Terakhir diperbarui: 01 January 2026

Citation (APA Style):
Davacom. (2026, 1 January). Conformity: Pengertian dan Contoh. SumberAjar. Retrieved 14 January 2026, from https://sumberajar.com/kamus/conformity-pengertian-dan-contoh  

Kamu menggunakan Mendeley? Add entry manual di sini.

Conformity: Pengertian dan Contoh - SumberAjar.com

Conformity: Pengertian dan Contoh

Pendahuluan

Conformity atau konformitas merupakan fenomena psikologis yang sangat relevan dalam kehidupan sosial modern. Di hampir setiap interaksi manusia, dari ruang kelas, kehidupan profesional, hingga kehidupan digital, kita seringkali berhadapan dengan tekanan untuk menyesuaikan diri. Fenomena ini bukan hanya sekadar mengikuti tren, tetapi juga mencerminkan bagaimana norma dan tekanan kelompok dapat membentuk perilaku individu. Pemahaman tentang conformity penting karena membantu menjelaskan mengapa orang bisa mengubah perilaku atau keyakinannya meskipun bertentangan dengan keinginan atau penilaiannya sendiri. Kajian ini menyusun berbagai perspektif teoretis dan penelitian empiris untuk memberikan gambaran utuh tentang conformity dalam konteks psikologi sosial modern.


Definisi Conformity

Definisi Conformity Secara Umum

Conformity secara umum dipahami sebagai perubahan perilaku, sikap, atau keyakinan seseorang untuk menyesuaikan diri dengan norma, perilaku atau tekanan dari kelompok sosial tertentu. Konformitas mencakup respons terhadap tekanan sosial yang nyata maupun yang dibayangkan dari anggota kelompok lain. [Lihat sumber Disini - simplypsychology.org]

Definisi Conformity dalam KBBI

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), konformitas dapat dijelaskan sebagai tindakan atau sikap menyesuaikan diri atau menjadi sama dengan kelompok sosial di sekitarnya sehingga dapat diterima secara sosial. [Perlu akses langsung ke KBBI daring jika ingin kutip langsung dari laman resmi KBBI saat penulisan akhir]

Definisi Conformity Menurut Para Ahli

Berikut adalah beberapa definisi conformity menurut para ahli:

  1. Baron & Byrne, Konformitas adalah suatu bentuk pengaruh sosial di mana individu mengubah sikap dan tingkah lakunya agar sesuai dengan norma sosial yang ada. [Lihat sumber Disini - e-journals.unmul.ac.id]

  2. David O’Sears, Konformitas terjadi ketika seseorang melakukan perilaku tertentu karena orang lain juga melakukannya. [Lihat sumber Disini - etheses.iainkediri.ac.id]

  3. Kiesler, Konformitas mencakup perubahan perilaku atau keyakinan sebagai hasil tekanan kelompok nyata maupun yang dibayangkan. [Lihat sumber Disini - etheses.iainkediri.ac.id]

  4. Morgan, King, dan Robinson, Konformitas adalah kecenderungan individu untuk menyesuaikan pandangan atau perilakunya agar sesuai dengan norma sosial. [Lihat sumber Disini - repository.iainsasbabel.ac.id]

Dari definisi-definisi di atas, dapat dirangkum bahwa conformity melibatkan suatu proses sosial di mana individu menyesuaikan diri terhadap tekanan atau harapan dari kelompok yang lebih besar agar diterima atau sesuai norma sosial yang berlaku.


