Terakhir diperbarui: 22 January 2026

Citation (APA Style):
Davacom. (2026, 22 January). Risiko Kredit: Konsep, Penyebab Gagal Bayar, dan Pengendalian. SumberAjar. Retrieved 23 January 2026, from https://sumberajar.com/kamus/risiko-kredit-konsep-penyebab-gagal-bayar-dan-pengendalian  

Kamu menggunakan Mendeley? Add entry manual di sini.

Risiko Kredit: Konsep, Penyebab Gagal Bayar, dan Pengendalian - SumberAjar.com

Risiko Kredit: Konsep, Penyebab Gagal Bayar, dan Pengendalian

Pendahuluan

Risiko kredit adalah salah satu fenomena penting dalam dunia keuangan modern yang mempengaruhi perilaku lembaga pemberi pinjaman seperti bank, perusahaan pembiayaan, dan badan keuangan lainnya. Risiko ini menjadi perhatian utama karena keterkaitannya dengan potensi kerugian besar apabila debitur gagal memenuhi kewajiban pembayaran utang mereka tepat waktu. Di tengah dinamika ekonomi, risiko kredit tidak hanya berdampak pada lembaga keuangan tetapi juga pada stabilitas sistem keuangan nasional dan global. Pemahaman mendalam tentang konsep, penyebab, pengukuran, dan pengendalian risiko kredit adalah kunci untuk menjaga kesehatan keuangan lembaga dan meminimalkan potensi dampak negatifnya.


Definisi Risiko Kredit

Definisi Risiko Kredit Secara Umum

Risiko kredit secara umum merujuk pada kemungkinan kerugian yang dialami oleh pemberi pinjaman ketika pihak peminjam tidak dapat atau tidak mau memenuhi kewajiban pembayaran utangnya sesuai perjanjian. Ini bukan sekadar ketidakmampuan membayar pokok, tetapi juga keterlambatan dalam pembayaran bunga dan kewajiban lainnya yang telah disepakati. Dalam konteks lembaga keuangan, terutama bank, risiko kredit merupakan faktor utama yang menentukan kesehatan portofolio kredit karena jika debitur gagal bayar, lembaga penyalur kredit akan menghadapi kerugian finansial yang nyata. ([Lihat sumber Disini - sciencedirect.com])

Definisi Risiko Kredit dalam KBBI

Definisi kredit menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah pinjaman uang dengan kewajiban pengembalian secara mengangsur dalam periode tertentu. Konsep risiko kredit ini secara implisit muncul dari kredit karena setiap fasilitas kredit memiliki kemungkinan bahwa peminjam tidak mampu mengembalikan pinjaman tersebut sesuai jangka waktu atau kesepakatan, sehingga menimbulkan risiko. ([Lihat sumber Disini - kbbi.web.id])

Definisi Risiko Kredit Menurut Para Ahli

  1. Menurut Spuchฤพáková (2015), credit risk atau risiko kredit melibatkan ketidakmampuan atau ketidakinginan pihak peminjam untuk memenuhi komitmen pembayaran dalam transaksi kredit, yang dapat mencakup kewajiban pinjaman, perdagangan, dan hedging. ([Lihat sumber Disini - sciencedirect.com])

  2. Sulfira dalam kajiannya tentang manajemen risiko kredit menjelaskan bahwa risiko kredit adalah proses risiko yang krusial dalam industri perbankan karena gagal bayar dari debitur dapat mengancam stabilitas finansial bank. ([Lihat sumber Disini - media.neliti.com])

  3. Penelitian lain menggambarkan risiko kredit sebagai potensi kerugian aset atau pendapatan yang terjadi apabila debitur gagal menjalankan kewajiban perjanjian kredit yang telah disepakati. ([Lihat sumber Disini - researchgate.net])

  4. Hasil studi empiris dalam konteks manajemen risiko menunjukkan hubungan signifikan antara pengelolaan risiko kredit dengan kemungkinan gagal bayar (default risk), di mana manajemen risiko yang baik cenderung dapat menurunkan probabilitas gagal bayar tersebut. ([Lihat sumber Disini - researchgate.net])


Sumber dan Karakteristik Risiko Kredit

Setiap penyaluran kredit memiliki sumber risiko yang berbeda-beda. Risiko kredit muncul dari sejumlah faktor baik internal maupun eksternal yang mempengaruhi kemampuan debitur dalam memenuhi kewajiban utangnya.

