Terakhir diperbarui: 28 November 2025

Citation (APA Style):
Davacom. (2025, 28 November). Model Dick and Carey: Prinsip dan Langkah. SumberAjar. Retrieved 14 January 2026, from https://sumberajar.com/kamus/model-dick-and-carey-prinsip-dan-langkah  

Kamu menggunakan Mendeley? Add entry manual di sini.

Model Dick and Carey: Prinsip dan Langkah - SumberAjar.com

Model Dick and Carey: Prinsip dan Langkah

Pendahuluan

Dalam dunia pendidikan dan pengembangan instruksional, perencanaan pembelajaran yang sistematis penting agar tujuan pembelajaran tercapai secara efektif dan efisien. Salah satu model desain instruksional yang banyak digunakan adalah Dick and Carey Model, sebuah kerangka kerja sistematis yang membantu pendidik dan desainer instruksional merancang, mengembangkan, dan mengevaluasi pembelajaran dengan struktur dan sistem yang jelas. Model ini relevan baik untuk pendidikan formal, pelatihan profesional, modul e-learning, maupun pengembangan bahan ajar. Dengan menggunakan Dick and Carey, penyusunan tujuan, materi, strategi, serta evaluasi pembelajaran menjadi terintegrasi dan saling mendukung, sehingga meminimalkan ketidaksesuaian antara tujuan, aktivitas pembelajaran, dan hasil akhir. [Lihat sumber Disini - whatfix.com]


Definisi Dick and Carey Model

Definisi secara umum

Dick and Carey Model adalah pendekatan desain instruksional yang melihat proses pembelajaran sebagai sebuah sistem holistik, bukan sekadar rangkaian kegiatan terpisah antara guru dan siswa, melainkan interaksi antara berbagai komponen: pengajar, peserta didik, materi, lingkungan instruksional, metode, serta media pembelajaran. Dalam model ini, seluruh elemen bekerja bersama untuk mencapai hasil belajar spesifik yang telah ditetapkan. [Lihat sumber Disini - psu.pb.unizin.org]

Model ini menekankan bahwa perencanaan pembelajaran harus dimulai dari identifikasi kebutuhan dan tujuan, kemudian dilanjutkan dengan analisis instruksional, karakteristik siswa & konteks, formulasi tujuan kinerja, pengembangan instrumen penilaian, strategi instruksional, materi ajar, serta evaluasi dan revisi, semuanya sebagai bagian dari satu sistem terpadu. [Lihat sumber Disini - repository.unsri.ac.id]

 

Definisi menurut para ahli

Berikut beberapa pendapat ahli tentang Dick and Carey Model:

  • Menurut Walter Dick dan Lou Carey, pencetus model, pembelajaran adalah sebuah sistem di mana “instruktur, peserta didik, materi, aktivitas instruksional, sistem penyampaian, dan lingkungan belajar & performa” saling berinteraksi untuk menghasilkan hasil belajar yang diinginkan. [Lihat sumber Disini - commons.hostos.cuny.edu]
  • Dalam studi oleh Wisnu Nugroho Aji dalam konteks pembelajaran Bahasa & Sastra Indonesia, model ini dinilai sesuai karena menggunakan tahapan sistematis – dari identifikasi tujuan sampai evaluasi – sehingga mendukung kualitas proses dan hasil belajar. [Lihat sumber Disini - journals.ums.ac.id]
  • Menurut penelitian oleh Dila Rukmi Octaviana dkk. pada pembelajaran PAI, Dick and Carey dianggap sebagai model yang menggabungkan unsur kognitif dan behavioristik, serta cocok untuk materi dengan orientasi pengetahuan, sikap, dan keterampilan karena desainnya yang runtut dan terstruktur. [Lihat sumber Disini - jurnal.unugha.ac.id]
  • Dalam kajian literatur terbaru (2025) terhadap pembelajaran IPA, model ini diakui sebagai pendekatan sistematis yang terdiri dari sepuluh tahapan untuk merancang, mengembangkan, dan mengevaluasi program pembelajaran, menekankan pentingnya evaluasi dan revisi terhadap instruksi agar efektif. [Lihat sumber Disini - e-journal.hamzanwadi.ac.id]

