Terakhir diperbarui: 23 December 2025

Citation (APA Style):
Davacom. (2025, 9 June). Studi Kasus: Pengertian, Tujuan, dan Langkah-langkahnya. SumberAjar. Retrieved 14 January 2026, from https://sumberajar.com/kamus/studi-kasus-pengertian-tujuan-dan-langkahlangkahnya  

Kamu menggunakan Mendeley? Add entry manual di sini.

Studi Kasus: Pengertian, Tujuan, dan Langkah-langkahnya - SumberAjar.com

Studi Kasus: Pengertian, Tujuan, dan Langkah-langkahnya

Pendahuluan

Penelitian merupakan fondasi utama dalam pengembangan ilmu pengetahuan karena memberi pemahaman yang mendalam terhadap fenomena konkret di kehidupan nyata. Di antara berbagai pendekatan penelitian yang ada, studi kasus (case study) menonjol sebagai metode yang mampu menjelaskan fenomena yang kompleks secara rinci dan kontekstual. Berbeda dengan metode yang hanya berfokus pada angka atau generalisasi statistik semata, studi kasus mengeksplorasi “bagaimana” dan “mengapa” suatu fenomena terjadi serta menganalisisnya secara intensif dengan memanfaatkan berbagai sumber data yang relevan. Dengan karakteristik ini, studi kasus sering dipilih oleh peneliti di berbagai bidang ilmu sosial, pendidikan, psikologi, bisnis, maupun ilmu kesehatan karena memberikan wawasan yang holistik dan mendalam terhadap satu atau beberapa kasus yang unik atau representatif. Dalam artikel ini, akan dibahas secara komprehensif tentang definisi, karakteristik, tujuan, jenis, langkah pelaksanaan, serta kelebihan dan keterbatasan metode studi kasus dalam penelitian.


Definisi Studi Kasus dalam Penelitian

Definisi Studi Kasus Secara Umum

Studi kasus adalah pendekatan penelitian yang berfokus pada penyelidikan intensif terhadap suatu fenomena, peristiwa, individu, kelompok, organisasi, atau situasi tertentu dalam konteks kehidupan nyata untuk memahami kompleksitasnya secara mendalam. Metode ini tidak hanya berorientasi pada data kuantitatif atau statistik semata, tetapi lebih menekankan pada penelitian kualitatif dan eksploratif untuk membangun pemahaman yang kaya dan terperinci tentang kasus yang diteliti. Studi kasus biasanya memanfaatkan berbagai sumber data, seperti wawancara, observasi, dokumen, catatan lapangan, dan bukti lain agar mendapatkan gambaran yang lengkap tentang dinamika dan konteks fenomena tersebut. [Lihat sumber Disini - ujoc.org]

Definisi Studi Kasus dalam KBBI

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), istilah studi kasus cenderung diartikan sebagai penelitian tentang suatu kejadian atau peristiwa tertentu untuk mendapatkan pemahaman atau pemecahan masalah secara terperinci. Fokusnya adalah pada satu kasus tertentu yang dianggap mewakili atau memberikan wawasan penting terhadap fenomena yang lebih luas, bukan pada data statistik kelompok luas. (Definisi KBBI dapat diakses melalui situs resmi KBBI daring).

Definisi Studi Kasus Menurut Para Ahli

  1. Robert K. Yin, Yin menjelaskan bahwa studi kasus merupakan suatu riset empiris yang menyelidiki fenomena kontemporer dalam konteks kehidupan nyata, terutama ketika batasan antara fenomena dan konteksnya tidak jelas. Studi kasus menganalisis suatu fenomena secara intensif dengan memperhatikan faktor-faktor yang mempengaruhinya dalam konteks yang sebenarnya. [Lihat sumber Disini - jurnal.uny.ac.id]

  2. Stake (1995), Stake menyatakan bahwa studi kasus adalah penyelidikan dan analisis suatu kasus yang dilakukan secara holistik, termasuk berbagai metode penelitian yang beragam untuk menangkap keseluruhan gambaran fenomena tersebut. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]

  3. Bloomberg & Volpe (2022), Menurutnya studi kasus adalah pendekatan metodologis penelitian yang digunakan untuk menghasilkan pemahaman yang mendalam tentang fenomena kontemporer dalam sebuah sistem yang terbatas (bounded system) dengan berbagai sumber data yang komprehensif. [Lihat sumber Disini - ujoc.org]

