Terakhir diperbarui: 17 November 2025

Citation (APA Style):
Davacom. (2025, 17 November). Teknik Sampling Non-Random: Jenis dan Contohnya. SumberAjar. Retrieved 14 January 2026, from https://sumberajar.com/kamus/teknik-sampling-nonrandom-jenis-dan-contohnya  

Kamu menggunakan Mendeley? Add entry manual di sini.

Teknik Sampling Non-Random: Jenis dan Contohnya - SumberAjar.com

Teknik Sampling Non-Random: Jenis dan Contohnya

Pendahuluan

Dalam penelitian sosial, kesehatan, pendidikan maupun bisnis, pengambilan sampel menjadi tahap penting yang menentukan validitas dan reliabilitas hasil. Teknik sampling yang tepat memungkinkan peneliti memperoleh data yang representatif atau setidak-nya informatif untuk populasi yang diteliti. Salah satu kategori teknik sampling adalah teknik non-random (atau non-probabilitas) yang sering digunakan ketika teknik acak sulit diterapkan. Meskipun tidak menjamin generalisasi statistik ke keseluruhan populasi, teknik non-random memiliki tempat yang penting terutama pada kondisi tertentu (misalnya populasi terbatas, sulit diakses, atau penelitian eksploratif). Artikel ini akan membahas secara mendalam: definisi teknik sampling non-random secara umum, menurut KBBI, dan menurut para ahli; kemudian jenis-jenis teknik non-random beserta contohnya; dan akhirnya kesimpulan mengenai kelebihan, keterbatasan dan kapan teknik ini layak digunakan.


Definisi Teknik Sampling Non-Random

Definisi secara umum

Teknik sampling non-random adalah metode pengambilan sampel di mana unsur atau anggota populasi tidak mempunyai kesempatan yang sama besar atau ditentukan secara acak untuk terpilih sebagai sampel. Dengan kata lain, pemilihan sampel dilakukan melalui pertimbangan tertentu, subjektivitas peneliti, atau berdasarkan kemudahan akses, bukan melalui proses acak atau probabilitas yang dapat dihitung. Sebagai contoh, beberapa jurnal menyebut teknik non-probabilitas sebagai metode yang “tidak memberi peluang/kesempatan yang sama bagi setiap unsur dalam populasi” untuk terpilih menjadi sampel. [Lihat sumber Disini - jptam.org]
Karenanya, teknik ini lebih banyak digunakan dalam penelitian kualitatif atau eksploratif, dibandingkan penelitian yang menuntut generalisasi statistik terhadap populasi besar. [Lihat sumber Disini - ojs.unida.ac.id]

Definisi dalam KBBI

Untuk melengkapi, perlu dilihat arti kata “sampel” dalam KBBI: menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), “sampel” adalah “sesuatu yang digunakan untuk menunjukkan sifat suatu kelompok yang lebih besar” atau “bagian kecil yang mewakili kelompok atau keseluruhan yang lebih besar; percontoh”. [Lihat sumber Disini - kbbi.web.id]
Meski KBBI tidak secara eksplisit mendefinisikan “sampling non-random”, definisi “sampel” ini menegaskan bahwa sampel seharusnya mewakili kelompok yang lebih besar. Dalam konteks non-random sampling, keterwakilan ini menjadi relatif dan terbatas karena mekanisme pemilihan tidak acak.

Definisi menurut para ahli

Berikut beberapa definisi dari para ahli yang relevan:

  1. Sugiyono menyatakan bahwa “Nonprobability sampling adalah teknik pengambilan sampel yang tidak memberi peluang/kesempatan sama bagi setiap unsur atau anggota populasi untuk dipilih menjadi sampel.” [Lihat sumber Disini - repository.upi.edu]
  2. Dalam jurnal “Populasi dan Sampel (Kuantitatif), Serta Pemilihan …” disebutkan bahwa teknik non-probability sampling adalah “metode pengambilan sampel dimana tidak semua anggota dalam sebuah populasi memiliki kesempatan yang sama untuk terpilih menjadi sampel.” [Lihat sumber Disini - jptam.org]
  3. Dalam artikel “Analisis Komparatif antara Probability dan Nonprobability …” dikatakan bahwa contoh nonprobability sampling termasuk convenience sampling, quota sampling, dan purposive sampling. [Lihat sumber Disini - ejournal.areai.or.id]
  4. R Susanti (dalam artikelnya tentang sampling dalam pendidikan) menjelaskan bahwa “Sampling nonrandom atau tidak acak adalah pengambilan sampel di mana tidak setiap anggota populasi mempunyai peluang terpilih sebagai sampel … dalam prosedur sampling tidak acak, tidak terdapat kegiatan penentuan kesalahan sampling dan ukuran sampel, sebab penarikan sampel dari populasinya tidak memperhitungkan peluang kesesatan dalam pengambilan keputusan berdasarkan sampel.” [Lihat sumber Disini - jurnalteknodik.kemendikdasmen.go.id]

