Terakhir diperbarui: 27 November 2025

Citation (APA Style):
Davacom. (2025, 27 November). Penelitian Heuristik: Pengertian dan Langkahnya. SumberAjar. Retrieved 14 January 2026, from https://sumberajar.com/kamus/penelitian-heuristik-pengertian-dan-langkahnya  

Kamu menggunakan Mendeley? Add entry manual di sini.

Penelitian Heuristik: Pengertian dan Langkahnya - SumberAjar.com

Penelitian Heuristik: Pengertian dan Langkahnya

Pendahuluan

Penelitian heuristik sering digunakan dalam berbagai disiplin, baik dalam ilmu komputer (terutama evaluasi antarmuka dan usability), maupun dalam metodologi sejarah untuk verifikasi sumber. Tujuan artikel ini adalah memberikan pemahaman menyeluruh tentang apa itu heuristik, bagaimana definisinya menurut Kamus dan para ahli, serta langkah-langkah dalam menjalankan penelitian heuristik. Dengan memahami konsep dan prosedurnya, peneliti atau desainer dapat menggunakan heuristik secara sistematis untuk mengevaluasi produk, sistem, atau sumber data dengan tepat.


Definisi Heuristik

Definisi Heuristik Secara Umum

Secara umum, heuristik merujuk pada suatu pendekatan atau metode analitis yang bersifat “aturan praktis” (rule of thumb) untuk membantu penilaian atau pengambilan keputusan dengan cepat dan efisien tanpa melalui prosedur yang terlalu kompleks. Dalam konteks evaluasi, terutama antarmuka pengguna atau sistem, heuristik digunakan sebagai tolok-ukur untuk menilai sejauh mana desain memenuhi prinsip usability dasar. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]

Metode heuristik populer karena menawarkan cara yang cepat, relatif murah, dan tidak memerlukan partisipasi pengguna langsung, cukup dengan evaluator ahli (atau sekelompok evaluator) yang memeriksa antarmuka atau sistem berdasarkan prinsip-prinsip heuristik. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]

Definisi Heuristik dalam KBBI

Menurut sumber popular (non-jurnal), heuristik sering dijelaskan sebagai “prosedur analitis untuk memberikan perkiraan yang tepat dan pengecekan ulang sebelum memberikan kepastian.” [Lihat sumber Disini - sis.binus.ac.id]

Artinya heuristik bukan metode untuk menghasilkan kepastian absolut, melainkan pendekatan awal, estimasi, pencarian jejak, identifikasi indikasi awal, yang kemudian dapat diverifikasi lebih lanjut atau dikombinasikan dengan metode lain.

Definisi Heuristik Menurut Para Ahli

Berikut definisi dari beberapa ahli/penelitian terkait heuristik:

  • Jakob Nielsen (bersama Rolf Molich), Mereka adalah pionir dalam metode “Heuristic Evaluation” untuk desain antarmuka. Heuristic Evaluation merupakan metode inspeksi usability di mana evaluator memeriksa interface dan menilai kepatuhan terhadap prinsip-prinsip heuristik. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]
  • Dalam konteks penelitian sejarah, heuristik diartikan sebagai tahap awal penelitian, yaitu proses penjajakan & pencarian sumber. Heuristik menjadi dasar sebelum masuk ke tahap kritis dan historiografi. [Lihat sumber Disini - journal.uhamka.ac.id]
  • Dalam penelitian UI/UX kontemporer, heuristik dievaluasi sebagai teknik structured inspection; metode ini dianggap cocok karena memberi struktur dan arah jelas dalam menemukan masalah usability. [Lihat sumber Disini - ejournal.umm.ac.id]
  • Penelitian terbaru dalam desain antarmuka menunjukkan bahwa metode heuristik masih relevan untuk mengevaluasi user interface, terutama saat sumber daya terbatas. [Lihat sumber Disini - journal.unpas.ac.id]

Dengan demikian, heuristik menurut para ahli bisa dipahami sebagai metode, teknik, atau pendekatan analitis, tergantung konteks (UI/UX, sejarah, pendidikan, dsb), yang memiliki karakter fleksibel, efisien, dan berfungsi sebagai langkah awal evaluasi atau penelitian.