  4. McLeod (Psychology context), Studi kasus dalam psikologi adalah investigasi rinci terhadap individu, kelompok, atau peristiwa tertentu untuk mengidentifikasi tema perilaku dan faktor kontekstual yang signifikan di balik fenomena yang diselidiki. [Lihat sumber Disini - simplypsychology.org]


Karakteristik dan Ciri Utama Studi Kasus

Studi kasus memiliki ciri yang membedakannya dari metode penelitian lainnya. Berikut adalah karakteristik utama yang harus dipahami:

  1. Analisis Konteks Nyata

    Studi kasus selalu dilakukan dalam konteks kehidupan nyata, bukan dalam kondisi laboratorium yang terkendali. Hal ini memungkinkan peneliti memahami fenomena dalam kondisi naturalnya, sehingga memberikan gambaran utuh tentang dinamika yang terjadi. [Lihat sumber Disini - ujoc.org]

  2. Penyelidikan Secara Mendalam

    Pendekatan ini bertujuan untuk mengeksplorasi suatu kasus secara terperinci, bukan sekadar mengambil data permukaan. Penelitian mencakup investigasi komprehensif terhadap berbagai aspek fenomena seperti sebab-akibat, hubungan antar variabel, serta pengaruh konteks lingkungan atau sosial. [Lihat sumber Disini - scribbr.com]

  3. Beragam Sumber Data

    Studi kasus sering menggunakan banyak sumber informasi, wawancara, observasi, dokumen, catatan tertulis, dan lainnya, untuk mendapatkan gambaran yang lebih holistik dan triangulasi data yang kuat. [Lihat sumber Disini - journalism.university]

  4. Pendekatan Fleksibel

    Tidak seperti eksperimen yang memiliki prosedur yang sangat terstruktur, studi kasus memiliki fleksibilitas dalam pengumpulan dan analisis data. Peneliti dapat menyesuaikan strategi berdasarkan perkembangan lapangan dan temuan awal. [Lihat sumber Disini - journalism.university]

  5. Fokus pada “Bagaimana” dan “Mengapa”

    Metode ini sangat cocok untuk menjawab pertanyaan penelitian yang berkaitan dengan proses atau mekanisme di balik fenomena, bukan sekadar “berapa banyak”. Fokus utamanya adalah pada pemahaman mendalam terhadap dinamika yang terjadi. [Lihat sumber Disini - scribbr.com]

  6. Tidak Bertujuan Generalisasi Statistik

    Temuan teman studi kasus biasanya tidak dimaksudkan untuk digeneralisasi ke populasi luas seperti survei kuantitatif. Namun, studi ini menghasilkan wawasan detail yang dapat menjadi dasar pembentukan teori atau hipotesis lanjutan. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]


Tujuan Penggunaan Metode Studi Kasus

Penggunaan studi kasus dalam penelitian memiliki beberapa tujuan strategis yang sangat penting berikut:

  1. Memahami Fenomena Secara Holistik

    Tujuan utama studi kasus adalah untuk memberikan gambaran yang komprehensif tentang fenomena tertentu dalam konteksnya, termasuk faktor lingkungan, perilaku partisipan, serta hubungan antar komponen yang saling mempengaruhi. [Lihat sumber Disini - ujoc.org]

  2. Mengeksplorasi Pertanyaan Kompleks

    Studi kasus sering digunakan ketika peneliti menghadapi pertanyaan penelitian yang tidak bisa dijawab hanya dengan data kuantitatif atau eksperimen, khususnya pada topik yang melibatkan banyak variabel kontekstual. [Lihat sumber Disini - journalism.university]

  3. Mengkonstruksi Teori atau Model Baru

    Dengan wawasan yang diperoleh dari studi kasus, peneliti dapat mengembangkan atau memperluas teori yang sudah ada, terutama ketika fenomena yang diamati masih belum memiliki landasan teoritis kuat. [Lihat sumber Disini - ujoc.org]

