
Efikasi Diri Akademik: Pengertian dan Pengaruhnya
Pendahuluan
Efikasi diri akademik merupakan salah satu konsep krusial dalam psikologi pendidikan yang memengaruhi cara siswa berpikir, belajar, dan bertindak di lingkungan akademik. Efikasi diri akademik memengaruhi pilihan kegiatan belajar, intensitas upaya yang dikerahkan siswa, serta ketahanan mereka dalam menyelesaikan tantangan akademik. Keyakinan tentang kemampuan akademik bukan hanya memengaruhi prestasi, tetapi juga motivasi belajar dan strategi belajar yang digunakan siswa. Efikasi diri akademik berakar dari teori psikologi yang luas dan telah menjadi fokus utama dalam penelitian pendidikan karena peranannya yang signifikan dalam hasil belajar dan perilaku belajar siswa serta mahasiswa di berbagai jenjang pendidikan.
Definisi Efikasi Diri Akademik
Definisi Efikasi Diri Akademik Secara Umum
Efikasi diri akademik secara umum dapat dipahami sebagai keyakinan seseorang terhadap kemampuan dirinya untuk menyelesaikan tugas-tugas akademik, mencapai tujuan pendidikan, serta mengatasi tantangan yang muncul dalam konteks pembelajaran. Hal ini mencakup persepsi internal siswa tentang kemampuan mereka dalam membaca, menulis, mengerjakan ujian, mengikuti diskusi, dan menyelesaikan tugas-tugas akademik lainnya. Efikasi diri akademik bukan sekadar percaya bahwa seseorang “bisa”, tetapi juga mencerminkan keyakinan kuat bahwa ia dapat menunjukkan performa akademik yang efektif dan berhasil dalam situasi belajar kompleks. Penelitian telah menunjukkan bahwa siswa dengan efikasi diri akademik yang tinggi cenderung memiliki prestasi lebih baik, motivasi belajar yang kuat, serta lebih mampu mengatur strategi belajar mereka. [Lihat sumber Disini - sciencedirect.com]
Definisi Efikasi Diri Akademik dalam KBBI
Istilah “efikasi” tidak secara eksplisit tercantum dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) sebagai entri tersendiri, namun konsep ini sering dijelaskan melalui istilah psikologi yang berhubungan dengan kepercayaan diri dan pengaruhnya terhadap pencapaian tugas. Efikasi diri dapat dipahami dari penjelasan istilah “kepercayaan diri” yang berarti keyakinan seseorang terhadap kemampuan dirinya untuk berhasil dalam situasi tertentu. Dalam konteks akademik, kepercayaan ini diarahkan pada tugas-tugas pendidikan formal seperti ujian, pembelajaran, dan interaksi akademik lainnya. KBBI menjelaskan “kepercayaan” sebagai keyakinan yang kuat terhadap sesuatu, sehingga efikasi diri akademik adalah keyakinan kuat terhadap kompetensi akademik individu.
Definisi Efikasi Diri Akademik Menurut Para Ahli
-
Albert Bandura, Efikasi diri, dari perspektif psikologi pendidikan, adalah keyakinan seseorang terhadap kemampuan dirinya untuk mengatur dan melaksanakan tindakan yang diperlukan untuk mencapai tingkat prestasi tertentu dalam situasi belajar. Konsep ini merupakan bagian dari social cognitive theory yang menekankan peran keyakinan pada kemampuan sendiri dalam menentukan tindakan, emosi, motivasi, dan hasil belajar. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]
-
Schunk (1991), Efikasi diri akademik adalah keyakinan siswa bahwa mereka mampu menyelesaikan tugas akademik tertentu, seperti mengerjakan soal, memahami materi pembelajaran, atau berpartisipasi aktif dalam kelas. Konsep ini memengaruhi seberapa keras individu berusaha dan sejauh mana mereka dapat bertahan saat menghadapi kesulitan dalam pembelajaran. [Lihat sumber Disini - ejurnal.univbatam.ac.id]
-
Alwisol (2009), Menjelaskan efikasi diri akademik sebagai kepercayaan individu terhadap kemampuan mereka dalam menyelesaikan tugas akademik berdasarkan kesadaran akan pentingnya pendidikan, nilai-nilai pendidikan, serta harapan terhadap hasil belajar yang akan dicapai. [Lihat sumber Disini - journal.iaisambas.ac.id]
-
Sagone & De Caroli (2014), Menyatakan bahwa individu yang memiliki efikasi diri akademik tinggi memiliki fokus yang kuat pada pendidikan dan tidak mudah menyerah ketika menghadapi tantangan akademik karena mereka percaya bahwa mereka mampu mencapai tujuan pembelajaran. [Lihat sumber Disini - journal.iaisambas.ac.id]
Sumber-Sumber Efikasi Diri Akademik
Menurut teori Albert Bandura, efikasi diri akademik terbentuk melalui empat sumber utama yang memberikan informasi dan pengalaman bagi individu yang kemudian membentuk keyakinan tentang kemampuan akademiknya.
