Terakhir diperbarui: 18 December 2025

Citation (APA Style):
Davacom. (2025, 18 December). Stres Akademik pada Mahasiswa. SumberAjar. Retrieved 14 January 2026, from https://sumberajar.com/kamus/stres-akademik-pada-mahasiswa  

Kamu menggunakan Mendeley? Add entry manual di sini.

Stres Akademik pada Mahasiswa - SumberAjar.com

Stres Akademik pada Mahasiswa

Pendahuluan

Stres akademik merupakan fenomena umum yang dialami oleh mahasiswa selama menjalani proses pendidikan tinggi. Dalam lingkungan akademik, mahasiswa sering menghadapi berbagai tuntutan yang menekan, seperti tugas yang menumpuk, ujian yang ketat, tekanan untuk mempertahankan IPK tinggi, serta ketidakpastian tentang masa depan karier setelah lulus. Kondisi ini memicu reaksi stres yang tidak hanya berdampak pada performa akademik, tetapi juga kesehatan mental dan fisik mahasiswa secara keseluruhan. Fenomena ini didukung oleh penelitian-penelitian terbaru yang menunjukkan bahwa stres pada mahasiswa berkaitan erat dengan berbagai faktor internal maupun eksternal serta memerlukan strategi koping efektif untuk mengelolanya agar tidak menimbulkan konsekuensi jangka panjang yang serius. [Lihat sumber Disini - iicls.org]


Definisi Stres Akademik

Definisi Stres Akademik Secara Umum

Stres akademik secara umum merujuk pada kondisi tekanan mental dan emosional yang dialami seseorang akibat tuntutan akademik yang dianggap melebihi batas kemampuan individu. Mahasiswa yang menghadapi beban akademik yang intens seringkali merasa cemas, tegang, dan kewalahan saat berusaha memenuhi tuntutan tersebut. Kondisi ini mencakup respons terhadap tugas, ujian, dan tanggung jawab akademik lainnya yang dapat mempengaruhi kesejahteraan psikologis mahasiswa. [Lihat sumber Disini - journal.uir.ac.id]

Definisi Stres Akademik dalam KBBI

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), “stres” merupakan gangguan atau kekacauan mental dan emosional yang disebabkan oleh faktor luar atau ketegangan. Meskipun KBBI tidak secara spesifik menyebutkan “stres akademik”, pengertian stres dalam konteks akademik dapat dipahami sebagai tekanan mental yang berkaitan dengan situasi pendidikan yang penuh tuntutan. [Lihat sumber Disini - kbbi.web.id]

Definisi Stres Akademik Menurut Para Ahli

Para ahli telah menguraikan stres akademik dalam beberapa dimensi:

  1. Gadzella dan Masten (2005) menyatakan bahwa stres akademik merupakan persepsi individu terhadap stressor akademik dan bagaimana reaksi fisik, emosional, perilaku, dan kognitif individu terhadap situasi tersebut. [Lihat sumber Disini - repository.uin-suska.ac.id]

  2. Wilks (2008) mendeskripsikan stres akademik sebagai kondisi yang timbul ketika mahasiswa tidak mampu beradaptasi terhadap tuntutan akademik yang menekan. [Lihat sumber Disini - journal.uir.ac.id]

  3. Lin dan Chen (2009) menyebutkan bahwa stres akademik muncul dari interaksi antara berbagai faktor internal dan eksternal dalam setting akademik, termasuk kecemasan terhadap hasil belajar dan tekanan deadline. [Lihat sumber Disini - repository.uin-suska.ac.id]

  4. Reddy et al. (2018) menyatakan bahwa stres akademik merupakan respon negatif tubuh yang melibatkan aspek fisik, emosional, perilaku, dan kognitif ketika individu merasa terancam oleh tuntutan akademik. [Lihat sumber Disini - digilib.iainkendari.ac.id]


Faktor Penyebab Stres Akademik

Stres akademik pada mahasiswa dapat dipicu oleh berbagai faktor yang saling berkaitan, baik internal maupun eksternal. Faktor-faktor ini mampu memicu respons stres yang kompleks, tergantung pada persepsi individu terhadap tekanan yang dihadapi.

Faktor Internal

Faktor internal merupakan aspek yang berasal dari dalam diri mahasiswa sendiri yang dapat mempengaruhi tingkat stres yang dialami, antara lain:

Faktor Eksternal

Faktor eksternal mencakup lingkungan dan situasi di luar individu yang menimbulkan tekanan, seperti:


Dampak Stres terhadap Kesehatan

Stres akademik yang berkepanjangan dapat memberikan dampak serius pada berbagai aspek kesehatan mahasiswa, tidak hanya secara mental tetapi juga fisik.

