Terakhir diperbarui: 10 January 2026

Citation (APA Style):
Davacom. (2026, 10 January). Perubahan Struktur Keluarga: Konsep dan Implikasi Sosial. SumberAjar. Retrieved 12 January 2026, from https://sumberajar.com/kamus/perubahan-struktur-keluarga-konsep-dan-implikasi-sosial 

Kamu menggunakan Mendeley? Add entry manual di sini.

Perubahan Struktur Keluarga: Konsep dan Implikasi Sosial - SumberAjar.com

Perubahan Struktur Keluarga: Konsep dan Implikasi Sosial

Pendahuluan

Perubahan struktur keluarga merupakan fenomena sosial yang semakin nyata terlihat dalam masyarakat kontemporer global maupun Indonesia. Struktur keluarga yang dulu cenderung stabil dengan model keluarga inti dan keluarga luas tradisional kini mengalami transformasi menjadi berbagai bentuk konfigurasi yang mencerminkan dinamika sosial, ekonomi, budaya, dan hukum baru. Transformasi tersebut tidak hanya mengubah pola hubungan interpersonal di dalam rumah tangga tetapi juga berdampak pada lembaga sosial lebih luas, misalnya lembaga pendidikan, pasar kerja, serta jaringan sosial di luar keluarga inti. Perubahan struktur keluarga menjadi isu penting dalam kajian sosiologi modern karena mencerminkan bagaimana individu dan kelompok menyesuaikan diri dengan tuntutan zaman, termasuk faktor urbanisasi, globalisasi, gender, dan teknologi. Perubahan ini juga berimplikasi terhadap pola interaksi sosial antaranggota keluarga dan masyarakat sekitar serta distribusi peran dan fungsi dalam kehidupan sosial.


Definisi Struktur Keluarga

Definisi Struktur Keluarga Secara Umum
Struktur keluarga secara umum mengacu pada susunan atau pola hubungan antaranggota keluarga yang menetapkan bagaimana anggota keluarga berinteraksi, berbagi peran, dan memenuhi fungsi-fungsi sosial. Struktur ini mencerminkan organisasi internal keluarga yang mengatur siapa saja anggota keluarga, keterkaitan mereka (misalnya melalui ikatan darah atau perkawinan), serta tata peran dan fungsi yang dijalankan oleh masing-masing anggota keluarga dalam kehidupan sehari-hari dan dalam masyarakat luas. Umumnya struktur ini mencakup elemen seperti pola kekuasaan, peran sosial, hubungan emosional, dan fungsi keluarga sebagai unit sosial terkecil di masyarakat. [Lihat sumber Disini - tahtamedia.co.id]

Definisi Struktur Keluarga dalam KBBI

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), keluarga didefinisikan sebagai sekelompok orang yang terdiri dari ayah, ibu, serta anak-anaknya yang tinggal bersama dalam satu rumah dan memiliki hubungan kekerabatan atau ikatan perkawinan. Definisi secara leksikal ini menggambarkan keluarga sebagai unit sosial primer yang berfungsi sebagai dasar dari hubungan kekerabatan yang lebih luas. [Lihat sumber Disini - digilib-iakntoraja.ac.id]

Definisi Struktur Keluarga Menurut Para Ahli

  1. Friedman & Bowden (2010), keluarga adalah dua orang atau lebih yang hidup bersama dalam ikatan emosional, darah, atau perkawinan, yang berfungsi untuk meningkatkan perkembangan fisik, mental, emosional, dan sosial tiap anggota, serta mempertahankan budaya umum anggota keluarga. [Lihat sumber Disini - eprints.poltekkesjogja.ac.id]

  2. Tenri Awaru (2021), struktur keluarga mencakup pola hubungan keluarga, sistem keluarga, pola-pola keluarga, serta faktor eksternal yang memengaruhi dinamika hubungan internal keluarga. [Lihat sumber Disini - eprints.unm.ac.id]

  3. Wardah & Ulfiah (2023), keluarga merupakan unit sosial utama yang terhubung melalui hubungan darah/perkawinan, berfungsi sebagai pusat sosialisasi sosial, perkembangan karakter, dan interaksi antaranggota. [Lihat sumber Disini - journal.laaroiba.com]

  4. Sociology Research Journal (2025), struktur keluarga tidak lagi hanya mencakup keluarga inti tradisional; dalam konteks kontemporer muncul bentuk keluarga baru seperti keluarga campuran, cohabiting couple, serta keluarga beragam lainnya. [Lihat sumber Disini - sociologyresearchjournal.com]