Berdasarkan definisi-definisi tersebut, maka dapat dirumuskan bahwa teknik sampling non-random adalah metode pengambilan sampel non-acak yang dilaksanakan melalui pertimbangan tertentu,bukan peluang acak,dan lebih sering digunakan saat kondisi penelitian menuntut fleksibilitas atau keterbatasan bagi probabilitas acak.


Jenis-Jenis Teknik Sampling Non-Random dan Contohnya

Berikut beberapa jenis teknik sampling non-random yang umum digunakan, beserta contoh penerapannya dalam penelitian:

1. Purposive Sampling (Sampling Bertujuan)

Definisi dan karakteristik:
Purposive sampling (juga disebut judgmental sampling) merupakan teknik pengambilan sampel di mana peneliti secara sengaja memilih individu atau unit yang dianggap paling sesuai atau informatif terkait dengan tujuan penelitian. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]
Dalam penelitian kualitatif, teknik ini sering dipakai agar peneliti mendapatkan data yang kaya dan mendalam dari kasus yang tepat. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]

Contoh penerapan:
Misalnya, dalam penelitian tentang efektivitas pelatihan guru dalam penggunaan teknologi pendidikan, peneliti memilih secara purposive guru-guru yang sudah terbukti secara aktif menggunakan teknologi dan bersedia diwawancarai mendalam. Atau dalam penelitian tentang manajemen krisis di perusahaan startup, peneliti memilih founder atau manajer operasional yang telah mengalami krisis sebelumnya sebagai informan utama.

Kelebihan & kekurangan:
Kelebihan: memungkinkan eksplorasi mendalam terhadap fenomena yang spesifik; efisien dalam hal waktu dan sumber daya.
Kekurangan: rentan bias karena subjektivitas peneliti dalam memilih unit; hasil sulit digeneralisasi ke populasi besar.

2. Convenience Sampling (Sampling Kebetulan / Tersedia)

Definisi dan karakteristik:
Convenience sampling adalah teknik pengambilan sampel berdasarkan kemudahan akses,peneliti memilih mereka yang mudah dijangkau atau tersedia secara langsung. [Lihat sumber Disini - ojs.unida.ac.id]
Contoh: memilih responden di dekat lokasi penelitian atau mahasiswa yang hadir pada saat itu sebagai responden penelitian.

Contoh penerapan:
Misalnya, peneliti melakukan survei di kampus dan hanya memilih mahasiswa yang sedang berada di lobby fakultas dan bersedia diwawancara,karena kemudahan akses, bukan karena representasi populasi mahasiswa secara keseluruhan.

Kelebihan & kekurangan:
Kelebihan: cepat, murah, praktis.
Kekurangan: representativitas sangat rendah; kemungkinan bias besar karena sampel sangat tidak acak.

3. Quota Sampling (Sampling Kuota)

Definisi dan karakteristik:
Quota sampling adalah teknik non-random di mana peneliti menentukan kuota untuk kategori tertentu dalam populasi (misalnya usia, jenis kelamin, pendidikan) dan kemudian memilih sampel hingga kuota tiap kategori terpenuhi,tanpa menggunakan mekanisme acak. [Lihat sumber Disini - jptam.org]

Contoh penerapan:
Dalam riset pasar terhadap pengguna aplikasi fintech, peneliti menetapkan kuota: 50 pengguna laki-laki + 50 pengguna perempuan, atau 30 pengguna dengan usia < 25 tahun + 30 dengan usia ≥ 25 tahun. Setelah kuota terpenuhi, peneliti berhenti memilih responden meskipun masih ada populasi tersisa.

Kelebihan & kekurangan:
Kelebihan: memungkinkan kontrol karakteristik tertentu dalam sampel; dapat menyesuaikan kebutuhan penelitian.
Kekurangan: pemilihan non-acak membuka peluang bias seleksi; generalisasi tetap terbatas.

