
Inisiasi Menyusu Dini: Konsep, Manfaat, dan Praktik Pelaksanaan
Pendahuluan
Inisiasi Menyusu Dini (IMD) merupakan salah satu intervensi krusial dalam asuhan persalinan yang secara signifikan memengaruhi kesehatan bayi sekaligus ibu sejak beberapa menit pertama kehidupan baru bagi bayi. IMD dilakukan dengan memberikan kesempatan kepada bayi untuk menyusu langsung dari payudara ibu segera setelah lahir, tepatnya dalam satu jam pertama kehidupan, tanpa penundaan untuk kegiatan medis atau administratif seperti penimbangan atau pembersihan bayi. Praktik ini bertujuan untuk memaksimalkan pemberian kolostrum, kontak kulit-ke-kulit antara ibu dan bayi, serta memicu respons fisiologis yang menguntungkan bagi kedua pihak, dengan demikian berkontribusi besar terhadap kesehatan jangka panjang bayi dan proses pemulihan ibu pascapersalinan. Peran serta tenaga kesehatan, keluarga, dan lingkungan juga menjadi faktor penting dalam keberhasilan pelaksanaan IMD di fasilitas kesehatan maupun dalam layanan kebidanan berstandar internasional. [Lihat sumber Disini - rspermata.co.id]
Definisi Inisiasi Menyusu Dini
Definisi Inisiasi Menyusu Dini Secara Umum
Inisiasi Menyusu Dini (IMD) secara umum merujuk pada praktik bayi mulai menyusu sendiri dari payudara ibu segera setelah dilahirkan, khususnya dalam kurun waktu 30 menit sampai satu jam pertama kehidupan bayi. Proses ini menekankan kontak kulit-ke-kulit antara ibu dan bayi dan memberikan bayi kesempatan untuk mencari puting susu ibu secara naluriah sehingga memulai menyusu dengan sendirinya tanpa paksaan atau pembimbingan. Konsep ini bukan sekadar pemberian ASI, tetapi sebuah proses alami yang mengoptimalkan respons fisiologis bayi dan ibu setelah persalinan. [Lihat sumber Disini - poltekkesjakarta1.ac.id]
Definisi Inisiasi Menyusu Dini dalam KBBI
Menurut hati penjelasan umum dari berbagai rujukan pendidikan kesehatan dan istilah medis yang dipakai di Indonesia, IMD dapat dipahami sebagai tindakan awal memberikan ASI kepada bayi dalam periode kritis setelah lahir. Walaupun istilah ini belum tercatat secara eksplisit dalam KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) sebagai sebuah entri tersendiri, maknanya dalam praktik kesehatan telah diadaptasi sebagai langkah awal pemberian ASI yang berkaitan erat dengan banyak istilah kebidanan lain di KBBI. Dalam konteks ini, IMD diasosiasikan sebagai “permulaan menyusui yang dilakukan segera setelah kelahiran dengan kontak langsung kulit ibu dan bayi.” [Lihat sumber Disini - jurnal.htp.ac.id]
Definisi Inisiasi Menyusu Dini Menurut Para Ahli
-
Lestari (2022): IMD merupakan program yang dianjurkan pemerintah untuk memfasilitasi bayi menyusu sendiri segera setelah lahir dengan bantuan kontak kulit secara langsung, yang dikenal sebagai the breast crawl, di mana bayi merangkak mencari payudara ibu untuk memulai ASI. [Lihat sumber Disini - repository.poltekkes-medan.ac.id]
-
Sujiyatini dkk (2015): IMD adalah proses bayi menyusu segera setelah dilahirkan, dibiarkan mencari puting susu sendiri tanpa penundaan aktivitas medis seperti pembersihan atau penimbangan, dalam rangka memastikan bayi menerima kolostrum pertama. [Lihat sumber Disini - journal.arikesi.or.id]
-
WHO/UNICEF (Rekomendasi internasional): IMD direkomendasikan sebagai kegiatan yang dilakukan dalam satu jam pertama setelah bayi lahir, dengan tujuan memberikan kolostrum dan memperkuat respons fisiologis serta hubungan emosional antara ibu dan bayi. [Lihat sumber Disini - rspermata.co.id]
-
Sunansari (2013): IMD adalah proses bayi mulai menyusu sendiri segera setelah lahir dan dilakukan dengan kontak kulit-ke-kulit selama minimal satu jam, yang penting untuk kesehatan dan perkembangan bayi. [Lihat sumber Disini - eprints.bbg.ac.id]
Tujuan dan Prinsip Inisiasi Menyusu Dini
Tujuan IMD
Inisiasi Menyusu Dini memiliki sejumlah tujuan inti yang saling berkaitan:
-
