
Analisis Diskriminan: Pengertian dan Penerapan
Pendahuluan
Dalam riset kuantitatif bidang ilmu sosial, ekonomi, pendidikan, maupun ilmu alam, sering ditemukan kebutuhan untuk mengklasifikasikan objek atau individu ke dalam kelompok-kelompok yang sudah ditentukan berdasarkan sejumlah variabel prediktor. Salah satu teknik statistik multivariat yang umum digunakan untuk keperluan klasifikasi tersebut ialah analisis diskriminan. Dengan teknik ini, peneliti dapat mengetahui variabel-mana yang paling membedakan antar kelompok, serta membangun fungsi klasifikasi yang mampu “menempatkan” objek baru ke dalam kelompok yang tepat. Memahami pengertian, asumsi, mekanisme, serta penerapan analisis diskriminan menjadi penting agar hasil penelitian valid, klasifikasi akurat, dan interpretasi tepat. Artikel ini akan menguraikan secara sistematis mulai dari definisi secara umum, menurut KBBI, menurut para ahli, kemudian membahas berbagai aspek dan penerapan analisis diskriminan hingga kesimpulan.
Definisi Analisis Diskriminan
Definisi Analisis Diskriminan Secara Umum
Secara umum, analisis diskriminan merupakan metode statistik untuk mengelompokkan atau mengklasifikasikan sejumlah objek atau pengamatan ke dalam beberapa kelompok yang telah ditentukan sebelumnya, berdasarkan skor dari satu atau lebih variabel prediktor. Sebagai contoh dalam sumber: “Analisis diskriminan adalah salah satu metode analisis multivariat yang dapat digunakan untuk mengetahui variabel mana yang membedakan suatu kelompok dengan kelompok lain” (UPI Repository). [Lihat sumber Disini - repository.upi.edu]
Metode ini termasuk ke dalam teknik dependensi (dependence method) dalam analisis multivariat, artinya terdapat variabel dependen (kategori/kelompok) dan satu atau lebih variabel independen (kuantitatif). [Lihat sumber Disini - researchgate.net]
Dengan demikian, apabila variabel dependen berskala kategorik (nominal atau ordinal) dan variabel independen berskala interval atau rasio, maka analisis diskriminan dapat diterapkan. [Lihat sumber Disini - repository.ub.ac.id]
Tujuan umumnya meliputi: menguji perbedaan antar kelompok, menentukan variabel pembeda, membentuk fungsi diskriminan, dan melakukan klasifikasi objek ke dalam kelompok yang tepat. [Lihat sumber Disini - repository.ub.ac.id]
Definisi Analisis Diskriminan Dalam KBBI
Saat ini, dalam KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) saya tidak menemukan entri khusus yang menyebut “analisis diskriminan” sebagai istilah statistik secara terpisah. Namun, kata “diskriminan” secara umum bisa dikaitkan dengan “diskriminasi” yang berarti pembedaan atau pemisahan. Untuk kejelasan terminologi dalam statistik, referensi ilmiah lebih cocok dipakai daripada KBBI.
Karena entri KBBI tidak spesifik untuk “analisis diskriminan”, kita gunakan penjelasan dari istilah dasar: “diskriminan” (bentuk kata dari diskriminasi) artinya pembedaan. Dengan demikian “analisis diskriminan” dalam konteks statistik secara konseptual bisa diartikan sebagai analisis yang melakukan pembedaan antar kelompok berdasarkan variabel-variabel yang ada.
Definisi Analisis Diskriminan Menurut Para Ahli
Berikut beberapa definisi dari para ahli guna memperkaya pemahaman:
- Johnson & Wichern (2002): Dalam interpretasi oleh peneliti Indonesia, disebut bahwa analisis diskriminan termasuk dalam metode multivariate dependence (multivariate dependence method). [Lihat sumber Disini - repository.ub.ac.id]
- Hair, Anderson, Tatham, Black (2010): Menurut sumber lokal, mereka menyebut bahwa analisis diskriminan adalah teknik dependensi di mana variabel respon berupa variabel kategorik sedangkan variabel prediktor berupa variabel numerik (interval/rasio). [Lihat sumber Disini - repository.ub.ac.id]
- Purwanto: “Analisis diskriminan digunakan untuk mengklasifikasikan objek ke dalam beberapa kelompok berdasarkan variabel independen. Model ini mirip regresi berganda dengan variabel dependen kategorik dan independen metrik.” [Lihat sumber Disini - id.scribd.com]
- Tatham, Hair, Anderson, Black (1998) / Susongko (tahun indikator): “Analisis diskriminan adalah analisis multivariat yang diterapkan untuk memodelkan hubungan antara satu variabel respon yang bersifat kategori dengan satu atau lebih variabel prediktor yang bersifat kuantitatif.” [Lihat sumber Disini - media.neliti.com]
Dari beberapa definisi di atas dapat digarisbawahi bahwa ciri khas analisis diskriminan adalah:
- Variabel dependen adalah kategori (dua atau lebih kelompok)
- Variabel independen berskala metrik (interval/rasio)
- Tujuan utama: membedakan kelompok dan/atau mengklasifikasi pengamatan baru.
