentang Dick and Carey Model:
- Menurut Walter Dick dan Lou Carey, pencetus model, pembelajaran adalah sebuah sistem di mana “instruktur, peserta didik, materi, aktivitas instruksional, sistem penyampaian, dan lingkungan belajar & performa” saling berinteraksi untuk menghasilkan hasil belajar yang diinginkan. [Lihat sumber Disini - commons.hostos.cuny.edu]
- Dalam studi oleh Wisnu Nugroho Aji dalam konteks pembelajaran Bahasa & Sastra Indonesia, model ini dinilai sesuai karena menggunakan tahapan sistematis – dari identifikasi tujuan sampai evaluasi – sehingga mendukung kualitas proses dan hasil belajar. [Lihat sumber Disini - journals.ums.ac.id]
- Menurut penelitian oleh Dila Rukmi Octaviana dkk. pada pembelajaran PAI, Dick and Carey dianggap sebagai model yang menggabungkan unsur kognitif dan behavioristik, serta cocok untuk materi dengan orientasi pengetahuan, sikap, dan keterampilan karena desainnya yang runtut dan terstruktur. [Lihat sumber Disini - jurnal.unugha.ac.id]
- Dalam kajian literatur terbaru (2025) terhadap pembelajaran IPA, model ini diakui sebagai pendekatan sistematis yang terdiri dari sepuluh tahapan untuk merancang, mengembangkan, dan mengevaluasi program pembelajaran, menekankan pentingnya evaluasi dan revisi terhadap instruksi agar efektif. [Lihat sumber Disini - e-journal.hamzanwadi.ac.id]
Prinsip dan Komponen Dasar Dick and Carey Model
Model ini dibangun atas beberapa prinsip utama:
- Pendekatan sistem (systems approach), semua komponen instruksi dianggap saling berkaitan; perubahan pada satu komponen mempengaruhi komponen lain. [Lihat sumber Disini - psu.pb.unizin.org]
- Kesinambungan antara tujuan, strategi, materi, dan evaluasi, tujuan pembelajaran, materi ajar, metode instruksional, dan instrumen evaluasi harus selaras dan mendukung satu sama lain. [Lihat sumber Disini - edis.ifas.ufl.edu]
- Keterlibatan analisis awal: kebutuhan, karakteristik siswa, dan konteks, sebelum merancang materi, dilakukan analisis mendalam terhadap apa yang dibutuhkan siswa dan kondisi lingkungan belajar. [Lihat sumber Disini - educationaltechnology.net]
- Formulasi tujuan kinerja (performance objectives) yang konkret dan terukur, hasil belajar dirumuskan sebagai perilaku atau kinerja spesifik yang dapat diamati/diukur. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]
- Desain instruksional berbasis bukti dan evaluasi berkelanjutan, instruksional diuji melalui evaluasi formatif, kemudian direvisi sebelum kemudian dievaluasi secara sumatif, agar kualitas pembelajaran optimal. [Lihat sumber Disini - repository.unsri.ac.id]
Langkah-Langkah dalam Dick and Carey Model
Model ini umumnya dijelaskan dalam sepuluh langkah sistematis sebagai berikut: [Lihat sumber Disini - repository.unsri.ac.id]
- Identifikasi kebutuhan dan penentuan tujuan pembelajaran
Menentukan apa yang perlu dicapai melalui pembelajaran, misalnya pengetahuan, keterampilan, atau sikap yang diharapkan siswa kuasai. [Lihat sumber Disini - repository.unsri.ac.id] - Analisis instruksional (Instructional Analysis)
Memecah tujuan pembelajaran ke dalam komponen-komponen kecil dan menentukan tahapan atau sub-keterampilan yang harus dikuasai siswa untuk mencapai tujuan akhir. [Lihat sumber Disini - edis.ifas.ufl.edu] - Analisis peserta didik dan konteks pembelajaran
Menilai karakteristik awal siswa (pengetahuan/prior knowledge, pengalaman, kebutuhan, lingkungan belajar) agar materi dan metode sesuai dengan kondisi mereka. [Lihat sumber Disini - educationaltechnology.net] - Merumuskan tujuan kinerja (Performance Objectives)
Menyusun tujuan yang spesifik dan terukur dalam bentuk perilaku yang dapat diamati, mencakup kondisi, tindakan, dan kriteria keberhasilan. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org] - Mengembangkan instrumen penilaian (assessment instruments)
Mendesain alat evaluasi (pre-test, post-test, tes praktik, tugas, dsb.) untuk mengukur apakah tujuan telah tercapai. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org] - Merancang strategi instruksional (Instructional Strategy)
Menentukan bagaimana materi akan disampaikan: metode, urutan, aktivitas siswa, interaksi, dan media pembelajaran. [Lihat sumber Disini - educationaltechnology.net] - Mengembangkan dan memilih materi instruksional
