
Peer Review: Pengertian dan Prosesnya
Pendahuluan
Peer review (tinjauan sejawat) memainkan peranan penting dalam dunia akademik dan publikasi ilmiah. Proses ini membantu menjaga kualitas, kredibilitas, dan keandalan penelitian sebelum dipublikasikan secara resmi. Dengan peer review, karya ilmiah tidak hanya menampilkan temuan baru, tetapi juga telah melalui pengawasan kritis oleh para ahli di bidang yang sama, sehingga publik dan komunitas ilmiah bisa lebih percaya terhadap kredibilitas hasil riset tersebut. Oleh karena itu, memahami apa itu peer review, bagaimana prosesnya berlangsung, serta bagaimana standar dan variasinya adalah hal penting, terutama bagi peneliti, penulis akademik, maupun mahasiswa yang hendak mempublikasikan karya tulis ilmiah.
Definisi Peer Review
Definisi Peer Review secara Umum
Peer review secara umum adalah mekanisme evaluasi terhadap karya ilmiah, seperti artikel, makalah, atau manuskrip penelitian, yang dilakukan oleh satu atau lebih “rekan sejawat” (peers) yang memiliki kompetensi atau keahlian di bidang yang sama. [Lihat sumber Disini - idscipub.com]
Tujuan utama dari peer review adalah menyaring karya ilmiah agar hanya karya yang memenuhi standar kualitas, metodologi, originalitas, dan relevansi ilmiah yang diterbitkan. Proses ini berfungsi sebagai kontrol mutu internal dunia akademik sebelum publikasi resmi. [Lihat sumber Disini - ruangjurnal.com]
Definisi Peer Review dalam KBBI
Saat ini, tidak ditemukan definisi resmi “peer review” di versi daring publik dari Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) yang menyebut istilah “peer review” secara spesifik, karena istilah ini merupakan istilah teknis dari dunia akademik/publikasi ilmiah. Beberapa literatur merujuk pada arti “penelaahan sejawat” atau “tinjauan sejawat” saat menerjemahkan peer review ke Bahasa Indonesia. [Lihat sumber Disini - uptjurnal.umsu.ac.id]
Walaupun demikian, penggunaan istilah peer review dalam konteks akademik telah secara luas diadopsi, sama seperti banyak istilah internasional lainnya, sehingga penerjemahan literal ke Bahasa Indonesia kadang tidak muncul di kamus umum seperti KBBI.
Definisi Peer Review Menurut Para Ahli
Berikut beberapa definisi dari berbagai sumber/ahli (buku, artikel, artikel daring) terkait peer review:
- Menurut sebuah artikel populer dalam konteks jurnal ilmiah, peer review adalah proses evaluasi naskah yang dilakukan oleh ahli lain di bidang yang relevan untuk menilai kualitas, validitas, dan kontribusi ilmiah sebelum publikasi. [Lihat sumber Disini - ruangakademisi.com]
- Dalam penjelasan lainnya, peer review digambarkan sebagai mekanisme kontrol kualitas dan seleksi naskah, yang memastikan bahwa hanya penelitian yang memenuhi standar ilmiah tinggi yang masuk ke publikasi resmi. [Lihat sumber Disini - jriem.ti.fti.itb.ac.id]
- Peer review juga dipandang sebagai proses kolaboratif ilmiah, reviewer memberikan feedback konstruktif agar penulis dapat memperbaiki manuskrip, baik dari aspek metodologi, data, analisis, maupun penyajian argumen. [Lihat sumber Disini - idpublishing.org]
- Selain itu, peer review membantu menjaga integritas dan kredibilitas publikasi serta melindungi komunitas akademik dari publikasi dengan kualitas rendah, plagiarisme, atau kekurangan metodologis. [Lihat sumber Disini - uptjurnal.umsu.ac.id]
Dengan demikian, meskipun definisi bisa sedikit bervariasi tergantung sumbernya, inti dari peer review tetap sama: evaluasi kritis oleh rekan sejawat untuk menjamin kualitas karya ilmiah sebelum publikasi.
