
Ketersediaan Sarana dan Prasarana Rekam Medis
Pendahuluan
Rekam medis merupakan tulang punggung dokumentasi pelayanan kesehatan yang berfungsi sebagai alat komunikasi antar tenaga kesehatan, dasar evaluasi klinis dan administratif, serta bukti hukum atas pelayanan yang diberikan. Keberadaan sarana dan prasarana yang memadai dalam unit rekam medis sangat menentukan kelancaran proses pencatatan, penyimpanan, hingga penyajian informasi kesehatan yang akurat dan lengkap. Ketika fasilitas ini kurang, risiko kesalahan pencatatan, keterlambatan akses informasi, bahkan kerusakan berkas fisik menjadi lebih tinggi, memengaruhi kualitas pelayanan kesehatan secara keseluruhan. Ketersediaan sarana dan prasarana bukan sekadar “ada atau tidak ada”, tetapi mencakup kesiapan fasilitas penunjang, sistem penyimpanan dan pengelolaan yang efisien, serta dukungan teknologi informasi yang tepat guna di era digital saat ini. Studi terbaru menunjukkan bahwa ketersediaan fasilitas ini secara signifikan berkaitan dengan kualitas pelayanan rekam medis yang diberikan pada fasilitas kesehatan di Indonesia. [Lihat sumber Disini - ejournal.medistra.ac.id]
Definisi Ketersediaan Sarana dan Prasarana Rekam Medis
Definisi Ketersediaan Sarana dan Prasarana Secara Umum
Ketersediaan sarana dan prasarana dalam konteks rekam medis merujuk pada keberadaan dan kesiapan semua peralatan, ruang, serta fasilitas pendukung yang diperlukan untuk menjalankan fungsi pengelolaan rekam medis secara efektif. Sarana mencakup segala perangkat fisik dan non-fisik yang langsung digunakan dalam proses pekerjaan seperti rak penyimpanan berkas, komputer, scanner, perangkat jaringan, serta perangkat lunak sistem informasi kesehatan. Sedangkan prasarana mencakup struktur pendukung yang bersifat lebih statis seperti ruang filing (penyimpanan berkas), layout unit kerja yang ergonomis, serta sistem jaringan listrik dan internet yang mendukung operasi harian. Keseimbangan antara sarana dan prasarana ini menjadi dasar agar proses administrasi rekam medis berjalan optimal dari awal registrasi pasien hingga pelaporan dan analisis data kesehatan. [Lihat sumber Disini - id.scribd.com]
Definisi Ketersediaan Sarana dan Prasarana dalam KBBI
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), sarana adalah segala sesuatu yang dipakai atau digunakan untuk mencapai suatu tujuan. Sementara prasarana menunjukkan segala sesuatu yang menjadi penunjang utama terselenggaranya suatu proses. Dalam konteks rekam medis, sarana bisa berupa alat penyimpanan atau perangkat elektronik, sedangkan prasarana mencakup ruang penyimpanan, tata letak ruangan, hingga infrastruktur jaringan dan listrik yang mendukung penggunaan sistem informasi rekam medis. Kedua istilah ini saling terkait namun berbeda dalam fungsi spesifiknya, sarana bersifat langsung dipakai, sedangkan prasarana memberi dukungan inti terhadap kelancaran pengoperasian sarana tersebut. [Lihat sumber Disini - id.scribd.com]
Definisi Ketersediaan Sarana dan Prasarana Menurut Para Ahli
-
Menurut Arikunto, ketersediaan sarana dan prasarana adalah segala alat atau fasilitas yang mendukung pelaksanaan kerja unit tertentu dengan cara yang sistematis, efisien, dan terukur. Dalam unit rekam medis, ini termasuk kesiapan rak, perangkat, serta sistem penunjang lainnya.
-
Menurut Nugroho, prasarana kesehatan seperti ruangan penyimpanan yang memadai dan layout yang ergonomis termasuk aset yang harus diperhatikan untuk menjamin keamanan, kerahasiaan, dan keteraturan rekam medis.
