Terakhir diperbarui: 10 December 2025

Citation (APA Style):
Davacom. (2025, 10 December). Pengetahuan Ibu tentang Tanda Persalinan Sungsang. SumberAjar. Retrieved 14 January 2026, from https://sumberajar.com/kamus/pengetahuan-ibu-tentang-tanda-persalinan-sungsang  

Kamu menggunakan Mendeley? Add entry manual di sini.

Pengetahuan Ibu tentang Tanda Persalinan Sungsang - SumberAjar.com

Pengetahuan Ibu tentang Tanda Persalinan Sungsang

Pendahuluan

Persalinan merupakan fase krusial dalam kehidupan seorang ibu dan bayi. Agar proses persalinan berlangsung aman, pengetahuan ibu mengenai posisi janin, khususnya posisi normal maupun posisi malpresentasi seperti sungsang, sangat penting. Posisi janin yang tidak normal dapat meningkatkan risiko komplikasi persalinan baik bagi ibu maupun bayi. Oleh karena itu, edukasi dan deteksi dini terhadap kondisi seperti presentasi sungsang menjadi bagian penting dalam asuhan kehamilan. Artikel ini membahas pengetahuan ibu tentang tanda-tanda persalinan sungsang, faktor risiko, deteksi, pilihan penanganan, serta dampak pengetahuan terhadap kesiapan dan keputusan ibu.


Definisi Persalinan Sungsang

Definisi Persalinan Sungsang Secara Umum

Persalinan sungsang, atau kehamilan dengan letak sungsang, merujuk pada kondisi janin di dalam rahim di mana bagian bokong atau kaki berada di bawah (mendekati jalan lahir), sedangkan kepala janin berada di bagian atas uterus menjelang persalinan. [Lihat sumber Disini - rumah-jurnal.com]

Definisi Persalinan Sungsang dalam KBBI

Menurut kamus resmi KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), istilah “sungsang” merujuk pada posisi tubuh janin atau bayi yang terbalik atau tidak sesuai posisi normal saat akan lahir, yaitu bukan dengan kepala lebih dulu. Kendati demikian, definisi operasional dalam praktik kebidanan lebih spesifik terkait letak janin dalam rahim.

Definisi Persalinan Sungsang Menurut Para Ahli

Beberapa definisi menurut peneliti dan praktisi kebidanan/kedokteran:

Dengan demikian, secara umum posisi sungsang, di mana bokong atau kaki janin di bawah, diakui oleh literatur kedokteran dan kebidanan sebagai bentuk malpresentasi janin yang memerlukan perhatian khusus.


Jenis-Jenis Presentasi Sungsang

Dalam kehamilan dengan letak sungsang, terdapat beberapa varian presentasi, di antaranya:

Jenis presentasi ini penting untuk dikenali karena akan mempengaruhi keputusan penanganan persalinan, apakah bisa dilakukan pervaginam atau lebih aman melalui operasi sesar. [Lihat sumber Disini - alomedika.com]


Penyebab dan Faktor Risiko Bayi Sungsang

Beberapa penyebab dan faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian letak sungsang menurut penelitian dan literatur kebidanan:

Sebuah penelitian terbaru (2025) menganalisis faktor risiko pada ibu hamil trimester III dan menyimpulkan bahwa usia ibu, paritas, hidramnion (cairan ketuban berlebih/kurang), tinggi badan ibu, serta plasenta previa memiliki hubungan dengan kejadian letak sungsang. [Lihat sumber Disini - ejurnalmalahayati.ac.id]

Dengan demikian, banyak faktor, baik dari kondisi ibu, janin, maupun lingkungan rahim, yang berperan dalam terjadinya presentasi sungsang. Oleh karena itu penting bagi ibu hamil untuk memahami faktor-faktor risiko ini.


