Terakhir diperbarui: 03 January 2026

Citation (APA Style):
Davacom. (2026, 3 January). Teori Motivasi Maslow. SumberAjar. Retrieved 12 January 2026, from https://sumberajar.com/kamus/teori-motivasi-maslow 

Kamu menggunakan Mendeley? Add entry manual di sini.

Teori Motivasi Maslow - SumberAjar.com

Teori Motivasi Maslow

Pendahuluan

Teori Motivasi Maslow merupakan salah satu teori klasik dalam psikologi yang menjelaskan mengapa manusia berperilaku dan bertindak untuk memenuhi berbagai kebutuhan hidupnya. Abraham Harold Maslow, seorang psikolog Amerika, memperkenalkan teori ini pertama kali melalui makalahnya A Theory of Human Motivation pada tahun 1943, kemudian dikembangkan lebih lanjut dalam karya-karyanya berikutnya. Teori Maslow menekankan bahwa motivasi manusia tidak hanya sekadar dorongan sederhana, melainkan sebuah proses hierarkis yang kompleks di mana pemenuhan satu kebutuhan mendorong individu untuk memenuhi kebutuhan berikutnya yang lebih tinggi. Pemahaman terhadap teori ini penting tidak hanya dalam bidang psikologi, tetapi juga dalam pendidikan, manajemen, kesehatan, dan pengembangan diri karena memberikan kerangka untuk memahami perilaku dan motivasi manusia secara mendalam. [Lihat sumber Disini - simplypsychology.org]

Garis besar dalam artikel ini mencakup definisi Teori Motivasi Maslow dari berbagai perspektif, elaborasi mendalam tentang hierarki kebutuhan manusia, pembahasan tentang kebutuhan dasar dan kebutuhan psikologis dalam teori ini, uraian mengenai konsep aktualisasi diri, serta tinjauan terhadap kelebihan, keterbatasan, dan penerapan teori ini dalam kehidupan sehari-hari.


Definisi Teori Motivasi Maslow

Definisi Teori Motivasi Maslow Secara Umum

Teori Motivasi Maslow adalah sebuah teori psikologi yang menyatakan bahwa kebutuhan dan motivasi manusia tersusun dalam struktur hierarkis, di mana individu termotivasi untuk memenuhi kebutuhan dasar terlebih dahulu sebelum mengupayakan pemenuhan kebutuhan yang lebih tinggi. Struktur kebutuhan ini kadang digambarkan sebagai piramida, dimulai dari kebutuhan fisiologis yang paling dasar hingga kebutuhan akan aktualisasi diri yang tertinggi. [Lihat sumber Disini - simplypsychology.org]

Dalam teori ini, setiap tingkat kebutuhan memberikan motivasi yang kuat pada perilaku individu. Misalnya, seseorang yang belum terpenuhi kebutuhan fisiologisnya seperti pangan atau tidur tidak akan termotivasi untuk mengejar kebutuhan yang lebih tinggi seperti harga diri atau aktualisasi diri sampai kebutuhan dasar tadi terpenuhi relatif baik. [Lihat sumber Disini - psikologi.uma.ac.id]

Definisi Teori Motivasi Maslow dalam KBBI

Istilah “motivasi” menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah dorongan yang muncul dalam diri seseorang, baik secara sadar ataupun tidak sadar, yang menyebabkan seseorang melakukan tindakan tertentu untuk mencapai tujuan tertentu atau mendapatkan kepuasan. [Lihat sumber Disini - kbbi.web.id]

Dalam konteks Teori Maslow, motivasi diartikan sebagai rangkaian kebutuhan yang menggerakkan individu untuk berperilaku memenuhi kebutuhan-kebutuhan tersebut dalam urutan hierarkis tertentu agar mencapai kondisi keberfungsian penuh sebagai manusia. [Lihat sumber Disini - psikologi.uma.ac.id]

Definisi Teori Motivasi Maslow Menurut Para Ahli

  1. Abraham H. Maslow sendiri mendefinisikan motivasi sebagai proses berjenjang kebutuhan, di mana individu terdorong untuk memenuhi kebutuhan fisiologis, kemudian kebutuhan rasa aman, kebutuhan sosial, kebutuhan penghargaan, dan puncaknya adalah self-actualization atau aktualisasi diri. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]

