
Pola Diet Rendah Lemak pada Dewasa
Pendahuluan
Pola makan merupakan bagian krusial dalam menjaga kesehatan dan mencegah penyakit kronis pada dewasa. Saat ini, penyakit jantung, obesitas, dan gangguan metabolik menjadi masalah kesehatan utama di banyak negara. Salah satu pendekatan nutrisi yang sering dianjurkan adalah diet rendah lemak, yang dirancang untuk membatasi jumlah lemak dalam asupan harian guna mengurangi risiko penyakit tersebut. Diet rendah lemak telah lama menjadi bagian dari rekomendasi kesehatan masyarakat karena lemak menghasilkan energi tinggi per gramnya dan kelebihan lemak terutama lemak jenuh dapat berkontribusi terhadap kenaikan kolesterol darah serta risiko penyakit kardiovaskular. [Lihat sumber Disini - ncbi.nlm.nih.gov]
Definisi Pola Diet Rendah Lemak
Definisi Pola Diet Rendah Lemak Secara Umum
Pola diet rendah lemak adalah pendekatan makan yang membatasi asupan lemak total dalam pola makan sehari-hari sehingga proporsi energi yang berasal dari lemak lebih rendah dibandingkan dengan diet rata-rata. Secara umum, diet ini menekankan konsumsi makanan yang kaya karbohidrat kompleks, protein tanpa lemak, serta buah dan sayuran, sambil mengurangi makanan tinggi lemak seperti produk olahan, daging berlemak, dan makanan gorengan. Tujuan utamanya adalah menurunkan asupan kalori dari lemak sehingga dapat mempengaruhi berat badan dan parameter kesehatan metabolik lainnya. [Lihat sumber Disini - ncbi.nlm.nih.gov]
Definisi Pola Diet Rendah Lemak dalam KBBI
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), istilah “diet” merujuk pada pola makan atau tata cara makan yang dirancang dengan tujuan tertentu, misalnya untuk menurunkan berat badan atau menjaga kesehatan. “Rendah lemak” merujuk pada kondisi di mana kadar lemak yang dikonsumsi dalam diet relatif sedikit atau dibatasi. Jadi, diet rendah lemak dapat dipahami sebagai pola makan yang membatasi konsumsi lemak agar berada di bawah persentase tertentu dari total asupan energi harian, untuk mendukung kesehatan.
Definisi Pola Diet Rendah Lemak Menurut Para Ahli
-
Priyanka Bhandari & Amit Sapra (StatPearls, 2023): Low-fat diet adalah pola makan di mana 30% atau kurang dari total kalori harian berasal dari lemak. Pola makan ini direkomendasikan untuk menurunkan risiko penyakit kardiovaskular dan mortalitas terkait penyakit jantung. [Lihat sumber Disini - ncbi.nlm.nih.gov]
-
Makris & Foster (Journal of Nutritional Research): Diet yang membatasi asupan lemak dan menekankan karbohidrat kompleks serta makanan rendah lemak dapat membantu mengontrol berat badan serta menurunkan kadar kolesterol LDL. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]
-
Howard et al. (Women's Health Initiative, 2006): Low-fat dietary pattern yang mengurangi konsumsi lemak jenuh dan menggantinya dengan buah, sayur, dan biji-bijian dapat menurunkan beberapa faktor risiko penyakit kronis pada peserta studi jangka panjang. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]
-
Reilly & Lee (American Journal of Clinical Nutrition): Diet rendah lemak berperan dalam pendekatan nutrisi dewasa untuk pencegahan obesitas dan penyakit metabolik melalui pembatasan asupan energi dari lemak makanan. [Lihat sumber Disini - media.neliti.com]
Prinsip Diet Rendah Lemak
Pola diet rendah lemak menerapkan beberapa prinsip dasar untuk membantu individu mencapai kesehatan yang lebih optimal melalui pengaturan jenis dan jumlah lemak yang dikonsumsi:
Pertama, pembatasan total asupan lemak dalam diet sehingga lemak total tidak melebihi persentase tertentu dari total kalori harian. Dalam banyak pedoman, konsumsi lemak total dianjurkan kurang dari 30% dari total energi harian untuk menurunkan risiko penyakit kardiovaskular dan obesitas. [Lihat sumber Disini - ncbi.nlm.nih.gov]
Kedua, memilih jenis lemak yang lebih sehat, seperti asam lemak tak jenuh tunggal dan tak jenuh ganda yang ditemukan pada minyak zaitun, kacang-kacangan, dan ikan, dibandingkan dengan lemak jenuh dan trans yang sering ditemukan pada makanan olahan dan produk hewani berlemak tinggi. Lemak tak jenuh cenderung memiliki efek positif terhadap profil lipid darah dan dapat menurunkan kadar LDL (kolesterol jahat). [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]