Tanda-Tanda Persalinan Sungsang yang Harus Diketahui

Mengingat posisi sungsang terjadi sebelum persalinan, ada beberapa tanda atau indikasi yang bisa dideteksi oleh bidan atau tenaga kesehatan, dan idealnya diinformasikan kepada ibu secara dini. Tanda-tanda tersebut antara lain:

  • Saat pemeriksaan palpasi (perabaan abdomen), bagian fundus terasa bulat dan keras (kepala janin), sedangkan bagian bawah rahim terasa lembut dan tidak melenting (bokong/kaki). [Lihat sumber Disini - ejournal.annurpurwodadi.ac.id]

  • Janin terasa lebih mudah bergerak, terutama pergerakan anggota badan bawah (kaki) mendekati panggul ketika ibu hamil memasuki trimester akhir, walaupun ini bukan tanda yang selalu konsisten. (dari literatur umum malpresentasi)

  • Keluhan atau kekhawatiran dari ibu atau tenaga kesehatan jika posisi janin tidak kembali ke kepala ke bawah menjelang waktu persalinan (setelah usia kehamilan 34 minggu), terutama jika sebelumnya sudah dicatat sungsang. Hal ini penting karena sebagian janin bisa “berubah posisi” menjadi presentasi kepala sebelum lahir. [Lihat sumber Disini - jurnal.polkesban.ac.id]

Deteksi dini terhadap kemungkinan sungsang bisa membantu perencanaan persalinan yang aman, seperti menentukan apakah perlu versi, persalinan sesar, atau persalinan normal dengan persiapan khusus. [Lihat sumber Disini - alomedika.com]


Peran Pemeriksaan Kehamilan dalam Deteksi Sungsang

Pemeriksaan antenatal secara rutin oleh tenaga kesehatan/bidan memainkan peran penting dalam mendeteksi letak janin dan mengidentifikasi risiko sungsang sejak dini. Beberapa poin peran pemeriksaan kehamilan:

  • Dengan pemeriksaan fisik (palpasi abdomen) secara berkala, tenaga kesehatan dapat mendeteksi posisi janin, apakah kepala berada di fundus ataukah bokong/kaki di bawah. [Lihat sumber Disini - ejournal.annurpurwodadi.ac.id]

  • Pemeriksaan USG (ultrasonografi) pada usia kehamilan tertentu juga membantu memastikan presentasi janin. Hal ini penting terutama bila ada faktor risiko sungsang (seperti kehamilan kembar, bentuk rahim tidak normal, jumlah cairan ketuban abnormal). (Banyak praktik kebidanan mengandalkan USG sebagai penentu posisi janin)

  • Deteksi dini memungkinkan perencanaan penanganan, misalnya melakukan versi sefalik eksternal, memantau letak hingga dekat persalinan, atau merencanakan persalinan sesar, agar meminimalkan risiko komplikasi bagi ibu dan bayi. [Lihat sumber Disini - rumah-jurnal.com]

  • Pemeriksaan rutin juga memungkinkan edukasi kepada ibu tentang kondisi janin dan potensi risiko, sehingga ibu lebih siap dalam pengambilan keputusan persalinan. Banyak program antenatal care menekankan pentingnya deteksi letak janin untuk menurunkan angka kematian ibu dan bayi. [Lihat sumber Disini - jurnal.stikespamenang.ac.id]

Dengan demikian, kehadiran ibu pada pemeriksaan kehamilan rutin sangat krusial dalam mendeteksi presentasi sungsang, terutama menjelang trimester akhir kehamilan.


Pengetahuan Ibu tentang Pilihan Penanganan

Saat letak sungsang terdeteksi, terdapat beberapa pilihan penanganan yang umumnya disampaikan tenaga kesehatan kepada ibu, dan tingkat pemahaman ibu terhadap pilihan ini sangat mempengaruhi keputusan persalinan. Pilihan tersebut meliputi:

  • Versi Sefalik Eksternal (External Cephalic Version / ECV), prosedur untuk memutar posisi janin dari sungsang menjadi kepala ke bawah menjelang persalinan, jika kondisi memungkinkan. [Lihat sumber Disini - rumah-jurnal.com]

  • Persalinan pervaginam, dalam kasus sungsang ringan atau presentasi bokong sempurna dengan persiapan khusus, namun ini memiliki risiko komplikasi bagi ibu dan bayi. [Lihat sumber Disini - rumah-jurnal.com]

  • Operasi sesar (Sectio Caesarea / SC), pilihan yang lebih aman dalam banyak kasus sungsang, terutama jika ada faktor risiko (presentasi kaki, plasenta previa, hipoksia janin, dsb). [Lihat sumber Disini - rumah-jurnal.com]

  • Metode konservatif/non-medis sebagai upaya mengubah posisi janin, beberapa penelitian dan praktik kebidanan merekomendasikan posisi ibu seperti kneechest, prenatal yoga, gym ball, atau akupresur untuk membantu janin berubah posisi. [Lihat sumber Disini - journal.stikesborneocendekiamedika.ac.id]

