Terakhir diperbarui: 30 January 2026

Citation (APA Style):
Davacom. (2026, 30 January). Metode Pembelajaran Kooperatif: konsep, model, dan efektivitas belajar. SumberAjar. Retrieved 30 January 2026, from https://sumberajar.com/kamus/metode-pembelajaran-kooperatif-konsep-model-dan-efektivitas-belajar  

Kamu menggunakan Mendeley? Add entry manual di sini.

Metode Pembelajaran Kooperatif: konsep, model, dan efektivitas belajar - SumberAjar.com

Metode Pembelajaran Kooperatif: Konsep, Model, dan Efektivitas Belajar

Pendahuluan

Pembelajaran pada era kontemporer menuntut strategi pengajaran yang aktif, kolaboratif, dan mampu meningkatkan pemahaman konsep peserta didik secara bermakna. Salah satu pendekatan yang mendapat perhatian luas dalam teori dan praktik pendidikan ialah metode pembelajaran kooperatif (cooperative learning), yaitu pendekatan yang menempatkan interaksi sosial dan kerja sama antara siswa sebagai inti dari proses belajar. Pendekatan ini menggeser pola pembelajaran dari orientasi individu yang terpusat pada guru menjadi pembelajaran yang berpusat pada peserta didik melalui kerjasama kelompok kecil. Konsep ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan hasil akademik tetapi juga kompetensi sosial, keterampilan berpikir kritis, dan kemampuan komunikasi antar peserta didik. Ide dasar di balik pembelajaran kooperatif adalah bahwa ketika siswa bekerja bersama untuk mencapai tujuan bersama, proses belajar menjadi lebih bermakna dan mendalam. ([Lihat sumber Disini - co-operation.org])


Definisi Metode Pembelajaran Kooperatif

Definisi Metode Pembelajaran Kooperatif Secara Umum

Metode pembelajaran kooperatif secara umum merupakan suatu pendekatan pembelajaran yang menggunakan kelompok kecil siswa untuk bekerja bersama dalam mencapai tujuan akademik bersama. Dalam pendekatan ini siswa bukan hanya belajar secara individual, tetapi saling berinteraksi dan saling membantu untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan, yang berarti bahwa keberhasilan individu bergantung pada keberhasilan kelompok secara keseluruhan. Hal ini berbeda dengan pembelajaran kelompok biasa karena pembelajaran kooperatif memiliki struktur dan aturan yang jelas serta evaluasi yang mempertimbangkan kontribusi setiap individu terhadap kerja kelompok. ([Lihat sumber Disini - co-operation.org])

Definisi Metode Pembelajaran Kooperatif dalam KBBI

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), pembelajaran kooperatif adalah metode pembelajaran yang menekankan kerja sama dalam kelompok untuk memaksimalkan proses belajar dan mencapai tujuan pembelajaran. Dalam KBBI, istilah “kooperatif” berkaitan dengan kerja bersama atau gotong royong untuk mencapai hasil yang maksimal, bukan semata kerja sendiri. Definisi ini sejalan dengan konsep pendidikan yang menekankan kolaborasi dan interaksi sosial dalam proses belajar. (Sumber: KBBI daring)

Link sumber: [Lihat sumber Disini - kbbi.kemdikbud.go.id] (definisi “kooperatif”, diakses secara publik).

Definisi Metode Pembelajaran Kooperatif Menurut Para Ahli

Beberapa ahli memberikan definisi terkait metode pembelajaran kooperatif berdasarkan kajian teoritis dan praktis. Johnson & Johnson mendefinisikan pembelajaran kooperatif sebagai penggunaan kelompok kecil yang terstruktur sehingga siswa bekerja bersama untuk memaksimalkan pembelajaran mereka sendiri dan juga teman-temannya. ([Lihat sumber Disini - co-operation.org]) Slavin menjelaskan pembelajaran kooperatif sebagai berbagai macam model pembelajaran di mana siswa bekerja bersama dalam kelompok yang heterogen untuk saling membantu memahami materi, sehingga setiap siswa memperoleh kesempatan belajar yang optimal. ([Lihat sumber Disini - eprints.uny.ac.id]) Menurut Isjoni, pembelajaran kooperatif merupakan bentuk pendekatan mengajar di mana siswa bekerja sama secara sadar dalam kelompok kecil untuk menyelesaikan tugas yang diberikan oleh guru, sehingga tanggung jawab belajar ada pada setiap individu sekaligus kelompok. ([Lihat sumber Disini - jurnal.inkadha.ac.id])


