
Persepsi Ibu terhadap Persalinan Operatif
Pendahuluan
Persalinan merupakan salah satu momen paling penting dalam kehidupan seorang ibu, sekaligus fase kritis yang menentukan kesehatan ibu dan bayi. Di Indonesia dan dunia, perkembangan dalam bidang obstetri telah memungkinkan metode persalinan alternatif selain persalinan normal, salah satunya persalinan operatif. Namun, pilihan dan pengalaman terhadap persalinan operatif bukan semata, mata keputusan klinis: persepsi ibu terhadap persalinan operatif memainkan peran besar dalam keputusan, kenyamanan, persiapan, dan hasil akhir. Pemahaman mendalam tentang bagaimana ibu memandang persalinan operatif, faktor apa saja yang mempengaruhi persepsi tersebut, serta bagaimana edukasi kesehatan dan pengalaman sebelumnya membentuk sikap ibu, menjadi penting agar layanan kebidanan bisa responsif, sensitif, dan berkualitas.
Artikel ini mengeksplorasi persepsi ibu terhadap persalinan operatif, meliputi definisi, jenis dan indikasinya, faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi, peran edukasi, keuntungan dan risiko, dampak pengalaman sebelumnya, peran tenaga kesehatan, serta bagaimana persepsi memengaruhi pemilihan metode persalinan.
Definisi Persalinan Operatif
Definisi Persalinan Operatif secara Umum
Persalinan operatif merujuk pada metode persalinan di mana bayi dilahirkan melalui bantuan medis non-spontan, biasanya melalui tindakan medis seperti operasi atau ekstraksi, bukan hanya melalui proses persalinan normal via vagina. [Lihat sumber Disini - ejournal.itekes-bali.ac.id]
Definisi Persalinan Operatif dalam KBBI
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), "persalinan" didefinisikan sebagai proses keluarnya janin dari rahim ketika kehamilan sudah cukup, termasuk keluarnya plasenta dan selaput-selaputnya. Sedangkan “operatif” menunjukkan pelaksanaan dengan tindakan medis atau pembedahan. Jadi, persalinan operatif dapat dipahami sebagai persalinan dengan bantuan tindakan medis yang disengaja, bukan melalui proses alamiah. (Catatan: definisi spesifik “persalinan operatif” mungkin tidak muncul persis di KBBI, sehingga interpretasi ini berdasarkan pemahaman umum istilah persalinan + operatif).
Definisi Persalinan Operatif Menurut Para Ahli
Berikut beberapa definisi dari literatur dan penelitian:
-
Menurut Novita dkk., persalinan sectio caesarea (SC), salah satu bentuk persalinan operatif, adalah tindakan pembedahan dengan melakukan insisi pada dinding abdomen dan rahim untuk mengeluarkan janin. [Lihat sumber Disini - media.neliti.com]
-
Dalam penelitian oleh Akbar & Parhusip (2024), persalinan dibedakan menjadi persalinan per vaginam dan per abdominal, di mana persalinan per abdominal umumnya merujuk pada persalinan operatif seperti SC. [Lihat sumber Disini - jurnal.umsu.ac.id]
-
Safitri menyebut bahwa persalinan SC dilakukan melalui histerotomi dan laparotomi untuk melahirkan janin dari rahim. [Lihat sumber Disini - digilib.unisayogya.ac.id]
-
Juga, dalam konteks asuhan kebidanan, persalinan operatif dipahami sebagai persalinan buatan bila dilakukan dengan bantuan luar, misalnya ekstraksi forsep atau operasi SC. [Lihat sumber Disini - ejournal.itekes-bali.ac.id]
Dari definisi-definisi ini, bisa disimpulkan bahwa persalinan operatif mencakup metode persalinan yang memerlukan intervensi medis, dengan SC sebagai bentuk paling umum, umumnya dilakukan bila persalinan normal tidak memungkinkan atau berisiko bagi ibu maupun janin.
