Terakhir diperbarui: 06 January 2026

Citation (APA Style):
Davacom. (2026, 6 January). Work-Life Balance: Konsep dan Kesehatan Mental. SumberAjar. Retrieved 12 January 2026, from https://sumberajar.com/kamus/worklife-balance-konsep-dan-kesehatan-mental 

Kamu menggunakan Mendeley? Add entry manual di sini.

Work-Life Balance: Konsep dan Kesehatan Mental - SumberAjar.com

Work-Life Balance: Konsep dan Kesehatan Mental

Pendahuluan

Work-Life Balance merupakan isu yang semakin banyak dibahas dalam konteks dunia kerja modern dan kesehatan mental. Istilah ini tidak hanya sekedar jargon HR, tetapi telah menjadi kebutuhan penting bagi para pekerja untuk mempertahankan kesejahteraan hidup yang utuh, terutama di tengah tuntutan kerja yang semakin kompleks dan teknologi yang membuat batas antara pekerjaan dan kehidupan pribadi semakin kabur. Penelitian menunjukkan bahwa work-life balance berhubungan erat dengan tingkat stres, kebahagiaan, serta produktivitas individu di tempat kerja maupun kehidupan pribadi mereka. Ketika seseorang tidak mampu menyeimbangkan perannya dalam pekerjaan dan kehidupan personal, risiko gangguan kesehatan mental seperti burnout, depresi, dan kecemasan meningkat signifikan. Hal ini menunjukkan pentingnya memahami konsep work-life balance secara mendalam dan menyeluruh, termasuk faktor-faktor yang memengaruhinya serta dampak dari ketidakseimbangan tersebut. [Lihat sumber Disini - alodokter.com]


Definisi Work-Life Balance

Definisi Work-Life Balance Secara Umum

Work-Life Balance secara umum dipahami sebagai kondisi di mana seseorang mampu menciptakan keseimbangan yang sehat antara tuntutan pekerjaan dan kehidupan pribadi atau non-kerja. Artinya, individu tidak hanya fokus pada pekerjaan semata, tetapi juga memiliki ruang untuk memenuhi kebutuhan pribadi, seperti waktu bersama keluarga, istirahat, hobi, dan aktivitas sosial lainnya. Biasanya, work-life balance juga dipandang sebagai strategi untuk mengurangi stres, meningkatkan kualitas hidup, dan meningkatkan produktivitas kerja. [Lihat sumber Disini - id.jobstreet.com]

Definisi Work-Life Balance dalam KBBI

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) istilah work-life balance dapat dipahami sebagai keseimbangan antara kehidupan pekerjaan dan kehidupan pribadi yang mencakup berbagai aspek peran seseorang dalam hidupnya. Meskipun istilah ini berasal dari bahasa Inggris, pemahaman di KBBI menekankan kemampuan individu dalam membagi waktu dan energi secara efektif agar kedua domain kehidupan tersebut berjalan harmonis tanpa menimbulkan ketegangan berlebihan. [Lihat sumber Disini - stimsukmamedan.ac.id]

Definisi Work-Life Balance Menurut Para Ahli

  1. Greenhaus dan Allen mendefinisikan work, life balance sebagai keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi yang tercapai ketika partisipasi dalam satu domain tidak menghambat partisipasi dalam domain lain secara signifikan. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]

  2. Kalliath dan Brough (2008) mendefinisikan work-life balance sebagai persepsi individu bahwa kegiatan kerja dan non-kerja kompatibel dan mendukung pertumbuhan pribadi serta profesional. [Lihat sumber Disini - emerald.com]

  3. Fisher et al. (2009) mengembangkan dimensi work-life balance yang mencakup interferensi dan enhancement antara pekerjaan dan kehidupan pribadi. [Lihat sumber Disini - researchgate.net]

