Terakhir diperbarui: 18 December 2025

Citation (APA Style):
Davacom. (2025, 18 December). Pencegahan Stunting Berbasis Keluarga. SumberAjar. Retrieved 14 January 2026, from https://sumberajar.com/kamus/pencegahan-stunting-berbasis-keluarga  

Kamu menggunakan Mendeley? Add entry manual di sini.

Pencegahan Stunting Berbasis Keluarga - SumberAjar.com

Pencegahan Stunting Berbasis Keluarga

Pendahuluan

Stunting merupakan salah satu tantangan kesehatan masyarakat yang paling mendesak di Indonesia dan banyak negara berkembang lainnya. Kondisi ini bukan sekadar “pendek badan, ” tetapi mencerminkan kegagalan pertumbuhan fisik dan perkembangan kognitif akibat kekurangan gizi kronis, khususnya dalam masa 1.000 hari pertama kehidupan (HPK), dari masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun. Stunting memberikan dampak jangka panjang pada kemampuan belajar, produktivitas, kesehatan fisik, dan kesejahteraan sosial ekonomi anak di masa dewasa kelak. Upaya pencegahan tidak bisa hanya dilakukan oleh sektor kesehatan saja, tetapi harus melibatkan unit terkecil dari masyarakat: keluarga sebagai lingkungan utama tempat anak tumbuh dan berkembang. [Lihat sumber Disini - jurnal.akperdharmawacana.ac.id]


Definisi Pencegahan Stunting Berbasis Keluarga

Definisi Pencegahan Stunting Berbasis Keluarga Secara Umum

Pencegahan stunting berbasis keluarga adalah pendekatan pencegahan gangguan pertumbuhan anak yang dilakukan oleh keluarga melalui praktik keseharian seperti asupan nutrisi yang tepat, pola asuh yang sehat, edukasi gizi, pemanfaatan layanan kesehatan, akses sanitasi dan perilaku hidup bersih, serta dukungan lingkungan rumah tangga yang kondusif untuk tumbuh kembang anak. Pendekatan ini melihat keluarga sebagai unit kunci dalam upaya pencegahan stunting, karena pada keluarga-lah keputusan terkait makanan, kebiasaan hidup sehat, pola asuh, dan keteraturan kunjungan kesehatan diputuskan dan diterapkan. [Lihat sumber Disini - jurnal.unitri.ac.id]

Definisi Pencegahan Stunting Berbasis Keluarga dalam KBBI

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), istilah stunting bermakna “tengkes atau kerdil; tidak dapat tumbuh menjadi besar” apabila dibandingkan dengan ukuran yang seharusnya untuk usia anak tersebut, yang pada konteks pencegahan, berarti tindakan sedini mungkin guna menghindari kondisi gagal tumbuh tersebut melalui pemenuhan kebutuhan gizi dan pembentukan pola hidup sehat di lingkungan keluarga. [Lihat sumber Disini - bizlab.co.id]

Definisi Pencegahan Stunting Berbasis Keluarga Menurut Para Ahli

  1. World Health Organization (WHO) dan Kementerian Kesehatan RI mendefinisikan stunting sebagai kondisi tinggi badan anak di bawah standar rendah umur yang menunjukkan malnutrisi kronis sejak dalam kandungan dan masa awal kehidupan, menegaskan pentingnya intervensi dini dalam keluarga untuk nutrisi ibu hamil dan pemberian makan anak yang tepat. [Lihat sumber Disini - ayosehat.kemkes.go.id]

  2. Anjani dan rekan (2024) dalam Jurnal Cendikia Muda menyatakan bahwa stunting merupakan kondisi gagal tumbuh tubuh dan otak akibat kekurangan gizi dalam waktu lama, menunjukkan peran aspek nutrisi keluarga sejak masa prenatal. [Lihat sumber Disini - jurnal.akperdharmawacana.ac.id]

  3. Puspitasari et al. (2025) dalam Care: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan menyatakan bahwa strategi intervensi berbasis keluarga dapat meningkatkan pertumbuhan anak melalui praktik nutrisi sehat, pemberdayaan keluarga, dan integrasi dukungan komunitas. [Lihat sumber Disini - jurnal.unitri.ac.id]

