Terakhir diperbarui: 12 January 2026

Citation (APA Style):
Davacom. (2026, 12 January). Transisi Remaja ke Dewasa: Konsep dan Tantangan Sosial. SumberAjar. Retrieved 14 January 2026, from https://sumberajar.com/kamus/transisi-remaja-ke-dewasa-konsep-dan-tantangan-sosial  

Kamu menggunakan Mendeley? Add entry manual di sini.

Transisi Remaja ke Dewasa: Konsep dan Tantangan Sosial - SumberAjar.com

Transisi Remaja ke Dewasa: Konsep dan Tantangan Sosial

Pendahuluan

Transisi dari remaja ke dewasa merupakan salah satu fase paling dinamis dan kompleks dalam siklus hidup manusia. Fase ini ditandai oleh perubahan yang sangat cepat dalam berbagai aspek kehidupan, fisik, psikologis, sosial, dan emosional, yang membentuk fondasi bagi keterlibatan individu dalam peran sosial dewasa yang lebih stabil. Masa transisi tersebut bukan sekadar perubahan biologis semata, tetapi juga mencakup pertumbuhan kognitif dan pencarian identitas diri yang intens, sehingga menjadi periode “jembatan” penuh tantangan dan peluang untuk membentuk dirinya di masa depan. ([Lihat sumber Disini - ncbi.nlm.nih.gov])


Definisi Transisi Remaja ke Dewasa

Definisi Transisi Remaja ke Dewasa secara Umum

Transisi remaja ke dewasa secara umum merujuk pada periode perkembangan di mana individu bergerak dari masa kanak-kanak menuju kedewasaan psikososial dan peran sosial dewasa. Ini bukan sekadar rentang usia tertentu, tetapi sebuah proses kompleks yang melibatkan pertumbuhan fisik (seperti pubertas), pematangan kognitif, serta perubahan tanggung jawab dan peran sosial dalam masyarakat. Masa ini sering dimulai dari awal remaja hingga dewasa muda, dan menandai kemampuan individu untuk mengambil keputusan secara mandiri, berinteraksi dalam hubungan sosial yang lebih kompleks, serta menjadi bagian dari struktur sosial yang lebih besar. ([Lihat sumber Disini - ncbi.nlm.nih.gov])

Definisi Transisi Remaja ke Dewasa dalam KBBI

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), istilah “remaja” merujuk pada masa peralihan antara masa kanak-kanak dan dewasa. Sementara “dewasa” didefinisikan sebagai fase ketika seseorang mencapai kedewasaan fisik, mental, dan sosial serta mampu bertanggung jawab secara pribadi dan sosial. Gabungan istilah ini mencerminkan bahwa “transisi remaja ke dewasa” adalah proses perubahan dari ketergantungan anak ke kemandirian dewasa yang penuh dengan perubahan tanggung jawab dan peran sosial. (Catatan: sumber definisi KBBI dapat diakses pada situs resmi Kamus Besar Bahasa Indonesia, KBBI daring)

Definisi Transisi Remaja ke Dewasa Menurut Para Ahli

  1. Papalia dan Olds mengemukakan bahwa masa remaja adalah periode perkembangan antara masa kanak-kanak dan dewasa yang umumnya dimulai sekitar usia 12, 13 tahun dan berakhir di akhir masa remaja atau awal usia dua puluhan, ditandai dengan perubahan cepat dalam aspek fisik dan mental individu. ([Lihat sumber Disini - journal.uin-suka.ac.id])

  2. Hurlock menyatakan bahwa masa remaja adalah fase penting transisi yang melibatkan perubahan fisik, psikologis, dan sosial yang signifikan, yang mempersiapkan individu menuju kesuksesan peran dewasa. ([Lihat sumber Disini - jceh.org])

  3. WHO (World Health Organization) mendefinisikan remaja sebagai individu dalam rentang usia 10, 19 tahun yang berada dalam proses perkembangan antara masa kanak-kanak dan dewasa dengan perubahan sosial dan psikologis yang cepat. ([Lihat sumber Disini - e-journal.iakntarutung.ac.id])

