Terakhir diperbarui: 25 December 2025

Citation (APA Style):
Davacom. (2025, 25 December). Inisiasi Menyusu Dini: Konsep, Manfaat, dan Praktik Pelaksanaan. SumberAjar. Retrieved 14 January 2026, from https://sumberajar.com/kamus/inisiasi-menyusu-dini-konsep-manfaat-dan-praktik-pelaksanaan  

Kamu menggunakan Mendeley? Add entry manual di sini.

Inisiasi Menyusu Dini: Konsep, Manfaat, dan Praktik Pelaksanaan - SumberAjar.com

Inisiasi Menyusu Dini: Konsep, Manfaat, dan Praktik Pelaksanaan

Pendahuluan

Inisiasi Menyusu Dini (IMD) merupakan salah satu intervensi krusial dalam asuhan persalinan yang secara signifikan memengaruhi kesehatan bayi sekaligus ibu sejak beberapa menit pertama kehidupan baru bagi bayi. IMD dilakukan dengan memberikan kesempatan kepada bayi untuk menyusu langsung dari payudara ibu segera setelah lahir, tepatnya dalam satu jam pertama kehidupan, tanpa penundaan untuk kegiatan medis atau administratif seperti penimbangan atau pembersihan bayi. Praktik ini bertujuan untuk memaksimalkan pemberian kolostrum, kontak kulit-ke-kulit antara ibu dan bayi, serta memicu respons fisiologis yang menguntungkan bagi kedua pihak, dengan demikian berkontribusi besar terhadap kesehatan jangka panjang bayi dan proses pemulihan ibu pascapersalinan. Peran serta tenaga kesehatan, keluarga, dan lingkungan juga menjadi faktor penting dalam keberhasilan pelaksanaan IMD di fasilitas kesehatan maupun dalam layanan kebidanan berstandar internasional. [Lihat sumber Disini - rspermata.co.id]


Definisi Inisiasi Menyusu Dini

Definisi Inisiasi Menyusu Dini Secara Umum

Inisiasi Menyusu Dini (IMD) secara umum merujuk pada praktik bayi mulai menyusu sendiri dari payudara ibu segera setelah dilahirkan, khususnya dalam kurun waktu 30 menit sampai satu jam pertama kehidupan bayi. Proses ini menekankan kontak kulit-ke-kulit antara ibu dan bayi dan memberikan bayi kesempatan untuk mencari puting susu ibu secara naluriah sehingga memulai menyusu dengan sendirinya tanpa paksaan atau pembimbingan. Konsep ini bukan sekadar pemberian ASI, tetapi sebuah proses alami yang mengoptimalkan respons fisiologis bayi dan ibu setelah persalinan. [Lihat sumber Disini - poltekkesjakarta1.ac.id]

Definisi Inisiasi Menyusu Dini dalam KBBI

Menurut hati penjelasan umum dari berbagai rujukan pendidikan kesehatan dan istilah medis yang dipakai di Indonesia, IMD dapat dipahami sebagai tindakan awal memberikan ASI kepada bayi dalam periode kritis setelah lahir. Walaupun istilah ini belum tercatat secara eksplisit dalam KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) sebagai sebuah entri tersendiri, maknanya dalam praktik kesehatan telah diadaptasi sebagai langkah awal pemberian ASI yang berkaitan erat dengan banyak istilah kebidanan lain di KBBI. Dalam konteks ini, IMD diasosiasikan sebagai “permulaan menyusui yang dilakukan segera setelah kelahiran dengan kontak langsung kulit ibu dan bayi.” [Lihat sumber Disini - jurnal.htp.ac.id]

Definisi Inisiasi Menyusu Dini Menurut Para Ahli

  1. Lestari (2022): IMD merupakan program yang dianjurkan pemerintah untuk memfasilitasi bayi menyusu sendiri segera setelah lahir dengan bantuan kontak kulit secara langsung, yang dikenal sebagai the breast crawl, di mana bayi merangkak mencari payudara ibu untuk memulai ASI. [Lihat sumber Disini - repository.poltekkes-medan.ac.id]

  2. Sujiyatini dkk (2015): IMD adalah proses bayi menyusu segera setelah dilahirkan, dibiarkan mencari puting susu sendiri tanpa penundaan aktivitas medis seperti pembersihan atau penimbangan, dalam rangka memastikan bayi menerima kolostrum pertama. [Lihat sumber Disini - journal.arikesi.or.id]

