Terakhir diperbarui: 15 February 2026

Citation (APA Style):
Davacom. (2026, 15 February). Exploratory Data Analysis: konsep, teknik eksplorasi, dan pemahaman data. SumberAjar. Retrieved 24 February 2026, from https://sumberajar.com/kamus/exploratory-data-analysis-konsep-teknik-eksplorasi-dan-pemahaman-data  

Kamu menggunakan Mendeley? Add entry manual di sini.

Exploratory Data Analysis: konsep, teknik eksplorasi, dan pemahaman data - SumberAjar.com

Exploratory Data Analysis: konsep, teknik eksplorasi, dan pemahaman data

Pendahuluan

Dalam era informasi dan digital yang berkembang pesat, data menjadi salah satu aset paling penting dalam hampir semua bidang ilmu pengetahuan dan industri. Banyak organisasi kini mengandalkan data untuk membuat keputusan strategis, mengidentifikasi tren, serta merumuskan strategi yang berdasarkan bukti empiris. Namun sebelum langkah-langkah lanjutan seperti pemodelan statistik atau pemanfaatan kecerdasan buatan, diperlukan sebuah proses awal yang fundamental untuk memahami data secara menyeluruh. Proses awal ini dikenal sebagai Exploratory Data Analysis (EDA) atau dalam bahasa Indonesia disebut dengan Analisis Data Eksploratif. EDA merupakan langkah penting yang sering diibaratkan sebagai kegiatan “mendengarkan” apa yang data ingin ungkapkan sebelum data dianalisis untuk membuat kesimpulan atau model prediktif. Tahapan ini bukan sekadar memeriksa angka atau nilai saja, tetapi mencakup pemahaman mendalam terhadap struktur, distribusi, pola, hubungan, serta anomali di dalam dataset sehingga dapat memberi insight atau gambaran awal tentang fenomena yang terjadi di dalam data tersebut. Pendekatan ini menjadi sangat krusial di dunia serba data saat ini karena kualitas hasil analisis akhir sangat bergantung pada pemahaman awal terhadap dataset yang digunakan. ([Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org])


Definisi Exploratory Data Analysis (EDA)

Definisi Exploratory Data Analysis Secara Umum

Exploratory Data Analysis (EDA) dapat dipahami secara umum sebagai sebuah pendekatan analisis data yang menekankan pada eksplorasi dan pemahaman struktur serta karakteristik utama dari sebuah dataset sebelum dilakukan analisis lanjut seperti pembuatan model statistik atau pemodelan prediktif. Pendekatan ini sering dilakukan tanpa mengandalkan asumsi statistik yang kuat di awal, melainkan dengan tujuan untuk membiarkan data “berbicara” sehingga pola, tren, dan hubungan antar variabel dapat muncul dengan sendirinya melalui visualisasi atau perhitungan statistik deskriptif. Metode ini sangat berguna untuk menyusun hipotesis awal, memeriksa kualitas data, dan mengidentifikasi anomali yang mungkin mempengaruhi hasil analisis berikutnya. ([Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org])

Definisi Exploratory Data Analysis dalam KBBI

Definisi istilah spesifik Exploratory Data Analysis belum sepenuhnya tercantum dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) sebagai istilah baku karena merupakan istilah teknis dalam ilmu data modern. Meski demikian, istilah ini secara umum dapat disesuaikan sebagai analisis data eksploratif, yaitu pendekatan untuk mengeksplorasi informasi dalam data guna memahami karakteristik dasar sebelum melakukan interpretasi lebih lanjut. Penggunaan istilah ini dalam literatur ilmiah dan profesional mengacu pada tindakan awal seperti peninjauan distribusi data, identifikasi pola, serta pemeriksaan kelengkapan dan konsistensi dataset. ([Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org])

Definisi Exploratory Data Analysis Menurut Para Ahli

Para ahli statistik dan data science telah mendefinisikan EDA dari berbagai perspektif untuk menggambarkan peran pentingnya dalam proses analisis data. Beberapa definisi dari para ahli antara lain:

  1. John W. Tukey, seorang ahli statistik terkenal, memperkenalkan EDA sebagai pendekatan untuk mengeksplorasi data tanpa asumsi awal yang ketat serta memungkinkan peneliti menemukan pola yang tersembunyi dalam dataset. Tukey menekankan EDA sebagai tahap untuk menemukan struktur intrinsik data melalui teknik visualisasi dan ringkasan statistik, yang kemudian membentuk dasar hipotesis ilmiah yang lebih kuat. ([Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org])

  2. Menurut ulasan dalam literatur statistik, EDA adalah analisis data yang dilakukan untuk menemukan tren, pola, outlier, dan hubungan variabel dalam data tanpa model statistik yang telah ditentukan sebelumnya, sehingga analis dapat memahami data lebih baik sebelum tahap inferensial atau pemodelan. ([Lihat sumber Disini - methods.sagepub.com])

  3. Dalam konteks ilmu komputer dan data science, EDA dianggap sebagai rangkaian proses awal yang digunakan untuk memahami karakteristik utama dataset, serta sebagai langkah penting dalam mengembangkan strategi analisis lanjutan dan model prediktif. ([Lihat sumber Disini - researchgate.net])

  4. Beberapa penelitian modern menekankan bahwa EDA tidak hanya mencakup teknik statistik dan visualisasi, tetapi juga menjadi alat penting dalam pembelajaran interaktif dan discovery-driven research, sehingga memungkinkan peneliti mengembangkan wawasan baru serta merancang eksperimen lanjutan. ([Lihat sumber Disini - arxiv.org])


Tujuan Exploratory Data Analysis

Exploratory Data Analysis (EDA) memiliki sejumlah tujuan penting yang menjadi alasan utama mengapa tahapan ini selalu dilakukan dalam analisis data. Salah satu tujuan utama adalah untuk memahami struktur dasar dari data, termasuk jenis variabel, jumlah observasi, serta distribusi nilai yang ada dalam dataset. Dengan pemahaman ini, analis atau peneliti dapat mengetahui apakah data tersebut berskala nominal, ordinal, interval, atau rasio sehingga teknik analisis yang akan dipilih dapat lebih tepat dan relevan dengan karakteristik dataset. Selain itu, tujuan lain dari EDA adalah untuk membantu dalam mengidentifikasi pola atau hubungan antar variabel yang mungkin tidak terlihat sekilas melalui tampilan angka saja. Pola-pola ini kemudian dapat menjadi dasar untuk merumuskan hipotesis atau pertanyaan penelitian yang lebih spesifik dalam tahap selanjutnya. Selain itu, EDA juga digunakan untuk mendeteksi anomali seperti nilai ekstrem (outlier), data yang hilang, atau inkonsistensi dalam data yang pada akhirnya dapat mempengaruhi kualitas hasil analisis jika tidak diatasi terlebih dahulu. ([Lihat sumber Disini - sis.binus.ac.id])

Selain itu, tujuan EDA juga mencakup pemeriksaan asumsi statistik dasar seperti normalitas, linearitas, dan independensi variabel untuk memastikan bahwa model statistik yang akan digunakan sesuai dengan karakter data. Melalui proses ini, peneliti dapat menyesuaikan atau melakukan transformasi data sebelum tahap pemodelan, sehingga hasil analisis menjadi lebih valid. Pendek kata, tujuan EDA adalah memberikan gambaran awal yang jelas dan komprehensif tentang data, membantu perencana analisis dalam memilih metode yang paling sesuai serta membangun dasar pemahaman yang kuat sebelum melakukan inferensi statistik atau pemodelan prediktif lebih lanjut. ([Lihat sumber Disini - sis.binus.ac.id])


