
Penelitian Pendidikan Modern: Ciri dan Contohnya
Pendahuluan
Pendidikan dan penelitian dalam bidang pendidikan terus mengalami transformasi seiring perubahan sosial, teknologi, dan tuntutan abad ke-21. Pendekatan penelitian tradisional yang hanya berfokus pada transfer pengetahuan kini bergeser menuju paradigma penelitian yang lebih dinamis, reflektif, dan kontekstual, yakni penelitian pendidikan modern. Penelitian jenis ini tidak sekadar menilai hasil belajar, tetapi juga memperhatikan proses pembelajaran, integrasi teknologi, keanekaragaman peserta didik, serta pengembangan kompetensi abad 21 seperti literasi digital, berpikir kritis, kolaborasi, kreativitas, dan adaptabilitas. Artikel ini akan mengulas definisi penelitian pendidikan modern, karakteristik utamanya, serta beberapa contoh implementasi nyata berdasarkan penelitian terkini di Indonesia.
Definisi Penelitian Pendidikan Modern
Definisi secara umum
Penelitian pendidikan modern dapat dipahami sebagai upaya sistematis dan sistemik untuk memahami, mendesain, mengevaluasi, atau mengembangkan proses, metode, kurikulum, lingkungan belajar, dan kebijakan pendidikan dengan mempertimbangkan konteks sosial-kultural, perkembangan teknologi, serta kebutuhan peserta didik masa kini. Penelitian ini biasanya bersifat holistik, tidak hanya fokus pada aspek kognitif, tetapi juga aspek afektif, sosial, dan kontekstual. Tujuannya adalah menghasilkan solusi pendidikan yang relevan, adaptif, inovatif, dan berkelanjutan agar mampu menjawab tantangan zaman modern.
Definisi dalam KBBI
Dalam arti harfiah menurut kamus, “penelitian” berarti usaha atau kegiatan untuk menyelidiki secara metodis sesuatu hal agar memperoleh fakta dan kesimpulan yang dapat dipertanggungjawabkan. Sedangkan “pendidikan” merujuk pada usaha sadar dan terencana untuk membina, mengarahkan, memelihara, serta mengembangkan potensi individu agar menjadi manusia yang beriman, bertakwa, berakhlak mulia, berpengetahuan, terampil, kreatif, mandiri, dan bertanggung jawab. Jika dikombinasikan, maka “penelitian pendidikan” adalah penyelidikan sistematis yang dilakukan terhadap aspek-aspek pendidikan guna memperoleh pemahaman, evaluasi, atau pengembangan yang mendasar. Penelitian pendidikan modern, dengan demikian, tetap berakar pada makna dasar ini, tetapi dilengkapi dengan pendekatan, metodologi, dan fokus yang relevan terhadap perkembangan zaman.
Definisi menurut para ahli
Dalam literatur pendidikan dan penelitian kontemporer, berbagai ahli memberikan definisi dan penekanan berbeda terhadap penelitian pendidikan modern. Berikut beberapa di antaranya:
- Penelitian oleh Ontology Design of a Modern Learning Environment and Modern Pedagogy Using Protégé Software mendefinisikan lingkungan belajar modern sebagai sistem pembelajaran yang mengintegrasikan teknologi, inovasi, dan pendekatan pedagogis adaptif untuk menciptakan pengalaman belajar yang relevan dan efektif bagi siswa masa kini. [Lihat sumber Disini - jurnalfaktarbiyah.iainkediri.ac.id]
- Studi Keterampilan Guru Abad 21 dalam Pembelajaran IPA di Sekolah Dasar menekankan bahwa penelitian pendidikan modern tidak hanya berfokus pada hasil kognitif, tetapi juga bagaimana guru mengembangkan keterampilan abad 21, seperti literasi digital, kolaborasi, kreativitas, dan pemikiran kritis, sehingga pembelajaran menjadi lebih kontekstual dan adaptif. [Lihat sumber Disini - jurnal.stokbinaguna.ac.id]
- Menurut penelitian How Technology Can Change Educational Research, integrasi teknologi informasi dan komunikasi dalam penelitian pendidikan memungkinkan metode, data, dan analisis yang lebih variatif, sehingga mampu menjawab kebutuhan pendidikan di era digital dengan lebih tepat dan fleksibel. [Lihat sumber Disini - ejournal.upi.edu]
- Kajian dalam Metode Penelitian Pendidikan: Telaah Konsep Dasar dan Tren Terkini menunjukkan bahwa penelitian pendidikan modern mengakomodasi berbagai metode (kualitatif, kuantitatif, mixed-method), desain penelitian yang kompleks, bahkan desain aksi atau penelitian partisipatif, untuk menangkap dinamika pendidikan secara menyeluruh. [Lihat sumber Disini - ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id]
Dari definisi-definisi ini, dapat disimpulkan bahwa penelitian pendidikan modern adalah penyelidikan ilmiah di bidang pendidikan yang memperhatikan kompleksitas konteks, penggunaan teknologi, fleksibilitas metode, serta orientasi pada perkembangan peserta didik dan lingkungan pendidikan masa kini.
