Terakhir diperbarui: 17 December 2025

Citation (APA Style):
Davacom. (2025, 17 December). Pengelolaan Arsip Rekam Medis. SumberAjar. Retrieved 14 January 2026, from https://sumberajar.com/kamus/pengelolaan-arsip-rekam-medis  

Kamu menggunakan Mendeley? Add entry manual di sini.

Pengelolaan Arsip Rekam Medis - SumberAjar.com

Pengelolaan Arsip Rekam Medis

Pendahuluan

Pengelolaan arsip rekam medis merupakan aspek fundamental dalam sistem pelayanan kesehatan yang berperan dalam memastikan keberlanjutan pelayanan medis berkualitas, keamanan data pasien, dan efisiensi operasional rumah sakit maupun fasilitas kesehatan lainnya. Arsip rekam medis adalah kumpulan catatan dan dokumen mengenai identitas pasien, tindakan medis, pemeriksaan, pengobatan, dan pelayanan kesehatan yang telah diterima pasien, baik dalam bentuk manual maupun elektronik. Dokumen ini perlu diorganisir secara sistematis dan terkelola dengan baik agar dapat diakses secara cepat ketika diperlukan, sekaligus menjamin kerahasiaan dan kepatuhan terhadap standar serta regulasi kesehatan yang berlaku di Indonesia seperti Permenkes RI No. 24 Tahun 2022. [Lihat sumber Disini - keslan.kemkes.go.id]

Dengan meningkatnya kebutuhan pelayanan kesehatan yang cepat dan akurat, serta tuntutan hukum dan etika, pengelolaan arsip rekam medis yang efektif tidak hanya menjadi tugas administratif semata, tetapi juga merupakan penentu mutu pelayanan kesehatan. Kesalahan dalam pengelolaan arsip dapat menghambat pengambilan keputusan medis, memperlambat proses layanan, bahkan menimbulkan implikasi hukum serius. Oleh karena itu, artikel ini akan membahas berbagai dimensi pengelolaan arsip rekam medis mulai dari definisi, sistem penyimpanan, prosedur pemeliharaan, hingga dampaknya terhadap pelayanan kesehatan.


Definisi Pengelolaan Arsip Rekam Medis

Definisi Pengelolaan Arsip Rekam Medis Secara Umum

Secara umum, pengelolaan arsip rekam medis mencakup segala aktivitas yang berkaitan dengan penciptaan, penyimpanan, pemeliharaan, akses, retensi, hingga pembatalan atau pemusnahan arsip medis pasien. Kegiatan ini dirancang untuk memastikan bahwa setiap dokumen medis tersedia ketika diperlukan, tersimpan dengan aman, dan dapat digunakan sebagai bukti pelayanan kesehatan yang telah diberikan kepada pasien. Proses ini juga mencakup pengendalian dokumen sehingga tidak mudah rusak atau hilang serta tetap memenuhi standar regulasi kesehatan dan privasi pasien. [Lihat sumber Disini - jurnal.uin-antasari.ac.id]

Definisi Pengelolaan Arsip Rekam Medis dalam KBBI

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), “arsip” didefinisikan sebagai “catatan atau dokumen yang berbentuk tulisan, gambar, suara, atau bentuk lainnya yang dituangkan di atas media tertentu yang disimpan dan dipelihara secara tertib untuk kepentingan informasi, hukum, atau bukti”. Sedangkan “pengelolaan” berarti “kegiatan untuk merencanakan, mengatur, melaksanakan, dan mengendalikan sumber daya guna mencapai tujuan tertentu secara efektif dan efisien”. Dengan demikian, pengelolaan arsip rekam medis dapat diartikan sebagai serangkaian kegiatan yang terstruktur dan sistematis untuk menangani arsip medis mulai dari pembuatan, penyimpanan, hingga pemusnahan sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Definisi Pengelolaan Arsip Rekam Medis Menurut Para Ahli