  4. Umar (2021) menjelaskan bahwa intervensi berbasis keluarga meningkatkan literasi gizi ibu, keterlibatan ayah, serta keamanan pangan rumah tangga, semua adalah komponen penting pencegahan stunting di tingkat rumah tangga. [Lihat sumber Disini - journal.sinergi.or.id]


Peran Keluarga dalam Pencegahan Stunting

Peran keluarga menjadi inti dari strategi pencegahan stunting karena keluarga merupakan lingkungan utama bagi interaksi nutrisi, kesehatan, pendidikan, dan pola asuh anak. Beberapa aspek peran keluarga meliputi:

  1. Pemenuhan Gizi dan Nutrisi Seimbang

    Keluarga bertanggung jawab untuk menyediakan makanan bergizi yang mencakup protein, vitamin, mineral, zat besi, asam lemak, dan karbohidrat kompleks yang diperlukan untuk pertumbuhan optimal anak. Praktik pemberian makan yang tepat termasuk memberikan makanan yang beragam dan seimbang agar kebutuhan nutrisi anak tumbuh terpenuhi dengan baik. [Lihat sumber Disini - jurnal.unitri.ac.id]

  2. Penyediaan Lingkungan yang Mendukung Kesehatan

    Keluarga menjadi tempat pertama anak belajar perilaku hidup bersih, seperti mencuci tangan rutin, memiliki sanitasi yang layak, serta menjaga kebersihan rumah, yang berpengaruh langsung pada penurunan infeksi dan gangguan pencernaan, yang bila tidak diatasi dapat memperburuk status gizi dan meningkatkan risiko stunting. [Lihat sumber Disini - jurnal.unitri.ac.id]

  3. Pemantauan Pertumbuhan dan Perkembangan

    Orang tua diharapkan aktif dalam memantau pertumbuhan anak melalui kunjungan rutin seperti pengukuran antropometri di layanan kesehatan, sehingga jika terjadi hambatan tumbuh, intervensi bisa dilakukan lebih cepat dan tepat oleh tenaga kesehatan. [Lihat sumber Disini - jurnal.unitri.ac.id]

  4. Perencanaan dalam Masa Pra-Kehamilan

    Tidak hanya saat anak lahir, pencegahan stunting dimulai sejak masa remaja dan pra-kehamilan guna memastikan ibu dalam kondisi nutrisi optimal, sehingga janin berpeluang tumbuh sehat sejak dalam kandungan. [Lihat sumber Disini - researchgate.net]


Pola Asuh dan Pemberian Makan Anak

Pola asuh merupakan tata cara interaksi orang tua dengan anak dalam memenuhi kebutuhan hidupnya, termasuk pemenuhan makanan bergizi, stimulasi perkembangan, serta kebiasaan sehat. Beberapa hal penting terkait pola asuh:

  1. Pemberian ASI Eksklusif dan MP-ASI yang Tepat

    Pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan pertama kehidupan kemudian dilanjutkan dengan makanan pendamping ASI (MP-ASI) yang aman, tepat waktu, dan bergizi sangat penting untuk meminimalkan kemungkinan gangguan pertumbuhan. [Lihat sumber Disini - jurnal.unitri.ac.id]

  2. Kedewasaan Pola Asuh dalam Pemberian Makanan

    Praktik pemberian makan oleh orang tua bukan sekadar memberikan makan, tetapi menciptakan pola makan konsisten dengan nutrisi yang lengkap, aman, dan sesuai kebutuhan usia anak. Pola asuh yang peduli akan kualitas makanan akan membantu mencegah malnutrisi yang berujung pada stunting. [Lihat sumber Disini - jurnal.unitri.ac.id]

  3. Peran Pendidikan Orang Tua

    Orang tua yang memiliki pengetahuan tinggi tentang gizi cenderung memberikan pola asuh yang lebih baik dalam memilih makanan, memantau kesehatan anak, dan menjaga kebersihan rumah, semua ini berdampak langsung pada kualitas pertumbuhan anak. [Lihat sumber Disini - journal.sinergi.or.id]


Pemanfaatan Layanan Kesehatan

Keluarga yang aktif dalam memanfaatkan layanan kesehatan akan meningkatkan keberhasilan pencegahan stunting. Penggunaan layanan kesehatan termasuk:

