Terakhir diperbarui: 06 December 2025

Citation (APA Style):
Davacom. (2025, 6 December). PIECES Analysis: Konsep, Fungsi, dan Contoh. SumberAjar. Retrieved 14 January 2026, from https://sumberajar.com/kamus/pieces-analysis-konsep-fungsi-dan-contoh  

Kamu menggunakan Mendeley? Add entry manual di sini.

PIECES Analysis: Konsep, Fungsi, dan Contoh - SumberAjar.com

PIECES Analysis: Konsep, Fungsi, dan Contoh

Pendahuluan

Dalam dunia pengembangan sistem informasi, baik sistem berbasis web, aplikasi mobile, maupun sistem informasi perusahaan, evaluasi terhadap sistem sangat penting dilakukan secara berkala. Evaluasi ini berguna untuk mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan, serta aspek mana yang perlu diperbaiki agar sistem bekerja optimal dan pengguna merasa puas. Salah satu kerangka analisis yang umum digunakan untuk mengevaluasi sistem informasi adalah PIECES Framework, sebuah metode yang menawarkan pendekatan komprehensif melalui enam aspek utama: Performance, Information, Economy, Control, Efficiency, dan Service. Artikel ini membahas secara mendalam konsep PIECES, fungsinya, cara penerapan, serta contoh nyata analisis sistem informasi menggunakan kerangka ini.


Definisi PIECES Analysis

Definisi PIECES Secara Umum

PIECES Analysis adalah kerangka kerja atau metode analisis sistem yang dirancang untuk membantu mengidentifikasi permasalahan, peluang, dan kebutuhan perbaikan dalam suatu sistem, baik sistem manual maupun sistem berbasis komputer. Dengan membagi analisis ke dalam enam aspek utama (Performance, Information, Economy, Control, Efficiency, Service), PIECES memudahkan analis untuk mengevaluasi keseluruhan aspek sistem secara menyeluruh dan sistematis. [Lihat sumber Disini - cs.toronto.edu]

Definisi PIECES dalam KBBI

Karena “PIECES” merupakan akronim dari istilah dalam bahasa Inggris (Performance, Information, Economy, Control, Efficiency, Service), maka Anda tidak akan menemukan istilah “PIECES Analysis” secara spesifik dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Namun konsep “analisis sistem” sesuai dengan kerangka PIECES pada dasarnya mencerminkan definisi “analisis sistem” dalam literatur manajemen dan sistem informasi, yaitu proses mempelajari suatu prosedur atau bisnis untuk mengidentifikasi tujuan dan cara agar sistem dapat berjalan secara efisien dan efektif. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]

Definisi PIECES Menurut Para Ahli

Beberapa literatur dan penelitian sistem informasi mendefinisikan PIECES sebagai berikut:

  • Menurut dokumen pengantar “The PIECES Framework”, PIECES adalah daftar periksa (checklist) yang membantu dalam mengidentifikasi masalah pada sistem informasi, dengan kategori masalah yang umum terjadi seperti throughput rendah, waktu respons lambat, informasi yang tidak akurat atau berlebihan, penyimpanan data berlebihan atau duplikat, kelemahan kontrol dan keamanan, serta layanan yang kurang memadai. [Lihat sumber Disini - cs.toronto.edu]

  • Dalam penelitian oleh Lestari dkk., PIECES digunakan untuk “menentukan kelemahan dan kurang efisiensinya sistem, ” sehingga memungkinkan pengembang atau manajer sistem untuk mengambil tindakan perbaikan. [Lihat sumber Disini - core.ac.uk]

  • Dalam penelitian implementasi sistem informasi akademik di universitas, PIECES dipandang sebagai kerangka evaluasi yang membantu memahami persepsi pengguna dan area mana dari sistem yang perlu ditingkatkan agar tingkat kepuasan pengguna meningkat. [Lihat sumber Disini - pdfs.semanticscholar.org]

  • Penelitian evaluasi sistem informasi perpustakaan sekolah juga menyebut PIECES sebagai metode yang meliputi enam aspek utama: kinerja, kualitas informasi, efisiensi biaya (economy), kontrol & keamanan, efisiensi sumber daya, dan kualitas layanan. [Lihat sumber Disini - jurnal.itbsemarang.ac.id]

Dengan demikian, secara konsisten dalam literatur, PIECES didefinisikan sebagai kerangka analitis sistematis yang memfasilitasi identifikasi masalah, kekuatan, kelemahan, dan peluang perbaikan sistem melalui perspektif multi-aspek.