Jenis Persalinan Operatif dan Indikasinya
Jenis persalinan operatif yang paling umum adalah Sectio Caesarea (SC). [Lihat sumber Disini - repository.poltekkes-medan.ac.id]
Indikasi medis untuk melakukan SC meliputi, antara lain:
-
Letak janin abnormal (misalnya sungsang, lintang) atau malpresentasi. [Lihat sumber Disini - ejournal.unuja.ac.id]
-
Ketuban pecah dini (premature rupture of membranes, PROM) yang berisiko. [Lihat sumber Disini - ejournal.nusantaraglobal.ac.id]
-
Preeklampsia, komplikasi kehamilan, atau kondisi kehamilan berisiko tinggi. [Lihat sumber Disini - journal.budimulia.ac.id]
-
Riwayat persalinan SC sebelumnya, ibu dengan SC sebelumnya cenderung menjalani SC lagi. [Lihat sumber Disini - jurnal.globalhealthsciencegroup.com]
-
Ketidakcukupan ukuran panggul ibu terhadap ukuran janin (misalnya panggul sempit, janin besar), atau ketidakseimbangan kepala bayi, panggul ibu. [Lihat sumber Disini - ejournal.unuja.ac.id]
Penelitian di berbagai rumah sakit di Indonesia menunjukkan bahwa kombinasi dari beberapa indikasi medis, ibu atau janin, sering menjadi alasan pelaksanaan SC. [Lihat sumber Disini - jurnal.lppm-mmy.ac.id]
Faktor yang Mempengaruhi Persepsi Ibu terhadap Persalinan Operatif
Persepsi ibu terhadap persalinan operatif tidak muncul dalam vacuum; ada banyak faktor yang mempengaruhi. Berikut beberapa faktor penting menurut literatur:
-
Pengetahuan dan pemahaman tentang persalinan: Dalam studi oleh Bayu Irianti & Hartiningtyaswati (2022), meskipun persalinan dianggap sebagai proses fisiologis, banyak ibu yang merasa takut karena potensi rasa sakit, luka, dan ketidaknyamanan, yang mempengaruhi sikap terhadap persalinan normal maupun operatif. [Lihat sumber Disini - researchgate.net]
-
Nilai budaya dan kepercayaan: Dalam penelitian yang sama, aspek budaya dan nilai (misalnya bahwa melahirkan adalah kodrat dan harus disyukuri) mempengaruhi persepsi positif terhadap persalinan walau ada kekhawatiran. [Lihat sumber Disini - ejurnal2.poltekkestasikmalaya.ac.id]
-
Pengalaman kehamilan atau persalinan sebelumnya: Ibu yang telah melalui persalinan, baik normal maupun SC, akan memiliki gambaran pengalaman nyata yang mempengaruhi sikap terhadap persalinan berikutnya. [Lihat sumber Disini - scholar.unand.ac.id]
-
Tingkat risiko kehamilan / komplikasi: Jika kehamilan atau janin dianggap berisiko tinggi, ibu (dan keluarga) mungkin lebih menerima SC sebagai pilihan aman, sehingga persepsi terhadap operatif bisa lebih positif atau realistis. [Lihat sumber Disini - jurnal.unived.ac.id]
-
Informasi dan edukasi: Akses terhadap informasi, melalui tenaga kesehatan, buku, konseling antenatal, memengaruhi sejauh mana ibu memahami manfaat dan risiko SC, sehingga memengaruhi persepsi. [Lihat sumber Disini - researchgate.net]
-
Kondisi sosial-ekonomi dan layanan kesehatan: Faktor seperti kemudahan akses fasilitas kesehatan, kualitas layanan, kepercayaan pada tenaga kesehatan juga mempengaruhi keputusan dan persepsi ibu terhadap operatif. [Lihat sumber Disini - jurnal.lppm-mmy.ac.id]
Pengaruh Informasi dan Edukasi terhadap Persepsi
Penelitian menunjukkan bahwa pemberian informasi dan edukasi menjelang persalinan memiliki peran penting dalam membentuk persepsi ibu.
Misalnya, dalam studi deskriptif oleh Bayu Irianti dkk. (2022), ketidakpastian atas proses persalinan, termasuk rasa sakit, kemungkinan robekan, komplikasi, menyebabkan kecemasan dan kekhawatiran meskipun sebagian besar responden memandang persalinan sebagai sesuatu yang positif dan sebagai bagian dari kodrat. [Lihat sumber Disini - researchgate.net]
Edukasi dan konseling antenatal dapat membantu calon ibu memahami indikasi medis, potensi risiko dan manfaat, prosedur, serta perawatan pasca-operasi bila diperlukan. Hal ini dapat meningkatkan kepercayaan diri, mengurangi kecemasan, dan membuat ibu serta keluarga lebih siap, baik secara emosional maupun praktis. [Lihat sumber Disini - ejurnal2.poltekkestasikmalaya.ac.id]
Dengan edukasi yang baik, persepsi ibu terhadap persalinan operatif dapat berubah dari takut atau menolak menjadi penerimaan realistis terhadap kemungkinan SC bila memang dibutuhkan.
Keuntungan dan Risiko Persalinan Operatif
Keuntungan dari persalinan operatif, terutama SC, antara lain:
-
Menjadi solusi aman ketika persalinan normal berisiko tinggi, misalnya janin malpresentasi, komplikasi kehamilan, ketuban pecah dini, atau kondisi yang membahayakan ibu/ bayi. [Lihat sumber Disini - repository.poltekkes-medan.ac.id]
-
Dapat mencegah komplikasi maternal dan neonatal jika indikasi jelas; membantu melahirkan bayi dengan aman dalam kondisi darurat. [Lihat sumber Disini - ejournal.unuja.ac.id]
Namun, SC juga tak lepas dari risiko, baik jangka pendek maupun jangka panjang:
-
Risiko komplikasi lebih tinggi dibanding persalinan pervaginam: misalnya infeksi, perdarahan, kesulitan pemulihan luka, nyeri pasca operasi. [Lihat sumber Disini - jurnal.umsu.ac.id]
-
Risiko untuk ibu dan bayi, termasuk risiko kematian jika tidak ditangani dengan baik. [Lihat sumber Disini - jurnal.unimus.ac.id]
-
Pemulihan dan perawatan pasca-operasi lebih kompleks (mobilisasi, perawatan luka, pemulihan fisik & psikologis). [Lihat sumber Disini - jurnal.unimus.ac.id]
Karena itu, keputusan persalinan operatif harus berdasarkan indikasi medis yang jelas, informasi lengkap, serta kesiapan ibu dan tenaga kesehatan dalam asuhan prenatal dan pasca-persalinan.
