Terakhir diperbarui: 24 December 2025

Citation (APA Style):
Davacom. (2025, 24 December). Agitasi Pasien: Konsep, Karakteristik, dan Intervensi Keperawatan. SumberAjar. Retrieved 24 February 2026, from https://sumberajar.com/kamus/agitasi-pasien-konsep-karakteristik-dan-intervensi-keperawatan  

Kamu menggunakan Mendeley? Add entry manual di sini.

Agitasi Pasien: Konsep, Karakteristik, dan Intervensi Keperawatan - SumberAjar.com

Agitasi Pasien: Konsep, Karakteristik, dan Intervensi Keperawatan

Pendahuluan

Agitasi pada pasien merupakan fenomena klinis yang sering ditemui dalam berbagai setting layanan kesehatan, mulai dari ruang intensive care unit (ICU) hingga instalasi gawat darurat dan layanan psikiatri. Kondisi ini bukan sekadar perilaku pasien yang tampak gelisah, namun merupakan manifestasi kompleks dari ketidakseimbangan aktivitas motorik, emosional, dan kognitif yang dapat berdampak signifikan terhadap proses perawatan dan keselamatan pasien. Pasien yang mengalami agitasi menunjukkan peningkatan aktivitas psikomotor, ketidakmampuan berkooperasi, serta perilaku yang tidak sesuai dengan konteks klinisnya. Kondisi ini sering kali memicu risiko cedera baik pada pasien sendiri maupun pada tenaga kesehatan yang merawatnya jika tidak ditangani secara cepat dan tepat. Studi menunjukkan bahwa agitasi seringkali berhubungan dengan kondisi medis akut, delirium, nyeri, serta kecemasan yang intens, yang semuanya berkontribusi terhadap tantangan dalam memberikan asuhan keperawatan yang aman dan efektif. [Lihat sumber Disini - ncbi.nlm.nih.gov]


Definisi Agitasi Pasien

Definisi Agitasi Secara Umum

Secara umum, agitasi merujuk pada perilaku yang ditandai dengan adanya peningkatan aktivitas psikomotor yang tidak terarah, disertai ketidaktenangan emosional dan kesulitan dalam berkoordinasi dengan lingkungan klinisnya. Kondisi ini dapat muncul pada pasien dengan gangguan medis, psikiatri, ataupun pada pasien yang dalam fase kritis perawatan. Agitasi bukanlah istilah yang hanya menggambarkan gelisah ringan semata, namun sebuah kondisi perilaku yang mencerminkan respon tidak adaptif terhadap stres fisiologis maupun psikologis yang dialami pasien selama perawatan. [Lihat sumber Disini - ncbi.nlm.nih.gov]

Definisi Agitasi dalam KBBI

Menurut definisi dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), agitasi dapat diartikan sebagai kondisi ketidaktenangan atau kegelisahan yang berlebihan. Walaupun definisi dalam KBBI lebih umum dan tidak spesifik klinis, istilah ini tetap relevan karena mencerminkan kondisi perilaku pasien yang tidak stabil dan berpotensi mengganggu proses pelayanan kesehatan. (Catatan: lo bisa melampirkan link KBBI jika diperlukan melalui kbbi.web.id langsung sesuai kebutuhan publikasi di situs sumberajar, tidak tersedia langsung di hasil pencarian saat ini).

Definisi Agitasi Menurut Para Ahli

Beberapa ahli memberikan definisi klinis agitasi yang lebih spesifik terkait konteks perawatan kesehatan:

  1. Sharma et al. (2024) menyatakan bahwa agitasi merupakan himpunan perilaku kompleks yang tidak spesifik namun biasa terlihat dalam berbagai setting perawatan, ditandai dengan aktivitas motorik dan emosional yang berlebihan, serta dapat menimbulkan risiko keselamatan jika tidak diidentifikasi lebih awal. [Lihat sumber Disini - ncbi.nlm.nih.gov]

  2. Mulkey & O’Mara (2021) mendeskripsikan agitasi sebagai keadaan emosional yang ditandai oleh tingkat kegelisahan atau agitasi yang meningkat, dan sering merupakan gejala dari gangguan medis atau psikiatri yang mendasarinya. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]

  3. Freeman et al. (2022) menyatakan bahwa agitasi dapat berupa gangguan psikomotor yang disertai peningkatan aktivitas motorik dan pikiran yang tidak terorganisir. [Lihat sumber Disini - sciencedirect.com]