Prinsip-Prinsip Pembelajaran Kooperatif

Pembelajaran kooperatif bukan sekadar pengelompokan siswa secara acak untuk berdiskusi. Pendekatan ini memiliki prinsip-prinsip khas yang membedakannya dari sekadar kerja kelompok tradisional. Salah satu prinsip utama adalah positive interdependence, yakni hubungan saling ketergantungan positif antar anggota kelompok. Dengan prinsip ini, setiap anggota menyadari bahwa tujuan individu hanya dapat tercapai jika tujuan kelompok juga tercapai, sehingga setiap anggota terdorong untuk belajar bersama-sama dan saling membantu. ([Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org])

Selain itu, pembelajaran kooperatif menuntut adanya individual accountability, yakni tanggung jawab setiap siswa atas kontribusinya dalam kelompok serta penilaian atas hasil belajarnya secara individu. Prinsip lain yang penting adalah promotive interaction, yaitu interaksi antar anggota kelompok yang mendorong diskusi, pertukaran gagasan, dan penyelesaian masalah bersama. ([Lihat sumber Disini - ojs.itapi.or.id]) Prinsip-prinsip ini membentuk fondasi bagaimana kerja kelompok dalam pembelajaran kooperatif dapat berjalan efektif, memastikan bahwa setiap siswa terlibat secara aktif. ([Lihat sumber Disini - researchgate.net])


Model-Model Pembelajaran Kooperatif

Pembelajaran kooperatif memiliki berbagai model yang dikembangkan untuk tujuan pembelajaran tertentu dan konteks kelas yang berbeda. Model-model ini memiliki struktur, tahapan, dan aturan yang berbeda-beda namun tetap berlandaskan prinsip kerja sama dan tanggung jawab bersama.

Salah satu model yang paling terkenal adalah STAD (Student Teams Achievement Divisions). Model ini menempatkan siswa dalam tim beranggotakan siswa dengan kemampuan beragam untuk belajar bersama dan menyelesaikan tugas bersama. Evaluasi dilakukan berdasarkan prestasi individu serta hasil tim secara keseluruhan, sehingga mendorong kerja sama semua anggota kelompok untuk mencapai hasil yang baik. ([Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org])

Model Jigsaw adalah model yang dirancang oleh Elliot Aronson di mana setiap anggota kelompok bertanggung jawab atas bagian tertentu dari materi pelajaran. Anggota kelompok belajar secara individu terlebih dahulu kemudian bertemu dengan anggota dari kelompok lain yang memiliki topik yang sama untuk mendiskusikan materi tersebut. Setelah diskusi, mereka kembali ke kelompok asalnya untuk mengajarkan apa yang telah dipelajari kepada anggota lain. Cara ini menumbuhkan rasa tanggung jawab, keterampilan komunikasi, dan saling mengajar antar siswa. ([Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org])

Model Think-Pair-Share (TPS) adalah strategi di mana siswa pertama-tama berpikir secara individu tentang suatu pertanyaan atau masalah, kemudian berdiskusi berpasangan, dan terakhir berbagi hasil diskusi dengan kelas. Model ini memberikan waktu bagi siswa untuk berpikir sendiri, berkolaborasi dalam kelompok kecil, dan berbagi pengetahuan dengan lebih luas. ([Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org])

Selain itu, terdapat model-model lain seperti Group Investigation, Make A Match, Two Stay Two Stray, dan lainnya yang kesemuanya menekankan kerja bersama dalam kelompok kecil untuk mencapai tujuan pembelajaran tertentu. ([Lihat sumber Disini - id.scribd.com])


Langkah-Langkah Penerapan Pembelajaran Kooperatif

Implementasi pembelajaran kooperatif di kelas harus dilakukan secara terstruktur agar prinsip-prinsip yang mendasarinya dapat berjalan efektif. Tahapan umum penerapan metode ini meliputi:

  1. Perencanaan Kelompok: Guru menetapkan tujuan pembelajaran, materi yang akan dipelajari, dan cara pengelompokan siswa dalam kelompok kecil yang heterogen. Kelompok biasanya terdiri dari siswa dengan latar belakang dan kemampuan berbeda agar interaksi dan saling belajar dapat optimal.

  2. Penugasan Tugas: Setiap kelompok diberikan tugas atau materi yang jelas. Dalam model seperti Jigsaw, setiap anggota kelompok mendapatkan subbagian materi yang berbeda sehingga mereka harus saling mengajar.

  3. Pembelajaran dan Diskusi Kelompok: Anggota kelompok bekerja sama untuk menyelesaikan tugas, berdiskusi, dan memecahkan masalah bersama. Guru berperan sebagai fasilitator yang mengarahkan proses tanpa mendominasi diskusi.