  3. WHO/UNICEF (Rekomendasi internasional): IMD direkomendasikan sebagai kegiatan yang dilakukan dalam satu jam pertama setelah bayi lahir, dengan tujuan memberikan kolostrum dan memperkuat respons fisiologis serta hubungan emosional antara ibu dan bayi. [Lihat sumber Disini - rspermata.co.id]

  4. Sunansari (2013): IMD adalah proses bayi mulai menyusu sendiri segera setelah lahir dan dilakukan dengan kontak kulit-ke-kulit selama minimal satu jam, yang penting untuk kesehatan dan perkembangan bayi. [Lihat sumber Disini - eprints.bbg.ac.id]


Tujuan dan Prinsip Inisiasi Menyusu Dini

Tujuan IMD

Inisiasi Menyusu Dini memiliki sejumlah tujuan inti yang saling berkaitan:

Prinsip Dasar IMD

Pelaksanaan IMD harus sesuai beberapa prinsip dasar berikut:


Manfaat IMD bagi Bayi dan Ibu

Manfaat bagi Bayi

IMD memberikan sejumlah manfaat substansial pada bayi baru lahir, antara lain:

Manfaat bagi Ibu

Selain manfaat bagi bayi, IMD memiliki dampak positif yang signifikan bagi ibu, antara lain:


Faktor yang Mempengaruhi Keberhasilan IMD

Berbagai studi telah mengidentifikasi sejumlah faktor yang berkaitan erat dengan keberhasilan pelaksanaan Inisiasi Menyusu Dini, meliputi:


Praktik Pelaksanaan IMD sesuai Standar

Pelaksanaan IMD yang efektif harus memperhatikan langkah-langkah berikut:

  1. Segera setelah bayi lahir, bayi diletakkan pada dada ibu tanpa dibedong atau dibersihkan secara menyeluruh terlebih dahulu. [Lihat sumber Disini - rspermata.co.id]

  2. Kontak kulit-ke-kulit antara bayi dan ibu dilakukan minimal selama 60 menit di lingkungan yang hangat dan kondusif. [Lihat sumber Disini - rspermata.co.id]

  3. Tenaga kesehatan mendukung proses bayi merangkak mencari payudara (breast crawl) sehingga bayi dapat menyusu sendiri sesuai naluri. [Lihat sumber Disini - rspermata.co.id]

  4. Tidak tergesa-gesa untuk penimbangan, pengukuran, atau pemberian obat pramatang sampai proses menyusu awal selesai dilakukan. [Lihat sumber Disini - rspermata.co.id]

  5. Dukungan aktif dari bidan atau tenaga kesehatan untuk menjaga posisi ibu dan bayi serta memberikan edukasi dan bantuan bila diperlukan. [Lihat sumber Disini - journal.universitaspahlawan.ac.id]


Peran Tenaga Kesehatan dalam Pelaksanaan IMD

Tenaga kesehatan, termasuk bidan, perawat, dokter obstetri, dan asisten kesehatan lain, memiliki peran penting dalam memastikan praktik IMD dilakukan sesuai pedoman evidence-based:


Kesimpulan

Inisiasi Menyusu Dini (IMD) merupakan upaya penting dan terbukti secara ilmiah memberikan manfaat luas bagi bayi dan ibu sejak saat pertama kelahiran. IMD membantu bayi mendapatkan kolostrum pertama yang kaya akan nutrisi dan antibodi, memperkuat sistem imun, mencegah hipotermia, serta meningkatkan peluang keberhasilan pemberian ASI eksklusif. Bagi ibu, IMD merangsang respon hormonal yang mendukung kontraksi uterus dan pemulihan pascapersalinan serta memperkuat hubungan emosional dengan bayi. Keberhasilan pelaksanaan IMD dipengaruhi oleh pengetahuan ibu, dukungan keluarga, kesiapan tenaga kesehatan, jenis persalinan, serta kebijakan fasilitas kesehatan. Oleh karena itu, peran tenaga kesehatan dalam edukasi, pendampingan, dan lingkungan yang mendukung menjadi kunci dalam memastikan setiap bayi dapat menerima manfaat optimal dari Inisiasi Menyusu Dini yang sesuai standar. [Lihat sumber Disini - rspermata.co.id]

Artikel ini ditulis dan disunting oleh tim redaksi SumberAjar.com berdasarkan referensi akademik Indonesia.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Inisiasi Menyusu Dini (IMD) adalah proses memberikan kesempatan kepada bayi untuk mulai menyusu sendiri dalam satu jam pertama setelah lahir melalui kontak kulit ke kulit dengan ibu, sehingga bayi dapat mencari dan mengisap puting susu secara alami.

