Terakhir diperbarui: 06 January 2026

Citation (APA Style):
Davacom. (2026, 6 January). Perilaku Pencegahan Penyakit: Perspektif Psikologi. SumberAjar. Retrieved 12 January 2026, from https://sumberajar.com/kamus/perilaku-pencegahan-penyakit-perspektif-psikologi 

Kamu menggunakan Mendeley? Add entry manual di sini.

Perilaku Pencegahan Penyakit: Perspektif Psikologi - SumberAjar.com

Perilaku Pencegahan Penyakit: Perspektif Psikologi

Pendahuluan

Perilaku pencegahan penyakit merupakan aspek penting dalam kesehatan masyarakat yang mencakup tindakan atau respons individu untuk menghindari, menunda, atau meminimalkan dampak dari penyakit. Dalam era globalisasi dan mobilitas tinggi, tantangan untuk menjaga kesehatan pribadi dan komunitas semakin kompleks. Penyakit menular maupun tidak menular menimbulkan beban besar pada sistem kesehatan bila perilaku pencegahan diabaikan. Oleh karena itu, memahami perilaku pencegahan penyakit tidak hanya dari sisi biologis atau medis, tetapi juga perspektif psikologi menjadi kunci penting dalam merumuskan strategi intervensi yang efektif. Perspektif psikologi membantu menjelaskan apa yang memotivasi individu untuk mengambil tindakan preventif, bagaimana mereka menilai risiko, serta bagaimana sikap dan keyakinan mereka membentuk keputusan kesehatan sehari-hari. Teori dan konsep psikologi kesehatan memberikan wawasan mendalam mengenai proses pengambilan keputusan ini, sehingga dapat dimanfaatkan dalam program promosi kesehatan yang lebih efektif.


Definisi Perilaku Pencegahan Penyakit

Definisi Perilaku Pencegahan Penyakit Secara Umum

Perilaku pencegahan penyakit secara umum merujuk pada segala bentuk tindakan yang dilakukan individu untuk mencegah, mengendalikan, atau mengurangi risiko terkena penyakit. Ini mencakup tindakan yang dilakukan sebelum sakit, seperti vaksinasi, pemeriksaan kesehatan rutin, pola hidup sehat, serta perubahan gaya hidup untuk meminimalkan faktor risiko penyakit. Secara umum, tindakan pencegahan ini bertujuan agar individu tetap berada dalam kondisi sehat atau meminimalkan kemungkinan terkena penyakit sebelum gejala muncul. Menurut literatur kesehatan perilaku, preventive health behavior adalah segala aktivitas yang dilakukan secara sukarela oleh individu yang percaya dirinya sehat dengan tujuan mencegah atau mendeteksi penyakit sedini mungkin serta mengurangi dampak risiko lingkungan terhadap kesehatan. [Lihat sumber Disini - researchgate.net]

Definisi Perilaku Pencegahan Penyakit dalam KBBI

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) tidak terdapat istilah perilaku pencegahan penyakit secara eksplisit sebagai satu entri, namun definisinya dapat ditafsirkan dari istilah perilaku kesehatan dan pencegahan. Perilaku kesehatan didefinisikan sebagai segala tindakan yang berhubungan dengan upaya mempertahankan, meningkatkan, dan memelihara kesehatan serta mencegah terjadinya penyakit. Dalam konteks ini, perilaku pencegahan penyakit berarti reaksi seseorang untuk melakukan tindakan yang bertujuan mengurangi risiko terkena penyakit, misalnya menjaga kebersihan, menerapkan pola hidup sehat, atau melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala. [Lihat sumber Disini - media.neliti.com]

Definisi Perilaku Pencegahan Penyakit Menurut Para Ahli

  1. Menurut Langlie (1979), perilaku pencegahan kesehatan adalah tindakan yang dilakukan individu yang percaya dirinya sehat untuk mencegah penyakit atau cacat serta mendeteksi penyakit pada tahap asimptomatiknya. [Lihat sumber Disini - researchgate.net]