  4. Abdul Jalil et al. (2023) menyatakan bahwa work-life balance adalah kondisi keseimbangan di mana tuntutan pekerjaan dan tanggung jawab pribadi, emosional dan perilaku, selaras sehingga memungkinkan fungsi yang efisien dalam kehidupan kerja dan non-kerja. [Lihat sumber Disini - scirp.org]


Dimensi Work-Life Balance

Work-Life Balance tidak hanya berupa konsep tunggal, tetapi terdiri dari beberapa dimensi yang saling terkait sehingga membentuk gambaran lengkap bagaimana keseimbangan ini bekerja dalam kehidupan individu. Para peneliti telah mengidentifikasi berbagai dimensi work-life balance, salah satunya pendekatan yang dikembangkan oleh Fisher et al., yang mencakup:

  1. Work Interference with Personal Life (WIPL): menilai sejauh mana pekerjaan mengganggu kehidupan pribadi individu. [Lihat sumber Disini - researchgate.net]

  2. Personal Life Interference with Work (PLIW): bagaimana kehidupan pribadi dapat memengaruhi kinerja dan tanggung jawab di tempat kerja. [Lihat sumber Disini - researchgate.net]

  3. Personal Life Enhancement of Work (PLEW): sejauh mana kehidupan pribadi justru memberikan energi atau keterampilan yang meningkatkan fungsi kerja. [Lihat sumber Disini - researchgate.net]

  4. Work Enhancement of Personal Life (WEPL): bagaimana pekerjaan dapat memberikan nilai atau pengalaman yang positif bagi kehidupan pribadi. [Lihat sumber Disini - researchgate.net]

Garis Besar Dimensi Lainnya

Beberapa penelitian juga menunjukkan dimensi tambahan seperti dukungan sosial, fleksibilitas kerja, serta peran manajemen waktu yang baik dalam mencapai work-life balance yang efektif. [Lihat sumber Disini - wsj.westscience-press.com]


Faktor yang Mempengaruhi Work-Life Balance

Pencapaian work-life balance dipengaruhi oleh berbagai faktor yang berasal dari dalam diri individu maupun lingkungan kerja dan sosial. Secara garis besar, faktor-faktor ini dapat dikelompokkan menjadi dua kategori:

Faktor Internal

  1. Manajemen Waktu: Individu yang memiliki keterampilan manajemen waktu yang efektif lebih mudah mencapai keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi. [Lihat sumber Disini - id.jobstreet.com]

  2. Tingkat Stres Pribadi: Stres yang tinggi dapat mengganggu kemampuan seseorang dalam menjaga work-life balance. [Lihat sumber Disini - alodokter.com]

  3. Prioritas dan Sikap: Sikap terhadap pekerjaan dan kehidupan pribadi memengaruhi bagaimana seseorang mengalokasikan waktu serta energi. [Lihat sumber Disini - bfi.co.id]

Faktor Eksternal

  1. Budaya Organisasi: Organisasi yang mendukung work-life balance melalui kebijakan, fleksibilitas jadwal kerja, dan program kesejahteraan memiliki dampak positif pada keseimbangan hidup pekerja. [Lihat sumber Disini - prudential.co.id]

  2. Dukungan Sosial: Dukungan keluarga dan teman berperan penting dalam membantu individu mengatasi tekanan dan konflik antara pekerjaan dan kehidupan pribadi. [Lihat sumber Disini - prudential.co.id]

  3. Tuntutan Kerja: Besarnya beban kerja dan tekanan target dapat menjadikan work-life balance sulit dicapai tanpa pengaturan yang baik. [Lihat sumber Disini - id.jobstreet.com]


Work-Life Balance dan Kesehatan Mental

Keterkaitan antara work-life balance dan kesehatan mental telah dibuktikan dalam berbagai penelitian akademik. Ketika individu tidak mampu menjaga keseimbangan antara tuntutan pekerjaan dan kehidupan pribadi, mereka berisiko tinggi mengalami gangguan kesehatan mental seperti stres kronis, burnout, kecemasan, bahkan depresi. [Lihat sumber Disini - eduvest.greenvest.co.id]