  1. Menurut Huffman (1999), rekam medis yang merupakan dasar arsip medis adalah fakta yang berkaitan dengan kondisi pasien, riwayat penyakit, dan pengobatan masa lalu yang didokumentasikan secara kronologis. [Lihat sumber Disini - stikeshb.ac.id]

  2. Menurut Departemen Kesehatan Republik Indonesia, pengelolaan rekam medis melibatkan serangkaian proses kegiatan yang dimulai sejak penerimaan pasien, pencatatan data medis, penanganan berkas sampai dengan proses penyimpanan dan peminjaman rekam medis. [Lihat sumber Disini - repository.stikes-yrsds.ac.id]

  3. Menurut Cyndiandari & Agustina (2023), proses pengelolaan rekam medis mencakup pendistribusian, pengkodean, indeksing, dan proses retensi atau pemusnahan sesuai dengan standar profesional. [Lihat sumber Disini - myjurnal.poltekkes-kdi.ac.id]

  4. Menurut berbagai literatur kesehatan masyarakat, pengelolaan arsip rekam medis juga dinilai sebagai bagian dari sistem informasi kesehatan yang penting untuk mendukung mutu layanan dan kegiatan administrasi fasilitas kesehatan. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]


Sistem Penyimpanan Arsip Rekam Medis

Sistem penyimpanan arsip rekam medis adalah metode yang diterapkan untuk menyimpan dokumen medis secara teratur sehingga mudah diakses, terlindungi dari kerusakan, dan memenuhi standar penyimpanan yang ditetapkan. Ada tiga pendekatan utama dalam penyimpanan arsip rekam medis:

1. Penyimpanan Konvensional (Manual)

Penyimpanan manual merupakan bentuk tradisional di mana arsip disimpan dalam bentuk fisik (kertas) di ruangan khusus penyimpanan arsip medis. Proses ini biasanya melibatkan pengatalogan berkas berdasarkan nomor rekam medis, nama pasien, atau tanggal kunjungan. Namun demikian, penelitian menunjukkan bahwa praktik penyimpanan manual sering menghadapi tantangan seperti keterbatasan ruang, kurangnya rak penyimpanan yang memadai, hingga penumpukan berkas yang dapat menghambat pencarian dokumen medis secara cepat. [Lihat sumber Disini - jurnal.radenfatah.ac.id]

Tantangan lain dalam metode manual adalah risiko kesalahan penempatan arsip (missfile), dokumen yang tercecer, atau rusaknya berkas karena faktor lingkungan seperti kelembaban dan hama. Kondisi ini dapat berdampak langsung pada kualitas layanan kesehatan karena keterlambatan akses informasi medis pasien ketika dibutuhkan oleh tenaga kesehatan.

2. Penyimpanan Elektronik (Digital)

Seiring kemajuan teknologi informasi, banyak fasilitas kesehatan mulai beralih ke sistem penyimpanan rekam medis elektronik (Electronic Medical Records/EMR). Sistem ini mengonversi berkas medis fisik ke dalam format digital atau langsung membuat catatan medis dalam bentuk digital sejak awal. Penyimpanan elektronik memungkinkan integrasi data pasien, pencarian cepat, serta akses simultan oleh tenaga medis di seluruh unit layanan kesehatan. [Lihat sumber Disini - keslan.kemkes.go.id]

Kelebihan sistem digital termasuk peningkatan efisiensi kerja, pengurangan risiko kehilangan berkas, serta peningkatan keamanan data lewat sistem proteksi dan backup otomatis. Namun, implementasi EMR menuntut infrastruktur teknologi yang memadai serta pelatihan staf agar dapat memanfaatkannya secara optimal.

3. Sistem Hybrid

Beberapa fasilitas kesehatan menggabungkan kedua pendekatan di atas, di mana arsip medis aktif disimpan secara digital untuk akses cepat, sedangkan arsip yang tidak lagi aktif disimpan secara fisik di ruang arsip khusus. Sistem hybrid dapat membantu fasilitas kesehatan mengelola volume berkas yang besar sambil tetap mempertahankan arsip penting yang perlu disimpan dalam jangka panjang.