Prinsip dan Komponen Dasar Dick and Carey Model

Model ini dibangun atas beberapa prinsip utama:

  • Pendekatan sistem (systems approach), semua komponen instruksi dianggap saling berkaitan; perubahan pada satu komponen mempengaruhi komponen lain. [Lihat sumber Disini - psu.pb.unizin.org]
  • Kesinambungan antara tujuan, strategi, materi, dan evaluasi, tujuan pembelajaran, materi ajar, metode instruksional, dan instrumen evaluasi harus selaras dan mendukung satu sama lain. [Lihat sumber Disini - edis.ifas.ufl.edu]
  • Keterlibatan analisis awal: kebutuhan, karakteristik siswa, dan konteks, sebelum merancang materi, dilakukan analisis mendalam terhadap apa yang dibutuhkan siswa dan kondisi lingkungan belajar. [Lihat sumber Disini - educationaltechnology.net]
  • Formulasi tujuan kinerja (performance objectives) yang konkret dan terukur, hasil belajar dirumuskan sebagai perilaku atau kinerja spesifik yang dapat diamati/diukur. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]
  • Desain instruksional berbasis bukti dan evaluasi berkelanjutan, instruksional diuji melalui evaluasi formatif, kemudian direvisi sebelum kemudian dievaluasi secara sumatif, agar kualitas pembelajaran optimal. [Lihat sumber Disini - repository.unsri.ac.id]

Langkah-Langkah dalam Dick and Carey Model

Model ini umumnya dijelaskan dalam sepuluh langkah sistematis sebagai berikut: [Lihat sumber Disini - repository.unsri.ac.id]

  1. Identifikasi kebutuhan dan penentuan tujuan pembelajaran
    Menentukan apa yang perlu dicapai melalui pembelajaran, misalnya pengetahuan, keterampilan, atau sikap yang diharapkan siswa kuasai. [Lihat sumber Disini - repository.unsri.ac.id]
  2. Analisis instruksional (Instructional Analysis)
    Memecah tujuan pembelajaran ke dalam komponen-komponen kecil dan menentukan tahapan atau sub-keterampilan yang harus dikuasai siswa untuk mencapai tujuan akhir. [Lihat sumber Disini - edis.ifas.ufl.edu]
  3. Analisis peserta didik dan konteks pembelajaran
    Menilai karakteristik awal siswa (pengetahuan/prior knowledge, pengalaman, kebutuhan, lingkungan belajar) agar materi dan metode sesuai dengan kondisi mereka. [Lihat sumber Disini - educationaltechnology.net]
  4. Merumuskan tujuan kinerja (Performance Objectives)
    Menyusun tujuan yang spesifik dan terukur dalam bentuk perilaku yang dapat diamati, mencakup kondisi, tindakan, dan kriteria keberhasilan. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]
  5. Mengembangkan instrumen penilaian (assessment instruments)
    Mendesain alat evaluasi (pre-test, post-test, tes praktik, tugas, dsb.) untuk mengukur apakah tujuan telah tercapai. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]
  6. Merancang strategi instruksional (Instructional Strategy)
    Menentukan bagaimana materi akan disampaikan: metode, urutan, aktivitas siswa, interaksi, dan media pembelajaran. [Lihat sumber Disini - educationaltechnology.net]
  7. Mengembangkan dan memilih materi instruksional
    Membuat atau memilih materi ajar (teks, gambar, media, modul, dsb.) sesuai strategi. [Lihat sumber Disini - repository.unsri.ac.id]
  8. Desain dan pelaksanaan evaluasi formatif (Formative Evaluation)
    Menguji materi dan instruksi dengan sejumlah kecil peserta terlebih dahulu untuk melihat kekurangan atau aspek yang perlu diperbaiki. [Lihat sumber Disini - edis.ifas.ufl.edu]
  9. Revisi instruksi berdasarkan hasil evaluasi
    Perbaikan materi, strategi, atau instrumen berdasarkan masukan dari evaluasi formatif agar hasil lebih optimal. [Lihat sumber Disini - distancelearning.institute]
  10. Desain dan pelaksanaan evaluasi sumatif (Summative Evaluation)
    Evaluasi akhir terhadap efektivitas keseluruhan instruksi setelah penggunaan penuh, untuk menilai apakah tujuan pembelajaran tercapai sesuai harapan. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]