Sumber Risiko Kredit

  • Kondisi ekonomi makro seperti inflasi, tingkat pengangguran, dan pertumbuhan ekonomi dapat memengaruhi kemampuan debitur untuk membayar utangnya. Ketika perekonomian melemah, rasio kredit bermasalah biasanya meningkat. ([Lihat sumber Disini - sciencedirect.com])

  • Karakter debitur termasuk kapasitas finansial, tingkat pendapatan, kualitas jaminan, serta reputasi pembayaran sebelumnya. Debitur dengan profil risiko tinggi biasanya berpotensi gagal bayar lebih tinggi. ([Lihat sumber Disini - sciencedirect.com])

  • Kebijakan internal bank seperti kualitas analisis kredit, pemodelan prediksi default, dan limit risiko. Evaluasi kredit yang lemah akan meningkatkan eksposur risiko jika pihak pemberi kredit tidak melakukan penilaian kelayakan yang ketat. ([Lihat sumber Disini - sciencedirect.com])

Karakteristik Risiko Kredit


Penyebab Terjadinya Gagal Bayar

Gagal bayar atau default adalah situasi di mana debitur tidak mampu memenuhi kewajiban pembayaran sesuai waktu yang telah ditetapkan. Penyebabnya sangat beragam, mencakup faktor internal debitur maupun faktor eksternal yang memengaruhi kondisi keuangannya.

Faktor Internal Debitur

  • Pendapatan tidak stabil atau menurun secara signifikan, misalnya karena kehilangan pekerjaan atau menurunnya arus kas usaha. Debitur yang pendapatannya fluktuatif memiliki risiko lebih tinggi untuk gagal bayar. ([Lihat sumber Disini - sciencedirect.com])

  • Manajemen keuangan pribadi atau perusahaan yang buruk, termasuk ketidakteraturan dalam mengelola utang dan arus kas. Ketidakteraturan ini akan memperbesar kemungkinan gagal bayar karena kewajiban tidak dikelola dengan baik. ([Lihat sumber Disini - sciencedirect.com])

  • Informasi peminjam yang tidak akurat seperti laporan keuangan yang direkayasa atau pendapatan yang tidak sesuai kenyataan. Studi akademik menunjukkan bahwa informasi yang tidak akurat dapat meningkatkan probabilitas gagal bayar secara signifikan. ([Lihat sumber Disini - academic.oup.com])

Faktor Eksternal

  • Kondisi ekonomi makro yang memburuk, seperti resesi atau kenaikan suku bunga tinggi, membuat lingkungan usaha dan konsumsi semakin berat, sehingga debitur sulit membayar utangnya. ([Lihat sumber Disini - sciencedirect.com])

  • Stres pasar dan penurunan nilai aset, yang biasanya terjadi saat terjadi krisis ekonomi atau pasar finansial bergejolak, dapat membuat banyak debitur menjadi tidak mampu memenuhi kewajiban utangnya. ([Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov])

  • Perubahan regulasi industri, misalnya ketentuan perbankan yang berubah drastis, bisa berdampak pada operasional kredit lembaga keuangan dan kemampuan debitur dalam menyesuaikan pembayaran.


Pengukuran Risiko Kredit dalam Perusahaan

Pengukuran risiko kredit merupakan langkah penting dalam proses manajemen risiko, mencakup identifikasi, evaluasi, dan kuantifikasi kemungkinan kerugian terkait kredit.

Probabilitas Default (PD), PD mengukur kemungkinan bahwa debitur akan gagal bayar dalam periode tertentu, biasanya berdasarkan analisis historis perilaku pembayaran atau model statistik. Ini adalah indikator pertama dalam memprediksi tingkat risiko. ([Lihat sumber Disini - sciencedirect.com])

Loss Given Default (LGD), LGD menunjukkan besarnya kerugian yang akan ditanggung jika debitur gagal bayar, setelah memperhitungkan nilai jaminan atau agunan yang dapat direalisasikan. ([Lihat sumber Disini - sciencedirect.com])

Exposure at Default (EAD), EAD mewakili total eksposur lembaga keuangan terhadap debitur saat terjadi default, termasuk pokok pinjaman dan bunga tertunda. ([Lihat sumber Disini - sciencedirect.com])

Model Internal Rating-Based (IRB), Pada bank yang mengikuti prinsip Basel, metode seperti pendekatan Internal Rating-Based digunakan untuk menghitung modal minimum berdasarkan estimasi PD, LGD, dan EAD yang dimiliki lembaga. ([Lihat sumber Disini - eba.europa.eu])


Pengendalian dan Manajemen Risiko Kredit

Manajemen risiko kredit mencakup semua tindakan yang dilakukan oleh lembaga pemberi kredit untuk mengidentifikasi, mengukur, memantau, dan mengendalikan risiko gagal bayar sehingga kerugian yang muncul dapat diminimalkan.

