Terakhir diperbarui: 19 December 2025

Citation (APA Style):
Davacom. (2025, 19 December). Air Bersih dan Kesehatan. SumberAjar. Retrieved 14 January 2026, from https://sumberajar.com/kamus/air-bersih-dan-kesehatan  

Kamu menggunakan Mendeley? Add entry manual di sini.

Air Bersih dan Kesehatan - SumberAjar.com

Air Bersih dan Kesehatan

Pendahuluan

Air merupakan elemen dasar yang mutlak diperlukan oleh semua makhluk hidup untuk bertahan hidup. Ketersediaan air bersih yang aman secara langsung memengaruhi kondisi kesehatan masyarakat serta produktivitas sosial-ekonomi. Di banyak wilayah di Indonesia maupun dunia, tantangan akses air minum yang memenuhi persyaratan kesehatan masih signifikan, meskipun sudah ada upaya berbagai pihak untuk memperbaiki infrastruktur dan pengelolaan sumber air. Data menunjukkan bahwa meskipun sebagian besar rumah tangga memiliki akses terhadap air minum layak, hanya sebagian kecil yang benar-benar memiliki akses terhadap air yang aman sesuai standar kesehatan. [Lihat sumber Disini - jurnal-id.com]


Definisi Air Bersih dan Kesehatan

Definisi Air Bersih dan Kesehatan Secara Umum

Air bersih adalah air yang memenuhi kriteria tertentu sehingga aman dikonsumsi dan digunakan dalam kehidupan sehari-hari tanpa membahayakan kesehatan manusia. Air jenis ini bebas dari patogen, kontaminan berbahaya secara fisik, kimia, maupun mikrobiologis yang dapat menimbulkan penyakit. Sistem air bersih yang baik mampu melindungi kesehatan masyarakat dari ancaman penyakit yang dibawa oleh air, seperti diare, kolera, tifus, dan penyakit berbasis air lainnya. [Lihat sumber Disini - ftuncen.com]

Definisi Air Bersih dan Kesehatan dalam KBBI

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), istilah air bersih didefinisikan sebagai “air tawar yang memenuhi syarat kesehatan”, artinya air tersebut layak secara medis dan aman untuk diminum serta digunakan dalam konteks kebutuhan rumah tangga lainnya tanpa risiko pembawa penyakit. [Lihat sumber Disini - id.wiktionary.org]

Definisi Air Bersih dan Kesehatan Menurut Para Ahli

Para ahli di bidang kesehatan masyarakat dan lingkungan memberikan definisi yang lebih operasional terkait air bersih dan hubungannya dengan kesehatan sebagai berikut:

  1. World Health Organization (WHO)

    Menurut WHO, air minum yang aman harus tersedia, cukup, dan bebas dari kontaminan fisik serta mikroba patogen agar tidak membahayakan kesehatan saat dikonsumsi atau digunakan dalam kegiatan domestik. [Lihat sumber Disini - who.int]

  2. Rose et al. (2025)

    Menyatakan bahwa kualitas air merupakan karakteristik kompleks air yang mencakup aspek fisik, kimia, dan bakteriologis, yang diukur untuk menilai keselamatan dan dampaknya terhadap kesehatan masyarakat. [Lihat sumber Disini - sciencedirect.com]

  3. Penelitian Jurnal Indonesia (Rahmatullah et al., 2025)

    Air bersih memenuhi syarat kesehatan jika parameter seperti pH, zat terlarut total, dan tingkat kontaminan biologis berada dalam batas standar yang ditetapkan oleh regulasi kesehatan nasional, sehingga aman digunakan dalam kehidupan sehari-hari. [Lihat sumber Disini - jurnal.untan.ac.id]

  4. Saeed et al. (2022)

    Memperkuat konsep bahwa kualitas air yang baik memerlukan evaluasi multidimensional termasuk parameter fisik, kimia, dan mikroba untuk menentukan dampaknya terhadap kesehatan masyarakat di komunitas pedesaan. [Lihat sumber Disini - mdpi.com]