Prosedur Pemeliharaan dan Pengamanan Arsip

Pemeliharaan dan pengamanan arsip rekam medis adalah langkah penting untuk melindungi integritas, kerahasiaan, dan kelangsungan arsip selama masa retensi yang ditetapkan. Proses ini mencakup langkah-langkah berikut:

1. Identifikasi dan Pencatatan

Semua dokumen rekam medis terlebih dahulu harus diidentifikasi dan dicatat dengan nomor seri unik dan indeks yang jelas. Pemberian kode dan indeks yang tepat akan mempercepat proses pencarian rekam medis ketika diperlukan untuk pelayanan pasien atau kebutuhan administrasi.

2. Pengendalian Akses dan Keamanan Fisik/Digital

Untuk arsip fisik, pengamanan dilakukan dengan menempatkan dokumen di ruang khusus yang terkunci dan hanya dapat diakses oleh petugas yang berwenang. Sedangkan untuk arsip elektronik, diperlukan sistem login dengan otentikasi keamanan, proteksi data, dan enkripsi untuk mencegah akses oleh pihak yang tidak berwenang.

3. Lingkungan Penyimpanan yang Tepat

Penyimpanan fisik membutuhkan ruang dengan sirkulasi udara yang baik, bebas dari kelembaban tinggi, debu, atau paparan langsung oleh sinar matahari yang dapat merusak kertas. Langkah-langkah pemeliharaan juga termasuk penggunaan rak arsip yang sesuai serta perlindungan terhadap hama.

4. Backup dan Redundansi Data

Untuk arsip digital, pemeliharaan harus melibatkan backup berkala dan penyimpanan data di lokasi terpisah untuk mengantisipasi kehilangan data akibat gangguan teknis atau bencana.

5. Retensi dan Pemusnahan Arsip

Retensi arsip adalah periode di mana dokumen harus disimpan sebelum akhirnya dimusnahkan atau diarsipkan secara permanen. Setiap fasilitas kesehatan perlu menetapkan jadwal retensi sesuai standar regulasi, sehingga arsip yang sudah tidak diperlukan lagi dapat dihapus secara aman dan terkontrol.


Faktor Penyebab Kerusakan atau Kehilangan Arsip

Kerusakan atau kehilangan arsip rekam medis dapat terjadi karena berbagai faktor, di antaranya:

1. Faktor Fisik dan Lingkungan

Arsip fisik sangat rentan terhadap kerusakan akibat kondisi lingkungan seperti kelembaban tinggi, paparan sinar matahari berlebihan, hama, debu, dan bencana alam seperti banjir atau kebakaran. Ketidaksiapan fasilitas dalam menyediakan lingkungan penyimpanan yang sesuai menjadi salah satu penyebab utama kerusakan arsip fisik.

2. Kesalahan Manusia

Kesalahan dalam penempatan berkas, salah kode, kehilangan berkas karena salah penanganan petugas, atau pencatatan yang tidak akurat juga menjadi penyebab utama kehilangan atau rusaknya arsip.

3. Keterbatasan Sumber Daya

Keterbatasan jumlah petugas, kurangnya pelatihan, serta tidak tersedianya sarana dan prasarana yang memadai juga dapat menghambat proses pemeliharaan arsip sehingga mengakibatkan kerusakan dokumen atau hilangnya data penting. [Lihat sumber Disini - jusindo.publikasiindonesia.id]

4. Sistem Penyimpanan yang Tidak Efisien

Sistem penyimpanan yang tradisional tanpa dukungan teknologi yang memadai sering menimbulkan kesulitan dalam pencarian dan pemeliharaan berkas secara tepat waktu. Proses pengarsipan yang tidak sistematis membuka peluang salah simpan atau rusaknya arsip.


