Terakhir diperbarui: 09 December 2025

Citation (APA Style):
Davacom. (2025, 9 December). Sikap Remaja terhadap Seks Pra Nikah. SumberAjar. Retrieved 14 January 2026, from https://sumberajar.com/kamus/sikap-remaja-terhadap-seks-pra-nikah  

Kamu menggunakan Mendeley? Add entry manual di sini.

Sikap Remaja terhadap Seks Pra Nikah - SumberAjar.com

Sikap Remaja terhadap Seks Pra Nikah

Pendahuluan

Masa remaja merupakan periode transisi penting dari masa kanak-kanak ke dewasa, di mana terjadi berbagai perubahan fisik, psikologis, dan sosial. Salah satu aspek krusial dalam fase ini adalah perkembangan seksual dan pemahaman tentang seksualitas. Sikap remaja terhadap seks pra nikah menjadi sangat relevan untuk dikaji, mengingat potensi risiko bagi kesehatan reproduksi, kehamilan di luar nikah, infeksi menular seksual, serta dampak psikososial lainnya. Seiring kemajuan informasi dan kemudahan akses media, fenomena seks pra nikah di kalangan remaja tidak bisa dianggap remeh. Oleh karena itu, penting memahami bagaimana remaja memandang seks pra nikah, dari definisi, faktor yang mempengaruhi, hingga risiko dan peran pendidikan seks, agar upaya promotif dan preventif bisa dirancang secara efektif dan sesuai konteks.


Definisi Seks Pra Nikah

Definisi Seks Pra Nikah Secara Umum

Secara umum, “seks pra nikah” merujuk pada aktivitas seksual yang dilakukan oleh individu yang belum menikah, sebelum adanya ikatan pernikahan resmi. Aktivitas ini dapat meliputi hubungan intim maupun bentuk-bentuk kontak seksual lain yang bergantung pada definisi budaya atau hukum di masyarakat tertentu.

Definisi Seks Pra Nikah dalam KBBI

Menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), definisi formal “pra nikah” adalah “sebelum menikah”. Sedangkan “seks” umumnya merujuk pada aktivitas seksual, sehingga “seks pra nikah” dapat diartikan sebagai aktivitas seksual yang dilakukan sebelum menikah.

Definisi Seks Pra Nikah Menurut Para Ahli

Berikut beberapa definisi dari literatur ilmiah dan penelitian:

  • Dalam kajian Adolescent Premarital Sexual Behavior: A Narrative Review of Southeast Asia, Indonesia, and Arab Countries (2024), seks pra nikah dipahami sebagai perilaku seksual sebelum menikah yang dilakukan oleh remaja, dan dikategorikan sebagai perilaku berisiko terhadap kesehatan reproduksi. [Lihat sumber Disini - e-journal.unair.ac.id]

  • Menurut Determinants of Adolescent Sexual Behaviour in Indonesia during COVID-19 Pandemic (2023), seks pra nikah adalah bagian dari perilaku pra nikah yang dipengaruhi oleh sejumlah determinan seperti pengetahuan reproduksi, peran keluarga, komunikasi media, teman sebaya, dan lingkungan sosial. [Lihat sumber Disini - journals.lww.com]

  • Di dalam Pre‑marital Sexual Behavior of Adolescents (2022), aktivitas seksual pra nikah di kalangan remaja dikaji sebagai bagian dari perilaku seksual, termasuk interaksi emosional dan fisik, yang dapat mempengaruhi kesehatan dan kesejahteraan remaja. [Lihat sumber Disini - journal.ipb.ac.id]

  • Dalam artikel review sistematis Determinan Perilaku Seksual Pada Remaja di Indonesia (2023), istilah perilaku seksual pra nikah mencakup segala bentuk tingkah laku seksual oleh remaja belum menikah, yang bisa berkonsekuensi pada risiko kesehatan reproduksi dan sosial. [Lihat sumber Disini - jurnal.umj.ac.id]

Berdasarkan berbagai definisi tersebut, “seks pra nikah” dapat dipahami sebagai perilaku seksual yang dilakukan sebelum pernikahan resmi, oleh individu belum menikah, dan seringkali dikaitkan dengan konsekuensi kesehatan, moral, dan sosial.