  2. Rantung (2024) dalam penelitiannya menyatakan bahwa teori hirarki kebutuhan Maslow adalah teori yang dapat menjelaskan bagaimana berbagai kebutuhan individu mempengaruhi motivasi dan perilaku manusia, serta bagaimana pemenuhan kebutuhan tersebut menjadi dasar dorongan untuk bertindak. [Lihat sumber Disini - repository.uki.ac.id]

  3. Sumber lain menjelaskan bahwa teori ini menekankan prioritas kebutuhan manusia dari yang paling dasar hingga yang lebih tinggi sehingga mampu menggambarkan keteraturan motivasi dalam berbagai konteks seperti lingkungan kerja, pendidikan, dan hubungan sosial. [Lihat sumber Disini - psikologi.uma.ac.id]

  4. Literatur psikologi modern menggarisbawahi bahwa meskipun tradisionalnya diilustrasikan sebagai piramida, Maslow sendiri tidak secara resmi menggambar piramida tersebut; konsep hierarki lebih menekankan bahwa kebutuhan tertentu menjadi fokus dominan motivasi sampai kebutuhan tersebut cukup terpenuhi. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]


Hierarki Kebutuhan menurut Maslow

Hierarki kebutuhan dalam Teori Maslow merupakan langkah-langkah kebutuhan yang harus dipenuhi oleh individu dalam proses motivasi. Hierarki ini biasanya disusun dari tingkat kebutuhan yang paling sederhana dan paling mendasar hingga kebutuhan yang paling kompleks dan bersifat pertumbuhan diri. [Lihat sumber Disini - simplypsychology.org]

  1. Kebutuhan Fisiologis: Ini adalah kebutuhan paling dasar manusia yang bersifat biologis, seperti kebutuhan akan makanan, air, udara, tidur, dan tempat tinggal. Kebutuhan ini diperlukan untuk bertahan hidup secara biologis. Tanpa pemenuhan kebutuhan fisiologis yang memadai, motivasi individu akan terus tertuju pada upaya pemenuhan kebutuhan tersebut. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]

  2. Kebutuhan Rasa Aman: Setelah kebutuhan fisiologis relatif terpenuhi, individu akan fokus pada kebutuhan akan rasa aman, meliputi perlindungan dari ancaman fisik, keamanan finansial, kesehatan, dan stabilitas dalam hidup. Pemenuhan kebutuhan ini menciptakan kondisi nyaman dan minim ketidakpastian. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]

  3. Kebutuhan Sosial (Cinta dan Belonging): Pada tingkat selanjutnya, individu termotivasi oleh kebutuhan untuk merasa dicintai, diterima, dan menjadi bagian dari suatu kelompok sosial, misalnya keluarga, komunitas, atau pertemanan. Kebutuhan ini mencerminkan unsur hubungan sosial yang sangat mempengaruhi kesejahteraan psikologis. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]

  4. Kebutuhan Penghargaan (Esteem): Kebutuhan ini berkaitan dengan penghargaan terhadap diri sendiri maupun dari orang lain, mencakup rasa percaya diri, kompetensi, penghargaan sosial, dan status. Ketika kebutuhan ini terpenuhi, seseorang memiliki rasa harga diri yang kuat dan mampu berkontribusi lebih luas. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]

  5. Kebutuhan Aktualisasi Diri: Ini merupakan puncak dari hierarki kebutuhan, yaitu keinginan individu untuk mewujudkan seluruh potensinya, mencari makna hidup, kreativitas, serta pertumbuhan pribadi. Pada tahap ini, individu tidak hanya mengejar pemenuhan kebutuhan dasar tetapi juga bagaimana dia menjadi versi terbaik dari dirinya sendiri. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]


Kebutuhan Dasar dan Kebutuhan Psikologis

Dalam teori Maslow, kebutuhan manusia dibagi menjadi dua kelompok besar yaitu kebutuhan dasar (deficiency needs) dan kebutuhan psikologis atau pertumbuhan (growth needs). [Lihat sumber Disini - simplypsychology.org]