Jenis-Jenis Conformity

Secara umum, para psikolog sosial mengklasifikasikan conformity ke beberapa jenis berdasarkan motivasi dan cara penyesuaian individu terhadap norma sosial:

1. Compliance

Compliance adalah bentuk conformity di mana seseorang menyesuaikan perilakunya secara terbuka dengan kelompok, tetapi tidak mengubah keyakinan pribadinya. Individu melakukannya terutama untuk mendapatkan persetujuan sosial atau menghindari penolakan. [Lihat sumber Disini - simplypsychology.org]

2. Internalization

Internalization merupakan bentuk conformity yang lebih dalam, di mana individu tidak hanya menyesuaikan perilakunya secara terbuka, tetapi juga menerima norma kelompok secara pribadi sehingga terjadi perubahan sikap yang lebih permanen. [Lihat sumber Disini - simplypsychology.org]

3. Identification

Identification terjadi ketika seseorang menyesuaikan perilaku atau keyakinan karena ingin menjadi bagian dari kelompok yang dianggap penting atau memiliki hubungan emosional yang kuat. Bagian dari keyakinan kelompok kemudian diinternalisasi oleh individu selama ia merasa menjadi bagian dari kelompok tersebut. [Lihat sumber Disini - simplypsychology.org]

Beberapa literatur lain juga membedakan Normative Conformity yang terjadi karena ingin diterima secara sosial dan Informational Conformity yang terjadi karena individu menganggap kelompok memiliki informasi yang lebih benar atau akurat. [Lihat sumber Disini - psychology.town]


Faktor yang Mempengaruhi Conformity

Berbagai faktor internal dan eksternal turut mempengaruhi kecenderungan individu untuk berkonformasi:

1. Ukuran Kelompok

Semakin besar kelompok yang memberi tekanan sosial, semakin besar kemungkinan individu akan berperilaku sesuai dengan harapan kelompok tersebut. [Lihat sumber Disini - psychology.town]

2. Norma Sosial dan Tekanan Sosial

Norma sosial yang kuat bisa meningkatkan perilaku konformitas karena individu cenderung menyesuaikan diri untuk diterima atau diakui dalam kelompok. [Lihat sumber Disini - id.scribd.com]

3. Kepercayaan terhadap Sumber

Individu lebih cenderung berkonformasi jika percaya bahwa sumber sosialnya memiliki informasi atau wawasan yang lebih akurat dalam situasi tertentu. [Lihat sumber Disini - psychology.town]

4. Budaya dan Latar Belakang Sosial

Budaya yang menghargai harmoni sosial atau kolektivisme sering kali melihat tingkat conformity lebih tinggi dibandingkan budaya yang lebih menekankan individualisme. [Lihat sumber Disini - sciencedirect.com]

Selain itu, usia, kohesi kelompok, dan tingkat pendidikan juga ditemukan mempengaruhi kecenderungan untuk konform terhadap tekanan sosial. [Lihat sumber Disini - researchgate.net]


Teori-Teori Conformity

Beberapa pendekatan teoretis mencoba menjelaskan mengapa conformity terjadi dan bagaimana mekanismenya bekerja:

1. Social Influence Theory

Teori ini menjelaskan bahwa perubahan perilaku individu terjadi karena adanya proses penerimaan pengaruh sosial. Konformitas termasuk dalam salah satu bentuk penerimaan pengaruh sosial bersama dengan compliance dan obedience. [Lihat sumber Disini - open.ncl.ac.uk]

2. Teori Informational dan Normative Influence

Menurut teori ini, conformity dapat ditimbulkan oleh dua sumber utama:

3. Social Identity Theory (Relevan dalam penelitian modern)

Beberapa penelitian kemudian mengaitkan conformity dengan identifikasi sosial individu terhadap kelompok tertentu di mana identifikasi ini memengaruhi sejauh mana individu berkonformasi terhadap norma kelompok. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]


Dampak Conformity terhadap Perilaku Individu

Dampak Positif

  1. Peningkatan Harmoni Sosial: Conformity dapat membantu menciptakan keteraturan dan stabilitas dalam interaksi sosial karena individu cenderung mengikuti aturan dan norma yang berlaku. [Lihat sumber Disini - sciencedirect.com]

  2. Pembelajaran Sosial: Dalam situasi di mana individu tidak yakin harus berbuat apa, mengikuti mayoritas dapat membantu pengambilan keputusan yang adaptif. [Lihat sumber Disini - psychology.town]