Sumber Air Bersih dan Keamanannya

Sumber air bersih pada umumnya berasal dari beberapa jalur utama: air tanah (sumur bor dan mata air), air permukaan (sungai, waduk), dan air hujan yang ditangkap atau diolah. Setiap sumber memiliki tantangan tersendiri dalam memberi jaminan air aman dikonsumsi:

  1. Air Tanah:

    Sumur bor sering menjadi sumber air bersih utama di banyak komunitas. Namun tanpa pengujian parameter seperti pH, TDS, atau kontaminan mikrobiologis, air ini dapat mengandung zat yang melebihi standar kesehatan dan perlu diolah terlebih dahulu. [Lihat sumber Disini - jurnal.untan.ac.id]

  2. Air Permukaan:

    Air sungai atau waduk sering rentan terhadap pencemaran dari limbah pertanian, industri, atau limbah domestik. Kontaminasi dengan bakteri seperti E. coli atau polutan kimia dapat meningkatkan risiko penyakit yang dibawa oleh air jika tidak melalui pemrosesan yang tepat. [Lihat sumber Disini - japs.ejournal.unri.ac.id]

  3. Air Hujan & Air Sumur Gali:

    Meski secara alami bersifat bersih, air hujan atau sumur gali jika tidak ditangkap/diolah dengan benar tetap berpotensi tercemar oleh polutan atau mikroba berbahaya, sehingga proses filtrasi adalah langkah penting untuk keamanan konsumsi. Penggunaan sumur gali bahkan bisa berisiko tinggi jika menggunakan air yang tidak melalui standar sanitasi layak. [Lihat sumber Disini - kemkes.go.id]

Keamanan dari berbagai sumber ini biasanya ditentukan oleh standar kesehatan yang mencakup beberapa parameter fisik, kimia, dan mikrobiologis, yang ditetapkan dalam regulasi nasional maupun pedoman internasional. Proses pengolahan air yang efektif adalah tindakan dasar untuk memastikan air memenuhi standar ini sebelum digunakan oleh masyarakat luas. [Lihat sumber Disini - researchgate.net]


Hubungan Kualitas Air dan Kesehatan Masyarakat

Kualitas air minum yang buruk merupakan salah satu faktor determinan terbesar dalam kesehatan masyarakat. Air yang tercemar dapat menjadi media penyebaran berbagai penyakit, khususnya yang ditularkan melalui air (waterborne diseases) seperti diare, kolera, tifus, dan hepatitis A. [Lihat sumber Disini - frontiersin.org]

Sebuah studi terbaru di lingkungan Puskesmas menunjukkan hubungan yang kuat antara kualitas air dan pola hidup sehat masyarakat; kualitas air yang memenuhi standar kesehatan memengaruhi perilaku dan indikator kesehatan secara positif. [Lihat sumber Disini - jurnalilmiah.org]

Selain itu, persepsi dan kesadaran masyarakat mengenai bahaya air yang tidak aman merupakan faktor penting yang memengaruhi upaya pemantauan serta tindakan pencegahan penyakit yang ditularkan oleh air. [Lihat sumber Disini - journal.universitaspahlawan.ac.id]

Penelitian lain memperlihatkan bahwa akses terhadap air bersih dan sanitasi layak berkorelasi dengan berbagai indikator kesejahteraan sosial, seperti penurunan angka penyakit berbasis lingkungan dan peningkatan produktivitas ekonomi. [Lihat sumber Disini - ftuncen.com]


Dampak Kekurangan Air Bersih terhadap Kesehatan

Kekurangan air bersih atau akses terhadap air yang aman bukan hanya berdampak pada penyakit akut, tetapi juga pada kesejahteraan jangka panjang masyarakat. Kekurangan air bersih memaksa komunitas menggunakan sumber yang tercemar, meningkatkan risiko terkena penyakit menular, atau meningkatkan beban kesehatan masyarakat terutama pada kelompok rentan seperti anak-anak dan orang tua.

