Terakhir diperbarui: 13 December 2025

Citation (APA Style):
Davacom. (2025, 13 December). Dampak Kekurangan Asam Folat pada Pertumbuhan Janin. SumberAjar. Retrieved 14 January 2026, from https://sumberajar.com/kamus/dampak-kekurangan-asam-folat-pada-pertumbuhan-janin  

Kamu menggunakan Mendeley? Add entry manual di sini.

Dampak Kekurangan Asam Folat pada Pertumbuhan Janin - SumberAjar.com

Dampak Kekurangan Asam Folat pada Pertumbuhan Janin

Pendahuluan

Pertumbuhan janin merupakan fase kritis dalam siklus kehidupan manusia yang sangat dipengaruhi oleh nutrisi yang diterima dari ibu hamil. Di antara berbagai zat gizi penting, asam folat atau vitamin B9 memiliki peran yang sangat krusial dalam memastikan perkembangan sel, jaringan, dan sistem saraf yang optimal pada janin. Ketika kebutuhan asam folat tidak terpenuhi, risiko gangguan pertumbuhan dan malformasi janin meningkat secara signifikan. Artikel ini akan membahas secara komprehensif mengenai definisi asam folat, peranannya dalam perkembangan janin, risiko akibat kekurangannya, faktor-faktor yang mempengaruhi asupan ibu hamil, dampak jangka panjang dari defisiensi, serta peran suplementasi dan edukasi dalam pencegahannya. [Lihat sumber Disini - id.wikipedia.org]


Definisi Dampak Kekurangan Asam Folat pada Pertumbuhan Janin

Definisi Dampak Kekurangan Asam Folat pada Pertumbuhan Janin Secara Umum

Kekurangan asam folat pada ibu hamil mengacu pada kondisi di mana konsentrasi asam folat (vitamin B9) dalam tubuh kurang dari tingkat yang dibutuhkan untuk fungsi fisiologis normal, terutama dalam mendukung pembelahan sel, sintesis DNA, dan pertumbuhan jaringan janin. Asam folat adalah nutrisi larut air yang berperan sebagai kofaktor dalam reaksi metabolisme penting yang berkaitan dengan produksi sel baru dan pemeliharaan struktur genetik. Bila asupan ini tidak mencukupi, janin tidak dapat berkembang dengan optimal, yang dapat menyebabkan berbagai gangguan mulai dari kelainan struktural hingga hambatan tumbuh kembang. [Lihat sumber Disini - ncbi.nlm.nih.gov]

Definisi Dampak Kekurangan Asam Folat pada Pertumbuhan Janin dalam KBBI

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), asam folat adalah bagian dari vitamin B kompleks yang berfungsi membawa unit karbon dalam berbagai reaksi metabolik dalam tubuh, ditemukan secara alami dalam makanan seperti sayuran hijau, hati, dan buah-buahan. Definisi ini menekankan bahwa asam folat adalah komponen penting dalam proses metabolisme dan sintesis sel yang tidak bisa diabaikan, terutama selama periode kehamilan saat kebutuhan tubuh sangat meningkat. [Lihat sumber Disini - detik.com]

Definisi Dampak Kekurangan Asam Folat pada Pertumbuhan Janin Menurut Para Ahli

Beberapa ahli telah menjelaskan dampak defisiensi asam folat dengan perspektif ilmiah yang lebih mendalam:

  1. KM Khan et al. (2023) menjelaskan bahwa defisiensi folat adalah kondisi rendahnya kadar folat dalam plasma atau sel darah merah yang berdampak langsung terhadap sintesis DNA dan pembentukan sel darah merah, yang merupakan dasar dari perkembangan jaringan janin. [Lihat sumber Disini - ncbi.nlm.nih.gov]

  2. M Dey (2024) menyatakan bahwa rendahnya level asam folat pada ibu hamil dikaitkan dengan peningkatan risiko hasil kehamilan yang kurang baik, termasuk komplikasi pada janin yang berkembang. [Lihat sumber Disini - journals.lww.com]

