
Teknik Delphi: Pengertian dan Langkah Implementasi
Pendahuluan
Pada banyak situasi penelitian atau perumusan kebijakan, terutama ketika data empiris belum cukup tersedia atau ketika masalah bersifat kompleks dan multidimensional, dibutuhkan metode yang memungkinkan penggalian pendapat dari banyak ahli secara sistematis, anonim, dan tertata. Salah satu metode yang paling sering digunakan untuk tujuan itu adalah teknik yang dikenal sebagai Teknik Delphi. Teknik ini memungkinkan pengumpulan opini pakar dari berbagai latar belakang, kemudian menyaring dan merekonsiliasi perbedaan pendapat lewat proses berulang, hingga tercapai semacam konsensus atau rekomendasi bersama. Dengan demikian, Teknik Delphi memiliki peran penting dalam riset sosial, perencanaan strategis, kebijakan, pendidikan, kesehatan, manajemen, hingga perumusan indikator atau standar profesional.
Teknik ini menjadi sangat berguna terutama di konteks di mana data kuantitatif atau empiris terbatas, namun keputusan atau prediksi tetap dibutuhkan. Lewat proses anonim dan bertahap, Teknik Delphi dapat membantu meminimalisir bias individual, tekanan kelompok, atau dominasi suara tertentu, sehingga hasilnya lebih representatif, reflektif, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Definisi Teknik Delphi
Definisi Teknik Delphi Secara Umum
Secara umum, Teknik Delphi, sering disebut Delphi Method, adalah teknik komunikasi terstruktur dan interaktif yang digunakan untuk memperoleh konsensus dari sekelompok ahli melalui serangkaian putaran pertanyaan (questionnaire) yang disertai umpan balik (feedback) setelah tiap putaran. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]
Metode ini berlandaskan asumsi bahwa penggabungan pendapat dari banyak ahli, dibanding pendapat dari satu individu, akan menghasilkan prediksi, keputusan, atau rekomendasi yang lebih andal, terutama bagi permasalahan yang bersifat kompleks, multidimensional, atau bersifat masa depan/tren. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]
Definisi Teknik Delphi dalam KBBI
Dalam konteks Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), tidak ditemukan entri spesifik "Teknik Delphi" sebagai istilah baku. Metode Delphi sendiri lebih merupakan istilah metodologis berbahasa Inggris yang masuk ke ranah akademis. Oleh karena itu, dalam tulisan-tulisan akademik berbahasa Indonesia, istilah “Teknik Delphi” umumnya dipahami sebagai adaptasi langsung dari “Delphi Method” tanpa perubahan arti.
Definisi Teknik Delphi Menurut Para Ahli
Berikut beberapa definisi dari berbagai sumber dan pakar:
- Sebagai proses sistematis untuk mengumpulkan pendapat dari pakar melalui serangkaian kuesioner, dengan menjaga anonimitas dan memberikan umpan balik (feedback) antar putaran. [Lihat sumber Disini - repository.upi.edu]
- Sebagai metode komunikasi tertata yang memungkinkan konsensus atau mufakat di antara para pakar mengenai isu sosial, kebijakan, atau perencanaan institusi. [Lihat sumber Disini - jurnal.uny.ac.id]
- Sebagai alat bantu dalam pengambilan keputusan kolektif untuk masalah di mana bukti empiris belum memadai, sehingga memerlukan pandangan ahli dari berbagai disiplin/latar. [Lihat sumber Disini - es.wikipedia.org]
- Sebagai teknik yang menggabungkan elemen survei dan brain-writing (tulisan pendapat individu), di mana interaksi tatap muka diminimalisir, sehingga meminimalisir bias tekanan kelompok atau dominasi individu tertentu. [Lihat sumber Disini - repository.uir.ac.id]
Dari beberapa definisi tersebut, dapat disimpulkan bahwa inti dari Teknik Delphi adalah: pengumpulan pendapat ahli secara anonim, melalui putaran kuesioner berulang, dengan umpan balik kelompok, bertujuan mencapai konsensus atau rekomendasi bersama terhadap isu kompleks.
