Terakhir diperbarui: 29 December 2025

Citation (APA Style):
Davacom. (2025, 29 December). Diet Rendah Kalori: Konsep, Pengendalian Berat Badan, dan Risiko. SumberAjar. Retrieved 14 January 2026, from https://sumberajar.com/kamus/diet-rendah-kalori-konsep-pengendalian-berat-badan-dan-risiko  

Kamu menggunakan Mendeley? Add entry manual di sini.

Diet Rendah Kalori: Konsep, Pengendalian Berat Badan, dan Risiko - SumberAjar.com

Diet Rendah Kalori: Konsep, Pengendalian Berat Badan, dan Risiko

Pendahuluan

Diet rendah kalori merupakan salah satu strategi nutrisi yang paling sering direkomendasikan bagi individu dengan kelebihan berat badan atau obesitas dalam upaya mencapai pengendalian berat badan yang efektif. Ketika kebutuhan kalori harian seseorang dipenuhi melebihi jumlah energi yang dibakar, kelebihan energi tersebut disimpan dalam bentuk lemak tubuh, yang dari waktu ke waktu dapat menyebabkan kenaikan berat badan dan risiko berbagai penyakit metabolik kronis. Oleh karena itu, pembatasan asupan energi melalui diet rendah kalori secara ilmiah telah dipelajari sebagai pendekatan untuk menurunkan berat badan dan memperbaiki profil metabolik. Dalam konteks nutrisi klinis dan kesehatan masyarakat, memahami konsep, tujuan, serta potensi manfaat dan risiko dari diet rendah kalori sangat penting untuk diterapkan secara aman dan efektif, khususnya di era peningkatan prevalensi obesitas global.


Definisi Diet Rendah Kalori

Definisi Diet Rendah Kalori Secara Umum

Diet rendah kalori secara umum adalah pola makan yang dirancang untuk mengurangi total asupan energi harian individu sehingga berada di bawah kebutuhan energi normal tubuh. Tujuannya adalah menciptakan defisit energi yang memaksa tubuh untuk memecah cadangan lemak sebagai sumber energi, sehingga terjadi penurunan berat badan. Biasanya, diet rendah kalori termasuk pembatasan asupan sekitar 500, 1000 kilokalori di bawah kebutuhan energi harian seseorang, yang seringkali berarti konsumsi sekitar 1000, 1500 kilokalori per hari tergantung kondisi individu. Pendekatan ini merupakan bagian dari intervensi nutrisi yang digunakan dalam manajemen obesitas serta untuk mengurangi risiko penyakit terkait berat badan berlebih. [Lihat sumber Disini - keslan.kemkes.go.id]

Definisi Diet Rendah Kalori dalam KBBI

Secara terminologi dalam bahasa Indonesia menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), diet merujuk pada “pengaturan pola makan dengan cara membatasi jumlah atau jenis makanan tertentu untuk tujuan kesehatan atau estetika.” Istilah “rendah kalori” menunjukkan bahwa pola makan tersebut membatasi jumlah energi yang berasal dari makanan dan minuman yang dikonsumsi. Dengan penggabungan istilah ini, diet rendah kalori dapat dipahami sebagai pengaturan pola makan yang sengaja mengurangi jumlah kalori harian untuk mencapai efek fisiologis tertentu seperti penurunan berat badan atau perbaikan kondisi metabolik.

Definisi Diet Rendah Kalori Menurut Para Ahli

1. Thomas A. Wadden dan Albert J. Wing menyatakan bahwa low calorie diet adalah rejimen diet yang biasanya menyediakan sekitar 1200, 1500 kilokalori per hari, digunakan sebagai bagian dari intervensi perilaku standar untuk penurunan berat badan. Diet ini telah terbukti menghasilkan penurunan berat badan yang signifikan dalam jangka menengah sekitar 6 bulan. [Lihat sumber Disini - sciencedirect.com]

2. Menurut Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (PERKENI), diet rendah kalori atau hypocaloric diet adalah pola makan dengan defisit energi sekitar 500, 800 kilokalori per hari dari kebutuhan total yang direkomendasikan, bagian dari strategi untuk menurunkan berat badan pada individu obesitas atau berisiko metabolik. [Lihat sumber Disini - keslan.kemkes.go.id]

3. JY Kim et al. menjelaskan dalam review nutrisi bahwa diet rendah kalori adalah konsumsi sekitar 1000, 1500 kilokalori per hari, yang menciptakan defisit energi 500, 750 kilokalori per hari dan direkomendasikan sebagai strategi pertama dalam manajemen obesitas. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]