  4. Emerging Adulthood Theory oleh Arnett memandang tahapan ini sebagai periode perkembangan lanjutan (usia sekitar 18, 25 tahun) di mana individu mengalami eksplorasi identitas, stabilisasi hubungan sosial, serta pencarian arah hidup, menjadi tanda bahwa transisi ke dewasa tidak selesai pada usia remaja akhir. ([Lihat sumber Disini - psychologytoday.com])


Tahapan Transisi Remaja ke Dewasa

Transisi dari remaja ke dewasa bukanlah perubahan instan; melainkan sebuah rangkaian tahapan perkembangan yang berurutan dan saling terkait. Dalam kajian psikologi perkembangan, masa remaja sering dibagi menjadi beberapa periode utama:

1. Remaja Awal (Early Adolescence, ±10, 13 tahun)

Pada tahap ini, individu mulai menunjukkan perubahan fisik signifikan akibat pubertas, termasuk pertumbuhan tubuh dan perubahan hormonal. Secara kognitif, mereka mulai berpikir lebih reflektif dibanding masa kanak-kanak, namun masih banyak bergantung pada orang tua dalam proses pengambilan keputusan. ([Lihat sumber Disini - jurnal.stainmajene.ac.id])

2. Remaja Pertengahan (Middle Adolescence, ±14, 16 tahun)

Tahap ini ditandai dengan peningkatan kebutuhan akan keterlibatan sosial di luar keluarga, seperti pembentukan hubungan pertemanan yang lebih intens. Individu mulai mengeksplorasi peran sosial yang lebih besar, sekaligus memperluas kemampuan berpikir abstrak dan reflektif. ([Lihat sumber Disini - jurnal.stainmajene.ac.id])

3. Remaja Akhir & Emerging Adulthood (Late Adolescence hingga ±25 tahun)

Di fase ini, individu lebih matang dalam pemikiran, emosional, serta sosial; mereka merumuskan cita-cita hidup, mulai merencanakan masa depan, mengejar pendidikan tinggi atau memasuki dunia kerja, serta memiliki hubungan interpersonal yang lebih stabil. Teori emerging adulthood menunjukkan bahwa pencapaian peran dewasa penuh (seperti kerja permanen atau kemandirian finansial) sering tertunda hingga usia awal dua puluhan, sehingga transisi ini bisa memakan waktu cukup panjang. ([Lihat sumber Disini - uii.ac.id])


Tantangan Sosial dalam Masa Transisi

Transisi menuju dewasa membawa berbagai tantangan sosial yang signifikan. Pertama, individu harus menyesuaikan diri dengan identitas sosial yang berubah, termasuk pengakuan dari lingkungan sosial atas peran baru mereka, seperti tanggung jawab dalam relasi romantik atau kemandirian finansial. Proses ini sering kali menimbulkan konflik internal tentang peran mana yang sesuai dengan diri mereka, serta menghadapi ekspektasi sosial yang berbeda-beda. ([Lihat sumber Disini - ncbi.nlm.nih.gov])

Selain itu, tekanan dari teman sebaya semakin kuat pada masa remaja, mempengaruhi perilaku dan pilihan sosial remaja dalam konteks budaya dan norma masyarakat yang beragam. Ketidakmampuan untuk menavigasi kondisi sosial ini dapat menyebabkan kecemasan sosial, perasaan tidak mampu, atau bahkan eksklusi sosial, terutama di masyarakat yang kompetitif atau memiliki struktur pekerjaan dan pendidikan yang ketat. ([Lihat sumber Disini - opa.hhs.gov])


Perubahan Peran Sosial Remaja

Selama masa transisi, perubahan peran sosial terjadi pada berbagai domain kehidupan individu. Di masa kanak-kanak, peran sosial lebih banyak ditentukan oleh orang tua dan lingkungan keluarga. Namun, seiring dengan memasuki tahap remaja, individu mulai terlibat dalam kelompok teman sebaya, sekolah, serta aktivitas yang lebih luas di masyarakat. Perubahan peran sosial ini mencakup:

