
Triangulasi Sumber dan Teknik: Pengertian dan Perbedaan
Pendahuluan
Penelitian, terutama penelitian kualitatif, sering menghadapi tantangan terkait keabsahan data: bagaimana memastikan bahwa informasi yang diperoleh benar-benar mewakili realitas, serta bagaimana meminimalkan bias dari satu metode, satu sumber, atau satu sudut pandang saja. Untuk menjawab tantangan ini, digunakan strategi yang dikenal sebagai triangulasi. Triangulasi memungkinkan peneliti untuk mengecek, membandingkan, dan menguatkan temuan dengan menggunakan lebih dari satu sumber, metode, teori, atau peneliti. Dengan demikian, hasil penelitian diharapkan memiliki kredibilitas dan validitas yang lebih tinggi dibanding jika hanya mengandalkan satu pendekatan tunggal. [Lihat sumber Disini - scribbr.com]
Artikel ini membahas secara mendalam pengertian triangulasi, khususnya fokus pada dua aspek yang paling sering dibahas: triangulasi “sumber (data)” dan triangulasi “teknik/metode”. Selain itu, artikel juga mengulas perbedaan keduanya, fungsi, jenis-jenis triangulasi, serta implikasinya dalam penelitian.
Definisi Triangulasi Sumber dan Triangulasi Teknik
Definisi Triangulasi Secara Umum
Triangulasi (triangulation) dalam penelitian dapat dipahami sebagai strategi menggunakan lebih dari satu data set, metode, teori, atau peneliti pada suatu penelitian untuk menjawab satu pertanyaan penelitian atau memahami satu fenomena. Pendekatan ini bertujuan meningkatkan kredibilitas, validitas, dan kedalaman pemahaman terhadap fenomena yang diteliti. [Lihat sumber Disini - scribbr.com]
Dengan triangulasi, peneliti tidak hanya bergantung pada satu jenis data atau satu cara pengumpulan data, melainkan menggabungkan berbagai sudut pandang untuk mengkonfirmasi konsistensi hasil. Konsep ini diadopsi dari prinsip dalam navigasi atau survei geografis,menggunakan tiga titik atau lebih untuk menentukan posisi yang lebih akurat,oleh karena itu istilah “triangulasi”. [Lihat sumber Disini - tesis.id]
Definisi Triangulasi dalam Kamus / Rujukan Umum (KBBI)
Istilah “triangulasi” dalam literatur metode penelitian tidak selalu muncul dalam KBBI sebagai istilah baku metodologis. Namun secara terminologis, “triangulasi” meminjam konsep “triangulasi” dalam navigasi atau survei (metode triangulasi geografis), yaitu teknik menentukan posisi atau estimasi yang lebih akurat dengan menggunakan tiga titik referensi atau lebih. Dalam konteks penelitian sosial atau kualitatif, metafora tersebut diadaptasi sebagai penggunaan berbagai sumber/method/teori/peneliti untuk “mengukur” fenomena dari beberapa arah sekaligus, sehingga analogi ke “posisi” fenomena lebih kuat dan andal.
Karena demikian, secara konseptual triangulasi dalam penelitian dapat dianggap sebagai “penggabungan referensi berbeda untuk memperoleh validitas yang lebih tinggi”.
Definisi Triangulasi Menurut Para Ahli
Berikut beberapa definisi triangulasi menurut para ahli/metodolog penelitian:
- Menurut Norman K. Denzin (serta Michael Q. Patton), triangulasi dalam penelitian kualitatif adalah penggunaan banyak metode, banyak sumber data, banyak peneliti, dan/atau banyak teori dalam satu penelitian untuk memperoleh pemahaman komprehensif terhadap fenomena. [Lihat sumber Disini - researchgate.net]
- Bogdan R. C. & Sari J. Biklen berpendapat triangulasi memungkinkan pemetaan atau penjelasan yang lebih sempurna dan kompleks tentang perilaku manusia dengan mempelajarinya dari lebih dari satu sudut pandang. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]
- Dalam literatur metodologi, triangulasi didefinisikan sebagai kombinasi atau penggabungan beberapa metode, teori, peneliti, atau sumber data dalam penelitian yang sama sebagai upaya untuk memeriksa konsistensi atau “kebenaran” temuan. [Lihat sumber Disini - oercollective.caul.edu.au]
- Menurut kajian dari peneliti Indonesia pada tahun 2024: Wiyanda Vera Nurfajriani dkk., triangulasi data dalam analisis kualitatif adalah strategi penting untuk memvalidasi data dengan memeriksa kesesuaian informasi yang diperoleh dari berbagai sumber. [Lihat sumber Disini - jurnal.peneliti.net]
Dengan demikian, meskipun definisi bisa beragam dalam penekanan (metode, sumber, teori, peneliti), inti triangulasi tetap sama: kombinasi referensi untuk mendapatkan hasil penelitian yang lebih valid dan kredibel.
