Terakhir diperbarui: 04 January 2026

Citation (APA Style):
Davacom. (2026, 4 January). Stres Kronis: Konsep dan Dampak Psikologis. SumberAjar. Retrieved 12 January 2026, from https://sumberajar.com/kamus/stres-kronis-konsep-dan-dampak-psikologis 

Kamu menggunakan Mendeley? Add entry manual di sini.

Stres Kronis: Konsep dan Dampak Psikologis - SumberAjar.com

Stres Kronis: Konsep dan Dampak Psikologis

Pendahuluan

Dalam kehidupan modern saat ini, stres merupakan fenomena yang hampir tidak bisa dihindari oleh siapa pun. Ketika seseorang menghadapi tekanan dari lingkungan, tuntutan pekerjaan, interaksi sosial, atau masalah pribadi yang berkepanjangan, respons tubuh dan pikiran terhadap tekanan tersebut dapat berkembang menjadi kondisi yang lebih serius dan berkepanjangan yang dikenal sebagai stres kronis. Kondisi ini berbeda jauh dari stres biasa yang hanya bersifat sementara; stres kronis berlangsung dalam jangka waktu panjang dan bila tidak ditangani dengan tepat, dapat memberikan dampak signifikan terhadap kesehatan mental dan kualitas hidup seseorang. Penelitian ilmiah menunjukkan bahwa stres kronis dapat memicu perubahan psikologis dan fisiologis yang memengaruhi fungsi otak, emosi, serta keterampilan kognitif, sehingga memerlukan pemahaman mendalam agar penanganannya dapat dilakukan secara efektif. [Lihat sumber Disini - mdpi.com]


Definisi Stres Kronis

Definisi Stres Kronis Secara Umum

Stres kronis adalah kondisi di mana seseorang mengalami tekanan psikologis atau fisik secara terus-menerus tanpa adanya periode pemulihan yang memadai. Situasi yang memicu stres ini tidak hanya bersifat insidental atau temporer, tetapi merupakan tekanan yang berulang atau terus-menerus, baik dari masalah pekerjaan, hubungan personal, permasalahan finansial, maupun tanggung jawab kehidupan lainnya. Reaksi stres yang berkelanjutan ini mengaktifkan sistem hormon stres tubuh secara terus menerus, yang pada akhirnya dapat memengaruhi fungsi tubuh dan otak dalam jangka panjang. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]

Definisi Stres Kronis dalam KBBI

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), stres kronis belum memiliki entri tersendiri sebagai istilah resmi; namun istilah stres dalam KBBI didefinisikan sebagai “tekanan batin, ketegangan mental atau perasaan tertekan akibat situasi yang menuntut atau mengancam”. Bila tekanan ini berlangsung dalam jangka panjang, maka disebut sebagai stres yang tidak segera mereda, itulah yang dimaksud dalam konteks umum istilah kronis. Definisi ini menggarisbawahi bahwa stres kronis bukan sekedar kejadian singkat, tetapi bentuk tekanan batin yang bersifat berkelanjutan. [Lihat sumber Disini - ayosehat.kemkes.go.id]

Definisi Stres Kronis Menurut Para Ahli

  1. Bruce McEwen & Eliot Stellar, Stres kronis dikaitkan dengan allostatic load, yaitu akumulasi respons fisiologis tubuh terhadap stres yang berulang atau berkepanjangan. Ketika hal ini terjadi secara terus menerus, tubuh mengalami "wear and tear" yang dapat merusak sistem saraf, endokrin, dan imun. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]

  2. Lazarus & Folkman (Transaksional Stress Model), Stres kronis terjadi ketika tuntutan lingkungan dinilai melebihi sumber daya koping yang dimiliki seseorang secara konsisten, sehingga hal ini memicu ketegangan psikologis berkepanjangan. [Lihat sumber Disini - jurnal.anfa.co.id]

  3. Penelitian klinis psikologi modern, Stres kronis merupakan respons fisiologis dan psikologis terhadap rangsangan yang panjang dan berulang, yang dapat memengaruhi struktur otak, emosi, dan fungsi kognitif mental. [Lihat sumber Disini - jurnal.uui.ac.id]

  4. Pendekatan psikoneuroendokrinologi, Stres kronis diidentifikasi sebagai respons berkelanjutan dari hipotalamus-hipofisis-adrenal (HPA axis), yang menyebabkan pengeluaran hormon kortisol secara terus-menerus yang berdampak negatif pada fungsi sistem tubuh. [Lihat sumber Disini - jurnal.anfa.co.id]