Pemahaman Remaja tentang Seksualitas dan Seks Pra Nikah

Pengetahuan dan persepsi remaja terhadap seksualitas memegang peranan penting dalam membentuk sikap terhadap seks pra nikah.

Penelitian Hubungan Pengetahuan dan Sikap Remaja Terhadap Perilaku Seks Pranikah di SMA Negeri 106 Jakarta (2024) menunjukkan bahwa ada hubungan signifikan antara seberapa baik pengetahuan remaja tentang seks/pranikah dan sikap mereka terhadap seks pra nikah. [Lihat sumber Disini - ejournal.urindo.ac.id]
Studi lain, Analisis Pengetahuan dan Sikap tentang Pengaruh Seks Pranikah pada Remaja Putri di SMAN 2 Muara Sabak Timur (2025), menemukan bahwa intervensi penyuluhan (edukasi) mampu meningkatkan pengetahuan dan mengubah sikap negatif menuju sikap yang lebih positif terhadap seks pra nikah. [Lihat sumber Disini - jab.ubr.ac.id]

Dengan demikian, pemahaman remaja tentang seksualitas, termasuk risiko, norma sosial, dan konsekuensi, sangat krusial dalam membentuk sikap mereka terhadap seks pra nikah.


Faktor-faktor yang Mempengaruhi Sikap dan Perilaku Remaja

Beberapa faktor yang disebut berpengaruh dalam membentuk sikap dan perilaku seks pra nikah remaja:

Secara keseluruhan, kombinasi antara pengetahuan individu, lingkungan keluarga, teman, media, dan norma budaya membentuk bagaimana remaja memandang dan bertindak terkait seks pra nikah.


Pengaruh Lingkungan, Media, dan Teman Sebaya terhadap Sikap Remaja

Lingkungan sekitar, termasuk teman sebaya dan media, memainkan peran besar dalam membentuk persepsi dan sikap remaja terhadap seks pranikah.

Penelitian terkini Peran Media Dalam Membentuk Persepsi Dan Perilaku Seksual Remaja Terhadap Seks Bebas (2025) menunjukkan bahwa media sosial (misalnya Instagram, TikTok, YouTube) dapat menyajikan representasi seks bebas yang mempengaruhi cara remaja memaknai seks dan perilaku seksual. [Lihat sumber Disini - jurnal.unismuhpalu.ac.id]
Sementara itu, hasil meta-analisis Meta‑Analysis: Factors Related with Premarital Sexual Behavior in Adolescents (2024) menegaskan bahwa peer pressure (tekanan teman sebaya) memiliki korelasi kuat dengan perilaku seks pra nikah. [Lihat sumber Disini - thejhpb.com]

Artinya: ketika lingkungan sosial, teman dan media, menormalisasi seks sebelum menikah, remaja bisa lebih mudah terdorong untuk mengadopsi sikap permisif terhadap seks pra nikah.


Norma Sosial dan Nilai Budaya terhadap Sikap Remaja

Nilai budaya, tradisi, agama, dan norma sosial masyarakat turut membentuk sikap remaja terhadap seks pra nikah.

Dalam konteks Indonesia, ada tekanan norma bahwa hubungan seksual sebaiknya hanya dilakukan setelah menikah, hal ini membuat banyak remaja memiliki sikap negatif terhadap seks pra nikah. [Lihat sumber Disini - journal.universitaspahlawan.ac.id]
Namun penelitian juga menunjukkan bahwa dalam kenyataan, sebagian remaja tetap melakukan seks pra nikah meskipun mengetahui norma tersebut, hal ini menunjukkan adanya pergeseran nilai atau disonansi antara norma dan praktik. [Lihat sumber Disini - e-journal.unair.ac.id]

Faktor budaya dan norma ini juga bisa bertabrakan dengan pengaruh media dan globalisasi, yang memungkinkan remaja mengeksplorasi nilai dan pandangan berbeda dari lingkungan tradisional mereka.


