Terakhir diperbarui: 18 December 2025

Citation (APA Style):
Davacom. (2025, 18 December). Perencanaan Keluarga. SumberAjar. Retrieved 14 January 2026, from https://sumberajar.com/kamus/perencanaan-keluarga  

Kamu menggunakan Mendeley? Add entry manual di sini.

Perencanaan Keluarga - SumberAjar.com

Perencanaan Keluarga

Pendahuluan

Perencanaan keluarga merupakan elemen penting dalam pembangunan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan. Dengan pertumbuhan penduduk yang terus meningkat di banyak negara berkembang, termasuk Indonesia, kebutuhan untuk menetapkan strategi yang efektif dalam mengatur jumlah anak, waktu kehamilan, serta jarak antar kelahiran menjadi semakin mendesak. Program Perencanaan Keluarga atau yang lebih dikenal dengan KB dirancang agar pasangan suami istri mampu merencanakan jumlah dan waktu kelahiran secara sadar dan bertanggung jawab berdasarkan kemampuan dan kondisi kesehatan mereka sendiri. Pendekatan ini bukan hanya berdampak pada kesehatan reproduksi, tetapi juga memberikan implikasi luas bagi kesejahteraan ekonomi, pemberdayaan perempuan, dan kualitas kehidupan keluarga secara keseluruhan. [Lihat sumber Disini - who.int]


Definisi Perencanaan Keluarga

Definisi Perencanaan Keluarga Secara Umum

Perencanaan keluarga adalah proses yang memungkinkan individu atau pasangan untuk menentukan sendiri jumlah anak yang mereka ingin miliki serta kapan waktu kelahiran anak tersebut. Hal ini dicapai melalui pengetahuan, akses, dan penggunaan metode kontrasepsi serta manajemen kesehatan reproduksi. [Lihat sumber Disini - who.int]

Definisi Perencanaan Keluarga dalam KBBI

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), istilah “kegiatan keluarga berencana” umumnya merujuk pada usaha untuk mengatur kelahiran anak dengan cara tertentu sehingga jumlah dan waktu kelahiran anak berada dalam kendali pasangan suami istri sesuai kebutuhan keluarga mereka. (Catatan: definisi KBBI online dapat dicari langsung di [Lihat sumber Disini - kbbi.kemdikbud.go.id], pastikan menyertakan link sumber KBBI sesuai akses Anda di waktu artikel ini dibuat.)

Definisi Perencanaan Keluarga Menurut Para Ahli

Berikut ini adalah beberapa definisi perencanaan keluarga menurut ahli dan lembaga internasional:

  1. World Health Organization (WHO): Perencanaan keluarga adalah kemampuan individu dan pasangan untuk mengantisipasi dan mencapai jumlah anak yang diinginkan serta menentukan jarak dan waktu kelahiran melalui penggunaan kontrasepsi dan manajemen infertilitas. [Lihat sumber Disini - who.int]

  2. Sumarsih (2023) dalam jurnal akademik menyebut keluarga berencana sebagai program yang dirancang untuk menyeimbangkan antara kebutuhan jumlah penduduk dan kualitas keluarga melalui pengaturan jarak kehamilan dan pencegahan kehamilan yang tidak diinginkan. [Lihat sumber Disini - journal.um-surabaya.ac.id]

  3. BKKBN & UU RI No. 52/2009 (digambarkan dalam kajian akademik) menyatakan bahwa keluarga berencana adalah usaha mengatur jumlah anak, usia ideal melahirkan, dan jarak kelahiran melalui promosi, perlindungan, dan bantuan untuk mewujudkan keluarga yang berkualitas. [Lihat sumber Disini - digilib.itb.ac.id]

  4. Nainggolan (2022) mengartikan keluarga berencana sebagai upaya untuk menentukan jumlah dan jarak antara anak yang diinginkan serta menunda kehamilan dengan cara-cara yang efektif. [Lihat sumber Disini - publish.ojs-indonesia.com]

  5. Definisi dari perspektif layanan kesehatan memandang perencanaan keluarga sebagai bagian penting dari pelayanan kesehatan preventif yang membantu pasangan menghindari kehamilan yang tidak direncanakan dan merencanakan reproduksi dengan sehat. [Lihat sumber Disini - ojs.stikessehati.ac.id]


Pengertian dan Tujuan Perencanaan Keluarga

Perencanaan keluarga memiliki tujuan yang strategis dalam kesehatan masyarakat dan pembangunan keluarga. Program ini bukan hanya sekadar penggunaan kontrasepsi melainkan juga merupakan strategi holistik untuk meningkatkan kualitas hidup.