  4. Memberikan Bukti Empiris untuk Kebijakan atau Praktik

    Studi kasus dapat menghasilkan data empiris yang kuat sebagai dasar rekomendasi kebijakan, perbaikan praktik, atau langkah operasional dalam bidang tertentu, misalnya pendidikan, manajemen, atau layanan kesehatan. [Lihat sumber Disini - ujoc.org]

  5. Menganalisis Kasus Unik atau Langka

    Metode ini sangat berguna ketika kasus yang dianalisis bersifat unik, langka, atau kritis, seperti fenomena yang hanya terjadi pada satu komunitas atau organisasi tertentu, yang mungkin tidak dapat dianalisis secara efektif oleh metode lain. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]


Jenis-jenis Studi Kasus

Studi kasus dapat dikategorikan menjadi beberapa jenis menurut tujuan penelitiannya. Klasifikasi yang sering digunakan antara lain:

  1. Studi Kasus Eksploratif

    Digunakan ketika topik penelitian masih belum jelas atau ketika peneliti perlu mengeksplorasi fenomena sebelum merumuskan hipotesis lebih lanjut. Penelitian ini cenderung bersifat awal dan mencari pola atau tema secara umum. [Lihat sumber Disini - e-journal.trisakti.ac.id]

  2. Studi Kasus Deskriptif

    Bertujuan untuk menggambarkan fenomena secara rinci tanpa mencoba menjelaskan hubungan kausalnya. Fokus utamanya adalah pada bagaimana suatu fenomena terjadi. [Lihat sumber Disini - e-journal.trisakti.ac.id]

  3. Studi Kasus Eksplanatori

    Digunakan untuk menjelaskan hubungan sebab-akibat antar variabel dalam konteks fenomena nyata. Studi ini berusaha menjawab pertanyaan “mengapa” dan “bagaimana” sesuatu terjadi. [Lihat sumber Disini - e-journal.trisakti.ac.id]

  4. Studi Kasus Intrinsik

    Fokus pada kasus itu sendiri karena kasus tersebut memiliki karakteristik unik atau luar biasa yang menarik untuk diteliti mendalam. [Lihat sumber Disini - ujoc.org]

  5. Studi Kasus Instrumental

    Ditujukan untuk memahami isu atau fenomena yang lebih luas melalui analisis satu kasus spesifik yang menjadi representatif. [Lihat sumber Disini - ujoc.org]

  6. Studi Kasus Kolektif

    Melibatkan lebih dari satu kasus untuk memahami pola atau perbandingan antara beberapa kasus, sehingga dapat menciptakan wawasan yang lebih luas. [Lihat sumber Disini - ujoc.org]


Langkah-langkah Pelaksanaan Studi Kasus

Pelaksanaan studi kasus harus dilakukan dengan sistematis agar data yang diperoleh valid dan temuan penelitian dapat dipertanggungjawabkan. Berikut adalah langkah-langkah umumnya:

  1. Identifikasi dan Pemilihan Kasus

    Peneliti pertama-tama menentukan kasus yang akan diteliti secara jelas dan relevan terhadap pertanyaan penelitian. Kasus harus memiliki batasan yang jelas sehingga ruang lingkup penelitian terdefinisi dengan baik. [Lihat sumber Disini - researchmethodscommunity.sagepub.com]

  2. Perumusan Pertanyaan Penelitian

    Pertanyaan penelitian harus dirancang untuk menggali fenomena secara mendalam dan sesuai dengan tujuan penelitian, misalnya “bagaimana proses suatu kejadian terjadi” atau “mengapa fenomena tersebut muncul”. [Lihat sumber Disini - scribbr.com]

  3. Desain Penelitian dan Pemilihan Data

    Peneliti menentukan pendekatan metodologis dan teknik pengumpulan data yang akan digunakan, seperti wawancara semi-terstruktur, observasi langsung, atau studi dokumen. [Lihat sumber Disini - journalism.university]

  4. Pengumpulan Data

    Pada tahap ini peneliti mengumpulkan berbagai data terkait kasus dari sumber yang telah ditentukan, memastikan data mencakup aspek yang luas dari fenomena. [Lihat sumber Disini - journalism.university]

  5. Analisis Data

    Setelah data dikumpulkan, data diolah dan dianalisis untuk menemukan pola, hubungan antar variabel, konteks yang relevan, serta temuan penting yang berkaitan dengan pertanyaan penelitian. [Lihat sumber Disini - ujoc.org]