Peran Pendidikan Seks dalam Membentuk Sikap

Edukasi tentang kesehatan reproduksi, seksualitas, dan konsekuensi seks pra nikah berperan signifikan dalam membentuk pengetahuan dan sikap remaja.

Studi Persepsi Remaja Tentang Pendidikan Seksual Pranikah di SMAN 1 Kasimbar (2025) menunjukkan bahwa ketika remaja mendapat pendidikan seks yang memadai, mereka memiliki pemahaman lebih baik dan bisa mengambil sikap yang lebih bijak terhadap seks pra nikah. [Lihat sumber Disini - ojspanel.undikma.ac.id]
Selain itu, dalam penelitian The Effect of Flashcard Education on Premarital Sexual Behavior among Adolescents (2024), intervensi edukatif berhasil membantu remaja untuk memahami risiko dan membuat keputusan yang lebih bertanggung jawab. [Lihat sumber Disini - thejnp.org]

Dengan demikian, pendidikan seks, baik di sekolah, keluarga, maupun komunitas, menjadi fondasi penting untuk membentuk sikap sehat dan mencegah perilaku seks pra nikah yang berisiko.


Risiko dan Dampak dari Perilaku Seks Pra Nikah

Remaja yang melakukan seks pra nikah menghadapi berbagai risiko, baik fisik, kesehatan reproduksi, sosial, maupun psikologis.

Beberapa potensi konsekuensi yang disorot dalam literatur:

Ketika seks pra nikah dilakukan tanpa persiapan, pengetahuan, atau tanggung jawab, dan tanpa akses terhadap layanan kesehatan reproduksi, dampaknya bisa serius bagi remaja dan masyarakat luas.


Dampak Sikap terhadap Perilaku Seksual Remaja

Sikap negatif atau positif terhadap seks pra nikah mempengaruhi keputusan dan perilaku seksual remaja.

Misalnya, dalam studi di SMA Negeri 106 Jakarta (2023), sikap remaja berpengaruh signifikan terhadap kemungkinan melakukan seks pra nikah. [Lihat sumber Disini - ejournal.urindo.ac.id]
Begitu juga dalam konteks intervensi, ketika edukasi sukses mengubah sikap menjadi lebih kritis terhadap seks pra nikah, kemungkinan remaja menghindari perilaku berisiko meningkat. [Lihat sumber Disini - jab.ubr.ac.id]
Sebaliknya, jika sikap permisif dibentuk oleh pengaruh media, teman, atau lingkungan yang kurang mendukung nilai protektif, maka risiko remaja melakukan seks pra nikah relatif lebih tinggi. [Lihat sumber Disini - jurnal.unismuhpalu.ac.id]

Jadi bisa dikatakan: sikap itu semacam “filter”, yang membantu remaja memutuskan apakah mereka akan mengambil tindakan sesuai nilai dan pengetahuan yang dimiliki, atau mengikuti tekanan eksternal.


Kesimpulan

Sikap remaja terhadap seks pra nikah dipengaruhi oleh kombinasi kompleks antara pengetahuan, lingkungan keluarga, teman sebaya, media, serta norma sosial dan budaya. Pemahaman yang baik tentang kesehatan reproduksi dan konsekuensi seks pra nikah, yang diperoleh melalui pendidikan seks, sangat krusial untuk membentuk sikap yang sehat dan bijak.

Tanpa pendidikan dan dukungan lingkungan yang tepat, remaja menjadi rentan terhadap perilaku seksual berisiko, dengan potensi dampak fisik, kesehatan, dan psikososial yang serius. Oleh karena itu, upaya promotif dan preventif, melibatkan keluarga, sekolah, komunitas, dan media, sangat penting untuk membantu remaja membuat keputusan seksual yang bertanggung jawab.

Penelitian empiris terbaru menunjukkan bahwa intervensi edukasi dapat memperbaiki pengetahuan dan sikap remaja terhadap seks pra nikah. Ini menjadi indikasi bahwa kebijakan pendidikan seks komprehensif dan program pendampingan remaja sangat dibutuhkan, terutama di era akses informasi tanpa batas seperti sekarang.

