
Penerimaan Sistem Informasi: konsep, faktor penentu, dan penggunaan teknologi
Pendahuluan
Penerimaan sistem informasi merupakan topik penting dalam dunia teknologi informasi dan manajemen organisasi karena berhubungan langsung dengan sejauh mana teknologi bisa diintegrasikan secara efektif ke dalam aktivitas kerja dan proses organisasi. Implementasi sistem informasi tanpa adanya penerimaan dari para pengguna sangat rentan mengalami kegagalan operasional, menurunkan produktivitas, serta menimbulkan hambatan strategis dalam pencapaian tujuan organisasi. Fenomena ini menjadi semakin penting dalam era digital yang serba terkoneksi, di mana organisasi dari berbagai sektor seperti pendidikan, pemerintahan, maupun industri swasta sangat bergantung pada sistem informasi untuk kegiatan operasional, pengambilan keputusan, dan koordinasi. Oleh karena itu, memahami konsep penerimaan sistem informasi secara mendalam, termasuk faktor-faktor yang memengaruhinya serta dampaknya terhadap penggunaan teknologi menjadi landasan penting dalam penelitian dan praktik manajemen informasi modern. ([Lihat sumber Disini - researchgate.net])
Definisi Penerimaan Sistem Informasi
Definisi Penerimaan Sistem Informasi Secara Umum
Penerimaan sistem informasi merujuk kepada proses psikologis dan perilaku di mana individu atau sekelompok individu menyatakan kesiapan dan kemauan untuk menggunakan suatu sistem teknologi dalam kegiatan mereka sehari-hari. Dalam konteks sistem informasi, penerimaan bukan hanya sekadar penggunaan awal, melainkan mencakup sikap, persepsi, dan niat untuk terus menggunakan teknologi tersebut demi mendukung pekerjaan atau aktivitas tertentu dalam organisasi. Pendekatan umum terhadap penerimaan sistem informasi seringkali menekankan hubungan antara sikap pengguna, evaluasi manfaat teknologi, dan kemauan untuk melakukan penggunaan aktual dari sistem tersebut. ([Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org])
Definisi Penerimaan Sistem Informasi dalam KBBI
Secara harfiah, “penerimaan” di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) dapat diartikan sebagai proses atau perbuatan menerima atau menyambut sesuatu, serta dapat mencakup sikap menyetujui atau menyambut suatu hal. Definisi KBBI ini memberi kerangka dasar untuk memahami penerimaan dalam konteks sosial atau perilaku, yang kemudian diterapkan dalam terminologi teknologi informasi untuk menjelaskan sejauh mana individu menyetujui dan bersedia memanfaatkan suatu sistem informasi. ([Lihat sumber Disini - kbbi.web.id])
Definisi Penerimaan Sistem Informasi Menurut Para Ahli
Beberapa ahli telah merumuskan definisi penerimaan sistem informasi melalui berbagai kerangka teori. Fred D. Davis, yang memperkenalkan Technology Acceptance Model (TAM), menyatakan bahwa penerimaan teknologi bisa dipahami melalui dua komponen utama, yakni perceived usefulness (persepsi manfaat) dan perceived ease of use (persepsi kemudahan penggunaan). Faktor-faktor ini memengaruhi sikap pengguna dan akhirnya niat perilaku untuk menggunakan suatu sistem. TAM ini kemudian menjadi model yang paling banyak digunakan untuk menjelaskan proses penerimaan pengguna terhadap teknologi informasi. ([Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org])
Selanjutnya, Venkatesh dan rekan-rekan memperluas perspektif sebelumnya ke dalam Unified Theory of Acceptance and Use of Technology (UTAUT) yang juga memasukkan empat konstruk utama seperti performance expectancy, effort expectancy, social influence, dan facilitating conditions sebagai faktor yang memengaruhi niat serta penggunaan teknologi. UTAUT memberikan gambaran yang lebih komprehensif tentang bagaimana konteks organisasi dan karakteristik pengguna memengaruhi penerimaan teknologi informasi. ([Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org])
Beberapa penelitian di Indonesia juga menunjukkan bahwa faktor persepsi manfaat dan kemudahan penggunaan sangat konsisten mempengaruhi penerimaan sistem informasi dalam berbagai konteks seperti e-learning, sistem informasi manajemen, dan layanan digital lainnya. ([Lihat sumber Disini - researchgate.net])
Model Penerimaan Teknologi
Model penerimaan teknologi adalah kerangka teoritis yang digunakan untuk menjelaskan bagaimana dan mengapa pengguna menerima suatu teknologi baru. Dua model utama yang paling banyak diaplikasikan dalam penelitian sistem informasi adalah Technology Acceptance Model (TAM) dan Unified Theory of Acceptance and Use of Technology (UTAUT).