Ketiga, meningkatkan konsumsi makanan nabati kaya serat seperti sayuran, buah-buahan, dan biji-bijian, karena serat telah diketahui membantu mengikat kolesterol dalam saluran pencernaan dan menurunkan penyerapan lemak serta kolesterol ke dalam darah. [Lihat sumber Disini - juriskes.com]
Keempat, kesadaran terhadap label nutrisi pada makanan kemasan guna memilih produk yang benar-benar rendah lemak dan rendah lemak jenuh, bukan hanya klaim “rendah lemak” yang sering kali disertai peningkatan gula atau karbohidrat olahan. Ini penting karena penggantian lemak dengan karbohidrat olahan dapat meningkatkan risiko gangguan metabolik. [Lihat sumber Disini - thespruceeats.com]
Kelima, penyesuaian total energi sesuai kebutuhan individu. Walaupun diet rendah lemak menurunkan asupan lemak, total kalori yang dikonsumsi tetap harus sesuai dengan kebutuhan metabolik agar tujuan seperti penurunan berat badan tercapai secara efektif tanpa kekurangan nutrisi penting lainnya. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]
Pengaruh Diet terhadap Berat Badan
Pola diet rendah lemak secara teoritis dapat membantu penurunan berat badan karena lemak merupakan sumber energi yang sangat padat (9 kalori per gram), lebih tinggi dibandingkan karbohidrat atau protein (4 kalori per gram). Dengan membatasi asupan lemak, total kalori harian cenderung berkurang, yang dapat mendorong defisit energi dan akhirnya penurunan berat badan. [Lihat sumber Disini - ncbi.nlm.nih.gov]
Beberapa penelitian klinis menilai efektivitas diet rendah lemak terhadap perubahan berat badan. Hasil dari scoping review menunjukkan bahwa diet rendah lemak dapat menurunkan berat badan pada orang dewasa dengan obesitas, meskipun penurunan berat badan mungkin lebih lambat dibandingkan diet rendah karbohidrat atau diet lain yang lebih ketat. [Lihat sumber Disini - researchgate.net]
Dalam uji klinis jangka panjang, diet rendah lemak sering tidak menunjukkan perbedaan signifikan dalam penurunan berat badan jika dibandingkan dengan diet rendah karbohidrat ketika kedua pola makan diterapkan selama periode panjang (~12 bulan) dan total energi dijaga konstan. Perubahan berat badan lebih dipengaruhi oleh defisit kalori secara keseluruhan daripada proporsi makronutrien tertentu. [Lihat sumber Disini - jamanetwork.com]
Selain itu, diet rendah lemak juga sering dikombinasikan dengan peningkatan asupan serat dan konsumsi makanan nabati yang lebih tinggi, yang dapat meningkatkan rasa kenyang dan membantu pengendalian berat badan secara lebih sehat dalam jangka panjang. [Lihat sumber Disini - juriskes.com]
Dampak Diet Rendah Lemak terhadap Profil Lipid
Salah satu alasan utama diet rendah lemak dianjurkan adalah potensinya untuk memperbaiki profil lipid darah, parameter penting yang berhubungan dengan risiko penyakit kardiovaskular. Lemak, terutama lemak jenuh, secara langsung memengaruhi kadar kolesterol LDL (“jahat”) dalam darah. [Lihat sumber Disini - ncbi.nlm.nih.gov]
Penelitian dan tinjauan ilmiah menunjukkan bahwa pembatasan asupan lemak jenuh dapat menurunkan konsentrasi LDL, sehingga berkontribusi terhadap penurunan risiko aterosklerosis dan penyakit jantung. [Lihat sumber Disini - ncbi.nlm.nih.gov]
Dalam Women’s Health Initiative Dietary Modification Trial, pola makan rendah lemak yang tinggi buah, sayur dan biji-bijian dikaitkan dengan perubahan profil lipid yang mengarah ke penurunan risiko penyakit jantung tertentu dalam jangka panjang. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]
Namun demikian, efek diet rendah lemak terhadap profil lipid tidak selalu konsisten lintas studi. Ada bukti bahwa meskipun total kolesterol LDL dapat menurun, kadar HDL (“baik”) juga kadang turun, dan trigliserida dapat meningkat bila asupan karbohidrat meningkat secara signifikan sebagai pengganti lemak. Oleh sebab itu, kualitas jenis lemak dan keseluruhan komposisi diet sangat berpengaruh pada hasil akhir profil lipid darah. [Lihat sumber Disini - ncbi.nlm.nih.gov]