Tingkat pengetahuan ibu terhadap pilihan-pilihan ini sangat menentukan kesiapan dan keputusan saat persalinan. Sebuah program edukasi di RS Bhayangkara Palembang menunjukkan bahwa setelah penyuluhan, pengetahuan ibu tentang kelainan letak janin meningkat signifikan, dari hanya 38, 9% “baik” sebelum edukasi menjadi 77, 8% setelah edukasi. [Lihat sumber Disini - jurnal.stikespamenang.ac.id]


Pengaruh Informasi terhadap Kesiapan Ibu

Informasi yang baik dan tepat waktu mengenai posisi janin, risiko, serta pilihan penanganan ternyata berpengaruh besar terhadap kesiapan ibu menghadapi persalinan. Beberapa hal yang menjadi dampak positif dari peningkatan pengetahuan ibu:

  • Ibu menjadi lebih sadar akan potensi komplikasi dan pentingnya pemeriksaan rutin, sehingga lebih rajin menjalani antenatal care. (Menurut penelitian intervensi edukasi kelainan letak janin) [Lihat sumber Disini - jurnal.stikespamenang.ac.id]

  • Ibu bisa terlibat aktif dalam keputusan persalinan: apakah memilih versi, menunggu spontan, atau merencanakan sesar, dengan pemahaman risiko dan manfaat dari tiap opsi.

  • Mengurangi kecemasan dan ketakutan yang tidak perlu, dengan penjelasan yang jelas tentang kondisi sungsang, tindakan yang tersedia, serta kemungkinan hasilnya.

  • Meningkatkan kemungkinan hasil persalinan yang aman bagi ibu dan bayi, karena penanganan sudah dipersiapkan sejak dini (tim medis + ibu siap).

Edukasi dan komunikasi antara tenaga kesehatan (bidan/dokter) dan ibu hamil menjadi kunci agar pengetahuan ini tersampaikan dengan baik.


Risiko Persalinan Normal pada Presentasi Sungsang

Meskipun persalinan normal (pervaginam) bisa menjadi opsi dalam beberapa kasus presentasi sungsang, ada sejumlah risiko serius yang harus diperhitungkan:

Oleh karena itu, keputusan untuk persalinan normal perlu dipertimbangkan matang, dengan melibatkan tenaga kesehatan, evaluasi kondisi ibu-janin, dan kesiapan medis.


Peran Edukasi Bidan dalam Memberikan Informasi

Tenaga kesehatan, khususnya bidan, memiliki peran sentral dalam menyampaikan informasi kepada ibu hamil tentang letak janin, risiko sungsang, serta pilihan penanganan. Peran ini meliputi:

  • Memberikan penyuluhan dan edukasi kelainan letak janin sejak awal kehamilan, terutama bagi ibu dengan faktor risiko. Hal ini terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan ibu. [Lihat sumber Disini - jurnal.stikespamenang.ac.id]

  • Melakukan pemeriksaan antenatal rutin dan komunikasi terbuka, sehingga posisi janin dapat dipantau secara berkala dan ibu mendapat penjelasan setiap perubahan.

  • Menjelaskan risiko dan manfaat dari berbagai opsi penanganan (versi, persalinan normal, sesar), serta tuntutan medis dan persiapan yang diperlukan untuk tiap opsi.

  • Mendampingi ibu dalam pengambilan keputusan persalinan berdasarkan kondisi riil dan keinginan ibu, agar hasil persalinan sekaligus keselamatan ibu-bayi bisa dioptimalkan.

Perhatian dan komunikasi proaktif dari bidan dapat membantu ibu merasa lebih siap, tenang, dan informatif dalam menghadapi persalinan.


Hambatan Ibu dalam Memahami Informasi Sungsang

Meskipun edukasi disediakan, ada beberapa hambatan yang kerap dialami ibu dalam memahami informasi tentang sungsang:

  • Tingkat pendidikan dan literasi kesehatan rendah, ibu dengan pendidikan terbatas mungkin kesulitan memahami istilah medis atau konsep posisi janin. Beberapa literatur menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan ibu sebelum edukasi rendah. [Lihat sumber Disini - jurnal.stikespamenang.ac.id]

  • Kurangnya akses ke layanan prenatal / antenatal care rutin, sehingga tidak terdeteksi dini posisi janin, atau ibu tidak mendapat penjelasan memadai.

