Terakhir diperbarui: 30 November 2025

Citation (APA Style):
Davacom. (2025, 30 November). Triangulasi Sumber dan Teknik: Pengertian dan Perbedaan. SumberAjar. Retrieved 14 January 2026, from https://sumberajar.com/kamus/triangulasi-sumber-dan-teknik-pengertian-dan-perbedaan  

Kamu menggunakan Mendeley? Add entry manual di sini.

Triangulasi Sumber dan Teknik: Pengertian dan Perbedaan - SumberAjar.com

Triangulasi Sumber dan Teknik: Pengertian dan Perbedaan

Pendahuluan

Penelitian, terutama penelitian kualitatif, sering menghadapi tantangan terkait keabsahan data: bagaimana memastikan bahwa informasi yang diperoleh benar-benar mewakili realitas, serta bagaimana meminimalkan bias dari satu metode, satu sumber, atau satu sudut pandang saja. Untuk menjawab tantangan ini, digunakan strategi yang dikenal sebagai triangulasi. Triangulasi memungkinkan peneliti untuk mengecek, membandingkan, dan menguatkan temuan dengan menggunakan lebih dari satu sumber, metode, teori, atau peneliti. Dengan demikian, hasil penelitian diharapkan memiliki kredibilitas dan validitas yang lebih tinggi dibanding jika hanya mengandalkan satu pendekatan tunggal. [Lihat sumber Disini - scribbr.com]

Artikel ini membahas secara mendalam pengertian triangulasi, khususnya fokus pada dua aspek yang paling sering dibahas: triangulasi “sumber (data)” dan triangulasi “teknik/metode”. Selain itu, artikel juga mengulas perbedaan keduanya, fungsi, jenis-jenis triangulasi, serta implikasinya dalam penelitian.


Definisi Triangulasi Sumber dan Triangulasi Teknik

Definisi Triangulasi Secara Umum

Triangulasi (triangulation) dalam penelitian dapat dipahami sebagai strategi menggunakan lebih dari satu data set, metode, teori, atau peneliti pada suatu penelitian untuk menjawab satu pertanyaan penelitian atau memahami satu fenomena. Pendekatan ini bertujuan meningkatkan kredibilitas, validitas, dan kedalaman pemahaman terhadap fenomena yang diteliti. [Lihat sumber Disini - scribbr.com]

Dengan triangulasi, peneliti tidak hanya bergantung pada satu jenis data atau satu cara pengumpulan data, melainkan menggabungkan berbagai sudut pandang untuk mengkonfirmasi konsistensi hasil. Konsep ini diadopsi dari prinsip dalam navigasi atau survei geografis,menggunakan tiga titik atau lebih untuk menentukan posisi yang lebih akurat,oleh karena itu istilah “triangulasi”. [Lihat sumber Disini - tesis.id]

Definisi Triangulasi dalam Kamus / Rujukan Umum (KBBI)

Istilah “triangulasi” dalam literatur metode penelitian tidak selalu muncul dalam KBBI sebagai istilah baku metodologis. Namun secara terminologis, “triangulasi” meminjam konsep “triangulasi” dalam navigasi atau survei (metode triangulasi geografis), yaitu teknik menentukan posisi atau estimasi yang lebih akurat dengan menggunakan tiga titik referensi atau lebih. Dalam konteks penelitian sosial atau kualitatif, metafora tersebut diadaptasi sebagai penggunaan berbagai sumber/method/teori/peneliti untuk “mengukur” fenomena dari beberapa arah sekaligus, sehingga analogi ke “posisi” fenomena lebih kuat dan andal.

Karena demikian, secara konseptual triangulasi dalam penelitian dapat dianggap sebagai “penggabungan referensi berbeda untuk memperoleh validitas yang lebih tinggi”.

