
Konsep Dasar Penelitian Ilmiah: Pengertian dan Unsur Pentingnya
Pendahuluan
Penelitian ilmiah merupakan fondasi penting dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan penerapan kebijakan. Melalui penelitian, manusia berupaya menjawab pertanyaan-pertanyaan signifikan, menguji fenomena yang belum jelas, serta menghasilkan temuan yang dapat dijadikan landasan bagi pengembangan teori maupun praktik. Dalam ranah akademik dan profesional, memahami secara menyeluruh tentang “apa itu penelitian ilmiah”, bagaimana definisinya menurut berbagai perspektif , serta unsur-unsur penting yang membentuknya , menjadi prasyarat agar penelitian yang dilakukan benar-benar memiliki kualitas, relevansi, dan dapat dipertanggungjawabkan. Artikel ini akan mengulas secara komprehensif pengertian penelitian ilmiah (secara umum, menurut KBBI, dan menurut para ahli), kemudian membahas unsur-unsur penting dalam penelitian ilmiah (konsep dasar, karakteristik, tahapan, metode, variabel dan hipotesis, dan kaidah ilmiah). Dengan struktur yang sistematis, pembaca diharapkan memperoleh gambaran menyeluruh agar mampu menjalankan atau mengevaluasi penelitian secara lebih kritis dan efektif.
Definisi Penelitian Ilmiah
Definisi Penelitian Ilmiah Secara Umum
Secara umum, penelitian ilmiah dapat dipahami sebagai proses sistematis yang dilakukan oleh peneliti untuk mencari jawaban atas suatu permasalahan atau fenomena, dengan menggunakan data dan metode yang logis serta dapat diuji secara empiris. Sebagai contoh, dalam artikel “Memahami Ciri-ciri, Metode, dan Konsep Dasar Penelitian” disebutkan bahwa penelitian adalah “kegiatan atau proses sistematis untuk memecahkan masalah yang dilakukan dengan menerapkan metode ilmiah”. [Lihat sumber Disini - katadata.co.id]
Penelitian ini biasanya mencakup langkah-langkah seperti perumusan masalah, pengumpulan data, analisis data, hingga penarikan kesimpulan yang dapat diverifikasi. Dengan demikian, penelitian bukan sekadar “menemukan sesuatu secara kebetulan”, tetapi melalui rangka kerja yang terencana dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.
Definisi Penelitian Ilmiah dalam KBBI
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), penelitian didefinisikan sebagai “kegiatan pengumpulan, pengolahan, analisis serta penyajian data secara sistematis dan objektif untuk memecahkan suatu persoalan atau menguji suatu hipotesis untuk mengembangkan prinsip-prinsip umum”. [Lihat sumber Disini - katadata.co.id]
Definisi KBBI ini menekankan tiga aspek utama: pengumpulan data, analisis dan pengolahan data, serta penyajian hasil dalam rangka pemecahan masalah atau pengujian hipotesis. Kata-kata “sistematis” dan “objektif” menjadi kata kunci yang menunjukkan bahwa penelitian ilmiah bukan kegiatan arbitrer, melainkan memiliki tata urut, aturan, serta bebas dari bias subjektif sejauh mungkin.
Definisi Penelitian Ilmiah Menurut Para Ahli
Berikut beberapa definisi dari para ahli yang dapat memperkaya pemahaman:
- Sutrisno Hadi menyatakan bahwa penelitian adalah “usaha untuk menemukan, mengembangkan dan menguji kebenaran suatu pengetahuan” dengan menggunakan metode ilmiah. [Lihat sumber Disini - kumparan.com]
- Soerjono Soekanto berpendapat bahwa penelitian merupakan “kegiatan ilmiah yang didasarkan pada analisis dan konstruksi yang dilakukan secara sistematis, metodologis dan konsisten” dengan tujuan mengungkapkan kebenaran sebagai manifestasi dari keinginan manusia untuk mengetahui. [Lihat sumber Disini - id.scribd.com]
- Winarno Surachmand mendefinisikan penelitian sebagai “kegiatan ilmiah mengumpulkan pengetahuan baru yang bersumber dari primer-primer, dengan tujuan penemuan prinsip-prinsip umum serta melakukan generalisasi di luar sampel yang diselidiki”. [Lihat sumber Disini - repository.nusamandiri.ac.id]
- Mohammad Ali dalam kutipan menyatakan bahwa penelitian adalah “cara untuk memahami sesuatu melalui penyelidikan atau usaha mencari bukti-bukti yang muncul sehubungan dengan masalah itu, yang dilakukan secara hati‐hati sekali sehingga diperoleh pemecahannya”. [Lihat sumber Disini - jurnal.stieyasaanggana.ac.id]
Dari definisi-definisi di atas dapat disimpulkan bahwa penelitian ilmiah memiliki karakteristik sebagai berikut: sistematis, menggunakan metode ilmiah, berfokus pada pengumpulan dan analisis data, serta bertujuan menemukan atau menguji pengetahuan yang dapat digeneralisasi. Pemahaman ini penting agar peneliti tidak sekadar melakukan kegiatan “observasi” atau “pengumpulan data” saja, tetapi benar-benar menjalankan proses yang diarahkan oleh kerangka ilmiah.