Jenis–Jenis Triangulasi & Klasifikasi
Dalam praktik penelitian, triangulasi tidak hanya terbatas pada “sumber vs teknik/metode.” Berikut klasifikasi triangulasi yang sering digunakan:
- Triangulasi Sumber (Data Source Triangulation), menggunakan berbagai sumber data (misalnya: wawancara, observasi, dokumen, catatan lapangan) untuk memeriksa keandalan temuan. [Lihat sumber Disini - oercollective.caul.edu.au]
- Triangulasi Metode (Methodological Triangulation / Teknik), menggunakan lebih dari satu metode pengumpulan data dalam penelitian yang sama; misalnya gabungan wawancara, observasi, kuesioner, dokumentasi. [Lihat sumber Disini - researchgate.net]
- Triangulasi Peneliti (Investigator Triangulation), melibatkan lebih dari satu peneliti dalam proses pengumpulan atau analisis data, untuk mengurangi subjektivitas dan bias individual. [Lihat sumber Disini - oercollective.caul.edu.au]
- Triangulasi Teori (Theory Triangulation), menggunakan lebih dari satu perspektif teoretis untuk menganalisis data dan fenomena, sehingga interpretasi tidak terkungkung pada satu kerangka teori saja. [Lihat sumber Disini - oercollective.caul.edu.au]
- Triangulasi Waktu / Skala / Ruang (Time/Scale/Context Triangulation), dalam beberapa penelitian, triangulasi juga melibatkan pengumpulan data pada waktu atau konteks berbeda untuk melihat konsistensi fenomena. [Lihat sumber Disini - bajangjournal.com]
Jenis–jenis inilah yang menjelaskan bahwa triangulasi tidak monolitik, melainkan fleksibel dan bisa disesuaikan dengan kebutuhan penelitian.
Triangulasi Sumber vs Triangulasi Teknik
Triangulasi Sumber
Triangulasi sumber (data source triangulation) adalah strategi mengumpulkan data dari berbagai sumber, misalnya:
- Informan berbeda (kelompok berbeda, peran berbeda)
- Waktu berbeda
- Tempat/konteks berbeda
- Jenis data berbeda: wawancara, observasi, dokumen, catatan lapangan, arsip, literatur
Tujuan utamanya adalah memeriksa apakah informasi yang diperoleh konsisten antar sumber, jika ada kesamaan maka temuan dianggap lebih kredibel. Dalam penelitian kualitatif, triangulasi sumber penting untuk menghindari terlalu mengandalkan satu jenis data saja yang mungkin bias atau terbatas perspektifnya. [Lihat sumber Disini - repository.iainpare.ac.id]
Contoh penerapan: peneliti menggabungkan hasil wawancara dengan observasi lapangan dan dokumentasi (arsip, dokumen tertulis), kemudian membandingkan apakah tema/fakta muncul secara konsisten di seluruh sumber tersebut. Jika ya, maka hasil lebih valid; jika ada perbedaan, peneliti perlu mendalami mengapa terjadi perbedaan (konflik data).