Proses Peer Review
Proses peer review biasanya melibatkan beberapa tahap, dari setelah penulis menyerahkan naskah hingga keputusan akhir dari jurnal. Berikut gambaran umum proses tersebut:
- Pengiriman Naskah
Penulis mengirimkan manuskrip ke jurnal atau penerbit, bisa melalui sistem online (misalnya OJS) atau email, tergantung kebijakan jurnal. [Lihat sumber Disini - ejournal.utp.ac.id] - Pemeriksaan Awal oleh Editor
Editor mempertimbangkan apakah naskah sesuai dengan fokus topik dan cakupan jurnal, serta memeriksa aspek formal seperti struktur, format, kepatuhan panduan penulisan. Jika naskah dianggap tidak sesuai, bisa langsung ditolak tanpa masuk ke tahap review eksternal. [Lihat sumber Disini - jriem.ti.fti.itb.ac.id] - Penunjukan Reviewer (Peer Reviewer)
Jika naskah lolos pemeriksaan awal, editor memilih satu atau lebih reviewer yang kompeten di bidang terkait, dan biasanya tidak memiliki konflik kepentingan dengan penulis. Reviewer ini bertugas menilai manuskrip secara independen. [Lihat sumber Disini - uptjurnal.umsu.ac.id] - Evaluasi oleh Reviewer
Reviewer membaca naskah dengan seksama dan menilai aspek-aspek seperti: orisinalitas penelitian, metodologi, keakuratan data, relevansi hasil, struktur tulisan, kejelasan argumen, dan kontribusi ilmiah. Mereka kemudian memberi komentar, kritik, dan saran perbaikan jika diperlukan. [Lihat sumber Disini - idpublishing.org] - Rekomendasi Reviewer & Keputusan Editor
Reviewer memberikan rekomendasi (misalnya: terima, terima dengan revisi, tolak) kepada editor. Editor, yang memegang keputusan akhir, berdasarkan rekomendasi ini menentukan apakah manuskrip diterbitkan, perlu revisi, atau ditolak. [Lihat sumber Disini - jurnal-intan.ac.id] - Revisi oleh Penulis (Jika Diperlukan)
Apabila reviewer meminta revisi, penulis harus memperbaiki manuskrip sesuai masukan sebelumnya, bisa berupa revisi minor (tata bahasa, penyajian) atau revisi besar (metodologi, analisis, argumen). Setelah dikirim ulang, manuskrip bisa dinilai ulang. [Lihat sumber Disini - e-journallppmunsa.ac.id] - Publikasi Artikel
Jika setelah revisi naskah disetujui, maka artikel diterbitkan dalam jurnal ilmiah dan menjadi bagian dari literatur akademik. [Lihat sumber Disini - wirabuana.ac.id]
Jenis-Jenis Peer Review
Berbagai bentuk peer review bisa dipakai oleh jurnal atau penerbit, tergantung kebijakan, berikut beberapa jenis yang umum:
- Single-Blind Review, Reviewer mengetahui identitas penulis, tetapi penulis tidak mengetahui siapa reviewer. [Lihat sumber Disini - elena.co.id]
- Double-Blind Review, Identitas penulis dan reviewer disembunyikan satu sama lain; kedua pihak anonim. Metode ini banyak dipakai untuk mengurangi bias. [Lihat sumber Disini - uptjurnal.umsu.ac.id]
- Open Review (Open Peer Review), Identitas penulis dan reviewer terbuka, dan kadang laporan review dipublikasikan bersama artikel. Organisasi ilmiah modern banyak mendiskusikan open peer review sebagai cara meningkatkan transparansi. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]
- Post-Publication Peer Review, Peninjauan atau komentar oleh komunitas ilmiah setelah artikel dipublikasikan. Ini memungkinkan ulasan terbuka dari lebih banyak pihak, sebagai tambahan terhadap review awal. [Lihat sumber Disini - elena.co.id]
Manfaat dan Tujuan Peer Review
Peer review tidak hanya prosedur formal sebelum publikasi, ada banyak manfaat dan tujuan penting di baliknya:
- Menjamin Kualitas dan Validitas Ilmiah
Peer review membantu memastikan bahwa hanya penelitian yang valid, metodologinya tepat, dan memiliki kontribusi akademik yang layak dipublikasikan. Dengan demikian, publikasi tidak asal-asalan. [Lihat sumber Disini - idscipub.com] - Memberi Masukan Konstruktif bagi Penulis
Reviewer memberikan kritik dan saran yang membantu penulis memperbaiki naskah, dari aspek metodologi, analisis, hingga penyajian. Ini membuat hasil akhir lebih baik, lebih jelas, dan lebih ilmiah. [Lihat sumber Disini - idpublishing.org] - Menjaga Kredibilitas Jurnal dan Publikasi Akademik
Jurnal yang menerapkan peer review dengan konsisten akan dianggap lebih kredibel. Pembaca dan komunitas akademik cenderung mempercayai penelitian yang telah melalui proses peer review ketimbang publikasi tanpa review. [Lihat sumber Disini - uptjurnal.umsu.ac.id] - Mencegah Fraud, Plagiarisme, dan Kesalahan Metodologis
Karena naskah diperiksa oleh ahli independen, kemungkinan terpublikasinya karya dengan plagiarisme, metodologi lemah, atau analisis keliru bisa diminimalkan. [Lihat sumber Disini - elena.co.id] - Memperkuat Integritas dan Etika Akademik