Dampak Negatif

  1. Pengurangan Kreativitas dan Independen: Individu yang terlalu konform dapat kehilangan kemampuan berpikir kritis atau inovatif karena cenderung mengikuti pendapat mayoritas. [Lihat sumber Disini - sciencedirect.com]

  2. Penguatan Perilaku Negatif: Dalam beberapa kasus, conformity dapat menyebabkan individu ikut melakukan hal yang merugikan, misalnya menyontek karena tekanan teman sebaya atau keterlibatan dalam perilaku berisiko seperti judi online akibat norma kelompok tertentu. [Lihat sumber Disini - jurnal.penerbitwidina.com]


Contoh Conformity dalam Kehidupan Sehari-hari

Contoh 1: Perilaku di Sekolah

Siswa mungkin menyesuaikan gaya berpakaian agar sesuai dengan mayoritas teman sebayanya untuk mendapatkan penerimaan sosial dan menghindari ejekan. [Lihat sumber Disini - id.scribd.com]

Contoh 2: Konformitas Konsumtif

Penelitian di Balikpapan menunjukkan bahwa remaja perempuan yang terpapar standar sosial tertentu memiliki hubungan antara konformitas normatif dan perilaku konsumtif terhadap barang branded. [Lihat sumber Disini - e-journals.unmul.ac.id]

Contoh 3: Konformitas dalam Situasi Ambigu

Dalam eksperimen klasik Asch, banyak orang memilih jawaban yang salah dalam penilaian garis karena tekanan mayoritas, meskipun mereka tahu jawabannya benar. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]

Contoh 4: Tekanan Teman Sebaya

Remaja sering mengikuti perilaku teman sebaya, baik positif maupun negatif, karena keinginan diterima dalam kelompok sosial mereka. [Lihat sumber Disini - media.neliti.com]


Kesimpulan

Conformity adalah fenomena psikologi sosial yang kompleks dan sangat relevan dalam kehidupan manusia. Ia melibatkan penyesuaian perilaku, sikap, atau keyakinan individu terhadap tekanan sosial nyata maupun imajiner dari kelompok. Conformity bukan sekadar perilaku pasif mengikuti mayoritas, tetapi memiliki mekanisme psikologis yang berkaitan dengan kebutuhan untuk diterima, rasa percaya terhadap pengetahuan kelompok, serta tekanan normatif. Dampaknya dapat bersifat positif seperti membantu keteraturan sosial, namun juga negatif jika mendorong perilaku yang bertentangan dengan nilai atau penilaian individu. Dengan memahami jenis, faktor, dan mekanisme conformity, individu dan masyarakat dapat lebih sadar dalam mengelola pengaruh sosial agar tidak merugikan perkembangan pribadi dan sosial.

Artikel ini ditulis dan disunting oleh tim redaksi SumberAjar.com berdasarkan referensi akademik Indonesia.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Conformity adalah proses psikologis di mana individu menyesuaikan sikap, perilaku, atau keyakinannya agar sesuai dengan norma dan harapan kelompok sosial, baik karena tekanan sosial maupun keinginan untuk diterima.

Jenis-jenis conformity meliputi compliance, yaitu penyesuaian perilaku secara lahiriah; identification, yaitu penyesuaian karena ingin menjadi bagian dari kelompok; dan internalization, yaitu penerimaan norma kelompok secara mendalam hingga menjadi keyakinan pribadi.

Conformity dipengaruhi oleh ukuran kelompok, kekompakan kelompok, tekanan norma sosial, kepercayaan terhadap kelompok, budaya sosial, serta karakteristik individu seperti usia dan tingkat kepercayaan diri.

Conformity tidak selalu berdampak negatif. Secara positif, conformity dapat membantu menciptakan keteraturan dan harmoni sosial. Namun, secara negatif, conformity dapat menghambat berpikir kritis dan mendorong individu mengikuti perilaku yang merugikan.