  2. Casl dan Cobb menyatakan bahwa perilaku pencegahan kesehatan merupakan rangkaian aktivitas yang ditujukan untuk menjaga kesehatan dan mengurangi risiko penyakit melalui tindakan objektif seperti pemeriksaan kesehatan dan perubahan gaya hidup. [Lihat sumber Disini - academicjournal.yarsi.ac.id]

  3. Notoatmodjo (2014) menjelaskan bahwa perilaku pencegahan penyakit merupakan respons individual terhadap rangsangan kesehatan yang membentuk pola tindakan agar individu tersebut menghindari atau meminimalkan risiko penyakit tertentu. [Lihat sumber Disini - journal.universitaspahlawan.ac.id]

  4. Ayandele dkk. (2021) dalam skala The Infectious Diseases Preventive Health Behavior Scale mencatat bahwa perilaku pencegahan penyakit direkomendasikan oleh organisasi kesehatan global seperti WHO sebagai salah satu cara efektif untuk mengurangi risiko infeksi yang signifikan. [Lihat sumber Disini - europepmc.org]


Faktor Psikologis dalam Pencegahan Penyakit

Faktor psikologis memainkan peran penting dalam membentuk perilaku pencegahan penyakit. Psikologi kesehatan memberikan kerangka untuk memahami bagaimana pikiran, emosi, dan proses kognitif mempengaruhi tindakan preventif. Beberapa faktor psikologis utama meliputi:

Persepsi Risiko (Perceived Risk)

Persepsi risiko adalah keyakinan individu tentang kemungkinan mereka terkena suatu penyakit dan tingkat keparahan akibatnya. Persepsi ini menjadi salah satu prediktor utama kecenderungan seseorang untuk mengambil tindakan preventif. Misalnya, individu yang merasa rentan terhadap infeksi atau penyakit kronis lebih mungkin untuk melakukan pemeriksaan kesehatan rutin atau mengubah gaya hidupnya. [Lihat sumber Disini - ncbi.nlm.nih.gov]

Sikap dan Keyakinan terhadap Kesehatan

Sikap dan keyakinan individu tentang kesehatan memengaruhi bagaimana mereka menanggapi informasi kesehatan dan apakah mereka merasa tindakan preventif itu bermanfaat. Teori seperti Health Belief Model menjelaskan bahwa orang dengan keyakinan kuat akan manfaat dari tindakan preventif serta percaya diri dalam kemampuan mereka untuk melakukannya cenderung lebih sering melakukan tindakan pencegahan. [Lihat sumber Disini - ncbi.nlm.nih.gov]

Self-Efficacy dan Motivasi

Self-efficacy atau kepercayaan diri seseorang terhadap kemampuannya untuk mencapai tindakan pencegahan penyakit juga merupakan faktor psikologis kunci. Individu dengan self-efficacy tinggi lebih konsisten dalam melakukan perubahan perilaku sehat seperti berolahraga, diet sehat, dan menjaga kebersihan. [Lihat sumber Disini - ncbi.nlm.nih.gov]

Emosi dan Persepsi Ancaman

Emosi seperti kecemasan atau ketakutan terhadap penyakit dapat mempengaruhi motivasi pencegahan. Namun, emosi yang terlalu tinggi justru bisa menghambat perilaku sehat jika tidak diimbangi dengan informasi yang akurat dan dukungan sosial. [Lihat sumber Disini - ncbi.nlm.nih.gov]


Persepsi Risiko dan Pencegahan Penyakit

Persepsi risiko merupakan interpretasi individu terhadap ancaman kesehatan dan konsekuensinya. Individu yang menganggap dirinya sangat berisiko terkena penyakit cenderung lebih proaktif dalam melakukan tindakan pencegahan. Hubungan ini diperkuat oleh temuan penelitian yang menunjukkan bahwa persepsi risiko berkontribusi signifikan terhadap pembentukan perilaku pencegahan seperti kepatuhan terhadap protokol kesehatan atau pemeriksaan rutin. [Lihat sumber Disini - jurnal.syntaxliterate.co.id]