-
Hartono menyatakan bahwa sarana dan prasarana yang memadai dalam pengelolaan rekam medis membantu meminimalkan kejadian misfile (berkas salah letak) serta mempercepat retrieval berkas saat dibutuhkan.
-
Sedangkan menurut Wijaya, dalam era rekam medis elektronik (EMR), ketersediaan prasarana termasuk dukungan teknologi informasi (hardware dan software) menjadi aspek penting yang harus dipenuhi oleh setiap fasilitas kesehatan.
Para ahli sepakat bahwa keberadaan kedua komponen ini bukan hanya aspek fisik semata, tetapi berdampak langsung terhadap efisiensi kerja petugas, kualitas dokumentasi data pasien, serta kelangsungan layanan kesehatan secara komprehensif.
Jenis Sarana dan Prasarana Rekam Medis
Sarana dan prasarana dalam unit rekam medis meliputi berbagai komponen yang dibutuhkan untuk menjalankan fungsi administrasi dan dokumentasi kesehatan secara efektif. Dalam praktiknya, beberapa jenis sarana dan prasarana yang krusial adalah sebagai berikut:
-
Ruang Penyimpanan Berkas Rekam Medis
Ruang filing berkas harus memiliki ukuran yang memadai serta tata letak yang sistematis untuk memudahkan pencarian dan penyimpanan berkas fisik. Penelitian di beberapa fasilitas kesehatan menunjukkan bahwa ruang penyimpanan berkas yang terlalu kecil menyebabkan banyak berkas tidak disimpan pada rak yang sesuai sehingga menghambat akses informasi. [Lihat sumber Disini - jom.htp.ac.id]
-
Rak Penyimpanan dan Sistem Filing
Rak yang memadai dan sistem penjajaran berkas sesuai standar (misalnya sistem penjajaran numerik) sangat penting untuk mengurangi risko salah letak (misfile) dan mempercepat proses retrieval data. Tanpa rak yang cukup, berkas sering kali disimpan dalam kardus atau tempat tidak standar lainnya. [Lihat sumber Disini - jom.htp.ac.id]
-
Perangkat Komputer dan Perangkat Lunak Sistem Informasi
Komputer dan software rekam medis, baik untuk rekam medis elektronik (EMR) maupun dokumentasi hybrid, dibutuhkan untuk pencatatan, pemantauan, serta pembuatan laporan kesehatan. Hasil studi menyatakan bahwa ketersediaan perangkat dan jaringan yang stabil merupakan landasan bagi kualitas pelayanan rekam medis berbasis teknologi. [Lihat sumber Disini - ejournal.medistra.ac.id]
-
Perangkat Scanner dan Perangkat Pendukung Digitalisasi
Scanner diperlukan dalam proses digitalisasi arsip fisik agar memudahkan penyimpanan, backup dan akses dokumen pasien. Tanpa perangkat ini, proses digitalisasi menjadi terhambat dan potensi kehilangan data meningkat.
-
Perangkat Jaringan Internet dan Infrastruktur IT
Dalam era digital, koneksi jaringan yang stabil serta dukungan IT merupakan aspek penting. Penerapan sistem EMR sangat bergantung pada ketersediaan infrastruktur teknologi yang mampu mendukung operasi harian. Hal ini terkait erat dengan upaya transformasi digital unit rekam medis. [Lihat sumber Disini - e-journal.unair.ac.id]
Selain itu, jenis sarana lain seperti meja dan kursi ergonomis untuk petugas, perangkat keamanan data (CCTV, proteksi kebakaran), serta perangkat pencadangan listrik juga termasuk prasarana yang memastikan proses rekam medis berjalan aman, efisien, dan sesuai standar pelayanan kesehatan.
