Terakhir diperbarui: 01 December 2025

Citation (APA Style):
Davacom. (2025, 1 December). Proses Review Naskah Akademik: Alur dan Tips. SumberAjar. Retrieved 14 January 2026, from https://sumberajar.com/kamus/proses-review-naskah-akademik-alur-dan-tips  

Kamu menggunakan Mendeley? Add entry manual di sini.

Proses Review Naskah Akademik: Alur dan Tips - SumberAjar.com

Proses Review Naskah Akademik: Alur dan Tips

Pendahuluan

Dalam dunia akademik dan publikasi ilmiah, naskah akademik seperti artikel jurnal tidak langsung diterbitkan setelah disubmit, melainkan melalui serangkaian proses review yang sistematis. Proses review ini bertujuan menjaga kualitas, orisinalitas, relevansi, dan kredibilitas ilmiah naskah sebelum dipublikasikan. Dengan memahami alur serta aspek-aspek penting dalam review, penulis dapat mempersiapkan naskah dengan lebih matang dan meningkatkan peluang diterima. Artikel ini mengeksplorasi definisi “review naskah akademik”, alur umum review dalam jurnal, serta tips praktis agar naskah lolos review.


Definisi Review Naskah Akademik

Definisi Secara Umum

Review naskah akademik, sering disebut juga peer-review, adalah proses evaluasi kritis terhadap sebuah naskah ilmiah oleh satu atau lebih ahli di bidang yang relevan sebelum naskah tersebut diterbitkan. Tujuan utama review adalah memastikan bahwa penelitian yang disajikan memenuhi standar akademik: orisinalitas, metodologi yang tepat, kontribusi ilmiah yang jelas, dan penyajian hasil yang valid serta dapat dipertanggungjawabkan. Melalui review, penulis mendapat masukan konstruktif agar naskah dapat disempurnakan jika diperlukan. [Lihat sumber Disini - idpublishing.org]

Definisi dalam KBBI

Menurut definisi resmi (seperti pada kamus besar bahasa Indonesia, misalnya KBBI), istilah “review” dalam konteks umum berarti “ulasan” atau “tinjauan kembali.” Bila digabung dengan “naskah akademik”, maka “review naskah akademik” berarti “ulasan atau tinjauan kembali terhadap naskah ilmiah/ilmiah-akademik”, yaitu proses di mana naskah diperiksa kembali oleh pihak lain (reviewer) untuk menilai kualitas, relevansi, dan kelayakan publikasi.

Definisi Menurut Para Ahli

Beberapa ahli dan praktisi publikasi mendefinisikan review akademik sebagai bagian krusial dari sistem publikasi ilmiah:

  • Dalam penjelasan umum oleh penyelenggara jurnal, peer review adalah evaluasi artikel ilmiah oleh satu atau lebih ahli di bidang relevan sebelum diterbitkan, dengan tujuan memastikan kualitas, kelayakan, serta kesesuaian karya terhadap standar publikasi. [Lihat sumber Disini - idpublishing.org]
  • Menurut pengelola jurnal internasional dan nasional, proses ini mencakup serangkaian tahapan, mulai dari pemeriksaan awal oleh editor, seleksi reviewer, penilaian metodologi, orisinalitas, kontribusi ilmiah, hingga keputusan akhir, untuk menjamin hanya naskah berkualitas yang diterbitkan. [Lihat sumber Disini - jriem.ti.fti.itb.ac.id]
  • Dalam konteks etika dan integritas publikasi ilmiah, review naskah juga dipandang sebagai mekanisme kontrol mutu dan etika akademik, yang membantu mencegah plagiarisme, riset dengan metodologi lemah, atau hasil yang tidak valid. [Lihat sumber Disini - ulilalbabinstitute.id]
  • Lebih jauh, sebagai bagian dari transparansi dan akuntabilitas ilmiah, review independen memastikan bahwa validitas, signifikan ilmiah, dan relevansi dari sebuah penelitian diuji secara objektif sebelum disahkan untuk publikasi. [Lihat sumber Disini - jurnal.uns.ac.id]