  4. Artikel Psychiatry Online (2022) mendefinisikan agitasi sebagai perilaku yang dapat diamati dan tidak sesuai dengan situasi klinis, yang terbentuk dari aktivitas verbal maupun motorik yang berlebihan. [Lihat sumber Disini - psychiatryonline.org]


Faktor Penyebab Agitasi pada Pasien

Agitasi pada pasien dapat disebabkan oleh berbagai faktor yang bersifat multifaktorial. Faktor-faktor ini dapat berasal dari kondisi medis akut pasien, pengaruh lingkungan klinis, hingga efek samping obat-obatan atau terapi yang diberikan.

1. Faktor Fisiologis dan Kondisi Medis

Beberapa kondisi medis mendasari pasien untuk menjadi gelisah atau mengalami agitasi, seperti delirium, hipoksia, nyeri akut, tekanan intrakranial yang meningkat, hingga efek obat sedatif atau analgesik yang tidak sesuai dosisnya. Pada pasien ICU, kondisi seperti nyeri intens serta penggunaan ventilator juga dilaporkan memperburuk gejala agitasi. [Lihat sumber Disini - journal.fk.unpad.ac.id]

2. Faktor Lingkungan Perawatan

Lingkungan rawat inap yang asing, suara bising, kurangnya orientasi ruang dan waktu, serta kurangnya interaksi yang memadai dengan perawat dapat memicu agitasi pada pasien, terutama pada pasien lansia atau mereka yang mengalami gangguan kognitif. [Lihat sumber Disini - journal.fk.unpad.ac.id]

3. Faktor Psikologis dan Stres Emosional

Pasien yang mengalami kecemasan berat, ketidakpastian atas diagnosis atau terapi, serta ketidakmampuan berkomunikasi secara efektif dengan tenaga kesehatan, cenderung menunjukkan perilaku agitasi sebagai ekspresi stres emosional. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]

4. Faktor Obat dan Interaksi Obat

Penggunaan obat-obatan tertentu, misalnya obat anestesi inhalasi atau sedatif pada dosis yang tidak tepat, dapat berkontribusi pada agitasi, terutama pada pasien pasca anestesi umum atau terapi intensif. [Lihat sumber Disini - publikasi.unitri.ac.id]


Karakteristik Klinis Agitasi

Pasien yang mengalami agitasi menunjukkan pola perilaku klinis tertentu yang dapat dikenali oleh tenaga kesehatan sebagai berikut:

1. Peningkatan Aktivitas Motorik yang Tidak Terarah

Pasien tampak gelisah, sering bangun dari tempat tidur tanpa tujuan jelas, menarik selang atau kateter, serta menunjukkan aktivitas motorik yang tidak terkontrol. [Lihat sumber Disini - publikasi.unitri.ac.id]

2. Ketidakmampuan Berkoordinasi dengan Tenaga Kesehatan

Pasien sulit diajak berkomunikasi, tidak kooperatif dengan intervensi medis atau perawatan, dan mungkin menunjukkan agresivitas verbal atau fisik ringan yang menantang keselamatan. [Lihat sumber Disini - ncbi.nlm.nih.gov]

3. Gangguan Emosional dan Kognitif

Kondisi agitasi tidak hanya berkaitan dengan motorik saja, tetapi juga manifestasi gangguan emosional seperti kecemasan, ketakutan, serta gangguan pemikiran yang membuat pasien tampak bingung atau tidak fokus. [Lihat sumber Disini - sciencedirect.com]

4. Fluktuasi Gejala dalam Setting Perawatan Intensif

Dalam beberapa kasus, perilaku agitasi dapat berubah-ubah dari waktu ke waktu, terutama jika dipengaruhi oleh faktor lingkungan atau terapi medis yang diterima pasien. [Lihat sumber Disini - ncbi.nlm.nih.gov]


Dampak Agitasi terhadap Keselamatan Pasien

Agitasi yang tidak ditangani secara tepat dapat menimbulkan berbagai dampak negatif bagi keselamatan pasien, di antaranya:

1. Risiko Cedera Fisik

Pasien yang gelisah mungkin mencabut selang, infus, atau alat medis lainnya, yang menimbulkan risiko cedera langsung maupun komplikasi medis. [Lihat sumber Disini - publikasi.unitri.ac.id]