Triangulasi Teknik/Metode
Triangulasi teknik atau metode (method triangulation) berarti menggunakan lebih dari satu teknik/metode pengumpulan dan analisis data dalam satu penelitian. Misalnya, kombinasi wawancara + observasi + kuesioner + dokumentasi. Strategi ini membantu menangkap aspek fenomena yang berbeda: data eksplisit dari wawancara, data kontekstual dari observasi, dan data objektif dari dokumentasi. [Lihat sumber Disini - repository.upi.edu]
Dengan menggunakan teknik berbeda, peneliti bisa melihat fenomena dari perspektif berbeda, memperkaya pemahaman, dan sekaligus mengoreksi kelemahan metode tertentu. Misalnya, wawancara bisa saja dipengaruhi ingatan atau persepsi subjektif informan; observasi memberi gambaran aktual; dokumentasi memberi data tertulis; semuanya saling melengkapi.
Triangulasi teknik menjadikan data dan analisis lebih komprehensif, menyeluruh, dan mendalam. Hal ini menjadikan hasil lebih valid dan dapat dipertanggungjawabkan secara akademik. [Lihat sumber Disini - researchgate.net]
Perbedaan Inti Antara Keduanya
|
Aspek |
Triangulasi Sumber |
Triangulasi Teknik/Metode |
|---|---|---|
|
Fokus utama |
Sumber data (siapa / dari mana data berasal: informan, dokumen, waktu, konteks) |
Metode/teknik pengumpulan & analisis data |
|
Tujuan |
Memeriksa konsistensi dan kredibilitas data dari berbagai sumber |
Memperkaya dan memvalidasi data melalui cara berbeda |
|
Contoh kombinasi |
Wawancara + observasi + dokumen + catatan lapangan (dari beberapa informan / konteks) |
Wawancara + survei + observasi + dokumentasi |
|
Manfaat |
Menangkal bias sumber tunggal; mengonfirmasi konsistensi informasi |
Mengurangi kelemahan tiap metode; memperdalam analisis |
|
Risiko jika tidak dilakukan |
Data bisa bias, parsial, kurang valid |
Hasil penelitian dangkal, rentan bias metode |
Jenis–Jenis Triangulasi Selain Sumber & Teknik
Meski fokus utama artikel ini adalah “sumber vs teknik,” penting diketahui bahwa triangulasi bisa lebih luas, meliputi aspek seperti peneliti dan teori, dua hal yang sering memberi warna interpretasi berbeda terhadap data.
- Triangulasi Peneliti (Investigator): Menggunakan lebih dari satu peneliti dalam pengumpulan dan/atau analisis data untuk mengurangi subjektivitas individu. [Lihat sumber Disini - oercollective.caul.edu.au]
- Triangulasi Teori (Theory): Menggunakan lebih dari satu kerangka teori untuk menganalisis data. Hal ini membantu menolong peneliti melihat fenomena dari berbagai lensa teori sehingga interpretasi lebih kaya dan tidak “terkurung” dalam satu paradigma saja. [Lihat sumber Disini - oercollective.caul.edu.au]
- Triangulasi Waktu/Context/Skala: Mengumpulkan data di waktu, tempat, atau skala berbeda untuk melihat konsistensi fenomena terhadap variabel waktu atau konteks. [Lihat sumber Disini - bajangjournal.com]
Penggunaan kombinasi dari berbagai jenis triangulasi ini dapat memperkuat validitas dan kredibilitas penelitian secara signifikan. [Lihat sumber Disini - jptam.org]
Fungsi dan Keunggulan Penggunaan Triangulasi
Penerapan triangulasi dalam penelitian,baik triangulasi sumber maupun teknik/metode,menyediakan sejumlah keuntungan penting:
- Meningkatkan validitas dan kredibilitas data karena konsistensi antar sumber dan metode diverifikasi. [Lihat sumber Disini - scribbr.com]
- Mengurangi bias yang mungkin muncul akibat keterbatasan satu sumber atau satu metode. [Lihat sumber Disini - course-net.com]
- Memperkaya kedalaman dan keluasan pemahaman fenomena dengan menangkap aspek berbeda dari fenomena melalui berbagai teknik dan sumber. [Lihat sumber Disini - oercollective.caul.edu.au]
- Memberikan keandalan akademik: hasil penelitian dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah, terutama pada penelitian kualitatif yang rentan subjektivitas. [Lihat sumber Disini - jurnal.peneliti.net]
Tantangan dan Kesalahan Dalam Penerapan Triangulasi
Meskipun triangulasi menawarkan banyak keunggulan, penerapan yang tidak tepat dapat menimbulkan masalah:
- Kesalahan dalam memilih kombinasi metode–sumber: jika metode atau sumber tidak kompatibel atau data tidak relevan, malah bisa membingungkan hasil. Sebuah kajian terhadap skripsi mahasiswa menunjukkan kesalahan implementasi triangulasi yang menyebabkan validitas data dipertanyakan. [Lihat sumber Disini - journal.uny.ac.id]
- Konsistensi antara sumber & metode: jika hasil dari berbagai sumber/metode berbeda terlalu kontras, peneliti harus mampu menjelaskan perbedaan tersebut, jika tidak, kredibilitas bisa menurun. [Lihat sumber Disini - oercollective.caul.edu.au]
- Beban kerja & sumber daya: menggunakan banyak metode, sumber, peneliti, atau teori berarti memerlukan waktu, tenaga, dan koordinasi lebih besar dibanding penelitian single-method.