-
Pengalaman Keberhasilan (Mastery Experience)
Pengalaman nyata menyelesaikan tugas akademik dengan sukses merupakan sumber efikasi diri yang paling kuat. Ketika siswa berhasil dalam tugas-tugas seperti ujian atau proyek, mereka memperoleh bukti konkret bahwa mereka mampu mencapai tujuan belajar tertentu. Keberhasilan ini meningkatkan keyakinan diri dan cenderung membuat siswa lebih berani menghadapi tantangan akademik berikutnya. Sebaliknya, pengalaman kegagalan yang berkepanjangan dapat menurunkan efikasi diri jika tidak disertai dengan strategi coping yang baik. [Lihat sumber Disini - jurnal.ugm.ac.id]
-
Pengalaman Orang Lain (Vicarious Experience)
Siswa dapat meningkatkan efikasi diri mereka melalui pengamatan terhadap orang lain, khususnya model yang mereka anggap relevan. Jika siswa melihat teman atau tokoh yang berhasil menyelesaikan tugas akademik dan mereka merasa mirip dengan individu tersebut, hal ini dapat memotivasi mereka untuk yakin bahwa mereka juga memiliki kemampuan yang sama untuk berhasil. [Lihat sumber Disini - jurnal.ugm.ac.id]
-
Persuasi Verbal (Verbal Persuasion)
Dorongan dan dukungan verbal dari guru, teman, atau orang tua dapat meningkatkan kepercayaan siswa terhadap kemampuan akademiknya. Pujian, umpan balik positif, dan kata-kata dorongan menjadi faktor eksternal yang memengaruhi persepsi siswa tentang kemampuan mereka dalam konteks akademik. [Lihat sumber Disini - ojs.abkinjatim.org]
-
Keadaan Psikologis dan Emosional (Psychological States)
Respons emosional siswa, seperti kecemasan, stres, atau kenyamanan dalam situasi akademik, juga memengaruhi efikasi diri. Siswa yang merasa tenang dan percaya diri lebih mungkin menilai kemampuan mereka lebih tinggi dibandingkan dengan siswa yang mudah cemas atau stres selama proses pembelajaran. [Lihat sumber Disini - ojs.abkinjatim.org]
Faktor yang Mempengaruhi Efikasi Diri Akademik
Efikasi diri akademik dipengaruhi oleh berbagai faktor internal dan eksternal yang saling berinteraksi untuk membentuk keyakinan siswa terhadap kemampuan akademiknya.