Enam Komponen PIECES: Performance, Information, Economy, Control, Efficiency, Service

Pada inti kerangka PIECES terdapat enam komponen utama, tiap komponen memfokuskan aspek berbeda dari sistem informasi. Berikut adalah penjelasan tiap komponen beserta hal-hal yang biasanya dianalisis di dalamnya.

  • Performance

    Fokus pada aspek kinerja sistem, meliputi kecepatan proses, throughput, respon sistem terhadap permintaan pengguna. Misalnya: berapa lama sistem memproses permintaan, seberapa cepat data dapat ditampilkan, stabilitas sistem saat beban tinggi, dsb. [Lihat sumber Disini - cs.toronto.edu]

  • Information (dan Data)

    Menilai kualitas dan kelayakan data/informasi yang dihasilkan atau diproses sistem. Ini mencakup: apakah informasi yang dihasilkan relevan, akurat, tepat waktu, dalam format yang berguna; apakah data input tercapture dengan benar; apakah penyimpanan data aman, terorganisir, tidak redundan; apakah pengguna mendapatkan informasi yang dibutuhkan tanpa overload informasi. [Lihat sumber Disini - cs.toronto.edu]

  • Economy (Ekonomi / Biaya)

    Menilik aspek biaya dalam penerapan dan pemeliharaan sistem, apakah sistem tersebut hemat biaya, apakah resources (perangkat keras, lisensi, pemeliharaan) dapat dikelola dengan efisien, dan apakah investasi sistem sebanding dengan manfaat yang diperoleh. [Lihat sumber Disini - ojs.udb.ac.id]

  • Control (Kontrol & Keamanan)

    Meliputi aspek pengendalian sistem dan keamanan: kontrol akses, integritas data, proteksi terhadap kesalahan atau mis-use, audit trail, kepatuhan terhadap kebijakan, dan mekanisme kontrol lainnya yang memastikan sistem berjalan sesuai prosedur dan aman. [Lihat sumber Disini - cs.toronto.edu]

  • Efficiency (Efisiensi)

    Melihat sejauh mana sistem memaksimalkan penggunaan sumber daya: waktu, tenaga kerja, storage, bandwidth, dsb., sehingga sistem berjalan optimal tanpa pemborosan. Efisiensi mencakup keakuratan proses, minimisasi redundansi, optimalisasi proses, dan kemudahan operasional. [Lihat sumber Disini - ejurnal.swadharma.ac.id]

  • Service (Layanan / Pelayanan pengguna)

    Menilai aspek layanan sistem terhadap pengguna, kemudahan penggunaan, responsivitas terhadap kebutuhan pengguna, kemudahan akses, kualitas pengalaman pengguna (user experience), serta kepuasan layanan secara keseluruhan. [Lihat sumber Disini - jatit.org]

Setiap komponen ini memungkinkan analis sistem untuk mengevaluasi sistem secara menyeluruh, tidak hanya dari sisi teknis, tetapi juga aspek biaya, keamanan, dan kenyamanan pengguna.


Fungsi dan Manfaat PIECES

Menggunakan PIECES Analysis dalam evaluasi sistem memberi sejumlah fungsi dan manfaat penting, antara lain:

  1. Identifikasi Masalah dan Potensi Perbaikan

    Dengan kerangka yang sistematis, PIECES memungkinkan untuk mendeteksi area sistem yang lemah, misalnya respon lambat, data tidak valid, biaya operasional terlalu tinggi, atau layanan kurang memuaskan, sehingga pengembang bisa fokus pada perbaikan aspek tersebut. [Lihat sumber Disini - cs.toronto.edu]

  2. Evaluasi Kelayakan dan Efektivitas Sistem

    PIECES membantu menilai apakah sistem yang berjalan sudah sesuai tujuan, dari segi kinerja, efisiensi, biaya, sampai kepuasan pengguna, sehingga dapat menentukan apakah sistem perlu dilanjutkan, direvisi, atau diganti. [Lihat sumber Disini - core.ac.uk]