Faktor yang Mempengaruhi Kepatuhan Diet
Kepatuhan terhadap pola diet rendah lemak merupakan tantangan penting dalam keberhasilan intervensi diet. Banyak faktor memengaruhi sejauh mana seseorang dapat mengikuti dan mempertahankan pola makan yang direkomendasikan. [Lihat sumber Disini - researchgate.net]
-
Pengetahuan dan edukasi nutrisi: Individu yang memiliki pengetahuan lebih baik tentang manfaat dan prinsip diet cenderung lebih patuh terhadap rekomendasi diet. Edukasi yang efektif dari tenaga kesehatan dapat meningkatkan pemahaman dan motivasi untuk mengikuti diet. [Lihat sumber Disini - researchgate.net]
-
Motivasi dan dukungan sosial: Dukungan keluarga, teman, atau komunitas dapat meningkatkan komitmen seseorang dalam menjalankan diet, sedangkan tekanan sosial terhadap kebiasaan makan tidak sehat dapat menurunkan kepatuhan. [Lihat sumber Disini - researchgate.net]
-
Akses terhadap informasi dan sumber daya: Akses ke informasi yang akurat serta kemampuan untuk memperoleh makanan sehat yang sesuai dengan diet merupakan faktor kunci dalam kepatuhan diet. [Lihat sumber Disini - researchgate.net]
-
Lingkungan dan budaya: Kebiasaan budaya dalam konsumsi makanan dan pola makan dapat mempengaruhi pilihan makanan dan keberhasilan diet rendah lemak. Selain itu lingkungan tempat tinggal dan ketersediaan makanan memengaruhi pola makan sehari-hari. [Lihat sumber Disini - researchgate.net]
-
Faktor psikologis dan motivasi pribadi: Kepercayaan diri, stres, dan kebiasaan makan emosional dapat berperan dalam seberapa konsisten seseorang dapat mempertahankan diet dalam jangka panjang. [Lihat sumber Disini - researchgate.net]
Risiko Diet Rendah Lemak yang Tidak Seimbang
Walaupun diet rendah lemak memberikan manfaat kesehatan tertentu, jika diterapkan secara tidak seimbang atau ekstrem, terdapat potensi risiko yang perlu diperhatikan:
-
Kekurangan asupan asam lemak esensial dan vitamin larut lemak: Lemak diperlukan tubuh untuk menyerap vitamin A, D, E, dan K. Diet yang terlalu rendah lemak dapat mengganggu penyerapan mikronutrien penting ini. [Lihat sumber Disini - verywellhealth.com]
-
Penurunan kadar hormon tertentu: Beberapa studi menunjukkan bahwa diet sangat rendah lemak dapat berpengaruh terhadap produksi hormon steroid termasuk testosteron pada pria. [Lihat sumber Disini - arxiv.org]
-
Penggantian lemak dengan karbohidrat olahan: Jika lemak dihapus tanpa pengaturan yang baik, seringkali digantikan oleh karbohidrat olahan yang tinggi gula dan rendah serat, yang justru dapat meningkatkan risiko resistensi insulin dan dislipidemia. [Lihat sumber Disini - thespruceeats.com]
-
Kesulitan mempertahankan diet: Diet yang terlalu membatasi lemak tertentu atau jenis makanan tertentu dapat menjadi tidak realistis dan sulit dipertahankan dalam jangka panjang, sehingga memicu siklus “yo-yo dieting” yang berpotensi menimbulkan dampak negatif pada metabolisme. [Lihat sumber Disini - thespruceeats.com]
Kesimpulan
Pola diet rendah lemak merupakan pendekatan nutrisi yang menekankan pembatasan asupan lemak dalam diet harian untuk mendukung penurunan risiko penyakit kronis, perbaikan profil lipid darah, serta pengendalian berat badan. Diet ini memiliki prinsip dasar pembatasan total lemak, pilihan lemak sehat, dan peningkatan makanan kaya serat. Bukti ilmiah menunjukkan bahwa diet rendah lemak dapat membantu menurunkan berat badan dan memperbaiki profil lipid jika diterapkan secara seimbang. Namun, hasil penelitian juga menunjukkan bahwa efektivitasnya terhadap penurunan berat badan tidak selalu lebih unggul dibanding pendekatan diet lain dan keberhasilan diet sangat bergantung pada kepatuhan individu. Kepatuhan diet dipengaruhi oleh pengetahuan, dukungan sosial, akses informasi, dan lingkungan budaya. Diet rendah lemak yang tidak seimbang atau ekstrem memiliki risiko tertentu, termasuk gangguan penyerapan vitamin larut lemak serta risiko penggantian nutrisi yang kurang sehat. Oleh karena itu, pendekatan diet rendah lemak harus disesuaikan secara individual dan didukung oleh edukasi nutrisi yang tepat untuk hasil yang optimal.