Faktor Internal
-
Pengalaman Belajar Sebelumnya, Keberhasilan atau kegagalan dalam pengalaman belajar masa lalu memengaruhi bagaimana siswa mempersepsikan kemampuan mereka saat ini. Keberhasilan memberikan bukti kuat bahwa mereka mampu mengatasi tantangan belajar. [Lihat sumber Disini - jurnal.ugm.ac.id]
-
Motivasi dan Orientasi Tujuan, Tingkat motivasi belajar dan tujuan yang dimiliki siswa memengaruhi efikasi diri. Siswa yang bermotivasi tinggi cenderung yakin bahwa mereka dapat mencapai apa yang mereka targetkan dalam akademik. Motivasi intrinsik khususnya berhubungan erat dengan efikasi diri yang tinggi. [Lihat sumber Disini - sciencedirect.com]
-
Kemampuan Strategi Belajar, Siswa yang menguasai strategi belajar yang efektif, seperti pengaturan waktu, pemilihan teknik belajar yang tepat, dan pemecahan masalah, cenderung memiliki efikasi diri akademik yang kuat karena mereka percaya bahwa strategi tersebut dapat membantu mereka mencapai hasil yang baik. [Lihat sumber Disini - ejournal2.undiksha.ac.id]
Faktor Eksternal
-
Dukungan Sosial dari Guru dan Teman Sebaya, Umpan balik positif, dorongan, dan penghargaan dari lingkungan sosial sekolah dapat meningkatkan efikasi diri siswa karena mereka merasa mendapatkan dukungan dalam proses belajar mereka. [Lihat sumber Disini - journal.uir.ac.id]
-
Kondisi Lingkungan Akademik, Suasana kelas yang mendukung, sumber daya pendidikan yang memadai, dan pengalaman belajar yang inklusif dapat membantu siswa merasa lebih kompeten dan termotivasi. [Lihat sumber Disini - ejournal2.undiksha.ac.id]
-
Pengaruh Keluarga dan Orang Tua, Orang tua yang memberikan dukungan emosional dan akademik yang positif dapat membantu meningkatkan keyakinan anak dalam kemampuan mereka untuk berhasil di sekolah. [Lihat sumber Disini - journal2.upgris.ac.id]
Peran Efikasi Diri dalam Proses Belajar
Efikasi diri akademik memainkan peranan penting dalam dinamika proses belajar siswa dan mahasiswa. Efikasi yang tinggi memengaruhi beberapa aspek utama perilaku dan hasil belajar, di antaranya:
-
Pengaturan dan Strategi Belajar
Siswa dengan efikasi diri akademik yang tinggi cenderung lebih efektif dalam memilih dan menerapkan strategi belajar yang sesuai dengan tujuan mereka. Mereka lebih terampil dalam merencanakan waktu belajar, merefleksikan proses belajar, serta menyesuaikan pendekatan ketika menghadapi kesulitan. [Lihat sumber Disini - sciencedirect.com]
-
Ketahanan dan Upaya Belajar
Keyakinan kuat terhadap kemampuan akademik membuat siswa lebih gigih dalam menghadapi tantangan dan tidak mudah menyerah ketika menghadapi tugas atau ujian yang sulit. Ketahanan ini menjadi pendorong penting bagi keberhasilan akademik jangka panjang. [Lihat sumber Disini - sciencedirect.com]
-
Motivasi Belajar
Efikasi diri akademik berperan penting dalam mengarahkan motivasi belajar siswa. Siswa yang percaya pada kemampuan akademiknya cenderung memiliki motivasi intrinsik yang tinggi karena mereka melihat tujuan akademik sebagai tantangan yang layak dicapai, bukan sekadar kewajiban atau beban. [Lihat sumber Disini - sciencedirect.com]
-
Partisipasi dan Interaksi dalam Pembelajaran
Siswa dengan efikasi diri akademik tinggi lebih aktif berpartisipasi dalam diskusi kelas, bertanya, dan mencari klarifikasi, karena mereka merasa kompeten berkontribusi dalam konteks akademik. Hal ini memperkaya pengalaman belajar mereka dan sering kali berkontribusi pada pencapaian akademik yang lebih baik. [Lihat sumber Disini - sciencedirect.com]
Pengaruh Efikasi Diri Akademik terhadap Prestasi
Efikasi diri akademik memiliki hubungan signifikan dengan prestasi akademik siswa dan mahasiswa di berbagai jenjang pendidikan.