Secara umum, tujuan perencanaan keluarga mencakup:

  1. Mengendalikan laju pertumbuhan penduduk. Program KB membantu memperlambat laju kelahiran sehingga pertumbuhan penduduk dapat diseimbangkan dengan ketersediaan sumber daya dan fasilitas. [Lihat sumber Disini - keslan.kemkes.go.id]

  2. Meningkatkan kesehatan ibu dan anak. Dengan menjarangkan kehamilan dan mengatur waktu bersalin, risiko komplikasi kehamilan, kematian bayi, dan kematian ibu dapat ditekan. [Lihat sumber Disini - keslan.kemkes.go.id]

  3. Membentuk keluarga yang berkualitas. KB mendorong terbentuknya keluarga kecil yang sehat, sejahtera, kuat secara ekonomi, dan mampu memenuhi kebutuhan anak yang lahir. [Lihat sumber Disini - keslan.kemkes.go.id]

  4. Meningkatkan akses informasi dan pendidikan reproduksi. Tujuan lainnya adalah menyediakan edukasi kepada pasangan usia subur mengenai hak dan pilihan reproduksi yang bertanggung jawab. [Lihat sumber Disini - digilib.itb.ac.id]

  5. Mencegah kehamilan pada usia yang tidak ideal. Program ini membantu pasangan untuk mencegah kehamilan terlalu dini maupun terlalu tua secara medis. [Lihat sumber Disini - keslan.kemkes.go.id]


Manfaat Program KB bagi Keluarga

Program KB memberikan dampak signifikan bagi keluarga, tidak hanya dari sisi kesehatan tapi juga sosial dan ekonomi.

Manfaat Kesehatan

  1. Mengurangi kehamilan yang tidak diinginkan, KB membantu mengurangi risiko kehamilan yang tidak direncanakan, terutama pada kelompok usia muda maupun lanjut yang berisiko tinggi. [Lihat sumber Disini - keslan.kemkes.go.id]

  2. Meningkatkan interval kehamilan, Menjarangkan kelahiran memberi waktu bagi tubuh ibu untuk pulih secara fisik, memperbaiki nutrisi, dan mengurangi komplikasi kehamilan berikutnya. [Lihat sumber Disini - keslan.kemkes.go.id]

  3. Menurunkan angka kematian ibu dan anak, Dengan pengaturan jarak kehamilan yang tepat, angka kematian bayi dan ibu akibat komplikasi kehamilan dapat ditekan. [Lihat sumber Disini - keslan.kemkes.go.id]

Manfaat Sosial dan Psikologis

  1. Meningkatkan kesehatan mental keluarga, Jarak kehamilan yang optimal memberikan peluang bagi orang tua untuk mempersiapkan diri secara psikologis sehingga stress keluarga dapat berkurang. [Lihat sumber Disini - keslan.kemkes.go.id]

  2. Memberikan kontrol terhadap masa depan keluarga, Pasangan dapat merencanakan pendidikan anak, karier, dan rencana finansial lainnya dengan lebih baik ketika jumlah anak dan waktunya sudah direncanakan. [Lihat sumber Disini - advancesinresearch.id]

Manfaat Ekonomi

  1. Meningkatkan stabilitas ekonomi rumah tangga. Dengan jumlah anak yang direncanakan, keluarga dapat mengalokasikan sumber daya ke pendidikan, kesehatan, dan kebutuhan lain yang produktif. [Lihat sumber Disini - advancesinresearch.id]

  2. Kontribusi pada pemberdayaan perempuan. Keluarga yang mengadopsi perencanaan keluarga memberi peluang bagi perempuan untuk ikut dalam pendidikan dan tenaga kerja, yang meningkatkan kesejahteraan ekonomi keluarga. [Lihat sumber Disini - advancesinresearch.id]

  3. Kontribusi pada pembangunan nasional. Perencanaan keluarga yang berhasil akan berimplikasi pada menurunnya kemiskinan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia secara makro. [Lihat sumber Disini - advancesinresearch.id]


Peran Tenaga Kesehatan dalam KB

Tenaga kesehatan berperan strategis dalam mendukung pelaksanaan program perencanaan keluarga. Peran tersebut mencakup:

  1. Pemberian edukasi secara akurat, Tenaga kesehatan harus memberikan informasi yang tepat tentang berbagai metode KB, manfaat, efek samping, dan cara penggunaannya. [Lihat sumber Disini - journal.unjani.ac.id]

  2. Konseling reproduksi, Memberikan layanan konseling yang membantu pasangan memahami pilihan kontrasepsi yang paling sesuai dengan kondisi kesehatan dan tujuan keluarga mereka. [Lihat sumber Disini - journal.unjani.ac.id]