Jenis / Ruang Lingkup Penggunaan Heuristik

Metode heuristik banyak diaplikasikan di berbagai bidang, berikut beberapa ruang lingkup utama:


Langkah-Langkah dalam Penelitian Heuristik

Langkah-langkah dalam melakukan penelitian atau evaluasi heuristik bisa berbeda tergantung konteks (UI/UX, sejarah, pendidikan, dsb). Berikut langkah umum (diadaptasi dari berbagai literatur) terutama untuk konteks evaluasi antarmuka / UX:

  1. Persiapan dan Pemilihan Evaluator
  2. Inspeksi Individu oleh Evaluator
  3. Penggabungan Hasil Evaluasi (Aggregation / Debriefing)
    • Setelah evaluasi individu, dilakukan pertemuan / diskusi untuk menggabungkan temuan, mengeliminasi duplikat, dan mengkategorikan tingkat keparahan (severity) dari tiap masalah. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]
    • Hasil agregasi membantu menentukan prioritas perbaikan pada sistem atau antarmuka.
  4. Analisis dan Pelaporan Masalah Usability
  5. Iterasi / Validasi Lanjutan (Opsional)
    • Setelah perbaikan dilakukan, evaluasi heuristik dapat diulang, atau dikombinasikan dengan metode lain (misalnya user testing) untuk validasi lebih mendalam. Banyak literatur menyebutkan heuristik sebagai tahap awal sebelum usability testing dengan pengguna nyata. [Lihat sumber Disini - technoinfinity.co.id]
  6. Dokumentasi & Kesimpulan
    • Semua temuan, analisis, rekomendasi dan catatan evaluator didokumentasikan secara sistematis. Bila dalam konteks akademik, disertakan referensi ke heuristik yang digunakan, metodologi evaluasi, profil evaluator, dan hasil severity.

Kelebihan dan Keterbatasan Metode Heuristik

Kelebihan

Keterbatasan

  • Hasil sangat tergantung pada kemampuan dan pengalaman evaluator, jika evaluator kurang berpengalaman, bisa saja banyak masalah terlewat atau false positive. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]
  • Karena tidak melibatkan pengguna nyata, ada kemungkinan masalah yang muncul saat penggunaan nyata tidak terdeteksi, misalnya masalah kontekstual, kebiasaan pengguna, preferensi subjektif. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]
  • Heuristik umum (seperti 10 heuristik Nielsen) mungkin tidak cukup bila sistem berada dalam domain spesifik atau kultur/spesifikasi lokal, terkadang perlu heuristik domain-spesifik. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]

Contoh Penerapan Penelitian Heuristik (Studi Kasus di Indonesia)

Beberapa penelitian di Indonesia baru-baru ini menggunakan metode heuristik untuk mengevaluasi UI/UX atau website/sistem informasi. Berikut contohnya:

  • Studi pada website ensiklopedia berbasis web untuk anak-anak, evaluasi heuristik dilakukan oleh tujuh ahli usability menggunakan kerangka Sirius; meskipun situs secara umum dianggap memiliki tingkat usability tinggi, banyak masalah usability ditemukan yang perlu diperbaiki. [Lihat sumber Disini - telkomnika.uad.ac.id]
  • Penelitian pada aplikasi pemesanan makanan “Makan Kuy” menggunakan kombinasi heuristik dan skala SUS, hasil menunjukkan bahwa dengan perbaikan berdasarkan evaluasi heuristik, aspek navigasi, pencarian restoran, dan proses pemesanan membaik secara signifikan. [Lihat sumber Disini - pdfs.semanticscholar.org]
  • Evaluasi usability website institusi pemerintah (situs layanan publik) menggunakan heuristik, menunjukkan aspek seperti konsistensi ikon, dokumentasi bantuan, struktur menu, error handling perlu diperbaiki untuk meningkatkan user experience. [Lihat sumber Disini - ojs.stmik-banjarbaru.ac.id]
  • Penelitian antarmuka aplikasi mobile/website pendidikan, penggunaan heuristik untuk mengidentifikasi kesalahan desain, lalu rekomendasi perbaikan dilakukan untuk meningkatkan kemudahan penggunaan dan aksesibilitas untuk pengguna sekolah. [Lihat sumber Disini - j-ptiik.ub.ac.id]

Kesimpulan

Heuristik, sebagai pendekatan, metode, atau teknik, memainkan peran penting dalam penelitian dan evaluasi, terutama ketika sumber daya terbatas dan dibutuhkan penilaian cepat terhadap usability, antarmuka, atau validitas sumber (tergantung konteks). Definisi heuristik bervariasi tergantung domain: dari aturan praktis umum, definisi kamus populer, hingga metodologi resmi seperti Heuristic Evaluation oleh Nielsen & Molich.

Langkah-langkah penelitian heuristik meliputi persiapan evaluator, inspeksi individu, agregasi hasil, analisis dan pelaporan, serta iterasi bila perlu. Kelebihannya terletak pada efisiensi, struktur, dan biaya rendah, sedangkan keterbatasannya terutama terkait ketergantungan pada evaluator dan kurangnya partisipasi pengguna nyata.

Dalam praktik di Indonesia, banyak penelitian berhasil menggunakan heuristik untuk memperbaiki desain UI/UX website atau aplikasi, membuktikan bahwa metode ini tetap relevan dan efektif.