Tingkat Ketersediaan Fasilitas Pendukung
Tingkat ketersediaan fasilitas pendukung di unit rekam medis sering kali bervariasi antar fasilitas kesehatan. Studi di beberapa rumah sakit dan puskesmas di Indonesia mengungkap bahwa meskipun banyak fasilitas sudah memiliki sarana dasar seperti ruang filing dan rak penyimpanan, masih terdapat keterbatasan dalam hal luasan ruangan, jumlah rak yang memadai, serta kecukupan perangkat komputer dan jaringan. [Lihat sumber Disini - jom.htp.ac.id]
Misalnya, penelitian menemukan bahwa ruang filing di banyak unit rekam medis belum memenuhi standar ideal karena ruang yang sempit sehingga menyulitkan petugas dalam mencari dan menyimpan berkas. Rak penyimpanan sering kali kurang jumlahnya, menyebabkan berkas harus ditempatkan secara tidak sistematis. [Lihat sumber Disini - jom.htp.ac.id]
Selain itu, pada fasilitas yang telah mulai mengadopsi sistem EMR, keterbatasan perangkat IT, koneksi jaringan yang tidak stabil, serta kurangnya dukungan software yang sesuai sering menjadi hambatan dalam penerapan penuh sistem digital. Hal ini berdampak pada ketergantungan terhadap sistem manual, yang secara tidak langsung memperlambat proses pelayanan rekam medis. [Lihat sumber Disini - e-journal.unair.ac.id]
Dengan demikian, tingkat ketersediaan fasilitas ini berkisar dari yang masih minimal hingga cukup memadai, tergantung pada kebijakan manajemen fasilitas, anggaran, serta komitmen terhadap peningkatan kualitas layanan kesehatan.
Pengaruh Sarana Prasarana terhadap Kinerja Petugas
Ketersediaan sarana dan prasarana rekam medis tidak hanya berdampak kepada dokumentasi dan akses data, tetapi juga langsung memengaruhi kinerja petugas rekam medis. Penelitian kuantitatif yang dilakukan di fasilitas kesehatan menunjukkan bahwa ada hubungan signifikan antara ketersediaan fasilitas ini dengan kualitas layanan rekam medis yang diberikan. [Lihat sumber Disini - ejournal.medistra.ac.id]
Kebutuhan fasilitas yang kurang memadai sering menyebabkan peningkatan beban kerja petugas karena proses pencarian, pengambilan, atau penyimpanan berkas menjadi lebih kompleks dan memakan waktu. Ketika rak penyimpanan tidak cukup, petugas harus menghabiskan waktu ekstra untuk mencari berkas yang salah tempat, yang pada gilirannya memengaruhi produktivitas dan kinerja keseluruhan. [Lihat sumber Disini - jom.htp.ac.id]
Selain itu, ketersediaan sistem informasi yang baik dan perangkat komputer yang memadai meningkatkan kecepatan pencatatan, pencarian data pasien, serta pembuatan laporan kesehatan. Ketika teknologi ini tersedia dan berfungsi dengan baik, petugas dapat memenuhi permintaan informasi lebih cepat dan dengan kesalahan yang lebih sedikit. [Lihat sumber Disini - ejournal.medistra.ac.id]
Dengan demikian, ketersediaan sarana dan prasarana sangat berkontribusi pada efektivitas kerja petugas, kepuasan kerja, serta kualitas pelayanan rekam medis yang diberikan kepada pasien.
Hambatan dalam Pemenuhan Sarana Rekam Medis
Pemenuhan sarana dan prasarana unit rekam medis sering kali menghadapi sejumlah hambatan yang kompleks, antara lain:
-
Keterbatasan Anggaran dan Kebijakan
Anggaran yang terbatas sering kali membuat fasilitas kesehatan tidak dapat mengadakan perangkat dan infrastruktur yang diperlukan secara optimal. Hal ini berdampak pada keterlambatan pembelian rak tambahan, perangkat IT, atau sistem digital yang dibutuhkan.
