Terakhir diperbarui: 13 January 2026

Citation (APA Style):
Davacom. (2026, 13 January). Feminisme Sosial: Konsep dan Gerakan Kesetaraan. SumberAjar. Retrieved 14 January 2026, from https://sumberajar.com/kamus/feminisme-sosial-konsep-dan-gerakan-kesetaraan  

Kamu menggunakan Mendeley? Add entry manual di sini.

Feminisme Sosial: Konsep dan Gerakan Kesetaraan - SumberAjar.com

Feminisme Sosial: Konsep dan Gerakan Kesetaraan

Pendahuluan

Feminisme sosial merupakan salah satu wujud penting dari perjuangan manusia dalam mencapai kesetaraan gender dan perubahan sosial. Dalam konteks dinamika masyarakat modern, isu gender menjadi pusat perhatian dalam diskursus sosial, politik, dan budaya, terutama dalam upaya mengatasi ketidakadilan yang dialami kelompok tertentu berdasarkan jenis kelamin mereka. Feminisme tidak hanya memusatkan perhatian pada hubungan gender, tetapi juga berupaya mentransformasikan struktur sosial yang hierarkis dan patriarkal. Pergerakan ini, sejak lahirnya pada abad ke-19, telah berkembang menjadi gerakan global yang mempengaruhi banyak sektor kehidupan, dari sistem hukum hingga pembentukan kebijakan publik. Feminisme sosial menegaskan pentingnya pengakuan terhadap posisi perempuan dalam kehidupan sosial sekaligus menuntut perubahan struktural agar tercipta masyarakat yang adil dan setara bagi semua jenis kelamin. ([Lihat sumber Disini - researchgate.net])


Definisi Feminisme Sosial

Definisi Feminisme Sosial Secara Umum

Feminisme sosial secara umum dapat dipahami sebagai gerakan sosial, politik, dan intelektual yang berupaya menantang serta mengubah struktur ketidaksetaraan gender dalam masyarakat. Feminisme berakar pada kritik terhadap dominasi patriarki dan menekankan bahwa ketidakadilan yang dialami perempuan bukanlah akibat biologis semata tetapi hasil dari struktur sosial yang bias dan diskriminatif. Feminisme menunjukkan bahwa masyarakat yang dikonstruksi secara patriarkal sering menempatkan perempuan pada posisi subordinat, sehingga diperlukan perubahan sistemik untuk mendukung kesetaraan gender dalam berbagai aspek kehidupan. ([Lihat sumber Disini - researchgate.net])

Definisi Feminisme Sosial dalam KBBI

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), feminisme didefinisikan sebagai gerakan wanita yang menuntut persamaan hak sepenuhnya antara kaum wanita dan pria. Pengertian ini menekankan aspek formal dari perjuangan feminisme dalam menuntut kesetaraan hak dan peluang antara laki-laki dan perempuan, baik dalam ranah sosial, ekonomi, maupun politik. ([Lihat sumber Disini - kbbi.web.id])

Definisi Feminisme Sosial Menurut Para Ahli

  1. Judith Lorber menyatakan bahwa feminisme adalah sebuah gerakan sosial dengan tujuan utama mencapai kesetaraan antara perempuan dan laki-laki di semua domain kehidupan. ([Lihat sumber Disini - compass.onlinelibrary.wiley.com])

  2. Procter mengartikan feminisme sebagai keyakinan bahwa perempuan harus memiliki hak, kekuasaan, dan peluang yang sama seperti laki-laki, serta ditangani secara setara dalam aktivitas sosial yang diharapkan untuk mencapai kondisi tersebut. ([Lihat sumber Disini - ijmmu.com])

  3. Dalam kajian akademik, feminisme sering disebut sebagai seperangkat teori sosial, moral, dan gerakan politik yang menentang struktur patriarkal dan memperjuangkan keadilan gender di ranah sosial, politik, dan ekonomi. ([Lihat sumber Disini - journal.iaingorontalo.ac.id])