Dampak pada Kesehatan Mental

Stres akademik sering kali berkaitan dengan gangguan psikologis seperti kecemasan, depresi, dan perasaan tidak berdaya. Mahasiswa yang mengalami tekanan akademik yang tinggi cenderung merasa terbebani secara emosional, yang dapat menghambat kemampuan mereka untuk berkonsentrasi dan menyelesaikan tugas akademik. Penelitian menunjukkan bahwa stres akademik dapat mengganggu kesejahteraan mental mahasiswa secara keseluruhan, menyebabkan gejala seperti gangguan tidur, suasana hati yang buruk, dan penurunan motivasi belajar. [Lihat sumber Disini - nature.com]

Dampak pada Kesehatan Fisik

Respons stres yang terus menerus juga dapat mempengaruhi kesehatan fisik. Stres kronis telah dikaitkan dengan gangguan seperti sakit kepala, gangguan pencernaan, gangguan tidur, hingga penurunan imunitas tubuh. Respon fisiologis terhadap tekanan yang berkepanjangan ini dapat memperburuk kondisi fisik mahasiswa dan meningkatkan risiko penyakit jangka panjang. [Lihat sumber Disini - digilib.iainkendari.ac.id]

Dampak pada Kinerja Akademik

Mahasiswa yang mengalami stres berlebihan biasanya menunjukkan penurunan performa akademik. Ketidakmampuan untuk fokus pada tugas, kesulitan dalam mengingat materi, serta kelelahan mental membuat pencapaian akademik menjadi lebih sulit. Stres akademik juga dapat menurunkan kepuasan mahasiswa terhadap pengalaman pendidikan mereka. [Lihat sumber Disini - journal.universitaspahlawan.ac.id]


Mekanisme Koping Mahasiswa

Mekanisme koping merupakan strategi yang digunakan mahasiswa untuk menghadapi dan mengatasi stres akademik agar tidak berdampak negatif pada kesehatan dan prestasi mereka.

Koping Berorientasi Masalah

Strategi ini melibatkan tindakan aktif yang berfokus pada penyelesaian masalah yang memicu stres, seperti:

  • Mengatur waktu belajar secara efektif.

  • Mencari bantuan akademik dari dosen atau teman.

  • Membuat rencana belajar yang realistis.

    Penelitian menunjukkan bahwa penggunaan strategi berorientasi masalah dapat membantu mahasiswa mengurangi dampak stres akademik dan meningkatkan performa akademik mereka. [Lihat sumber Disini - mdpi.com]

Koping Berorientasi Emosi

Strategi ini bertujuan mengelola reaksi emosional terhadap stres, misalnya:

  • Mencari dukungan sosial dari teman atau keluarga.

  • Melakukan aktivitas relaksasi seperti olahraga atau hobi.

  • Menyampaikan perasaan kepada konselor atau mentor.

    Mahasiswa yang menggunakan strategi ini cenderung dapat menjaga kesejahteraan mental mereka meskipun masih menghadapi tekanan akademik. [Lihat sumber Disini - journal3.um.ac.id]

Strategi Koping Lainnya

Beberapa mahasiswa juga menggunakan pendekatan lain seperti teknik relaksasi, meditasi, atau spiritual coping yang sesuai dengan kebutuhan individu untuk mengurangi kecemasan dan meningkatkan keseimbangan hidup. [Lihat sumber Disini - jurnal.idaqu.ac.id]


Upaya Manajemen Stres Akademik

Manajemen stres akademik melibatkan usaha sistematik untuk mencegah, mengurangi, dan mengendalikan tingkat stres mahasiswa. Upaya ini dapat dilakukan oleh mahasiswa sendiri maupun institusi pendidikan.

Pengembangan Keterampilan Manajemen Waktu

Mahasiswa perlu dilatih untuk mengatur waktu secara efektif sehingga beban tugas yang tinggi tidak menjadi faktor yang memperparah stres. Perencanaan jadwal yang baik dapat membantu mereka mengatur prioritas dan mengurangi rasa kewalahan.

Pelatihan Koping dan Konseling

Institusi pendidikan dapat menyediakan pelatihan strategi koping serta layanan konseling profesional untuk membantu mahasiswa mengelola stres. Layanan ini dapat mencakup teknik relaksasi, konseling psikologis, dan workshop kesejahteraan mental.

Fasilitas Dukungan Sosial

Membangun jaringan dukungan sosial di lingkungan kampus, seperti kelompok belajar dan forum diskusi, dapat memungkinkan mahasiswa saling berbagi pengalaman dan strategi untuk menghadapi stres.

Promosi Kesehatan Mental

Program promosi kesehatan mental di kampus penting untuk meningkatkan kesadaran mahasiswa tentang tanda-tanda stres dan strategi pencegahannya. Ini termasuk kampanye tentang pentingnya gaya hidup sehat dan keseimbangan antara kehidupan akademik dan personal.