  1. Kunjungan Rutin Posyandu dan Pemeriksaan Antropometri

    Melakukan penimbangan, pengukuran tinggi badan, dan evaluasi perkembangan anak secara teratur membantu mengidentifikasi risiko stunting sedini mungkin sehingga keluarga bersama petugas kesehatan dapat mengambil langkah pencegahan atau perbaikan. [Lihat sumber Disini - researchgate.net]

  2. Konsultasi Gizi dan Imunisasi

    Layanan kesehatan menyediakan edukasi gizi serta imunisasi lengkap untuk anak yang membantu mencegah gangguan tumbuh akibat penyakit infeksi yang sering terjadi pada balita. [Lihat sumber Disini - dmi-journals.org]

  3. Program Intervensi Kesehatan Lingkungan

    Pemerintah melalui fasilitas kesehatan sering menawarkan program peningkatan akses air bersih, sanitasi serta edukasi perilaku hidup bersih, yang semua ini harus dimanfaatkan oleh keluarga sebagai bagian integral pencegahan stunting. [Lihat sumber Disini - jurnal.unitri.ac.id]


Edukasi Keluarga tentang Gizi

Edukasi keluarga adalah langkah strategis untuk meningkatkan pengetahuan orang tua terutama ibu dan ayah mengenai:

  1. Tingkat Kecukupan Nutrisi

    Pendidikan gizi mengajarkan keluarga memahami kebutuhan nutrisi anak dan ibu hamil sehingga mereka bisa menyediakan makanan sehat, seimbang dan tepat porsi. [Lihat sumber Disini - researchgate.net]

  2. Perilaku Hidup Bersih dan Sehat

    Edukasi tentang sanitasi, kebersihan makanan dan lingkungan rumah membantu keluarga mencegah penyakit berulang yang bisa menghambat proses tumbuh kembang anak. [Lihat sumber Disini - dmi-journals.org]

  3. Keterlibatan Semua Anggota Keluarga

    Edukasi tidak hanya penting untuk ibu, tetapi juga ayah dan anggota keluarga lainnya agar komitmen bersama meningkatkan kesehatan keluarga sehingga anak tumbuh optimal. [Lihat sumber Disini - journal.sinergi.or.id]


Dukungan Lingkungan Keluarga

Dukungan keluarga tidak hanya terbatas pada peran orang tua, tetapi juga lingkungan rumah yang kondusif:

  1. Kesadaran Lingkungan Rumah Tangga

    Rumah dengan lingkungan bersih, terlindungi dari kontaminasi, dan akses air bersih yang baik berkontribusi pada menurunkan risiko infeksi dan gangguan pencernaan yang dapat memperburuk status gizi balita. [Lihat sumber Disini - jurnal.unitri.ac.id]

  2. Keterlibatan Komunitas dan Tetangga

    Lingkungan sosial dan budaya keluarga juga memengaruhi praktik sehari-hari dalam pola makan anak, komunitas yang mendukung gaya hidup sehat akan memperkuat upaya keluarga dalam mencegah stunting. [Lihat sumber Disini - jurnal.unitri.ac.id]

  3. Akses ke Sumber Daya Pangan

    Lingkungan yang mendukung akses pangan bergizi seperti pasar lokal yang menyediakan produk segar akan membantu keluarga memprediksi dan memenuhi kebutuhan nutrisi anak. [Lihat sumber Disini - jurnal.unitri.ac.id]


Kesimpulan

Pencegahan stunting berbasis keluarga merupakan strategi holistik yang membutuhkan peran aktif unit keluarga dalam berbagai aspek kehidupan anak, mulai dari nutrisi, pola asuh, pemanfaatan layanan kesehatan, edukasi gizi, hingga dukungan lingkungan rumah tangga yang sehat. Keluarga bukan sekadar tempat tinggal, tetapi juga lingkungan penting tempat praktek hidup sehat diterapkan secara konsisten sejak masa kehamilan hingga usia balita, dan dengan optimalisasi peran tersebut dapat secara signifikan menurunkan risiko stunting serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia di masa depan. [Lihat sumber Disini - jurnal.unitri.ac.id]

Artikel ini ditulis dan disunting oleh tim redaksi SumberAjar.com berdasarkan referensi akademik Indonesia.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Pencegahan stunting berbasis keluarga adalah upaya mencegah gangguan pertumbuhan anak dengan melibatkan peran aktif keluarga dalam pemenuhan gizi, penerapan pola asuh yang sehat, pemanfaatan layanan kesehatan, edukasi gizi, serta penciptaan lingkungan rumah yang mendukung tumbuh kembang anak.

