
Publikasi Ilmiah Internasional: Langkah dan Tips
Pendahuluan
Publikasi ilmiah internasional memiliki peran penting dalam menyebarkan hasil penelitian ke komunitas akademik global, memperluas jangkauan pembaca, serta meningkatkan reputasi penulis dan institusi. Dengan mempublikasikan secara internasional, penelitian dari Indonesia atau negara lain dapat “bersaing” di panggung dunia, memperoleh pengakuan akademik global, serta membuka peluang kolaborasi riset lintas negara. Proses ini juga menuntut standar penulisan, peer-review, dan kualitas penelitian yang lebih ketat dibanding publikasi nasional biasa. Oleh karena itu, penting bagi peneliti, baik pemula maupun berpengalaman, memahami tahapan, persyaratan, dan strategi yang tepat agar tulisan berhasil diterbitkan.
Per artikel ini, akan dibahas definisi “publikasi ilmiah internasional”, panduan langkah-langkah publikasi, serta tips untuk meningkatkan peluang diterima di jurnal internasional bereputasi.
Definisi Publikasi Ilmiah Internasional
Definisi secara umum
Publikasi ilmiah internasional secara umum merujuk pada penerbitan artikel penelitian atau karya ilmiah lainnya di jurnal atau media yang terbit secara internasional, artinya jangkauannya tidak terbatas pada satu negara, melainkan ditujukan ke komunitas ilmiah global. Jurnal internasional biasanya memiliki ISSN, menggunakan bahasa internasional (sering Bahasa Inggris), dan dapat diakses oleh peneliti dari berbagai negara. Publikasi semacam ini memungkinkan hasil penelitian di satu negara dibaca, dikaji, dan dikutip oleh peneliti dari berbagai belahan dunia, sehingga meningkatkan visibilitas dan dampak penelitian.
Definisi dalam KBBI
Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) mendefinisikan “publikasi” sebagai penyebarluasan karya tulis hasil penelitian atau pemikiran kepada publik melalui media tertentu. Jika digabungkan, “publikasi ilmiah internasional” berarti penyebarluasan hasil penelitian ilmiah melalui media (jurnal/terbitan) yang cakupannya internasional.
Definisi menurut para ahli
Beberapa literatur dan panduan akademik mendeskripsikan publikasi ilmiah internasional sebagai proses yang melibatkan: penulisan artikel berdasar penelitian orisinal, submission ke jurnal internasional bereputasi, proses peer review, dan penerbitan yang diakui secara global. Misalnya, dalam panduan penerbitan ilmiah, dijelaskan bahwa naskah harus memenuhi standar etika, struktur, dan kebaruan agar diterima untuk publikasi internasional. [Lihat sumber Disini - lppm.universitasichsansatya.ac.id]
Menurut panduan dari penerbit akademik profesional, publikasi internasional menekankan komunikasi ilmiah yang jelas, ringkasan (abstract) yang informatif, dan penulisan dalam bahasa yang bisa dipahami komunitas global, agar hasil penelitian dapat diakses, diverifikasi, dan dijadikan referensi lintas negara. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]
Dengan demikian, publikasi ilmiah internasional bukan sekadar “mengirim artikel ke luar negeri”, melainkan memenuhi standar kualitas, format, bahasa dan peer-review yang diakui secara global.
Langkah-Langkah untuk Melakukan Publikasi Ilmiah Internasional
1. Persiapan Naskah: Penelitian Orisinal dan Draft Artikel
Langkah awal adalah memiliki penelitian orisinal dan relevan, artinya data, analisis, metodologi penelitian harus valid, kontribusinya jelas, dan belum pernah dipublikasikan sebelumnya. Artikel harus disusun dengan format yang sesuai jurnal: judul, abstrak, pendahuluan, metode, hasil & pembahasan, kesimpulan, daftar pustaka. Banyak jurnal internasional mewajibkan abstrak berbahasa Inggris meskipun naskah bisa ditulis dalam bahasa lokal atau Inggris. [Lihat sumber Disini - ejournal.radenintan.ac.id]
Pastikan naskah mengikuti panduan penulisan (author guidelines) jurnal target, misalnya format file (doc / docx), referensi sesuai gaya sitasi yang diminta, panjang artikel, jumlah gambar/tabel jika ada, serta kualitas penulisan. [Lihat sumber Disini - ijog.geologi.esdm.go.id]
2. Menentukan Jurnal yang Tepat dan Relevan
Memilih jurnal internasional yang relevan dengan topik penelitian (rumpun keilmuan) adalah kunci. Fokus dan scope jurnal harus cocok dengan penelitianmu agar peluang diterima lebih besar. [Lihat sumber Disini - ridwaninstitute.co.id]
Periksa juga reputasi jurnal, jurnal internasional bereputasi biasanya memiliki sistem peer review, dewan editor dari berbagai institusi, dan diindeks di basis data internasional. [Lihat sumber Disini - serasipublisher.id]
3. Mendaftar dan Mengisi Sistem Submission (misalnya via OJS / platform penerbit)
Sebagian besar jurnal menggunakan sistem manajemen naskah online seperti Open Journal System (OJS). Penulis harus mendaftar (register), login, lalu memilih “New Submission” atau menu serupa untuk memulai proses pengiriman naskah. [Lihat sumber Disini - duniadosen.com]
Kemudian isi metadata: judul, nama penulis/afiliasi, abstrak, kata kunci, dan unggah naskah serta lampiran (jika ada). Beberapa jurnal juga meminta formulir persetujuan hak cipta / copyright transfer agreement. [Lihat sumber Disini - e-journal.unair.ac.id]