Dalam beberapa kasus, rumah tangga tanpa akses air bersih layak mengambil air dari sumur atau badan air yang memperbesar risiko kontaminasi mikroba dan zat berbahaya, berujung pada peningkatan kasus infeksi saluran cerna dan gangguan kesehatan lain yang berkaitan langsung dengan konsumsi air yang tidak aman. [Lihat sumber Disini - kemkes.go.id]

Selain itu, kurangnya air bersih berdampak pada kebersihan pribadi dan sanitasi lingkungan, yang pada gilirannya meningkatkan insiden penyakit kulit, parasit, dan gangguan kesehatan terkait sanitasi buruk.


Pengelolaan dan Perlindungan Sumber Air

Pengelolaan sumber air bersih merupakan langkah penting untuk menjamin ketersediaan air aman bagi masyarakat. Hal ini mencakup:

  1. Pengelolaan Sanitasi dan Infrastruktur Air:

    Perlu ada upaya sistematis dalam menyediakan sarana air bersih dan sanitasi yang memenuhi kebutuhan masyarakat serta menjaga kualitas air dari sumber hingga konsumen akhir. [Lihat sumber Disini - jurnal.itka.ac.id]

  2. Edukasi dan Kesadaran Masyarakat:

    Kegiatan pendidikan mengenai kualitas air minum aman mampu meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap bahaya air tercemar serta memacu tindakan pencegahan yang tepat. [Lihat sumber Disini - ejurnal.ung.ac.id]

  3. Pemberdayaan Komunitas:

    Studi kasus menunjukkan bahwa pemberdayaan lokal dalam penyediaan air bersih, seperti pengorganisasian program HIPPAM, dapat memperkuat ketersediaan air bersih yang berkelanjutan dengan partisipasi aktif masyarakat. [Lihat sumber Disini - jurnal.unitri.ac.id]

Efektivitas pengelolaan sumber air bersih tidak hanya bergantung pada infrastruktur, tetapi juga pada kebijakan, partisipasi masyarakat, serta monitoring kualitas air yang konsisten sesuai dengan standar kesehatan nasional maupun internasional.


Upaya Penyediaan Air Bersih yang Berkelanjutan

Upaya penyediaan air bersih yang berkelanjutan mencakup strategi jangka panjang untuk menjamin ketersediaan air yang aman di masa depan. Strategi ini meliputi:

  1. Peningkatan Infrastruktur Air:

    Investasi dalam sistem distribusi air, pengolahan air modern, dan jaringan sanitasi yang merata, terutama di wilayah terpencil dan urban padat. [Lihat sumber Disini - jurnal-id.com]

  2. Standar Kualitas Air yang Tegas:

    Penetapan dan penegakan standar kualitas air yang berdasarkan bukti ilmiah merupakan kunci untuk memastikan air minum aman untuk semua kelompok masyarakat.

  3. Kolaborasi Lintas Sektor:

    Sinergi antara pemerintah, lembaga kesehatan, masyarakat, dan sektor swasta dalam implementasi program air bersih merupakan pendekatan efektif untuk meningkatkan akses terhadap air minum aman.

  4. Pendidikan dan Teknologi Monitoring:

    Meningkatkan pemantauan kualitas air melalui teknologi serta pendidikan masyarakat untuk memahami pentingnya air bersih bagi kesehatan.


Kesimpulan

Air bersih adalah fondasi utama kesehatan masyarakat karena perannya yang langsung memengaruhi kondisi kesehatan individu dan komunitas. Secara definisi, air bersih berarti air yang aman sesuai syarat kesehatan sehingga tidak menimbulkan penyakit bila dikonsumsi atau digunakan sehari-hari. Kualitas air yang buruk terbukti berkorelasi erat dengan berbagai gangguan kesehatan masyarakat, sementara akses terhadap air bersih aman berkontribusi dalam meningkatkan derajat kesehatan dan kesejahteraan sosial. Pengelolaan sumber air bersih yang efektif dan upaya berkelanjutan untuk menyediakan serta melindungi sumber air merupakan strategi penting dalam mencapai tujuan kesehatan masyarakat yang lebih baik dan kehidupan yang sejahtera secara umum.