  3. Penyuluhan masyarakat luas, Melalui kegiatan penyuluhan di komunitas, tenaga kesehatan dapat meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya merencanakan keluarga. [Lihat sumber Disini - journal.unjani.ac.id]

  4. Fasilitasi layanan KB, Tenaga kesehatan juga berperan dalam menyediakan layanan KB, memasang metode kontrasepsi, dan melakukan tindak lanjut untuk memastikan efektivitasnya. [Lihat sumber Disini - journal.unjani.ac.id]

Peran ini menjadi sangat penting karena partisipasi masyarakat dalam program KB sering kali sangat dipengaruhi oleh kualitas layanan dan komunikasi dari tenaga kesehatan. [Lihat sumber Disini - ejournal.sisfokomtek.org]


Faktor yang Mempengaruhi Partisipasi KB

Partisipasi masyarakat dalam program KB dipengaruhi oleh beragam faktor:

  1. Pengetahuan dan edukasi, Masyarakat yang memiliki pengetahuan lengkap tentang manfaat dan efek KB cenderung lebih aktif berpartisipasi. [Lihat sumber Disini - ejournal.sisfokomtek.org]

  2. Pendidikan dan status ekonomi, Tingkat pendidikan yang lebih tinggi sering kali berkorelasi dengan partisipasi KB yang lebih tinggi karena pemahaman yang lebih baik. [Lihat sumber Disini - digilib.itb.ac.id]

  3. Faktor budaya dan kepercayaan, Norma budaya dan keyakinan tertentu dapat memengaruhi keputusan pasangan untuk berpartisipasi atau tidak dalam KB. [Lihat sumber Disini - journal.unismuh.ac.id]

  4. Ketersediaan layanan kesehatan, Akses yang mudah terhadap fasilitas kesehatan dan tenaga terlatih membuat layanan KB lebih optimal dan meningkatkan partisipasi. [Lihat sumber Disini - ijic.org]

  5. Pengaruh sosial dan dukungan keluarga, Dukungan pasangan dan keluarga besar sangat penting dalam keputusan menggunakan metode kontrasepsi. [Lihat sumber Disini - ejournal.sisfokomtek.org]


Dampak KB terhadap Kesejahteraan Keluarga

Program perencanaan keluarga terbukti memiliki dampak positif terhadap kesejahteraan keluarga secara luas. Berdasarkan riset ilmiah terbaru:

  1. Kesehatan ibu dan anak meningkat, Program KB yang efektif berkontribusi pada penurunan angka kematian ibu dan anak melalui pengaturan kehamilan yang sehat. [Lihat sumber Disini - advancesinresearch.id]

  2. Stabilitas ekonomi keluarga lebih tinggi, Dengan jumlah anak yang sesuai rencana, keluarga dapat mengalokasikan sumber daya untuk kebutuhan pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan lainnya. [Lihat sumber Disini - advancesinresearch.id]

  3. Peningkatan partisipasi perempuan dalam pendidikan dan pekerjaan, KB memberi perempuan kendali lebih besar atas reproduksi mereka, memungkinkan mereka mengejar pendidikan dan pekerjaan demi kesejahteraan keluarga jangka panjang. [Lihat sumber Disini - advancesinresearch.id]

  4. Pendidikan anak yang lebih baik, Ketika jumlah anak terencana, keluarga memiliki kemampuan yang lebih besar untuk berinvestasi pada pendidikan setiap anak, yang berdampak pada kualitas sumber daya manusia di masa depan. [Lihat sumber Disini - advancesinresearch.id]

  5. Kemandirian sosial dan pemberdayaan, Perencanaan keluarga juga memungkinkan keluarga untuk lebih mandiri dalam pengambilan keputusan reproduksi dan sosial, yang mendorong kesejahteraan sosial secara luas. [Lihat sumber Disini - advancesinresearch.id]


Kesimpulan

Perencanaan keluarga adalah bagian penting dari sistem kesehatan masyarakat modern yang memberikan dampak luas bagi kualitas hidup keluarga. Dengan pemahaman yang tepat tentang definisi, tujuan, manfaat, dan peran tenaga kesehatan, program KB mampu meningkatkan kesehatan reproduksi dan kesejahteraan sosial-ekonomi keluarga. Faktor-faktor seperti edukasi, budaya, akses layanan kesehatan, serta dukungan keluarga turut memengaruhi partisipasi masyarakat dalam KB. Dampaknya tidak hanya bersifat jangka pendek dalam mengatur kehamilan yang sehat, tetapi juga jangka panjang dalam meningkatkan stabilitas ekonomi, pendidikan, serta pemberdayaan perempuan.

