Terakhir diperbarui: 08 December 2025

Citation (APA Style):
Davacom. (2025, 8 December). Risiko Infeksi Nosokomial: Faktor dan Pencegahannya. SumberAjar. Retrieved 14 January 2026, from https://sumberajar.com/kamus/risiko-infeksi-nosokomial-faktor-dan-pencegahannya  

Kamu menggunakan Mendeley? Add entry manual di sini.

Risiko Infeksi Nosokomial: Faktor dan Pencegahannya - SumberAjar.com

Risiko Infeksi Nosokomial: Faktor dan Pencegahannya

Pendahuluan

Infeksi nosokomial, atau yang juga sering disebut dengan infeksi terkait pelayanan kesehatan / hospital-acquired infection (HAI), merupakan salah satu tantangan besar dalam dunia layanan kesehatan. Infeksi ini tidak hanya mengancam keselamatan pasien, tetapi juga meningkatkan beban biaya, memperpanjang durasi rawat inap, menurunkan kepercayaan terhadap pelayanan kesehatan, bahkan meningkatkan angka morbiditas dan mortalitas. [Lihat sumber Disini - news.unair.ac.id]

Dalam konteks rumah sakit di Indonesia, berbagai penelitian menunjukkan bahwa insiden infeksi nosokomial masih terbilang tinggi. Misalnya survei di 11 rumah sakit di DKI Jakarta melaporkan bahwa 9, 8% pasien rawat inap mengalami infeksi nosokomial. [Lihat sumber Disini - ejournal.itekes-bali.ac.id] Oleh karena itu, memahami definisi, faktor risiko, jenis, gejala, serta upaya pencegahan infeksi nosokomial menjadi penting bagi tenaga kesehatan dan manajemen rumah sakit. Artikel ini bertujuan memberikan gambaran komprehensif mengenai risiko infeksi nosokomial: dari pengertian hingga peran tenaga kesehatan dalam pencegahan.


Definisi Infeksi Nosokomial

Definisi Secara Umum

Infeksi nosokomial adalah infeksi yang terjadi pada pasien selama menjalani perawatan atau intervensi medis di rumah sakit atau fasilitas pelayanan kesehatan, yang sebelumnya pasien tidak menunjukkan gejala penyakit dan tidak dalam masa inkubasi pada saat masuk. [Lihat sumber Disini - yapindo-cdn.b-cdn.net]

Definisi dalam KBBI

Menurut arti harfiah, “nosokomial” merujuk pada sesuatu yang “berkaitan dengan rumah sakit”. Oleh karena itu, infeksi nosokomial menurut KBBI adalah “infeksi yang diperoleh selama berada di rumah sakit / fasilitas pelayanan kesehatan”. Terlepas dari apakah penyebabnya bakteri, virus, jamur, atau mikroorganisme lain, syarat utama adalah infeksi terjadi akibat kontak atau intervensi di lingkungan layanan kesehatan.

Definisi Menurut Para Ahli

  • Menurut artikel “analisis sistem deteksi dini pencegahan dan pengendalian”, infeksi nosokomial didefinisikan sebagai infeksi yang berkembang setelah perawatan di rumah sakit lebih dari 2 × 24 jam, pada pasien yang sebelumnya tidak menunjukkan gejala. [Lihat sumber Disini - yapindo-cdn.b-cdn.net]

  • Dalam literatur keperawatan dan pengendalian infeksi, infeksi nosokomial (HAIs) dianggap sebagai efek negatif yang tidak diinginkan dari pelayanan kesehatan, yang dapat terjadi pada pasien, tenaga kesehatan, pengunjung, atau lingkungan rumah sakit. [Lihat sumber Disini - ejournal.poltekkes-pontianak.ac.id]

  • Sebuah penelitian di ruang rawat inap menyebutkan bahwa penyebab utama infeksi nosokomial adalah kontaminasi bakteri dari lingkungan rumah sakit, baik dari udara, permukaan, peralatan medis, atau tangan petugas. [Lihat sumber Disini - fmj.fk.umi.ac.id]

  • Menurut tinjauan kebijakan pencegahan dan pengendalian infeksi, infeksi nosokomial dianggap sebagai indikator penting mutu layanan kesehatan; dan keberhasilannya sangat bergantung pada pelaksanaan program pencegahan dan kontrol di rumah sakit. [Lihat sumber Disini - jurnal.stikesbaptis.ac.id]


Faktor Risiko Terjadinya Infeksi Rumah Sakit

Infeksi nosokomial tidak terjadi secara kebetulan. Berikut faktor-faktor yang meningkatkan risiko terjadinya:


Jenis-Jenis Infeksi Nosokomial

Infeksi nosokomial dapat muncul dalam berbagai bentuk, tergantung organ atau sistem yang terlibat. Beberapa jenis yang paling umum:


Tanda dan Gejala Klinis

Gejala infeksi nosokomial sangat bervariasi, tergantung jenis infeksinya. Beberapa gejala umum:

Karena variasinya luas, penting untuk melakukan pemeriksaan dan diagnosis secara tepat agar infeksi nosokomial dapat segera dikenali dan ditangani.