- Interpretasi yang kompleks: semakin banyak perspektif digabung, analisis menjadi kompleks, sehingga peneliti harus berhati-hati agar kesimpulan tetap jelas dan logis.
Implikasi untuk Penelitian Kualitatif di Indonesia (dan Penelitian Sosial Umumnya)
Dalam konteks penelitian di Indonesia, terutama di bidang sosial, pendidikan, antropologi, dan humaniora, penerapan triangulasi sangat relevan. Sejumlah penelitian mutakhir menggunakan triangulasi sebagai teknik validasi data: misalnya penelitian oleh peneliti di Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang tahun 2024, yang menekankan triangulasi data dalam analisis kualitatif untuk memperoleh temuan yang kredibel. [Lihat sumber Disini - jurnal.peneliti.net]
Selain itu, literatur metodologi lokal juga menggarisbawahi pentingnya kombinasi triangulasi (sumber, teknik, waktu) saat meneliti fenomena sosial kompleks agar hasil lebih representatif dan dapat dipertanggungjawabkan ilmiah. [Lihat sumber Disini - journal.ummat.ac.id]
Dengan penerapan triangulasi yang tepat, penelitian kualitatif tidak lagi sekadar naratif subjektif, melainkan mampu menghasilkan data dan analisis yang kuat, valid, dan mendalam, meningkatkan kualitas akademik dan relevansi temuan terhadap realitas sosial.
Kesimpulan
Triangulasi, dalam pengertian umum, adalah strategi penelitian yang menggunakan lebih dari satu sumber, metode, peneliti, atau teori untuk memperoleh pemahaman lebih mendalam dan valid terhadap suatu fenomena. Dua aspek paling sering dibahas adalah triangulasi sumber (data) dan triangulasi teknik/metode, yang masing-masing berfokus pada variasi sumber data dan variasi metode pengumpulan/analisis.
Keduanya memiliki karakteristik, tujuan, dan manfaat yang berbeda: triangulasi sumber membantu memeriksa konsistensi data antar sumber; triangulasi teknik memperkaya dan memvalidasi data melalui metode berbeda. Selain itu, kombinasi triangulasi (termasuk triangulasi peneliti, teori, waktu/konteks) memperkuat kredibilitas dan validitas penelitian secara signifikan.
Meski demikian, penerapan triangulasi harus dilakukan dengan cermat: pemilihan sumber/metode yang tepat, konsistensi dalam analisis, serta kemampuan menjelaskan perbedaan antar data atau hasil. Bila diterapkan secara benar, triangulasi menjadikan penelitian,terutama penelitian kualitatif,lebih terpercaya, akademis, dan mampu menangkap kompleksitas fenomena sosial secara holistik.
Dengan pemahaman mendalam mengenai triangulasi sumber dan teknik, peneliti dapat memilih strategi paling sesuai untuk mencapai tujuan penelitian, serta menghasilkan temuan yang substansial, valid, dan dapat dipertanggungjawabkan.