Ciri-Ciri Penelitian Pendidikan Modern
Integrasi Teknologi dan Inovasi
Penelitian pendidikan modern sering menggabungkan teknologi sebagai bagian dari metode, instrumen, maupun objek penelitian. Misalnya, penelitian yang menggunakan sistem pembelajaran digital, analitik belajar, atau platform daring sebagai bagian dari desain penelitian. Dalam penelitian “Ontology Design …” disebutkan bahwa lingkungan belajar modern mencakup integrasi teknologi dan pendekatan pedagogis adaptif. [Lihat sumber Disini - jurnalfaktarbiyah.iainkediri.ac.id]
Begitu pula dalam penelitian “How Technology Can Change Educational Research”, teknologi dipandang sebagai enabler untuk meningkatkan kualitas penelitian pendidikan, memungkinkan pengumpulan data yang lebih luas, analisis lebih mendalam, dan desain penelitian yang lebih fleksibel. [Lihat sumber Disini - ejournal.upi.edu]
Fokus pada Kompetensi Abad 21
Penelitian pendidikan modern tidak lagi hanya mengukur hasil akademik tradisional semata. Banyak penelitian terkini menekankan pentingnya literasi digital, berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, komunikasi, adaptabilitas, kompetensi yang relevan untuk dunia modern. Contoh: dalam penelitian “Keterampilan Guru Abad 21 dalam Pembelajaran IPA di Sekolah Dasar”, disebutkan bahwa kemampuan literasi digital, kolaborasi, kreativitas, dan adaptabilitas guru menjadi kunci agar pembelajaran IPA relevan di era abad 21. [Lihat sumber Disini - jurnal.stokbinaguna.ac.id]
Pendekatan Holistik dan Kontekstual
Penelitian pendidikan modern berusaha mempertimbangkan konteks sosial-kultural, karakteristik peserta didik, lingkungan belajar, serta tantangan kontemporer. Dalam “Ontology Design …”, lingkungan belajar modern digambarkan sebagai sistem yang mempertimbangkan aspek emosional siswa, konteks dunia nyata, lingkungan fisik maupun digital, dan kebutuhan individual siswa. [Lihat sumber Disini - jurnalfaktarbiyah.iainkediri.ac.id]
Metodologi yang Fleksibel dan Variatif
Berbeda dari penelitian tradisional yang mungkin kaku pada satu metode, penelitian pendidikan modern menggunakan berbagai pendekatan, kualitatif, kuantitatif, mixed ะผะตัะพะด, penelitian tindakan kelas, bahkan analisis dokumen dan literatur, sesuai dengan tujuan dan konteks. [Lihat sumber Disini - ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id]
Tujuan Praktis dan Transformasional
Penelitian pendidikan modern sering ditujukan tidak hanya untuk menambah pengetahuan teoretis, tetapi juga untuk menghasilkan rekomendasi praktik, inovasi pembelajaran, kebijakan, atau transformasi pendidikan. Contohnya, penelitian Transformasi Pendidikan Modern: Peran Ilmu dalam Pendidikan mencoba menguraikan bagaimana ilmu dan pendekatan modern dapat mengubah sistem pendidikan agar relevan bagi generasi sekarang. [Lihat sumber Disini - jurnal.untan.ac.id]
Orientasi pada Keadilan, Inklusi, dan Aksesibilitas