Aspek-Aspek dan Tahapan Analisis Diskriminan
Dalam bagian ini akan dibahas beberapa hal penting terkait analisis diskriminan: asumsi, jenis, fungsi diskriminan, evaluasi model, serta langkah-penerapan dalam penelitian.
Asumsi Dasar Analisis Diskriminan
Agar hasil analisis diskriminan valid dan klasifikasi akurat, beberapa asumsi harus dipenuhi. Beberapa sumber lokal menyebutkan secara jelas.
- Data variabel independen harus berdistribusi normal multivariat. [Lihat sumber Disini - jurnal.unpad.ac.id]
- Matriks varian-kovarian antar grup harus homogen (untuk kasus analisis diskriminan linier), artinya varians dan kovarians variabel prediktor relatif sama antar kelompok. [Lihat sumber Disini - repository.unej.ac.id]
- Variabel prediktor tidak memiliki multikolinearitas tinggi antar variabel bebas (untuk menjaga kestabilan fungsi diskriminan). [Lihat sumber Disini - jurnal.unpad.ac.id]
Jika asumsi tersebut tidak terpenuhi, maka model yang digunakan bisa berubah: misalnya analisis diskriminan kuadratik jika matriks varian-kovarian antar grup berbeda. [Lihat sumber Disini - repository.unej.ac.id]
Jenis Analisis Diskriminan
Beberapa jenis umum dalam literatur:
- Analisis Diskriminan Dua Kelompok (Two-Group Discriminant Analysis), ketika variabel dependen hanya memiliki dua kategori. [Lihat sumber Disini - slideshare.net]
- Analisis Diskriminan Berganda / Multiple Discriminant Analysis (MDA), ketika variabel dependen memiliki lebih dari dua kategori. [Lihat sumber Disini - repository.unej.ac.id]
- Analisis Diskriminan Kuadratik, digunakan jika asumsi homogenitas varian-kovarian antar grup tidak terpenuhi. [Lihat sumber Disini - repository.unej.ac.id]
Penerapan dalam Penelitian: Contoh Indonesia
Beberapa penelitian di Indonesia sudah menggunakan analisis diskriminan sebagai teknik utama. Beberapa contoh:
- Penelitian “Analisis Diskriminan pada Indikator yang Memengaruhi Indeks Kerentanan Pangan Menurut Provinsi di Indonesia Tahun 2023” menyebutkan bahwa analisis diskriminan adalah salah satu teknik statistik yang digunakan untuk mengetahui hubungan antar variabel ketika variabel respon berupa data kualitatif dan variabel penjelas data kuantitatif. [Lihat sumber Disini - journal.arimsi.or.id]
- Penelitian “Penerapan Analisis Diskriminan untuk Klasifikasi Pengaruh Data Warisan Budaya Takbenda terhadap Banyaknya Wisatawan Domestik” oleh Annisafiya et al. (2023) menyebutkan: “Analisis diskriminan merupakan analisis multivariat yang dapat digunakan pada hubungan dependensi … variabel independen berupa data kuantitatif dan variabel dependen berupa data kualitatif.” [Lihat sumber Disini - jurnal.unpad.ac.id]
- Penelitian “Analisis Diskriminan dalam Penelitian Ekonomi” oleh Susongko menyebut bahwa analisis diskriminan diterapkan untuk memodelkan hubungan antara variabel respon kategori (non-metrik) dengan satu atau lebih variabel prediktor kuantitatif. [Lihat sumber Disini - media.neliti.com]
Dari contoh-contoh tersebut dapat dilihat bahwa penerapan analisis diskriminan mencakup bidang ekonomi, pariwisata, pangan, pendidikan, dan lainnya. Hal-hal yang umum dilakukan di antaranya: pengujian asumsi, pembentukan fungsi diskriminan, pengujian koefisien, dan klasifikasi objek.