Langkah–Langkah Implementasi Teknik Delphi
Dalam menerapkan Teknik Delphi untuk penelitian atau perumusan kebijakan, proses umum yang sering digunakan adalah sebagai berikut:
Identifikasi dan Seleksi Panel Ahli
Langkah pertama adalah menentukan panel pakar yang akan dilibatkan. Panel ini harus memenuhi kriteria: ahli di bidang terkait, punya pengetahuan dan pengalaman cukup, bersedia serta mampu berkontribusi dalam seluruh proses, dan memiliki komunikasi yang baik. [Lihat sumber Disini - researchgate.net]
Pemilihan ahli biasanya dilakukan secara purposive, artinya peneliti memilih secara sengaja individu yang dinilai relevan berdasarkan kompetensi, pengalaman, atau posisi di bidang tertentu. Hal ini bertujuan agar hasil Delphi benar-benar merepresentasikan pandangan dari para pemangku kepentingan/rentang keahlian yang dibutuhkan. [Lihat sumber Disini - ejournal.imperiuminstitute.org]
Penyusunan Kuesioner Awal
Setelah panel ditetapkan, peneliti membuat kuesioner awal berdasarkan kajian literatur dan pemahaman awal terhadap isu yang diteliti. Kuesioner ini bisa berisi pertanyaan terbuka maupun tertutup, tergantung kebutuhan penelitian, misalnya untuk mengeksplorasi aspek-aspek penting, mengumpulkan indikator, atau memperoleh pendapat terkait skenario masa depan. [Lihat sumber Disini - jurnal.poltekkespangkalpinang.ac.id]
Putaran Kuesioner, Round 1, 2, (3 …)
Metode Delphi memiliki beberapa “putaran” (round). Panel menjawab kuesioner putaran pertama secara anonim. Setelah dikumpulkan, peneliti menganalisis jawaban, mengidentifikasi tema, titik kesepakatan, dan variasi pendapat, kemudian merumuskan kuesioner putaran lanjutan berdasarkan hasil putaran sebelumnya. [Lihat sumber Disini - researchgate.net]
Biasanya, proses ini dilakukan 2 hingga 3 ronde. Banyak penelitian menyebut 3 ronde sebagai jumlah yang umum agar konsensus bisa tercapai secara optimal. [Lihat sumber Disini - jiip.stkipyapisdompu.ac.id]
Pemberian Umpan Balik dan Penyajian Ringkasan
Setelah setiap putaran, fasilitator atau peneliti menyiapkan ringkasan hasil, pandangan kelompok, statistik agregat (jika kuantitatif), dan alasan di balik perbedaan pendapat, lalu membagikannya ke semua panel. Panel kemudian diberi kesempatan untuk meninjau kembali dan menyesuaikan jawaban mereka di ronde selanjutnya. Mekanisme ini memungkinkan refleksi ulang dan peninjauan terhadap pendapat awal setelah melihat pandangan rekan panel lain. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]
Analisis Hasil dan Formulasi Konsensus / Rekomendasi
Setelah putaran dianggap cukup (misalnya konsensus tercapai atau tidak ada perubahan signifikan antar ronde), peneliti kemudian menganalisis data akhir, merumuskan poin-poin konsensus, rekomendasi, indikator, atau prediksi berdasarkan hasil Delphi. Hasil ini bisa berupa kesepakatan kolektif, model, indikator, strategi, atau prediksi masa depan. [Lihat sumber Disini - jurnal.poltekkespangkalpinang.ac.id]
Dokumentasi & Pelaporan
Tahap akhir adalah mendokumentasikan seluruh proses: dasar pemilihan panel, kuesioner tiap ronde, ringkasan umpan balik, hasil akhir dan rekomendasi. Dokumentasi ini penting sebagai transparansi metodologis dan agar hasil Delphi dapat dipertanggungjawabkan.
Modifikasi Teknik (Jika Diperlukan)
Dalam praktik banyak penelitian, Teknik Delphi sering dipadukan atau dimodifikasi dengan pendekatan lain, misalnya skala penilaian numerik, kriteria konsensus tertentu, atau kombinasi dengan metode kuantitatif/analitik lain seperti analisis ANP (Analytic Network Process). Contoh: di penelitian pelayanan kefarmasian, panel ahli memberikan penilaian pada indikator dengan skala 1–7, lalu konsensus ditentukan berdasarkan nilai rata-rata minimal, deviasi standar, dan IQR. [Lihat sumber Disini - jurnal.poltekkespangkalpinang.ac.id]
Selain itu, ada pula varian canggih seperti Real-Time Delphi, versi Delphi berbasis teknologi/internet yang memungkinkan panel mengubah jawaban secara dinamis dan interaktif tanpa harus menunggu ronde formal, sehingga lebih efisien dari segi waktu. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]
Keunggulan dan Kelemahan Teknik Delphi
Keunggulan
- Menghimpun beragam pandangan professional/ahli, membuat hasil lebih komprehensif dan interdisipliner.
- Anonimitas mengurangi bias dominasi pendapat, tekanan sosial, atau hierarki.
- Proses bertahap dan reflektif memungkinkan pendapat dipertimbangkan ulang setelah melihat perspektif lain, mendorong konsensus yang lebih matang.
- Bisa diterapkan tanpa tatap muka, cocok jika ahli tersebar secara geografis atau sulit dikumpulkan bersama.
- Fleksibel, dapat dikombinasikan atau dimodifikasi sesuai kebutuhan, misalnya menggunakan skala, indikator kuantitatif, atau metode kuantitatif/analitik tambahan.
Kelemahan / Tantangan
- Membutuhkan waktu relatif panjang, beberapa ronde diperlukan agar konsensus tercapai.
- Membutuhkan komitmen panel ahli, jika banyak yang drop out, hasil bisa terdistorsi.
- Risiko bias dalam seleksi panel, jika panel tidak mewakili keberagaman penting, hasil bisa tak representatif.
- Konsensus bisa berarti “kesepakatan yang moderat”, tidak selalu mewakili pandangan ekstrem atau alternatif radikal.