Semoga artikel ini bermanfaat sebagai bahan konten, edukasi, dan refleksi bagi pembaca, terutama remaja, orang tua, dan pendidik, agar bersama-sama mendorong kesadaran dan tanggung jawab dalam menyikapi seksualitas di masa remaja.

Artikel ini ditulis dan disunting oleh tim redaksi SumberAjar.com berdasarkan referensi akademik Indonesia.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Seks pra nikah pada remaja adalah aktivitas seksual yang dilakukan sebelum adanya ikatan pernikahan. Perilaku ini dipengaruhi oleh pengetahuan, lingkungan, media, teman sebaya, dan norma sosial.

Faktor yang memengaruhi sikap remaja meliputi pengetahuan seksual, pola asuh keluarga, paparan media, pengaruh teman sebaya, serta nilai budaya dan religiusitas di lingkungan remaja.

Risikonya meliputi kehamilan tidak diinginkan, infeksi menular seksual, gangguan psikologis, putus sekolah, stigma sosial, serta dampak pada masa depan remaja.

Pendidikan seks membantu meningkatkan pengetahuan, membentuk sikap kritis, serta membekali remaja dengan kemampuan mengambil keputusan yang bertanggung jawab terkait kesehatan reproduksi.

Ya, paparan media sosial dan hiburan dapat membentuk persepsi permisif terhadap seks pra nikah, terutama jika remaja tidak memiliki pendampingan dan pendidikan yang memadai.

Home
Kamus
Cite Halaman Ini
Geser dari kiri untuk membuka artikel Relevan.
Geser dari kanan untuk artikel terbaru.
Jangan tampilkan teks ini lagi
Artikel Relevan
Persepsi Remaja Putri terhadap KB Pasca Nikah Persepsi Remaja Putri terhadap KB Pasca Nikah Faktor Risiko Kehamilan Remaja Faktor Risiko Kehamilan Remaja Sikap Sosial Remaja: Konsep dan Pembentukannya Sikap Sosial Remaja: Konsep dan Pembentukannya Kesehatan Remaja Kesehatan Remaja Perilaku Sosial Remaja: Konsep dan Pembentukan Identitas Perilaku Sosial Remaja: Konsep dan Pembentukan Identitas Persepsi Remaja Putri terhadap Pemeriksaan Kesehatan Reproduksi Rutin Persepsi Remaja Putri terhadap Pemeriksaan Kesehatan Reproduksi Rutin Pengetahuan Remaja tentang Dampak Pernikahan Dini Pengetahuan Remaja tentang Dampak Pernikahan Dini Pengetahuan Remaja tentang Kesehatan Reproduksi Pengetahuan Remaja tentang Kesehatan Reproduksi Krisis Identitas Remaja: Konsep dan Dinamika Sosial Krisis Identitas Remaja: Konsep dan Dinamika Sosial Pergaulan Remaja: Konsep dan Kontrol Sosial Pergaulan Remaja: Konsep dan Kontrol Sosial Kehamilan Remaja: Konsep, Risiko Kesehatan, dan Pencegahan Kehamilan Remaja: Konsep, Risiko Kesehatan, dan Pencegahan Pengetahuan Remaja tentang Makan Malam Sehat Pengetahuan Remaja tentang Makan Malam Sehat Perilaku Konsumsi Susu pada Remaja Perilaku Konsumsi Susu pada Remaja Status Gizi Remaja Putri Status Gizi Remaja Putri Perilaku Hidup Sehat pada Remaja Perilaku Hidup Sehat pada Remaja Perilaku Minum Obat Remaja Perilaku Minum Obat Remaja Kesehatan Mental Remaja Kesehatan Mental Remaja Pengetahuan Gizi Remaja tentang Makanan Seimbang Pengetahuan Gizi Remaja tentang Makanan Seimbang Perilaku Swamedikasi di Kalangan Remaja Perilaku Swamedikasi di Kalangan Remaja Perilaku Merokok pada Remaja Perilaku Merokok pada Remaja
Artikel Terbaru
Memuat artikel terbaru…