Dampak Pengalaman Sebelumnya terhadap Persepsi
Pengalaman persalinan dan kehamilan sebelumnya ternyata punya efek besar terhadap persepsi ibu terhadap persalinan operatif.
Menurut literatur, ibu yang sudah memiliki pengalaman persalinan, apapun jenisnya, lebih punya gambaran nyata mengenai proses, rasa sakit, risiko, pemulihan, dan hasil. Ini membuat mereka lebih siap dan realistis dalam menyikapi kemungkinan persalinan operatif bila diperlukan. [Lihat sumber Disini - scholar.unand.ac.id]
Sebaliknya, ibu tanpa pengalaman sebelumnya cenderung memiliki pandangan berdasarkan rasa takut, kecemasan, dan pengaruh budaya/pesan orang sekitar, yang bisa menyebabkan persepsi negatif terhadap operasi. [Lihat sumber Disini - researchgate.net]
Hal ini menunjukkan pentingnya pengalaman, baik pribadi maupun melalui edukasi, dalam membentuk persepsi yang lebih dewasa, rasional, dan adaptif terhadap persalinan operatif.
Peran Tenaga Kesehatan dalam Memberikan Penjelasan dan Edukasi
Tenaga kesehatan, bidan, dokter kandungan, perawat, memiliki peran kunci dalam membentuk persepsi ibu melalui:
-
Memberikan informasi lengkap tentang metode persalinan (normal vs operatif), indikasi medis, keuntungan dan risiko, serta perawatan pasca persalinan. Edukasi ini bisa membantu ibu membuat keputusan yang berdasarkan pengetahuan, bukan ketakutan.
-
Mendampingi dan mendukung ibu selama kehamilan, melahirkan, dan pasca-persalinan; memberi konseling, manajemen nyeri, dan asuhan emosional/psikologis. Studi menunjukkan bahwa pemberian informasi dan asuhan antenatal mampu menurunkan kecemasan dan meningkatkan kesiapan ibu menghadapi persalinan. [Lihat sumber Disini - ejurnal2.poltekkestasikmalaya.ac.id]
-
Membantu ibu memahami bahwa persalinan operatif bukan “gagal” atau “pilihan gagal” tetapi opsi medis ketika kondisi menuntut, dengan penjelasan yang jelas agar persepsi stigma (jika ada) bisa dikurangi.
Dengan peran aktif tenaga kesehatan, persepsi ibu terhadap persalinan operatif bisa lebih terbuka, bijaksana, dan tidak terbebani rasa takut yang berlebihan.
Hubungan Persepsi dengan Pemilihan Metode Persalinan
Persepsi ibu, dipengaruhi oleh pengetahuan, pengalaman, budaya, edukasi, dan dukungan kesehatan, sangat berpengaruh dalam pemilihan metode persalinan.
Ibu dengan pemahaman baik tentang indikasi medis, keuntungan/risko, dan merasa didukung secara psikologis/medis cenderung lebih menerima persalinan operatif bila kondisi mengharuskan. Sebaliknya, persepsi negatif, misalnya karena takut rasa sakit, trauma, stigma, bisa membuat ibu menolak SC bahkan ketika ada indikasi medis; atau sebaliknya memilih persalinan normal walau punya risiko tinggi.
Penelitian kualitatif dan kuantitatif menunjukkan bahwa keputusan persalinan tidak semata-mata soal medis, tapi juga soal persepsi, sikap, dan kesiapan psikososial ibu. [Lihat sumber Disini - repository.unusa.ac.id]
Kesimpulan
Persalinan operatif, terutama SC, adalah bagian penting dalam manajemen persalinan modern, memberikan solusi aman ketika persalinan normal berisiko. Namun, penerimaan dan keputusan terhadap persalinan operatif sangat dipengaruhi oleh persepsi ibu, yang terbentuk dari pengetahuan, pengalaman, budaya, edukasi, dan dukungan dari tenaga kesehatan.
Karena itu, peran tenaga kesehatan sangat krusial, bukan hanya dalam aspek medis, tapi juga edukatif dan psikososial, agar ibu bisa membuat pilihan persalinan secara bijaksana dan siap secara fisik serta mental.
Dengan pemahaman dan dukungan yang tepat, persalinan operatif bisa dilihat bukan sebagai pilihan “terpaksa” semata, melainkan opsi rasional dan aman ketika indikasi terpenuhi; serta persepsi ibu bisa lebih terbuka, realistis, dan sehat.
Semoga artikel ini bisa membantu banyak ibu, calon ibu, tenaga kesehatan, dan masyarakat luas memahami persalinan operatif, dengan persepsi yang tepat, informatif, dan mendidik.