
SDLC: Pengertian, Tahapan, dan Contoh
Pendahuluan
Dalam dunia pengembangan perangkat lunak dan sistem informasi, proses perencanaan, pembuatan, pengujian, dan pemeliharaan sistem tidak bisa dilakukan sembarangan. Diperlukan sebuah kerangka kerja yang sistematis agar hasilnya sesuai kebutuhan pengguna, aman, dan mudah dikelola. Software Development Life Cycle (SDLC) hadir sebagai pendekatan metodologis yang memandu setiap tahapan pengembangan sistem mulai dari konsepsi hingga pemeliharaan. Dengan SDLC, pengembang bisa mengurangi risiko kesalahan, memonitor kualitas, dan memastikan bahwa sistem yang dibangun selaras dengan tujuan bisnis atau kebutuhan pengguna.
Definisi Software Development Life Cycle (SDLC)
Definisi SDLC Secara Umum
Software Development Life Cycle (SDLC) merupakan serangkaian fase atau tahapan yang dilakukan secara sistematis dalam pengembangan sistem atau perangkat lunak, mulai dari perencanaan sampai pemeliharaan. SDLC dirancang agar pengembangan sistem berjalan secara terstruktur, memungkinkan kontrol, evaluasi, dan perbaikan di setiap tahap sehingga hasil sistem sesuai dengan spesifikasi dan kebutuhan. [Lihat sumber Disini - accounting.binus.ac.id]
Definisi SDLC dalam KBBI
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), istilah “siklus hidup” mengacu pada rangkaian tahapan dari awal sampai akhir dalam umur suatu benda atau sistem. Bila digabung dengan istilah “pengembangan sistem”, maka SDLC bisa dipahami sebagai “siklus hidup pengembangan sistem”, yaitu seluruh rangkaian tahap pengembangan sistem dari konsepsi hingga pemeliharaan sepanjang umur sistem tersebut.
Definisi SDLC Menurut Para Ahli
Beberapa definisi dari literatur/jurnal:
-
Dalam penelitian oleh Deni Murdiani dan Muhamad Sobirin (2022), SDLC didefinisikan sebagai proses mengembangkan atau mengubah sistem perangkat lunak menggunakan metodologi dan model yang sudah teruji. [Lihat sumber Disini - jurnal.uts.ac.id]
-
Berdasarkan hasil studi di Politeknik Negeri Bengkalis (2023), SDLC adalah siklus yang digunakan untuk menghasilkan sistem informasi berkualitas tinggi yang sesuai keinginan pengguna atau tujuan dibuatnya sistem. [Lihat sumber Disini - jurnal.polgan.ac.id]
-
Artikel di Telkom University (2024) menyebutkan SDLC sebagai kerangka kerja terstruktur yang digunakan untuk merencanakan, mengembangkan, menguji, dan memelihara perangkat lunak sehingga sesuai kebutuhan pengguna, anggaran, dan jadwal. [Lihat sumber Disini - dti-jkt.telkomuniversity.ac.id]
-
Dalam kajian literatur 2023, SDLC diartikan sebagai metodologi umum yang biasa digunakan dalam proses pengembangan perangkat lunak atau sistem informasi. [Lihat sumber Disini - journal.unesa.ac.id]
Dengan demikian, SDLC bukan sekadar metode ad hoc, melainkan kerangka kerja formal dan terstruktur yang diakui dalam riset dan praktik rekayasa perangkat lunak.
Tujuan dan Fungsi SDLC
Tujuan utama penerapan SDLC adalah untuk menghasilkan sistem informasi atau perangkat lunak yang berkualitas, yaitu sesuai kebutuhan pengguna, stabil, teruji, dan bisa dipelihara dalam jangka panjang. [Lihat sumber Disini - accounting.binus.ac.id]
Beberapa fungsi utama SDLC antara lain:
-
Memberikan struktur dan alur kerja yang jelas bagi pengembang, dari tahap awal perencanaan hingga pemeliharaan.