Dampak Pengelolaan Arsip terhadap Pelayanan

Pengelolaan arsip rekam medis yang efektif memiliki dampak langsung terhadap kualitas pelayanan kesehatan:

1. Peningkatan Efisiensi Pelayanan

Dengan arsip yang tersimpan dan terindeks dengan baik, tenaga medis dapat mengakses informasi pasien secara cepat dan akurat, sehingga membantu mempercepat diagnosis dan proses pengobatan.

2. Keamanan dan Privasi Pasien

Sistem pengelolaan yang baik memastikan bahwa informasi pasien terlindungi dari akses tidak sah serta menjaga kerahasiaan data medis yang sensitif sesuai regulasi yang berlaku.

3. Kepatuhan Regulasi dan Kepastian Hukum

Pengelolaan yang sesuai standar membantu fasilitas kesehatan memenuhi kewajiban hukum dan peraturan, serta menjamin bahwa rekam medis tetap dapat dipertanggungjawabkan jika diperlukan untuk proses audit atau litigasi.

4. Kualitas Data dan Pengambilan Keputusan

Arsip yang lengkap dan teratur meningkatkan kualitas data kesehatan yang tersedia untuk analisis, penelitian, evaluasi pelayanan, serta perencanaan strategis fasilitas kesehatan.


Upaya Optimalisasi Pengelolaan Arsip

Untuk mengoptimalkan pengelolaan arsip rekam medis, beberapa strategi yang dapat dilakukan meliputi:

1. Digitalisasi Arsip

Peralihan dari sistem manual ke sistem rekam medis elektronik membantu mengurangi risiko kehilangan atau kerusakan berkas serta mempercepat proses pencarian dan pemeliharaan arsip.

2. Pelatihan dan Peningkatan Sumber Daya Manusia

Peningkatan kompetensi petugas rekam medis melalui pelatihan berkala sangat penting untuk memastikan bahwa proses pengelolaan arsip dilakukan sesuai standar operasional prosedur (SOP) dan praktik terbaik.

3. Peningkatan Infrastruktur

Menyediakan lingkungan penyimpanan yang sesuai untuk arsip fisik, serta infrastruktur TI yang andal untuk arsip digital, termasuk sistem backup dan proteksi data yang mutakhir.

4. Penetapan SOP yang Jelas

Menerapkan SOP yang terstandarisasi terkait alur kerja pengelolaan arsip, termasuk proses retensi, pemeliharaan, dan pemusnahan arsip, agar seluruh aktivitas dapat dilakukan secara konsisten dan terukur.

5. Evaluasi dan Audit Berkala

Melakukan audit rutin terhadap sistem pengelolaan arsip untuk mengidentifikasi kelemahan dan mencari solusi perbaikan yang berkesinambungan.


Kesimpulan

Pengelolaan arsip rekam medis merupakan elemen penting dalam sistem pelayanan kesehatan yang mencakup proses penyimpanan, pemeliharaan, keamanan, dan retensi dokumen medis pasien secara sistematis. Praktik pengelolaan yang baik tidak hanya mendukung efisiensi pelayanan kesehatan tetapi juga menjamin keamanan dan privasi pasien serta membantu fasilitas kesehatan dalam memenuhi kewajiban regulasi dan hukum. Tantangan utama dalam pengelolaan arsip dapat diselesaikan melalui digitalisasi, peningkatan kompetensi SDM, penyediaan infrastruktur yang memadai, dan penerapan SOP yang jelas serta evaluasi berkelanjutan. Dengan langkah-langkah tersebut, fasilitas kesehatan dapat memastikan bahwa sistem pengelolaan arsip rekam medis yang diterapkan mampu mendukung pelayanan kesehatan yang berkualitas dan berkelanjutan.