  4. Beberapa literatur juga menyebutkan feminisme sebagai bentuk perlawanan terhadap stereotip gender dan upaya untuk membongkar sistem ketidaksetaraan yang tertanam dalam budaya dan norma sosial. ([Lihat sumber Disini - journal.iaingorontalo.ac.id])


Aliran-Aliran Feminisme

Dalam sejarah pemikiran feminisme, terdapat beberapa aliran yang masing-masing menekankan aspek tertentu dari perjuangan kesetaraan gender:

1. Feminisme Liberal

Aliran ini menekankan pentingnya kesetaraan kesempatan dan hak individu. Feminisme liberal percaya bahwa perempuan dan laki-laki dilahirkan sama dan berhak atas hak dan kebebasan yang setara dalam ranah publik dan privat. Fokus utamanya adalah reformasi hukum dan kebijakan untuk memperluas akses pendidikan, pekerjaan, dan partisipasi politik bagi perempuan. ([Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org])

2. Feminisme Sosialis

Feminisme sosialis melihat hubungan gender dalam konteks struktur ekonomi dan kelas sosial. Aliran ini berpendapat bahwa ketidaksetaraan gender tidak hanya disebabkan oleh patriarki tetapi juga oleh sistem kapitalis yang mengeksploitasi perempuan sebagai pekerja dan anggota kelas sosial tertentu. Feminisme sosialis menggabungkan analisis gender dengan kritik terhadap ketidakadilan ekonomi. ([Lihat sumber Disini - ejournal.upi.edu])

3. Feminisme Marxis

Serupa dengan feminisme sosialis, feminisme Marxis menekankan bahwa ketidakadilan gender berkaitan erat dengan sistem kapitalis. Feminisme Marxis melihat bahwa eksploitasi perempuan dan subordinasi sosial disebabkan oleh struktur kekuasaan ekonomi yang hierarkis dalam masyarakat. ([Lihat sumber Disini - mpra.ub.uni-muenchen.de])

4. Standpoint Feminism

Aliran ini menyoroti pentingnya pengalaman hidup perempuan sebagai sumber pengetahuan kritis dalam menilai struktur sosial. Standpoint feminists berargumen bahwa karena perempuan sering berada di posisi subordinat, mereka memiliki wawasan unik yang dapat memberikan kritik terhadap sistem sosial yang eksklusif. ([Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org])

5. Global Feminism

Global feminism fokus pada konteks global dari ketidaksetaraan gender, termasuk dampak kolonialisme, perbedaan ras dan budaya, serta perbedaan status ekonomi antarnegara. Aliran ini berusaha memperluas cakupan feminisme sehingga mencakup berbagai perspektif perempuan dari seluruh dunia. ([Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org])


Feminisme dan Kesetaraan Gender

Feminisme dan kesetaraan gender memiliki hubungan yang sangat erat. Feminisme berupaya mengubah sistem sosial yang secara historis menempatkan perempuan pada posisi subordinat dan membatasi akses mereka terhadap hak-hak dasar. Kesetaraan gender merujuk pada prinsip bahwa hak, tanggung jawab, dan peluang tidak bergantung pada jenis kelamin seseorang.

Dalam diskursus feminisme, ketidaksetaraan gender dipandang sebagai hasil dari konstruksi sosial yang memperkuat perbedaan peran gender berdasarkan stereotip budaya. Feminisme menantang pandangan tersebut dengan menggagas kebijakan sosial yang mendukung pemerataan akses dalam pendidikan, kesempatan kerja, politik dan ekonomi. ([Lihat sumber Disini - researchgate.net])


Gerakan Feminisme dalam Perubahan Sosial

Gerakan feminisme telah berkontribusi penting dalam perubahan sosial di berbagai negara. Aktivisme feminis berdampak pada:

  • Perubahan hukum dan kebijakan yang mendukung hak perempuan seperti hak suara, hak pendidikan, dan perlindungan dari kekerasan berbasis gender.