  3. Dasar Pengambilan Keputusan (Perbaikan, Pengembangan, Penggantian Sistem)

    Hasil analisis PIECES dapat menjadi dasar rekomendasi untuk upgrade sistem, modifikasi, optimasi, atau pengembangan ulang sesuai kebutuhan pengguna dan organisasi. [Lihat sumber Disini - ejournal.unama.ac.id]

  4. Mengukur Kepuasan dan Kebutuhan Pengguna

    Dalam banyak penelitian, PIECES digunakan untuk mengevaluasi sistem dari perspektif pengguna, mengukur kepuasan terhadap performa, informasi, layanan, dsb. Hal ini penting agar sistem tetap relevan, user-friendly, dan memenuhi ekspektasi pengguna. [Lihat sumber Disini - jatit.org]

  5. Membantu Perencanaan Sistem di Masa Depan

    Dengan mengetahui aspek mana yang lemah atau sudah optimal, tim pengembang atau manajemen dapat merencanakan perbaikan atau penambahan fitur secara tepat sasaran, baik untuk maintenance, ekspansi, maupun redesign sistem.


Langkah-Langkah Melakukan Analisis PIECES

Berikut adalah langkah umum yang biasa dilakukan saat menerapkan PIECES Analysis dalam evaluasi sistem informasi:

  • Penentuan Objek Evaluasi, pilih sistem atau aplikasi yang akan dievaluasi (misalnya aplikasi web, sistem manajemen, mobile app, dsb.). [Lihat sumber Disini - jatit.org]

  • Studi Literatur dan Perumusan Variabel, definisikan secara jelas enam aspek PIECES dan indikator-indikator spesifik yang akan diukur dalam masing-masing aspek. [Lihat sumber Disini - jurnal.itscience.org]

  • Pengumpulan Data, dilakukan melalui metode seperti observasi sistem, wawancara dengan pengguna, kuesioner (misalnya skala Likert), log sistem, maupun dokumentasi. [Lihat sumber Disini - djournals.com]

  • Analisis Data, analisa hasil kuesioner atau data sistem berdasarkan setiap aspek PIECES; nilai atau skor bisa diberikan untuk tiap aspek; identifikasi area kekuatan, kelemahan, dan prioritas perbaikan. [Lihat sumber Disini - jurnal.umj.ac.id]

  • Interpretasi dan Rekomendasi, dari hasil analisis, tarik kesimpulan: aspek mana yang butuh perbaikan; rekomendasi perubahan; prioritas pengembangan; atau keputusan untuk maintain vs. overhaul sistem. [Lihat sumber Disini - ojs.udb.ac.id]


Contoh Analisis PIECES pada Sistem Informasi

Berikut beberapa contoh nyata penerapan PIECES dalam sistem informasi di Indonesia (hasil penelitian 2021, 2025):

  • Pada penelitian evaluasi sistem perpustakaan berbasis digital di SMP Negeri 16 Jakarta menggunakan PIECES; hasil menunjukkan bahwa sistem telah berfungsi efektif dan efisien pada aspek kinerja, kualitas informasi, efisiensi biaya, kontrol keamanan, efisiensi sumber daya, dan layanan, meskipun peneliti tetap merekomendasikan evaluasi berkala untuk peningkatan lebih lanjut. [Lihat sumber Disini - jurnal.itbsemarang.ac.id]

  • Dalam studi evaluasi aplikasi perkuliahan/sistem akademik STARS di Satya Wacana Christian University (UKSW), PIECES digunakan untuk mengukur tingkat kepuasan mahasiswa terhadap sistem informasi mahasiswa; meskipun ada aspek-aspek yang berjalan baik, ada beberapa area yang butuh perbaikan untuk meningkatkan kepuasan pengguna. [Lihat sumber Disini - pdfs.semanticscholar.org]

  • Analisis kepuasan pengguna situs website SMA menggunakan PIECES (dalam penelitian 2025) menunjukkan bahwa rata-rata siswa merasa puas terhadap website, dengan skor dari setiap variabel: Performance, Information, Economy, Control, Efficiency, dan Service. [Lihat sumber Disini - ejournal.bsi.ac.id]