Unsur-Unsur Penting Penelitian Ilmiah
Agar penelitian dapat dikatakan ilmiah dan memiliki kredibilitas, terdapat beberapa unsur penting yang harus diperhatikan. Berikut ulasan masing-masing unsur penting tersebut.
1. Karakteristik dan Sifat Penelitian Ilmiah
Sebelum memasuki unsur spesifik, penting memahami karakteristik penelitian ilmiah. Beberapa modul menyebut bahwa penelitian ilmiah adalah proses pencarian kebenaran ilmu yang harus melalui tahap-tahap penelitian dan tindakan yang sistematis, kritis, dan penuh disiplin. [Lihat sumber Disini - repository.ut.ac.id]
Ciri-ciri penelitian ilmiah antara lain:
- Sistematis: dilakukan melalui langkah-langkah tertata. [Lihat sumber Disini - researchgate.net]
- Logis: mengikuti nalar berpikir yang konsisten dan masuk akal. [Lihat sumber Disini - repository.uinjkt.ac.id]
- Empiris: berlandaskan pada bukti dan fakta yang diperoleh dari pengamatan atau data nyata. [Lihat sumber Disini - researchgate.net]
- Objektif: hasil penelitian berusaha bebas dari bias subyektif dan dapat diuji atau direplikasi. [Lihat sumber Disini - researchgate.net]
Karakteristik ini menjadi landasan agar proses penelitian dapat diterima oleh komunitas ilmiah dan menghasilkan pengetahuan yang valid serta reliabel.
2. Tahapan Penelitian Ilmiah
Penelitian ilmiah umumnya dilaksanakan melalui tahapan-tahapan yang berurutan sebagai berikut:
- Perumusan masalah penelitian: menentukan apa yang akan diteliti, mengapa penting. [Lihat sumber Disini - repository.ut.ac.id]
- Kajian pustaka atau studi literatur: mengidentifikasi penelitian terdahulu dan teori yang relevan. [Lihat sumber Disini - repository.ut.ac.id]
- Perumusan metodologi: memilih desain, sampel, instrumen, prosedur analisis. [Lihat sumber Disini - repository.ut.ac.id]
- Pengumpulan data: proses pengambilan data sesuai instrumen dan prosedur. [Lihat sumber Disini - repository.ut.ac.id]
- Analisis data: mengolah dan menginterpretasi data untuk menjawab masalah penelitian. [Lihat sumber Disini - repository.ut.ac.id]
- Penarikan kesimpulan dan pelaporan hasil penelitian. [Lihat sumber Disini - repository.ut.ac.id]
Memahami tahapan ini membantu peneliti menjalankan penelitian dengan alur yang benar dan menjaga sistematika penelitian agar hasilnya memiliki kredibilitas.