Definisi Triangulasi Menurut Para Ahli

Berikut beberapa definisi triangulasi menurut para ahli/metodolog penelitian:

  • Menurut Norman K. Denzin (serta Michael Q. Patton), triangulasi dalam penelitian kualitatif adalah penggunaan banyak metode, banyak sumber data, banyak peneliti, dan/atau banyak teori dalam satu penelitian untuk memperoleh pemahaman komprehensif terhadap fenomena. [Lihat sumber Disini - researchgate.net]
  • Bogdan R. C. & Sari J. Biklen berpendapat triangulasi memungkinkan pemetaan atau penjelasan yang lebih sempurna dan kompleks tentang perilaku manusia dengan mempelajarinya dari lebih dari satu sudut pandang. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]
  • Dalam literatur metodologi, triangulasi didefinisikan sebagai kombinasi atau penggabungan beberapa metode, teori, peneliti, atau sumber data dalam penelitian yang sama sebagai upaya untuk memeriksa konsistensi atau “kebenaran” temuan. [Lihat sumber Disini - oercollective.caul.edu.au]
  • Menurut kajian dari peneliti Indonesia pada tahun 2024: Wiyanda Vera Nurfajriani dkk., triangulasi data dalam analisis kualitatif adalah strategi penting untuk memvalidasi data dengan memeriksa kesesuaian informasi yang diperoleh dari berbagai sumber. [Lihat sumber Disini - jurnal.peneliti.net]

Dengan demikian, meskipun definisi bisa beragam dalam penekanan (metode, sumber, teori, peneliti), inti triangulasi tetap sama: kombinasi referensi untuk mendapatkan hasil penelitian yang lebih valid dan kredibel.


Jenis–Jenis Triangulasi & Klasifikasi

Dalam praktik penelitian, triangulasi tidak hanya terbatas pada “sumber vs teknik/metode.” Berikut klasifikasi triangulasi yang sering digunakan:

  1. Triangulasi Sumber (Data Source Triangulation), menggunakan berbagai sumber data (misalnya: wawancara, observasi, dokumen, catatan lapangan) untuk memeriksa keandalan temuan. [Lihat sumber Disini - oercollective.caul.edu.au]
  2. Triangulasi Metode (Methodological Triangulation / Teknik), menggunakan lebih dari satu metode pengumpulan data dalam penelitian yang sama; misalnya gabungan wawancara, observasi, kuesioner, dokumentasi. [Lihat sumber Disini - researchgate.net]
  3. Triangulasi Peneliti (Investigator Triangulation), melibatkan lebih dari satu peneliti dalam proses pengumpulan atau analisis data, untuk mengurangi subjektivitas dan bias individual. [Lihat sumber Disini - oercollective.caul.edu.au]
  4. Triangulasi Teori (Theory Triangulation), menggunakan lebih dari satu perspektif teoretis untuk menganalisis data dan fenomena, sehingga interpretasi tidak terkungkung pada satu kerangka teori saja. [Lihat sumber Disini - oercollective.caul.edu.au]
  5. Triangulasi Waktu / Skala / Ruang (Time/Scale/Context Triangulation), dalam beberapa penelitian, triangulasi juga melibatkan pengumpulan data pada waktu atau konteks berbeda untuk melihat konsistensi fenomena. [Lihat sumber Disini - bajangjournal.com]

Jenis–jenis inilah yang menjelaskan bahwa triangulasi tidak monolitik, melainkan fleksibel dan bisa disesuaikan dengan kebutuhan penelitian.


Triangulasi Sumber vs Triangulasi Teknik

Triangulasi Sumber

Triangulasi sumber (data source triangulation) adalah strategi mengumpulkan data dari berbagai sumber, misalnya:

  • Informan berbeda (kelompok berbeda, peran berbeda)
  • Waktu berbeda
  • Tempat/konteks berbeda
  • Jenis data berbeda: wawancara, observasi, dokumen, catatan lapangan, arsip, literatur

Tujuan utamanya adalah memeriksa apakah informasi yang diperoleh konsisten antar sumber, jika ada kesamaan maka temuan dianggap lebih kredibel. Dalam penelitian kualitatif, triangulasi sumber penting untuk menghindari terlalu mengandalkan satu jenis data saja yang mungkin bias atau terbatas perspektifnya. [Lihat sumber Disini - repository.iainpare.ac.id]

Contoh penerapan: peneliti menggabungkan hasil wawancara dengan observasi lapangan dan dokumentasi (arsip, dokumen tertulis), kemudian membandingkan apakah tema/fakta muncul secara konsisten di seluruh sumber tersebut. Jika ya, maka hasil lebih valid; jika ada perbedaan, peneliti perlu mendalami mengapa terjadi perbedaan (konflik data).