Bentuk-Bentuk Struktur Keluarga

Struktur keluarga tradisional selama ini dikenal melalui dua bentuk utama: keluarga inti (nuclear family) yang terdiri dari ayah, ibu, dan anak; serta keluarga luas (extended family) yang melibatkan lebih banyak kerabat seperti kakek-nenek, paman, bibi, dan sebagainya. Namun dalam era kontemporer, berbagai bentuk struktur keluarga telah berkembang, antara lain:

  1. Keluarga Inti (Nuclear Family), unit keluarga yang terdiri dari orang tua (ayah dan ibu) dan anak-anaknya yang tinggal dalam satu rumah. Model ini masih menjadi struktur dominan dalam banyak masyarakat modern. [Lihat sumber Disini - sciencedirect.com]

  2. Keluarga Luas (Extended Family), keluarga yang mencakup anggota keluarga inti serta anggota kekerabatan lain seperti kakek, nenek, paman, bibi, dan sepupu yang tinggal bersama atau saling terhubung dalam jaringan sosial yang kuat. [Lihat sumber Disini - sciencedirect.com]

  3. Keluarga Orang Tua Tunggal (Single-Parent Family), konfigurasi keluarga di mana hanya satu orang tua yang mengasuh dan membesarkan anak; bentuk ini meningkat seiring kenaikan angka perceraian, perpisahan, dan kelahiran di luar nikah. [Lihat sumber Disini - ijfmr.com]

  4. Keluarga Campuran (Blended Family), terbentuk dari perkawinan kembali di mana salah satu atau kedua pasangan membawa anak dari hubungan sebelumnya. [Lihat sumber Disini - sociologyresearchjournal.com]

  5. Keluarga Lainnya (Alternative Forms), termasuk pasangan tanpa anak, pasangan yang tinggal bersama tanpa menikah (cohabiting), keluarga dengan pasangan sesama jenis, dan bentuk lain yang lebih kompleks dan heterogen dibanding struktur tradisional. [Lihat sumber Disini - sociologyresearchjournal.com]

Permodalan sosial terhadap beragam bentuk struktur keluarga ini mencerminkan perubahan nilai, kebutuhan, dan pilihan individu di masyarakat modern yang semakin menghargai perbedaan dan fleksibilitas dalam hubungan keluarga.


Faktor Penyebab Perubahan Struktur Keluarga

Perubahan struktur keluarga tidak terjadi secara tiba-tiba, melainkan merupakan hasil dari berbagai faktor yang saling berkaitan secara kompleks. Beberapa faktor utama antara lain:

  1. Urbanisasi dan Mobilitas Pekerjaan, urbanisasi telah mendorong migrasi massal dari pedesaan ke kota yang memengaruhi pola tinggal keluarga; mobilitas pekerjaan juga membuat anggota keluarga hidup terpisah jarak jauh atau memilih tinggal terpisah yang mengubah bentuk struktur keluarga tradisional. [Lihat sumber Disini - ejournal.um-sorong.ac.id]

  2. Globalisasi dan Modernisasi Sosial, kemajuan teknologi dan globalisasi menyebarkan nilai baru tentang individualisme, kebebasan, serta pilihan kehidupan yang berbeda dari nilai tradisional, memengaruhi norma pernikahan, pembagian peran, serta pola relasi keluarga. [Lihat sumber Disini - ejournal.um-sorong.ac.id]

  3. Perubahan Nilai dan Peran Gender, pergeseran peran gender dalam masyarakat modern telah mengubah pembagian tugas dalam keluarga, termasuk partisipasi perempuan di dunia kerja serta pergeseran tanggung jawab laki-laki dalam pengasuhan anak. [Lihat sumber Disini - ulilalbabinstitute.id]

  4. Kebijakan Sosial dan Demografi, kebijakan kependudukan, penurunan fertilitas, usia menikah yang meningkat, serta perubahan dalam praktik keluarga seperti peningkatan perceraian berkontribusi terhadap perkembangan struktur keluarga baru. [Lihat sumber Disini - mpg.de]

  5. Teknologi dan Komunikasi, teknologi komunikasi modern seperti media sosial dan perangkat digital menciptakan ruang interaksi sosial baru yang memengaruhi hubungan interpersonal dalam keluarga serta cara anggota keluarga berkomunikasi dan berhubungan satu sama lain. [Lihat sumber Disini - ojs.unm.ac.id]

Faktor-faktor tersebut saling berinteraksi dan berkontribusi pada dinamika perubahan struktur keluarga secara berkelanjutan di era modern.