Kebijakan Seleksi Kredit yang Ketat, Analisis kredit yang komprehensif terhadap calon debitur termasuk evaluasi kemampuan bayar, dapat mengurangi peluang memberikan utang kepada pihak berisiko tinggi. ([Lihat sumber Disini - urj.uin-malang.ac.id])

Diversifikasi Portofolio, Menyebarkan kredit ke berbagai jenis debitur, sektor industri, dan wilayah geografis dapat mengurangi dampak jika terjadi default di segmen tertentu. ([Lihat sumber Disini - sciencedirect.com])

Pemantauan Berkala dan Restrukturisasi, Monitoring rutin arus pembayaran dan kondisi keuangan debitur memungkinkan deteksi dini potensi gagal bayar, sehingga dapat dilakukan langkah restrukturisasi kredit atau renegosiasi. ([Lihat sumber Disini - urj.uin-malang.ac.id])

Penggunaan Jaminan (Agunan), Pemberian jaminan atas kredit dapat secara signifikan mengurangi kerugian apabila debitur gagal bayar, karena aset jaminan dapat dijual untuk menutup sebagian eksposur kredit. ([Lihat sumber Disini - ajaib.co.id])


Dampak Risiko Kredit terhadap Kinerja Keuangan

Risiko kredit yang tinggi dapat membawa dampak negatif yang signifikan pada kinerja keuangan lembaga keuangan maupun perusahaan.

Penurunan Pendapatan, Kredit bermasalah biasanya mengurangi pendapatan karena bunga dan pokok yang tidak dibayar, sehingga mengurangi laba bersih perusahaan. ([Lihat sumber Disini - sciencedirect.com])

Peningkatan Beban Cadangan Kerugian, Untuk mengantisipasi kredit bermasalah, lembaga keuangan wajib menyediakan cadangan kerugian yang lebih besar, yang pada akhirnya mengurangi modal dan rasio profitabilitas. ([Lihat sumber Disini - sciencedirect.com])

Risiko Likuiditas, Kredit yang tidak terbayar tepat waktu dapat mengganggu arus kas masuk lembaga, sehingga memengaruhi kemampuan mereka untuk memenuhi kewajiban jangka pendeknya sendiri. ([Lihat sumber Disini - sciencedirect.com])

Kerusakan Reputasi, Kredit bermasalah dalam jumlah besar dapat merusak kepercayaan investor dan nasabah terhadap kemampuan institusi dalam mengelola risiko secara efektif. ([Lihat sumber Disini - sciencedirect.com])


Kesimpulan

Risiko kredit merupakan elemen penting dan kompleks dalam aktivitas pemberian kredit oleh lembaga keuangan dan perusahaan. Konsepnya mencakup potensi kerugian yang muncul ketika debitur gagal memenuhi kewajiban pembayaran utang, dan pemahaman risiko ini sangat ditentukan oleh sejumlah faktor internal dan eksternal yang harus diatasi. Definisi risiko kredit secara umum dan menurut para ahli menunjukkan bahwa pemantauan, pengukuran, dan evaluasi risiko kredit merupakan bagian penting dari strategi manajemen finansial yang baik. Sumber risiko kredit meliputi kondisi ekonomi, karakter debitur, dan manajemen internal, sementara penyebab gagal bayar sering kali dipicu oleh masalah keuangan debitur serta kondisi makro yang memburuk. Pengukuran risiko kredit seperti PD, LGD, dan EAD secara signifikan membantu dalam menilai potensi dampaknya. Pengendalian risiko kredit melalui seleksi kredit yang ketat, diversifikasi portofolio, dan mekanisme jaminan adalah strategi penting dalam mengurangi potensi kerugian. Akhirnya, dampak risiko kredit terhadap kinerja keuangan berupa penurunan pendapatan, peningkatan cadangan kerugian, dan risiko likuiditas menegaskan pentingnya pendekatan manajemen risiko yang efektif dalam menjaga stabilitas dan profitabilitas lembaga.

Artikel ini ditulis dan disunting oleh tim redaksi SumberAjar.com berdasarkan referensi akademik Indonesia.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Risiko kredit adalah potensi kerugian yang timbul ketika pihak peminjam atau debitur gagal memenuhi kewajiban pembayaran pokok maupun bunga sesuai dengan perjanjian kredit yang telah disepakati.