  • Penerapan PIECES terhadap aplikasi e-Presensi selama pandemi (yang memungkinkan monitoring kehadiran, geotagging, self-assessment, dsb.) menunjukkan bahwa pengguna menilai sistem cukup baik pada aspek performance, informasi/data, ekonomi, kontrol & keamanan, efisiensi, dan layanan, menunjukkan bahwa PIECES cocok juga untuk mengevaluasi aplikasi mobile/modern. [Lihat sumber Disini - ejournal.uin-suska.ac.id]

Contoh-contoh tersebut menegaskan bahwa PIECES bukan hanya teori, tetapi sudah banyak dipakai dalam riset-riset sistem informasi di Indonesia sebagai alat evaluasi dan perbaikan sistem.


Perbedaan PIECES dengan Metode Analisis Lain

Beberapa metode analisis sistem yang sering digunakan selain PIECES antara lain metode analisis kebutuhan, metodologi analisis struktural (seperti Yourdon's Structured Analysis / Essential Systems Analysis), analisis user requirement, serta metode evaluasi kualitas sistem lain seperti Importance‑Performance Analysis (IPA). [Lihat sumber Disini - e3s-conferences.org]

Perbedaan utama PIECES dibanding metode-metode tersebut adalah:

  • PIECES menawarkan kerangka evaluasi holistik, tidak hanya berfokus pada kebutuhan awal atau spesifikasi sistem tetapi juga pada aspek operasional, biaya, efisiensi, kontrol, dan layanan pengguna.

  • PIECES sangat cocok untuk evaluasi sistem yang sudah berjalan, bukan semata-mata perancangan awal, sehingga bisa menangkap masalah nyata dalam implementasi.

  • PIECES juga mudah dipadukan dengan metode lain seperti IPA (untuk mengukur kepuasan pengguna vs kepentingan) dalam penelitian dan evaluasi sistem. [Lihat sumber Disini - e3s-conferences.org]

  • Metode analisis struktural lebih fokus pada pemodelan sistem (flow data, spesifikasi proses), sedangkan PIECES fokus pada kinerja dan kualitas sistem secara nyata berdasarkan data pengguna dan operasional, cocok untuk evaluasi dan maintenance. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]

Dengan demikian, PIECES sering dianggap lebih “praktis & komprehensif” ketika tujuan analisis adalah mengevaluasi sistem secara menyeluruh dan mencari perbaikan nyata daripada sekadar perancangan ulang.


Kesimpulan

PIECES Analysis (kerangka PIECES) adalah metode analisis sistem informasi yang efektif dan komprehensif, karena mencakup enam aspek penting: Performance, Information, Economy, Control, Efficiency, dan Service. Dengan menggunakan PIECES, analis sistem dapat mengidentifikasi masalah, kelemahan, dan potensi perbaikan dengan cara sistematis, tidak hanya dari sisi teknis, tetapi juga dari aspek biaya, efisiensi, keamanan, dan kepuasan pengguna. Berbagai penelitian di Indonesia menunjukkan bahwa PIECES banyak digunakan dalam evaluasi sistem informasi sekolah, universitas, website, aplikasi, dan lainnya, dan terbukti membantu mengukur kinerja sistem serta kepuasan pengguna. Dibanding metode analisis lain, PIECES unggul dalam evaluasi sistem yang sudah berjalan dan memberikan gambaran menyeluruh terhadap kualitas sistem. Oleh karena itu, bagi pengembang sistem, manajer TI, atau peneliti sistem informasi, PIECES tetap relevan sebagai alat evaluasi dan dasar perbaikan sistem agar lebih efisien, efektif, dan user-oriented.

Artikel ini ditulis dan disunting oleh tim redaksi SumberAjar.com berdasarkan referensi akademik Indonesia.

Pertanyaan Umum (FAQ)

PIECES Analysis adalah kerangka evaluasi sistem informasi yang menilai enam aspek utama yaitu Performance, Information, Economy, Control, Efficiency, dan Service. Metode ini digunakan untuk mengidentifikasi masalah, kelemahan, dan peluang perbaikan dalam sistem.