Teknik-Teknik Exploratory Data Analysis

Exploratory Data Analysis (EDA) melibatkan berbagai teknik maupun metode untuk mengeksplorasi dan memahami data secara menyeluruh. Salah satu teknik paling mendasar adalah penggunaan statistik deskriptif yang melibatkan perhitungan nilai seperti rata-rata (mean), median, modus, varians, serta standar deviasi. Statistik ini memberikan gambaran kuantitatif tentang pusat dan sebaran data dalam dataset sehingga peneliti dapat melihat bagaimana nilai-nilai terdistribusi serta apakah terdapat ketidakseimbangan yang signifikan. Teknik statistik deskriptif ini menjadi langkah awal yang penting sebelum diterapkannya teknik visualisasi yang lebih kompleks. ([Lihat sumber Disini - sis.binus.ac.id])

Selain statistik deskriptif, EDA juga memanfaatkan berbagai teknik visualisasi data yang sangat efektif untuk memunculkan pola, tren, serta hubungan antar variabel secara visual. Beberapa visualisasi umum yang digunakan dalam EDA antara lain histogram yang menunjukkan distribusi frekuensi data, box plot yang menampilkan penyebaran data dan identifikasi outlier, scatter plot yang memvisualisasikan hubungan antara dua variabel, serta pair plot yang dapat menggambarkan interaksi antar beberapa variabel sekaligus. Teknik visualisasi ini membantu analis melihat struktur data secara intuitif dan memudahkan komunikasi wawasan dengan pihak lain. ([Lihat sumber Disini - sis.binus.ac.id])

Selain itu, teknik lain dalam EDA termasuk pemeriksaan nilai yang hilang (missing values) dan analisis korelasi antar variabel. Pemeriksaan missing values dilakukan untuk memastikan bahwa data tidak kehilangan informasi penting yang dapat memengaruhi hasil akhir, sedangkan analisis korelasi membantu mengukur kekuatan dan arah hubungan antar variabel. Dengan teknik tersebut, analis dapat mengetahui variabel mana yang saling berhubungan kuat atau lemah sehingga dapat membantu dalam pemilihan fitur saat membangun model prediktif. ([Lihat sumber Disini - sis.binus.ac.id])


Statistik Deskriptif dalam EDA

Statistik deskriptif memainkan peran penting dalam Exploratory Data Analysis karena memberikan ringkasan kuantitatif tentang data yang dianalisis. Melalui teknik ini, peneliti dapat menentukan ukuran inti seperti nilai tengah dataset (mean, median, modus) serta penyebaran data (rentang, varians, standar deviasi). Nilai-nilai ini menggambarkan gambaran umum tentang bagaimana data tersebar, apakah data memiliki simetri atau skew, serta apakah terdapat variabilitas yang tinggi antara observasi dalam dataset. Hal ini sangat berguna ketika peneliti ingin mengetahui apakah dataset memiliki distribusi normal atau tidak sebelum menerapkan teknik statistik lanjutan. ([Lihat sumber Disini - sis.binus.ac.id])

Selain itu, statistik deskriptif juga membantu dalam mengidentifikasi anomali, nilai ekstrim, atau kesalahan entri data yang mungkin terjadi. Ketika statistik deskriptif menunjukkan adanya nilai yang sangat berbeda dengan majority data, peneliti perlu mengevaluasi apakah nilai tersebut adalah outlier yang bermakna, misalnya menunjukkan kejadian langka, atau hanya kesalahan pengukuran yang harus dibenahi. Dengan demikian, statistik deskriptif tidak hanya memberikan gambaran umum, tetapi juga membantu memastikan kualitas dan konsistensi dataset sebelum tahap analisis lanjutan. ([Lihat sumber Disini - sis.binus.ac.id])