-
Kurangnya Standar Operasional dan SOP
Banyak fasilitas belum memiliki Standar Operasional Prosedur (SOP) yang komprehensif terkait pengelolaan sarana dan prasarana. Tanpa pedoman yang jelas, proses pembelian, pemeliharaan, dan evaluasi fasilitas seringkali tidak sistematis dan kurang terkoordinasi. [Lihat sumber Disini - journal.universitaspahlawan.ac.id]
-
Keterbatasan SDM dan Kompetensi Teknologi
Dalam era transisi menuju sistem EMR, kekurangan SDM yang kompeten dalam penggunaan teknologi menjadi hambatan signifikan. Petugas yang kurang terlatih akan kesulitan mengoptimalkan fasilitas teknologi yang tersedia, sehingga potensi efisiensi berkurang. [Lihat sumber Disini - journal.universitaspahlawan.ac.id]
-
Infrastruktur IT yang Tidak Stabil
Penerapan sistem digital membutuhkan dukungan jaringan internet dan perangkat keras yang stabil. Di beberapa fasilitas, ketidaktersediaan jaringan yang memadai atau seringnya gangguan teknis menyebabkan proses digitalisasi sulit dijalankan secara maksimal. [Lihat sumber Disini - e-journal.unair.ac.id]
Hambatan-hambatan tersebut mendorong perlunya strategi yang tepat dalam perencanaan dan pengembangan fasilitas unit rekam medis.
Strategi Peningkatan Sarana dan Prasarana
Upaya peningkatan sarana dan prasarana unit rekam medis dapat dilakukan melalui beberapa strategi strategis seperti:
-
Perencanaan Anggaran yang Tepat Sasaran
Fasilitas kesehatan perlu merencanakan anggaran secara berkelanjutan untuk pengadaan dan pemeliharaan fasilitas penting. Perencanaan ini harus didasarkan pada evaluasi kebutuhan aktual di unit rekam medis.
-
Pengembangan SOP dan Standar Operasional
Pembuatan SOP yang komprehensif terkait pemenuhan, pemeliharaan, serta evaluasi fasilitas rekam medis membantu memastikan bahwa setiap komponen sarana dan prasarana terkelola dengan baik.
-
Pelatihan dan Peningkatan Kompetensi SDM
Program pelatihan berkelanjutan untuk petugas rekam medis dalam penggunaan sistem informasi, manajemen dokumen, serta teknologi digital perlu diperkuat. Pelatihan ini akan memberikan pengetahuan teknis serta meningkatkan kemampuan adaptasi terhadap teknologi.
-
Peningkatan Infrastruktur Teknologi
Investasi pada perangkat komputer, software, perangkat jaringan internet yang handal, serta sistem keamanan data menjadi bagian dari strategi penting di era digital. Peningkatan infrastruktur ini akan memperkuat fondasi operasi rekam medis modern.
-
Monitoring dan Evaluasi Berkala
Melakukan audit berkala terhadap kondisi sarana dan prasarana membantu manajemen fasilitas kesehatan mengetahui titik investasi yang perlu diperbaiki atau ditambah. Evaluasi ini mencakup aspek kualitas ruang penyimpanan, kecukupan rak, serta performa sistem informasi.
Kesimpulan
Ketersediaan sarana dan prasarana rekam medis merupakan aspek krusial dalam menjamin kualitas pelayanan kesehatan yang efektif, efisien, dan akurat. Definisinya mencakup keberadaan fasilitas fisik dan non-fisik yang mendukung seluruh tahapan pengelolaan rekam medis, baik secara manual maupun digital. Studi menunjukkan bahwa tingkat ketersediaan fasilitas ini mempengaruhi kinerja petugas, kualitas layanan, serta kecepatan proses administrasi rekam medis. Hambatan seperti keterbatasan anggaran, SDM yang belum memadai, serta infrastruktur teknologi yang belum optimal perlu diatasi melalui strategi perencanaan anggaran, pengembangan SOP, peningkatan kompetensi SDM, serta penguatan infrastruktur TI. Dengan langkah-langkah tersebut, unit rekam medis dapat beroperasi secara optimal, memberikan dukungan informasi yang andal bagi pelayanan kesehatan, serta mendukung proses pengambilan keputusan klinis dan administratif yang lebih baik.