4. Snowball Sampling (Sampling Bola Salju)

Definisi dan karakteristik:
Snowball sampling adalah teknik pengambilan sampel non-random di mana peneliti awalnya memilih beberapa individu yang relevan, kemudian meminta mereka merekomendasikan orang lain yang memenuhi kriteria penelitian, dan seterusnya,seperti membentuk bola salju. [Lihat sumber Disini - ojs.unida.ac.id]
Metode ini sering digunakan untuk populasi yang sulit diakses atau tersembunyi, seperti kelompok dengan karakteristik khusus. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]

Contoh penerapan:
Misalnya, dalam penelitian terhadap pekerja lepas digital yang tersebar di jaringan online, peneliti mulai dengan beberapa pekerja yang diketahui, kemudian melalui mereka mendapatkan kontak pekerja lainnya dalam jaringan tersebut hingga jumlah cukup.

Kelebihan & kekurangan:
Kelebihan: memungkinkan pengumpulan data dari populasi tersembunyi atau sulit diakses.
Kekurangan: sangat rentan bias karena jaringan referensi terbatas; sulit mengetahui peluang setiap individu terpilih sehingga generalisasi sangat terbatas.

5. Consecutive Sampling (Sampling Berturut-turut)

Definisi dan karakteristik:
Consecutive sampling adalah teknik non-random di mana peneliti mengambil semua individu atau unit yang memenuhi kriteria selama periode tertentu atau hingga jumlah tertentu tercapai. [Lihat sumber Disini - jurnal.penerbitwidina.com]

Contoh penerapan:
Contoh: seorang peneliti di rumah sakit memilih semua pasien rawat jalan yang memenuhi kriteria selama satu bulan penuh hingga jumlah sampel penelitian tercapai.

Kelebihan & kekurangan:
Kelebihan: sederhana dan mudah diterapkan, terutama pada populasi yang terbatas atau ketika kerangka sampling sulit.
Kekurangan: karena tidak acak, bias pemilihan tetap besar, dan representatifitas populasi tidak dapat dijamin.

Kapan dan Mengapa Menggunakan Teknik Non-Random?

Teknik sampling non-random menjadi pilihan ketika kondisi penelitian menyulitkan penerapan teknik acak atau probabilitas, misalnya:

  • Tidak tersedia kerangka sampling (sampling frame) yang lengkap. [Lihat sumber Disini - jptam.org]
  • Populasi sangat sulit diakses atau tersembunyi (hidden population).
  • Penelitian bersifat kualitatif atau eksploratif, yang memprioritaskan kedalaman data daripada generalisasi statistik.
  • Sumber daya (waktu, biaya) terbatas sehingga teknik acak tidak praktis.

Namun demikian, perlu diingat bahwa dengan menggunakan teknik non-random, peneliti harus berhati-hari dalam interpretasi hasil: keterwakilan populasi sering rendah, dan kesimpulan yang dapat digeneralisasi ke populasi lebih luas menjadi terbatas. Sebagaimana disebutkan oleh R Susanti, bahwa “kebenaran keputusan kesimpulan tidak dapat dipastikan dalam taraf tertentu” ketika menggunakan sampling tidak acak. [Lihat sumber Disini - jurnalteknodik.kemendikdasmen.go.id]


Kesimpulan

Teknik sampling non-random (non-probabilitas) memainkan peran yang sangat signifikan dalam penelitian terutama ketika teknik acak sulit diterapkan. Definisi-definisinya menekankan bahwa dalam teknik ini tidak semua anggota populasi mempunyai peluang yang sama untuk menjadi sampel. Dari pengertian secara umum, arti “sampel” dalam KBBI hingga definisi para ahli, kita memperoleh pemahaman bahwa metode ini bergantung pada pertimbangan peneliti dan kondisi praktis penelitian.

Jenis-jenis teknik non-random seperti purposive, convenience, quota, snowball, dan consecutive sampling masing-masing memiliki keunggulan dan kelemahan tersendiri. Pilihan teknik yang tepat harus mempertimbangkan tujuan penelitian, karakteristik populasi, sumber daya yang tersedia, dan kemampuan peneliti untuk mengendalikan bias.

Untuk penelitian yang membutuhkan generalisasi statistik yang kuat dan representatif, teknik probabilitas tetap lebih disarankan. Namun, dalam penelitian eksploratif, populasi terbatas, atau kondisi praktis tertentu, teknik non-random menjadi alternatif yang valid, asalkan peneliti secara eksplisit menyebutkan keterbatasannya dan berhati-hati dalam interpretasi hasil.