Standar Pencegahan Infeksi

Pencegahan infeksi nosokomial bergantung pada penerapan protokol & praktik kebersihan secara konsisten. Beberapa standar penting:

Hand Hygiene (Cuci Tangan)

Cuci tangan adalah langkah paling dasar dan paling efektif dalam mencegah penularan infeksi. Praktik “five-moment hand hygiene”, yaitu mencuci tangan sebelum kontak dengan pasien, sebelum prosedur aseptik, setelah kontak dengan cairan tubuh/pasien, setelah kontak dengan lingkungan pasien, dan setelah melepas sarung tangan, sangat dianjurkan. [Lihat sumber Disini - journal2.stikeskendal.ac.id]
Penelitian menunjukkan masih ada persentase perawat yang belum patuh terhadap protokol ini, misalnya 33, 6% perawat dalam satu studi gagal melakukan cuci tangan sesuai “5 moment”. [Lihat sumber Disini - journal2.stikeskendal.ac.id]

Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD)

Tenaga kesehatan harus menggunakan alat pelindung, sarung tangan, masker, penutup wajah, sebelum melakukan prosedur invasif atau kontak erat dengan pasien, untuk mengurangi risiko kontaminasi silang. [Lihat sumber Disini - jurnal.syedzasaintika.ac.id]

Sterilisasi dan Disinfeksi Peralatan Medis & Lingkungan

Peralatan medis, seperti kateter, ventilator, selang infus, instrumen operasi, harus disterilisasi atau dibersihkan secara benar sebelum digunakan ulang. Lingkungan ruang rawat inap juga harus dijaga kebersihan, ventilasi, sanitasi lantai dan permukaan, serta manajemen limbah secara tepat. [Lihat sumber Disini - ojs.widyagamahusada.ac.id]

Penerapan Kebijakan & Protokol PPI (Pencegahan dan Pengendalian Infeksi)

Manajemen rumah sakit harus menerapkan protokol pencegahan infeksi secara sistematis: audit kebersihan, pelatihan staf, monitoring, dan evaluasi periodik. [Lihat sumber Disini - jurnal.stikesbaptis.ac.id]

Pendidikan & Pelatihan Staf Kesehatan

Pengetahuan, sikap, dan motivasi tenaga kesehatan sangat berpengaruh terhadap kepatuhan praktik keamanan dan kebersihan. Pelatihan rutin, promosi kesadaran, dan supervisi diperlukan agar protokol dapat dijalankan ketat. [Lihat sumber Disini - jurnal.stikeskesdam4dip.ac.id]


Peran Tenaga Kesehatan dalam Pencegahan Infeksi

Tenaga kesehatan, termasuk dokter, perawat, petugas kebersihan, dan staf pendukung, memegang peran kunci dalam pencegahan infeksi nosokomial. Beberapa peran utama:


Contoh Kasus Infeksi Nosokomial

Salah satu studi terbaru di 2025 melaporkan bahwa pelaksanaan protokol pencegahan infeksi di ICU, meskipun telah dilakukan, tidak menunjukkan pengaruh signifikan terhadap angka infeksi nosokomial di ruang ICU di sebuah rumah sakit di Jepara. [Lihat sumber Disini - journal.arikesi.or.id]

Artinya, meskipun prosedur sudah ada, keberhasilan pencegahan sangat bergantung kepada konsistensi pelaksanaan, kepatuhan petugas, dan kondisi lingkungan.

Penelitian lain menemukan bahwa ketidakpatuhan terhadap cuci tangan (hand hygiene) masih cukup tinggi, sehingga meningkatkan risiko infeksi luka operasi, infeksi saluran kemih, infeksi aliran darah, dan infeksi lainnya. [Lihat sumber Disini - jurnal.karyakesehatan.ac.id]

Kasus pada pasien pasca operasi di sebuah rumah sakit di Jakarta tahun 2023 misalnya menunjukkan beberapa kejadian Infeksi Daerah Operasi (IDO) karena perawatan luka pasca bedah yang tidak optimal. [Lihat sumber Disini - ejurnalmalahayati.ac.id]


Kesimpulan

Infeksi nosokomial, atau infeksi yang diperoleh selama perawatan di fasilitas kesehatan, tetap menjadi masalah serius di banyak rumah sakit. Faktor risiko seperti imunitas pasien, penggunaan alat invasif, lama rawat inap, lingkungan kurang bersih, dan ketidakpatuhan petugas pada protokol pencegahan semuanya berkontribusi terhadap tingginya angka kejadian.