Artikel ini ditulis dan disunting oleh tim redaksi SumberAjar.com berdasarkan referensi akademik Indonesia.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Air bersih adalah air yang memenuhi syarat kesehatan, bebas dari pencemaran fisik, kimia, dan biologis, sehingga aman digunakan untuk konsumsi dan kebutuhan sehari-hari tanpa menimbulkan gangguan kesehatan.

Air bersih penting bagi kesehatan karena berperan dalam mencegah penyakit berbasis air seperti diare, kolera, dan tifus, serta mendukung kebersihan, sanitasi, dan fungsi tubuh manusia secara optimal.

Sumber air bersih yang umum digunakan meliputi air tanah (sumur bor dan mata air), air permukaan seperti sungai dan waduk, serta air hujan yang ditangkap dan diolah dengan sistem yang memenuhi standar kesehatan.

Kekurangan air bersih dapat meningkatkan risiko penyakit menular, menurunkan kualitas sanitasi, memicu gangguan kesehatan kulit dan pencernaan, serta memperburuk kondisi kesehatan kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia.

Upaya penyediaan air bersih berkelanjutan dilakukan melalui pengelolaan dan perlindungan sumber air, pembangunan infrastruktur air minum, penerapan standar kualitas air, edukasi masyarakat, serta kolaborasi lintas sektor.

⬇
Home
Kamus
Cite Halaman Ini
Geser dari kiri untuk membuka artikel Relevan.
Geser dari kanan untuk artikel terbaru.
Jangan tampilkan teks ini lagi
Artikel Relevan
Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) PHBS: Konsep, determinan perilaku, dan dampaknya PHBS: Konsep, determinan perilaku, dan dampaknya Sanitasi Lingkungan: Konsep, risiko kesehatan, dan pencegahan Sanitasi Lingkungan: Konsep, risiko kesehatan, dan pencegahan Hubungan Sanitasi dan Stunting Hubungan Sanitasi dan Stunting Kesehatan Permukiman Kesehatan Permukiman Pencegahan Diare Pencegahan Diare Sanitasi Total Berbasis Masyarakat Sanitasi Total Berbasis Masyarakat Manajemen Kebersihan Nifas Manajemen Kebersihan Nifas Sanitasi Fasilitas Pelayanan Kesehatan Sanitasi Fasilitas Pelayanan Kesehatan Hygiene Sanitasi Lingkungan Hygiene Sanitasi Lingkungan Faktor Risiko Penyakit Berbasis Lingkungan Faktor Risiko Penyakit Berbasis Lingkungan Determinan Proksimal Kesehatan: Konsep, Faktor Individu, dan Lingkungan Determinan Proksimal Kesehatan: Konsep, Faktor Individu, dan Lingkungan Refactoring Sistem: Pengertian dan Manfaat Refactoring Sistem: Pengertian dan Manfaat Penyakit Berbasis Lingkungan Penyakit Berbasis Lingkungan Perawatan Tali Pusat Bayi: Konsep, Praktik Aman, dan Pencegahan Infeksi Perawatan Tali Pusat Bayi: Konsep, Praktik Aman, dan Pencegahan Infeksi Pencegahan Stunting Berbasis Keluarga Pencegahan Stunting Berbasis Keluarga Perawatan Luka Mandiri: Prosedur dan Edukasi Perawatan Luka Mandiri: Prosedur dan Edukasi Dampak Lingkungan terhadap Kesehatan Dampak Lingkungan terhadap Kesehatan Kebersihan Masa Nifas: Konsep, Pencegahan Infeksi, dan Praktik Aman Kebersihan Masa Nifas: Konsep, Pencegahan Infeksi, dan Praktik Aman Perilaku Ibu dalam Pencegahan Infeksi Masa Nifas Perilaku Ibu dalam Pencegahan Infeksi Masa Nifas
Artikel Terbaru
Memuat artikel terbaru…