Dengan demikian, penelitian heuristik cocok bagi peneliti, pengembang sistem atau desainer yang membutuhkan metode evaluasi awal, identifikasi masalah usability atau validitas sumber dengan cepat dan sistematis sebelum melangkah ke tahap selanjutnya.

 

Artikel ini ditulis dan disunting oleh tim redaksi SumberAjar.com berdasarkan referensi akademik Indonesia.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Penelitian heuristik adalah metode evaluasi yang menggunakan aturan praktis atau prinsip-prinsip tertentu untuk menilai suatu sistem, antarmuka, atau sumber informasi secara cepat dan efisien tanpa prosedur yang terlalu kompleks.

Tujuan utama penelitian heuristik adalah mengidentifikasi potensi masalah usability atau kualitas sistem secara cepat, sehingga dapat dilakukan perbaikan sejak dini sebelum tahap pengujian lanjutan.

Langkah-langkah penelitian heuristik meliputi persiapan evaluator, inspeksi individu, penggabungan temuan, analisis dan pelaporan hasil, serta iterasi atau validasi lanjutan bila diperlukan.

Kelebihan metode heuristik adalah prosesnya cepat, biaya rendah, tidak memerlukan banyak sumber daya, serta mampu memberikan gambaran awal mengenai masalah usability atau kualitas sistem.

Penelitian heuristik banyak digunakan dalam bidang UI/UX, sistem informasi, evaluasi website, pengembangan aplikasi, pendidikan, dan metodologi sejarah.

Home
Kamus
Cite Halaman Ini
Geser dari kiri untuk membuka artikel Relevan.
Geser dari kanan untuk artikel terbaru.
Jangan tampilkan teks ini lagi
Artikel Relevan
Bias Kognitif Sosial: Konsep dan Pengaruhnya Bias Kognitif Sosial: Konsep dan Pengaruhnya Metode Historis: Langkah dan Contohnya Metode Historis: Langkah dan Contohnya Decision Making: Proses dan Faktor Psikologis Decision Making: Proses dan Faktor Psikologis Normalisasi Data: Pengertian, Tujuan, dan Langkah-langkahnya Normalisasi Data: Pengertian, Tujuan, dan Langkah-langkahnya Metode Ilmiah: Definisi, Langkah, dan Contohnya Metode Ilmiah: Definisi, Langkah, dan Contohnya Studi Komparatif: Definisi, Tujuan, dan Langkahnya Studi Komparatif: Definisi, Tujuan, dan Langkahnya Citation Analysis: Fungsi dan Langkahnya Citation Analysis: Fungsi dan Langkahnya Analisis Data: Pengertian, Jenis, dan Langkah-langkahnya Analisis Data: Pengertian, Jenis, dan Langkah-langkahnya Manajemen Data: Pengertian, Tujuan, dan Langkah-langkahnya Manajemen Data: Pengertian, Tujuan, dan Langkah-langkahnya Studi Kasus: Pengertian, Tujuan, dan Langkah-langkahnya Studi Kasus: Pengertian, Tujuan, dan Langkah-langkahnya SPK Pengelolaan Jadwal Shift Karyawan SPK Pengelolaan Jadwal Shift Karyawan Persepsi Risiko: Faktor dan Contoh Persepsi Risiko: Faktor dan Contoh Pendekatan Komparatif: Jenis dan Langkah-langkahnya Pendekatan Komparatif: Jenis dan Langkah-langkahnya Eksperimen: Definisi, Jenis, dan Langkah-langkahnya beserta sumber [PDF] Eksperimen: Definisi, Jenis, dan Langkah-langkahnya beserta sumber [PDF] Uji Chi-Square: Fungsi dan Langkah-langkahnya Uji Chi-Square: Fungsi dan Langkah-langkahnya Historis: Pengertian, Fungsi, dan Contoh Penelitian Historis: Pengertian, Fungsi, dan Contoh Penelitian Bias Kognitif: Jenis, Dampak, dan Cara Menghindarinya Bias Kognitif: Jenis, Dampak, dan Cara Menghindarinya Perbedaan Sistem Pendukung Keputusan, Sistem Informasi Manajemen, dan Sistem Pakar Perbedaan Sistem Pendukung Keputusan, Sistem Informasi Manajemen, dan Sistem Pakar Persepsi Risiko Kesehatan: Konsep, Pembentukan Kognitif, dan Implikasi Perilaku Persepsi Risiko Kesehatan: Konsep, Pembentukan Kognitif, dan Implikasi Perilaku Memori Kerja: Konsep dan Fungsi Eksekutif Memori Kerja: Konsep dan Fungsi Eksekutif
Artikel Terbaru
Memuat artikel terbaru…