  • Keterbatasan komunikasi / edukasi dari tenaga kesehatan, jika penyuluhan hanya bersifat singkat atau tidak sistematis, informasi penting bisa terlewat atau tidak dipahami ibu sepenuhnya.

  • Ketakutan dan miskonsepsi, rasa takut melahirkan lewat SC, atau kekhawatiran bahaya persalinan normal bisa membuat ibu ragu atau menolak informasi tentang versi atau pilihan penanganan lain.

  • Budaya, mitos, dan kepercayaan lokal, kadang kehamilan dan persalinan dibungkus oleh kepercayaan atau mitos, sehingga informasi ilmiah sulit diterima atau diikuti.

Hambatan-hambatan ini menunjukkan perlunya pendekatan edukasi yang sensitif, komunikatif, dan adaptif terhadap kondisi ibu hamil.


Dampak Pengetahuan terhadap Pengambilan Keputusan

Pengetahuan yang cukup tentang presentasi sungsang, risikonya, serta pilihan penanganan memiliki dampak signifikan terhadap keputusan ibu:

  • Ibu yang teredukasi umumnya lebih proaktif memantau kehamilan dan mengikuti saran pemeriksaan rutin.

  • Ibu mampu berdiskusi dengan tenaga kesehatan untuk memilih opsi persalinan, baik itu versi, persalinan pervaginam (jika memungkinkan), atau SC, berdasarkan kondisi dan kesiapan.

  • Meminimalkan risiko kejutan atau keputusan mendadak saat persalinan, karena persiapan sudah dilakukan jauh hari sebelumnya.

  • Meningkatkan keselamatan ibu dan bayi, mengurangi komplikasi, karena penanganan sudah direncanakan sesuai kebutuhan.

  • Menumbuhkan rasa percaya diri dan kesiapan emosional ibu dalam menghadapi persalinan, terutama bila sungsang tetap pada akhir kehamilan.

Secara keseluruhan, pengetahuan ibu adalah komponen krusial dalam manajemen kehamilan dan persalinan yang aman.


Kesimpulan

Kehamilan dengan presentasi sungsang, di mana janin berada dalam posisi bokong atau kaki di bawah, merupakan malpresentasi janin yang terjadi pada sebagian kecil kehamilan (sekitar 3-4% pada kehamilan aterm). [Lihat sumber Disini - rumah-jurnal.com] Kondisi ini dapat meningkatkan risiko komplikasi persalinan bagi ibu dan bayi, termasuk trauma jalan lahir, asfiksia, hipoksia, perdarahan, dan bahkan kematian jika tidak ditangani dengan tepat. [Lihat sumber Disini - ejurnalmalahayati.ac.id]

Deteksi dini melalui pemeriksaan antenatal rutin dan USG sangat penting agar posisi janin bisa dipantau dan penanganan bisa direncanakan. Edukasi dari tenaga kesehatan, terutama bidan, kepada ibu hamil tentang arti sungsang, faktor risiko, tanda-tanda, serta pilihan penanganan (versi, SC, persalinan normal bila memungkinkan) sangat berperan dalam kesiapan ibu.

Pengetahuan ibu tidak hanya meningkatkan kesiapan fisik, tetapi juga kesiapan emosional dan pengambilan keputusan, yang pada akhirnya bisa menyelamatkan nyawa ibu dan bayi. Oleh karena itu, program edukasi dan komunikasi risiko harus menjadi bagian integral dari asuhan kehamilan.

Semoga artikel ini bisa membantu ibu hamil dan tenaga kesehatan untuk lebih peka terhadap risiko presentasi sungsang, serta mendorong deteksi dini dan penanganan yang tepat.

Artikel ini ditulis dan disunting oleh tim redaksi SumberAjar.com berdasarkan referensi akademik Indonesia.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Persalinan sungsang adalah kondisi ketika janin berada dalam posisi bokong atau kaki di bagian bawah rahim menjelang persalinan, bukan kepala. Posisi ini meningkatkan risiko komplikasi sehingga perlu deteksi dan penanganan yang tepat.

Tanda-tanda janin sungsang antara lain bagian fundus terasa keras karena kepala berada di atas, sedangkan bagian bawah rahim terasa lembut. USG dan pemeriksaan palpasi oleh tenaga kesehatan diperlukan untuk memastikan posisi janin.