Alur Proses Review Naskah Akademik

Berikut gambaran alur umum proses review naskah akademik berdasarkan praktik di banyak jurnal (mengacu jurnal-jurnal di Indonesia dan internasional):

1. Penyerahan Naskah
Penulis mengirimkan naskah ke jurnal melalui sistem online (misalnya Open Journal System / OJS) atau kadang melalui email jika diizinkan oleh jurnal. [Lihat sumber Disini - ejournal.utp.ac.id]

2. Pemeriksaan Awal oleh Tim Editor (Desk Review)
Tim editor (editor sekretariat / editorial office) melakukan pemeriksaan awal: apakah naskah sesuai dengan fokus dan ruang lingkup jurnal, apakah format dan struktur sudah sesuai pedoman penulis, serta apakah naskah memenuhi kriteria minimal untuk diproses lebih lanjut. Jika tidak memenuhi, naskah bisa ditolak langsung. [Lihat sumber Disini - e-journal.unair.ac.id]

3. Penilaian oleh Editor-in-Chief
Setelah desk review, editor in chief atau pemimpin redaksi menilai aspek penting seperti orisinalitas, relevansi topik, signifikan kontribusi penelitian, dan kebaruan (novelty). Jika dianggap tidak memenuhi standar, naskah bisa ditolak tanpa dikirim ke reviewer. [Lihat sumber Disini - ejournal.utp.ac.id]

4. Seleksi dan Undangan Reviewer
Jika lolos tahap sebelumnya, editor memilih calon reviewer yang kompeten di bidang terkait dan tidak memiliki konflik kepentingan. Banyak jurnal menggunakan sistem double-blind review: identitas penulis dan reviewer disamarkan agar ulasan objektif. [Lihat sumber Disini - japendi.publikasiindonesia.id]

5. Persetujuan atau Penolakan Reviewer untuk Melakukan Review
Calon reviewer menilai apakah mereka memiliki keahlian sesuai, tidak ada konflik kepentingan, dan bersedia melakukan review. Jika menolak, editor akan mencari reviewer alternatif. [Lihat sumber Disini - ejournal.utp.ac.id]

6. Proses Review oleh Reviewer
Reviewer membaca naskah, biasanya lebih dari sekali, untuk menilai berbagai aspek: relevansi, metodologi, validitas data, kejelasan argumen, kontribusi terhadap literatur, kecukupan referensi, etika penulisan, dan kelengkapan struktur. Reviewer kemudian menyusun laporan review berisi komentar, kritik, dan rekomendasi (diterima, ditolak, atau diterima dengan revisi, mayor atau minor). [Lihat sumber Disini - journal.uny.ac.id]

7. Evaluasi Umpan Balik dan Keputusan Editor
Editor mempertimbangkan laporan review, komentar, dan rekomendasi reviewer. Jika hasil review antara reviewer berbeda jauh, editor bisa meminta reviewer tambahan. Setelah pertimbangan, editor memutuskan: menerima naskah, menerima dengan revisi, ditolak, atau meminta penulis submit ulang setelah revisi besar. [Lihat sumber Disini - jurnal.syntaxliterate.co.id]

8. Komunikasi Keputusan ke Penulis
Editor mengirimkan keputusan beserta komentar reviewer anonim ke penulis. Jika naskah diterima dengan revisi, penulis harus melakukan perbaikan sesuai saran dan mengirim ulang naskah. [Lihat sumber Disini - japendi.publikasiindonesia.id]

9. Tahap Final: Copy-editing, Layout, dan Publikasi
Jika naskah diterima, biasanya akan melalui proses editorial akhir: copy-editing, pengecekan plagiarisme (jika belum atau sebagai tahap akhir), layout/formatting, dan akhirnya dipublikasikan, baik online maupun cetak, tergantung kebijakan jurnal. [Lihat sumber Disini - japendi.publikasiindonesia.id]