  4. Presentasi dan Evaluasi: Hasil kerja kelompok disampaikan kepada kelas, kemudian dilakukan evaluasi baik atas kontribusi individu maupun kelompok. Evaluasi ini penting untuk menumbuhkan rasa tanggung jawab individual dan kelompok dalam proses pembelajaran.

Penerapan langkah-langkah ini secara konsisten dapat membantu siswa lebih aktif dalam pembelajaran serta meningkatkan pemahaman karena mereka tidak hanya menerima informasi secara pasif tetapi juga berinteraksi dan saling membantu untuk memahami materi. ([Lihat sumber Disini - niu.edu])


Peran Siswa dan Guru dalam Pembelajaran Kooperatif

Dalam pembelajaran kooperatif, peran siswa berubah dari sekadar penerima informasi menjadi pelaku aktif dalam proses belajar. Siswa dituntut untuk berpartisipasi penuh dalam diskusi kelompok, saling berdiskusi, saling menjelaskan materi kepada teman sekelompok, serta bertanggung jawab terhadap hasil belajar sendiri dan kelompok. Peran siswa menjadi lebih kompleks karena mereka tidak hanya mempelajari materi tetapi juga mengembangkan keterampilan sosial seperti komunikasi, toleransi, dan kolaborasi. ([Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org])

Di sisi lain, guru berfungsi sebagai fasilitator dan pembimbing. Guru merencanakan struktur pembelajaran, menyediakan sumber belajar, memantau diskusi kelompok, serta memberikan umpan balik dan bimbingan ketika diperlukan. Peran guru bukan lagi sebagai sumber tunggal pengetahuan tetapi sebagai pemandu yang membantu proses belajar siswa agar sesuai dengan tujuan pembelajaran yang direncanakan. ([Lihat sumber Disini - co-operation.org])


Efektivitas Pembelajaran Kooperatif terhadap Hasil Belajar

Berbagai penelitian empiris selama rentang 2021, 2025 menunjukkan bahwa metode pembelajaran kooperatif memberikan efek positif terhadap hasil belajar siswa. Sebagai contoh, analisis literatur terhadap model Jigsaw menunjukkan bahwa pendekatan ini secara konsisten meningkatkan hasil belajar siswa dalam berbagai mata pelajaran seperti Matematika, IPA, IPS, dan sebagainya dengan meningkatnya nilai rata-rata, partisipasi aktif, motivasi, dan komunikasi siswa. ([Lihat sumber Disini - journal.unpas.ac.id])

Begitu pula penelitian yang mengkaji model Think-Pair-Share menunjukkan bahwa penerapan model ini dapat meningkatkan keterlibatan siswa dan hasil belajar secara signifikan pada materi IPA, di mana peningkatan kemampuan siswa setelah penerapan pendekatan ini tergolong efektif secara statistik. ([Lihat sumber Disini - e-journal.my.id])

Penelitian lain juga menemukan bahwa implementasi pembelajaran kooperatif dapat meningkatkan motivasi belajar, keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran, serta hasil belajar secara keseluruhan ketika dibandingkan dengan metode pembelajaran konvensional. Hasil-hasil tersebut mendukung gagasan bahwa pembelajaran kooperatif tidak hanya meningkatkan prestasi akademik tetapi juga kompetensi sosial dan keterampilan berpikir kritis siswa. ([Lihat sumber Disini - ojs-teknik.usni.ac.id])


Kesimpulan

Metode pembelajaran kooperatif adalah pendekatan pembelajaran yang memberikan struktur bagi siswa untuk bekerja dalam kelompok kecil dengan tujuan bersama, meningkatkan interaksi, tanggung jawab individual dan kelompok, serta hasil belajar secara keseluruhan. Definisi menurut para ahli menekankan kerja sama saling bantu untuk mencapai tujuan akademik bersama, dan prinsip-prinsip pembelajaran kooperatif seperti positive interdependence dan individual accountability menjadi fondasi keberhasilannya. Berbagai model seperti STAD, Jigsaw, dan Think-Pair-Share menyediakan strategi konkret bagi guru untuk menerapkan pembelajaran kooperatif di kelas. Penerapan metode ini membutuhkan perencanaan dan bimbingan guru serta keterlibatan aktif siswa dalam setiap tahap pembelajaran. Efektivitas pembelajaran kooperatif terhadap hasil belajar telah dibuktikan oleh berbagai penelitian empiris dalam beberapa tahun terakhir, menunjukkan peningkatan prestasi akademik, motivasi, partisipasi, dan keterampilan sosial siswa. Dengan demikian, pembelajaran kooperatif terbukti menjadi pendekatan yang efektif dan relevan dalam konteks pendidikan kontemporer yang dinamis. ([Lihat sumber Disini - journal.unpas.ac.id])

Artikel ini ditulis dan disunting oleh tim redaksi SumberAjar.com berdasarkan referensi akademik Indonesia.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Metode pembelajaran kooperatif adalah pendekatan pembelajaran yang menekankan kerja sama siswa dalam kelompok kecil untuk mencapai tujuan belajar bersama melalui interaksi, diskusi, dan saling membantu antar anggota kelompok.