Upaya pencegahan, terutama praktik hand hygiene, penggunaan APD, sterilisasi, dan penerapan kebijakan pencegahan & pengendalian infeksi (PPI) secara konsisten, sangat penting untuk meminimalkan risiko. Tenaga kesehatan memiliki peran kunci dalam menjaga keamanan pasien dan kualitas layanan.

Dengan pemahaman dan komitmen bersama, dari manajemen rumah sakit, staf kesehatan, pasien, hingga keluarga, risiko infeksi nosokomial dapat ditekan secara signifikan, sehingga pelayanan kesehatan bisa lebih aman, efektif, dan bermutu tinggi.

Artikel ini ditulis dan disunting oleh tim redaksi SumberAjar.com berdasarkan referensi akademik Indonesia.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Infeksi nosokomial adalah infeksi yang diperoleh pasien selama menjalani perawatan di rumah sakit atau fasilitas kesehatan, yang sebelumnya tidak ada atau tidak dalam masa inkubasi saat masuk.

Faktor risikonya meliputi penggunaan alat medis invasif, imunitas pasien yang lemah, kebersihan lingkungan yang buruk, ketidakpatuhan petugas terhadap protokol pencegahan, serta lamanya pasien dirawat.

Pencegahan dilakukan melalui hand hygiene, penggunaan alat pelindung diri, sterilisasi peralatan medis, kebersihan lingkungan, dan disiplin menjalankan program Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI).

Jenis yang umum meliputi infeksi saluran kemih, infeksi luka operasi, pneumonia nosokomial, dan infeksi aliran darah.

Dokter, perawat, tenaga kebersihan, serta seluruh tenaga kesehatan berperan penting dalam pencegahan melalui kepatuhan terhadap protokol kebersihan dan penggunaan APD.

⬇
Home
Kamus
Cite Halaman Ini
Geser dari kiri untuk membuka artikel Relevan.
Geser dari kanan untuk artikel terbaru.
Jangan tampilkan teks ini lagi
Artikel Relevan
Infeksi Nosokomial: Konsep, faktor risiko, dan pengendalian Infeksi Nosokomial: Konsep, faktor risiko, dan pengendalian Infeksi Nosokomial: Konsep, Faktor Risiko, dan Pencegahan Infeksi Nosokomial: Konsep, Faktor Risiko, dan Pencegahan Pencegahan Infeksi Nosokomial Pencegahan Infeksi Nosokomial Manajemen Risiko Infeksi Manajemen Risiko Infeksi Risiko Infeksi: Faktor Risiko dan Strategi Pencegahan Risiko Infeksi: Faktor Risiko dan Strategi Pencegahan Risiko Infeksi: Faktor dan Pencegahan Risiko Infeksi: Faktor dan Pencegahan Pengendalian Infeksi di Rumah Sakit Pengendalian Infeksi di Rumah Sakit Perilaku Ibu dalam Pencegahan Infeksi Masa Nifas Perilaku Ibu dalam Pencegahan Infeksi Masa Nifas Kepatuhan Hand Hygiene Tenaga Kesehatan Kepatuhan Hand Hygiene Tenaga Kesehatan Praktik Hand Hygiene pada Perawat Praktik Hand Hygiene pada Perawat Penggunaan Obat Antiviral pada Pasien Infeksi Akut Penggunaan Obat Antiviral pada Pasien Infeksi Akut Praktik Hand Hygiene Perawat: Kepatuhan dan Keselamatan Pasien Praktik Hand Hygiene Perawat: Kepatuhan dan Keselamatan Pasien Risiko Malnutrisi pada Anak Penderita Infeksi Risiko Malnutrisi pada Anak Penderita Infeksi Hubungan Gizi Buruk dengan Risiko Infeksi Hubungan Gizi Buruk dengan Risiko Infeksi Perawatan Tali Pusat Bayi: Konsep, Praktik Aman, dan Pencegahan Infeksi Perawatan Tali Pusat Bayi: Konsep, Praktik Aman, dan Pencegahan Infeksi Kebersihan Masa Nifas: Konsep, Pencegahan Infeksi, dan Praktik Aman Kebersihan Masa Nifas: Konsep, Pencegahan Infeksi, dan Praktik Aman Hubungan Sanitasi dan Stunting Hubungan Sanitasi dan Stunting Risiko Luka Operasi: Konsep, Faktor Klinis, dan Pencegahan Risiko Luka Operasi: Konsep, Faktor Klinis, dan Pencegahan Manajemen Kebersihan Nifas Manajemen Kebersihan Nifas Perawatan Tali Pusat: Pengetahuan dan Praktik Ibu Perawatan Tali Pusat: Pengetahuan dan Praktik Ibu
Artikel Terbaru
Memuat artikel terbaru…