  3. CDC (2025) menegaskan bahwa asam folat penting terutama di awal masa kehamilan untuk membantu perkembangan tabung saraf janin yang membentuk otak dan sumsum tulang belakang, sehingga kekurangannya dapat menyebabkan cacat serius. [Lihat sumber Disini - cdc.gov]

  4. F Loperfido et al. (2025) memaparkan bahwa defisiensi folat sejak sebelum dan selama trimester pertama sangat berkontribusi terhadap kecacatan tabung saraf yang dapat terjadi pada sejumlah besar kehamilan. [Lihat sumber Disini - link.springer.com]


Peran Asam Folat dalam Perkembangan Janin

Asam folat memiliki beberapa fungsi biologis penting yang mendasari perannya dalam perkembangan janin:

  1. Sintesis DNA dan Pembelahan Sel

    Asam folat merupakan kofaktor penting dalam pembentukan purin dan pirimidin, yang merupakan blok pembangun DNA. Proses ini sangat penting terutama selama kehamilan karena sel-sel janin mengalami pembelahan yang sangat cepat untuk mendukung pertumbuhan dan organogenesis. Kekurangan folat dapat menghambat proses ini sehingga perkembangan jaringan dan organ janin menjadi terhambat. [Lihat sumber Disini - ncbi.nlm.nih.gov]

  2. Pembentukan Sistem Saraf

    Selama empat minggu pertama kehamilan, tabung saraf mulai terbentuk dan nantinya akan berkembang menjadi otak dan sumsum tulang belakang. Asam folat membantu dalam proses penutupan tabung saraf ini. Jika kadar folat rendah pada periode kritis ini, risiko terjadinya cacat tabung saraf (Neural Tube Defects) meningkat tajam. [Lihat sumber Disini - cdc.gov]

  3. Pembentukan Sel Darah Merah

    Asam folat juga berperan dalam produksi sel darah merah yang efisien. Kadar folat yang cukup membantu mencegah anemia megaloblastik pada ibu hamil, yang jika terjadi dapat memengaruhi suplai oksigen ke janin dan berdampak pada tumbuh kembangnya. [Lihat sumber Disini - ncbi.nlm.nih.gov]

  4. Metilasi dan Ekspresi Gen

    Folat terlibat dalam siklus satu-karbon yang terkait dengan metilasi DNA, sebuah mekanisme pengatur ekspresi gen yang esensial bagi perkembangan embrio secara normal. Ketidakseimbangan dalam proses ini dapat memengaruhi fungsi gen tertentu selama pertumbuhan janin. [Lihat sumber Disini - journal.stikespemkabjombang.ac.id]

Asupan folat yang memadai sangat penting terutama sebelum kehamilan dan selama trimester awal karena masa ini merupakan periode kritis penutupan tabung saraf dan pembentukan struktur dasar organ janin. [Lihat sumber Disini - cdc.gov]


Risiko Kelainan Tabung Saraf akibat Kekurangan Folat

Salah satu risiko utama dari kekurangan folat pada ibu hamil adalah kelainan tabung saraf (Neural Tube Defects / NTDs), termasuk spina bifida dan anensefali, yang terjadi ketika tabung saraf gagal menutup sempurna dalam 28 hari pertama setelah pembuahan. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]

  1. Spina Bifida

    Spina bifida adalah kondisi di mana tulang belakang janin tidak sepenuhnya menutup, menyebabkan bagian sumsum tulang belakang terekspos dan berisiko mengalami kerusakan saraf. Kondisi ini dapat menyebabkan cacat fungsional seumur hidup, termasuk gangguan mobilitas dan masalah neurologis. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]

  2. Anensefali

    Anensefali adalah kondisi di mana sebagian besar otak dan tengkorak tidak berkembang. Kondisi ini biasanya tidak kompatibel dengan kehidupan dan sering menyebabkan kematian prenatal atau saat lahir. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]