Hasil penelitian terbaru pada tahun 2025 menunjukkan bahwa work-life balance yang buruk berpotensi menimbulkan kelelahan mental dan burnout, yang semuanya berdampak negatif terhadap fokus serta motivasi individu dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk performa akademik maupun profesional. [Lihat sumber Disini - journalshub.org]

Selain itu, work-life balance yang baik dapat berkontribusi pada stabilitas kondisi mental sekaligus meningkatkan kebahagiaan, kepuasan hidup, dan keterlibatan sosial individu. Hal ini menunjukkan bahwa keseimbangan antara kehidupan kerja dan pribadi tidak hanya meningkatkan kinerja, tetapi juga memperkuat kesehatan mental secara menyeluruh. [Lihat sumber Disini - journalshub.org]


Dampak Ketidakseimbangan Work-Life Balance

Ketidakseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi memiliki dampak yang luas baik bagi individu maupun organisasi. Dampak ini bisa bersifat psikologis, fisik, maupun sosial, seperti:

  1. Stres dan Burnout: Ketidakseimbangan dapat menyebabkan stres berkepanjangan yang akhirnya berujung pada burnout, kondisi kelelahan ekstrem yang mengurangi produktivitas kerja dan mengganggu kehidupan pribadi. [Lihat sumber Disini - journal.untar.ac.id]

  2. Penurunan Kesehatan Fisik: Stres yang berkepanjangan juga dapat berdampak pada kesehatan fisik seperti gangguan tidur, hipertensi, atau gangguan pencernaan. [Lihat sumber Disini - alodokter.com]

  3. Hubungan Sosial Terganggu: Individu yang terlalu fokus pada pekerjaan cenderung memiliki kualitas hubungan sosial yang buruk, karena minimnya waktu untuk keluarga dan teman. [Lihat sumber Disini - id.jobstreet.com]

  4. Penurunan Produktivitas: Parahnya ketidakseimbangan dapat menurunkan produktivitas kerja karena motivasi dan fokus yang menurun akibat stres mental. [Lihat sumber Disini - researchgate.net]


Upaya Meningkatkan Work-Life Balance

Untuk mencapai work-life balance secara efektif, perlu upaya dari individu maupun organisasi, antara lain:

  1. Fleksibilitas Jam Kerja: Memberikan opsi jadwal kerja fleksibel atau remote dapat membantu pekerja menyesuaikan waktu kerja dan kehidupan pribadi. [Lihat sumber Disini - prudential.co.id]

  2. Manajemen Waktu yang Efektif: Individu perlu mengembangkan keterampilan mengatur waktu agar tanggung jawab kerja dan pribadi dapat dipenuhi tanpa konflik. [Lihat sumber Disini - id.jobstreet.com]

  3. Program Kesejahteraan di Tempat Kerja: Organisasi dapat menyediakan fasilitas atau program dukungan kesehatan mental seperti konseling atau program relaksasi. [Lihat sumber Disini - prudential.co.id]

  4. Membangun Batasan yang Sehat: Menetapkan batasan antara jam kerja dan waktu pribadi sangat penting untuk mencegah kerja berlebihan. [Lihat sumber Disini - tebingtinggikota.go.id]


Kesimpulan

Work-Life Balance merupakan konsep keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi yang memiliki dampak signifikan terhadap kesehatan mental, kualitas hidup, serta produktivitas kerja individu. Konsep ini memiliki berbagai dimensi yang mencerminkan interaksi kompleks antara peran pekerjaan dan kehidupan pribadi. Pencapaian keseimbangan ini dipengaruhi oleh faktor internal seperti kemampuan manajemen waktu dan tingkat stres, serta faktor eksternal seperti budaya organisasi dan dukungan sosial. Ketidakseimbangan work-life balance dapat menyebabkan stres kronis, burnout, gangguan kesehatan fisik dan mental, serta menurunkan produktivitas individu. Oleh karena itu, penting bagi individu dan organisasi untuk menerapkan berbagai strategi yang mendukung terciptanya work-life balance agar kesejahteraan dan kesehatan mental dapat terjaga secara optimal.

