Terakhir diperbarui: 13 December 2025

Citation (APA Style):
Davacom. (2025, 13 December). Hubungan Diet Rendah Karbo dengan Energi Harian. SumberAjar. Retrieved 14 January 2026, from https://sumberajar.com/kamus/hubungan-diet-rendah-karbo-dengan-energi-harian  

Kamu menggunakan Mendeley? Add entry manual di sini.

Hubungan Diet Rendah Karbo dengan Energi Harian - SumberAjar.com

Hubungan Diet Rendah Karbo dengan Energi Harian

Pendahuluan

Diet rendah karbohidrat menjadi salah satu pola makan yang semakin populer dalam beberapa tahun terakhir karena klaimnya dalam menurunkan berat badan cepat dan meningkatkan kesehatan metabolik. Dalam praktiknya, diet rendah karbohidrat membatasi asupan karbohidrat yang biasanya berasal dari nasi, roti, pasta, dan gula, lalu menggantinya dengan protein dan lemak. Pola makan ini sering ditarik ke ranah kebugaran dan gaya hidup sehat, namun pertanyaan penting yang muncul adalah: bagaimana hubungan diet rendah karbohidrat dengan energi harian tubuh seseorang? Banyak orang melaporkan perubahan energi, baik positif maupun negatif, setelah menerapkan diet rendah karbohidrat, terutama dalam menjalani aktivitas sehari-hari yang produktif dan tugas fisik ringan hingga berat. Untuk itu, artikel ini akan membahas secara komprehensif mengenai prinsip diet rendah karbohidrat, pengaruhnya terhadap tingkat energi harian, risiko kekurangan energi saat diet ketat, faktor yang mempengaruhi keberhasilan diet rendah karbohidrat, serta dampaknya terhadap stamina dan aktivitas fisik harian. Semua bahasan ini dirujuk dari jurnal ilmiah dan sumber terpercaya agar informasi yang disajikan valid dan bisa dipertanggungjawabkan.


Definisi Diet Rendah Karbohidrat

Definisi Diet Rendah Karbohidrat Secara Umum

Diet rendah karbohidrat adalah pola makan yang membatasi asupan karbohidrat untuk mendorong tubuh menggunakan sumber energi lain, seperti lemak dan protein. Asupan karbohidrat pada diet ini lebih rendah dibandingkan diet standar yang biasanya menyumbang sekitar 45, 65% dari total energi harian. Dengan rendahnya karbohidrat, tubuh dipaksa beradaptasi dalam memetabolismekan lemak sebagai bahan bakar utama untuk energi, kondisi yang sering disebut sebagai ketosis dalam diet sangat rendah karbohidrat seperti ketogenic diet. Studi-studi menunjukkan bahwa diet rendah karbohidrat dapat menyebabkan penurunan berat badan awal yang cukup signifikan dan memodifikasi pola energi dalam tubuh. Namun, perubahan ini tidak selalu berbanding lurus dengan peningkatan energi harian yang dirasakan semua individu. [Lihat sumber Disini - ncbi.nlm.nih.gov]

Definisi Diet Rendah Karbohidrat dalam KBBI

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), diet adalah pengaturan pola makan dengan tujuan tertentu, misalnya menurunkan berat badan atau memperbaiki kesehatan. Sedangkan istilah rendah karbohidrat merujuk pada pengurangan jumlah asupan karbohidrat dibandingkan dengan standar konsumsi harian umum. Diet rendah karbohidrat mengimplikasikan bahwa konsumsi karbohidrat seperti nasi, mie, roti, dan makanan tinggi gula dikurangi secara signifikan untuk mengubah metabolisme tubuh guna menurunkan berat badan atau mengendalikan kadar gula darah. (Sumber: KBBI Online, definisi kata diet dan karbohidrat).

Definisi Diet Rendah Karbohidrat Menurut Para Ahli

Beberapa ahli di bidang nutrisi dan fisiologi menguraikan diet rendah karbohidrat dengan sudut pandang ilmiah sebagai berikut:

  1. Dr. Richard Oh, MD (StatPearls/NCBI Bookshelf): Diet rendah karbohidrat merupakan pendekatan diet yang menurunkan asupan karbohidrat dengan tujuan menurunkan insulin dan meningkatkan pembakaran lemak sebagai sumber energi utama dalam tubuh. [Lihat sumber Disini - ncbi.nlm.nih.gov]

  2. Sultan et al. (2025): Low-carb diet memiliki pengaruh terhadap performa tubuh, namun data yang ada belum cukup untuk merekomendasikan diet ini secara universal dalam meningkatkan performa atlet atau energi harian karena hasilnya masih bervariasi. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]

  3. Dietitian Institute (General Nutrition Perspective): Diet rendah karbohidrat juga menyebabkan tubuh memasuki keadaan ketosis bila karbohidrat dibatasi secara drastis, dan perubahan metabolik ini berdampak langsung pada penggunaan energi dalam tubuh. (Sumber: komunitas nutrisi profesional, studi terkait ketogenic diet).