- Validitas bergantung pada kualitas kuesioner awal dan kemampuan fasilitator merangkum & menyajikan umpan balik secara objektif.
Contoh Implementasi Teknik Delphi di Indonesia (2021–2025)
Beberapa penelitian dan aplikasi terbaru menunjukkan bahwa Teknik Delphi terus relevan dan berkembang dalam konteks Indonesia:
- Sebuah studi literatur tahun 2025 mengevaluasi penggunaan Teknik Delphi dalam pengambilan keputusan di sektor pendidikan. Studi tersebut menemukan bahwa Delphi paling banyak digunakan dalam penyusunan kurikulum, instrumen pembelajaran, dan perumusan kebijakan di pendidikan tinggi dan vokasi. Rata-rata panelis sekitar 17 orang, dan kebanyakan penelitian menggunakan 2–3 putaran kuesioner. [Lihat sumber Disini - jiip.stkipyapisdompu.ac.id]
- Dalam bidang pelayanan kesehatan/kefarmasian, Teknik Delphi termodifikasi digunakan untuk mengembangkan indikator kinerja pelayanan kefarmasian di Puskesmas. Panel terdiri dari apoteker dan pihak terkait, menggunakan skala penilaian 1–7, dan setelah 2 putaran, dihasilkan konsensus indikator lengkap. [Lihat sumber Disini - jurnal.poltekkespangkalpinang.ac.id]
- Di sektor ekonomi/UMKM, Teknik Delphi digunakan untuk merumuskan faktor-faktor keberhasilan percepatan ekspor Industri Halal, dengan panel melibatkan praktisi, regulator, akademisi, asosiasi, dan pihak terkait lainnya, menunjukkan bahwa Delphi efektif untuk menyatukan berbagai perspektif dari stakeholder yang berbeda. [Lihat sumber Disini - ejournal.imperiuminstitute.org]
- Dalam dunia pendidikan tinggi swasta, sebuah studi 2024 menerapkan Delphi untuk menentukan urgensi mata kuliah “Berpikir Kritis terhadap Pengambilan Keputusan”. Hasil menunjukkan bahwa Delphi berhasil merumuskan rekomendasi kurikulum berdasarkan konsensus dosen. [Lihat sumber Disini - jptam.org]
Contoh-contoh ini menegaskan fleksibilitas dan relevansi Teknik Delphi, dari pendidikan, kesehatan, pemerintahan/policy, hingga ekonomi dan manajemen, baik dalam pengembangan kebijakan, standar, kurikulum, maupun indikator profesional.
Panduan Implementasi Praktis, Tip & Trik
Agar penerapan Teknik Delphi berjalan baik dan hasilnya kredibel, pertimbangkan hal-hal berikut:
- Seleksi panel secara cermat: pastikan mewakili keberagaman keahlian, latar belakang, dan perspektif. Hindari hanya memilih “pakar populer” atau kelompok homogen.
- Susun kuesioner awal berdasarkan kajian literatur yang memadai agar pertanyaan relevan dan komprehensif.
- Pastikan anonim dan privasi responden agar pendapat bisa jujur tanpa tekanan sosial.
- Gunakan minimal 2–3 putaran; bersiaplah terhadap potensi drop-out, usahakan komitmen panelis dari awal.
- Sajikan hasil ringkasan tiap putaran dengan jelas, temuan agregat, perbedaan pendapat, dan argumentasi, agar panel bisa refleksi ulang.
- Jika relevan, pertimbangkan modifikasi atau kombinasi dengan metode lain (misalnya skala penilaian, analitik kuantitatif, atau pendekatan teknologi seperti Real-Time Delphi).
- Dokumentasikan seluruh proses secara transparan: dasar seleksi panel, kuesioner tiap ronde, hasil ringkasan, perubahan jawaban, hingga keputusan akhir.
Kesimpulan
Teknik Delphi adalah metode terstruktur dan sistematis untuk menghimpun pendapat ahli secara anonim melalui beberapa putaran kuesioner, dengan tujuan mencapai konsensus atau rekomendasi bersama terhadap isu yang kompleks, multifaset, atau data empirisnya kurang memadai. Teknik ini menawarkan keunggulan signifikan, seperti fleksibilitas, kerahasiaan, representativitas pendapat ahli, dan kemampuan menyatukan perspektif beragam, sekaligus menghadapi tantangan seperti kebutuhan waktu, komitmen panel, dan potensi bias seleksi panelis.
Dalam praktik di Indonesia maupun global, terutama dalam pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan kebijakan, Teknik Delphi terbukti sangat berguna untuk menyusun kebijakan, indikator, kurikulum, standar, rekomendasi strategis, atau prediksi masa depan. Dengan penerapan yang cermat dan metodologis, Delphi bisa menjadi alat penting bagi peneliti, pembuat kebijakan, institusi, maupun organisasi yang ingin mengambil keputusan berdasarkan konsensus ahli.
Dengan demikian, bagi siapa saja yang hendak melakukan riset, perumusan kebijakan, atau pengembangan standar profesional, terutama di area di mana data empiris sulit diperoleh, Teknik Delphi layak dipertimbangkan sebagai metode utama.