4. Proses Editorial dan Peer Review
Setelah submit, naskah akan diperiksa awal oleh editor pengelola, apakah sesuai scope jurnal, memenuhi format, tidak memiliki plagiarisme, atau kekurangan administratif seperti hak cipta. Jika lolos, naskah akan dikirim ke reviewer anonim untuk evaluasi. [Lihat sumber Disini - jhi.rivierapublishing.id]
Peer review umumnya akademik, dua atau lebih reviewer yang ahli di bidang penelitian akan melakukan evaluasi independen, menilai orisinalitas, metodologi, kesesuaian dengan literatur, dan kontribusi penelitian. Jika diterima dengan catatan revisi atau langsung diterima, editor akan memberi keputusan. [Lihat sumber Disini - jhi.rivierapublishing.id]
5. Revisi, Finalisasi dan Publikasi
Jika ada revisi (minor atau mayor), penulis harus memperbaiki sesuai masukan reviewer dan submit ulang. Setelah final, naskah akan melewati tahap copy-editing, layout, dan akhirnya diterbitkan oleh jurnal. [Lihat sumber Disini - jhi.rivierapublishing.id]
Beberapa jurnal internasional bereputasi menyediakan versi open-access atau akses penuh agar hasil penelitian bisa diakses secara global tanpa biaya bagi pembaca. Ini sering membuat sitasi lebih tinggi dan jangkauan riset lebih luas. [Lihat sumber Disini - undiksha.ac.id]
Tips Agar Peluang Publikasi Internasional Meningkat
Gunakan Bahasa Inggris yang Baik (atau Bahasa yang Diterima Jurnal)
Karena jurnal internasional biasanya mengutamakan bahasa internasional, tulislah abstrak, judul, dan bagian penting lain dengan bahasa Inggris yang baik. Bila perlu, gunakan jasa proof-reading profesional atau rekan peneliti asing untuk mengecek tata bahasa dan gaya penulisan.
Ikuti Pedoman Penulisan & Etika Publikasi
Pastikan naskah mengikuti pedoman jurnal, termasuk susunan, referensi, format file, dan etika: keaslian naskah, tidak plagiarisme, tidak duplikasi publikasi, serta deklarasi konflik kepentingan jika diperlukan. Sebuah panduan terkenal untuk komunikasi ilmiah internasional adalah EASE Guidelines for Authors and Translators of Scientific Articles. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]
Pilih Jurnal dengan Scope Tepat dan Reviewer Terpercaya
Jurnal internasional bereputasi biasanya memiliki dewan editor / reviewer dari institusi berbeda, proses review ketat, dan indexing internasional. Hindari jurnal “predatory” yang menawarkan publikasi cepat tanpa peer review, meskipun terlihat menggoda, publikasi di jurnal semacam itu bisa merusak reputasi akademik. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]
Siapkan Metadata dan Dokumen Pendukung Sebelum Submit
Lengkapi semua data: judul, abstrak, kata kunci, afiliasi, biodata penulis, dan dokumen tambahan jika jurnal meminta (misalnya surat pernyataan hak cipta, ethical clearance, data pelengkap). Ini akan mempercepat proses submission dan mengurangi risiko penolakan administratif. [Lihat sumber Disini - mji.ui.ac.id]
Siap untuk Revisi, dan Bersabar
Proses peer review bisa memakan waktu berminggu-minggu hingga berbulan-bulan tergantung jurnal. Penulis harus siap menerima kritik, memperbaiki, dan resubmit naskah jika diperlukan. Sering kali revisi diperlukan untuk meningkatkan kualitas agar sesuai standar jurnal internasional.
Manfaatkan Jurnal Open Access & Platform Indeks Terpercaya
Memilih jurnal open access atau jurnal yang terindeks di basis data internasional akan membantu hasil penelitian lebih mudah diakses dan disitasi. Platform seperti Directory of Open Access Journals (DOAJ) dapat dijadikan referensi untuk menemukan jurnal internasional akses terbuka. [Lihat sumber Disini - undiksha.ac.id]
Bangun Jejaring dan Kolaborasi Internasional
Kolaborasi riset dengan peneliti luar negeri sering meningkatkan peluang diterima di jurnal internasional, terutama karena penelitian kolaboratif cenderung memiliki citasi dan dampak lebih besar. Selain itu, kolaborator internasional bisa membantu dalam hal bahasa, perspektif, dan akses jurnal internasional.
Kesimpulan
Publikasi ilmiah internasional adalah jalur strategis bagi peneliti untuk menyebarkan hasil riset ke komunitas global, meningkatkan reputasi, serta membuka peluang kolaborasi internasional. Namun prosesnya menuntut persiapan matang: penelitian orisinal, penulisan berkualitas, pemilihan jurnal tepat, kepatuhan terhadap pedoman penulisan dan etika, serta kesabaran dalam menghadapi peer review dan kemungkinan revisi.
Dengan mengikuti langkah-langkah sistematis, dari persiapan naskah hingga revisi dan publikasi, sambil menerapkan tips seperti penggunaan bahasa internasional, memilih jurnal bereputasi, dan memanfaatkan open access, peluang publikasi internasional bisa meningkat secara signifikan. Bagi peneliti dari Indonesia (ataupun negara berkembang lain), publikasi internasional bukan sekadar target akademik, tetapi juga sarana menyuarakan hasil penelitian ke panggung global, serta memberi kontribusi nyata pada pengetahuan dunia.