Catatan: walau kadang model ditampilkan linear, pendekatan sesungguhnya bersifat sistem, artinya langkah-langkah bisa bersifat iteratif dan saling mempengaruhi. [Lihat sumber Disini - psu.pb.unizin.org]


Kelebihan dan Kekurangan / Pertimbangan Penggunaan

Kelebihan

Kekurangan / Tantangan / Pertimbangan

  • Proses cukup kompleks dan memakan waktu, analisis, penulisan objektif, pembuatan materi, evaluasi, dan revisi membutuhkan sumber daya dan waktu yang tidak sedikit. [Lihat sumber Disini - lemonlearning.com]
  • Kurang fleksibel untuk situasi pembelajaran informal, kreatif, atau yang sangat dinamis, karena desain yang sangat terstruktur bisa terasa “kaku” jika tujuan pembelajaran bersifat eksploratif atau berubah-ubah. [Lihat sumber Disini - bcltraining.com]
  • Menuntut keahlian dalam penulisan tujuan kinerja, strategi instruksional, dan evaluasi, tidak ideal untuk pengajar/desainer tanpa pengetahuan dasar tentang desain instruksional. [Lihat sumber Disini - rkmsm.org]

Implementasi dan Relevansi di Konteks Pendidikan & e-Learning

Model Dick and Carey telah banyak diaplikasikan dalam penelitian dan praktik, mulai dari mata pelajaran konvensional seperti Bahasa & Sastra Indonesia, PAI (Pendidikan Agama Islam), IPA, hingga pengembangan bahan ajar elektronik atau e-learning. [Lihat sumber Disini - journals.ums.ac.id]

Dalam era Digital dan e-learning seperti sekarang, model ini sangat relevan, karena memungkinkan desainer instruksional untuk menyusun modul pembelajaran digital secara sistematis: dari tujuan → konten → media → interaksi → evaluasi → revisi. Dengan begitu, modul digital tidak hanya “asal bikin”, tapi terencana untuk mencapai hasil belajar spesifik.

Selain itu, bagi materi yang kompleks atau membutuhkan keterampilan (knowledge, skill, attitude), struktur sistematis Dick and Carey membantu menjaga kesinambungan antara teori, praktik, dan evaluasi.


Kesimpulan

Dick and Carey Model menawarkan kerangka kerja instruksional yang matang: sistematis, terstruktur, dan holistik. Dengan sepuluh tahap dari analisis kebutuhan hingga evaluasi sumatif, model ini membantu mendesain pembelajaran yang jelas tujuan, terencana, dan dapat dievaluasi.

Kelebihan utama terletak pada konsistensi antara tujuan, strategi, materi, dan evaluasi, menjadikannya sangat cocok untuk pengembangan modul, e-learning, dan pelatihan formal. Namun, kompleksitas dan kebutuhan sumber daya yang relatif besar menjadikannya kurang ideal untuk situasi informal atau cepat berubah.

Bagi Anda atau institusi yang ingin membangun pembelajaran dengan hasil terukur, terstruktur, dan terstandarisasi, Dick and Carey adalah pilihan yang tepat. Namun, perlu dipertimbangkan konteks, sumber daya, dan fleksibilitas yang dibutuhkan sebelum implementasi.

 

Artikel ini ditulis dan disunting oleh tim redaksi SumberAjar.com berdasarkan referensi akademik Indonesia.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Model Dick and Carey adalah model desain instruksional sistematis yang memandang proses pembelajaran sebagai sebuah sistem yang terdiri dari tujuan, analisis kebutuhan, strategi instruksional, materi, serta evaluasi formatif dan sumatif untuk memastikan hasil belajar tercapai secara optimal.