IMD penting karena membantu bayi mendapatkan kolostrum yang kaya antibodi, mencegah hipotermia, meningkatkan keberhasilan ASI eksklusif, serta menurunkan risiko infeksi dan kematian neonatal.

Bagi ibu, IMD membantu merangsang hormon oksitosin yang mempercepat kontraksi uterus, mengurangi risiko perdarahan pascapersalinan, meningkatkan produksi ASI, dan memperkuat ikatan emosional dengan bayi.

Keberhasilan IMD dipengaruhi oleh pengetahuan ibu, dukungan keluarga, peran tenaga kesehatan, jenis persalinan, kondisi ibu dan bayi, serta kebijakan dan lingkungan fasilitas pelayanan kesehatan.

IMD dilakukan dengan meletakkan bayi di dada ibu segera setelah lahir, melakukan kontak kulit ke kulit minimal selama satu jam, memberikan kesempatan bayi menyusu sendiri, serta menunda tindakan non-darurat sampai proses IMD selesai.

Tenaga kesehatan seperti bidan, perawat, dan dokter berperan penting dalam edukasi, pendampingan, serta memastikan IMD dilakukan sesuai standar klinis dan kebijakan pelayanan kesehatan.

⬇
Home
Kamus
Cite Halaman Ini
Geser dari kiri untuk membuka artikel Relevan.
Geser dari kanan untuk artikel terbaru.
Jangan tampilkan teks ini lagi
Artikel Relevan
Pengetahuan tentang Inisiasi Menyusu Dini Pengetahuan tentang Inisiasi Menyusu Dini Faktor yang Mempengaruhi Keterlambatan Inisiasi Laktasi Faktor yang Mempengaruhi Keterlambatan Inisiasi Laktasi Pengetahuan Ibu tentang Pola Tidur Bayi Pengetahuan Ibu tentang Pola Tidur Bayi Pengetahuan Remaja tentang Dampak Pernikahan Dini Pengetahuan Remaja tentang Dampak Pernikahan Dini Mobilisasi Dini: Prinsip Pelaksanaan dan Manfaat Klinis Mobilisasi Dini: Prinsip Pelaksanaan dan Manfaat Klinis Mobilisasi Dini: Pengertian dan Manfaatnya Mobilisasi Dini: Pengertian dan Manfaatnya Pernikahan Dini: Konsep, Dampak Kesehatan, dan Implikasi Sosial Pernikahan Dini: Konsep, Dampak Kesehatan, dan Implikasi Sosial Deteksi Dini Penyakit Menular Deteksi Dini Penyakit Menular Perawatan Payudara: Konsep, Pencegahan Masalah, dan Dukungan ASI Perawatan Payudara: Konsep, Pencegahan Masalah, dan Dukungan ASI Faktor yang Berhubungan dengan Kualitas Tidur Bayi Baru Lahir Faktor yang Berhubungan dengan Kualitas Tidur Bayi Baru Lahir Manajemen Proyek Riset Menggunakan Trello dan Notion Manajemen Proyek Riset Menggunakan Trello dan Notion Paritas dan Keberhasilan Menyusui: Konsep, Hubungan, dan Implikasi Paritas dan Keberhasilan Menyusui: Konsep, Hubungan, dan Implikasi Self-Efficacy Ibu Menyusui Self-Efficacy Ibu Menyusui Faktor yang Mempengaruhi Keberhasilan Rooming-In Faktor yang Mempengaruhi Keberhasilan Rooming-In Persepsi Ibu tentang ASI Eksklusif Persepsi Ibu tentang ASI Eksklusif Manajemen Proyek & Dokumentasi Sistem Manajemen Proyek & Dokumentasi Sistem Posisi Menyusui yang Efektif Posisi Menyusui yang Efektif Mother-Infant Bonding Mother-Infant Bonding Perawatan Bayi Baru Lahir: Konsep, Praktik Dasar, dan Edukasi Ibu Perawatan Bayi Baru Lahir: Konsep, Praktik Dasar, dan Edukasi Ibu Pola Mobilitas Post Operasi Pola Mobilitas Post Operasi
Artikel Terbaru
Memuat artikel terbaru…