  3. Kelainan Struktur Lainnya

    Selain NTD, kekurangan asam folat juga dikaitkan dengan cacat jantung bawaan, bibir sumbing, hambatan pertumbuhan janin, dan berat badan lahir rendah (BBLR). [Lihat sumber Disini - semnas.biologi.fmipa.unp.ac.id]

Risiko ini menunjukkan bahwa kekurangan folat tidak hanya berdampak pada tabung saraf saja tetapi juga terhadap struktur tubuh dan organ penting lainnya pada janin. Suplementasi folat dapat menurunkan risiko NTD hingga sekitar 70% ketika diberikan sebelum dan di awal kehamilan. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]


Faktor yang Mempengaruhi Asupan Folat Ibu Hamil

Beberapa faktor dapat memengaruhi apakah ibu hamil mendapatkan asupan folat yang cukup:

  1. Kebiasaan Diet

    Konsumsi makanan rendah folat seperti kurangnya sayuran hijau, buah-buahan, dan kacang-kacangan dapat menyebabkan defisiensi karena kebutuhan folat meningkat selama kehamilan. [Lihat sumber Disini - aido.id]

  2. Pengetahuan dan Edukasi

    Wanita yang tidak sadar akan pentingnya folat atau tidak menerima edukasi yang memadai dari tenaga kesehatan berisiko tidak memenuhi asupan folat harian yang direkomendasikan. [Lihat sumber Disini - journal.stikespemkabjombang.ac.id]

  3. Kebiasaan Suplementasi

    Kepatuhan dalam mengonsumsi suplemen asam folat sebelum dan selama kehamilan sangat menentukan status folat tubuh; keterlambatan atau ketidakteraturan dapat berkontribusi pada defisiensi. [Lihat sumber Disini - journal.stikespemkabjombang.ac.id]

  4. Kesehatan Pencernaan dan Absorpsi

    Kondisi medis tertentu yang mempengaruhi penyerapan nutrisi, seperti gangguan pencernaan atau penyakit inflamasi, dapat mengurangi penyerapan folat dari makanan dan suplemen. [Lihat sumber Disini - eatingwell.com]

  5. Kebiasaan Obat dan Interaksi Nutrisi

    Beberapa obat atau kondisi medis tertentu dapat mengganggu metabolisme folat, menyebabkan kebutuhan menjadi lebih tinggi. [Lihat sumber Disini - journal.stikespemkabjombang.ac.id]

Dengan memahami faktor-faktor ini, ibu hamil dapat melakukan langkah preventif untuk memastikan asupan folat yang adekuat demi kesehatan janin. [Lihat sumber Disini - ejurnalmalahayati.ac.id]


Dampak Jangka Panjang Kekurangan Folat

Kekurangan folat tidak hanya berdampak pada masa kehamilan dan periode neonatal, tetapi juga memiliki potensi efek jangka panjang:

  1. Gangguan Neurologis pada Anak

    Perkembangan otak yang terganggu akibat kekurangan folat bisa mempengaruhi kemampuan kognitif dan fungsi neurologis anak di kemudian hari, termasuk potensi masalah belajar atau perkembangan saraf. [Lihat sumber Disini - clinicalnutritionjournal.com]

  2. Hambatan Tumbuh Kembang

    Janin yang mengalami hambatan pertumbuhan karena kekurangan asam folat dapat lahir dengan berat badan rendah atau memiliki risiko gangguan metabolik setelah lahir. [Lihat sumber Disini - semnas.biologi.fmipa.unp.ac.id]

  3. Risiko Kesehatan Kronis

    Kondisi awal seperti kelainan bawaan atau gangguan perkembangan dapat meningkatkan beban kesehatan jangka panjang anak, termasuk risiko cacat permanen, kecacatan fisik, serta kebutuhan medis jangka panjang. [Lihat sumber Disini - semnas.biologi.fmipa.unp.ac.id]

  4. Efek pada Ibu

    Kekurangan folat juga dapat menyebabkan anemia kronis pada ibu, yang dapat berdampak pada kesehatan jantung dan kekuatan fisik ibu setelah kehamilan. [Lihat sumber Disini - ncbi.nlm.nih.gov]