  4. Meta-analisis Ludwig (2021): Penelitian meta-analisis menyatakan bahwa diet rendah karbohidrat menampilkan penurunan sementara dalam total energi yang dibakar tetapi menunjukkan adaptasi jika dijalani dalam jangka panjang. [Lihat sumber Disini - sciencedirect.com]


Prinsip Diet Rendah Karbohidrat

Diet rendah karbohidrat berfokus pada pengaturan asupan makronutrien dengan menurunkan proporsi karbohidrat dan menggantinya dengan protein dan lemak sehat. Prinsip utama diet ini adalah pengurangan glukosa, sumber energi yang paling cepat dipecah oleh tubuh dari karbohidrat, sehingga tubuh akan beralih ke lemak sebagai sumber energi alternatif melalui proses yang dikenal sebagai ketosis. Dalam ketosis, hati mengubah lemak menjadi keton, yang kemudian digunakan sebagai bahan bakar oleh otot dan otak, terutama ketika persediaan glukosa rendah. [Lihat sumber Disini - ncbi.nlm.nih.gov]

Salah satu alasan diet rendah karbohidrat dipilih adalah karena ketika tubuh menggunakan lemak sebagai sumber energi, beberapa orang mengalami peningkatan rasa kenyang dan stabilitas gula darah yang lebih baik, sehingga konsumsi makanan berkurang secara alami. Ini membantu menciptakan defisit kalori yang diperlukan untuk penurunan berat badan. Namun, meskipun mekanisme ini terdengar menjanjikan, efeknya pada energi harian tidak sama untuk setiap orang. Beberapa individu melaporkan peningkatan energi setelah fase adaptasi, sementara yang lain mengalami penurunan performa fisik atau perasaan lemas terutama di awal mengikuti diet ini. [Lihat sumber Disini - ncbi.nlm.nih.gov]

Adapun proses adaptasi tubuh terhadap pola rendah karbohidrat biasanya membutuhkan waktu beberapa minggu agar tubuh dapat efektif dalam memetabolisme lemak sebagai sumber energi utama. Selama periode ini, tingkat energi harian bisa fluktuatif dan beberapa orang mengalami sakit kepala, kelelahan, dan suasana hati yang berubah, fenomena yang sering disebut sebagai keto flu jika diet sangat rendah karbohidrat diikuti. (Sumber berbagai jurnal metabolisme).


Pengaruh Diet terhadap Tingkat Energi Sehari-hari

Efek diet rendah karbohidrat terhadap energi harian sangat bervariasi tergantung pada individu, lama diet dijalani, dan aktivitas fisik yang dilakukan. Beberapa penelitian membuktikan bahwa diet rendah karbohidrat dapat mempengaruhi total pengeluaran energi (total energy expenditure/TEE) serta kenyamanan energi harian seseorang. Meta-analisis yang menelaah bagaimana diet rendah karbohidrat memengaruhi pengeluaran energi melaporkan bahwa pada fase awal diet, tubuh bisa mengalami penurunan TEE, tetapi setelah adaptasi beberapa minggu, efek ini bisa berubah dan kadang menunjukkan peningkatan TEE dibandingkan diet rendah lemak. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]

Adaptasi metabolik ini menunjukkan bahwa diet rendah karbohidrat dapat memengaruhi cara tubuh membakar energi, termasuk perubahan dalam metabolisme lemak versus karbohidrat. Namun, bukti ilmiah dari studi terkini belum memberikan kesimpulan definitif bahwa diet ini secara konsisten meningkatkan energi harian semua individu. Beberapa orang mungkin merasakan energi lebih stabil atau bahkan meningkat setelah fase adaptasi selesai, sementara lainnya merasakan timbulnya rasa lemas, terutama ketika tubuh masih mengandalkan glikogen yang berasal dari karbohidrat. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]

Selain itu, penelitian menunjukkan bahwa bagi beberapa orang, terutama yang sangat aktif atau atlet, diet rendah karbohidrat bisa berdampak negatif terhadap performa fisik seperti endurance, kecepatan, atau kekuatan karena glikogen otot, sumber energi utama untuk aktivitas intensif, menjadi lebih terbatas. [Lihat sumber Disini - news-medical.net]