Pengertian Stres Kronis

Stres kronis adalah keadaan fisiologis dan psikologis di mana individu mengalami tekanan, ketegangan, atau tuntutan emosional terus menerus yang berlangsung dalam jangka waktu panjang, sehingga respons normal tubuh terhadap stres menjadi maladaptif dan menyebabkan gangguan fungsi tubuh dan mental. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]


Karakteristik Stres Kronis

Stres kronis memiliki ciri-ciri khusus yang membedakannya dari stres normal atau stres akut. Ciri-ciri ini tidak hanya terlihat pada reaksi emosional, tetapi juga mencerminkan dampak pada kesehatan fisik dan psikologis:

  1. Durasi Tekanan yang Tinggi

    Stres kronis berlangsung cukup lama, seringkali berminggu-minggu hingga berbulan-bulan, dan tidak menunjukkan tanda-tanda pemulihan yang jelas meskipun pemicu stres telah berlangsung lama atau bahkan tidak jelas. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]

  2. Aktivasi Hormon Stres yang Persisten

    Karena respons terhadap tekanan yang berkelanjutan, sistem HPA (hipotalamus-hipofisis-adrenal) terus memproduksi hormon stres seperti kortisol, yang berkontribusi pada kelelahan fisiologis, gangguan tidur, gangguan metabolik, dan disfungsi sistem imun. [Lihat sumber Disini - jurnal.anfa.co.id]

  3. Gangguan Emosional Berkepanjangan

    Individu yang mengalami stres kronis cenderung mengalami kecemasan yang terus-menerus, perasaan kewalahan, kekhawatiran berlebih, dan bahkan penurunan kemampuan untuk menikmati aktivitas yang sebelumnya menyenangkan. [Lihat sumber Disini - jurnal.anfa.co.id]

  4. Penurunan Fungsi Kognitif

    Stres kronis berkaitan dengan perubahan dalam struktur dan fungsi otak, khususnya area yang berperan dalam pengaturan emosi, konsentrasi, dan memori, menyebabkan masalah seperti sulit fokus, pelupa, atau kesulitan mengambil keputusan. [Lihat sumber Disini - openaccessjournals.com]

  5. Penurunan Daya Tahan Tubuh

    Respons stres yang terus-menerus juga dapat melemahkan sistem imun, sehingga individu menjadi lebih rentan terhadap infeksi, penyakit kronis, serta memakan waktu lebih lama untuk pulih dari penyakit. [Lihat sumber Disini - mdpi.com]


Faktor Penyebab Stres Kronis

Stres kronis tidak muncul begitu saja, melainkan merupakan respons akumulatif terhadap berbagai faktor psikologis, sosial, dan lingkungan. Faktor-faktor yang umum ditemukan dalam literatur meliputi:

  1. Tekanan Pekerjaan atau Lingkungan Kerja

    Tuntutan pekerjaan yang tinggi, lingkungan kerja yang kompetitif, jam kerja panjang, dan kurangnya dukungan sosial di tempat kerja dapat menjadi pemicu utama stres kronis karena tekanan yang konsisten terkait performa. [Lihat sumber Disini - researchhub.id]

  2. Masalah Interpersonal dan Keluarga

    Konflik interpersonal, ketegangan dalam hubungan keluarga, perceraian, atau kehilangan orang yang dicintai merupakan sumber stres yang bersifat berkepanjangan dan emosional. [Lihat sumber Disini - jurnal.anfa.co.id]

  3. Permasalahan Finansial atau Sosial

    Kekhawatiran terkait stabilitas finansial, beban utang, kesulitan memenuhi kebutuhan hidup, atau tekanan sosial dari lingkungan sekitar dapat menciptakan kondisi stres yang terus-menerus. [Lihat sumber Disini - jurnal.anfa.co.id]

  4. Kondisi Kesehatan Kronis atau Penyakit Berat

    Menghadapi penyakit kronis yang berkepanjangan, baik untuk diri sendiri maupun anggota keluarga, seringkali meningkatkan tingkat stres psikologis karena ketidakpastian, rasa takut, atau beban perawatan. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]

  5. Persepsi dan Koping Individu

    Cara individu menghargai atau menilai situasi stres sangat mempengaruhi tingkat stres yang dirasakan. Persepsi bahwa tuntutan melebihi kemampuan koping dapat memperparah pengalaman stres kronis secara psikologis. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]


Dampak Psikologis Stres Kronis

Stres kronis mencakup banyak konsekuensi psikologis yang dapat memengaruhi kesejahteraan mental seseorang secara mendalam:

  1. Kecemasan Berkepanjangan

    Individu yang mengalami stres kronis sering kali merasa cemas sepanjang waktu. Perasaan ini tidak hanya muncul saat menghadapi situasi menegangkan, tetapi juga dapat menjadi respons default terhadap berbagai kegiatan sehari-hari. [Lihat sumber Disini - mdpi.com]

  2. Depresi dan Gangguan Mood

    Paparan stres yang konstan dapat meningkatkan risiko depresi mayor, gangguan suasana hati, atau kehilangan minat terhadap aktivitas yang sebelumnya menyenangkan. [Lihat sumber Disini - urj.uin-malang.ac.id]

  3. Gangguan Konsentrasi dan Perhatian

    Stres kronis dapat menyebabkan kesulitan untuk fokus, membuat keputusan, atau mengingat informasi penting, karena hambatan dalam fungsi kognitif otak. [Lihat sumber Disini - openaccessjournals.com]

  4. Perubahan Pola Tidur

    Kadar hormon stres yang tinggi seringkali mengganggu ritme tidur, menyebabkan insomnia atau tidur tidak nyenyak, yang pada gilirannya memperburuk kesehatan mental secara keseluruhan. [Lihat sumber Disini - jurnal.sttarastamarngabang.ac.id]

  5. Menurunnya Kualitas Hidup

    Dampak psikologis ini pada akhirnya menurunkan kualitas hidup individu, baik dari segi sosial, emosional, maupun fungsi sehari-hari. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]


Stres Kronis dan Gangguan Mental

Penelitian ilmiah menunjukkan bahwa stres kronis berkaitan erat dengan berbagai gangguan mental yang serius:

  1. Gangguan Kecemasan Umum (Generalized Anxiety Disorder)

    Individu dengan stres kronis memiliki risiko yang lebih tinggi mengalami kekhawatiran berlebihan dan kecemasan yang tidak terkontrol secara konsisten. [Lihat sumber Disini - mdpi.com]

  2. Depresi Mayor

    Terpapar stres terus-menerus dapat menurunkan neurotransmiter yang berperan dalam regulasi mood, sehingga meningkatkan kemungkinan depresi klinis. [Lihat sumber Disini - urj.uin-malang.ac.id]

  3. Burnout dan Sindrom Kelelahan Emosional

    Burnout sering muncul sebagai hasil dari tuntutan kerja yang tak kunjung reda, ditandai oleh perasaan kelelahan ekstrem, sinisme, dan berkurangnya efektivitas kerja. [Lihat sumber Disini - mdpi.com]

  4. Gangguan Psikologis Lainnya

    Stres kronis juga dihubungkan dengan gangguan tidur, gangguan makan, dan masalah psikososial lainnya yang memengaruhi hubungan interpersonal serta fungsi sosial. [Lihat sumber Disini - jurnal.sttarastamarngabang.ac.id]


Penanganan Stres Kronis

Untuk mengatasi stres kronis, pendekatan yang bersifat multidimensional diperlukan:

  1. Terapi Psikologis

    Terapi seperti Cognitive Behavioral Therapy (CBT) terbukti efektif membantu individu mengidentifikasi pola pikir negatif dan mengembangkan strategi koping adaptif. [Lihat sumber Disini - mdpi.com]

  2. Strategi Relaksasi

    Teknik relaksasi seperti meditasi, yoga, atau latihan pernapasan dapat membantu menurunkan respons fisiologis terhadap stres. [Lihat sumber Disini - mdpi.com]

  3. Dukungan Sosial

    Dukungan dari keluarga, teman, atau kelompok pendukung dapat memperkuat kemampuan cop­ing dan mengurangi rasa tertekan. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]

  4. Perubahan Gaya Hidup

    Pola hidup sehat seperti olahraga teratur, tidur cukup, dan nutrisi yang baik dapat membantu tubuh lebih efektif menghadapi tekanan stres. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]

  5. Pendekatan Holistik

    Dalam beberapa kasus, pendekatan holistik yang menggabungkan aspek psikologis, sosial, dan bahkan spiritual menunjukkan hasil yang lebih menyeluruh dalam manajemen stres kronis. [Lihat sumber Disini - jurnal.anfa.co.id]


Kesimpulan

Stres kronis merupakan respons psikologis dan fisiologis terhadap tekanan berkelanjutan yang berlangsung jauh lebih lama daripada stres biasa. Kondisi ini memiliki karakteristik khas seperti aktivasi hormon stres yang terus-menerus, gangguan emosional, serta perubahan struktur dan fungsi otak yang serius. Faktor penyebabnya sangat beragam, mulai dari tuntutan pekerjaan hingga masalah interpersonal dan finansial. Dampaknya terhadap kesehatan mental sangat nyata, di antaranya kecemasan, depresi, gangguan mood, dan berbagai gangguan psikologis lainnya. Untuk menangani stres kronis secara efektif, diperlukan pendekatan yang holistik dan multidimensional, mencakup terapi psikologis, dukungan sosial, serta perubahan gaya hidup. Pemahaman yang mendalam mengenai mekanisme dan dampak stres kronis sangat penting bagi pencegahan dan intervensi kesehatan mental masyarakat saat ini.