-
Meminimalkan risiko kesalahan (bug, mismatch kebutuhan, “software crisis”) dengan pendekatan sistematis. [Lihat sumber Disini - media.neliti.com]
-
Memastikan sistem yang dibangun sesuai harapan dan kebutuhan pengguna, serta mudah dikontrol dan dievaluasi. [Lihat sumber Disini - jurnal.uts.ac.id]
-
Membantu manajemen proyek, estimasi waktu, sumber daya, anggaran, jadwal, sehingga proyek bisa berjalan tertib dan terukur.
-
Mendukung pemeliharaan dan pengembangan lebih lanjut, karena SDLC mencakup fase pasca-implementasi (maintenance) agar sistem tetap relevan dan aman. [Lihat sumber Disini - dti-jkt.telkomuniversity.ac.id]
Tahapan SDLC
Berikut tahapan-tahapan umum dalam SDLC, dari awal hingga akhir:
-
Perencanaan (Planning)
Pada fase awal, proyek direncanakan dengan mendefinisikan tujuan, ruang lingkup, sumber daya yang dibutuhkan, jadwal, dan analisis risiko. Perencanaan yang matang menjadi fondasi agar seluruh tahapan berikutnya dapat berjalan efektif. [Lihat sumber Disini - dti-jkt.telkomuniversity.ac.id]
-
Analisis Kebutuhan (Requirement Analysis)
Pada tahap ini, kebutuhan sistem dikumpulkan dan dipahami, baik kebutuhan fungsional maupun non-fungsional. Hasil dari analisis ini biasanya dituangkan dalam dokumen spesifikasi kebutuhan yang menjadi acuan seluruh tim pengembang. [Lihat sumber Disini - dti-jkt.telkomuniversity.ac.id]
-
Desain (Design)
Setelah kebutuhan jelas, dilakukan perancangan sistem, mulai dari arsitektur, basis data, antarmuka pengguna, alur kerja, hingga perancangan modul. Desain ini memastikan struktur sistem sudah matang sebelum coding. [Lihat sumber Disini - accounting.binus.ac.id]
-
Pengembangan (Development)
Pada fase ini, pengembang mulai mengimplementasikan desain ke dalam kode, membangun modul, fitur, integrasi komponen, dan melakukan konfigurasi sesuai spesifikasi. [Lihat sumber Disini - dti-jkt.telkomuniversity.ac.id]
-
Pengujian (Testing)
Setelah pengembangan, sistem diuji untuk memastikan semua fitur berjalan sesuai kebutuhan, bebas bug, dan sesuai spesifikasi. Pengujian bisa meliputi unit testing, integrasi, sistem, dan user acceptance testing. [Lihat sumber Disini - dti-jkt.telkomuniversity.ac.id]
-
Implementasi/Deployment
Bila sistem telah lolos pengujian, maka sistem di-deploy ke lingkungan produksi dan mulai digunakan oleh pengguna akhir. Pada tahap ini perlu pelatihan pengguna serta persiapan lingkungan operasional. [Lihat sumber Disini - dti-jkt.telkomuniversity.ac.id]
-
Pemeliharaan (Maintenance)
Setelah implementasi, diperlukan pemeliharaan agar sistem tetap berjalan optimal, memperbaiki bug, melakukan update, penyesuaian fitur sesuai kebutuhan baru, dan menjaga performa serta keamanan sistem. [Lihat sumber Disini - dti-jkt.telkomuniversity.ac.id]
Model yang Digunakan dalam SDLC
Dalam penerapan SDLC, ada beberapa model pengembangan yang populer, cara mengatur urutan dan pengulangan fase. Berikut beberapa model yang umum:
-
Waterfall Model, model klasik dimana fase dilakukan secara berurutan dan tidak tumpang tindih: planning → analysis → design → build → testing → deployment → maintenance. Karena sifatnya linear dan sekuensial, waterfall cocok untuk proyek dengan requirement yang jelas dan tidak banyak berubah. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]
-
Prototype Model, model ini memungkinkan pembuatan prototipe awal sistem untuk kemudian diuji dan direvisi sebelum pengembangan final. Model ini berguna untuk proyek dengan requirement yang belum pasti atau butuh validasi user lebih dulu. [Lihat sumber Disini - ejournal.undip.ac.id]