  1. Pertumbuhan Kemandirian

    Remaja mulai mengambil keputusan sendiri dalam berbagai aspek kehidupan, seperti perencanaan waktu, studi, dan hubungan sosial. Hal ini merupakan bagian integral dari pembentukan identitas pribadi dan sosial. ([Lihat sumber Disini - ncbi.nlm.nih.gov])

  2. Ekspektasi Peran Dewasa

    Masyarakat memiliki harapan bahwa individu yang memasuki fase dewasa akan menunjukkan tanggung jawab lebih besar dalam pekerjaan, relasi interpersonal, serta kontribusi terhadap komunitas sosial. Individu yang tidak berhasil memenuhi peran ini sering kali mengalami stigma sosial atau persepsi negatif. ([Lihat sumber Disini - ncbi.nlm.nih.gov])


Transisi Remaja dan Pembentukan Identitas

Pembentukan identitas merupakan salah satu aspek paling penting dalam transisi remaja ke dewasa. Menurut teori psikososial Erikson, masa remaja melibatkan konflik psikologis antara “identitas” dan “kebingungan peran”, di mana individu mencoba memahami siapa diri mereka dan bagaimana mereka cocok dalam struktur sosial yang lebih luas. Keberhasilan dalam fase ini menghasilkan rasa identitas yang kuat; kegagalan dapat menyebabkan ketidakpastian dan kebingungan arah hidup. ([Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org])

Identitas sosial mencakup integrasi nilai, keyakinan, dan peran yang diadopsi individu dalam konteks keluarga, teman, budaya, dan masyarakat secara keseluruhan. Tantangan pembentukan identitas sering kali berasal dari perubahan ekspektasi sosial, tekanan akademik, nilai budaya yang kompleks, serta konflik antara tradisi dan modernitas dalam komunitas sosial. ([Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org])


Dukungan Sosial dalam Proses Transisi

Faktor dukungan sosial memiliki peran krusial dalam membantu remaja menghadapi tantangan transisi ke dewasa. Dukungan ini dapat datang dari keluarga, teman sebaya, komunitas pendidikan, serta lembaga sosial lainnya. Hubungan yang kuat dengan keluarga dan teman dapat memberikan rasa aman emosional serta pengakuan sosial yang diperlukan untuk membangun identitas dan kemandirian. ([Lihat sumber Disini - jurnal.unpad.ac.id])

Selain itu, dukungan sosial melalui bimbingan pendidikan, konseling psikologis, dan program pengembangan diri dapat membantu remaja mengembangkan keterampilan sosial dan emosional yang penting untuk mencapai peran dewasa secara efektif. Lingkungan yang mendukung ini mengurangi tekanan sosial negatif dan membantu remaja mengatasi hambatan sosial dalam transisi mereka. ([Lihat sumber Disini - ncbi.nlm.nih.gov])


Kesimpulan

Transisi remaja ke dewasa adalah fase kehidupan yang kompleks, dinamis, dan penuh tantangan yang menyeluruh, melibatkan perubahan biologis, psikologis, sosial, dan peran sosial secara bersamaan. Perubahan ini bukan semata fisik, tetapi juga melibatkan pencarian identitas diri, pengembangan kemandirian, dan keterlibatan dalam peran sosial yang lebih matang. Sosial aspek selama periode ini memegang peranan penting dalam membentuk dasar karakter dan arah hidup individu di masa dewasa. Faktor dukungan sosial dari keluarga hingga komunitas menjadi elemen kunci dalam memfasilitasi perjalanan transisi yang sehat serta membantu individu mencapai identitas dan peran sosial dewasa secara proporsional.

Artikel ini ditulis dan disunting oleh tim redaksi SumberAjar.com berdasarkan referensi akademik Indonesia.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Transisi remaja ke dewasa adalah proses perkembangan individu dari masa remaja menuju kedewasaan yang melibatkan perubahan fisik, psikologis, sosial, serta peningkatan tanggung jawab dan kemandirian dalam kehidupan.

