
Studi Eksploratif: Karakteristik dan Contohnya
Pendahuluan
Dalam ranah penelitian sosial dan ilmu terapan, jenis penelitian eksploratif (atau studi eksploratif) memegang posisi penting sebagai langkah awal untuk memahami fenomena yang belum banyak dikaji atau belum jelas dalam kerangka teori sebelumnya. Kajian ini berjudul “Studi Eksploratif: Karakteristik dan Contohnya” bertujuan untuk menjelaskan secara mendalam mengenai apa yang dimaksud dengan studi eksploratif, bagaimana kerangka definisinya (secara umum, menurut KBBI, dan menurut para ahli), kemudian memaparkan karakteristik-utama dan contoh-nyata dari penelitian bersifat eksploratif, serta menarik kesimpulan yang relevan. Dengan demikian, diharapkan pembaca memperoleh gambaran yang komprehensif mengenai jenis penelitian ini,baik bagi peneliti pemula maupun yang ingin memilih metodologi penelitian dengan konsep awal yang terbuka dan fleksibel.
Definisi Studi Eksploratif
Definisi Studi Eksploratif Secara Umum
Secara umum, penelitian eksploratif dapat dipahami sebagai suatu jenis penelitian yang dilakukan ketika peneliti belum memiliki banyak informasi mengenai fenomena yang akan diteliti dan masih dalam tahap penjajakan (exploration) terhadap variabel, hubungan, atau konteks yang baru atau kurang dikenal. Misalnya, penelitian yang bertujuan “untuk memperjelas apa sebenarnya masalah yang perlu diselesaikan dan bagaimana” fenomena itu terjadi. [Lihat sumber Disini - sampoernauniversity.ac.id]
Dalam konteks ini, penelitian eksploratif sering bersifat awal dan membuka arah bagi penelitian selanjutnya yang mungkin bersifat deskriptif atau eksplanatif. [Lihat sumber Disini - media.neliti.com]
Karena sifatnya yang masih terbuka, proses penelitian eksploratif cenderung fleksibel, kreatif, dan tidak terikat hipotesis yang kuat di awal. Ini memungkinkan peneliti mengeksplorasi ide-ide baru, mencari pola, atau membangun kerangka masalah dari fenomena yang belum banyak diteliti. [Lihat sumber Disini - media.neliti.com]
Definisi Studi Eksploratif dalam KBBI
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kata eksploratif berasal dari kata ‘eksplorasi’ yang berarti “penyelidikan, penjajakan, atau penjelajahan” (baik secara fisik maupun konseptual) untuk memperoleh pengetahuan atau pengalaman baru. [Lihat sumber Disini - etheses.iainkediri.ac.id]
Dengan demikian, penelitian eksploratif menurut KBBI dapat diartikan sebagai penelitian yang bersifat menjajaki atau mengeksplorasi suatu obyek atau fenomena agar memperoleh pemahaman awal terhadap hal-hal yang belum banyak diketahui.
Definisi Studi Eksploratif Menurut Para Ahli
Berikut beberapa definisi yang diperoleh dari literatur:
- B. Mudjiyanto menyatakan bahwa “penelitian tipe eksploratif … bertujuan memperdalam pengetahuan dan mencari ide-ide baru mengenai suatu gejala tertentu, menggambarkan fenomena sosial, dan menjelaskan bagaimana terjadinya suatu fenomena sosial untuk merumuskan masalah secara lebih terperinci atau mengembangkan hipotesis bukan menguji hipotesis.” [Lihat sumber Disini - media.neliti.com]
- Menurut sebuah buku metodologi penelitian, penelitian eksploratif adalah “jenis penelitian yang digunakan untuk menjelajahi suatu topik atau masalah yang belum banyak diketahui dengan baik.” [Lihat sumber Disini - tahtamedia.co.id]
- Dalam penjelasan lain, disebutkan bahwa penelitian eksploratif “lebih menekankan pertanyaan ‘What’ (apa) daripada pertanyaan ‘Why’ atau ‘How’, karena masih dalam tahap mengenali dan memahami fenomena.” [Lihat sumber Disini - journal.universitaspahlawan.ac.id]
- Salah satu literatur menyebut bahwa penelitian eksploratif adalah “penelitian yang dilakukan ketika variabel X dihilangkan atau diubah sehingga ketika variabel Y dapat terpecahkan” (menurut Sekaran & Bougie, yang dikutip dalam sumber) sebagai bagian dari desain penelitian. [Lihat sumber Disini - kc.umn.ac.id]
Dari beberapa definisi di atas dapat disimpulkan bahwa penelitian eksploratif memiliki orientasi pada: (a) penjelajahan awal fenomena; (b) belum memiliki struktur teori atau hipotesis kuat di awal; (c) lebih terbuka dan fleksibel dalam pengumpulan data; serta (d) sering menjadi pijakan bagi penelitian selanjutnya yang lebih sistematis.