10. (Opsional) Versi Setelah Review / Post-Acceptance
Setelah naskah direvisi dan diterima, versi final yang disetujui disebut “postprint” sebelum menjalani typesetting & layout. Postprint adalah versi setelah peer-review dan revisi, tetapi sebelum pengeditan tata letak oleh penerbit. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]


Tips Agar Naskah Lolos Review

Berdasarkan alur dan praktik review, ini beberapa kiat agar naskah lo punya peluang tinggi diterima:

  • Pastikan topik dan ruang lingkup penelitian sesuai dengan fokus jurnal yang dituju, sebelum submit, pelajari “Aims & Scope” jurnal dengan teliti.
  • Ikuti pedoman penulisan (author guidelines) jurnal secara ketat: format, struktur, gaya referensi, panjang abstrak, bahasa, dan sebagainya.
  • Perhatikan aspek orisinalitas dan kontribusi ilmiah: pastikan penelitian membawa hal baru atau menawarkan perspektif berbeda terhadap literatur, reviewer dan editor akan menilai aspek kebaruan dan nilai tambah.
  • Gunakan metodologi yang jelas, valid, dan dapat dipertanggungjawabkan; jelaskan prosedur, analisis, dan interpretasi data dengan transparan.
  • Pastikan referensi relevan dan mutakhir; hindari referensi yang sudah terlalu tua kecuali mendasar, ini mendukung argumen bahwa penelitian lo terintegrasi dengan perkembangan terbaru.
  • Hindari plagiarisme: lakukan sitasi/parafrase dengan benar, dan jika jurnal mensyaratkan similarity check (misalnya dengan Turnitin), pastikan naskah lo punya similarity score di bawah ambang batas jurnal.
  • Bahasa dan tata tulis harus rapi, baku, dan formal, kesalahan grammar/penulisan bisa jadi alasan desk-reject.
  • Siapkan naskah dengan struktur jelas: abstrak, pendahuluan, tinjauan pustaka, metodologi, hasil, pembahasan, kesimpulan, referensi, sesuai pedoman jurnal.
  • Bersiap menerima masukan reviewer: jangan anggap review sebagai kritik pribadi, tapi sebagai kesempatan memperbaiki, revisi mayor atau minor adalah hal normal.
  • Responsif terhadap feedback: jika diminta revisi, lakukan revisi secepat dan sejelas mungkin; sertakan balasan point-by-point agar editor dan reviewer bisa melihat perubahan.
  • Transparansi etika: cantumkan pernyataan orisinalitas, konflik kepentingan (jika ada), sumber dana (jika relevan), dan jaga integritas ilmiah.

Kesimpulan

Proses review naskah akademik adalah elemen inti dari kualitas dan kredibilitas publikasi ilmiah. Lewat tahap-tahap sistematis, mulai dari pengajuan, desk review, peer-review, revisi, hingga copy-editing dan publikasi, naskah diuji dari berbagai aspek: orisinalitas, metodologi, kontribusi ilmiah, kualitas penulisan, dan integritas akademik. Memahami alur ini sangat penting bagi penulis: tidak hanya agar naskah memenuhi syarat teknis jurnal, tetapi juga agar memenuhi standar ilmiah dan etika. Dengan menyiapkan naskah secara matang, sesuai pedoman, dengan metodologi kuat, referensi terbaru, bahasa baku, dan kesadaran etika, penulis meningkatkan peluang diterima, sekaligus berkontribusi pada perkembangan ilmu pengetahuan dengan karya yang layak dan kredibel.