Artikel ini ditulis dan disunting oleh tim redaksi SumberAjar.com berdasarkan referensi akademik Indonesia.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Pengelolaan arsip rekam medis adalah serangkaian kegiatan yang meliputi penciptaan, penyimpanan, pemeliharaan, pengamanan, retensi, hingga pemusnahan dokumen rekam medis pasien secara sistematis untuk menjamin ketersediaan informasi, keamanan data, dan mutu pelayanan kesehatan.

Pengelolaan arsip rekam medis penting karena berperan dalam menjaga kontinuitas pelayanan pasien, mempercepat pengambilan keputusan medis, melindungi kerahasiaan data pasien, serta memastikan kepatuhan fasilitas kesehatan terhadap regulasi dan aspek hukum.

Sistem penyimpanan arsip rekam medis meliputi penyimpanan manual atau konvensional berbasis kertas, penyimpanan elektronik melalui rekam medis elektronik, serta sistem hybrid yang mengombinasikan penyimpanan fisik dan digital.

Kerusakan atau kehilangan arsip rekam medis dapat disebabkan oleh faktor lingkungan seperti kelembaban dan bencana, kesalahan manusia, keterbatasan sarana dan sumber daya manusia, serta sistem penyimpanan yang tidak efisien.

Optimalisasi pengelolaan arsip rekam medis dapat dilakukan melalui digitalisasi arsip, peningkatan kompetensi petugas rekam medis, penyediaan infrastruktur yang memadai, penerapan standar operasional prosedur yang jelas, serta evaluasi dan audit pengelolaan arsip secara berkala.

⬇
Home
Kamus
Cite Halaman Ini
Geser dari kiri untuk membuka artikel Relevan.
Geser dari kanan untuk artikel terbaru.
Jangan tampilkan teks ini lagi
Artikel Relevan
Sistem Web Arsip Digital Sistem Web Arsip Digital Regulasi Rekam Medis di Indonesia Regulasi Rekam Medis di Indonesia Pengawasan Mutu Rekam Medis Pengawasan Mutu Rekam Medis Etika Rekam Medis Etika Rekam Medis Peran Rekam Medis dalam Kontinuitas Pelayanan Peran Rekam Medis dalam Kontinuitas Pelayanan Analisis Data Rekam Medis untuk Perencanaan Kesehatan Analisis Data Rekam Medis untuk Perencanaan Kesehatan Ketersediaan Sarana dan Prasarana Rekam Medis Ketersediaan Sarana dan Prasarana Rekam Medis Audit Internal Rekam Medis Audit Internal Rekam Medis Kelengkapan Dokumen Rekam Medis Kelengkapan Dokumen Rekam Medis Kompetensi Petugas Rekam Medis Kompetensi Petugas Rekam Medis Faktor Penyebab Ketidaklengkapan Rekam Medis Faktor Penyebab Ketidaklengkapan Rekam Medis Ketepatan Pengisian Rekam Medis Ketepatan Pengisian Rekam Medis Keamanan Data Rekam Medis Pasien Keamanan Data Rekam Medis Pasien Pemanfaatan Data Rekam Medis untuk Pelaporan Pemanfaatan Data Rekam Medis untuk Pelaporan Rekam Medis Elektronik: Konsep, manfaat, dan kendala Rekam Medis Elektronik: Konsep, manfaat, dan kendala Beban Kerja Tenaga Rekam Medis Beban Kerja Tenaga Rekam Medis Kerahasiaan Rekam Medis: Konsep, perlindungan data, dan etika Kerahasiaan Rekam Medis: Konsep, perlindungan data, dan etika Kualitas Dokumentasi Rekam Medis Elektronik Kualitas Dokumentasi Rekam Medis Elektronik Tantangan dan Prospek Rekam Medis di Era Digital Tantangan dan Prospek Rekam Medis di Era Digital Sistem Informasi Pelaporan dan Dokumentasi Digital Sekolah Sistem Informasi Pelaporan dan Dokumentasi Digital Sekolah
Artikel Terbaru
Memuat artikel terbaru…