Transisi remaja ke dewasa umumnya dimulai pada usia sekitar 10โ€“12 tahun dan dapat berlangsung hingga usia awal 20-an, terutama dalam konsep emerging adulthood.

Tahapan transisi remaja ke dewasa meliputi remaja awal, remaja pertengahan, remaja akhir, dan emerging adulthood yang ditandai dengan eksplorasi identitas, peningkatan kemandirian, serta kesiapan menjalani peran sosial dewasa.

Tantangan sosial dalam masa transisi remaja ke dewasa meliputi tekanan teman sebaya, konflik peran sosial, tuntutan kemandirian, kecemasan sosial, serta kesulitan menyesuaikan diri dengan ekspektasi masyarakat.

Pembentukan identitas penting karena membantu remaja memahami jati diri, nilai, tujuan hidup, dan peran sosialnya sehingga mampu menjalani kehidupan dewasa secara stabil dan bertanggung jawab.

Dukungan sosial dari keluarga, teman sebaya, dan lingkungan pendidikan membantu remaja mengatasi tekanan emosional, membangun kepercayaan diri, serta memfasilitasi proses penyesuaian menuju peran dewasa.

โฌ‡
Home
Kamus
Cite Halaman Ini
Geser dari kiri untuk membuka artikel Relevan.
Geser dari kanan untuk artikel terbaru.
Jangan tampilkan teks ini lagi
Artikel Relevan
Faktor Risiko Kehamilan Remaja Faktor Risiko Kehamilan Remaja Kesehatan Remaja Kesehatan Remaja Sikap Sosial Remaja: Konsep dan Pembentukannya Sikap Sosial Remaja: Konsep dan Pembentukannya Perilaku Sosial Remaja: Konsep dan Pembentukan Identitas Perilaku Sosial Remaja: Konsep dan Pembentukan Identitas Persepsi Remaja Putri terhadap Pemeriksaan Kesehatan Reproduksi Rutin Persepsi Remaja Putri terhadap Pemeriksaan Kesehatan Reproduksi Rutin Pengetahuan Remaja tentang Kesehatan Reproduksi Pengetahuan Remaja tentang Kesehatan Reproduksi Kehamilan Remaja: Konsep, Risiko Kesehatan, dan Pencegahan Kehamilan Remaja: Konsep, Risiko Kesehatan, dan Pencegahan Krisis Identitas Remaja: Konsep dan Dinamika Sosial Krisis Identitas Remaja: Konsep dan Dinamika Sosial Pergaulan Remaja: Konsep dan Kontrol Sosial Pergaulan Remaja: Konsep dan Kontrol Sosial Konsep Perkembangan Psikologis Dewasa Awal Konsep Perkembangan Psikologis Dewasa Awal Persepsi Remaja Putri terhadap KB Pasca Nikah Persepsi Remaja Putri terhadap KB Pasca Nikah Sikap Remaja terhadap Seks Pra Nikah Sikap Remaja terhadap Seks Pra Nikah Perilaku Konsumsi Susu pada Remaja Perilaku Konsumsi Susu pada Remaja Pengetahuan Remaja tentang Dampak Pernikahan Dini Pengetahuan Remaja tentang Dampak Pernikahan Dini Status Gizi Remaja Putri Status Gizi Remaja Putri Pengetahuan Remaja tentang Makan Malam Sehat Pengetahuan Remaja tentang Makan Malam Sehat Perilaku Hidup Sehat pada Remaja Perilaku Hidup Sehat pada Remaja Kesehatan Mental Remaja Kesehatan Mental Remaja Perilaku Merokok pada Remaja Perilaku Merokok pada Remaja Pengetahuan Gizi Remaja tentang Makanan Seimbang Pengetahuan Gizi Remaja tentang Makanan Seimbang
Artikel Terbaru
Memuat artikel terbaruโ€ฆ