  • Perubahan budaya yang menantang stereotip gender dan memperluas peran perempuan di ranah publik.

  • Pemberdayaan perempuan melalui pendidikan dan pelatihan yang membuka akses terhadap berbagai peluang sosial dan ekonomi.

  • Meningkatnya kesadaran masyarakat tentang pentingnya kesetaraan gender serta pengakuan bahwa diskriminasi terhadap perempuan bukan sekadar masalah privat, tetapi masalah sosial yang memerlukan solusi kolektif. ([Lihat sumber Disini - researchgate.net])


Dampak Feminisme terhadap Kebijakan Sosial

Feminisme telah menginspirasi berbagai kebijakan sosial yang responsif gender. Beberapa dampak penting antara lain:

  • Advokasi kesetaraan upah dan peluang kerja antara perempuan dan laki-laki.

  • Kebijakan anti-diskriminasi di tempat kerja dan ruang publik.

  • Legalitas perlindungan terhadap kekerasan domestik dan seksual.

  • Program kesejahteraan sosial yang memperhatikan kebutuhan perempuan, seperti cuti melahirkan dan layanan kesehatan reproduktif.

Dampak ini menunjukkan bahwa feminisme tidak hanya sekadar wacana akademik tetapi nyata memengaruhi struktur dan kebijakan sosial yang menjunjung tinggi hak asasi manusia dan keadilan gender. ([Lihat sumber Disini - researchgate.net])


Tantangan Gerakan Feminisme Kontemporer

Walaupun telah banyak kemajuan, gerakan feminisme kontemporer menghadapi berbagai tantangan seperti:

  • Patriarki yang masih mengakar kuat dalam banyak budaya dan struktur sosial, sehingga resistensi terhadap perubahan terus muncul di berbagai lapisan masyarakat.

  • Perbedaan pandangan internal di antara berbagai aliran feminisme tentang pendekatan terbaik dalam menangani isu gender, terutama ketika menghadapi masalah kelas, ras, dan agama yang saling bersinggungan.

  • Globalisasi dan digitalisasi, yang sekaligus membuka ruang baru untuk advokasi feminis tetapi juga memunculkan tantangan baru seperti misogini berbasis online dan diskriminasi digital.

  • Ketimpangan representasi global, di mana suara perempuan dari negara berkembang sering kali terpinggirkan dalam narasi feminisme global yang dominan oleh perspektif Barat. ([Lihat sumber Disini - researchgate.net])


Kesimpulan

Feminisme sosial merupakan gerakan sosial dan ideologi yang bertujuan mencapai kesetaraan gender dan keadilan sosial di seluruh aspek kehidupan. Ia mengkritik struktur sosial yang diskriminatif terhadap perempuan dan menantang dominasi patriarkal melalui reformasi hukum, kebijakan publik, kultur sosial, dan praktik keseharian. Feminisme bukanlah konsep tunggal; ia terdiri dari berbagai aliran dengan pendekatan berbeda dalam menanggapi ketidaksetaraan gender, termasuk feminisme liberal, sosialis, dan global. Pergerakan feminis telah membawa perubahan signifikan dalam kebijakan sosial, namun tetap menghadapi sejumlah tantangan kontemporer terkait budaya, representasi, dan dinamika global. Secara keseluruhan, feminisme terus menjadi kekuatan penting dalam pembangunan masyarakat yang adil, setara, dan inklusif bagi semua gender.

Artikel ini ditulis dan disunting oleh tim redaksi SumberAjar.com berdasarkan referensi akademik Indonesia.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Feminisme sosial adalah gerakan dan pemikiran yang bertujuan memperjuangkan kesetaraan gender melalui perubahan struktur sosial, budaya, ekonomi, dan kebijakan publik yang selama ini bersifat diskriminatif terhadap perempuan.

Tujuan utama feminisme sosial adalah menciptakan keadilan dan kesetaraan gender dengan menghapus sistem patriarki, diskriminasi struktural, serta ketimpangan sosial yang membatasi peran dan hak perempuan dalam masyarakat.