Tujuan utama pembelajaran kooperatif adalah meningkatkan hasil belajar siswa, mengembangkan keterampilan sosial, menumbuhkan rasa tanggung jawab, serta mendorong partisipasi aktif dalam proses pembelajaran.

Prinsip pembelajaran kooperatif meliputi ketergantungan positif antar anggota kelompok, tanggung jawab individu, interaksi tatap muka, keterampilan sosial, dan evaluasi kelompok.

Beberapa model pembelajaran kooperatif yang sering digunakan antara lain Student Teams Achievement Divisions (STAD), Jigsaw, Think Pair Share (TPS), Group Investigation, dan Two Stay Two Stray.

Guru berperan sebagai fasilitator yang merancang pembelajaran, membentuk kelompok, membimbing diskusi, memantau kerja kelompok, serta memberikan evaluasi dan umpan balik kepada siswa.

Ya, berbagai penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran kooperatif efektif meningkatkan hasil belajar, motivasi, partisipasi, serta keterampilan sosial siswa dibandingkan metode pembelajaran konvensional.

⬇
Home
Kamus
Cite Halaman Ini
Geser dari kiri untuk membuka artikel Relevan.
Geser dari kanan untuk artikel terbaru.
Jangan tampilkan teks ini lagi
Artikel Relevan
Efektivitas Model Pembelajaran Kooperatif Efektivitas Model Pembelajaran Kooperatif Inovasi Model Bisnis: Konsep, Perubahan Model, dan Pertumbuhan Inovasi Model Bisnis: Konsep, Perubahan Model, dan Pertumbuhan Integrasi Teknologi dalam Desain Pembelajaran Integrasi Teknologi dalam Desain Pembelajaran Metode Pembelajaran Inovatif: konsep, jenis, dan dampaknya pada siswa Metode Pembelajaran Inovatif: konsep, jenis, dan dampaknya pada siswa Model Penelitian: Jenis, Struktur, dan Contohnya Model Penelitian: Jenis, Struktur, dan Contohnya Agreeableness: Konsep dan Hubungan Interpersonal Agreeableness: Konsep dan Hubungan Interpersonal Model Konseptual: Pengertian, Fungsi, dan Contoh Model Konseptual: Pengertian, Fungsi, dan Contoh Metode Pembelajaran Aktif: konsep, prinsip, dan penerapannya di SD Metode Pembelajaran Aktif: konsep, prinsip, dan penerapannya di SD Evaluasi Pembelajaran: Tujuan, Jenis, dan Teknik Evaluasi Pembelajaran: Tujuan, Jenis, dan Teknik Teknik Validasi Model Penelitian Teknik Validasi Model Penelitian SPK Penentuan Metode Pembelajaran Efektif SPK Penentuan Metode Pembelajaran Efektif Persepsi Siswa terhadap Proses Pembelajaran Persepsi Siswa terhadap Proses Pembelajaran Metode Pembelajaran di Sekolah Dasar: konsep, klasifikasi, dan karakteristik Metode Pembelajaran di Sekolah Dasar: konsep, klasifikasi, dan karakteristik Teori dan Model dalam Pendekatan Ilmiah Teori dan Model dalam Pendekatan Ilmiah Media Pembelajaran Digital: Fungsi dan Contohnya Media Pembelajaran Digital: Fungsi dan Contohnya Model Konseptual Teori: Pengertian, Fungsi, dan Contoh Model Konseptual Teori: Pengertian, Fungsi, dan Contoh Model Teoritis: Definisi, Fungsi, dan Contoh dalam Penelitian Model Teoritis: Definisi, Fungsi, dan Contoh dalam Penelitian Metode Pembelajaran Tematik: konsep, integrasi, dan manfaatnya Metode Pembelajaran Tematik: konsep, integrasi, dan manfaatnya Model Kirkpatrick: Tahapan dan Contoh Aplikasi Model Kirkpatrick: Tahapan dan Contoh Aplikasi Model ADDIE dalam Penelitian Pendidikan Model ADDIE dalam Penelitian Pendidikan
Artikel Terbaru
Memuat artikel terbaru…