Penerapan dan Manfaat Analisis Diskriminan
Manfaat Utama
Beberapa manfaat penting dari penerapan analisis diskriminan:
- Memungkinkan peneliti mengidentifikasi variabel-prediktor utama yang membedakan antar kelompok.
- Mendukung pengambilan keputusan atau kebijakan berdasarkan klasifikasi objek ke dalam kelompok yang tepat.
- Memberi hasil berupa fungsi diskriminan yang bisa digunakan untuk memprediksi atau mengklasifikasikan objek baru.
- Menyediakan evaluasi akurasi klasifikasi sehingga peneliti dapat menilai seberapa baik model dalam membedakan kelompok.
Contoh Penerapan Khusus
- Pengklasifikasian wilayah berdasarkan ketahanan pangan: Sebuah penelitian menggunakan analisis diskriminan untuk memprediksi wilayah-wilayah yang masuk kategori kerentanan pangan tinggi atau rendah berdasarkan beberapa indikator sosial-ekonomi. [Lihat sumber Disini - journal.uii.ac.id]
- Klasifikasi jumlah wisatawan domestik berdasarkan warisan budaya tak benda: Penelitian di atas (Annisafiya et al.) memanfaatkan lima kategori variabel warisan budaya tak benda sebagai prediktor untuk variabel dependen kategori “tinggi” atau “rendah” banyaknya wisatawan domestik. Hasil menunjukkan bahwa variabel seperti AIMRP, PKPMAS, dan TEL dominan mempengaruhi. [Lihat sumber Disini - jurnal.unpad.ac.id]
- Penentuan faktor pemilihan program studi di universitas: Dalam penelitian oleh Andriani dkk. (2011) di kampus Indonesia, analisis diskriminan digunakan untuk mengetahui faktor-faktor yang membedakan mahasiswa yang memilih Prodi Matematika di FMIPA vs FKIP. [Lihat sumber Disini - media.neliti.com]
Catatan Penting dalam Penerapan
- Penting untuk memastikan asal data internal valid dan asumsi terpenuhi (normalitas, homogenitas, multikolinearitas) agar fungsi diskriminan dapat diandalkan.
- Apabila asumsi normalitas atau homogenitas tidak terpenuhi, maka opsi metode lain seperti analisis diskriminan kuadratik atau metode nonparametrik perlu dipertimbangkan.
- Sebaiknya hasil klasifikasi ditampilkan dalam bentuk matriks kebingungan (confusion matrix) atau presentase akurasi/misklasifikasi agar pengguna model memahami seberapa baik fungsi diskriminan tersebut bekerja.
- Peneliti perlu berhati-hati dalam interpretasi koefisien fungsi diskriminan,koefisien bukan sekadar angka, tetapi menunjukkan kontribusi relatif prediktor dalam membedakan kelompok.
- Dalam laporan penelitian, jelas mencantumkan proses pengujian asumsi, jenis analisis diskriminan yang digunakan, dan bagaimana kelompok diklasifikasikan (priores, proporsi, dll).
Kesimpulan
Secara keseluruhan, analisis diskriminan adalah alat statistik yang sangat berguna untuk klasifikasi objek ke dalam kelompok yang telah ditetapkan, berdasarkan variabel-prediktor kuantitatif. Dengan definisi yang konsisten dari berbagai ahli, yaitu teknik multivariat dependensi dengan variabel dependen kategorik, maka pemahaman dan penerapan metode ini menjadi lebih jelas. Aspek-aspek seperti asumsi data, jenis analisis (dua kelompok vs berganda vs kuadratik), pembentukan fungsi diskriminan, hingga evaluasi klasifikasi merupakan rangkaian yang penting agar hasil penelitian sahih dan dapat diandalkan. Dalam praktik di Indonesia, banyak penelitian telah menerapkan analisis diskriminan di berbagai bidang, memberikan bukti bahwa metode ini layak dan aplikatif. Bagi peneliti yang hendak menggunakan analisis diskriminan, disarankan untuk memperhatikan serangkaian tahapan secara sistematis, memastikan asumsi terpenuhi, serta melaporkan hasil dengan jelas agar klasifikasi yang diperoleh benar-benar bermakna.