2. Penurunan Kualitas Perawatan

Agitasi menghambat kelancaran prosedur klinis, komunikasi terapeutik, serta fokus pada penatalaksanaan penyakit yang mendasari kondisi pasien. [Lihat sumber Disini - ncbi.nlm.nih.gov]

3. Stres bagi Tenaga Kesehatan

Tenaga perawat dan dokter yang harus menghadapi pasien dengan agitasi secara terus-menerus juga beresiko mengalami kelelahan kerja, stres emosional, serta peningkatan risiko kesalahan medis. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]


Penilaian Keperawatan Tingkat Agitasi

Penilaian tingkat agitasi merupakan langkah penting dalam strategi keperawatan untuk menentukan intervensi yang sesuai.

1. Skala Richmond Agitation-Sedation Scale (RASS)

RASS merupakan salah satu instrumen klinis yang digunakan untuk menilai tingkat agitasi maupun sedasi pada pasien, terutama pada pasien rawat intensif. Skala ini membantu perawat menentukan apakah pasien terlalu agitasi atau perlu penyesuaian dosis sedatif. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]

2. Observasi Klinis Berbasis Asuhan Keperawatan

Penilaian subjektif oleh perawat seperti observasi perilaku motorik, kemampuan kooperasi, serta respon pasien terhadap intervensi awal digunakan bersama dengan skoring objektif. [Lihat sumber Disini - publikasi.unitri.ac.id]

3. Penilaian Delirium yang Terkait

Meski bukan alat untuk agitasi langsung, pengukuran delirium seperti Confusion Assessment Method (CAM) dapat membantu menentukan apakah agitasi pasien terkait dengan perubahan status kognitif global. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]


Intervensi Keperawatan pada Pasien Agitasi

Intervensi keperawatan pada pasien agitasi bertujuan mengendalikan gejala, menjamin keselamatan, serta memfasilitasi proses penyembuhan. Intervensi dibagi menjadi nonfarmakologis dan farmakologis sesuai kondisi klinis.

1. Intervensi Nonfarmakologis

Intervensi nonfarmakologis menjadi langkah awal penting sebelum mempertimbangkan tindakan obat, meliputi:

2. Intervensi Farmakologis

Dalam kondisi agitasi yang intens atau berbahaya, pendekatan farmakologis dapat dipertimbangkan, seperti pemberian sedatif atau antipsikotik yang aman di bawah supervisi medis. Penggunaan obat-obat ini dianggap sebagai bentuk chemical restraint ketika digunakan untuk mengendalikan perilaku yang mengancam keselamatan, namun harus digunakan setelah intervensi nonfarmakologis dan dalam kerangka protokol klinis yang tepat. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]

3. Kolaborasi Tim Perawatan

Kolaborasi antara perawat, dokter, psikolog, dan anggota tim kesehatan lainnya sangat penting untuk merencanakan penatalaksanaan holistik yang mempertimbangkan kebutuhan fisiologis dan psikososial pasien. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]


Kesimpulan

Agitasi pasien merupakan kondisi klinis kompleks yang mencerminkan peningkatan aktivitas motorik, emosional, dan kognitif yang tidak terkontrol. Definisi agitasi dalam konteks keperawatan mencakup perilaku yang mengganggu proses perawatan, yang dapat dipahami dari definisi umum hingga interpretasi para ahli klinis. Faktor penyebabnya bersifat multifaktorial, melibatkan aspek fisiologis, psikologis, lingkungan, dan efek obat. Karakteristik klinis agitasi mencakup perilaku motorik tidak terarah, kesulitan berkoordinasi, serta gangguan emosional yang mempengaruhi proses asuhan. Dampak agitasi pada keselamatan pasien cukup serius, termasuk risiko cedera fisik, penurunan kualitas perawatan, serta beban tambahan bagi tenaga kesehatan. Penilaian tingkat agitasi melalui skala objektif dan observasi klinis menjadi dasar untuk intervensi keperawatan. Strategi intervensi mencakup pendekatan nonfarmakologis, farmakologis, serta kolaborasi tim kesehatan untuk menjamin keselamatan pasien dan efektivitas pengobatan. Praktik keperawatan yang terintegrasi dan berbasis bukti sangat diperlukan untuk mengelola agitasi secara efektif dan aman dalam konteks pelayanan kesehatan modern.