4. Pandangan klinis studi ilmiah juga menekankan bahwa diet rendah kalori adalah metode yang melibatkan pembatasan energi yang dirancang tanpa menyebabkan malnutrisi, dan bertujuan untuk memperbaiki komposisi tubuh sambil mempertahankan kecukupan nutrisi penting. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]


Tujuan dan Prinsip Diet Rendah Kalori

Diet rendah kalori diterapkan dengan prinsip dasar menciptakan defisit energi, yaitu kondisi di mana energi yang dikonsumsi melalui makanan lebih rendah daripada energi yang digunakan untuk aktivitas basal dan aktivitas harian. Defisit energi ini memaksa tubuh untuk mengambil cadangan energi yang tersimpan dalam bentuk lemak adiposa untuk memenuhi kebutuhan metabolik, sehingga terjadi penurunan adipositas dan berat badan. [Lihat sumber Disini - sciencedirect.com]

Salah satu tujuan utama diet rendah kalori adalah mengurangi berat badan secara bertahap dan aman untuk menurunkan risiko penyakit kronis yang berhubungan dengan obesitas seperti diabetes tipe 2, hipertensi, dan dislipidemia. Penelitian klinis menunjukkan bahwa penurunan berat badan sekitar 5, 10% dari berat awal dapat memberikan manfaat signifikan terhadap kesehatan metabolik. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]

Selain itu, diet rendah kalori juga bertujuan untuk memperbaiki profil lipid darah, tekanan darah, dan sensitivitas insulin. Defisit energi yang terkontrol dapat mengurangi LDL (kolesterol “jahat”) dan trigliserida, serta meningkatkan rasio HDL (kolesterol “baik”) terhadap total kolesterol, yang secara keseluruhan mendukung kesehatan kardiometabolik. [Lihat sumber Disini - sciencedirect.com]

Prinsip pelaksanaannya sering kali melibatkan pengurangan asupan lemak jenuh dan gula, meningkatkan konsumsi sayuran, buah, protein tanpa lemak, serta menjaga asupan makronutrien dan mikronutrien yang seimbang. Diet rendah kalori yang sehat harus tetap memenuhi kebutuhan vitamin, mineral, serat, dan protein untuk mencegah kekurangan nutrisi.


Pengaruh Diet Rendah Kalori terhadap Berat Badan

Diet rendah kalori secara konsisten dikaitkan dengan penurunan berat badan dalam berbagai penelitian dan uji klinis. Defisit energi yang terjaga dalam jangka waktu tertentu dapat memaksa tubuh menggunakan cadangan lemak sebagai sumber energi, yang berkontribusi terhadap penurunan massa lemak tubuh dan total berat badan. [Lihat sumber Disini - sciencedirect.com]

Dalam studi yang menilai intervensi diet rendah kalori dengan program perilaku, hasil menunjukkan penurunan berat badan rata-rata sekitar 8, 10% dari berat awal tubuh selama periode 3 hingga 12 bulan. Efek ini biasanya disertai dengan penurunan lingkar pinggang dan persentase lemak tubuh. [Lihat sumber Disini - sciencedirect.com]

Pengaruh ini juga terlihat dalam penelitian klinis lain yang mengevaluasi kombinasi diet rendah kalori dan aktivitas fisik, di mana penurunan berat badan yang signifikan diikuti dengan perbaikan parameter metabolik seperti tekanan darah dan kadar lipid darah. [Lihat sumber Disini - lontar.ui.ac.id]

Namun, penting untuk dicatat bahwa keberhasilan diet rendah kalori dalam jangka panjang sangat bergantung pada kepatuhan terhadap rencana diet, perubahan perilaku, serta dukungan profesional seperti konsultan gizi atau tenaga kesehatan yang berkompeten.


Risiko dan Efek Samping Diet Rendah Kalori

Meskipun diet rendah kalori bermanfaat untuk pengendalian berat badan, terdapat sejumlah potensi risiko dan efek samping yang perlu dipertimbangkan. Diet yang terlalu ketat atau tidak dirancang dengan baik dapat berisiko menyebabkan defisiensi nutrisi, kehilangan massa otot, gangguan hormonal, serta gangguan mental seperti gejala depresi atau gangguan mood. [Lihat sumber Disini - bmjgroup.com]

Salah satu risiko yang dilaporkan dalam studi observasional adalah peningkatan gejala depresi pada individu yang mengikuti pola makan rendah kalori, terutama jika diet dilakukan tanpa pengawasan atau keseimbangan nutrisi yang tepat. [Lihat sumber Disini - bmjgroup.com]