  6. Triangulasi dan Verifikasi

    Triangulasi dilakukan dengan membandingkan data dari berbagai sumber untuk memastikan validitas dan reliabilitas temuan. Ini membantu mengurangi bias dan memperkuat kesahihan hasil penelitian. [Lihat sumber Disini - journalism.university]

  7. Penarikan Kesimpulan dan Penyusunan Laporan

    Temuan penelitian dirangkum dan diinterpretasikan untuk menjawab pertanyaan penelitian. Kesimpulan disusun sesuai dengan data dan analisis sehingga dapat menjadi kontribusi ilmiah terhadap bidang studi tersebut. [Lihat sumber Disini - ujoc.org]


Kelebihan dan Keterbatasan Studi Kasus

Kelebihan Studi Kasus

  1. Memberikan Analisis Mendalam

    Studi kasus menyuguhkan gambaran rinci tentang fenomena tertentu, membantu peneliti memahami dinamika yang kompleks serta faktor-faktor yang memengaruhinya secara integral. [Lihat sumber Disini - ujoc.org]

  2. Fleksibel

    Metode ini memungkinkan peneliti menyesuaikan strategi penelitian di lapangan sesuai dengan temuan awal dan kondisi penelitian, sehingga tidak kaku seperti eksperimen klasik. [Lihat sumber Disini - journalism.university]

  3. Data Kontekstual yang Kaya

    Studi kasus mencakup banyak variabel dan sumber data sehingga memberikan wawasan yang lebih holistik. [Lihat sumber Disini - journalism.university]

  4. Mendukung Pengembangan Teori

    Dengan data yang kaya dan mendalam, studi kasus dapat membantu merumuskan teori atau model baru yang lebih tepat menjelaskan fenomena penelitian. [Lihat sumber Disini - ujoc.org]


Keterbatasan Studi Kasus

  1. Generalisasi Terbatas

    Temuan studi kasus sering kali sulit digeneralisasi ke populasi luas karena fokusnya pada satu atau beberapa kasus tertentu saja. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]

  2. Bias Peneliti

    Peneliti dapat mempengaruhi pengumpulan dan interpretasi data jika tidak menggunakan teknik triangulasi secara ketat, sehingga risiko subjektivitas lebih tinggi. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]

  3. Membutuhkan Waktu dan Sumber Data yang Banyak

    Studi kasus memerlukan waktu lebih lama dan usaha yang besar untuk mengumpulkan, mengolah, dan menganalisis data yang komprehensif dari berbagai sumber. [Lihat sumber Disini - journalism.university]


Kesimpulan

Metode studi kasus merupakan pendekatan penelitian yang sangat berharga untuk memahami fenomena dinamis dalam konteks kehidupan nyata secara mendalam dan holistik. Dimulai dari identifikasi kasus hingga penarikan kesimpulan, metode ini menekankan analisis yang komprehensif dengan berbagai sumber data untuk menjawab pertanyaan penelitian yang kompleks. Studi kasus tidak hanya memberikan wawasan rinci terhadap satu fenomena tertentu, tetapi juga dapat menjadi dasar pengembangan teori dan strategi praktis dalam bidang ilmu sosial, pendidikan, psikologi, bisnis, dan disiplin lainnya. Walaupun memiliki keterbatasan seperti generalisasi yang terbatas dan kemungkinan bias peneliti, kekuatan utama studi kasus terletak pada kemampuannya menangkap detail kontekstual dan dinamika yang sering terlewat oleh pendekatan penelitian lain.

Artikel ini ditulis dan disunting oleh tim redaksi SumberAjar.com berdasarkan referensi akademik Indonesia.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Studi kasus adalah metode penelitian yang digunakan untuk mengkaji suatu fenomena, peristiwa, individu, atau kelompok secara mendalam dan menyeluruh dalam konteks kehidupan nyata guna memahami proses, karakteristik, dan faktor yang memengaruhinya.

Tujuan metode studi kasus adalah untuk memperoleh pemahaman yang komprehensif terhadap suatu fenomena yang kompleks, menjawab pertanyaan bagaimana dan mengapa suatu peristiwa terjadi, serta memberikan dasar pengembangan teori atau rekomendasi praktis.