Peer review mendukung budaya ilmiah yang profesional: penelitian yang sah, transparan, dan bertanggung jawab. Ini penting bagi reputasi penulis, institusi, dan komunitas ilmiah secara umum. [Lihat sumber Disini - ulilalbabinstitute.id]
Tantangan & Kritik terhadap Peer Review
Meskipun peer review banyak keuntungan, ada pula sejumlah kritik dan tantangan dalam praktiknya, terutama dalam kontek publikasi akademik di Indonesia maupun global:
- Kadang terjadi kelangkaan reviewer berkualitas, sulit mendapatkan reviewer ahli yang bersedia meluangkan waktu untuk menilai naskah; hal ini bisa menurunkan kualitas review atau memperlambat proses publikasi. [Lihat sumber Disini - ulilalbabinstitute.id]
- Bias dan ketidakobjektifan, meskipun metode seperti double-blind bertujuan mengurangi bias, namun dalam beberapa kasus reviewer bisa tetap terpengaruh reputasi penulis, institusi, atau topik penelitian tertentu. [Lihat sumber Disini - ulilalbabinstitute.id]
- Waktu proses yang lama, dari pengiriman naskah, review, revisi, hingga keputusan bisa memakan waktu berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan, tergantung jurnal dan ketersediaan reviewer. [Lihat sumber Disini - wirabuana.ac.id]
- Kemungkinan etika yang lemah, ada risiko kurangnya transparansi, plagiarisme, atau “salami slicing” (memecah hasil penelitian menjadi beberapa artikel). Hal ini merusak integritas ilmiah. [Lihat sumber Disini - ulilalbabinstitute.id]
- Variasi standar antar jurnal, tidak semua jurnal memiliki standar yang sama dalam review; ada yang sangat ketat, ada pula yang longgar, sehingga konsistensi kualitas publikasi bisa berbeda-beda. [Lihat sumber Disini - ulilalbabinstitute.id]
Praktik Peer Review di Indonesia: Gambaran dan Tantangannya
Dalam konteks Indonesia, pelaksanaan peer review dalam publikasi ilmiah menghadapi sejumlah tantangan tersendiri. Berdasarkan artikel recent tahun 2025 terkait review dan publikasi ilmiah di Indonesia, ditemukan bahwa: implementasi peer review terkadang dilakukan secara terburu-buru, dengan reviewer yang kualitasnya kurang, dan kadang kurang memberikan umpan balik konstruktif. Hal ini dapat mempengaruhi mutu jurnal serta reputasi akademik secara keseluruhan. [Lihat sumber Disini - ulilalbabinstitute.id]
Penelitian tersebut menyarankan beberapa solusi: pelatihan intensif etika publikasi, sertifikasi reviewer, optimalisasi platform digital (misalnya sistem manajemen jurnal), serta insentif akademik yang adil agar reviewer mau memberikan kontribusi serius. [Lihat sumber Disini - ulilalbabinstitute.id]
Dengan demikian, bagi jurnal maupun komunitas akademik di Indonesia penting untuk memperkuat integritas proses peer review agar publikasi ilmiah benar-benar dapat dipercaya dan berkontribusi positif bagi perkembangan ilmu.
Kesimpulan
Peer review adalah mekanisme penting dalam dunia akademik dan publikasi ilmiah, suatu proses evaluasi sejawat yang memastikan kualitas, kredibilitas, dan validitas sebuah penelitian sebelum diterbitkan. Definisinya mengacu pada penilaian oleh ahli di bidang yang sama, dan meskipun istilah “peer review” mungkin tidak muncul secara eksplisit dalam kamus umum seperti KBBI, dalam praktik akademik istilah ini telah melekat luas.
Proses peer review melibatkan beberapa tahap mulai dari pengiriman naskah, seleksi awal oleh editor, penunjukan reviewer, evaluasi, rekomendasi, revisi, hingga keputusan akhir penerbitan. Terdapat berbagai jenis peer review, seperti single-blind, double-blind, open review, dan post-publication review, masing-masing dengan kelebihan dan kekurangan.
Manfaat peer review sangat besar: menjaga kredibilitas jurnal, membantu penulis memperbaiki naskah, mencegah publikasi karya yang lemah atau tidak valid, dan menjaga integritas serta etika akademik. Namun praktiknya tidak selalu mulus, tantangan seperti bias, kelangkaan reviewer terpercaya, variasi standar jurnal, serta risiko etika masih menjadi permasalahan.
Di Indonesia, ada upaya dan kebutuhan untuk memperkuat pelaksanaan peer review melalui pelatihan, sertifikasi reviewer, dan sistem manajemen jurnal yang baik agar kualitas publikasi ilmiah meningkat dan dapat diandalkan.
Dengan pemahaman mendalam tentang peer review, penulis dan akademisi dapat mempersiapkan naskah dengan lebih baik, sehingga proses review berjalan lancar, dan hasil penelitian bisa mendapatkan publikasi yang kredibel serta membawa dampak positif di dunia ilmiah.