Artikel ini ditulis dan disunting oleh tim redaksi SumberAjar.com berdasarkan referensi akademik Indonesia.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Work-Life Balance adalah kondisi keseimbangan antara tuntutan pekerjaan dan kehidupan pribadi, di mana individu mampu menjalankan peran kerja tanpa mengorbankan kesehatan mental, kehidupan keluarga, dan kesejahteraan personal.

Work-Life Balance penting karena dapat mengurangi stres kerja, mencegah burnout, menjaga kestabilan emosi, serta meningkatkan kepuasan hidup dan kesejahteraan psikologis secara keseluruhan.

Faktor yang memengaruhi Work-Life Balance meliputi manajemen waktu, beban kerja, fleksibilitas jam kerja, dukungan organisasi, budaya kerja, serta dukungan keluarga dan lingkungan sosial.

Ketidakseimbangan Work-Life Balance dapat menyebabkan stres kronis, kelelahan mental, burnout, gangguan kesehatan fisik, penurunan produktivitas, serta masalah dalam hubungan sosial dan keluarga.

Work-Life Balance dapat ditingkatkan melalui pengelolaan waktu yang efektif, penetapan batas antara pekerjaan dan kehidupan pribadi, fleksibilitas kerja, dukungan organisasi, serta penerapan gaya hidup sehat dan seimbang.

Home
Kamus
Cite Halaman Ini
Geser dari kiri untuk membuka artikel Relevan.
Geser dari kanan untuk artikel terbaru.
Jangan tampilkan teks ini lagi
Artikel Relevan
Work Engagement: Definisi, Ciri, dan Cara Meningkatkannya Quarter Life Crisis: Konsep dan Dinamika Psikologis Konsep Keseimbangan Emosi Beban Mental: Konsep dan Performa Promosi Kesehatan Mental SDLC: Pengertian, Tahapan, dan Contoh Kesehatan Mental Positif: Konsep dan Pendekatan Konsep Kesehatan Mental Preventif Keseimbangan Emosional: Konsep dan Stabilitas Mental Kesehatan Mental Remaja Pengetahuan Remaja tentang Kesehatan Mental Konsep Kesehatan Mental Mahasiswa Sistem Informasi Monitoring Karyawan WFH Akses Layanan Kesehatan Mental Mental Toughness: Konsep dan Ketahanan Diri Status Mental Pasien: Pengertian dan Penilaian Status Mental Pasien: Konsep, Metode Penilaian, dan Klasifikasi Stress Kerja: Faktor dan Penanggulangannya Kesiapan Mental Ibu Menghadapi Menyusui Stigma terhadap Gangguan Mental
Artikel Terbaru
Kepercayaan Publik terhadap Pemerintah: Konsep dan Legitimasi Kebijakan Publik: Konsep dan Dampak Sosial Advokasi Sosial: Konsep dan Perubahan Kebijakan Good Governance: Konsep dan Akuntabilitas Sosial Civil Society: Konsep dan Peran Sosial Demokrasi Sosial: Konsep dan Partisipasi Warga Identitas Kolektif: Konsep dan Pembentukan Kelompok Dinamika Kelompok Sosial: Konsep dan Interaksi Internal Inklusi Sosial: Konsep dan Keadilan Sosial Eksklusi Sosial: Konsep dan Marginalisasi Minoritas Sosial: Konsep dan Relasi Kekuasaan Mayoritas Sosial: Konsep dan Dominasi Sosial Polarisasi Sosial: Konsep dan Konflik Kepentingan Interaksi Antarbudaya: Konsep dan Tantangan Sosial Relasi Sosial Virtual: Konsep dan Perubahan Makna