
Risiko Malnutrisi pada Anak Penderita Infeksi
Pendahuluan
Malnutrisi dan infeksi adalah dua kondisi yang saling terkait dan berdampak luas terhadap kesehatan anak. Bayangkan seorang anak yang setelah mengalami serangkaian penyakit infeksi seperti diare dan ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut) tampak semakin lemah, lesu, dan sulit berkembang, ini bukan sekadar kebetulan. Interaksi antara gizi buruk dan infeksi dapat menciptakan siklus berbahaya yang memperburuk kondisi kesehatan anak, dimana infeksi dapat menguras nutrisi tubuh, dan malnutrisi pada gilirannya meningkatkan kerentanan terhadap infeksi lanjutan. Kondisi ini tak hanya berdampak pada pertumbuhan fisik, tetapi juga berkontribusi pada angka kematian anak, terutama di negara berkembang. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]
Definisi Risiko Malnutrisi pada Anak Penderita Infeksi
Definisi Risiko Malnutrisi Secara Umum
Malnutrisi adalah kondisi kesehatan yang mencerminkan ketidakseimbangan antara asupan nutrisi dan kebutuhan tubuh. Ini bisa berupa kekurangan, kelebihan, atau ketidakseimbangan zat gizi yang diperlukan untuk fungsi tubuh yang optimal. Pada konteks anak, malnutrisi seringkali merujuk pada kekurangan energi dan zat gizi penting seperti protein, vitamin, dan mineral, yang dapat menyebabkan gangguan pertumbuhan seperti stunting, wasting, atau underweight. [Lihat sumber Disini - pelajar.id]
Definisi Risiko Malnutrisi dalam KBBI
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), istilah malnutrisi merupakan padanan kata malagizi dalam istilah medis. Ini menandakan kondisi di mana seseorang mengalami gangguan nutrisi yang berarti tubuh tidak memperoleh atau tidak mampu memanfaatkan nutrisi secara seimbang sesuai kebutuhan fisiologisnya. [Lihat sumber Disini - kbbi.web.id]
Definisi Risiko Malnutrisi Menurut Para Ahli
-
G. T. Keusch dkk. menjelaskan bahwa malnutrisi menciptakan lingkaran sirkuler dengan infeksi, dimana kekurangan gizi meningkatkan kerentanan terhadap penyakit, dan infeksi selanjutnya memperburuk status nutrisi melalui peningkatan kebutuhan metabolik tubuh. [Lihat sumber Disini - sciencedirect.com]
-
M. J. H. Rytter dkk. menyatakan bahwa malnutrisi pada anak berkaitan erat dengan disfungsi sistem imun, sehingga anak malnutrisi memiliki risiko tinggi mengalami keterlibatan penyakit infeksi yang berat. [Lihat sumber Disini - journals.plos.org]
-
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mendefinisikan malnutrisi sebagai kondisi kekurangan nutrisi yang menyebabkan gangguan pertumbuhan dan meningkatkan mortalitas anak, khususnya bila dikombinasikan dengan kejadian infeksi. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]
-
F. Morales et al. menjelaskan hubungan malnutrisi dan sistem imun, dimana kekurangan nutrisi mengurangi efisiensi pertahanan tubuh dan memperbesar risiko infeksi berulang pada anak. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]
Hubungan Infeksi Berulang dengan Penurunan Status Gizi
Infeksi berulang merupakan salah satu faktor utama yang memperburuk status gizi anak. Setiap episode infeksi seperti diare, ISPA, atau cacingan tidak hanya menguras energi, tetapi juga memperburuk penyerapan nutrisi dan nafsu makan. [Lihat sumber Disini - journal.ukwms.ac.id]
Beberapa penelitian di Indonesia menunjukkan bahwa anak dengan riwayat penyakit infeksi berulang memiliki risiko lebih tinggi mengalami gangguan pertumbuhan seperti stunting dan malnutrisi umum dibandingkan anak tanpa riwayat infeksi tersebut. [Lihat sumber Disini - online-journal.unja.ac.id]
Selain itu, infeksi yang sering kambuh dapat memicu respons inflamasi tubuh yang memaksa tubuh menggunakan cadangan energi untuk melawan penyakit, sehingga kebutuhan nutrisi meningkat sementara asupan makan menurun. Hal ini menciptakan kondisi di mana kebutuhan nutrisi melebihi kemampuan tubuh untuk memenuhinya, sehingga status gizi menurun. [Lihat sumber Disini - ejr.umku.ac.id]
Faktor Metabolik yang Memperburuk Malnutrisi
Infeksi berulang tidak hanya memengaruhi asupan makanan dan nafsu makan, tetapi juga mempengaruhi metabolisme tubuh anak. Saat tubuh melawan infeksi, terjadi perubahan metabolik seperti:
-
Peningkatan kebutuhan energi dan protein, karena tubuh harus mengaktifkan sistem imun.