Visualisasi Data dalam Exploratory Data Analysis

Visualisasi data merupakan bagian esensial dari Exploratory Data Analysis karena memungkinkan peneliti untuk melihat aspek data yang sulit dipahami hanya dari angka saja. Teknik visualisasi seperti histogram, scatter plot, line chart, box plot, heatmap, dan pair plot membantu menampilkan pola dalam data secara visual sehingga memudahkan identifikasi tren, outlier, serta hubungan antar variabel dalam dataset. Sebagai contoh, histogram dapat menunjukkan apakah data terdistribusi normal, left-skewed, atau right-skewed, sedangkan scatter plot dapat menunjukkan adanya tren linear atau non-linear antar dua variabel. ([Lihat sumber Disini - sis.binus.ac.id])

Selain itu, visualisasi juga penting untuk menampilkan korelasi antar variabel dalam bentuk grafis seperti heatmap, sehingga memudahkan peneliti memahami hubungan kompleks dalam data multivariat. Visualisasi data tidak hanya membantu dalam eksplorasi data awal, tetapi juga menjadi alat komunikasi yang efektif ketika menjelaskan wawasan kepada pemangku kepentingan yang bukan ahli statistik. Teknik visualisasi ini memperkuat cara peneliti menyimpulkan, menginterpretasikan, serta menyajikan temuan secara lebih menarik dan informatif. ([Lihat sumber Disini - sis.binus.ac.id])


Peran EDA dalam Pemahaman Data

Exploratory Data Analysis memainkan peran yang sangat penting dalam proses analisis data secara keseluruhan. Tahapan ini merupakan fondasi awal yang membantu peneliti atau analis data memahami dataset secara mendalam sebelum melangkah ke proses modeling atau inferensi statistik. Tanpa pemahaman yang kuat terhadap struktur dan karakter data, model statistik atau algoritma machine learning yang dibangun dapat menghasilkan interpretasi yang salah atau tidak relevan dengan kondisi data sebenarnya. ([Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org])

Selain itu, EDA juga berperan dalam pengembangan hipotesis awal yang dapat diuji lebih lanjut dengan metode statistik yang lebih formal. Dengan melakukan EDA, peneliti dapat meninjau data dari berbagai sudut pandang, menemukan pola menarik atau anomali yang tidak terduga, dan kemudian merumuskan pertanyaan penelitian lanjutan yang lebih spesifik dan berbasis data tersebut. Peran ini sangat penting terutama dalam penelitian ilmiah di mana pengetahuan yang diperoleh dari EDA dapat membentuk dasar hipotesis yang kuat serta pengambilan keputusan berdasarkan bukti empiris. ([Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org])


Kesimpulan

Exploratory Data Analysis (EDA) merupakan langkah fundamental dalam proses analisis data yang bertujuan memahami struktur, pola, dan karakteristik dataset sebelum dilakukan tahapan analisis lanjutan seperti pemodelan atau pengujian hipotesis. EDA menggabungkan penggunaan statistik deskriptif dan berbagai teknik visualisasi data untuk menggali insight awal yang berharga. Tahapan ini membantu mendeteksi anomali, memahami hubungan antar variabel, serta menyusun dasar hipotesis yang kuat. Peran penting EDA tidak hanya terbatas pada tahapan analisis teknis, tetapi juga mencakup pemberian dasar pemahaman yang solid sehingga langkah analisis berikutnya dapat dilakukan dengan lebih akurat dan relevan.

Artikel ini ditulis dan disunting oleh tim redaksi SumberAjar.com berdasarkan referensi akademik Indonesia.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Exploratory Data Analysis (EDA) adalah proses awal dalam analisis data yang bertujuan untuk memahami struktur, karakteristik, pola, dan hubungan antar variabel dalam dataset sebelum dilakukan analisis lanjutan atau pemodelan statistik.

Tujuan utama Exploratory Data Analysis adalah memahami data secara menyeluruh, mengidentifikasi pola dan anomali, mengevaluasi kualitas data, serta membantu peneliti menentukan metode analisis yang paling sesuai pada tahap berikutnya.