Kebutuhan Dasar meliputi kebutuhan fisiologis, rasa aman, serta kebutuhan sosial dan penghargaan, yang sering disebut deficiency needs karena muncul dari kekurangan dan kehilangan kebutuhan tersebut memotivasi tindakan untuk memenuhinya. Ketika kebutuhan ini terpenuhi, kebutuhan berikutnya mulai dominan sebagai motivator. [Lihat sumber Disini - simplypsychology.org]

Kebutuhan Psikologis atau Pertumbuhan merujuk pada kebutuhan aktualisasi diri yang bukan sekadar menggantikan kekurangan tetapi mendorong pertumbuhan, kreativitas, dan pencapaian potensi penuh individu. Kebutuhan ini cenderung lebih kompleks dan bersifat intrinsik. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]


Aktualisasi Diri dalam Teori Maslow

Aktualisasi diri adalah konsep puncak dalam Teori Maslow di mana individu berusaha untuk mencapai versi terbaik dari dirinya sendiri setelah kebutuhan-kebutuhan lain terpenuhi. Maslow menggambarkan aktualisasi diri sebagai proses individu mencapai pemenuhan penuh potensinya dan menjadi apa yang ia mampu lakukan secara optimal. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]

Menurut definisi Maslow, aktualisasi diri bukan sekadar pencapaian prestasi eksternal, tetapi lebih pada pertumbuhan internal, pemahaman diri, dan kemampuan menjadi otentik serta kreatif dalam hidup. Individu yang mencapai aktualisasi diri dikatakan mampu mengekspresikan dirinya secara penuh, menemukan tujuan hidup, dan menunjukkan otonomi yang tinggi. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]

Dalam beberapa kajian modern, aktualisasi diri juga melibatkan elemen psikologis seperti kesejahteraan, integritas nilai pribadi, dan kemampuan untuk menghadapi tantangan hidup dengan resilien tanpa kehilangan identitas diri. [Lihat sumber Disini - jurnal.unigal.ac.id]


Kelebihan dan Keterbatasan Teori Maslow

Kelebihan Teori Maslow:

Keterbatasan Teori Maslow:


Penerapan Teori Maslow dalam Kehidupan

Teori Maslow dapat diterapkan dalam banyak konteks kehidupan:

Dalam Pendidikan:

Pendidik dapat memahami bahwa siswa akan lebih termotivasi untuk belajar ketika kebutuhan dasar seperti rasa aman emosional dan sosial terpenuhi di lingkungan kelas. [Lihat sumber Disini - researchgate.net]

Dalam Dunia Kerja:

Organisasi dapat meningkatkan produktivitas karyawan dengan memastikan kebutuhan dasar seperti gaji layak dan lingkungan kerja aman terpenuhi sebelum fokus pada motivasi tingkat tinggi seperti pengembangan karier dan penghargaan. [Lihat sumber Disini - researchgate.net]

Dalam Kesehatan dan Konseling:

Terapis dapat menggunakan teori ini untuk membantu klien memahami kebutuhan mana yang sedang kurang terpenuhi dan bagaimana hal tersebut mempengaruhi kesejahteraan mereka. [Lihat sumber Disini - simplypsychology.org]

Dalam Pengembangan Diri:

Individu dapat menerapkan teori ini untuk mengevaluasi kehidupan pribadi mereka, apakah kebutuhan dasar, sosial, dan harga diri telah terpenuhi sebelum mengejar tujuan aktualisasi diri, sehingga dapat merencanakan strategi untuk pertumbuhan pribadi yang berkelanjutan. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]


Kesimpulan

Teori Motivasi Maslow tetap menjadi pondasi penting dalam psikologi motivasi, menggambarkan bagaimana kebutuhan manusia yang berjenjang mempengaruhi perilaku dan tujuan hidup. Dengan hierarki kebutuhan yang mulai dari fisiologis hingga aktualisasi diri, teori ini tidak hanya membantu menjelaskan motivasi tetapi juga menawarkan panduan praktis dalam pendidikan, manajemen, kesehatan mental, dan perkembangan pribadi. Meskipun menghadapi kritik, terutama terkait struktur hierarkinya, pemikiran Maslow tetap relevan dalam memahami kompleksitas motivasi manusia dan terus dikaji dalam berbagai disiplin ilmu.