Karakteristik dan Contohnya Studi Eksploratif
Karakteristik Utama
Berdasarkan kajian literatur, berikut karakteristik-utama penelitian eksploratif yang umum muncul:
- Fokus pada eksplorasi ide atau fenomena baru: Peneliti mencoba mengenali secara awal fenomena yang kurang diketahui, mencari variabel, hubungan, atau pola yang belum jelas sebelumnya. [Lihat sumber Disini - media.neliti.com]
- Fleksibilitas desain penelitian: Karena masih penjajakan, penelitian eksploratif tidak selalu menggunakan desain yang kaku atau tahapan yang baku. Pengumpulan data bisa bersifat terbuka, dan peneliti dapat “kembali” atau menyesuaikan proses penelitian saat berlangsung. [Lihat sumber Disini - media.neliti.com]
- Sampel relatif kecil atau tidak representatif: Karena tujuan bukan untuk generalisasi besar tetapi untuk memahami fenomena baru, penelitian eksploratif terkadang menggunakan sampel kecil, non-random, atau purposif. [Lihat sumber Disini - media.neliti.com]
- Pendekatan induktif: Analisis cenderung start dari data spesifik menuju penyusunan pola atau generalisasi kecil, bukan dari hipotesis ke data (deduktif) seperti dalam penelitian kuantitatif tradisional. [Lihat sumber Disini - media.neliti.com]
- Tidak/kurang menguji hipotesis di awal: Berbeda dengan penelitian verifikatif, eksploratif fokus pada membangun kerangka masalah atau variabel daripada menguji hubungan yang telah ditetapkan. [Lihat sumber Disini - journal.universitaspahlawan.ac.id]
- Berorientasi pada pemahaman mendalam: Karena sifatnya, penelitian ini sering menggunakan wawancara, observasi, studi literatur, atau metode kualitatif lainnya untuk menggali makna, konteks, dan pengertian. [Lihat sumber Disini - jurnal.stituwjombang.ac.id]
- Berpotensi menjadi pijakan bagi penelitian lanjutan: Hasilnya bisa berupa pertanyaan penelitian, hipotesis awal, atau kerangka teoritis yang kemudian diuji lebih lanjut dalam penelitian deskriptif atau eksplanatif. [Lihat sumber Disini - media.neliti.com]
Contoh Studi Eksploratif
Berikut beberapa contoh nyata dari penelitian eksploratif dalam konteks Indonesia:
- STUDI EKPLORATIF TERHADAP MINAT BERKUNJUNG KE DESA WISATA (Ekamukti, 2023), Penelitian ini mengeksplorasi persepsi wisatawan nusantara terhadap desa wisata dan menggunakan teknik wawancara informal, survei, serta data sekunder. Kuesioner disebarkan kepada 150 responden dan menggunakan convenience sampling. Tidak fokus pada pengujian hipotesis besar, melainkan memahami daya tarik dan karakteristik desa wisata sebagai fenomena. [Lihat sumber Disini - jurnal.stiepar.ac.id]
- PENELITIAN TIPE EKSPLORATIF KOMUNIKASI (Mudjiyanto, 2018), Penelitian ini menegaskan bahwa tipe eksploratif “bertujuan memperdalam pengetahuan dan mencari ide‐ide baru …” dan menggunakan analisis induktif. [Lihat sumber Disini - media.neliti.com]
- Sebuah artikel metode pengumpulan data menyebut bahwa dalam penelitian eksploratif, peneliti “tidak mendekati objek dengan suatu set formula tertentu … sangat pragmatis dan fleksibel.” [Lihat sumber Disini - journal.universitaspahlawan.ac.id]
Contoh dalam Praktik
Misalnya, seorang peneliti ingin memahami bagaimana generasi muda memilih platform belanja daring di suatu kota yang belum banyak diteliti. Peneliti mungkin menggunakan wawancara mendalam, observasi perilaku, dan dokumen terkait (misalnya transaksi daring, komentar pengguna) dengan sampel terbatas. Hasil penelitian berupa pemahaman mengenai motif, konteks, dan variabel yang kemudian bisa diuji lebih lanjut dalam penelitian kuantitatif yang lebih besar.
Dalam konteks studi eksploratif tersebut:
- Pertanyaan penelitian mungkin: “Bagaimana generasi muda memaknai kecepatan pengantaran dalam belanja daring?”
- Hipotesis belum ditetapkan secara kuat; fokusnya “apa terjadi” dan “bagaimana/kenapa bisa terjadi” dalam konteks lokal.
- Desain penelitian fleksibel, bisa berubah selama proses (misalnya menambah wawancara fokus kelompok jika data awal menunjukkan fenomena baru).
- Sampel terbatas misalnya 20-30 responden purposif.
- Analisis menggunakan pendekatan induktif: dari data wawancara muncul tema-tema seperti “kepercayaan pada pengemasan”, “efek reputasi platform”, “ritual pemesanan ulang”.
- Output penelitian: kerangka variabel (misalnya kecepatan, kemasan, reputasi) yang bisa diuji secara kuantitatif dalam studi selanjutnya.
Kesimpulan
Studi eksploratif merupakan jenis penelitian yang sangat berguna ketika suatu fenomena belum banyak diketahui atau belum memiliki kerangka teoritis yang kuat. Karakteristiknya meliputi fleksibilitas, eksplorasi ide baru, penggunaan desain yang belum baku, pendekatan induktif, serta fokus pada pemahaman mendalam daripada generalisasi besar. Beberapa definisi dari KBBI, literatur umum, dan para ahli memperkuat ruang lingkupnya. Contoh‐nyata di Indonesia menunjukkan penerapan nyata metode ini dalam memahami fenomena sosial/komunikasi yang masih terbuka. Bagi peneliti yang ingin “menjajaki” topik baru, penelitian eksploratif adalah pilihan yang tepat sebagai pijakan untuk penelitian selanjutnya yang lebih sistematis atau eksplanatif.
Dengan memahami kerangka ini,definisi umum, definisi KBBI, definisi menurut ahli, karakteristik, serta contoh,peneliti dapat merancang dan melaksanakan penelitian eksploratif dengan lebih terarah dan konseptual. Semoga artikel ini memberikan kontribusi positif bagi Anda yang tertarik mengembangkan penelitian di tahap eksplorasi.