Risiko Kekurangan Energi pada Diet Ketat

Menerapkan diet rendah karbohidrat secara ekstrem dapat menimbulkan risiko kekurangan energi, terutama jika asupan kalori keseluruhan juga rendah. Kekurangan energi dapat terjadi ketika tubuh tidak menerima cukup energi dari makanan untuk memenuhi kebutuhan dasar metabolisme dan aktivitas fisik. Beberapa risiko yang berkaitan termasuk kelelahan kronis, gangguan konsentrasi, sakit kepala, dan penurunan kemampuan fisik. [Lihat sumber Disini - ncbi.nlm.nih.gov]

Sebuah studi yang membandingkan berbagai pola diet mencatat bahwa diet rendah karbohidrat yang sangat ketat (<50 gram karbohidrat per hari) dapat menyebabkan efek samping seperti mual, air dan elektrolit yang hilang, dan penurunan kapasitas latihan, terutama pada fase awal diet. [Lihat sumber Disini - sciencedirect.com]

Tidak hanya itu, dalam konteks atlet atau individu dengan kebutuhan energi tinggi, diet rendah karbohidrat telah dikaitkan dengan gejala low energy availability (LEA), yang dapat meningkatkan risiko gangguan makan atau masalah hormonal, serta menurunkan stamina dan pemulihan fisik. [Lihat sumber Disini - frontiersin.org]


Faktor yang Mempengaruhi Keberhasilan Diet Rendah Karbohidrat

Beberapa faktor yang menentukan sejauh mana diet rendah karbohidrat dapat berhasil dan memberikan energi harian yang optimal antara lain:

  1. Adaptasi Metabolik Individu: Orang yang lebih cepat beradaptasi terhadap pembakaran lemak cenderung memiliki energi lebih stabil setelah beberapa minggu diet. [Lihat sumber Disini - ncbi.nlm.nih.gov]

  2. Jumlah Karbohidrat yang Dikonsumsi: Karbohidrat yang terlalu rendah dapat memicu kekurangan glikogen dan mempengaruhi performa fisik serta energi harian. [Lihat sumber Disini - sciencedirect.com]

  3. Kualitas Nutrisi: Diet rendah karbohidrat yang tetap memasukkan sumber karbohidrat kompleks, serat, dan mikronutrien cenderung lebih sehat dan kurang berisiko menyebabkan defisit energi. (Sumber ahli gizi).

  4. Aktivitas Fisik yang Dilakukan: Orang yang rutin berolahraga intens mungkin membutuhkan lebih banyak energi dari karbohidrat dibandingkan mereka yang aktivitasnya ringan sampai moderat. [Lihat sumber Disini - news-medical.net]


Dampak Diet terhadap Stamina dan Aktivitas Fisik

Diet rendah karbohidrat juga memengaruhi stamina dan kapasitas aktivitas fisik seseorang. Karena karbohidrat merupakan sumber utama glukosa yang cepat tersedia untuk energi saat aktivitas intens, pengurangan asupan karbohidrat dapat membuat glikogen otot lebih rendah. Ini berarti dalam aktivitas fisik yang memerlukan intensitas tinggi atau endurance, tubuh mungkin mengalami penurunan performa atau kelelahan lebih cepat dibandingkan dengan diet yang cukup karbohidrat. [Lihat sumber Disini - news-medical.net]

Namun demikian, beberapa penelitian menunjukkan bahwa setelah adaptasi metabolik jangka panjang, tubuh dapat meningkatkan oksidasi lemak, yang mungkin membantu dalam aktivitas endurance jangka panjang pada kondisi tertentu. Meski demikian, hasil penelitian masih bervariasi dan belum bisa disimpulkan secara umum bahwa diet rendah karbohidrat meningkatkan stamina dibandingkan diet seimbang. [Lihat sumber Disini - uphillathlete.com]


Kesimpulan

Diet rendah karbohidrat merupakan pola makan yang membatasi asupan karbohidrat dengan tujuan memaksa tubuh menggunakan lemak sebagai sumber energi utama. Secara umum, diet ini dapat berdampak pada energi harian seseorang karena perubahan metabolik yang dialami tubuh selama adaptasi karbohidrat rendah. Beberapa individu mungkin mengalami penstabilan energi setelah fase adaptasi, sedangkan yang lain bisa mengalami penurunan energi dan stamina, terutama dalam aktivitas intensif atau saat asupan karbohidrat terlalu rendah. Risiko kekurangan energi dan performa fisik yang menurun juga perlu diperhatikan, terutama jika diet dijalani secara ketat tanpa perencanaan nutrisi yang baik. Keberhasilan diet rendah karbohidrat sangat dipengaruhi oleh adaptasi metabolik individu, kualitas makanan yang dikonsumsi, dan jenis aktivitas fisik yang dilakukan. Oleh karena itu, meskipun diet rendah karbohidrat bisa efektif dalam menurunkan berat badan atau mengatur gula darah, pendekatan yang seimbang dan personalisasi pola makan tetap penting untuk memastikan energi harian dan performa tubuh optimal.