3. Unsur Konsep, Proposisi, Teori, Variabel, Hipotesis, Definisi Operasional
Menurut modul-modul metode penelitian, unsur-unsur yang menjadi dasar penelitian ilmiah meliputi: konsep, proposisi, teori, variabel, hipotesis dan definisi operasional. [Lihat sumber Disini - repository.ut.ac.id]
- Konsep: abstraksi yang terbentuk dari generalisasi hal-hal khusus; dipakai untuk menggambarkan fenomena. [Lihat sumber Disini - id.scribd.com]
- Proposisi: pernyataan hubungan antar konsep yang dapat diuji. [Lihat sumber Disini - id.scribd.com]
- Teori: kumpulan proposisi yang saling berhubungan secara logis dan digunakan untuk menjelaskan fenomena. [Lihat sumber Disini - repository.ut.ac.id]
- Variabel: aspek dari konsep yang dapat diukur dan diamati dalam penelitian. [Lihat sumber Disini - repository.ut.ac.id]
- Hipotesis: pernyataan sementara yang menyatakan hubungan antar variabel dan dapat diuji. [Lihat sumber Disini - repository.ut.ac.id]
- Definisi operasional: penjabaran indikator yang konkret agar variabel dapat diukur dengan jelas. [Lihat sumber Disini - repository.ut.ac.id]
Dengan memahami unsur-unsur ini, peneliti mampu merancang penelitian yang secara teoritis kuat (melalui konsep, proposisi, teori) serta secara empiris terukur (melalui variabel, hipotesis, definisi operasional).
4. Kaidah Ilmiah dalam Penelitian
Penelitian ilmiah tidak hanya melibatkan unsur-unsur teknis, tetapi juga harus memenuhi kaidah-kaidah ilmiah yang berlaku, antara lain: sistematis, logis, empiris, terkendali, dapat diuji (testable), dan dapat direplikasi. [Lihat sumber Disini - repository.unai.edu]
Modul konsep dasar penelitian menyebut bahwa penelitian ilmiah adalah penelitian yang menggunakan metode ilmiah secara sistematis dan terkontrol berdasarkan data empiris. [Lihat sumber Disini - id.scribd.com]
Kaidah-kaidah ini memastikan bahwa hasil penelitian bukan sekadar kebetulan atau opini pribadi, melainkan memenuhi standar yang dapat diterima dalam komunitas ilmiah dan memberikan kontribusi pada perkembangan pengetahuan.
5. Unsur Tujuan, Masalah, dan Manfaat Penelitian
Walaupun sering kurang mendapat perhatian dalam pembahasan unsur teknis, unsur-tujuan, rumusan masalah, dan manfaat penelitian merupakan pilar penting yang menentukan arah dan relevansi penelitian. Sebuah penelitian dikatakan baik jika:
- Rumusan masalah jelas dan relevan dengan situasi nyata.
- Tujuan penelitian spesifik dan dapat dicapai.
- Manfaat penelitian dirancang agar memberikan kontribusi pada ilmu pengetahuan ataupun praktik.
Misalnya, menurut deepublish, unsur-unsur karya ilmiah termasuk tujuan, metode, hasil, serta kesimpulan. [Lihat sumber Disini - deepublishstore.com] Memasukkan unsur ini ke dalam kerangka penelitian membantu memastikan bahwa penelitian tidak hanyalah proses teknis, tetapi juga memiliki relevansi dan kegunaan.
Kesimpulan
Penelitian ilmiah adalah kegiatan sistematis, logis, serta empiris yang bertujuan mencari, mengembangkan, atau menguji pengetahuan dengan menggunakan metode ilmiah yang terstruktur. Definisi yang berasal dari pandangan umum, dari KBBI, hingga dari para ahli menunjukkan bahwa penelitian ilmiah memiliki inti yang sama: pengumpulan dan analisis data, metode yang jelas, serta hasil yang dapat diuji dan dipertanggungjawabkan.
Unsur-unsur penting penelitian meliputi karakteristik dan sifat penelitian ilmiah (seperti sistematis, logis, empiris, objektif), tahapan penelitian (rumusan masalah, kajian pustaka, metodologi, pengumpulan data, analisis data, kesimpulan), unsur teknis konsep-proposisi-teori-variabel-hipotesis-definisi operasional, kaidah ilmiah yang harus dipenuhi, serta unsur tujuan, rumusan masalah, dan manfaat penelitian.
Dengan memahami seluruh konsep dan unsur ini secara mendalam, seorang peneliti akan lebih siap merancang dan menjalankan penelitian yang valid, relevan, dan berkualitas — yang pada akhirnya dapat memberikan kontribusi bermakna pada ilmu pengetahuan dan masyarakat.