Keluarga merupakan lingkungan utama tempat anak tumbuh dan berkembang. Keputusan terkait makanan, pola asuh, kebiasaan hidup bersih, serta pemanfaatan layanan kesehatan ditentukan di tingkat keluarga sehingga sangat berpengaruh terhadap risiko terjadinya stunting.

Pola asuh yang baik meliputi pemberian ASI eksklusif, pemberian MP-ASI yang tepat, perhatian terhadap kualitas dan kuantitas makanan, serta stimulasi tumbuh kembang anak. Pola asuh yang tidak tepat dapat meningkatkan risiko kekurangan gizi kronis yang menyebabkan stunting.

Layanan kesehatan membantu keluarga melalui pemantauan pertumbuhan anak, imunisasi, konseling gizi, serta deteksi dini masalah gizi. Pemanfaatan layanan kesehatan secara rutin memungkinkan intervensi cepat jika ditemukan tanda-tanda risiko stunting.

Edukasi gizi meningkatkan pengetahuan keluarga mengenai kebutuhan nutrisi ibu hamil dan anak, pemilihan makanan sehat, serta perilaku hidup bersih dan sehat. Pengetahuan ini membantu keluarga menerapkan praktik gizi yang benar untuk mendukung pertumbuhan optimal anak.

โฌ‡
Home
Kamus
Cite Halaman Ini
Geser dari kiri untuk membuka artikel Relevan.
Geser dari kanan untuk artikel terbaru.
Jangan tampilkan teks ini lagi
Artikel Relevan
Perilaku Ibu dalam Pencegahan Stunting Sejak Kehamilan Perilaku Ibu dalam Pencegahan Stunting Sejak Kehamilan Stunting dan Faktor Perilaku Stunting dan Faktor Perilaku Hubungan Sanitasi dan Stunting Hubungan Sanitasi dan Stunting Pengetahuan Ibu tentang Pencegahan Stunting Pengetahuan Ibu tentang Pencegahan Stunting Stunting: Konsep, Determinan Gizi, dan Pencegahan Stunting: Konsep, Determinan Gizi, dan Pencegahan Stunting: Pengertian dan Penyebab Stunting: Pengertian dan Penyebab Faktor Risiko Stunting pada Balita Faktor Risiko Stunting pada Balita Pola Asuh dan Stunting Pola Asuh dan Stunting Monitoring Gizi Balita di Posyandu Monitoring Gizi Balita di Posyandu Status Gizi Balita Status Gizi Balita Pengetahuan Ibu tentang Sumber Protein Hewani Pengetahuan Ibu tentang Sumber Protein Hewani Koping Keluarga: Konsep, Peran, dan Implikasi Keperawatan Koping Keluarga: Konsep, Peran, dan Implikasi Keperawatan Gizi Buruk: Faktor dan Pencegahan Gizi Buruk: Faktor dan Pencegahan Gangguan Koping Keluarga Gangguan Koping Keluarga Kesiapan Peningkatan Pengetahuan Keluarga Pasien Kesiapan Peningkatan Pengetahuan Keluarga Pasien Perubahan Struktur Keluarga: Konsep dan Implikasi Sosial Perubahan Struktur Keluarga: Konsep dan Implikasi Sosial Perilaku Pencegahan Penyakit Tidak Menular Perilaku Pencegahan Penyakit Tidak Menular Peran Keluarga dalam Kesehatan Peran Keluarga dalam Kesehatan Kesiapan Peningkatan Pengetahuan Keluarga: Konsep, Indikator, dan Peran Kesiapan Peningkatan Pengetahuan Keluarga: Konsep, Indikator, dan Peran Pengaruh Kemiskinan terhadap Status Gizi Pengaruh Kemiskinan terhadap Status Gizi
Artikel Terbaru
Memuat artikel terbaruโ€ฆ