Triangulasi Teknik/Metode

Triangulasi teknik atau metode (method triangulation) berarti menggunakan lebih dari satu teknik/metode pengumpulan dan analisis data dalam satu penelitian. Misalnya, kombinasi wawancara + observasi + kuesioner + dokumentasi. Strategi ini membantu menangkap aspek fenomena yang berbeda: data eksplisit dari wawancara, data kontekstual dari observasi, dan data objektif dari dokumentasi. [Lihat sumber Disini - repository.upi.edu]

Dengan menggunakan teknik berbeda, peneliti bisa melihat fenomena dari perspektif berbeda, memperkaya pemahaman, dan sekaligus mengoreksi kelemahan metode tertentu. Misalnya, wawancara bisa saja dipengaruhi ingatan atau persepsi subjektif informan; observasi memberi gambaran aktual; dokumentasi memberi data tertulis; semuanya saling melengkapi.

Triangulasi teknik menjadikan data dan analisis lebih komprehensif, menyeluruh, dan mendalam. Hal ini menjadikan hasil lebih valid dan dapat dipertanggungjawabkan secara akademik. [Lihat sumber Disini - researchgate.net]

Perbedaan Inti Antara Keduanya

Aspek

Triangulasi Sumber

Triangulasi Teknik/Metode

Fokus utama

Sumber data (siapa / dari mana data berasal: informan, dokumen, waktu, konteks)

Metode/teknik pengumpulan & analisis data

Tujuan

Memeriksa konsistensi dan kredibilitas data dari berbagai sumber

Memperkaya dan memvalidasi data melalui cara berbeda

Contoh kombinasi

Wawancara + observasi + dokumen + catatan lapangan (dari beberapa informan / konteks)

Wawancara + survei + observasi + dokumentasi

Manfaat

Menangkal bias sumber tunggal; mengonfirmasi konsistensi informasi

Mengurangi kelemahan tiap metode; memperdalam analisis

Risiko jika tidak dilakukan

Data bisa bias, parsial, kurang valid

Hasil penelitian dangkal, rentan bias metode


Jenis–Jenis Triangulasi Selain Sumber & Teknik

Meski fokus utama artikel ini adalah “sumber vs teknik,” penting diketahui bahwa triangulasi bisa lebih luas, meliputi aspek seperti peneliti dan teori, dua hal yang sering memberi warna interpretasi berbeda terhadap data.

  • Triangulasi Peneliti (Investigator): Menggunakan lebih dari satu peneliti dalam pengumpulan dan/atau analisis data untuk mengurangi subjektivitas individu. [Lihat sumber Disini - oercollective.caul.edu.au]
  • Triangulasi Teori (Theory): Menggunakan lebih dari satu kerangka teori untuk menganalisis data. Hal ini membantu menolong peneliti melihat fenomena dari berbagai lensa teori sehingga interpretasi lebih kaya dan tidak “terkurung” dalam satu paradigma saja. [Lihat sumber Disini - oercollective.caul.edu.au]
  • Triangulasi Waktu/Context/Skala: Mengumpulkan data di waktu, tempat, atau skala berbeda untuk melihat konsistensi fenomena terhadap variabel waktu atau konteks. [Lihat sumber Disini - bajangjournal.com]

Penggunaan kombinasi dari berbagai jenis triangulasi ini dapat memperkuat validitas dan kredibilitas penelitian secara signifikan. [Lihat sumber Disini - jptam.org]


Fungsi dan Keunggulan Penggunaan Triangulasi

Penerapan triangulasi dalam penelitian,baik triangulasi sumber maupun teknik/metode,menyediakan sejumlah keuntungan penting:


Tantangan dan Kesalahan Dalam Penerapan Triangulasi

Meskipun triangulasi menawarkan banyak keunggulan, penerapan yang tidak tepat dapat menimbulkan masalah:

  • Kesalahan dalam memilih kombinasi metode–sumber: jika metode atau sumber tidak kompatibel atau data tidak relevan, malah bisa membingungkan hasil. Sebuah kajian terhadap skripsi mahasiswa menunjukkan kesalahan implementasi triangulasi yang menyebabkan validitas data dipertanyakan. [Lihat sumber Disini - journal.uny.ac.id]
  • Konsistensi antara sumber & metode: jika hasil dari berbagai sumber/metode berbeda terlalu kontras, peneliti harus mampu menjelaskan perbedaan tersebut, jika tidak, kredibilitas bisa menurun. [Lihat sumber Disini - oercollective.caul.edu.au]
  • Beban kerja & sumber daya: menggunakan banyak metode, sumber, peneliti, atau teori berarti memerlukan waktu, tenaga, dan koordinasi lebih besar dibanding penelitian single-method.
  • Interpretasi yang kompleks: semakin banyak perspektif digabung, analisis menjadi kompleks, sehingga peneliti harus berhati-hati agar kesimpulan tetap jelas dan logis.

Implikasi untuk Penelitian Kualitatif di Indonesia (dan Penelitian Sosial Umumnya)

Dalam konteks penelitian di Indonesia, terutama di bidang sosial, pendidikan, antropologi, dan humaniora, penerapan triangulasi sangat relevan. Sejumlah penelitian mutakhir menggunakan triangulasi sebagai teknik validasi data: misalnya penelitian oleh peneliti di Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang tahun 2024, yang menekankan triangulasi data dalam analisis kualitatif untuk memperoleh temuan yang kredibel. [Lihat sumber Disini - jurnal.peneliti.net]

Selain itu, literatur metodologi lokal juga menggarisbawahi pentingnya kombinasi triangulasi (sumber, teknik, waktu) saat meneliti fenomena sosial kompleks agar hasil lebih representatif dan dapat dipertanggungjawabkan ilmiah. [Lihat sumber Disini - journal.ummat.ac.id]

Dengan penerapan triangulasi yang tepat, penelitian kualitatif tidak lagi sekadar naratif subjektif, melainkan mampu menghasilkan data dan analisis yang kuat, valid, dan mendalam, meningkatkan kualitas akademik dan relevansi temuan terhadap realitas sosial.


Kesimpulan

Triangulasi, dalam pengertian umum, adalah strategi penelitian yang menggunakan lebih dari satu sumber, metode, peneliti, atau teori untuk memperoleh pemahaman lebih mendalam dan valid terhadap suatu fenomena. Dua aspek paling sering dibahas adalah triangulasi sumber (data) dan triangulasi teknik/metode, yang masing-masing berfokus pada variasi sumber data dan variasi metode pengumpulan/analisis.

Keduanya memiliki karakteristik, tujuan, dan manfaat yang berbeda: triangulasi sumber membantu memeriksa konsistensi data antar sumber; triangulasi teknik memperkaya dan memvalidasi data melalui metode berbeda. Selain itu, kombinasi triangulasi (termasuk triangulasi peneliti, teori, waktu/konteks) memperkuat kredibilitas dan validitas penelitian secara signifikan.

Meski demikian, penerapan triangulasi harus dilakukan dengan cermat: pemilihan sumber/metode yang tepat, konsistensi dalam analisis, serta kemampuan menjelaskan perbedaan antar data atau hasil. Bila diterapkan secara benar, triangulasi menjadikan penelitian,terutama penelitian kualitatif,lebih terpercaya, akademis, dan mampu menangkap kompleksitas fenomena sosial secara holistik.

Dengan pemahaman mendalam mengenai triangulasi sumber dan teknik, peneliti dapat memilih strategi paling sesuai untuk mencapai tujuan penelitian, serta menghasilkan temuan yang substansial, valid, dan dapat dipertanggungjawabkan.

 

Artikel ini ditulis dan disunting oleh tim redaksi SumberAjar.com berdasarkan referensi akademik Indonesia.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Triangulasi sumber adalah teknik validasi data dalam penelitian kualitatif dengan membandingkan informasi dari berbagai sumber seperti informan berbeda, dokumen, observasi, atau catatan lapangan. Tujuannya memastikan konsistensi data agar hasil penelitian lebih kredibel.