Perubahan Struktur Keluarga di Era Modern

Di era modern, struktur keluarga mengalami evolusi signifikan dari bentuk tradisional menuju bentuk yang lebih beragam dan kompleks. Masyarakat kini menyaksikan tren seperti keluarga kecil, peningkatan keluarga orang tua tunggal, keluarga campuran, serta bentuk keluarga non-konvensional lainnya. Perubahan ini terjadi karena adaptasi terhadap perubahan sosial yang lebih luas, seperti kebutuhan ekonomi, perkembangan gender dan etika keluarga baru, serta pengaruh globalisasi nilai budaya. [Lihat sumber Disini - sociologyresearchjournal.com]

Selain itu, faktor demografis seperti menurunnya angka kelahiran dan meningkatnya usia menikah juga ikut memengaruhi konfigurasi keluarga dengan anak yang lebih sedikit atau keluarga tanpa anak. Sosial ekonomi modern juga berarti bahwa pola kerja fleksibel dan mobilitas tinggi seringkali membuat anggota keluarga tidak lagi tinggal dalam satu rumah yang sama sepanjang waktu, sehingga struktur keluarga menjadi lebih cair dan bervariasi. [Lihat sumber Disini - mpg.de]

Perubahan struktur keluarga ini mencerminkan adaptasi terhadap perubahan cara hidup masyarakat, termasuk nilai pluralisme, pilihan hidup individu, serta berbagai kemungkinan bentuk relasi yang berbeda dari norma sebelumnya.


Implikasi Sosial Perubahan Struktur Keluarga

Perubahan struktur keluarga membawa berbagai dampak dalam kehidupan sosial masyarakat luas:

  1. Dampak terhadap Sosialisasi Anak, variasi dalam struktur keluarga memengaruhi pola pembentukan karakter dan kesejahteraan anak; misalnya, anak yang berada dalam keluarga orang tua tunggal mungkin mengalami tantangan berbeda dalam dukungan emosional dan sumber daya dibanding anak dalam keluarga inti stabil. [Lihat sumber Disini - researchgate.net]

  2. Ketahanan Sosial dan Dukungan Ekonomi, struktur keluarga yang lebih kecil atau terpisah dapat menurunkan kemampuan dukungan sosial dan ekonomi antaranggota keluarga, terutama bagi anggota yang rentan seperti lanjut usia atau anak. [Lihat sumber Disini - media.neliti.com]

  3. Perubahan Peran Sosial dan Gender, redistribusi peran dalam keluarga membawa implikasi baru terhadap bagaimana masyarakat memahami pekerjaan rumah tangga, pengasuhan anak, serta pembagian tanggung jawab sosial ekonomi. [Lihat sumber Disini - ulilalbabinstitute.id]

  4. Kebijakan Publik dan Sistem Sosial, perubahan struktur keluarga menuntut respons kebijakan yang adaptif dalam bidang kesejahteraan sosial, pendidikan, kesehatan keluarga, serta perlindungan bagi berbagai konfigurasi keluarga yang mungkin kurang mendapat perhatian dalam sistem lama. [Lihat sumber Disini - sociologyresearchjournal.com]

  5. Interaksi Sosial dan Komunitas, pola interaksi sosial tidak hanya berubah di dalam keluarga tetapi juga berimplikasi pada hubungan antar keluarga dalam komunitas yang lebih luas; misalnya dukungan lintas generasi atau struktur jaringan sosial yang lebih heterogen. [Lihat sumber Disini - ejournal.um-sorong.ac.id]


Perubahan Struktur Keluarga dan Relasi Sosial

Relasi sosial di dalam dan di luar keluarga turut terpengaruh oleh perubahan struktur keluarga. Interaksi antara anggota keluarga menjadi lebih dinamis dan beragam dengan adanya bentuk keluarga yang berbeda-beda. Dalam banyak kasus, hubungan emosional, pola komunikasi, serta peran dan tanggung jawab keluarga berubah mengikuti bentuk struktur keluarga yang baru. [Lihat sumber Disini - ojs.unm.ac.id]

Selain itu, relasi sosial antara keluarga dan komunitas sekitar turut berubah karena pergeseran tradisi dan nilai. Hubungan kekeluargaan tradisional yang kental dengan nilai kolektif kini bersanding dengan pola sosial yang lebih individualistik, sehingga jaringan sosial menjadi lebih fleksibel namun terkadang kurang dalam kedalaman hubungan emosional. [Lihat sumber Disini - jurnal.ucy.ac.id]


Kesimpulan

Perubahan struktur keluarga adalah fenomena sosial yang kompleks dan multidimensional yang dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti urbanisasi, globalisasi, perubahan nilai gender, demografi, teknologi, dan kebijakan publik. Struktur keluarga kini bertransformasi dari model tradisional menuju bentuk yang lebih beragam seperti keluarga orang tua tunggal, keluarga campuran, serta bentuk relasi keluarga non-konvensional lainnya. Implikasi sosial dari perubahan ini luas, mencakup dinamika dalam sosialisasi anak, dukungan sosial dan ekonomi, perubahan peran gender, kebutuhan kebijakan adaptif, serta relasi sosial dalam komunitas. Perubahan struktur keluarga mencerminkan adaptasi masyarakat terhadap tantangan dan peluang zaman modern, menjadikannya salah satu kajian penting dalam sosiologi keluarga dan kehidupan sosial kontemporer.