Meningkatkan akses bayi terhadap kolostrum, yang merupakan ASI pertama kaya nutrisi dan antibodi yang membantu memperkuat sistem imun bayi sejak awal. [Lihat sumber Disini - rspermata.co.id]
-
Memperkuat ikatan emosional antara ibu dan bayi, melalui kontak kulit-ke-kulit yang intim, yang juga berdampak positif pada respons hormonal ibu. [Lihat sumber Disini - rspermata.co.id]
-
Mempercepat keterampilan menyusu bayi, sehingga kesempatan keberhasilan pemberian ASI eksklusif dalam enam bulan pertama meningkat. [Lihat sumber Disini - rspermata.co.id]
-
Meningkatkan respons fisiologis ibu dan bayi, termasuk stimulasi hormon oksitosin yang membantu kontraksi uterus pada ibu pascapersalinan. [Lihat sumber Disini - rspermata.co.id]
-
Mengurangi risiko mortalitas neonatal dan komplikasi kesehatan bayi, dengan evidence bahwa IMD berkaitan dengan penurunan risiko infeksi akut dan kematian neonatal. [Lihat sumber Disini - jknamed.com]
Prinsip Dasar IMD
Pelaksanaan IMD harus sesuai beberapa prinsip dasar berikut:
-
Kontak kulit-ke-kulit segera setelah lahir tanpa penundaan yang tidak perlu untuk pemeriksaan medis rutin. [Lihat sumber Disini - rspermata.co.id]
-
Pemberian kesempatan bagi bayi untuk menyusu sendiri, bukan dipaksa ke payudara, dengan adanya dukungan penuh dari tenaga kesehatan dan keluarga. [Lihat sumber Disini - repository.poltekkes-medan.ac.id]
-
Durasi kontak minimal 60 menit pada jam pertama kehidupan bayi untuk mengoptimalkan respons hormonal dan fisiologis. [Lihat sumber Disini - rspermata.co.id]
-
Lingkungan yang kondusif dan dukungan tenaga kesehatan yang memahami protokol IMD sesuai bukti klinis. [Lihat sumber Disini - journal.universitaspahlawan.ac.id]
Manfaat IMD bagi Bayi dan Ibu
Manfaat bagi Bayi
IMD memberikan sejumlah manfaat substansial pada bayi baru lahir, antara lain:
-
Mencegah hipotermia, karena bayi tetap berada dalam kontak erat dengan tubuh ibu yang dapat menstabilkan suhu tubuhnya lebih efektif dibandingkan penghangat mekanis. [Lihat sumber Disini - jurnalinterest.com]
-
Meningkatkan peluang bayi menerima kolostrum yang mengandung antibodi dan nutrisi penting yang membantu melawan infeksi dan mendukung sistem imun awal. [Lihat sumber Disini - jik.stikesalifah.ac.id]
-
Memperkuat sistem imun bayi melalui transfer antibodi dari ASI awal dan kolonisasi bakteri flora baik dari kontak kulit ibu. [Lihat sumber Disini - e-journal.polkesraya.ac.id]
-
Meningkatkan konsistensi pemberian ASI eksklusif, karena pengalaman menyusu dini meningkatkan keterampilan bayi dalam menyusu. [Lihat sumber Disini - rspermata.co.id]
-
Mengurangi risiko morbiditas dan mortalitas, terutama pada periode neonatal, dengan evidence menunjukkan hubungan antara IMD dan penurunan angka kematian neonatal serta infeksi berat. [Lihat sumber Disini - jknamed.com]
Manfaat bagi Ibu
Selain manfaat bagi bayi, IMD memiliki dampak positif yang signifikan bagi ibu, antara lain:
-
Meningkatkan kontraksi uterus, yang membantu mengurangi perdarahan pascapersalinan melalui stimulasi oksitosin akibat Hisapan bayi. [Lihat sumber Disini - rspermata.co.id]
-
Mempermudah pemulihan pascapersalinan, karena kontak kulit dan respons hormonal dapat menenangkan ibu dan mendukung respons fisiologis yang sehat. [Lihat sumber Disini - rspermata.co.id]
-
Meningkatkan produksi ASI, dengan stimulasi awal yang terjadi saat bayi mulai menyusu sendiri. [Lihat sumber Disini - rspermata.co.id]
-
Memperkuat ikatan emosional antara ibu dan bayi, yang berdampak signifikan pada kesehatan mental dan kesiapan ibu dalam asuhan lanjutan ASI. [Lihat sumber Disini - rspermata.co.id]
Faktor yang Mempengaruhi Keberhasilan IMD
Berbagai studi telah mengidentifikasi sejumlah faktor yang berkaitan erat dengan keberhasilan pelaksanaan Inisiasi Menyusu Dini, meliputi:
-
Pengetahuan dan sikap ibu terkait IMD, di mana tingkat informasi ibu tentang prosedur dan manfaat IMD sangat mempengaruhi keterlibatan mereka dalam pelaksanaannya. [Lihat sumber Disini - researchgate.net]
-