Triangulasi teknik adalah penggunaan lebih dari satu metode dalam pengumpulan atau analisis data, misalnya wawancara, observasi, dokumentasi, atau kuesioner. Teknik ini memperkaya informasi dan mengurangi bias dari satu metode tunggal.

Triangulasi sumber fokus pada keragaman asal data seperti informan atau dokumen, sedangkan triangulasi teknik fokus pada keragaman metode seperti wawancara atau observasi. Keduanya sama-sama meningkatkan validitas, namun pendekatannya berbeda.

Triangulasi penting karena meningkatkan keandalan, validitas, dan kedalaman temuan. Teknik ini membantu meminimalkan bias, memastikan konsistensi data, dan memberikan pemahaman yang lebih menyeluruh terhadap fenomena penelitian.

Jenis triangulasi yang umum digunakan meliputi triangulasi sumber, triangulasi teknik atau metode, triangulasi peneliti, triangulasi teori, dan triangulasi waktu atau konteks. Kombinasi beberapa jenis triangulasi sering meningkatkan kredibilitas penelitian.

⬇
Home
Kamus
Cite Halaman Ini
Geser dari kiri untuk membuka artikel Relevan.
Geser dari kanan untuk artikel terbaru.
Jangan tampilkan teks ini lagi
Artikel Relevan
Triangulasi: Definisi, Jenis, dan Contoh dalam Penelitian Kualitatif Triangulasi: Definisi, Jenis, dan Contoh dalam Penelitian Kualitatif Triangulasi Metode dan Data: Perbandingan dan Kelebihan Triangulasi Metode dan Data: Perbandingan dan Kelebihan Triangulasi Data: Fungsi dan Jenisnya Triangulasi Data: Fungsi dan Jenisnya Teknik Pengumpulan Data dalam Penelitian Eksperimen Teknik Pengumpulan Data dalam Penelitian Eksperimen Prinsip Validasi Kebenaran dalam Penelitian Prinsip Validasi Kebenaran dalam Penelitian Teknik Snowball Sampling: Cara Kerja dan Penerapan Teknik Snowball Sampling: Cara Kerja dan Penerapan Teknik Relaksasi: Konsep, Penerapan, dan Implikasi Keperawatan Teknik Relaksasi: Konsep, Penerapan, dan Implikasi Keperawatan Validasi Temuan Penelitian Kualitatif Validasi Temuan Penelitian Kualitatif Desain Mixed Methods: Struktur dan Implementasi Desain Mixed Methods: Struktur dan Implementasi Teknik Sampling Klaster: Pengertian dan Contoh Teknik Sampling Klaster: Pengertian dan Contoh Teknik Analisis Data: Pengertian, Langkah, Jenis, dan Contoh Teknik Analisis Data: Pengertian, Langkah, Jenis, dan Contoh Diferensiasi Sosial: Konsep dan Bentuknya Diferensiasi Sosial: Konsep dan Bentuknya Instrumen: Definisi, Jenis, dan Contoh dalam Pengumpulan Data beserta Sumber [PDF] Instrumen: Definisi, Jenis, dan Contoh dalam Pengumpulan Data beserta Sumber [PDF] Teknik Penarikan Kesimpulan dalamĀ AnalisisĀ Data Teknik Penarikan Kesimpulan dalamĀ AnalisisĀ Data Teknik Delphi: Pengertian dan Langkah Implementasi Teknik Delphi: Pengertian dan Langkah Implementasi Analisis Data Sekunder: Teknik dan Interpretasi Analisis Data Sekunder: Teknik dan Interpretasi Kredibilitas: Pengertian, Cara Menilai, dan Contoh dalam Penelitian Kredibilitas: Pengertian, Cara Menilai, dan Contoh dalam Penelitian Teknik Sampling Non-Random: Jenis dan Contohnya Teknik Sampling Non-Random: Jenis dan Contohnya Sampling: Definisi, Jenis, dan Contoh dalam Penelitian Sampling: Definisi, Jenis, dan Contoh dalam Penelitian Studi Kasus: Pengertian, Tujuan, dan Langkah-langkahnya Studi Kasus: Pengertian, Tujuan, dan Langkah-langkahnya
Artikel Terbaru
Memuat artikel terbaru…