-
Perubahan metabolisme glukosa yang membuat energi tubuh digunakan lebih banyak untuk respon imun ketimbang pertumbuhan.
-
Negatif nitrogen balance, yakni hilangnya protein dari tubuh lebih cepat daripada yang masuk sebagai nutrisi.
Perubahan metabolik ini dapat mempercepat terjadinya kerusakan jaringan, menyebabkan penyusutan otot dan menurunkan berat badan anak. Semua ini semakin memperparah kondisi malnutrisi, terutama bila infeksi terus berulang. [Lihat sumber Disini - mdpi.com]
Dampak Kurangnya Nafsu Makan selama Sakit
Salah satu efek langsung dari infeksi adalah penurunan nafsu makan, yang sangat umum ditemui pada anak sakit. Nafsu makan yang menurun menyebabkan anak makan lebih sedikit padahal tubuhnya membutuhkan lebih banyak nutrisi untuk:
-
Memperbaiki jaringan yang rusak akibat peradangan,
-
Menguatkan sistem imun,
-
Mengganti kembali energi yang hilang saat melawan penyakit.
Penurunan asupan nutrisi ini bukan hanya terjadi sekali saja; bila anak mengalami infeksi berulang, maka pola makan yang buruk bisa menjadi kronis, yang selanjutnya memperberat malnutrisi. Studi klinis menunjukkan bahwa kehilangan selera makan selama infeksi mempercepat kemunduran status gizi anak. [Lihat sumber Disini - journal.ukwms.ac.id]
Peran Asupan Zat Gizi dalam Pemulihan Infeksi
Asupan zat gizi yang adekuat adalah pondasi utama untuk pemulihan dari infeksi dan perbaikan status gizi. Nutrisi yang cukup bukan hanya menyediakan energi, tetapi juga berperan penting dalam:
-
Menguatkan sistem imun melalui protein, vitamin A, zinc, dan asam lemak esensial,
-
Memperbaiki integritas mukosa pencernaan, sehingga penyerapan nutrisi optimal,
-
Mengurangi durasi dan keparahan infeksi karena jaringan tubuh memiliki cadangan yang cukup untuk melawan patogen.
Bukti ilmiah menunjukkan bahwa anak dengan konsumsi nutrisi yang sesuai lebih cepat pulih dari infeksi, serta memiliki risiko lebih rendah terhadap kejadian infeksi berikutnya. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]
Strategi Pencegahan Malnutrisi pada Anak Sakit
Pencegahan malnutrisi pada anak yang sedang sakit atau memiliki riwayat infeksi harus dilaksanakan secara terpadu, termasuk:
-
Pemberian nutrisi yang adekuat dan seimbang
Menjamin asupan energi, protein, vitamin (terutama A dan C), serta mineral seperti zinc dan zat besi untuk membantu fungsi imun tubuh. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]
-
Intervensi kesehatan preventif terhadap infeksi
Imunisasi lengkap, cuci tangan, sanitasi lingkungan yang baik, dan pengobatan cacingan untuk meminimalkan infeksi berulang. [Lihat sumber Disini - jurnal.unismuhpalu.ac.id]
-
Pemantauan pertumbuhan rutin
Melakukan pengukuran antropometri secara berkala untuk mendeteksi perubahan status gizi sejak awal. [Lihat sumber Disini - ejr.umku.ac.id]
-
Pendidikan gizi untuk keluarga
Meningkatkan pengetahuan orang tua/caregiver tentang pentingnya makanan bergizi dan cara menjaga kesehatan anak selama sakit. [Lihat sumber Disini - jktp.jurnalpoltekkesjayapura.com]
Kesimpulan
Interaksi antara malnutrisi dan infeksi pada anak menciptakan lingkaran siklik yang saling memperburuk. Infeksi berulang menurunkan status gizi anak melalui mekanisme penurunan nafsu makan, perubahan metabolik, dan peningkatan kebutuhan tubuh, sementara malnutrisi itu sendiri meningkatkan kerentanan terhadap penyakit. Pencegahan dan pengendalian malnutrisi pada anak sakit perlu pendekatan terpadu yang mencakup asupan nutrisi optimal, pencegahan infeksi, serta pendidikan gizi. Strategi ini penting untuk memutus siklus malnutrisi-infeksi dan mendukung pertumbuhan serta kesehatan anak secara keseluruhan.