Kesimpulan

Stres akademik merupakan tantangan yang kompleks bagi mahasiswa yang melibatkan berbagai tekanan akademik dan emosional yang dapat mempengaruhi kesehatan mental, fisik, serta kinerja akademik mereka. Definisi stres akademik mencerminkan respon individu terhadap tuntutan yang dirasakan melebihi kemampuan mereka, dan dipengaruhi oleh banyak faktor internal dan eksternal. Mahasiswa perlu mengembangkan mekanisme koping yang efektif serta dukungan institusional untuk mengelola stres ini. Dengan strategi manajemen stres yang tepat, pengalaman akademik dapat menjadi lebih seimbang dan produktif, mendukung kesejahteraan serta pencapaian tujuan pendidikan yang optimal.

Artikel ini ditulis dan disunting oleh tim redaksi SumberAjar.com berdasarkan referensi akademik Indonesia.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Stres akademik pada mahasiswa adalah kondisi tekanan psikologis yang muncul akibat tuntutan perkuliahan seperti tugas akademik, ujian, target nilai, serta tekanan untuk berprestasi yang dirasakan melebihi kemampuan individu.

Faktor penyebab stres akademik meliputi faktor internal seperti pola pikir, kepercayaan diri, dan manajemen emosi, serta faktor eksternal seperti beban tugas yang tinggi, tekanan prestasi, hubungan dengan dosen dan teman, serta keterbatasan waktu.

Stres akademik dapat berdampak pada kesehatan mental seperti kecemasan dan depresi, kesehatan fisik seperti gangguan tidur dan kelelahan, serta penurunan konsentrasi dan prestasi akademik mahasiswa.

Mekanisme koping mahasiswa meliputi koping berorientasi masalah seperti manajemen waktu dan perencanaan belajar, serta koping berorientasi emosi seperti mencari dukungan sosial, relaksasi, dan konseling.

Upaya manajemen stres akademik meliputi pengembangan keterampilan manajemen waktu, pemanfaatan layanan konseling, dukungan sosial di lingkungan kampus, serta promosi kesehatan mental untuk menciptakan keseimbangan akademik dan kehidupan pribadi.

⬇
Home
Kamus
Cite Halaman Ini
Geser dari kiri untuk membuka artikel Relevan.
Geser dari kanan untuk artikel terbaru.
Jangan tampilkan teks ini lagi
Artikel Relevan
Stres Kerja Mahasiswa: Konsep dan Adaptasi Stres Kerja Mahasiswa: Konsep dan Adaptasi Stres Akademik: Konsep dan Mekanisme Koping Stres Akademik: Konsep dan Mekanisme Koping Sistem Web Portofolio Mahasiswa Sistem Web Portofolio Mahasiswa Hubungan Stres Kehamilan dengan Pola Makan Ibu Hamil Hubungan Stres Kehamilan dengan Pola Makan Ibu Hamil Sistem Web Portal Informasi Akademik Sistem Web Portal Informasi Akademik Regulasi Stres: Konsep dan Strategi Adaptif Regulasi Stres: Konsep dan Strategi Adaptif Dampak Stres terhadap Pola Konsumsi Remaja Dampak Stres terhadap Pola Konsumsi Remaja Stres Kronis: Konsep dan Dampak Psikologis Stres Kronis: Konsep dan Dampak Psikologis Pengelolaan Stres Pasien: Konsep, Pendekatan Keperawatan, dan Dukungan Pengelolaan Stres Pasien: Konsep, Pendekatan Keperawatan, dan Dukungan Konsep Kesehatan Mental Mahasiswa Konsep Kesehatan Mental Mahasiswa Manajemen Stres pada Ibu Hamil Manajemen Stres pada Ibu Hamil Burnout Akademik: Konsep dan Faktor Risiko Burnout Akademik: Konsep dan Faktor Risiko Pengelolaan Stres Pasien Pengelolaan Stres Pasien Hubungan Stres dengan Kebiasaan Makan Hubungan Stres dengan Kebiasaan Makan Penyesuaian Diri Mahasiswa: Konsep dan Dinamika Penyesuaian Diri Mahasiswa: Konsep dan Dinamika Sistem Informasi Monitoring Tugas Mahasiswa Sistem Informasi Monitoring Tugas Mahasiswa Stres Ibu Hamil: Konsep, Penyebab, dan Manajemen Stres Ibu Hamil: Konsep, Penyebab, dan Manajemen Konsep Kematangan Emosi Mahasiswa Konsep Kematangan Emosi Mahasiswa Konsep Ketahanan Mental Akademik Konsep Ketahanan Mental Akademik Sistem Mobile To-Do List Akademik Sistem Mobile To-Do List Akademik
Artikel Terbaru
Memuat artikel terbaru…