Efek-efek ini mencerminkan bahwa status folat yang buruk dapat meninggalkan jejak klinis yang luas baik bagi ibu maupun anaknya setelah masa kehamilan berakhir. [Lihat sumber Disini - clinicalnutritionjournal.com]


Peran Suplementasi dan Edukasi Ibu Hamil

Suplementasi dan edukasi merupakan dua strategi utama untuk mencegah defisiensi asam folat pada ibu hamil:

  1. Suplementasi Asam Folat

    Rekomendasi umum adalah asupan 400 mcg asam folat per hari bagi wanita yang merencanakan kehamilan dan selama awal kehamilan, karena ini telah terbukti signifikan menurunkan risiko NTD dan cacat lahir lainnya. [Lihat sumber Disini - cdc.gov]

  2. Edukasi Nutrisi oleh Tenaga Kesehatan

    Edukasi oleh tenaga kesehatan kepada calon ibu dan ibu hamil mengenai sumber makanan kaya folat serta pentingnya suplemen dapat meningkatkan kepatuhan dan asupan yang cukup. [Lihat sumber Disini - journal.stikespemkabjombang.ac.id]

  3. Intervensi Program Kesehatan Masyarakat

    Program kesehatan seperti fortifikasi makanan dengan folat dapat membantu mencapai asupan yang cukup di tingkat populasi, terutama di daerah dengan prevalensi defisiensi tinggi. [Lihat sumber Disini - mdpi.com]

  4. Konseling Gizi Individu

    Memberikan konseling gizi yang dipersonalisasi membantu ibu memahami kebutuhan nutrisi mereka sendiri serta strategi untuk memenuhi kebutuhan tersebut melalui diet dan suplemen. [Lihat sumber Disini - ejurnalmalahayati.ac.id]

Suplementasi dan edukasi yang tepat berperan besar dalam mencegah dampak buruk kekurangan folat pada janin dan membantu memperbaiki hasil kehamilan secara keseluruhan. [Lihat sumber Disini - cdc.gov]


Kesimpulan

Kekurangan asam folat pada ibu hamil merupakan masalah gizi yang berpotensi menyebabkan beragam dampak negatif pada pertumbuhan dan perkembangan janin, termasuk kelainan tabung saraf, hambatan pertumbuhan, dan cacat bawaan lainnya. Asam folat memiliki peran sentral dalam sintesis DNA, pembentukan sel, dan perkembangan sistem saraf, sehingga asupan yang memadai sangat penting terutama sebelum dan selama trimester awal kehamilan. Faktor-faktor seperti diet, edukasi, dan kebiasaan suplementasi sangat memengaruhi status folat ibu hamil. Kekurangan folat juga berdampak jangka panjang bagi anak, termasuk gangguan neurologis dan risiko kesehatan kronis. Suplementasi rutin, edukasi gizi, dan langkah pencegahan di tingkat masyarakat dapat secara signifikan menurunkan risiko defisiensi ini dan mendukung pertumbuhan optimal janin. Pemahaman dan tindakan preventif terhadap defisiensi asam folat adalah kunci untuk kesehatan ibu dan generasi masa depan yang lebih baik. [Lihat sumber Disini - cdc.gov]

Artikel ini ditulis dan disunting oleh tim redaksi SumberAjar.com berdasarkan referensi akademik Indonesia.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Kekurangan asam folat dapat menyebabkan gangguan pembentukan DNA, pertumbuhan sel, serta meningkatkan risiko kelainan tabung saraf seperti spina bifida dan anensefali. Kondisi ini dapat berdampak jangka panjang pada perkembangan fisik dan neurologis anak.

Asam folat berperan penting dalam pembentukan sel darah merah, sintesis DNA, serta proses penutupan tabung saraf pada janin. Kekurangan nutrisi ini dapat meningkatkan risiko cacat lahir dan hambatan pertumbuhan janin.