Gagal bayar kredit umumnya disebabkan oleh penurunan pendapatan debitur, manajemen keuangan yang buruk, kondisi ekonomi makro yang melemah, kenaikan suku bunga, serta perubahan lingkungan usaha yang tidak terduga.

Risiko kredit diukur melalui beberapa indikator utama seperti probabilitas gagal bayar (probability of default), tingkat kerugian jika terjadi gagal bayar (loss given default), dan besarnya eksposur kredit pada saat gagal bayar.

Manajemen risiko kredit penting untuk meminimalkan potensi kerugian, menjaga stabilitas keuangan, meningkatkan kualitas aset, serta mempertahankan kepercayaan investor dan pemangku kepentingan terhadap perusahaan.

Risiko kredit yang tinggi dapat menurunkan pendapatan perusahaan, meningkatkan cadangan kerugian kredit, mengganggu likuiditas, serta menurunkan profitabilitas dan reputasi lembaga keuangan.

Strategi pengendalian risiko kredit meliputi seleksi kredit yang ketat, diversifikasi portofolio, pemantauan debitur secara berkala, penggunaan agunan, serta restrukturisasi kredit bagi debitur yang mengalami kesulitan pembayaran.

โฌ‡
Home
Kamus
Cite Halaman Ini
Geser dari kiri untuk membuka artikel Relevan.
Geser dari kanan untuk artikel terbaru.
Jangan tampilkan teks ini lagi
Artikel Relevan
SPK Kelayakan Kredit Menggunakan Fuzzy Logic SPK Kelayakan Kredit Menggunakan Fuzzy Logic Rasio Likuiditas: Konsep, Pengukuran, dan Kemampuan Bayar Rasio Likuiditas: Konsep, Pengukuran, dan Kemampuan Bayar Risiko Keuangan: Konsep, Jenis Risiko, dan Pengendalian Risiko Keuangan: Konsep, Jenis Risiko, dan Pengendalian Financial Technology (FinTech): Konsep, Inovasi Keuangan, dan Layanan Financial Technology (FinTech): Konsep, Inovasi Keuangan, dan Layanan Manajemen Risiko Keuangan: Konsep, Identifikasi Risiko, dan Pengendalian Manajemen Risiko Keuangan: Konsep, Identifikasi Risiko, dan Pengendalian Financial Distress: Konsep, Indikator Kesulitan Keuangan, dan Dampak Financial Distress: Konsep, Indikator Kesulitan Keuangan, dan Dampak Kapasitas Keuangan Perusahaan: Konsep dan Kemampuan Pendanaan Kapasitas Keuangan Perusahaan: Konsep dan Kemampuan Pendanaan Attribution Theory: Konsep dan Contoh Attribution Theory: Konsep dan Contoh Kualitas Data Mortalitas Kualitas Data Mortalitas Sistem Web Manajemen UKT Kampus Sistem Web Manajemen UKT Kampus Siklus Akuntansi: Konsep, Tahapan, dan Pencatatan Siklus Akuntansi: Konsep, Tahapan, dan Pencatatan Sistem Informasi Penilaian Kinerja Guru Sistem Informasi Penilaian Kinerja Guru Keputusan Pendanaan: Konsep, Sumber Dana, dan Biaya Modal Keputusan Pendanaan: Konsep, Sumber Dana, dan Biaya Modal Risiko Ketidakseimbangan Volume Cairan Risiko Ketidakseimbangan Volume Cairan Hubungan Kausal: Pengertian, Jenis, dan Contohnya Hubungan Kausal: Pengertian, Jenis, dan Contohnya Risiko Operasional: Konsep, Gangguan Operasional, dan Mitigasi Risiko Operasional: Konsep, Gangguan Operasional, dan Mitigasi Manajemen Investasi: Konsep, Pengelolaan Modal, dan Risiko Manajemen Investasi: Konsep, Pengelolaan Modal, dan Risiko SPK Penilaian Risiko Proyek Teknologi SPK Penilaian Risiko Proyek Teknologi Fear of Failure: Konsep dan Dampak Psikologis Fear of Failure: Konsep dan Dampak Psikologis Perubahan Pola Nafas: Pengertian dan Penyebab Perubahan Pola Nafas: Pengertian dan Penyebab
Artikel Terbaru
Memuat artikel terbaruโ€ฆ