Beberapa penyebab dan faktor risiko posisi sungsang meliputi prematuritas, kehamilan kembar, kelainan bentuk rahim, jumlah cairan ketuban yang tidak normal, serta riwayat multiparitas. Faktor-faktor tersebut memengaruhi posisi janin menjelang persalinan.

Penanganan posisi sungsang dapat berupa versi sefalik eksternal, persalinan pervaginam dengan syarat tertentu, atau operasi sesar. Pilihan tersebut ditentukan berdasarkan kondisi ibu dan janin serta rekomendasi tenaga kesehatan.

Pengetahuan yang baik membantu ibu memahami risiko, mempersiapkan persalinan dengan tepat, mengikuti pemeriksaan antenatal, dan mengambil keputusan yang aman bersama tenaga kesehatan. Informasi yang cukup dapat meningkatkan keselamatan ibu dan bayi.

⬇
Home
Kamus
Cite Halaman Ini
Geser dari kiri untuk membuka artikel Relevan.
Geser dari kanan untuk artikel terbaru.
Jangan tampilkan teks ini lagi
Artikel Relevan
Pengetahuan Ibu tentang Risiko Persalinan Lama Pengetahuan Ibu tentang Risiko Persalinan Lama Kesiapan Ibu Menghadapi Persalinan Normal Kesiapan Ibu Menghadapi Persalinan Normal Persepsi Ibu terhadap Persalinan Operatif Persepsi Ibu terhadap Persalinan Operatif Kesiapan Persalinan Normal: Konsep, Indikator, dan Kesiapan Ibu Kesiapan Persalinan Normal: Konsep, Indikator, dan Kesiapan Ibu Persepsi Ibu Hamil terhadap Induksi Persalinan Persepsi Ibu Hamil terhadap Induksi Persalinan Pengetahuan Ibu tentang Komplikasi Persalinan Pengetahuan Ibu tentang Komplikasi Persalinan Kesiapan Suami Mendampingi Persalinan Kesiapan Suami Mendampingi Persalinan Pengaruh Edukasi Prenatal terhadap Pengurangan Ketakutan Persalinan Pengaruh Edukasi Prenatal terhadap Pengurangan Ketakutan Persalinan  Hubungan Tingkat Pendidikan Ibu dengan Pemilihan Metode Persalinan Hubungan Tingkat Pendidikan Ibu dengan Pemilihan Metode Persalinan Persepsi Ibu terhadap Penggunaan Birth Ball saat Persalinan Persepsi Ibu terhadap Penggunaan Birth Ball saat Persalinan Ketakutan Menghadapi Proses Melahirkan Ketakutan Menghadapi Proses Melahirkan Komplikasi Persalinan: Konsep, Faktor Risiko, dan Pencegahan Komplikasi Persalinan: Konsep, Faktor Risiko, dan Pencegahan Persepsi Ibu Hamil tentang Persalinan di Fasilitas Kesehatan Persepsi Ibu Hamil tentang Persalinan di Fasilitas Kesehatan Ketakutan Menghadapi Persalinan: Konsep, Faktor Psikologis, dan Dukungan Ketakutan Menghadapi Persalinan: Konsep, Faktor Psikologis, dan Dukungan Nyeri Persalinan: Jenis dan Penanganan Nyeri Persalinan: Jenis dan Penanganan Pendidikan Ibu dan Metode Persalinan: Konsep, Pilihan, dan Implikasi Pendidikan Ibu dan Metode Persalinan: Konsep, Pilihan, dan Implikasi Body Awareness pada Ibu Bersalin Body Awareness pada Ibu Bersalin Persepsi Induksi Persalinan: Konsep, Kesiapan Ibu, dan Pertimbangan Persepsi Induksi Persalinan: Konsep, Kesiapan Ibu, dan Pertimbangan Peran Kelas Ibu Hamil: Konsep, Edukasi, dan Kesiapan Persalinan Peran Kelas Ibu Hamil: Konsep, Edukasi, dan Kesiapan Persalinan Body Awareness Ibu Bersalin: Konsep, Peran Adaptasi, dan Proses Persalinan Body Awareness Ibu Bersalin: Konsep, Peran Adaptasi, dan Proses Persalinan
Artikel Terbaru
Memuat artikel terbaru…