Asupan asam folat sebaiknya dimulai sejak sebelum kehamilan, minimal satu bulan sebelum konsepsi, dan dilanjutkan selama trimester pertama. Hal ini penting untuk mendukung proses awal pembentukan sistem saraf janin.

Faktor yang mempengaruhi kekurangan folat antara lain pola makan rendah folat, kurangnya edukasi nutrisi, gangguan penyerapan, penggunaan obat tertentu, serta ketidakpatuhan mengonsumsi suplemen.

Ya, suplementasi asam folat terbukti dapat mengurangi risiko kelainan tabung saraf hingga 70% jika dikonsumsi pada waktu yang tepat. Suplementasi juga membantu mendukung perkembangan janin secara optimal.

⬇
Home
Kamus
Cite Halaman Ini
Geser dari kiri untuk membuka artikel Relevan.
Geser dari kanan untuk artikel terbaru.
Jangan tampilkan teks ini lagi
Artikel Relevan
Pengetahuan Ibu tentang Tanda Persalinan Sungsang Pengetahuan Ibu tentang Tanda Persalinan Sungsang Anemia Ibu Hamil: Konsep, Faktor Gizi, dan Pencegahan Anemia Ibu Hamil: Konsep, Faktor Gizi, dan Pencegahan Pengetahuan Gizi Ibu Hamil Pengetahuan Gizi Ibu Hamil Pola Makan Selama Kehamilan Pola Makan Selama Kehamilan Evaluasi Konsumsi Suplemen oleh Ibu Hamil Evaluasi Konsumsi Suplemen oleh Ibu Hamil Hubungan Status Gizi Ibu Hamil dengan Ukuran Lingkar Kepala Bayi Hubungan Status Gizi Ibu Hamil dengan Ukuran Lingkar Kepala Bayi Pengetahuan Ibu tentang Nutrisi Trimester Ketiga Pengetahuan Ibu tentang Nutrisi Trimester Ketiga Ketuban Mekonium: Konsep, Risiko Persalinan, dan Kesiapsiagaan Ketuban Mekonium: Konsep, Risiko Persalinan, dan Kesiapsiagaan Faktor yang Mempengaruhi Ketuban Mekonium Faktor yang Mempengaruhi Ketuban Mekonium Anemia Gizi: Konsep, Implikasi Kesehatan, dan Pengendalian Anemia Gizi: Konsep, Implikasi Kesehatan, dan Pengendalian Hubungan Anemia dengan Kejadian Berat Badan Lahir Rendah Hubungan Anemia dengan Kejadian Berat Badan Lahir Rendah Persepsi Ibu Hamil terhadap Pemeriksaan USG Persepsi Ibu Hamil terhadap Pemeriksaan USG Pola Makan Ibu Hamil: Konsep, Prinsip Gizi, dan Dampaknya Pola Makan Ibu Hamil: Konsep, Prinsip Gizi, dan Dampaknya Dampak Rokok Pasif terhadap Kesehatan Ibu Hamil Dampak Rokok Pasif terhadap Kesehatan Ibu Hamil Hubungan Stres Kehamilan dengan Pola Makan Ibu Hamil Hubungan Stres Kehamilan dengan Pola Makan Ibu Hamil Ketuban Pecah Dini: Konsep, Faktor Risiko, dan Pencegahan Ketuban Pecah Dini: Konsep, Faktor Risiko, dan Pencegahan Peran Bidan dalam Meningkatkan Kepatuhan Ibu Mengikuti ANC Peran Bidan dalam Meningkatkan Kepatuhan Ibu Mengikuti ANC Pengetahuan Ibu tentang Risiko Persalinan Lama Pengetahuan Ibu tentang Risiko Persalinan Lama Perilaku Ibu dalam Pencegahan Stunting Sejak Kehamilan Perilaku Ibu dalam Pencegahan Stunting Sejak Kehamilan Keaktifan Ibu Mengikuti ANC Keaktifan Ibu Mengikuti ANC
Artikel Terbaru
Memuat artikel terbaru…