Dalam konteks penyakit kronis, persepsi risiko yang tinggi terhadap dampak serius penyakit dapat meningkatkan motivasi individu untuk mencari dukungan sosial dan strategi coping yang adaptif, yang pada akhirnya berdampak pada perilaku pencegahan kecemasan dan stres. [Lihat sumber Disini - journal.universitaspahlawan.ac.id]


Peran Sikap dan Keyakinan Kesehatan

Sikap adalah evaluasi positif atau negatif seseorang terhadap suatu tindakan kesehatan. Keyakinan adalah penilaian internal tentang kebenaran atau kepentingan tindakan tersebut. Dalam kesehatan perilaku, model psikologis seperti Health Belief Model menggabungkan keyakinan tentang kerentanan, keparahan, manfaat tindakan pencegahan, dan hambatan yang mungkin dihadapi untuk menjelaskan mengapa individu memilih atau menolak perilaku pencegahan tertentu. [Lihat sumber Disini - ncbi.nlm.nih.gov]

Individu dengan sikap positif terhadap kesehatan lebih mungkin mengadopsi tindakan pencegahan seperti vaksinasi, pemeriksaan kesehatan berkala, dan perubahan gaya hidup yang sehat dibanding mereka yang cenderung skeptis atau memiliki hambatan psikologis terhadap perubahan perilaku.


Pencegahan Penyakit dan Perilaku Sehari-hari

Perilaku sehari-hari mencerminkan bagaimana individu menerapkan pengetahuan dan keyakinan mereka terhadap kesehatan dalam praktik nyata. Ini mencakup kebiasaan gaya hidup seperti pola makan seimbang, aktivitas fisik teratur, menjaga kebersihan diri, serta keputusan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan rutin. Perubahan perilaku sehari-hari cenderung dipengaruhi oleh gabungan faktor psikologis di atas, persepsi risiko, sikap, keyakinan, serta dukungan sosial yang ada di lingkungan individu.

Penerapan perilaku sehat biasanya meningkat ketika individu memiliki literasi kesehatan yang baik, menunjukkan bahwa kemampuan memahami dan mengakses informasi kesehatan juga merupakan komponen penting dalam pembentukan perilaku pencegahan penyakit yang konsisten. [Lihat sumber Disini - jurnal.unw.ac.id]


Implikasi Psikologi dalam Program Pencegahan

Implikasi psikologi dalam program pencegahan penyakit sangat luas, termasuk dalam desain intervensi promosi kesehatan yang efektif. Dengan memahami bagaimana individu menilai ancaman kesehatan, apa yang mereka percayai tentang tindakan preventif, serta bagaimana motivasi tersebut dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal, program kesehatan dapat dirancang untuk:

  • Menguatkan keyakinan tentang manfaat tindakan pencegahan

  • Mengurangi hambatan psikologis terhadap perubahan perilaku

  • Meningkatkan self-efficacy melalui edukasi dan dukungan sosial

  • Mengoptimalkan pesan kesehatan agar sesuai dengan persepsi risiko masyarakat

Model-model seperti Health Belief Model atau Health Action Process Approach dapat digunakan sebagai dasar perancangan program intervensi yang mempertimbangkan proses motivasi dan volisi dalam pengambilan keputusan kesehatan. [Lihat sumber Disini - ncbi.nlm.nih.gov]


Kesimpulan

Secara keseluruhan, perilaku pencegahan penyakit tidak hanya dipengaruhi oleh faktor medis atau biologis, tetapi juga oleh faktor psikologis mendalam yang mencakup persepsi risiko, sikap, keyakinan, motivasi, serta proses kognitif lainnya. Perspektif psikologi memberikan kerangka penting untuk memahami bagaimana individu memutuskan apakah akan mengambil tindakan pencegahan atau tidak. Dengan memahami dinamika tersebut, intervensi kesehatan masyarakat dapat disesuaikan untuk meningkatkan efektivitasnya, memperkuat motivasi individu, dan membantu masyarakat melakukan perubahan perilaku sehat secara berkelanjutan.