Dengan memperhatikan konteks sosial dan kebutuhan peserta didik yang beragam, penelitian pendidikan modern sering membahas aspek inklusi, kesetaraan akses, personalisasi pembelajaran, serta adaptasi terhadap keragaman siswa. Misalnya, dalam penelitian yang menyoroti tantangan dan solusi integrasi teknologi dalam pendidikan,mereka mencoba menawarkan solusi agar akses informasi dan pembelajaran dapat merata di era digital. [Lihat sumber Disini - ejournal.indo-intellectual.id]
Kolaboratif dan Multidisipliner
Penelitian pendidikan modern cenderung melibatkan berbagai aktor, guru, siswa, peneliti, komunitas, bahkan pemangku kebijakan, serta melibatkan disiplin berbeda (teknologi, pedagogi, psikologi, sosiologi) agar hasil penelitian komprehensif dan aplikatif. Hal ini tercermin dalam desain “modern learning environment” dalam penelitian “Ontology Design …” yang menggabungkan aspek pedagogis, teknologi, kurikulum, dan manajemen belajar. [Lihat sumber Disini - jurnalfaktarbiyah.iainkediri.ac.id]
Contoh Penelitian Pendidikan Modern di Indonesia
Implementasi Kurikulum Adaptif dan “Merdeka Belajar”
Kurikulum Merdeka dalam Pendidikan Modern Pada SMPN 15 Palu menggambarkan bagaimana penerapan kurikulum fleksibel, sebagai bagian dari paradigma pendidikan modern, di sekolah menengah. Penelitian ini menunjukkan bagaimana sekolah mengadopsi “merdeka belajar” untuk memberikan fleksibilitas pengajaran sesuai kebutuhan siswa dan konteks lokal. [Lihat sumber Disini - jerkin.org]
Di lokasi lain, penelitian Kurikulum Merdeka sebagai Upaya Peningkatan Kualitas Pembelajaran Abad 21 di Pendidikan Dasar menunjukkan bahwa adopsi kurikulum ini membantu meningkatkan kualitas pembelajaran di tingkat dasar dengan pendekatan yang lebih relevan, kreatif, dan sesuai tuntutan abad 21. [Lihat sumber Disini - ejournal.unib.ac.id]
Desain Lingkungan & Pedagogi Modern Berbasis Teknologi
Dalam penelitian “Ontology Design of a Modern Learning Environment and Modern Pedagogy Using Protégé Software”, peneliti merancang kerangka konseptual bagi lingkungan belajar modern, termasuk integrasi teknologi, personalisasi, interaktivitas, serta desain kurikulum dan pedagogi yang adaptif terhadap kebutuhan siswa. [Lihat sumber Disini - jurnalfaktarbiyah.iainkediri.ac.id]
Penelitian ini menunjukkan bagaimana institusi pendidikan atau pembuat kurikulum dapat mendesain sistem belajar yang lebih fleksibel, kontekstual, dan relevan terhadap perkembangan zaman, sehingga siswa bisa belajar dengan cara yang lebih sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan mereka.
Peningkatan Kompetensi Guru untuk Pembelajaran Abad 21
Keterampilan Guru Abad 21 dalam Pembelajaran IPA di Sekolah Dasar mengidentifikasi keterampilan yang dibutuhkan guru agar mampu menerapkan pembelajaran modern di kelas. Penelitian ini memberikan gambaran bahwa guru masa kini perlu menguasai literasi digital, kemampuan komunikasi dan kolaborasi, berpikir kritis dan kreatif, serta mampu mengelola kelas secara fleksibel dan adaptif. [Lihat sumber Disini - jurnal.stokbinaguna.ac.id]
Temuan ini mendukung bahwa transformasi pendidikan tidak hanya bergantung pada kurikulum atau teknologi, tetapi juga bagaimana guru sebagai fasilitator mengembangkan kompetensi yang sesuai dengan tuntutan pendidikan modern.