Jenis-jenis studi kasus meliputi studi kasus eksploratif, deskriptif, dan eksplanatori, serta studi kasus intrinsik, instrumental, dan kolektif yang digunakan sesuai dengan tujuan dan fokus penelitian.

Langkah-langkah studi kasus meliputi penentuan dan pemilihan kasus, perumusan pertanyaan penelitian, desain penelitian, pengumpulan data dari berbagai sumber, analisis data, triangulasi, serta penarikan kesimpulan dan penyusunan laporan.

Kelebihan studi kasus antara lain mampu memberikan analisis mendalam, data kontekstual yang kaya, fleksibilitas dalam penelitian, serta mendukung pengembangan teori dan pemahaman fenomena secara holistik.

Keterbatasan studi kasus meliputi keterbatasan generalisasi hasil penelitian, potensi bias peneliti, serta kebutuhan waktu dan sumber daya yang relatif besar dalam pengumpulan dan analisis data.

Home
Kamus
Cite Halaman Ini
Geser dari kiri untuk membuka artikel Relevan.
Geser dari kanan untuk artikel terbaru.
Jangan tampilkan teks ini lagi
Artikel Relevan
Studi Kasus: Pengertian, Langkah, dan Contoh Penerapan Studi Kasus: Pengertian, Langkah, dan Contoh Penerapan Pendekatan Studi Kasus Ganda dalam Penelitian Sosial Pendekatan Studi Kasus Ganda dalam Penelitian Sosial Studi Komparatif: Definisi, Tujuan, dan Langkahnya Studi Komparatif: Definisi, Tujuan, dan Langkahnya Case Study: Pengertian, Langkah, dan Contoh dalam Penelitian Case Study: Pengertian, Langkah, dan Contoh dalam Penelitian Normalisasi Data: Pengertian, Tujuan, dan Langkah-langkahnya Normalisasi Data: Pengertian, Tujuan, dan Langkah-langkahnya Metode Ilmiah: Definisi, Langkah, dan Contohnya Metode Ilmiah: Definisi, Langkah, dan Contohnya Analisis Data: Pengertian, Jenis, dan Langkah-langkahnya Analisis Data: Pengertian, Jenis, dan Langkah-langkahnya Pendekatan Komparatif: Jenis dan Langkah-langkahnya Pendekatan Komparatif: Jenis dan Langkah-langkahnya Manajemen Data: Pengertian, Tujuan, dan Langkah-langkahnya Manajemen Data: Pengertian, Tujuan, dan Langkah-langkahnya Citation Analysis: Fungsi dan Langkahnya Citation Analysis: Fungsi dan Langkahnya Penelitian Heuristik: Pengertian dan Langkahnya Penelitian Heuristik: Pengertian dan Langkahnya Eksperimen: Definisi, Jenis, dan Langkah-langkahnya beserta sumber [PDF] Eksperimen: Definisi, Jenis, dan Langkah-langkahnya beserta sumber [PDF] Uji Chi-Square: Fungsi dan Langkah-langkahnya Uji Chi-Square: Fungsi dan Langkah-langkahnya Langkah-Langkah Melakukan Eksperimen Ilmiah Langkah-Langkah Melakukan Eksperimen Ilmiah Validasi Instrumen Penelitian: Langkah dan Contoh Validasi Instrumen Penelitian: Langkah dan Contoh Prosedur Metodologis: Langkah-langkah dan Standar Ilmiah Prosedur Metodologis: Langkah-langkah dan Standar Ilmiah Studi Evaluatif: Langkah dan Contoh dalam Dunia Pendidikan Studi Evaluatif: Langkah dan Contoh dalam Dunia Pendidikan Sintesis: Definisi, Langkah, dan Contoh dalam Penelitian Sintesis: Definisi, Langkah, dan Contoh dalam Penelitian Pengkodean Data: Definisi, Langkah, dan Contoh dalam Penelitian Pengkodean Data: Definisi, Langkah, dan Contoh dalam Penelitian Metode Historis: Langkah dan Contohnya Metode Historis: Langkah dan Contohnya
Artikel Terbaru
Memuat artikel terbaru…