Langkah-langkah dalam Model Dick and Carey meliputi: identifikasi kebutuhan, analisis instruksional, analisis peserta didik dan konteks, perumusan tujuan kinerja, pengembangan instrumen penilaian, perancangan strategi instruksional, pengembangan materi, evaluasi formatif, revisi instruksional, dan evaluasi sumatif.

Kelebihan Model Dick and Carey antara lain struktur yang sangat sistematis, keselarasan antara tujuan dan evaluasi, dukungan untuk revisi pembelajaran melalui evaluasi formatif, dan kesesuaian untuk pembelajaran yang terstandar seperti modul e-learning dan pelatihan profesional.

Model Dick and Carey digunakan untuk merancang program pembelajaran yang terencana secara sistematis, baik di pendidikan formal, pelatihan kerja, e-learning, maupun pengembangan bahan ajar dengan tujuan hasil belajar yang terukur dan efektif.

Beberapa kekurangan Model Dick and Carey adalah prosesnya yang cukup kompleks dan memakan waktu, tuntutan terhadap kemampuan analisis instruksional, serta kurang fleksibel untuk situasi pembelajaran yang sangat dinamis atau improvisatif.

Home
Kamus
Cite Halaman Ini
Geser dari kiri untuk membuka artikel Relevan.
Geser dari kanan untuk artikel terbaru.
Jangan tampilkan teks ini lagi
Artikel Relevan
Model Penelitian: Jenis, Struktur, dan Contohnya Model Penelitian: Jenis, Struktur, dan Contohnya Teknik Validasi Model Penelitian Teknik Validasi Model Penelitian Model Konseptual: Pengertian, Fungsi, dan Contoh Model Konseptual: Pengertian, Fungsi, dan Contoh Teori dan Model dalam Pendekatan Ilmiah Teori dan Model dalam Pendekatan Ilmiah Model Konseptual Teori: Pengertian, Fungsi, dan Contoh Model Konseptual Teori: Pengertian, Fungsi, dan Contoh Model Teoritis: Definisi, Fungsi, dan Contoh dalam Penelitian Model Teoritis: Definisi, Fungsi, dan Contoh dalam Penelitian Prinsip Keilmuan: Pengertian, Ciri, dan Contoh Prinsip Keilmuan: Pengertian, Ciri, dan Contoh Hubungan antara Teori, Konsep, dan Model dalam Ilmu Hubungan antara Teori, Konsep, dan Model dalam Ilmu Analisis Residual: Pengertian dan Interpretasi Analisis Residual: Pengertian dan Interpretasi Model Kirkpatrick: Tahapan dan Contoh Aplikasi Model Kirkpatrick: Tahapan dan Contoh Aplikasi Efektivitas Model Pembelajaran Kooperatif Efektivitas Model Pembelajaran Kooperatif Koefisien Determinasi R²: Fungsi dan Arti Koefisien Determinasi R²: Fungsi dan Arti Prinsip Falsifikasi dalam Ilmu Pengetahuan Modern Prinsip Falsifikasi dalam Ilmu Pengetahuan Modern Model Spiral Penelitian Tindakan Model Spiral Penelitian Tindakan Model: Definisi, Jenis, dan Contohnya dalam Penelitian Model: Definisi, Jenis, dan Contohnya dalam Penelitian Etika Pelayanan Kesehatan Etika Pelayanan Kesehatan Perencanaan Penelitian Tahapan dan Prinsip Dasarnya Perencanaan Penelitian Tahapan dan Prinsip Dasarnya Metode Spiral dalam Pengembangan Software Metode Spiral dalam Pengembangan Software Etika Pengambilan Keputusan Klinis: Konsep, Dilema Etik, dan Praktik Profesional Etika Pengambilan Keputusan Klinis: Konsep, Dilema Etik, dan Praktik Profesional Prinsip Inferensi dalam Penarikan Kesimpulan Prinsip Inferensi dalam Penarikan Kesimpulan
Artikel Terbaru
Memuat artikel terbaru…