Dukungan dari tenaga kesehatan, termasuk keterampilan dan motivasi bidan atau perawat untuk melaksanakan IMD sesuai pedoman evidence-based. [Lihat sumber Disini - researchgate.net]
-
Peran keluarga, terutama suami, dalam mendampingi ibu saat persalinan dan memberikan dukungan emosional serta praktis selama pelaksanaan IMD. [Lihat sumber Disini - midwifery.iocspublisher.org]
-
Jenis persalinan (normal vs sectio caesarea), karena persalinan caesar dapat mempengaruhi kemampuan untuk segera melakukan kontak kulit secara optimal. [Lihat sumber Disini - jurnal.htp.ac.id]
-
Faktor budaya dan lingkungan yang dapat mempengaruhi sikap ibu dan keluarga terhadap praktik IMD, termasuk kepercayaan atau kebiasaan lokal di unit layanan kesehatan. [Lihat sumber Disini - researchgate.net]
Praktik Pelaksanaan IMD sesuai Standar
Pelaksanaan IMD yang efektif harus memperhatikan langkah-langkah berikut:
-
Segera setelah bayi lahir, bayi diletakkan pada dada ibu tanpa dibedong atau dibersihkan secara menyeluruh terlebih dahulu. [Lihat sumber Disini - rspermata.co.id]
-
Kontak kulit-ke-kulit antara bayi dan ibu dilakukan minimal selama 60 menit di lingkungan yang hangat dan kondusif. [Lihat sumber Disini - rspermata.co.id]
-
Tenaga kesehatan mendukung proses bayi merangkak mencari payudara (breast crawl) sehingga bayi dapat menyusu sendiri sesuai naluri. [Lihat sumber Disini - rspermata.co.id]
-
Tidak tergesa-gesa untuk penimbangan, pengukuran, atau pemberian obat pramatang sampai proses menyusu awal selesai dilakukan. [Lihat sumber Disini - rspermata.co.id]
-
Dukungan aktif dari bidan atau tenaga kesehatan untuk menjaga posisi ibu dan bayi serta memberikan edukasi dan bantuan bila diperlukan. [Lihat sumber Disini - journal.universitaspahlawan.ac.id]
Peran Tenaga Kesehatan dalam Pelaksanaan IMD
Tenaga kesehatan, termasuk bidan, perawat, dokter obstetri, dan asisten kesehatan lain, memiliki peran penting dalam memastikan praktik IMD dilakukan sesuai pedoman evidence-based:
-
Memberikan edukasi antenatal tentang pentingnya IMD kepada ibu hamil dan keluarga untuk mempersiapkan ekspektasi serta dukungan praktis. [Lihat sumber Disini - researchgate.net]
-
Menyediakan lingkungan yang mendukung IMD di fasilitas persalinan, termasuk kebijakan rumah sakit yang mengutamakan kontak kulit-ke-kulit segera setelah bayi lahir. [Lihat sumber Disini - journal.universitaspahlawan.ac.id]
-
Mengaktifkan dukungan praktis saat persalinan, membantu ibu memposisikan bayi pada dada secara nyaman dan aman agar proses menyusu dini berjalan lancar. [Lihat sumber Disini - researchgate.net]
-
Mengawasi dan mendampingi proses IMD sesuai standar klinis, termasuk memastikan bayi dan ibu stabil secara fisiologis selama pelaksanaan. [Lihat sumber Disini - journal.universitaspahlawan.ac.id]
-
Melakukan pencatatan dan evaluasi pelaksanaan IMD untuk perbaikan kualitas layanan, serta memberikan tindak lanjut dan edukasi lanjutan pascapelaksanaan. [Lihat sumber Disini - journal.universitaspahlawan.ac.id]
Kesimpulan
Inisiasi Menyusu Dini (IMD) merupakan upaya penting dan terbukti secara ilmiah memberikan manfaat luas bagi bayi dan ibu sejak saat pertama kelahiran. IMD membantu bayi mendapatkan kolostrum pertama yang kaya akan nutrisi dan antibodi, memperkuat sistem imun, mencegah hipotermia, serta meningkatkan peluang keberhasilan pemberian ASI eksklusif. Bagi ibu, IMD merangsang respon hormonal yang mendukung kontraksi uterus dan pemulihan pascapersalinan serta memperkuat hubungan emosional dengan bayi. Keberhasilan pelaksanaan IMD dipengaruhi oleh pengetahuan ibu, dukungan keluarga, kesiapan tenaga kesehatan, jenis persalinan, serta kebijakan fasilitas kesehatan. Oleh karena itu, peran tenaga kesehatan dalam edukasi, pendampingan, dan lingkungan yang mendukung menjadi kunci dalam memastikan setiap bayi dapat menerima manfaat optimal dari Inisiasi Menyusu Dini yang sesuai standar. [Lihat sumber Disini - rspermata.co.id]