Dengan demikian, pemahaman yang baik tentang teknik sampling non-random dan penerapannya akan meningkatkan kualitas penelitian, baik dari sisi metodologi maupun hasil yang diperoleh.

 

Artikel ini ditulis dan disunting oleh tim redaksi SumberAjar.com berdasarkan referensi akademik Indonesia.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Teknik sampling non-random adalah metode pengambilan sampel yang tidak memberikan peluang yang sama kepada setiap anggota populasi untuk terpilih. Pemilihan sampel dilakukan berdasarkan pertimbangan tertentu, kemudahan akses, atau subjektivitas peneliti.

Jenis teknik sampling non-random meliputi purposive sampling, convenience sampling, quota sampling, snowball sampling, dan consecutive sampling. Setiap jenis memiliki karakteristik dan penerapan yang berbeda sesuai kebutuhan penelitian.

Contoh purposive sampling adalah ketika peneliti memilih guru yang sudah berpengalaman menggunakan teknologi pendidikan untuk diteliti karena dianggap paling relevan dan informatif terhadap tujuan penelitian.

Teknik sampling non-random digunakan ketika populasi sulit diakses, tidak tersedia kerangka sampel lengkap, penelitian bersifat kualitatif atau eksploratif, atau ketika sumber daya penelitian terbatas.

Kelemahan teknik sampling non-random adalah rendahnya representativitas terhadap populasi, tingginya risiko bias seleksi, serta keterbatasan dalam melakukan generalisasi hasil penelitian.

⬇
Home
Kamus
Cite Halaman Ini
Geser dari kiri untuk membuka artikel Relevan.
Geser dari kanan untuk artikel terbaru.
Jangan tampilkan teks ini lagi
Artikel Relevan
Teknik Sampling Random: Langkah dan Penerapan Teknik Sampling Random: Langkah dan Penerapan Sampling: Definisi, Jenis, dan Contoh dalam Penelitian Sampling: Definisi, Jenis, dan Contoh dalam Penelitian Sampling Error: Pengertian, Penyebab, dan Contoh Sampling Error: Pengertian, Penyebab, dan Contoh Nonprobability Sampling: Definisi, Jenis, dan Contoh Nonprobability Sampling: Definisi, Jenis, dan Contoh Random Sampling: Definisi, Langkah, dan Contoh Random Sampling: Definisi, Langkah, dan Contoh Teknik Snowball Sampling: Cara Kerja dan Penerapan Teknik Snowball Sampling: Cara Kerja dan Penerapan Teknik Sampling Klaster: Pengertian dan Contoh Teknik Sampling Klaster: Pengertian dan Contoh Teknik Sampling Acak Berstrata: Fungsi dan Langkah Teknik Sampling Acak Berstrata: Fungsi dan Langkah Teknik Sampling Sistematis: Pengertian dan Contoh Teknik Sampling Sistematis: Pengertian dan Contoh Quota Sampling: Pengertian, Langkah, dan Contoh Quota Sampling: Pengertian, Langkah, dan Contoh Teknik Sampling Purposive: Kelebihan dan Kekurangannya Teknik Sampling Purposive: Kelebihan dan Kekurangannya X-Sample Design: Pengertian, Prinsip, dan Contoh Implementasi X-Sample Design: Pengertian, Prinsip, dan Contoh Implementasi Populasi dan Sampel Penelitian: Perbedaan dan Contoh Populasi dan Sampel Penelitian: Perbedaan dan Contoh Riset Kuantitatif di Era Digital Riset Kuantitatif di Era Digital Posttest Only Design: Pengertian dan Contoh Posttest Only Design: Pengertian dan Contoh Analisis Multilevel: Pengertian dan Contoh Analisis Multilevel: Pengertian dan Contoh Populasi dan Sampel: Pengertian, Perbedaan, dan Contohnya Populasi dan Sampel: Pengertian, Perbedaan, dan Contohnya Manajemen Nyeri Non-Farmakologis: Pendekatan dan Peran Perawat Manajemen Nyeri Non-Farmakologis: Pendekatan dan Peran Perawat Model Linier Hierarkis: Penerapan dalam Penelitian Model Linier Hierarkis: Penerapan dalam Penelitian Manajemen Nyeri Non-Farmakologis Manajemen Nyeri Non-Farmakologis
Artikel Terbaru
Memuat artikel terbaru…