Artikel ini ditulis dan disunting oleh tim redaksi SumberAjar.com berdasarkan referensi akademik Indonesia.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Stres kronis adalah kondisi tekanan psikologis yang berlangsung dalam jangka waktu panjang akibat tuntutan atau masalah yang terus-menerus, sehingga respons stres tubuh menjadi maladaptif dan berdampak pada kesehatan mental maupun fisik.

Stres akut bersifat sementara dan biasanya muncul akibat peristiwa tertentu, sedangkan stres kronis berlangsung lama dan terjadi ketika individu terus terpapar tekanan tanpa pemulihan yang memadai.

Karakteristik stres kronis meliputi tekanan berkepanjangan, aktivasi hormon stres secara terus-menerus, gangguan emosi, penurunan konsentrasi, gangguan tidur, serta penurunan kualitas hidup.

Dampak psikologis stres kronis antara lain kecemasan berkepanjangan, depresi, gangguan suasana hati, kelelahan emosional, penurunan fungsi kognitif, serta meningkatnya risiko gangguan mental.

Ya, stres kronis berhubungan erat dengan berbagai gangguan mental seperti gangguan kecemasan, depresi mayor, burnout, gangguan tidur, dan gangguan psikologis lainnya.

Penanganan stres kronis dapat dilakukan melalui terapi psikologis seperti CBT, teknik relaksasi, dukungan sosial, perubahan gaya hidup sehat, serta pendekatan holistik yang mencakup aspek psikologis dan sosial.

Home
Kamus
Cite Halaman Ini
Geser dari kiri untuk membuka artikel Relevan.
Geser dari kanan untuk artikel terbaru.
Jangan tampilkan teks ini lagi
Artikel Relevan
Hubungan Stres Kehamilan dengan Pola Makan Ibu Hamil Regulasi Stres: Konsep dan Strategi Adaptif Pengelolaan Stres Pasien Pengelolaan Stres Pasien: Konsep, Pendekatan Keperawatan, dan Dukungan Stres Ibu Hamil: Konsep, Penyebab, dan Manajemen Dampak Stres terhadap Pola Konsumsi Remaja Manajemen Stres pada Ibu Hamil Hubungan Stres dengan Kebiasaan Makan Stres Kerja Mahasiswa: Konsep dan Adaptasi Stres Akademik: Konsep dan Mekanisme Koping Nyeri Kronis: Karakteristik, Dampak, dan Tantangan Keperawatan Manajemen Stres pada Tenaga Kesehatan Stres Akademik pada Mahasiswa Nyeri Kronis: Karakteristik dan Contoh Kasus Ketidakstabilan Gaya Hidup Pasien Kronis Hubungan Stress dan Pola Makan Konsep Koping Psikologis Psikologi Ibu Hamil Trimester Ketiga Adaptasi Psikologis Pasien: Konsep, Mekanisme Respons, dan Implikasi Stress Kerja: Faktor dan Penanggulangannya
Artikel Terbaru
Kepercayaan Publik terhadap Pemerintah: Konsep dan Legitimasi Kebijakan Publik: Konsep dan Dampak Sosial Advokasi Sosial: Konsep dan Perubahan Kebijakan Good Governance: Konsep dan Akuntabilitas Sosial Civil Society: Konsep dan Peran Sosial Demokrasi Sosial: Konsep dan Partisipasi Warga Identitas Kolektif: Konsep dan Pembentukan Kelompok Dinamika Kelompok Sosial: Konsep dan Interaksi Internal Inklusi Sosial: Konsep dan Keadilan Sosial Eksklusi Sosial: Konsep dan Marginalisasi Minoritas Sosial: Konsep dan Relasi Kekuasaan Mayoritas Sosial: Konsep dan Dominasi Sosial Polarisasi Sosial: Konsep dan Konflik Kepentingan Interaksi Antarbudaya: Konsep dan Tantangan Sosial Relasi Sosial Virtual: Konsep dan Perubahan Makna