Efek samping fisik lainnya termasuk intoleransi terhadap dingin, kelelahan, sakit kepala, konstipasi, dan gangguan pencernaan lainnya, yang sering dilaporkan pada diet sangat rendah kalori atau saat penurunan energi terlalu drastis. [Lihat sumber Disini - sciencedirect.com]

Fraksi massa otot juga dapat berkurang apabila asupan protein tidak mencukupi, yang pada akhirnya dapat menurunkan laju metabolisme basal dan membuat penurunan berat badan lebih sulit dipertahankan dalam jangka panjang. [Lihat sumber Disini - mdpi.com]

Selain itu, restriksi kalori yang ekstrem tanpa pengawasan medis dapat meningkatkan risiko batu empedu, gangguan elektrolit, dan masalah kardiovaskular, sehingga pendekatan ini umumnya direkomendasikan di bawah pengawasan profesional kesehatan, khususnya dalam konteks klinis. [Lihat sumber Disini - sciencedirect.com]


Penilaian Kecukupan Gizi pada Diet Rendah Kalori

Penilaian kecukupan gizi adalah aspek penting dalam diet rendah kalori untuk memastikan bahwa meskipun asupan kalori berkurang, kebutuhan akan protein, vitamin, mineral, dan serat tetap terpenuhi. Evaluasi ini sering dilakukan melalui analisis diet individu dengan mempertimbangkan kebutuhan basal, aktivitas fisik, dan tujuan kesehatan.

Diet rendah kalori yang terencana harus menjamin kecukupan mikronutrien seperti zat besi, kalsium, vitamin D, B kompleks, serta asam lemak esensial. Kekurangan nutrisi dapat menyebabkan anemia, gangguan fungsi imun, serta penurunan performa fisik dan mental. Oleh karena itu, penggunaan suplemen atau pemilihan makanan yang kaya nutrisi padat sering kali dianjurkan dalam rencana diet rendah kalori untuk menghindari defisiensi.

Konsultasi dengan ahli gizi berlisensi membantu menentukan kebutuhan nutrisi spesifik dan menyesuaikan rencana diet sehingga tidak hanya fokus pada kalori tetapi juga kualitas makanan yang membantu mempertahankan kesehatan secara keseluruhan selama periode penurunan berat badan.


Pengawasan Diet Rendah Kalori

Pengawasan diet rendah kalori oleh tenaga profesional seperti ahli gizi atau dokter sangat disarankan untuk memaksimalkan manfaat dan meminimalkan risiko. Pengawasan ini melibatkan penilaian awal status kesehatan, perencanaan nutrisi individual, pemantauan parameter kesehatan secara berkala, serta modifikasi diet sesuai respons tubuh terhadap perubahan asupan kalori.

Dalam praktik klinis, pengawasan juga mencakup edukasi nutrisi untuk membantu individu memahami pentingnya komponen gizi dalam makanan, strategi untuk mengatasi rasa lapar atau keinginan makan yang tinggi, serta pendekatan perilaku untuk mempertahankan perubahan gaya hidup yang sehat.

Selain itu, bagi individu dengan kondisi medis tertentu seperti diabetes atau penyakit kardiometabolik, pengawasan medis memungkinkan penyesuaian diet yang aman sehingga risiko komplikasi dapat diminimalkan dan manfaat kesehatan dapat dioptimalkan.


Kesimpulan

Diet rendah kalori merupakan intervensi nutrisi yang efektif untuk menciptakan defisit energi yang mengarah pada penurunan berat badan dan perbaikan parameter metabolik. Strategi ini didasarkan pada prinsip mengurangi asupan energi harian sambil tetap menjaga kecukupan nutrisi penting. Dalam pelaksanaannya, diet rendah kalori dapat memberikan manfaat signifikan terhadap kesehatan, terutama dalam konteks manajemen obesitas dan risiko penyakit kronis. Akan tetapi, pendekatan ini juga memiliki potensi risiko dan efek samping jika dilakukan tanpa pengawasan yang tepat atau terlalu ketat, sehingga diperlukan perencanaan nutrisi yang matang dan pengawasan profesional guna memastikan hasil yang aman dan berkelanjutan. Pemahaman yang komprehensif tentang diet rendah kalori mencakup aspek fisiologi, psikologi, serta penyesuaian gaya hidup yang dapat membantu individu mencapai tujuan kesehatan jangka panjang.