Artikel ini ditulis dan disunting oleh tim redaksi SumberAjar.com berdasarkan referensi akademik Indonesia.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Perilaku pencegahan penyakit adalah tindakan individu yang dilakukan secara sadar untuk mencegah, mengurangi, atau menghindari risiko penyakit sebelum gejala muncul, seperti menjaga pola hidup sehat, melakukan pemeriksaan kesehatan, dan menerapkan kebiasaan higienis.

Faktor psikologis penting karena memengaruhi cara individu memandang risiko kesehatan, membentuk sikap dan keyakinan terhadap perilaku sehat, serta menentukan motivasi dan konsistensi dalam melakukan tindakan pencegahan penyakit.

Persepsi risiko berperan sebagai pendorong utama perilaku pencegahan penyakit, karena individu yang merasa dirinya rentan terhadap suatu penyakit cenderung lebih termotivasi untuk melakukan tindakan preventif.

Sikap dan keyakinan kesehatan memengaruhi penilaian individu terhadap manfaat dan hambatan tindakan pencegahan, sehingga menentukan apakah seseorang akan menerapkan perilaku sehat secara konsisten atau justru mengabaikannya.

Implikasi psikologi dalam program pencegahan penyakit meliputi perancangan intervensi yang memperkuat motivasi, meningkatkan kepercayaan diri individu, menyesuaikan pesan kesehatan dengan persepsi risiko, serta mendorong perubahan perilaku sehat yang berkelanjutan.

Home
Kamus
Cite Halaman Ini
Geser dari kiri untuk membuka artikel Relevan.
Geser dari kanan untuk artikel terbaru.
Jangan tampilkan teks ini lagi
Artikel Relevan
Konsep Dasar Psikologi Terapan Konsep Psikologi Kehidupan Sehari-hari Konsep Psikologi Positif Psikologi Pendidikan: Ruang Lingkup dan Contohnya Pencegahan Penyakit Menular: Konsep, adaptasi sosial, dan perilaku Perilaku Pencegahan Penyakit Tidak Menular Pencegahan Penyakit Akibat Kerja Perspektif Ilmiah: Pengertian dan Contohnya dalam Penelitian Sosial Psikologi Belajar Modern: Teori dan Aplikasinya Perilaku Pencegahan COVID-19 Kesadaran Diri (Self-Awareness): Konsep dan Perannya Pengetahuan Masyarakat tentang Penyakit Menular Persepsi Penyakit: Konsep dan Respons Individu Faktor Perilaku dalam Penyakit Kronis Faktor Risiko Penyakit Berbasis Lingkungan Penyakit Berbasis Lingkungan Health Belief Model: Penjelasan dan Contoh Pola Penyakit Tidak Menular Beban Penyakit: Konsep, Pengukuran DALY, dan Implikasi Kebijakan Deteksi Dini Penyakit Menular
Artikel Terbaru
Kepercayaan Publik terhadap Pemerintah: Konsep dan Legitimasi Kebijakan Publik: Konsep dan Dampak Sosial Advokasi Sosial: Konsep dan Perubahan Kebijakan Good Governance: Konsep dan Akuntabilitas Sosial Civil Society: Konsep dan Peran Sosial Demokrasi Sosial: Konsep dan Partisipasi Warga Identitas Kolektif: Konsep dan Pembentukan Kelompok Dinamika Kelompok Sosial: Konsep dan Interaksi Internal Inklusi Sosial: Konsep dan Keadilan Sosial Eksklusi Sosial: Konsep dan Marginalisasi Minoritas Sosial: Konsep dan Relasi Kekuasaan Mayoritas Sosial: Konsep dan Dominasi Sosial Polarisasi Sosial: Konsep dan Konflik Kepentingan Interaksi Antarbudaya: Konsep dan Tantangan Sosial Relasi Sosial Virtual: Konsep dan Perubahan Makna