Artikel ini ditulis dan disunting oleh tim redaksi SumberAjar.com berdasarkan referensi akademik Indonesia.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Teori Motivasi Maslow adalah teori psikologi yang menjelaskan bahwa motivasi manusia didorong oleh hierarki kebutuhan, mulai dari kebutuhan dasar seperti fisiologis dan rasa aman hingga kebutuhan tingkat tinggi yaitu aktualisasi diri.

Hierarki kebutuhan Maslow terdiri dari kebutuhan fisiologis, kebutuhan rasa aman, kebutuhan sosial atau rasa memiliki, kebutuhan penghargaan, dan kebutuhan aktualisasi diri sebagai tingkat tertinggi.

Aktualisasi diri menurut Maslow adalah kondisi ketika individu mampu mengembangkan dan mewujudkan seluruh potensi diri secara optimal, termasuk kreativitas, makna hidup, dan pertumbuhan pribadi.

Kelebihan Teori Maslow adalah mampu menjelaskan motivasi manusia secara sistematis dan mudah dipahami, serta relevan diterapkan dalam bidang pendidikan, manajemen, dan pengembangan diri.

Kelemahan Teori Maslow terletak pada struktur hierarkinya yang dianggap terlalu kaku dan kurang mempertimbangkan perbedaan budaya serta kondisi individu dalam memprioritaskan kebutuhan.

Teori Maslow dapat diterapkan dalam pendidikan, dunia kerja, dan pengembangan diri dengan memastikan kebutuhan dasar terpenuhi terlebih dahulu sebelum mendorong pencapaian prestasi dan aktualisasi diri.

Home
Kamus
Cite Halaman Ini
Geser dari kiri untuk membuka artikel Relevan.
Geser dari kanan untuk artikel terbaru.
Jangan tampilkan teks ini lagi
Artikel Relevan
Hierarki Teori: Pengertian, Fungsi, dan Contoh dalam Ilmiah Motivasi: Definisi, Faktor, dan Peranannya dalam Dunia Pendidikan Motivasi Belajar: Pengertian, Faktor, dan Teori-Teorinya Landasan Teoretis dalam Pembangunan Ilmu Hubungan antara Teori dan Praktik dalam Ilmu Motivasi Berprestasi: Konsep dan Faktor Psikologis Orientasi Teori: Pengertian, Fungsi, dan Contoh Landasan Teori: Pengertian, Fungsi, dan Cara Menyusunnya Hubungan antara Teori, Konsep, dan Model dalam Ilmu Hubungan Motivasi dengan Hasil Belajar Teori dan Model dalam Pendekatan Ilmiah Teori: Definisi, Karakteristik, dan Peranannya dalam Penelitian Evolusi Teori Ilmiah: Tahapan dan Contoh Pengaruh Teknologi terhadap Motivasi Belajar Teori dan Fakta: Hubungan dalam Proses Ilmiah Motivasi Ekstrinsik: Definisi dan Pengaruhnya Hubungan Teori dan Fakta dalam Proses Ilmiah X-Theory: Konsep, Asal-usul, dan Relevansi dalam Kajian Ilmiah Teori Sosial: Definisi, Fungsi, dan Contoh Model Konseptual Teori: Pengertian, Fungsi, dan Contoh
Artikel Terbaru
Kepercayaan Publik terhadap Pemerintah: Konsep dan Legitimasi Kebijakan Publik: Konsep dan Dampak Sosial Advokasi Sosial: Konsep dan Perubahan Kebijakan Good Governance: Konsep dan Akuntabilitas Sosial Civil Society: Konsep dan Peran Sosial Demokrasi Sosial: Konsep dan Partisipasi Warga Identitas Kolektif: Konsep dan Pembentukan Kelompok Dinamika Kelompok Sosial: Konsep dan Interaksi Internal Inklusi Sosial: Konsep dan Keadilan Sosial Eksklusi Sosial: Konsep dan Marginalisasi Minoritas Sosial: Konsep dan Relasi Kekuasaan Mayoritas Sosial: Konsep dan Dominasi Sosial Polarisasi Sosial: Konsep dan Konflik Kepentingan Interaksi Antarbudaya: Konsep dan Tantangan Sosial Relasi Sosial Virtual: Konsep dan Perubahan Makna