 

Artikel ini ditulis dan disunting oleh tim redaksi SumberAjar.com berdasarkan referensi akademik Indonesia.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Proses review naskah akademik adalah tahapan evaluasi ilmiah yang dilakukan oleh reviewer untuk menilai kualitas, orisinalitas, metodologi, dan kelayakan sebuah naskah sebelum dipublikasikan dalam jurnal ilmiah.

Tujuan utama peer review adalah menjaga kualitas publikasi dengan memastikan bahwa naskah yang diterbitkan memenuhi standar ilmiah, bebas dari kesalahan metodologi, dan memberikan kontribusi nyata terhadap perkembangan ilmu pengetahuan.

Tahapan proses review meliputi pengajuan naskah, desk review, seleksi reviewer, proses penilaian oleh reviewer, revisi oleh penulis, keputusan editor, copy-editing, layout, dan akhirnya publikasi.

Agar naskah mudah lolos review, penulis perlu memastikan topik sesuai scope jurnal, mengikuti pedoman penulisan, menggunakan metodologi yang kuat, menyediakan referensi terbaru, menjaga orisinalitas, dan menuliskan naskah dengan bahasa ilmiah yang rapi serta koheren.

Desk review adalah pemeriksaan awal oleh editor untuk menilai kesesuaian topik, format, dan kualitas dasar naskah. Peer review adalah penilaian mendalam oleh reviewer ahli yang mengevaluasi aspek metodologi, validitas data, dan kontribusi ilmiah.

Home
Kamus
Cite Halaman Ini
Geser dari kiri untuk membuka artikel Relevan.
Geser dari kanan untuk artikel terbaru.
Jangan tampilkan teks ini lagi
Artikel Relevan
Peer Review: Pengertian dan Prosesnya Peer Review: Pengertian dan Prosesnya Sistem Publikasi Open Review dalam Ilmu Modern Sistem Publikasi Open Review dalam Ilmu Modern Publikasi Ilmiah Internasional: Langkah dan Tips Publikasi Ilmiah Internasional: Langkah dan Tips Publikasi Ilmiah Digital: Proses dan Tips Publikasi Ilmiah Digital: Proses dan Tips Sistem Informasi Jurnal Akademik Sistem Informasi Jurnal Akademik Konteks Akademik: Definisi dan Pentingnya dalam Kajian Ilmiah Konteks Akademik: Definisi dan Pentingnya dalam Kajian Ilmiah Digitalisasi Perpustakaan Akademik Digitalisasi Perpustakaan Akademik Sistem Web Portal Informasi Akademik Sistem Web Portal Informasi Akademik Prinsip Etika Akademik dalam Penulisan Ilmiah Prinsip Etika Akademik dalam Penulisan Ilmiah Harga Diri Akademik: Konsep dan Pengaruhnya Harga Diri Akademik: Konsep dan Pengaruhnya Manajemen Publikasi Ilmiah di Era AI Manajemen Publikasi Ilmiah di Era AI Kecemasan Akademik: Konsep dan Determinan Kecemasan Akademik: Konsep dan Determinan Efikasi Diri Akademik: Pengertian dan Pengaruhnya Efikasi Diri Akademik: Pengertian dan Pengaruhnya Integritas Akademik: Pengertian, Prinsip, dan Contohnya Integritas Akademik: Pengertian, Prinsip, dan Contohnya Sistem Informasi Akademik: Konsep dan Contoh Sistem Informasi Akademik: Konsep dan Contoh Burnout Akademik: Konsep dan Faktor Risiko Burnout Akademik: Konsep dan Faktor Risiko Stres Akademik: Konsep dan Mekanisme Koping Stres Akademik: Konsep dan Mekanisme Koping Digitalisasi Layanan Akademik: Konsep dan Implementasi Digitalisasi Layanan Akademik: Konsep dan Implementasi Sistem Web Forum Akademik Kampus Sistem Web Forum Akademik Kampus Konsep Ketahanan Mental Akademik Konsep Ketahanan Mental Akademik
Artikel Terbaru
Memuat artikel terbaru…