Artikel ini ditulis dan disunting oleh tim redaksi SumberAjar.com berdasarkan referensi akademik Indonesia.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Agitasi pasien adalah kondisi klinis yang ditandai dengan peningkatan aktivitas psikomotor, kegelisahan emosional, dan perilaku tidak terarah yang muncul akibat gangguan fisiologis, psikologis, atau lingkungan selama proses perawatan.

Faktor penyebab agitasi pada pasien meliputi kondisi medis akut seperti delirium dan nyeri, gangguan psikologis, stres emosional, efek samping obat, serta faktor lingkungan seperti kebisingan dan perubahan lingkungan perawatan.

Karakteristik klinis agitasi meliputi peningkatan aktivitas motorik yang tidak terarah, ketidakmampuan berkooperasi, gangguan emosional, kecemasan berlebihan, serta perilaku yang berisiko terhadap keselamatan pasien.

Agitasi dapat meningkatkan risiko cedera fisik, pencabutan alat medis, gangguan terapi, serta membahayakan pasien dan tenaga kesehatan jika tidak ditangani secara tepat dan cepat.

Perawat berperan penting dalam melakukan penilaian tingkat agitasi, menciptakan lingkungan yang aman, menerapkan komunikasi terapeutik, serta melaksanakan intervensi nonfarmakologis dan kolaboratif sesuai kebutuhan klinis pasien.

⬇
Home
Kamus
Cite Halaman Ini
Geser dari kiri untuk membuka artikel Relevan.
Geser dari kanan untuk artikel terbaru.
Jangan tampilkan teks ini lagi
Artikel Relevan
Agitasi Pasien: Pengertian dan Intervensi Agitasi Pasien: Pengertian dan Intervensi Kepuasan Pasien terhadap Pelayanan Keperawatan: Konsep, Indikator Mutu Kepuasan Pasien terhadap Pelayanan Keperawatan: Konsep, Indikator Mutu Asuhan Keperawatan: Definisi, Tahapan, dan Contoh Asuhan Keperawatan: Definisi, Tahapan, dan Contoh Tingkat Kepuasan Pasien terhadap Pelayanan Keperawatan Tingkat Kepuasan Pasien terhadap Pelayanan Keperawatan Perubahan Pola Komunikasi Pasien Perubahan Pola Komunikasi Pasien Tingkat Ketergantungan Pasien: Konsep, Klasifikasi, dan Implikasi Perawatan Tingkat Ketergantungan Pasien: Konsep, Klasifikasi, dan Implikasi Perawatan Perilaku Caring dalam Keperawatan Perilaku Caring dalam Keperawatan Asuhan Keperawatan: Pengertian, Tahapan, dan Ruang Lingkup Praktik Asuhan Keperawatan: Pengertian, Tahapan, dan Ruang Lingkup Praktik Kesiapan Belajar Pasien: Indikator dan Penilaian Keperawatan Kesiapan Belajar Pasien: Indikator dan Penilaian Keperawatan Perubahan Pola Komunikasi Pasien: Konsep, Penyebab, dan Implikasi Perubahan Pola Komunikasi Pasien: Konsep, Penyebab, dan Implikasi Kepercayaan Pasien terhadap Tenaga Kesehatan: Konsep, Makna, dan Implikasi Kepercayaan Pasien terhadap Tenaga Kesehatan: Konsep, Makna, dan Implikasi Komunikasi Terapeutik Perawat Komunikasi Terapeutik Perawat Manajemen Waktu Perawatan Manajemen Waktu Perawatan Perilaku Caring Perawat: Makna dan Implikasi Pelayanan Perilaku Caring Perawat: Makna dan Implikasi Pelayanan Pendidikan Kesehatan Pasien: Konsep, Tujuan, dan Efektivitas Pendidikan Kesehatan Pasien: Konsep, Tujuan, dan Efektivitas Manajemen Fatigue Pasien: Konsep dan Intervensi Manajemen Fatigue Pasien: Konsep dan Intervensi Edukasi Pasien Berkelanjutan Edukasi Pasien Berkelanjutan Rasa Takut Pasien: Konsep, Faktor Psikologis, dan Pendekatan Rasa Takut Pasien: Konsep, Faktor Psikologis, dan Pendekatan Kualitas Tidur Pasien: Konsep dan Contoh Intervensi Kualitas Tidur Pasien: Konsep dan Contoh Intervensi Kebutuhan Spiritual Pasien Kebutuhan Spiritual Pasien
Artikel Terbaru
Memuat artikel terbaru…