Analisis dan Penelitian Akademik tentang Metodologi Penelitian Pendidikan Itu Sendiri
Dalam makalah Telaah Konsep Dasar Penelitian Pendidikan Dan Tren Terkini, dibahas bagaimana metode penelitian dalam pendidikan telah berkembang, dari kuantitatif klasik ke kualitatif, mixed-methods, dan penelitian tindakan kelas. Penelitian ini menunjukkan bahwa untuk memahami dinamika pendidikan modern, kompleks dan kontekstual, diperlukan fleksibilitas metodologis agar hasil penelitian bisa lebih valid, relevan, dan bermanfaat. [Lihat sumber Disini - ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id]
Hal ini menunjukkan bahwa penelitian pendidikan modern bukan sekadar fokus pada objek pendidikan, tetapi juga mempertimbangkan bagaimana penelitian dilakukan agar sesuai dengan karakteristik pendidikan masa kini.
Manfaat dan Tantangan Penelitian Pendidikan Modern
Manfaat
- Membantu merancang kurikulum dan lingkungan belajar yang relevan dengan kebutuhan siswa dan perkembangan zaman.
- Meningkatkan kualitas pembelajaran dan kompetensi guru sesuai tuntutan abad 21.
- Memberikan solusi kontekstual bagi masalah pendidikan di berbagai wilayah, termasuk akses, inklusi, dan keadilan pendidikan.
- Membuka ruang inovasi dalam metode, teknologi, dan strategi pembelajaran.
- Memfasilitasi evaluasi dan penelitian yang lebih holistik, tidak hanya akademik, tetapi juga sosial, emosional, dan kultural.
Tantangan
- Memerlukan sumber daya, guru kompeten, infrastruktur teknologi, dukungan kebijakan, agar implementasinya efektif.
- Keragaman konteks (sosial, budaya, ekonomi) membuat strategi general sulit diterapkan secara seragam; butuh adaptasi lokal.
- Metodologi penelitian yang fleksibel bisa memunculkan variabilitas hasil, sehingga menuntut ketelitian dan rigour dalam desain penelitian.
- Resistensi terhadap perubahan, terutama di lingkungan pendidikan tradisional yang sudah “mapan”.
- Keterbatasan akses dan literasi digital pada sebagian siswa/guru, khususnya di daerah terpencil atau berkemampuan rendah.
Kesimpulan
Penelitian pendidikan modern merupakan manifestasi kebutuhan pendidikan masa kini: pendidikan yang tidak hanya mentransfer pengetahuan, tetapi juga membekali siswa dengan kompetensi abad 21, beradaptasi dengan kemajuan teknologi, dan relevan dengan konteks sosial-budaya. Ciri-ciri utamanya, integrasi teknologi, fleksibilitas metodologi, fokus pada kompetensi dan kontekstualitas, inklusi, serta orientasi praktis, membedakannya dari penelitian tradisional. Contoh-contoh penelitian di Indonesia menunjukkan bahwa implementasi sudah dilakukan dalam berbagai aspek: kurikulum, lingkungan belajar, kompetensi guru, serta desain metodologi penelitian itu sendiri.
Meski membawa banyak manfaat, penelitian pendidikan modern juga menghadapi tantangan nyata, terutama terkait sumber daya, infrastruktur, dan resistensi terhadap perubahan. Oleh karena itu, keberhasilan penelitian pendidikan modern dan implementasinya sangat bergantung pada kerja sama berbagai pihak: peneliti, pendidik, sekolah, dan pemangku kebijakan.
Dengan mengadopsi penelitian pendidikan modern secara serius, sistem pendidikan dapat lebih adaptif, inklusif, dan relevan terhadap kebutuhan generasi sekarang dan mendatang, sehingga tujuan pendidikan sejati: mencetak manusia berpengetahuan, terampil, kreatif, kritis, dan bermoral, dapat tercapai dengan lebih efektif.