TAM dikembangkan oleh Fred D. Davis dan berfokus pada dua konstruk utama yaitu perceived usefulness dan perceived ease of use, yang memengaruhi sikap dan niat seseorang terhadap penggunaan sistem teknologi informasi. TAM secara empiris telah terbukti menjadi prediktor yang kuat terhadap perilaku penggunaan teknologi dalam banyak konteks, termasuk sistem informasi perusahaan, aplikasi pembelajaran, dan layanan digital lainnya. ([Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org])
Model UTAUT merupakan pengembangan lanjutan dari TAM dan model teori perilaku lainnya yang menggabungkan beberapa konstruk penting seperti performance expectancy (ekspektasi kinerja), effort expectancy (ekspektasi usaha), social influence (pengaruh sosial), dan facilitating conditions (kondisi pendukung). UTAUT juga mempertimbangkan variabel moderasi seperti usia, jenis kelamin, pengalaman, dan voluntariness of use dalam memprediksi niat dan penggunaan teknologi. ([Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org])
Melalui penggabungan teori-teori sebelumnya seperti Theory of Reasoned Action dan Theory of Planned Behavior, kedua model tersebut memberikan landasan kuat bagi peneliti dan praktisi untuk menganalisis penerimaan sistem informasi secara empiris. ([Lihat sumber Disini - researchgate.net])
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Penerimaan Sistem Informasi
Penerimaan teknologi tidak terjadi secara otomatis; terdapat sejumlah faktor terdeteksi dari penelitian yang memengaruhi sejauh mana pengguna akan menerima suatu sistem informasi.
Pertama, perceived usefulness atau persepsi akan manfaat yang dirasakan menjadi salah satu determinan utama. Pengguna cenderung lebih menerima teknologi jika mereka yakin bahwa penggunaan sistem tersebut akan meningkatkan kinerja pekerjaan mereka. ([Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org])
Kedua, perceived ease of use yakni persepsi kemudahan penggunaan, di mana sistem yang mudah dipahami dan dioperasikan lebih memungkinkan untuk diterima. Penelitian menunjukkan bahwa kemudahan penggunaan berkorelasi positif dengan niat dan intensi untuk menggunakan teknologi informasi dalam pekerjaan sehari-hari. ([Lihat sumber Disini - researchgate.net])
Ketiga, elemen social influence atau pengaruh sosial turut menjadi faktor penting dalam konteks organisasi, di mana sikap dan rekomendasi dari rekan kerja, atasan, atau pihak lain dapat mempercepat atau memperlambat penerimaan sistem. ([Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org])
Keempat, facilitating conditions atau kondisi yang mendukung meliputi dukungan teknis, pelatihan, serta ketersediaan sumber daya juga memengaruhi keputusan individu untuk menerima teknologi. Faktor-faktor ini terbukti signifikan dalam berbagai penelitian yang menggunakan UTAUT sebagai kerangka analisis. ([Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org])
Selain itu, beberapa penelitian juga menunjukkan peran variabel lain seperti kualitas sistem, kualitas layanan, serta tingkat kepercayaan dan keamanan sebagai faktor eksternal yang dapat memperkuat atau memperlemah penerimaan pengguna terhadap teknologi informasi. ([Lihat sumber Disini - journal-isi.org])
Sikap dan Persepsi Pengguna terhadap Sistem
Sikap pengguna terhadap sistem informasi merupakan cerminan evaluasi subjektif mereka terhadap teknologi tersebut. Sikap ini dipengaruhi oleh persepsi nilai, manfaat, kemudahan penggunaan, serta pengalaman subjektif dalam berinteraksi dengan sistem. Persepsi yang positif pada aspek-aspek ini biasanya berkontribusi pada niat untuk menerima dan menggunakan teknologi tersebut secara terus-menerus. ([Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org])