Hubungan Langsung dengan Prestasi
Penelitian menunjukkan bahwa siswa yang memiliki efikasi diri akademik yang tinggi cenderung mencapai prestasi akademik yang lebih baik, karena mereka menunjukkan keyakinan dalam kemampuan mereka untuk menyelesaikan tugas akademik yang menantang. Temuan empiris mengungkapkan bahwa efikasi diri berkorelasi dengan nilai ujian, prestasi belajar mata pelajaran tertentu, serta indeks prestasi kumulatif (IPK) mahasiswa. [Lihat sumber Disini - journal.lppmunindra.ac.id]
Peran Mediasi Faktor Lain
Selain hubungan langsung, efikasi diri akademik juga memengaruhi prestasi secara tidak langsung melalui variabel lain seperti motivasi, strategi belajar, dan keterlibatan akademik. Misalnya, efikasi diri yang tinggi meningkatkan motivasi belajar dan keterlibatan siswa dalam kegiatan akademik, yang kemudian berdampak positif pada hasil akademik. [Lihat sumber Disini - mdpi.com]
Namun, perlu dicatat bahwa beberapa penelitian menemukan variabilitas hubungan antara efikasi diri dan prestasi di konteks tertentu, yang menunjukkan bahwa hubungan ini dapat dipengaruhi oleh karakteristik sampel, kurikulum, atau lingkungan belajar. [Lihat sumber Disini - jurnal.usk.ac.id]
Efikasi Diri Akademik dan Motivasi Belajar
Efikasi diri akademik memiliki hubungan yang erat dan kompleks dengan motivasi belajar. Motivasi belajar mencerminkan keinginan dan dorongan siswa untuk terlibat dalam aktivitas belajar dan mencapai tujuan akademik tertentu.
-
Hubungan Positif antara Efikasi Diri dan Motivasi
Siswa yang percaya akan kemampuan akademiknya cenderung memiliki motivasi yang lebih tinggi untuk belajar karena mereka yakin bahwa usaha mereka akan membuahkan hasil yang positif. Hal ini sejalan dengan mekanisme motivasional yang dijelaskan dalam teori psikologi yang menunjukkan bahwa keyakinan diri menjadi salah satu prediktor penting motivasi belajar. [Lihat sumber Disini - sciencedirect.com]
-
Motivasi sebagai Mediator Prestasi
Motivasi belajar seringkali memediasi hubungan antara efikasi diri akademik dan prestasi akademik. Artinya, efikasi diri yang tinggi bukan saja berdampak langsung pada prestasi, tetapi juga memperkuat motivasi yang kemudian meningkatkan keterlibatan dalam pembelajaran, yang pada akhirnya meningkatkan prestasi akademik secara keseluruhan. [Lihat sumber Disini - mdpi.com]
-
Efikasi Diri dalam Meningkatkan Motivasi Intrinsik
Individu dengan efikasi diri akademik tinggi lebih cenderung memiliki motivasi intrinsik untuk mengeksplorasi materi pelajaran, memahami konsep yang kompleks, dan mencari tantangan baru dalam pembelajaran. Motivasi intrinsik ini sering kali berkontribusi pada strategi belajar yang lebih efektif dan hasil akademik yang lebih baik. [Lihat sumber Disini - sciencedirect.com]
Kesimpulan
Efikasi diri akademik merupakan konstruk psikologis yang sangat penting dalam konteks pendidikan karena berperan besar dalam bagaimana siswa memandang kemampuan mereka, menghadapi tantangan akademik, dan mencapai prestasi. Efikasi diri akademik tidak hanya mencerminkan keyakinan internal terhadap kemampuan akademik, tetapi juga memengaruhi motivasi belajar, strategi belajar, partisipasi dalam kelas, dan hasil akademik secara keseluruhan. Pembentukan efikasi diri akademik dipengaruhi oleh pengalaman keberhasilan, observasi terhadap model belajar, persuasi verbal, dan keadaan psikologis siswa. Terdapat bukti kuat bahwa efikasi diri akademik berkontribusi positif terhadap prestasi akademik secara langsung maupun melalui jalur motivasi dan keterlibatan belajar. Dengan pemahaman ini, pendidik dapat menciptakan lingkungan belajar yang mendukung perkembangan efikasi diri siswa agar meningkatkan kualitas pendidikan dan pencapaian akademik secara signifikan.