Teknik dalam Exploratory Data Analysis meliputi statistik deskriptif seperti mean dan median, analisis distribusi data, identifikasi outlier, pemeriksaan data hilang, analisis korelasi, serta visualisasi data seperti histogram, box plot, dan scatter plot.

Visualisasi data penting dalam Exploratory Data Analysis karena membantu menampilkan pola, tren, dan hubungan antar variabel secara visual sehingga lebih mudah dipahami dibandingkan hanya menggunakan angka atau tabel statistik.

Exploratory Data Analysis berperan sebagai fondasi analisis data dengan memberikan pemahaman awal terhadap dataset, membantu penyusunan hipotesis, serta memastikan bahwa data siap digunakan untuk analisis lanjutan atau pemodelan.

⬇
Home
Kamus
Cite Halaman Ini
Geser dari kiri untuk membuka artikel Relevan.
Geser dari kanan untuk artikel terbaru.
Jangan tampilkan teks ini lagi
Artikel Relevan
Metode Penelitian Campuran Sequential Exploratory Metode Penelitian Campuran Sequential Exploratory Exploratory Factor Analysis (EFA): Perbedaan dan Contoh Exploratory Factor Analysis (EFA): Perbedaan dan Contoh Eksplorasi: Pengertian, Tujuan, dan Contoh dalam Penelitian Eksplorasi: Pengertian, Tujuan, dan Contoh dalam Penelitian Gap Analysis: Pengertian, Tujuan, dan Contoh dalam Penelitian Gap Analysis: Pengertian, Tujuan, dan Contoh dalam Penelitian X-Pattern Analysis: Teknik dan Contoh dalam Big Data Research X-Pattern Analysis: Teknik dan Contoh dalam Big Data Research Citation Analysis: Fungsi dan Langkahnya Citation Analysis: Fungsi dan Langkahnya Grounded Analysis: Pengertian, Tahapan, dan Contohnya Grounded Analysis: Pengertian, Tahapan, dan Contohnya Analisis Konten Digital dalam Penelitian Sosial Analisis Konten Digital dalam Penelitian Sosial X-Ray Data Analysis: Pengertian dan Aplikasi dalam Riset Sains X-Ray Data Analysis: Pengertian dan Aplikasi dalam Riset Sains Analisis Jalur (Path Analysis): Pengertian dan Contohnya Analisis Jalur (Path Analysis): Pengertian dan Contohnya Analisis Klaster (Cluster Analysis): Fungsi dan Penerapan Analisis Klaster (Cluster Analysis): Fungsi dan Penerapan Analisis Nonlinier: Konsep, Perilaku Material, dan Respons Pasca-Elastis Analisis Nonlinier: Konsep, Perilaku Material, dan Respons Pasca-Elastis Metode Campuran: Definisi, Jenis, dan Contoh dalam Penelitian Metode Campuran: Definisi, Jenis, dan Contoh dalam Penelitian Pendekatan Multivariat dalam Analisis Penelitian Pendekatan Multivariat dalam Analisis Penelitian Astrobiologi: Konsep Kehidupan Kosmik, Lingkungan Ekstrem, dan Pencarian Astrobiologi: Konsep Kehidupan Kosmik, Lingkungan Ekstrem, dan Pencarian PIECES Analysis: Konsep, Fungsi, dan Contoh PIECES Analysis: Konsep, Fungsi, dan Contoh Analisis Data: Pengertian, Jenis, dan Langkah-langkahnya Analisis Data: Pengertian, Jenis, dan Langkah-langkahnya Identitas Diri: Konsep dan Perkembangan Psikologis Identitas Diri: Konsep dan Perkembangan Psikologis Confirmatory Factor Analysis (CFA): Fungsi dan Langkah Confirmatory Factor Analysis (CFA): Fungsi dan Langkah Krisis Identitas Remaja: Konsep dan Dinamika Sosial Krisis Identitas Remaja: Konsep dan Dinamika Sosial
Artikel Terbaru
Memuat artikel terbaru…