Aliran feminisme meliputi feminisme liberal, feminisme sosialis, feminisme Marxis, standpoint feminism, dan feminisme global. Setiap aliran memiliki pendekatan berbeda dalam memahami dan mengatasi ketidaksetaraan gender.

Feminisme berperan sebagai landasan teoritis dan gerakan sosial dalam memperjuangkan kesetaraan gender dengan menantang stereotip, norma sosial, serta kebijakan yang tidak adil terhadap perempuan.

Feminisme berdampak pada lahirnya kebijakan sosial yang responsif gender, seperti perlindungan terhadap kekerasan berbasis gender, kesetaraan upah, hak cuti melahirkan, serta kebijakan anti-diskriminasi di berbagai sektor.

Tantangan feminisme kontemporer meliputi kuatnya budaya patriarki, perbedaan pandangan antar aliran feminisme, diskriminasi berbasis digital, serta ketimpangan representasi perempuan dari negara berkembang dalam wacana global.

⬇
Home
Kamus
Cite Halaman Ini
Geser dari kiri untuk membuka artikel Relevan.
Geser dari kanan untuk artikel terbaru.
Jangan tampilkan teks ini lagi
Artikel Relevan
Gerakan Sosial: Konsep, Jenis, dan Tahapannya Gerakan Sosial: Konsep, Jenis, dan Tahapannya Pola Mobilitas Post Operasi Pola Mobilitas Post Operasi Identitas Kolektif: Konsep dan Pembentukan Kelompok Identitas Kolektif: Konsep dan Pembentukan Kelompok Peran Gender: Konsep dan Konstruksi Sosial Peran Gender: Konsep dan Konstruksi Sosial Aktivitas Fisik Ibu Hamil: Konsep, Batasan Aman, dan Manfaat Aktivitas Fisik Ibu Hamil: Konsep, Batasan Aman, dan Manfaat Keberlanjutan Sosial: Konsep dan Pembangunan Masyarakat Keberlanjutan Sosial: Konsep dan Pembangunan Masyarakat Aktivisme Digital: Konsep dan Gerakan Sosial Baru Aktivisme Digital: Konsep dan Gerakan Sosial Baru Kohesi Sosial: Konsep dan Perekat Masyarakat Kohesi Sosial: Konsep dan Perekat Masyarakat Aktivitas Fisik Lansia Aktivitas Fisik Lansia Senam Hamil: Konsep, Manfaat, dan Prinsip Pelaksanaan Senam Hamil: Konsep, Manfaat, dan Prinsip Pelaksanaan Efektivitas Senam Yoga dalam Mengurangi Nyeri Punggung Ibu Hamil Efektivitas Senam Yoga dalam Mengurangi Nyeri Punggung Ibu Hamil Aktivitas Fisik dan Kesehatan Jantung Aktivitas Fisik dan Kesehatan Jantung Mobilisasi Dini: Pengertian dan Manfaatnya Mobilisasi Dini: Pengertian dan Manfaatnya Perilaku Kolektif: Konsep dan Manifestasi Sosial Perilaku Kolektif: Konsep dan Manifestasi Sosial Peran Perempuan dalam Perubahan Sosial: Konsep dan Kontribusi Peran Perempuan dalam Perubahan Sosial: Konsep dan Kontribusi Toleransi Sosial: Konsep dan Perannya dalam Masyarakat Toleransi Sosial: Konsep dan Perannya dalam Masyarakat Demokrasi Sosial: Konsep dan Partisipasi Warga Demokrasi Sosial: Konsep dan Partisipasi Warga Open Science Movement: Prinsip dan Manfaatnya Open Science Movement: Prinsip dan Manfaatnya Ketidaksetaraan Gender: Konsep dan Struktur Sosial Ketidaksetaraan Gender: Konsep dan Struktur Sosial Pengetahuan tentang Senam Hamil Pengetahuan tentang Senam Hamil
Artikel Terbaru
Memuat artikel terbaru…