Persepsi manfaat (perceived usefulness) seringkali berkaitan dengan bagaimana seorang pengguna menilai bahwa penggunaan sistem informasi akan meningkatkan produktivitas atau efisiensi kerja mereka. Sementara itu, persepsi kemudahan (perceived ease of use) mencerminkan sejauh mana pengguna merasa bahwa menggunakan sistem tersebut tidak membutuhkan upaya yang besar. Kombinasi dari kedua persepsi ini dapat membentuk sikap yang positif serta niat yang kuat untuk menggunakan teknologi. ([Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org])
Secara psikologis, sikap positif ini kemudian menjadi determinan penting dalam perilaku aktual penggunaan teknologi, yang kemudian memengaruhi tingkat penerimaan dan keberhasilan penerapan sistem informasi di lingkungan kerja. ([Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org])
Pengaruh Penerimaan Sistem terhadap Penggunaan Teknologi
Penerimaan sistem informasi berpengaruh langsung terhadap penggunaan teknologi dalam praktik sehari-hari. Pengguna yang memiliki sikap positif terhadap sistem cenderung menunjukkan intensi untuk menggunakan secara konsisten. Intensitas penggunaan teknologi ini kemudian berdampak pada integrasi teknologi dalam proses organisasi yang lebih luas. ([Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org])
Beberapa penelitian empiris menunjukkan bahwa interpretasi tentang manfaat dan kemudahan penggunaan memiliki hubungan yang kuat dengan perilaku aktual penggunaan teknologi. Sistem informasi yang diterima dengan baik akan mendorong penggunaan yang lebih luas dan berkelanjutan di antara para stakeholder organisasi, sehingga meningkatkan efektivitas operasional. ([Lihat sumber Disini - researchgate.net])
Selain itu, faktor-faktor seperti kualitas dukungan teknis, tingkat pelatihan, dan kebijakan organisasi juga berperan penting dalam menjaga motivasi pengguna untuk tetap menggunakan teknologi tersebut secara produktif. ([Lihat sumber Disini - journal-isi.org])
Dampak Penerimaan Sistem Informasi terhadap Kinerja Pengguna
Penerimaan sistem informasi tidak hanya berpengaruh pada keputusan untuk menggunakan teknologi, tetapi juga berdampak pada kinerja individu maupun organisasi. Sistem informasi yang diterima dengan baik oleh pengguna dapat meningkatkan efisiensi kerja, mengurangi waktu proses, serta memperbaiki kualitas output pekerjaan. ([Lihat sumber Disini - researchgate.net])
Dalam lingkungan organisasi, hal ini dapat menciptakan peningkatan produktivitas serta kemampuan organisasi untuk mencapai target strategis lebih cepat. Penerimaan yang kuat juga dapat memperkuat budaya inovasi teknologi di dalam organisasi, di mana pengguna merasa lebih nyaman dan percaya diri dalam menggunakan sistem yang tersedia. ([Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org])
Secara keseluruhan, dampak positif ini menunjukkan bahwa investasi sumber daya dalam proses penerimaan sistem informasi bukan hanya berdampak pada penggunaan teknologi secara teknis, tetapi juga pada peningkatan kinerja kerja dan pencapaian tujuan organisasi secara menyeluruh. ([Lihat sumber Disini - journal-isi.org])
Kesimpulan
Penerimaan sistem informasi merupakan aspek inti dalam memastikan keberhasilan implementasi teknologi di lingkungan organisasi. Melalui pemahaman konsep penerimaan teknologi, model penerimaan seperti TAM dan UTAUT, serta faktor-faktor yang memengaruhi sikap dan perilaku pengguna, organisasi dapat merancang strategi yang efektif untuk meningkatkan penggunaan teknologi secara maksimal. Persepsi pengguna terhadap manfaat dan kemudahan penggunaan menjadi fondasi utama dalam membentuk sikap positif serta intensi penggunaan yang berkelanjutan. Dampaknya tidak hanya terlihat dalam penggunaan teknologi itu sendiri, tetapi juga pada peningkatan kinerja individu dan organisasi secara keseluruhan.