Artikel ini ditulis dan disunting oleh tim redaksi SumberAjar.com berdasarkan referensi akademik Indonesia.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Diet rendah karbohidrat adalah pola makan yang menurunkan asupan karbohidrat harian dan menggantinya dengan protein serta lemak, sehingga tubuh menggunakan lemak sebagai sumber energi utama.

Pada beberapa orang, energi harian dapat meningkat setelah tubuh beradaptasi, namun sebagian lainnya justru mengalami penurunan energi terutama pada fase awal diet.

Risikonya meliputi kelelahan, kekurangan energi, sakit kepala, penurunan performa fisik, hingga gangguan keseimbangan elektrolit jika tidak diatur dengan baik.

Diet rendah karbo cocok untuk orang yang ingin menurunkan berat badan atau mengontrol gula darah, namun perlu penyesuaian khusus bagi atlet atau individu dengan aktivitas fisik tinggi.

Stamina dapat menurun terutama dalam aktivitas intensif karena berkurangnya glikogen otot. Namun setelah adaptasi jangka panjang, sebagian orang mengalami peningkatan efisiensi pembakaran lemak.

⬇
Home
Kamus
Cite Halaman Ini
Geser dari kiri untuk membuka artikel Relevan.
Geser dari kanan untuk artikel terbaru.
Jangan tampilkan teks ini lagi
Artikel Relevan
Kecukupan Energi Harian Kecukupan Energi Harian Faktor yang Mempengaruhi Kebutuhan Energi Harian Faktor yang Mempengaruhi Kebutuhan Energi Harian Kecukupan Energi: Konsep, Kebutuhan Tubuh, dan Keseimbangan Kecukupan Energi: Konsep, Kebutuhan Tubuh, dan Keseimbangan Hubungan Asupan Karbohidrat dengan Energi Harian Hubungan Asupan Karbohidrat dengan Energi Harian Faktor Penyebab Kekurangan Energi Kronis Faktor Penyebab Kekurangan Energi Kronis Sistem Web Laporan Harian Digital Sistem Web Laporan Harian Digital Diet Rendah Kalori pada Pasien Obesitas Diet Rendah Kalori pada Pasien Obesitas Hubungan Kebiasaan Ngemil dengan Peningkatan IMT Hubungan Kebiasaan Ngemil dengan Peningkatan IMT Diet Rendah Kalori: Konsep, Pengendalian Berat Badan, dan Risiko Diet Rendah Kalori: Konsep, Pengendalian Berat Badan, dan Risiko Identifikasi Faktor Risiko Kehamilan Kurang Energi Kronis (KEK) Identifikasi Faktor Risiko Kehamilan Kurang Energi Kronis (KEK) Sistem Informasi Pencatatan Transaksi Harian Sistem Informasi Pencatatan Transaksi Harian Frekuensi Camilan dan Kelebihan Berat Badan Anak Frekuensi Camilan dan Kelebihan Berat Badan Anak Dampak Kebiasaan Melewatkan Sarapan Dampak Kebiasaan Melewatkan Sarapan Hubungan Diet Tinggi Karbohidrat dengan Kelelahan Hubungan Diet Tinggi Karbohidrat dengan Kelelahan Pola Makan dan Obesitas Pola Makan dan Obesitas Hubungan Kualitas Tidur dengan Nafsu Makan Anak Hubungan Kualitas Tidur dengan Nafsu Makan Anak Pola Diet Rendah Lemak pada Dewasa Pola Diet Rendah Lemak pada Dewasa Obesitas: Konsep, Faktor Risiko, dan Dampak Kesehatan Obesitas: Konsep, Faktor Risiko, dan Dampak Kesehatan Evaluasi Pola Makan Harian berdasarkan Pedoman Gizi Seimbang Evaluasi Pola Makan Harian berdasarkan Pedoman Gizi Seimbang Perilaku Sarapan pada Mahasiswa Perilaku Sarapan pada Mahasiswa
Artikel Terbaru
Memuat artikel terbaru…