Artikel ini ditulis dan disunting oleh tim redaksi SumberAjar.com berdasarkan referensi akademik Indonesia.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Diet rendah kalori adalah pola makan yang membatasi asupan energi harian di bawah kebutuhan tubuh dengan tujuan menciptakan defisit energi. Defisit ini mendorong tubuh menggunakan cadangan lemak sebagai sumber energi sehingga membantu pengendalian dan penurunan berat badan.

Tujuan utama diet rendah kalori adalah menurunkan dan mengendalikan berat badan secara bertahap, memperbaiki komposisi tubuh, serta menurunkan risiko penyakit kronis seperti obesitas, diabetes melitus tipe 2, hipertensi, dan gangguan kardiovaskular.

Diet rendah kalori dapat menurunkan berat badan dengan menciptakan defisit energi yang menyebabkan tubuh membakar cadangan lemak. Jika dilakukan secara konsisten dan terkontrol, diet ini juga dapat menurunkan lingkar pinggang dan memperbaiki parameter metabolik.

Risiko diet rendah kalori meliputi kekurangan zat gizi, kelelahan, penurunan massa otot, gangguan hormon, gangguan suasana hati, hingga masalah kesehatan lainnya jika dilakukan secara ekstrem tanpa pengawasan tenaga kesehatan.

Diet rendah kalori dapat aman dalam jangka panjang apabila direncanakan dengan baik, memenuhi kebutuhan gizi esensial, serta dilakukan di bawah pengawasan ahli gizi atau tenaga kesehatan untuk mencegah risiko defisiensi nutrisi.

Pengawasan diperlukan untuk memastikan diet rendah kalori tetap memenuhi kecukupan gizi, memantau respons tubuh, serta menyesuaikan pola makan agar penurunan berat badan berlangsung aman, efektif, dan berkelanjutan.

⬇
Home
Kamus
Cite Halaman Ini
Geser dari kiri untuk membuka artikel Relevan.
Geser dari kanan untuk artikel terbaru.
Jangan tampilkan teks ini lagi
Artikel Relevan
Diet Rendah Kalori pada Pasien Obesitas Diet Rendah Kalori pada Pasien Obesitas Berat Badan Lahir Bayi: Konsep, Faktor Maternal, dan Implikasi Berat Badan Lahir Bayi: Konsep, Faktor Maternal, dan Implikasi Pola Diet Rendah Lemak pada Dewasa Pola Diet Rendah Lemak pada Dewasa Faktor yang Mempengaruhi Berat Badan Lahir Bayi Faktor yang Mempengaruhi Berat Badan Lahir Bayi Pengendalian Variabel dalam Riset Eksperimen Pengendalian Variabel dalam Riset Eksperimen Pola Diet Intermittent Fasting pada Dewasa Pola Diet Intermittent Fasting pada Dewasa Risiko Penyalahgunaan Obat Penurun Berat Badan Risiko Penyalahgunaan Obat Penurun Berat Badan Pengaruh Konsumsi Junk Food terhadap IMT Pengaruh Konsumsi Junk Food terhadap IMT Frekuensi Camilan dan Kelebihan Berat Badan Anak Frekuensi Camilan dan Kelebihan Berat Badan Anak IMT Ibu Hamil: Konsep, Risiko Kehamilan, dan Pemantauan IMT Ibu Hamil: Konsep, Risiko Kehamilan, dan Pemantauan Pola Makan dan Obesitas Pola Makan dan Obesitas Pola Diet Ketogenik pada Dewasa Pola Diet Ketogenik pada Dewasa Pengendalian Kesalahan Statistik dalamĀ Penelitian Pengendalian Kesalahan Statistik dalamĀ Penelitian Pengendalian Variabel: Definisi, Fungsi, dan Contoh Pengendalian Variabel: Definisi, Fungsi, dan Contoh Hubungan Konsumsi Soda dengan Risiko Obesitas Hubungan Konsumsi Soda dengan Risiko Obesitas Hubungan Kebiasaan Ngemil dengan Peningkatan IMT Hubungan Kebiasaan Ngemil dengan Peningkatan IMT Hubungan Pola Makan dengan IMT Hubungan Pola Makan dengan IMT Hubungan IMT Ibu Hamil dengan Kejadian Preeklampsia Hubungan IMT Ibu Hamil dengan Kejadian Preeklampsia Hubungan Status Gizi Ibu Hamil dengan Ukuran Lingkar Kepala Bayi Hubungan Status Gizi Ibu Hamil dengan Ukuran Lingkar Kepala Bayi Pengendalian Infeksi di Rumah Sakit Pengendalian Infeksi di Rumah Sakit
Artikel Terbaru
Memuat artikel terbaru…