Contoh conformity dalam kehidupan sehari-hari antara lain mengikuti gaya berpakaian teman sebaya, menyesuaikan pendapat dalam diskusi kelompok, membeli produk populer karena pengaruh lingkungan, serta mengikuti kebiasaan sosial di sekolah atau tempat kerja.

⬇
Home
Kamus
Cite Halaman Ini
Geser dari kiri untuk membuka artikel Relevan.
Geser dari kanan untuk artikel terbaru.
Jangan tampilkan teks ini lagi
Artikel Relevan
Gejala Sosial: Pengertian, Jenis, dan Contoh dalam Kajian Sosiologi Gejala Sosial: Pengertian, Jenis, dan Contoh dalam Kajian Sosiologi Fokus Penelitian: Pengertian, Fungsi, dan Contohnya Fokus Penelitian: Pengertian, Fungsi, dan Contohnya Model Konseptual Teori: Pengertian, Fungsi, dan Contoh Model Konseptual Teori: Pengertian, Fungsi, dan Contoh Variabel: Definisi, Jenis, dan Contoh dalam Penelitian Variabel: Definisi, Jenis, dan Contoh dalam Penelitian Sampling: Definisi, Jenis, dan Contoh dalam Penelitian Sampling: Definisi, Jenis, dan Contoh dalam Penelitian Analisis Statistik: Definisi, Jenis, dan Contoh dalam Penelitian Analisis Statistik: Definisi, Jenis, dan Contoh dalam Penelitian Definisi Konseptual: Pengertian, Peran, dan Contoh dalam Penelitian Definisi Konseptual: Pengertian, Peran, dan Contoh dalam Penelitian Jurnal Nasional: Pengertian, Ciri, dan Contoh dalam Dunia Akademik Jurnal Nasional: Pengertian, Ciri, dan Contoh dalam Dunia Akademik Klasifikasi: Pengertian, Jenis, dan Contoh dalam Kajian Ilmiah Klasifikasi: Pengertian, Jenis, dan Contoh dalam Kajian Ilmiah Statistik Inferensial: Pengertian dan Contoh Analisis Statistik Inferensial: Pengertian dan Contoh Analisis Estimasi Data: Pengertian, Fungsi, dan Contoh dalam Statistik Estimasi Data: Pengertian, Fungsi, dan Contoh dalam Statistik Nilai Ilmiah: Pengertian, Karakteristik, dan Contohnya Nilai Ilmiah: Pengertian, Karakteristik, dan Contohnya Hierarki Konsep: Pengertian, Fungsi, dan Contoh dalam Kajian Ilmiah Hierarki Konsep: Pengertian, Fungsi, dan Contoh dalam Kajian Ilmiah Landasan Teori: Pengertian, Fungsi, dan Cara Menyusunnya Landasan Teori: Pengertian, Fungsi, dan Cara Menyusunnya Variabel Intervening: Pengertian dan Contoh Variabel Intervening: Pengertian dan Contoh Berpikir Kritis: Pengertian, Tahapan, dan Contohnya Berpikir Kritis: Pengertian, Tahapan, dan Contohnya Diagram: Pengertian, Jenis, dan Contoh dalam Penelitian Diagram: Pengertian, Jenis, dan Contoh dalam Penelitian Keterbatasan Penelitian: Pengertian, Fungsi, dan Contoh Keterbatasan Penelitian: Pengertian, Fungsi, dan Contoh Epistemologi: Pengertian, Ruang Lingkup, dan Contoh dalam Ilmu Pengetahuan Epistemologi: Pengertian, Ruang Lingkup, dan Contoh dalam Ilmu Pengetahuan Validitas Eksternal dan Internal: Perbedaan dan Contoh Validitas Eksternal dan Internal: Perbedaan dan Contoh
Artikel Terbaru
Memuat artikel terbaru…