Artikel ini ditulis dan disunting oleh tim redaksi SumberAjar.com berdasarkan referensi akademik Indonesia.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Perubahan struktur keluarga adalah pergeseran bentuk, susunan, dan pola hubungan antaranggota keluarga yang dipengaruhi oleh perubahan sosial, ekonomi, budaya, dan nilai-nilai masyarakat, seperti urbanisasi, modernisasi, dan perubahan peran gender.

Bentuk-bentuk struktur keluarga meliputi keluarga inti, keluarga luas, keluarga orang tua tunggal, keluarga campuran, serta berbagai bentuk keluarga modern seperti pasangan tanpa anak dan keluarga non-konvensional lainnya.

Struktur keluarga mengalami perubahan di era modern karena faktor urbanisasi, globalisasi, mobilitas kerja, kemajuan teknologi, perubahan nilai budaya, serta meningkatnya partisipasi perempuan dalam dunia kerja.

Implikasi sosial perubahan struktur keluarga meliputi perubahan pola pengasuhan anak, relasi sosial antaranggota keluarga, ketahanan sosial keluarga, pembagian peran gender, serta tuntutan kebijakan sosial yang lebih adaptif.

Perubahan struktur keluarga memengaruhi relasi sosial dengan mengubah pola interaksi, komunikasi, dan solidaritas sosial baik di dalam keluarga maupun dalam lingkungan masyarakat yang lebih luas.

Home
Kamus
Cite Halaman Ini
Geser dari kiri untuk membuka artikel Relevan.
Geser dari kanan untuk artikel terbaru.
Jangan tampilkan teks ini lagi
Artikel Relevan
Implikasi Penelitian: Pengertian, Jenis, dan Contohnya Struktur Sosial: Konsep dan Karakteristik Koping Keluarga: Konsep, Peran, dan Implikasi Keperawatan Gangguan Koping Keluarga Kesiapan Peningkatan Pengetahuan Keluarga Pasien Kesiapan Peningkatan Pengetahuan Keluarga: Konsep, Indikator, dan Peran Dukungan Keluarga dalam Proses Penyembuhan Pasien Peran Keluarga dalam Kesehatan Pola Komunikasi Keluarga Tidak Efektif: Konsep, Penyebab, dan Dampak Ketidakefektifan Pola Komunikasi Keluarga Kesiapan Keluarga Menyambut Bayi Dukungan Keluarga dalam Perawatan Pasien Dukungan Keluarga dalam Penyembuhan Pasien: Konsep, Makna, dan Kontribusi Perencanaan Keluarga Struktur Ilmiah: Komponen dan Contoh dalam Penelitian Konsep Realitas Sosial: Definisi dan Analisis Pengaruh Dukungan Keluarga terhadap Kepatuhan Ibu Hamil Minum Fe Kesiapan Keluarga Menyambut Bayi: Konsep, Dukungan Sosial, dan Adaptasi Mobilitas Sosial: Konsep dan Jenis Pergerakan Sosial Ontologi Sosial: Pengertian dan Relevansinya dalam Penelitian
Artikel Terbaru
Kepercayaan Publik terhadap Pemerintah: Konsep dan Legitimasi Kebijakan Publik: Konsep dan Dampak Sosial Advokasi Sosial: Konsep dan Perubahan Kebijakan Good Governance: Konsep dan Akuntabilitas Sosial Civil Society: Konsep dan Peran Sosial Demokrasi Sosial: Konsep dan Partisipasi Warga Identitas Kolektif: Konsep dan Pembentukan Kelompok Dinamika Kelompok Sosial: Konsep dan Interaksi Internal Inklusi Sosial: Konsep dan Keadilan Sosial Eksklusi Sosial: Konsep dan Marginalisasi Minoritas Sosial: Konsep dan Relasi Kekuasaan Mayoritas Sosial: Konsep dan Dominasi Sosial Polarisasi Sosial: Konsep dan Konflik Kepentingan Interaksi Antarbudaya: Konsep dan Tantangan Sosial Relasi Sosial Virtual: Konsep dan Perubahan Makna