PIECES memiliki enam komponen utama yaitu Performance, Information, Economy, Control, Efficiency, dan Service. Masing-masing komponen digunakan untuk menilai kinerja sistem dari berbagai aspek seperti kualitas informasi, keamanan, biaya, efisiensi, dan pelayanan pengguna.

PIECES Analysis bermanfaat untuk mengidentifikasi masalah pada sistem, mengevaluasi efektivitas sistem yang berjalan, membantu pengambilan keputusan perbaikan, dan memahami tingkat kepuasan pengguna. Metode ini sangat berguna untuk perbaikan berkelanjutan sistem informasi.

Langkah-langkah analisis PIECES meliputi: menentukan objek evaluasi, menetapkan indikator berdasarkan enam aspek PIECES, mengumpulkan data melalui observasi, wawancara, atau kuesioner, menganalisis hasil data, kemudian memberikan rekomendasi perbaikan berdasarkan temuan.

Contoh penerapan PIECES antara lain evaluasi sistem perpustakaan digital, sistem akademik kampus, aplikasi presensi online, serta website sekolah. Analisis dilakukan dengan menilai enam aspek utama untuk menemukan kekuatan dan area yang perlu ditingkatkan.

Home
Kamus
Cite Halaman Ini
Geser dari kiri untuk membuka artikel Relevan.
Geser dari kanan untuk artikel terbaru.
Jangan tampilkan teks ini lagi
Artikel Relevan
Manajemen Proyek & Dokumentasi Sistem Manajemen Proyek & Dokumentasi Sistem Gap Analysis: Pengertian, Tujuan, dan Contoh dalam Penelitian Gap Analysis: Pengertian, Tujuan, dan Contoh dalam Penelitian X-Pattern Analysis: Teknik dan Contoh dalam Big Data Research X-Pattern Analysis: Teknik dan Contoh dalam Big Data Research Citation Analysis: Fungsi dan Langkahnya Citation Analysis: Fungsi dan Langkahnya Grounded Analysis: Pengertian, Tahapan, dan Contohnya Grounded Analysis: Pengertian, Tahapan, dan Contohnya Exploratory Factor Analysis (EFA): Perbedaan dan Contoh Exploratory Factor Analysis (EFA): Perbedaan dan Contoh Analisis Konten Digital dalam Penelitian Sosial Analisis Konten Digital dalam Penelitian Sosial Analisis Kelayakan Sistem Informasi Analisis Kelayakan Sistem Informasi Analisis Jalur (Path Analysis): Pengertian dan Contohnya Analisis Jalur (Path Analysis): Pengertian dan Contohnya Confirmatory Factor Analysis (CFA): Fungsi dan Langkah Confirmatory Factor Analysis (CFA): Fungsi dan Langkah Studi Meta-Analisis: Langkah dan Contoh Studi Meta-Analisis: Langkah dan Contoh X-Ray Data Analysis: Pengertian dan Aplikasi dalam Riset Sains X-Ray Data Analysis: Pengertian dan Aplikasi dalam Riset Sains Analisis Mediasi Moderasi dengan PROCESS Hayes Analisis Mediasi Moderasi dengan PROCESS Hayes Tools Analisis Kualitatif Digital: NVivo, ATLAS.ti, MAXQDA Tools Analisis Kualitatif Digital: NVivo, ATLAS.ti, MAXQDA Analisis Klaster (Cluster Analysis): Fungsi dan Penerapan Analisis Klaster (Cluster Analysis): Fungsi dan Penerapan Sistem Informasi Pengelolaan UKS Sistem Informasi Pengelolaan UKS Hubungan Diet Tinggi Serat dengan Bioavailabilitas Obat Hubungan Diet Tinggi Serat dengan Bioavailabilitas Obat Analisis Kebutuhan dalam Pengembangan Kurikulum Analisis Kebutuhan dalam Pengembangan Kurikulum Analisis Isi Digital: Teknik dan Contohnya Analisis Isi Digital: Teknik dan Contohnya Sistem Informasi Akademik: Konsep dan Contoh Sistem Informasi Akademik: Konsep dan Contoh
Artikel Terbaru
Memuat artikel terbaru…