-
Iterative Model / Agile (atau varian modernnya), model ini bersifat fleksibel dan memungkinkan perubahan di tengah jalan, cocok untuk proyek dengan requirement dinamis atau upgrade terus-menerus. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa model iterative/agile menawarkan fleksibilitas yang lebih baik dibanding waterfall dalam menghadapi kebutuhan yang berubah. [Lihat sumber Disini - ejournal.undip.ac.id]
-
Kombinasi atau model lainnya (misalnya incremental, hybrid) juga kerap digunakan tergantung kompleksitas dan kebutuhan proyek. [Lihat sumber Disini - journal.eng.unila.ac.id]
Contoh Penerapan SDLC dalam Proyek Sistem
Beberapa contoh nyata penerapan SDLC dalam proyek sistem di Indonesia berdasarkan jurnal/jurnal penelitian:
-
Pengembangan aplikasi toko online berbasis web untuk UKM, menggunakan model Waterfall dengan tahapan analisis kebutuhan, desain sistem, pengembangan, pengujian, dan pemeliharaan. Aplikasi ini membantu UKM mengotomatisasi manajemen stok, transaksi, katalog produk, dan akun pengguna. [Lihat sumber Disini - jurnalsyntaxadmiration.com]
-
Penerapan SDLC dalam pengembangan sistem informasi akademik berbasis web di institusi pendidikan. Hasilnya sistem memungkinkan pengelolaan data mahasiswa, dosen, nilai, kehadiran, serta kemudahan akses informasi yang lebih terstruktur dan efisien. [Lihat sumber Disini - jurnal.uts.ac.id]
-
Implementasi SDLC dalam pembuatan sistem informasi administrasi publik pada instansi pemerintahan/kecamatan, membantu meningkatkan efisiensi layanan publik, transparansi data, dan kemudahan akses bagi warga. [Lihat sumber Disini - ijiswiratama.org]
-
Penggunaan SDLC dalam sistem antrean pendaftaran pasien online di rumah sakit, dengan pendekatan SDLC, sistem dirancang agar sesuai kebutuhan rumah sakit, mengurangi antrian manual, dan meningkatkan pelayanan kepada pasien. [Lihat sumber Disini - jurnal.umsu.ac.id]
Kelebihan Penggunaan SDLC
Adapun beberapa kelebihan utama dari penerapan SDLC dalam pengembangan sistem:
-
Memberikan struktur dan alur kerja yang jelas, setiap fase terdefinisi dengan baik, sehingga memudahkan manajemen proyek dan kolaborasi tim.
-
Mengurangi risiko kegagalan, dengan analisis kebutuhan dan desain yang matang sebelum coding, potensi bug atau mismatch kebutuhan bisa diminimalisir.
-
Mempermudah perencanaan sumber daya, waktu, dan anggaran, karena setiap fase diestimasikan secara terpisah dan terjadwal.
-
Memastikan kualitas sistem, karena ada fase testing dan revisi sebelum deployment, sehingga hasil akhir lebih stabil dan sesuai kebutuhan.
-
Mendukung pemeliharaan dan modifikasi di masa depan, karena dokumentasi dan struktur sistem sudah jelas, memudahkan perbaikan, update, atau penambahan fitur baru.
-
Fleksibilitas dalam pemilihan model, tergantung karakteristik proyek (stabil, dinamis, besar, kecil), pengembang bisa memilih model yang paling sesuai (waterfall, prototype, agile, dsb).
Kesimpulan
SDLC adalah fondasi penting dalam pengembangan sistem dan perangkat lunak, menawarkan kerangka kerja terstruktur dari awal hingga pemeliharaan, membantu menjamin kualitas, stabilitas, dan kesesuaian sistem terhadap kebutuhan. Dengan memahami definisi, tujuan, fungsi, tahapan, model, serta praktik nyata penerapannya, pengembang dan organisasi bisa memilih pendekatan yang paling tepat untuk proyek mereka. Penerapan SDLC yang baik dapat mengurangi risiko kegagalan, mempercepat siklus pengembangan, dan menghasilkan sistem yang andal serta mudah dikembangkan di masa depan.