Membuat atau memilih materi ajar (teks, gambar, media, modul, dsb.) sesuai strategi. [Lihat sumber Disini - repository.unsri.ac.id] - Desain dan pelaksanaan evaluasi formatif (Formative Evaluation)
Menguji materi dan instruksi dengan sejumlah kecil peserta terlebih dahulu untuk melihat kekurangan atau aspek yang perlu diperbaiki. [Lihat sumber Disini - edis.ifas.ufl.edu] - Revisi instruksi berdasarkan hasil evaluasi
Perbaikan materi, strategi, atau instrumen berdasarkan masukan dari evaluasi formatif agar hasil lebih optimal. [Lihat sumber Disini - distancelearning.institute] - Desain dan pelaksanaan evaluasi sumatif (Summative Evaluation)
Evaluasi akhir terhadap efektivitas keseluruhan instruksi setelah penggunaan penuh, untuk menilai apakah tujuan pembelajaran tercapai sesuai harapan. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]
Catatan: walau kadang model ditampilkan linear, pendekatan sesungguhnya bersifat sistem, artinya langkah-langkah bisa bersifat iteratif dan saling mempengaruhi. [Lihat sumber Disini - psu.pb.unizin.org]
Kelebihan dan Kekurangan / Pertimbangan Penggunaan
Kelebihan
- Memberikan struktur yang rinci dan sistematis, meminimalkan kesalahan perancangan pembelajaran serta memastikan kesesuaian antara tujuan, materi, strategi, dan evaluasi. [Lihat sumber Disini - lemonlearning.com]
- Cocok untuk materi atau kursus dengan kebutuhan spesifik, keterampilan terukur, atau pelatihan formal, termasuk modul e-learning, bahan ajar interaktif, atau pelatihan kerja. [Lihat sumber Disini - bcltraining.com]
- Memfasilitasi evaluasi dan revisi, evaluasi formatif memungkinkan perbaikan sebelum skala besar, sehingga kualitas pembelajaran dapat dijaga. [Lihat sumber Disini - repository.unsri.ac.id]
- Memperhatikan karakteristik peserta didik dan konteks, memungkinkan desain yang relevan dan adaptif terhadap kebutuhan nyata siswa. [Lihat sumber Disini - educationaltechnology.net]
Kekurangan / Tantangan / Pertimbangan
- Proses cukup kompleks dan memakan waktu, analisis, penulisan objektif, pembuatan materi, evaluasi, dan revisi membutuhkan sumber daya dan waktu yang tidak sedikit. [Lihat sumber Disini - lemonlearning.com]
- Kurang fleksibel untuk situasi pembelajaran informal, kreatif, atau yang sangat dinamis, karena desain yang sangat terstruktur bisa terasa “kaku” jika tujuan pembelajaran bersifat eksploratif atau berubah-ubah. [Lihat sumber Disini - bcltraining.com]
- Menuntut keahlian dalam penulisan tujuan kinerja, strategi instruksional, dan evaluasi, tidak ideal untuk pengajar/desainer tanpa pengetahuan dasar tentang desain instruksional. [Lihat sumber Disini - rkmsm.org]
Implementasi dan Relevansi di Konteks Pendidikan & e-Learning
Model Dick and Carey telah banyak diaplikasikan dalam penelitian dan praktik, mulai dari mata pelajaran konvensional seperti Bahasa & Sastra Indonesia, PAI (Pendidikan Agama Islam), IPA, hingga pengembangan bahan ajar elektronik atau e-learning. [Lihat sumber Disini - journals.ums.ac.id]
Dalam era Digital dan e-learning seperti sekarang, model ini sangat relevan, karena memungkinkan desainer instruksional untuk menyusun modul pembelajaran digital secara sistematis: dari tujuan → konten → media → interaksi → evaluasi → revisi. Dengan begitu, modul digital tidak hanya “asal bikin”, tapi terencana untuk mencapai hasil belajar spesifik.
Selain itu, bagi materi yang kompleks atau membutuhkan keterampilan (knowledge, skill, attitude), struktur sistematis Dick and Carey membantu menjaga kesinambungan antara teori, praktik, dan evaluasi.
Kesimpulan
Dick and Carey Model menawarkan kerangka kerja instruksional yang matang: sistematis, terstruktur, dan holistik. Dengan sepuluh tahap dari analisis kebutuhan hingga evaluasi sumatif, model ini membantu mendesain pembelajaran yang jelas tujuan, terencana, dan dapat dievaluasi.
Kelebihan utama terletak pada konsistensi antara tujuan, strategi, materi, dan evaluasi, menjadikannya sangat cocok untuk pengembangan modul, e-learning, dan pelatihan formal. Namun, kompleksitas dan kebutuhan sumber daya yang relatif besar menjadikannya kurang ideal untuk situasi informal atau cepat berubah.
Bagi Anda atau institusi yang ingin membangun pembelajaran dengan hasil terukur, terstruktur, dan terstandarisasi, Dick and Carey adalah pilihan yang tepat. Namun, perlu dipertimbangkan konteks, sumber daya, dan fleksibilitas yang dibutuhkan sebelum implementasi.