Artikel ini ditulis dan disunting oleh tim redaksi SumberAjar.com berdasarkan referensi akademik Indonesia.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Perencanaan keluarga adalah upaya individu atau pasangan suami istri dalam mengatur jumlah anak, jarak kelahiran, dan waktu kehamilan melalui penggunaan metode kontrasepsi serta pengelolaan kesehatan reproduksi secara bertanggung jawab.

Tujuan utama program keluarga berencana adalah meningkatkan kesehatan ibu dan anak, menurunkan angka kematian ibu dan bayi, mengendalikan laju pertumbuhan penduduk, serta mewujudkan keluarga kecil yang sehat dan sejahtera.

Program KB bermanfaat untuk mengurangi kehamilan yang tidak direncanakan, meningkatkan jarak kehamilan yang sehat, memperbaiki kondisi ekonomi keluarga, serta mendukung pendidikan dan kesejahteraan anak secara optimal.

Pelaksanaan program KB melibatkan pasangan usia subur, tenaga kesehatan, pemerintah, serta masyarakat. Tenaga kesehatan berperan penting dalam edukasi, konseling, dan pelayanan kontrasepsi.

Partisipasi KB dipengaruhi oleh tingkat pengetahuan, pendidikan, kondisi ekonomi, kepercayaan budaya, dukungan keluarga, serta ketersediaan dan akses terhadap layanan kesehatan.

KB berdampak positif terhadap kesejahteraan keluarga dengan meningkatkan kesehatan ibu dan anak, stabilitas ekonomi rumah tangga, kesempatan pendidikan anak, serta pemberdayaan perempuan dalam keluarga.

⬇
Home
Kamus
Cite Halaman Ini
Geser dari kiri untuk membuka artikel Relevan.
Geser dari kanan untuk artikel terbaru.
Jangan tampilkan teks ini lagi
Artikel Relevan
Koping Keluarga: Konsep, Peran, dan Implikasi Keperawatan Koping Keluarga: Konsep, Peran, dan Implikasi Keperawatan Perubahan Struktur Keluarga: Konsep dan Implikasi Sosial Perubahan Struktur Keluarga: Konsep dan Implikasi Sosial Gangguan Koping Keluarga Gangguan Koping Keluarga Kesiapan Peningkatan Pengetahuan Keluarga Pasien Kesiapan Peningkatan Pengetahuan Keluarga Pasien Kesiapan Peningkatan Pengetahuan Keluarga: Konsep, Indikator, dan Peran Kesiapan Peningkatan Pengetahuan Keluarga: Konsep, Indikator, dan Peran Dukungan Keluarga dalam Proses Penyembuhan Pasien Dukungan Keluarga dalam Proses Penyembuhan Pasien Perencanaan Penelitian Tahapan dan Prinsip Dasarnya Perencanaan Penelitian Tahapan dan Prinsip Dasarnya Peran Keluarga dalam Kesehatan Peran Keluarga dalam Kesehatan Kesiapan Keluarga Menyambut Bayi Kesiapan Keluarga Menyambut Bayi Pola Komunikasi Keluarga Tidak Efektif: Konsep, Penyebab, dan Dampak Pola Komunikasi Keluarga Tidak Efektif: Konsep, Penyebab, dan Dampak Ketidakefektifan Pola Komunikasi Keluarga Ketidakefektifan Pola Komunikasi Keluarga Dukungan Keluarga dalam Penyembuhan Pasien: Konsep, Makna, dan Kontribusi Dukungan Keluarga dalam Penyembuhan Pasien: Konsep, Makna, dan Kontribusi Dukungan Keluarga dalam Perawatan Pasien Dukungan Keluarga dalam Perawatan Pasien Pengaruh Dukungan Keluarga terhadap Kepatuhan Ibu Hamil Minum Fe Pengaruh Dukungan Keluarga terhadap Kepatuhan Ibu Hamil Minum Fe Kesiapan Keluarga Menyambut Bayi: Konsep, Dukungan Sosial, dan Adaptasi Kesiapan Keluarga Menyambut Bayi: Konsep, Dukungan Sosial, dan Adaptasi Pencegahan Stunting Berbasis Keluarga Pencegahan Stunting Berbasis Keluarga Pola Makan Keluarga dan Risiko Obesitas Anak Pola Makan Keluarga dan Risiko Obesitas Anak Pengetahuan Keluarga tentang Obat Anak Pengetahuan Keluarga tentang Obat Anak Analisis Data Rekam Medis untuk Perencanaan Kesehatan Analisis Data Rekam Medis untuk Perencanaan Kesehatan Persepsi Remaja Putri terhadap KB Pasca Nikah Persepsi Remaja Putri terhadap KB Pasca Nikah
Artikel Terbaru
Memuat artikel terbaru…